cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Jambi
ISSN : 2339269X     EISSN : 25806874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jambi Medical Journal is a Journal for Medical And Health Issues, in Scope: Medical Education, Farmakology, Mikrobiology, PUblic Health, Clinical Patology, Medical Nutrition, Clinical Medicine, Pediatric, Immunology, Patology Anatomi, Orthopedy, Obstetri and Gynekology, Internal Medicine, Endocrine and Metabolic, Genetics & Molecular Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
GAMBARAN QUALITY OF LIFE MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA, JAKARTA Santi Anugrahsari; Fatin Nur Aina Binti Nawi; Zoey Abigail Idnani; Kevin Wongkar; Syela Charlin Akasian; Wira Candika; Lolita Lorentia Syamtori Rampisela
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.507 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v10i1.17759

Abstract

Latar belakang: Miopia merupakan salah satu kelainan refraksi mata. Banyak yang menderita gangguan miopia seringkali tidak menggunakan metode koreksi penglihatan yang benar sehingga menimbulkan masalah dalam kualitas hidup seseorang. Tujuan: Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran miopia dengan Quality of Life pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Jakarta Barat secara cross sectional pada bulan Juni 2021. Metode: Jumlah sampel sebesar 122 partisipan dipilih secara random sampling dan menggunakan kuesioner instrumen evaluasi kualitas hidup pada kelainan refraksi (NEI/RQL-42). Kuesioner terdiri atas 13 sub-kelompok yang berbeda (skor 0-100). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas partisipan termasuk dalam miopia ringan (60,7%) dengan laki-laki 22 orang (59,5%) dan Wanita 52 orang (61,18%). Rata-rata kualitas hidup secara keseluruhan adalah 62,64, sedangkan berdasarkan subskala, paling tinggi pada skala satisfaction with correction (75,90), dan paling rendah pada expectation (21,93). Simpulan: Dalam penelitian ini didapatkan kualitas hidup paling tinggi adalah pada Miopia ringan pada subkelompok satisfaction with correction. Penelitian lanjutan diperlukan pada skala yang lebih luas dan lebih banyak. Kata kunci: Miopia, Kualitas Hidup, Mahasiswa Kedokteran, NEI/RQL-42
PEMODELAN FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PARU DI SUMATERA BARAT Yeffi Masnarivan; Arinil Haq; Masrizal
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.875 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v10i1.17785

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TB) saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia. Pada tahun 2018 prevalensi TB paru di Indonesia sebesar 0,42% dan di Sumatera Barat sebesar 0,31%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model faktor risiko penyakit TB Paru pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan menggunakan data sekunder tahun 2020 yang dikumpulkan dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat dan analisis multivariat meliputi analisis kluster, analisis biplot dan analisis diskriminan. Hasil: Hasil penelitian didapatkan prevalensi penderita TB terbanyak berada di Kota Solok yaitu 20 per 10.000 penduduk. Proses pengelompokan menghasilkan tiga kluster kabupaten/kota berdasarkan faktor penyebab TB. Kluster satu tidak memiliki permasalahan terhadap faktor penyebab TB. Kluster dua dipengaruhi oleh variabel prevalensi TB, persentase cakupan bayi imunisasi BCG, jumlah posyandu, persentase penduduk miskin, dan persentase sumber air minum layak. Kluster tiga dipengaruhi oleh variabel persentase tiak ada/tidak menggunakan fasilitas tempat BAB, nilai indeks kualitas udara, persentase rumah tangga memiliki lantai tanah, kepadatan penduduk, jumlah balita gizi kurang, persentase bahan bakar utama memasak dengan kayu, dan persentase rumah tangga sanitasi layak memiliki faktor penyebab TB tertinggi. Simpulan: Terdapat perbedaan karakteristik dan kerawanan pada masing-masing kluster kabupaten/kota di Sumatera Barat berdasarkan faktor penyebab TB.  Kata kunci: Model, Faktor Risiko, Tuberkulosis.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL ANAK DALAM PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Guspianto; Livia Yunita; Vinna Rahayu Ningsih
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.466 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v10i1.17807

Abstract

Latar belakang: Peran orang tua yang baik akan menghasilkan kesehatan mental anak yang optimal. Saat membimbing anak belajar pada masa pandemi COVID-19, orang tua seringkali menghadapi banyak kendala terutama karena keterbatasan waktu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan peran orang tua dengan kesehatan mental anak dalam pembelajaran daring selama pandemi COVID-19. Metode: Desain penelitian potong lintang ini dilakukan melalui survei terhadap keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar di Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh. Sampel penelitian adalah orang tua (ayah atau ibu) sebanyak 93 orang yang dipilih menggunakan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui metode wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil studi diperoleh mayoritas tingkat kesehatan mental anak adalah kurang baik (50,5%), sedangan peran orang tua dalam membimbing anak belajar sebagian besar baik (53,8%). Terdapat hubungan signifikan antara peran orang tua dengan persepsi kesehatan mental anak (POR= 4,480; Cl 95%= 1,867-10,784). Simpulan: Disarankan kepada orangtua untuk menyediakan lebih banyak waktu untuk memonitor proses belajar sekaligus membimbing belajar anak di rumah sebagai pengganti guru selama pandemi COVID-19. Kata kunci: Kesehatan mental, anak, peran orangtua, pandemi COVID-19
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DM TIPE 2 DENGAN KEJADIAN NEUROPATI DIABETIK Afriyeni Sri Rahmi; Yuliarni Syafrita; Restu Susanti
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.661 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v10i1.18244

Abstract

Latar belakang: Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang sering muncul pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), diperkirakan setengah dari penderita DM mengalami komplikasi neuropati. Neuropati diabetik (ND) didefinisikan sebagai tanda dan gejala disfungsi saraf perifer pada pasien DM setelah mengesampingkan penyebab lain. Studi menunjukkan bahwa prevalensi ND adalah 8% pada pasien DM yang baru terdiagnosis dan lebih tinggi ditemukan pada pasien yang sudah lama menderita DM yaitu 50%. Tujuan: Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara waktu menderita DMT2 dengan angka kejadian neuropati diabetik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional pada pasien DMT2 di Poliklinik Penyakit Dalam dan Neurologi RSUP Dr. M. Djamil Padang dari bulan November 2021 sampai Maret 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode konsekutif sampling. Hasil: Total responden pada penelitian ini berjumlah 44 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebagian besar pasien DMT2 yang menderita neuropati diabetik rata-rata menderita DM ≥ 5 tahun (92.1%). Analisis statistik Chi-square mendapatkan p value = 0.003 (<0.05) yaitu terdapatnya hubungan yang signifikan antara waktu menderita DMT2 dengan angka kejadian neuropati diabetik. Simpulan: Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara waktu menderita DMT2 dengan angka kejadian neuropati diabetik. Keyword: DM tipe 2,waktu menderita, Neuropati Diabetik
CRITICAL INCIDENTS DALAM SESI TUTORIAL: IDENTIFIKASI DAN STRATEGI INTERVENSI DALAM DINAMIKA KELOMPOK Amelia Dwi Fitri; Nyimas Natasha Ayu Shafira; Rina Nofri Enis
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.618 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v10i1.18353

Abstract

Latar Belakang: Diskusi tutorial adalah salah satu kegiatan penting dalam pembelajaran problem based learning. Di masa pandemi Covid 19 kegiatan ini dilakukan secara online dan menjaga dinamika kelompok tetap berjalan menjadi sebuah tantangan. Persepsi tutor dan mahasiswa tentang critical insidents dipengaruhi oleh sudut pandang masing-masing individu. Tujuan: Untuk mengidentifikasi persepsi siswa dan tutor tentang kejadian kritis selama tutorial dan jenis intervensi yang dilakukan oleh tutor untuk mengatasi insiden tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran yang melibatkan 84 siswa tahun keempat dan 7 tutor. Persepsi siswa dan tutor tentang insiden kritis dikumpulkan dengan survei online menggunakan kuesioner yang tervalidasi. Hasil: menurut persepsi siswa dan tutor, didapatkan partisipasi yang tidak setara sebagai insiden kritis yang paling sering terjadi. Namun didapatkan perbedaan persepsi antara siswa dan tutor tentang faktor penghambat diskusi yang memerlukan intervensi tutor; siswa menganggap kepribadian yang sulit, sedangkan tutor menyatakan ketidakseimbangan partisipasi. Faktor tutor, umpan balik, penilaian, kualitas skenario, dan masalah penjadwalan juga ditemukan memiliki peran dalam insiden kritis dalam tutorial. Intervensi tutor terhadap kejadian kritis telah dilakukan namun masih perlu ditingkatkan lagi. Simpulan: Persepsi siswa dan tutor tentang kejadian kritis sejalan dalam hal kejadian yang paling sering terjadi, tetapi berbeda dalam faktor yang paling menghambat diskusi dan memerlukan intervensi tutor. Intervensi oleh tutor tidak memadai untuk mengatasi insiden kritis yang timbul. Kata kunci: kejadian kritis, tutorial, dinamika kelompok
HUBUNGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PENGENDARA MOTOR DI KOTA JAMBI Miftahurahmah; Budi Justitia; Nindia Aryanti; Esa Indah Ayudya Tan; Raihanah Suzan; Mutiarahma
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.951 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v10i1.18376

Abstract

Latar Belakang: Low back Pain (LBP) merupakan masalah umum kesehatan di masyarakat. Low back pain memiliki gelaja seperti nyeri dan juga kaku pada daerah lumbosacral serta punggung. Salah satu factor risiko yang bisa menimbulkan LBP berupa Indeks Massa Tubuh (IMT).  Kejadian LBP lebih berdampak pada pekerja dengan aktivitas sehari hari yang lebih banyak dilakukan dengan duduk seperti pengendara ojek online. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian LBP dengan IMT pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling (accidental sampling). Populasi dalam penelitian ini adalah pengendara ojek online di Kota Jambi Hasil: Hasil peneltian menunjukkan bahwa semua pengendara ojek online yang ditemui berjenis kelamin laki-laki dengan distribusi kejadian low back pain pada pengendara ojek online di Kota Jambi sebesar 62.5% dalam seminggu terakhir dan 56.3% dalam setahun terakhir. Analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna kejadian LBP dengan IMT pada pengendara ojek online dengan p=0.470. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian LBP pada pengendara ojek online di Kota Jambi. Kata Kunci: Low back pain, faktor resiko, pengendara motor
PENGARUH TERONG PIRUS KERINCI TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY Esa Ayudia; Miftahurrahmah
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.518 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v10i1.18378

Abstract

Latar belakang: Terong pirus memiliki kandungan flavonoid yang memiliki efek hipoglikemik sehingga berperan penting dalam pengobatan diabetes melitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektif jus buah terong pirus kerinci terhadap kadar glukosa darah Tikus Putih. Metode: Desain penelitian adalah True Experimental Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah 24 ekor Tikus putih jantan galur Sprague dawley yang terbagi menjadi 4 kelompok  yaitu kontrol, perlakuan dosis 75 mg/ml, perlakuan dosis 150 mg/ml, dan perlakuan dosis 250 mg/ml. Kadar gula darah diperiksa pada hari ke-0, hari ke-14, dan hari ke-40 dengan alat fotometer. Data kadar gula darah dianalisis dengan Uji paired T-test dan Uji One-way Anova dilanjutkan Post Hoc. Hasil: Hasil Uji paired T-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan kadar gula darah setelah pemberian aloksan pada hari ke-7 penelitian dan terjadi penurunan yang signifikan kadar gula darah tikus setelah pemberian terong pirus pada dosis 75 mg/ml, 150 mg/ml, dan 250 mg/ml dengan Penurunan tertinggi terdapat pada pemberian dosis 250 mg/ml. Hasil Uji One-way Anova dan post hoc didapatkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar kelompok penelitian setelah pemberian terong pirus. Simpulan: Terong Pirus berpengaruh menurunkan kadar gula darah pada tikus yang telah diinduksi aloksan dengan penurunan paling efektif pada pemberian terong pirus dosis 250 mg/ml. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Terong pirus,  Kadar gula darah, Tikus putih (Rattus norvegicus)
ANALISIS FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDs) PADA PEKERJA PETIK TEH DI PT X KAYU ARO Nurftah, Lutviyah; Rini, Willia Novita Eka; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.768 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Musculoskeletal complaints look trivial but have a general impact on tea picking workers which will later affect the worker’s performance. The purpose of this study is to analyze risk factors that affect complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in tea picking workers at PT X Kayu Aro judging from several factors namely Age, gender, working period, work posture, workload, transport distance and duration of working. Method: Research Design is Cross Sectional. The sample technique used is Proposional random sampling with a sample number of 81 tea picking workers at PT X KayuAro. Bound variables are complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) and free variables are individual factors and work factors (Genderi,, iAge, period iWork, working posture, transport distance, Duration ofWork). Data collection is conducted using NBM methods and OWAS measurements, while on data analysis using chi squaretest. Results: The proportion of complaints of musculoskeletal disorders among tea picking workers at PT X Kayu Aro is (78.6%) with MSDS complaints. There was a relationship between age (PR=1,760; 95% CI: 1,712-17,165), years of service (PR=1,476;95% CI: 1,720-19,290), weight of load (PR=1,402;95% CI: 1,412-15,744), duration of work (PR=1.409; 95% CI: 1.315-11.022) and there was no relationship between gender, work posture and transport distance. Conclusion: Factors that affect the risk of complaints of musculoskeletal disorders in tea picking workers at PT X Kayu Aro include age, gender, working period, workload and duration of work. Therefore, it is advisable for workers to pay attention to working hours and can also be heavy burdens that are makasimal to minimize complaints of musculoskeletal disorder. Keywords: Tea Picking Workers, Musculoskeletal Di sorders,Risk Factors ABSTRAK Latar Belakang : Keluhan musculoskeletal terlihat sepele namun berdampak serius pada pekerja petik teh yang nantinya akan mempengaruhi kinerja pekerja. Tujuan dari penelitan ini adalah menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja petik teh di PT X Kayu Aro dilihat dari beberapa faktor yaitu Usia, jenis kelamin, masa kerja, postur kerja, beban kerja, jarak angkut dan durasi kerja. Metode : Desain Penelitian adalah Cross Sectional. Teknik sampel yang digunakan yaitu Proposional random sampling dengan jumlah sampel 81 pekerja petik teh di PT X Kayu Aro. Variabel terikat adalah keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) dan variabel bebas adalah faktor individu dan faktor pekerjaan (Jenis Kelamin, Usia, masa Kerja, postur kerja, jarak angkut, Durasi Kerja). Pengumpulan data dilakukan wawancara dengan menggunakan metode NBM dan pengukuran OWAS, sedangkan pada analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil : Proporsi keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja petik teh di PT X Kayu Aro adalah (78,6%) merasakan keluhan MSDS. Ada hubungan antara usia (PR=1,760;95% CI: 1,712-17,165), masa kerja (PR=1,476;95% CI: 1,720-19,290), berat beban (PR=1,402;95% CI: 1,412-15,744), durasi kerja (PR=1,409; 95% CI: 1,315-11,022) dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, postur kerja dan jarak angkut. Kesimpulan :Faktor yang mempengaruhi munculnya risiko keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja petik teh di PT X Kayu Aro diantaranya usia, masa kerja, beban kerja dan durasi kerja. Maka dari itu disarankan bagi para pekerja agar memperhatikan jam kerja dan juga dapat berat beban yang maksimal untuk menimimalisir keluhan musculoskeletal disorder. Kata Kunci : Pekerja Petik Teh, Musculoskeletal Disorders, Faktor Risiko
GAMBARAN INFEKSI Klebsiella pneumoniae PENGHASIL Extended-spectrum β-lactamase (ESBL) PADA PASIEN COVID-19 DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PERIODE JANUARI 2021-JUNI 2021 Ahmad, Qaedi; Sabrina, Tia; Diba, Masayu Farah; Amalia, Ella; Putra, Ramadhan Ananditia
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.484 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: ESBL-producing Klebsiella pneumoniae infection can make medical costs increase, patients become longer in the hospital, and a worse prognosis in Covid-19 patients. Therefore, this study aims to find out the prevalence, characteristics of age, gender, specimen type, inpatient room, and pattern of antibiotic sensitivity of ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in Covid-19 patients so as to help patients in the prevention and control of HAIs in Dr. Mohammad Hoesin Hospital. Method: This observational research used secondary data in the form of the status of Covid-19 patients identified as ESBL-producing Klebsiella pneumoniae at the Central Laboratory Installation of Mohammad Hoesin Hospital Palembang during the period January 2021-June 2021. The samples in this study were all medical records of Covid-19 patients who met the inclusion criteria. Data was processed and analyzed by univariate to determine the frequency distribution of each variable studied. Result: Prevalence of ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in Covid-19 patients at Dr. Mohammad Hoesin Hospital is 48,6%. Based on Age, prevalence of ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in Covid-19 patients are often found in elderly (41,2%). Based on gender, prevalence of ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in Covid-19 patients are often found in female (64,7%). Based on specimen type, prevalence of ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in Covid-19 patients are often found in sputum (47,1%). Based on the inpatient room, prevalence of ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in Covid-19 patients are often found in non-intensive care unit (79,5%). Based on sensitivity patterns, isolates ESBL-producing Klebsiella pneumoniae are resistance to ampicilin/AMP (100%), cefazoline (100%), ceftriaxon (100%), aztreonam (91,2%), ceftazedim (85,3%), ampisilin/Sulbaktam (76,5%), ciprofloxacin (76,5%), trimethoprim/ sulfamethoxazole (58,8%) and gentamicin (55,9%). Conclusion: Prevalence of ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in Covid-19 patients at the Central Laboratory Installation of Mohammad Hoesin Hospital Palembang during the period January 2020-June 2020 is 48,6%. Antibiotics that resistance to ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in Covid-19 patients are ampicilin/AMP, cefazoline, ceftriaxon, aztreonam, ceftazdim, ampisilin/sulbaktam, ciprofloxacin, trimethoprim/sulfamethoxazole and gentamicin. Keywords: ESBL, Covid-19, HAIs ABSTRAK Pendahuluan: Infeksi Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL bisa membuat biaya pengobatan menjadi bertambah, pasien menjadi lebih lama di rumah sakit, dan prognosis yang lebih buruk pada pasien Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi, karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, jenis spesimen, asal ruang rawat inap, dan pola sensitivitas antibiotik Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL pada pasien Covid-19 sehingga dapat membantu pasien dalam pencegahan dan pengendalian HAIs di RSUP Dr. Mohammad Hoesin. Metode: Penelitian deskriptif observasional ini menggunakan data sekunder berupa status pasien Covid-19 yang teridentifikasi Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL di instalasi laboratorium sentral RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama periode Januari 2021-Juni 2021. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien Covid-19 yang memenuhi kriteria inklusi. Data diolah dan dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi setiap variabel yang diteliti. Hasil: Prevalensi Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL pada pasien Covid-19 di RSUP Dr. Mohammad Hoesin sebesar 48,6%. Berdasarkan usia, Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL pada pasien Covid-19 banyak ditemukan pada lansia (41,2%). Berdasarkan jenis kelamin, Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL pada pasien Covid-19 banyak ditemukan pada perempuan (64,7%). Berdasarkan jenis spesimen, Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL pada pasien Covid-19 banyak ditemukan pada sputum (47,1%). Berdasarkan ruang rawat inap, Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL pada pasien Covid-19 banyak berasal dari ruang rawat non intensif (79,5%). Berdasarkan pola sensitivitas, Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL resisten terhadap ampisilin/ AMP (100%), sefazolin (100%), seftriakson (100%), aztreonam (91,2%), seftazdim (85,3%), ampisilin/ sulbaktam (76,5%), siprofloksasin (76,5%), trimetoprim/ sulfametoksazol (58,8%), dan gentamisin (55,9%) Kesimpulan: Prevalensi Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL pada pasien Covid-19 di Instalasi Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama periode Januari 2021-Juni 2021 sebesar 48,6%. Antibiotik yang resisten pada Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL yaitu ampisilin/AMP, sefazolin, seftriakson, aztreonam, seftazdim, ampisilin/sulbaktam, siprofloksasin, trimetoprim/sulfametoksazol dan gentamisin. Kata kunci: ESBL, Covid-19, HAIs
THE ART OF ANATOMY: PENGEMBANGAN MEDIA ATLAS ANATOMI DAN EVALUASI MELALUI PENILAIAN PEMBELAJARAN SECARA DARING DAN LURING PADA MAHASISWA KEDOKTERAAN UNIVERSITAS JAMBI Enis, Rina Nofri; Fitri, Amelia Dwi; Shafira, Nyimas Natasha Ayu; Herlambang, Herlambang; Gading, Patrick William; Putri, Nadhilah Aulia
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.56 KB)

Abstract

ABSTRACT Backgound: The medical study program in Universitas Jambi implements competency-based curriculum that emphasizes learning anatomy in the first year of education. In learning anatomy, lecture and practice are using as a method, and an assessment will be carried out in the form of an anatomy exam or often called OSPE (Objective Structural Practice Examination) anatomy. Due to the Covid-19 pandemic, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia issued a regulation that enforces a distance learning system as a substitute for the face-to-face learning system. Objective: The purpose of the study was to compare the average scores of the anatomy exams in offline learning and online learning at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Jambi. Methods: This study is a retrospective quantitative study design involving all students from the 2019 class that match with inclusion criteria that taking all of the anatomy practicum exams in block 1.1 to block 2.3. Result: 155 students are being included as the sample based on the inclusion criteria. Data recapitulation of anatomy test scores was carried out from June to September 2021. The score for offline learning is 63.05 and for online learning is 70.84 and statistically different (p-Value = 0.000). Conclusion: There is a significant difference between the anatomy exam scores during offline and online learning for the 2019 batch of medical students. Keywords: Anatomy, Online learning, Offline learning ABSTRAK Latar Belakang: Program studi kedokteran di Universitas Jambi menerapkan pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pembelajaran anatomi pada tahun pertama pendidikan. Dalam pembelajaran anatomi digunakan metode perkuliahan dan praktikum, penilaian akan dilakukan dalam bentuk ujian anatomi atau sering disebut dengan OSPE (Objective Structural Practice Examination) anatomi. Di tengah pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh atau online sebagai pengganti sistem pembelajaran tatap muka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rerata nilai ujian anatomi mahasiswa tahun 2019 pada pembelajaran luring dan pembelajaran daring di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan seluruh mahasiswa angkatan 2019 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mengikuti seluruh ujian praktikum anatomi blok 1.1 sampai blok 2.3. Hasil: 155 mahasiswa dimasukkan sebagai sampel berdasarkan kriteria inklusi. Rekapitulasi data nilai ujian anatomi dilakukan pada bulan Juni sampai September 2021. Median skor untuk pembelajaran offline adalah 63,05 dan untuk pembelajaran online adalah 70,84 dan berbeda secara statistik (p-Value = 0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai ujian anatomi saat pembelajaran offline dan online untuk mahasiswa kedokteran angkatan 2019. Kata kunci: Anatomi, Pembelajaran Daring, Pembelajaran Luring

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2023): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M Vol. 11 No. 2 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M Vol. 11 No. 1 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2021): Special Issues: JAMHESIC 2020 Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2019): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2019): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2013): THE JAMBI MEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2013): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue