KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Jurnal ini berfokus tentang penelitian dalam pendidikan sejarah, bidang sejarah, sejarah lokal, sejarah nasional dan sejarah global, budaya Indonesia, kearifan lokal dan pendidikan sejarah.
Articles
200 Documents
NILAI-NILAI SEJARAH PUYANG MUARA RAMBANG SEBAGAI SUMBER PELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SMA 01 MUARAKUANG
Dwi Cahyati;
Sukardi Sukardi;
Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7165
Puyang Muara Rambang adalah sosok yang hampir tidak pernah kalah dalam segi apapun (mengalahkan dirinya dan orang lain), kesaktian dan keajaiban yang dimilikinya sangat disegani oleh pengikutnya maupun musuh-musuhnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai sejarah Puyang Muara Rambang sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA Negeri 01 Muarakuang? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai sejarah Puyang Muara Rambang sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA Negeri 01 Muarakuang. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian nilai-nilai sejarah yang terdapat pada rumah Limas Seratus Tiang, adalah: nilai sosial, nilai estetika dan nilai relegius. Dengan dijadikannya nilai-nilai Puyang Muara Rambang sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal, maka dapat membantu siswa mengetahui sejarah lokal sehingga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri siswa.
NILAI SEJARAH MAKAM PUYANG ULAK LAUT DI PECAH PINGGAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS DIGITAL
Dewi Cahya;
Sukardi Sukardi;
Eva Dina Chairunisa
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7155
Makam Puyang Ulak Laut merupakan makam yang sangat penting dalam sejarah berdirinya Desa Pecah Pinggan, menurut warga setempat makam Puyang Ulak Laut ini sudah memeluk agama Islam, dapat dilihat dari makam yang sudah menghadap kearah kiblat sama halnya dengan makam yang ada di Desa Pecah Pinggan pada saat ini. Puyang Ulak Laut dijuluki oleh masyarakat sebagai pelindung desa dimana bisa dilihat dari perjuangannya dalam mempertahankan desa. Tujuan penelitian ini: untuk mengetahui nilai sejarah makam Puyang Ulak Laut di Pecah Pinggan yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah berbasis digital. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan cara pengumpulan sumber-sumber secara sistematis dan menggunakan sumber data. Teknik pengumpulan data menggunakan data lapangan seperti dokumentasi, observasi, dan wawancara, studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah makam Puyang Ulak Laut merupakan makam yang sangat penting dalam sejarah berdirinya Desa Pecah Pinggan. Nilai sejarah yang dapat diambil dari makam Puyang Ulak Laut adalah tradisi ziarah makam dengan sistem sesajen. Dengan dijadikan sumber pembelajaran sejarah siswa dapat mengetahui sejarah lokal yang ada di sekitar sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap siswa dan menimbulkan rasa cintanya terhadap desa.
PEMIKIRAN ABDUL MUKTI ALI SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA PATRA MANDIRI 1 PALEMBANG
Andika Merryanto Saputra;
Aan Suriadi;
Ahmad Zamhari
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7162
Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metodologi penulisan sejarah untuk mengkaji secara mendalam. Menjadi bahan rujukan, melatih dan meningkatkan daya pikir dalam penulisan sejarah. Penelitian ini menggunakan penulisan studi kepustakaan, yaitu memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data-data penelitian. Dengan studi kepustakaan membatasi kegiatan penelitian hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan saja tanpa harus melakukan penelitian lapangan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penulisan ini terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Dalam penulisan penelitian ini menyimpulkan bahwa. 1) Konsep pemikiran pendidikan Abdul Mukti Ali dapat disimpulkan bahwa peran agama dalam pendidikan menjadi bagian teratas untuk membangun Indonesia. Dalam memahami agama Abdul Mukti Ali juga mencetuskan ilmu metodologi agama yang berusaha menghubungkan tujuan dibentuknya manusia yaitu sebagai hamba dan pemimpin dengan tujuan pendidikan. 2) Kontribusi pemikiran Abdul Mukti Ali dalam menegakan antar umat beragama di Indonesia, menyentuh dua aspek, yakni aspek keilmuan dan relasi sosial. Pada aspek keilmuan ditandai dengan tampilnya perbandingan agama sebagai ilmu pengetahuan yang begitu penting untuk memahami dan menyikapi keragaman agama. 3) Abdul Mukti Ali menjadi menteri pada masa Orde Baru yaitu pada kebinet Pembangunan II dengan transisi waktu 28 Maret 1973 sampai 29 Maret 1978. Pada masa itu, banyak perubahan yang telah dilakukan dan itu memberikan dampak besar terhadap pendewasaan berfikir masyarakat Indonesia.
POLA SEBARAN PERMUKIMAN DI KOTA KAYU AGUNG
I Made lingga Wardana;
Sukardi Sukardi;
Wandiyo Wandiyo
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7202
Pola permukiman adalah tempat manusia bermukim dan melakukan aktivitas sehari-hari bentuk penyebaran penduduk dapat dilihat dari beberapa kondisi alam dan aktivitas peduduk faktor yang mempengaruhi pola permukiman ialah relif, bentuk permukaan bumi terdiri dari relif-relif seperti pergunungan, dataran rendan, pantai dan perbukitan ada pula dengan kesuburan tahan. Metode penelitian digunakan sebagai cara peneliti dalam pengumpulan data penelitiannya. Dalam penelitian kualitatif cara yang dilalukan dengan variasi yaitu angket, wawancara, pengamatan atau observasi ke lapangan, tes, dokumentasi terhadap benda-benda sebagai bukti. Dalam penelitian kualitatif, ada empat mencapai keabsaan data, yaitu: keabsahan data antara lain dapat mencakup: derajat kepercayaan (credibility), keralihan (transferability), kebergantungan (dependability), kepastian (confirmbility), dan dapat dengan hanya triangulasi. hasil dari penelitian ini adalah pola sebaran permukiman di Kota Kayu Agung.
PERJUANGAN HJ. RANGKAYO RASUNA SAID SEBAGAI PEJUANG POLITIK DAN PEMIKIR PERGERAKAN PADA MASA PRA KEMERDEKAAN
Narani Agnesti;
Ageng Sanjaya
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7163
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perjuangan politik yang dilakukan Hj. Rangkayo Rasuna Said, Mengetahui peran Hj. Rangkayo Rasuna Said dalam pergerakan dan perjuangan yang dilakukan serta untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pemikirannya. Penelitian dan penulisan mengenai perjuangan Hj. Rangkayo Rasuna Said sebagai pejuang politik dan pemikir pergerakan pra kemerdekaan menggunakan metode penelitian Historis. Dari hasil penelitian ini maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa Hj. Rangkayo Rasuna Said merupakan pejuang wanita yang bergerak di bidang politik dan tertarik pada dunia politik di usianya yang masih remaja yaitu 16 tahun, Rasuna Said yang aktif di dunia politik hingga akhirnya ia ditangkap sebab kritik yang dilontarkan kepada penjajah pada saat itu. Peranan yang dimainkan oleh Rasuna Said dimulai dari sekretaris organisasi, orator, pimpinan majalah, dan pemimpin pergerakan pemuda di masa penjajahan Belanda dan Jepang. Serta ada nilai-nilai yang dapat diambil pula pada perjuangan Hj. Rangkayo Rasuna Said di antaranya Feminisme, Nasionalisme dan Patriotisme, dan Persatuan serta perjuangan.
PERAN ADAM MALIK SEBAGAI KETUA SIDANG MAJELIS UMUM PBB 1971
Rani Noviyanti
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7159
Memasuki dasawarsa 1970-an terdapat beberapa pergeseran dalam percaturan global. Banyaknya ketegangan, pada kebanyakan masyarakat global sangat berdampak pada pembangunan sumber daya manusia. Selama menjabat sebagai Ketua Majelis Umum PBB tahun 1971, Adam Malik menyadari akan pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Pada dekade 1970-an, di tengah situasi perang dingin, banyak negara-negara anggota yang tidak mampu atau masih mementingkan kondisi dalam negerinya ketimbang membayar iuran. Pada saat Adam Malik menjabat sebagai Ketua Sidang Majelis Umum PBB, beliau memberikan gagasan agar semua anggota memberikan bantuan dalam menyelesaikan permasalahan. Dalam sidang ke-23 Majelis umum PBB yang dibuka tanggal 24 September 1968, masalah pemulihan hak-hak penuh RRC di dalam PBB. Draft resolusi terbagi tiga golongan negara yang mensponsori dan memberikan gagasan atas permasalahan RRC dan Taiwan.
NILAI SOSIAL RELIGI TRADISI MANOPENG PADA MASYARAKAT BANYIUR
Muhammad Fitri;
Heri Susanto
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7164
Tradisi Manopeng di Jalan Banyiur, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Merupakan satu-satunya tradisi topeng yang masih dilaksanakan sampai sekarang di Kota Banjarmasin. Tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Tetapi, yang menjadi pertanyaan apakah keluarga zuriat Datu Mahbud dan masyarakat mengetahui nilai religi dan sosial yang ada dalam Tradisi Manopeng atau hanya sekedar melaksanakan saja. Nilai religi dan sosial dalam Tradisi Manopeng di Jalan Banyiur menarik untuk diteliti secara lebih mendalam untuk mengetahui nilai religi dan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai sosial religi yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah yang terdiri dari Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Tahap pertama yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Heuristik, tahap pengumpulan data. Baik itu data primer maupun data sekunder. Setelah data terkumpul, dilakukan tahap berikutnya yaitu Kritik, baik itu kritik eksternal dan kritik internal. Tahap selanjutnya yaitu Interpretasi dan tahap yang terakhir yaitu Historiografi atau penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Manopeng di Jalan Banyiur telah dilaksanakan kurang lebih selama 150 tahun. Proses pelaksanaannya dilaksankan pada bulan Muharam dan hanya pada malam Senin serta dilaksankan pada malam hari hingga subuh. Tradisi Manopeng yang dilaksanakan di Jalan Banyiur terdapat nilai sosial religi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Tradisi Manopeng yang dilaksanakan di Jalan Banyiur Kota Banjarmasin tahun 2010-2020 terdapat nilai sosial religi
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS VIDEO VLOG DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH
Farena Adela;
Nur Ahyani;
Dina Sri Nindiati
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7154
Model pembelajaran merupakan suatu struktur pembelajaran yang telah disusun, didesain, dan ditetapkan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang diinginkan. Adapun masalah di dalam penelitian ini ialah adakah pengaruh penerapan model project based learning berbasis video vlog dalam proses pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model project based learning berbasis video vlog dalam proses pembelajaran sejarah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di UPT SMA Negeri 7 Banyuasin dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 2 dengan jumlah siswa 15 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 1 dengan jumlah siswa 15 orang sebagai kelas kontrol. Dari hasil penelitian terbukti bahwa “ada pengaruh penerapan model project based learning berbasis video vlog dalam proses pembelajaran sejarah”. Dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 83 sedangkan kelas kontrol 55, sehingga di dapat thitung =12.02 danttabel =1,701. Dengan ini dapat disimpulkan thitung>ttabel sehingga Hoditolak dan Ha diterima.
PEMANFAATAN FOTO DAN ARSIP SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH
Riki Andi Saputro;
Muhammad Fitri
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7160
Secara ethimologi, photography berasal dari bahasa Yunani "photos" (cahaya) dan "graphier" (melukis). Jadi photography berarti melukis dengan cahaya. Arsip adalah sebuah catatan atau rekaman yang diketik, dicetak, atau ditulis dalam wujud angka, gambar, dan huruf yang memiliki arti serta tujuan tertentu. Permasalahan penelitian: apa yang dimaksud foto dan arsip, apa saja jenis-jenis dan peranan arsip dan bagimana implementasi arsip sebagai sumber pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengertian foto dan arsip, untuk mengetahui jenis-jenis dan peranan arsip dan untuk mengetahui implementasi arsip sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode penelitian: menggunakan metode literatur yang bersifat deskriptif-analitis. Hasil penelitian: Foto adalah kata serapan dari bahasa Yunani, Photos yang berarti cahaya. Dengan demikian, foto adalah cahaya atau citra yang dihasilkan dari cahaya. Sedangkan arsip adalah naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga-lembaga negara dan badan-badan pemerintahan atau swasta ataupun perseorangan dalam bentuk corak apapun baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan. Pada saat ini, arsip tidak hanya digunakan sebagai sumber dalam penelitian saja, akan tetapi juga bisa dijadikan sebagai sumber dan media dalam pembelajaran sejarah. Terlebih materi yang disampaikan pada saat proses pembelajaran berkaitan dengan sejarah lokal yang tidak terdapat dalam buku teks akan tetapi terdapat pada arsip.
IDENTIFIKASI NILAI PEDAGOGI PADA PAHATAN MONOLID DESA JARAKAN SEBAGAI SUMBER PEMBELARAN SEJARAH
Alzata Putra;
Sukardi Sukardi;
Aan Suriadi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2021): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/kalpataru.v7i2.7156
Pahatan adalah karya seni sekaligus sebuah peninggalan budaya dan sejarah di dalamnya juga terdapat nilai-nilai yang merupakan warisan dari para leluhur dituturkan dari generasi ke generasi, yang menjadikan sebuah peninggalan sejarah menjadi cerminan dari sebuah bukti penerapan pedagogi pada zaman prasejarah yang menguatkan bahwa eksistensi kehidupan perlu untuk diajarkan. Rumusan dari penelitian ini adalah nilai pedagogi apa saja yang terdapat pada batu berukir di Desa Jarakan? Adapun tujuan dari penelitian ini dalah untuk mengidentifikasi nilai pedagogi supaya bisa dimanfaatkan sebagai pembelajaran sejarah. Manfaat yang didapatkan bagi masyarakat setempat dapat menambah wawasan dan mengembangkan potensi wisata sejarah yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data secara sistematis dan sumber data yang mendalam dan berhubungan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey lapangan, wawancara mendalam, pencatatan dokumen dan studi pustaka. Dalam penelitian kualitatif, ada empat teknik mencapai keabsahan data, yaitu: kredibilitas, transferabilitas, auditabilitas (dipendabilitas), konfirmabilitas dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat nilai pedagogi yang ada dalam pahatan Monolid di Desa Jarakan dan dapat diasumsikan bahwa nilai-nilai budaya dan seni serta keagamaan memiliki peranan penting dalam peradaban sejarah di desa tersebut.