cover
Contact Name
Herri Purwanto
Contact Email
irwanto1969@gmail.com
Phone
+6282377151976
Journal Mail Official
deformasi.ts.pgri.plg@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Deformasi
ISSN : 24774960     EISSN : 26217929     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/deformasi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Deformasi merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel tentang: Structural Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Water Resources Engineering, dan Urban Planning, yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember)
Articles 286 Documents
Studi Eksperimental Mortar Polimer Nanokomposit Berpenguat Nanosilika dan Serat Fiberglass Untuk Aplikasi Struktural Verinazul Septriansyah; Adji Sutama; Zuul Fitriana Umari
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20282

Abstract

Perkembangan material konstruksi dengan karakteristik ringan namun tetap memiliki kekuatan tinggi menjadi salah satu fokus penting dalam penelitian teknik sipil modern. Salah satu inovasi yang potensial adalah penggunaan mortar polimer nanokomposit dengan penguatan serat fiberglass serta penambahan nanosilika. Kombinasi ini diyakini mampu menghasilkan material dengan sifat mekanik lebih unggul dibandingkan mortar konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kadar nanosilika terhadap kuat tekan serta berat jenis mortar polimer nanokomposit yang diperkuat serat fiberglass. Metodologi penelitian dilakukan melalui pembuatan sampel mortar menggunakan pasir halus sebagai agregat, resin epoksi dan hardener dengan rasio 1:1, serat fiberglass sepanjang 1 cm, serta nanosilika sebagai bahan tambahan. Proporsi pasir ditetapkan sebesar 40% dari volume total, sedangkan nanosilika divariasikan pada kadar 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% dari berat resin. Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap benda uji berbentuk kubus berukuran 5×5×5 cm pada umur 7 dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa penambahan nanosilika sebesar 2% menghasilkan performa paling optimal dengan kuat tekan mencapai 58,75 MPa pada umur 7 hari dan 58,90 MPa pada umur 28 hari. Berat jenis tertinggi terdapat pada sampel kontrol tanpa nanosilika, yakni 1631,04 kg/m³ (7 hari) dan 1645,92 kg/m³ (28 hari). Peningkatan kadar nanosilika justru menurunkan berat jenis, dengan penurunan signifikan terjadi pada kadar 4%. Kesimpulannya, nanosilika 2% terbukti mampu meningkatkan kuat tekan sekaligus mengurangi berat mortar secara signifikan. Namun, penambahan nanosilika melebihi kadar tersebut menyebabkan penurunan performa, sehingga diperlukan optimasi komposisi untuk memperoleh sifat terbaik
Karakteristik Marshall Dengan Penambahan Lateks Dari Berat Filler Dalam Campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) Irfa Kodri; Ice Trisnawati; Asrullah; Yaya Agustria
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan lateks terhadap karakteristik campuran aspal menggunakan metode Marshall. Parameter yang diuji meliputi kadar aspal optimum (Optimum Asphalt Content/OAC), stabilitas Marshall, flow, Marshall Quotient (MQ), densitas kering, serta karakteristik volumetrik yang mencakup Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa OAC pada campuran tanpa lateks adalah 5,60%, sedangkan dengan penambahan lateks meningkat menjadi 5,70%. Nilai stabilitas Marshall sedikit menurun dari 1021,0 kg menjadi 998,3 kg, sedangkan nilai flow menurun dari 3,67 mm menjadi 3,57 mm. Nilai MQ meningkat dari 278,23 kg/mm menjadi 279,63 kg/mm, menunjukkan peningkatan kekakuan campuran dengan penambahan lateks. Selain itu, densitas kering meningkat dari 2,261 g/cc menjadi 2,272 g/cc. Untuk karakteristik volumetrik, nilai VIM meningkat dari 4,87% menjadi 4,97%, nilai VMA meningkat dari 15,65% menjadi 17,92%, sementara nilai VFA menurun dari 68,90% menjadi 65,88%. Secara keseluruhan, penambahan lateks pada campuran aspal memberikan pengaruh positif terhadap sifat volumetrik dan kekakuan campuran, meskipun stabilitas cenderung sedikit menurun. Hal ini menunjukkan bahwa lateks memiliki potensi untuk digunakan sebagai aditif guna meningkatkan kinerja dan daya tahan campuran aspal pada aplikasi perkerasan jalan
Analisis Penerapan Highest And Best Use Dalam Optimalisas Lahan Dan Nilai Infrastruktur Perkotaan Gita Artiani; Deddy Junaedi
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20356

Abstract

Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menuntut strategi pengelolaan ruang yang efisien dan bernilai ekonomi tinggi. Prinsip Highest and Best Use (HBU) digunakan untuk menentukan penggunaan lahan yang paling layak berdasarkan empat kriteria, yaitu legalitas, kondisi fisik, kelayakan finansial, dan produktivitas maksimum. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip HBU terhadap efisiensi pemanfaatan lahan serta optimalisasi nilai infrastruktur di kawasan perkotaan Bekasi. Kajian pustaka meliputi Standar Penilaian Indonesia (SPI 101–102, Edisi VII 2018), Peraturan OJK No. 28/POJK.03/2021, dan Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Metode penelitian bersifat deskriptif analitis kuantitatif dengan pendekatan studi kasus di koridor Jalan pondok timur indah Bekasi Timur. Data yang digunakan mencakup kondisi fisik lahan, peta zonasi tata ruang, serta data nilai pasar properti. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi kesesuaian legal, evaluasi teknis fisik lahan, kelayakan finansial proyek, dan simulasi produktivitas terhadap perubahan fungsi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip HBU dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan hingga 32% dan nilai pasar aset rata-rata 26% dibandingkan fungsi eksisting. Faktor legalitas zonasi, aksesibilitas, dan orientasi infrastruktur merupakan penentu utama produktivitas lahan. Penerapan HBU terbukti mendukung pengambilan keputusan investasi konstruksi dan perencanaan kota yang efisien serta berkelanjtan
Analisa Keselamatan Jalan Pada Masa Konstruksi Dengan Metode Kombinasi Work Zone Dan Hotspot Mapping Muhamad Meiza Jolanda; Marice Agustini; RAS Delima Amanda Putri
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20405

Abstract

Keselamatan lalu lintas pada tahap konstruksi jalan tol merupakan isu penting karena adanya peningkatan risiko kecelakaan akibat perubahan geometri jalan, mobilisasi kendaraan proyek, serta pengaturan lalu lintas sementara yang mengganggu arus normal. Penelitian ini dilakukan pada proyek jalan tol Bayung Lencir–Tempino (Seksi 1 dan 2), dengan fokus pada titik pertemuan antara akses proyek dan jalan eksisting, khususnya di tikungan Harmoko. Metode penelitian menggabungkan analisis frekuensi kecelakaan, tingkat keparahan (severity), pemetaan spasial hotspot, serta pendekatan work zone untuk mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan. Data teknis rencana jalan (RTA), karakteristik lalu lintas, dan variabel akses proyek dianalisis untuk memprediksi risiko. Model regresi Poisson dan Negative Binomial digunakan untuk memodelkan data kecelakaan berbentuk count data, dengan NB lebih unggul dalam menangani overdispersion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kecelakaan meningkat pada zona dengan perubahan akses tidak terkontrol, mobilisasi alat berat, serta transisi geometri jalan. Mitigasi yang diusulkan meliputi penempatan rambu lalu lintas sesuai kondisi, penggunaan water barrier dan flag man, serta pengaturan kecepatan pada zona kritis. Evaluasi selama enam bulan menunjukkan hasil positif dengan tercapainya zero accident tanpa korban jiwa maupun luka. Penelitian ini menegaskan efektivitas metode work zone dalam mengidentifikasi risiko dan merancang mitigasi berbasis zona, sehingga dapat menjadi acuan dalam perencanaan keselamatan proyek jalan tol di Indonesia
Kajian Teknis Perencanaan Drainase Semidang Alas Kelurahan Jokoh Kecamatan Dempo Tengah Dalam Aspek Penanganan Kumuh Fameira Dhiniati; Barrorotul Azizah; Muhammad Mahmud
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20430

Abstract

Drainase merupakan sistem yang berfungsi untuk mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air agar tidak menimbulkan banjir maupun genangan, dan di Desa Semidang Alas belum adanya pembangunan drainase menyebabkan genangan air sering terjadi terutama saat hujan deras dengan intensitas tinggi sehingga aktivitas warga terganggu, kenyamanan lingkungan menurun, serta infrastruktur jalan berpotensi rusak; oleh karena itu diperlukan perencanaan drainase yang tepat untuk mengurangi risiko banjir dan mendukung keberlanjutan kawasan, dengan tujuan penelitian menghitung curah hujan rencana menggunakan data maksimum harian tahunan selama 15 tahun (2010–2024) melalui metode Gumbel, menggunakan data primer hasil survei lapangan serta data sekunder dari Badan Statistik Kota Pagar Alam, dan perencanaan saluran drainase dilakukan dengan persamaan Mononobe, Manning, serta rumus lain yang relevan, di mana hasil perhitungan menunjukkan curah hujan rencana (Q) sebesar 0,435793 m³/det dengan debit saluran drainase 1,6525 m³/det, kemudian berdasarkan survei lapangan direncanakan penampang saluran tipe U dengan dimensi lebar 0,72 m dan tinggi 0,65 m, sedangkan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan standar Satuan Harga Tahun 2025 menunjukkan kebutuhan biaya sebesar Rp 524.500.000,00, dan dari analisis pengurangan luasan kumuh pembangunan drainase sepanjang 460 m dapat menurunkan luasan kumuh dari 2,80688 Ha menjadi 2,4408 Ha, sehingga perencanaan drainase ini diharapkan mampu mengurangi genangan, meningkatkan kualitas lingkungan, memperpanjang umur infrastruktur, mendukung kenyamanan serta keselamatan masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis dalam pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis tetapi juga sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga Desa Semidang Alas dapat berkembang lebih tertata, sehat, dan aman bagi seluruh warganya
Pengaruh Kapur Dan Limbah Batu Bata Terhadap Koefisien Konsolidasi Tanah Rawa Di Kelurahan Talang Betutu Kota Palembang Reni Andayani; Hendrik Jimmyanto; Zuul Fitriana Umari; Sri Rahayu Endang Lestari
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.20715

Abstract

Tanah rawa di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, yang rentan terhadap penurunan signifikan, memerlukan stabilisasi untuk mendukung infrastruktur yang aman. Penelitian ini menyelidiki efektivitas penggunaan kapur dan limbah batu bata (BB) sebagai bahan stabilisasi alternatif. Metode penelitian meliputi pengujian indeks properti tanah rawa dan pengujian konsolidasi dengan variasi campuran 5% kapur dan limbah batu bata (10%, 15%, dan 20% BB). Hasil pengujian indeks properti menunjukkan bahwa tanah dasar memiliki karakteristik plastisitas sedang (Indeks Plastisitas 13,73%) tetapi dengan kadar air asli yang sangat tinggi (93,37%), mengindikasikan perlunya perlakuan khusus untuk mitigasi risiko deformasi. Pengujian konsolidasi menunjukkan bahwa penambahan kapur dan limbah batu bata efektif meningkatkan laju konsolidasi yang diukur melalui Koefisien Konsolidasi (Cv​) dan mengurangi penurunan kumulatif. Peningkatan signifikan Cv​ pada kandungan 20% BB di bawah tegangan tinggi disebabkan oleh peran partikel limbah batu bata sebagai material kaku yang mengurangi kompresibilitas dan meningkatkan jalur drainase. Kesimpulan menunjukkan bahwa stabilisasi dengan limbah batu bata merupakan solusi yang layak untuk tanah rawa, di mana konsentrasi optimalnya harus disesuaikan dengan besar beban yang direncanakan.