cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 18298966     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Gradasi Teknik Sipil diterbitkan pertama kali dengan nama Jurnal Teknik Sipil pada bulan Agustus 2004 dengan ISSN 1829 – 8966, yang diterbitkan oleh Unit Pengembangan dan Kerjasama Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin. Ruang lingkup makalah meliputi bidang Teknik dan Manajemen dengan konsentrasi Bidang Transportasi, Geoteknik, Struktur, Keairan dan Manajemen Konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
ANALISIS KINERJA JALAN BOURAQ KOTA TANGERANG AKIBAT PENERAPAN SISTEM SATU ARAH (SSA) Nathanael Soarota; Adita Utami
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1446

Abstract

Kota Tangerang sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara tidak luput dari masalah kemacetan. Salah satu langkah yang dilakukan dalam mengatasi kemacetan adalah dengan menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) pada Jalan Bouraq  dan Jalan Daan Mogot. Namun penerapan SSA mengakibatkan perubahan pola pergerakan yang ada sehingga mempengaruhi kinerja jalan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja Jalan Bouraq sebelum dan sesudah penerapan SSA, meramalkan kinerja jalan 5 tahun mendatang serta mengetahui kinerja pada skenario pelebaran jalan. Metode yang digunakan dalam analisis ini yaitu PKJI 2014. Hasil dari penelitian diketahui penerapan SSA menyebabkan penurunan kinerja pada Jalan Bouraq. Awalnya derajat kejenuhan didapatkan sebesar 0,61 namun setelah SSA diterapkan meningkat menjadi 1,397. Terjadi penurunan kecepatan dimana sebelum penerapan SSA didapat sebesar 24,2 km/jam kemudian menurun menjadi 7,48 km/jam. Hal tersebut mempengaruhi waktu tempuh dimana sebelumnya Jalan Bouraq dapat ditempuh dalam 0,107 jam namun meningkat menjadi 0,347 jam. Berdasarkan analisis diperkirakan volume lalu lintas dalam 5 tahun mendatang mencapai 4.459 skr/jam dengan derajat kejenuhan sebesar 1,54. Untuk mengakomodasi volume lalu lintas 5 tahun mendatang, skenario pelebaran jalan Bouraq hingga 12 m dapat meningkatkan kapasitas sebesar 5.708 skr/jam dan menghasilkan derajat kejenuhan sebesar 0,71.
ANALISIS KAPASITAS DRAINASE TERHADAP GENANGAN AIR PADA JALAN TRIP YUNUS KOTA PAGAR ALAM Fameira Dhiniati; Lily Endah Diansari; Rafiko Yuriansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1447

Abstract

Kota Pagar Alam terus mengalami perkembangan yang lebih maju, terutama dibidang infrastruktur. Hal ini dipengaruhi adanya laju pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat. Pertumbuhan penduduk mengakibatkan adanya peralihan fungsi lahan, lahan yang sebelumnya merupakan daerah resapan air beralih menjadi daerah perumahan ramai penduduk. Pada Jalan Trip Yunus Kota Pagar Alam merupakan salah satu daerah lokasi padat penduduk. Kondisi Perumahan yang padat penduduk tersebut saat terjadi hujan, maka saluran drainase tidak berfungsi secara optimal. Keadaan drainase ini dikarenakan adanya sedimentasi dan penumpukan sampah warga. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya debit limpasan yang terjadi di daerah Jalan Trip Yunus Kota Pagar Alam. Metode yang digunakan metode rasional dalam menghitung aliran limpasan, perhitungan curah hujan menggunakan analisis frekuensi, perhitungan kapasitas saluran dengan rumus manning. Dari hasil analisis didapat bahwa luas DAS adalah 14,1068 ha. Berdasarkan hasil perhitungan, debit limpasan periode ulang 10 tahun adalah 13,05 m3/det dan kapasitas saluran drainase yang ada sebesar 13,91 m3/det. Disimpulkan bahwa saluran drainase yang ada dapat menampung debit rencana, sehingga penyebab terjadinya banjir adalah sampah yang menumpuk di saluran drainase karena sebagian kawasan merupakan kawasan pasar tradisional
UJI MODEL FISIK GERUSAN AKIBAT PENGARUH WAKTU, KECEPATAN DAN TINGGI MUKA AIR DI HILIR SEKAT KANAL Arnoldus Erikson Hasiholan Manik; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1448

Abstract

Bencana kebakaran hutan dan lahan gambut tropis sering diakibatkan karena lahan gambut tropis menjadi kering akibat perubahan kondisi tata air. Sehingga perlu dilakukan pembasahan lahan gambut dengan membuat sekat kanal yang bertujuan untuk menjaga kondisi tata air lahan gambut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji model fisik sekat kanal, untuk mengetahui stabilitas sekat kanal terhadap gerusan, yang terjadi akibat kecepatan aliran air yang melewati bangunan sekat kanal untuk waktu tertentu, dengan memvariasikan tinggi muka air pada bagian hilir sekat kanal, dan muka air di hulu sekat dalam kondisi tetap. Pada penelitian ini, dilakukan dengan 2 skema pengujian pada model fisik sekat kanal dari beton. Pada skema 1, tinggi muka air di hulu sekat kanal (H1) = 22 cm dan tinggi muka air di hilir sekat kanal (h1) = 10,2 cm, untuk variasi kecepatan aliran (v1) = 0,01 m/dt, (v2) = 0,02 m/dt, serta untuk variasi waktu (t1) = 3 jam, (t2) = 6 jam. Pada skema 2, (H1), (h), (v1), (v2), (t1), (t2), nilainya sama pada parameter skema 1, yang berbeda hanya tinggi muka air pada bagian hilir sekat kanal (h2) = 22 cm. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah kedalaman gerusan yang terjadi di bagian hilir sekat kanal dari beton, sangat dipengaruhi oleh tinggi muka air di hilir, kecepatan aliran air dan waktu
ANALISA KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE THEORY OF RUN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI CORONG Neily Rizki Amalia; Nur Azizah Affandy
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1449

Abstract

Kekeringan merupakan fenomena alam yang tidak bisa dihindari dan mempunyai peran cukup penting dalam perencanaan maupun pengelolaan sumber daya air, kekeringan adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan, sehingga pertanian, perkebunan, kehutanan, sumber dan daya air merupakan sector pertama yang kena dampaknya, variasi alam ini dapat terjadi selama hitungan hari, minggu, bulan, tahun bahkan abad. Penyebab kekeringan yang terjadi karena bencana alam yang berlangsung lama sehingga dampaknya yang sangat luas. Penelitian ini menggunakan metode Theory Of Run untuk menganalisis kekeringan di wilayah Sub DAS Corong dengan tujuan mengevaluasi tingkat kekeringan. Data yang digunakan meliputi curah hujan selama 20 tahun dari 3 stasiun hujan di DAS Corong. Metode ini menghitung durasi kekeringan terpanjang dan defisit air maksimum dengan memperhatikan curah hujan bulanan dan ambang batasan yang telah ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa stasiun Karangbinangun memiliki durasi kekeringan terpanjang, yaitu 13 bulan pada tahun 2016. Durasi kekeringan terpendek terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2002 dan stasiun Lamongan tahun 2016, yaitu selama 8 bulan. Jumlah kekeringan kumulatif terbesar terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2016, mencapai 675 mm, sedangkan jumlah kekeringan kumulatif terkecil terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2002, yaitu 306 mm
KAJIAN KOEFISIEN KEKASARAN SALURAN SEKUNDER IRIGASI UNIT TANIPAH BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Agoes, Herliyani Farial; Fitriani Hayati; Ibnu Saputra
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1452

Abstract

Saluran Irigasi Sekunder 1  di desa Bahandang, dan  saluran Irigasi Sekunder 7  di desa Tatah Alayung merupakan saluran yang berada pada D.I.R. Unit Tanipah, Kec. Mandastana, Kab. Barito Kuala Kalimantan Selatan,  saat ini kondisi salurannya mulai mengalami penurunan fungsi baik penurunan kapasitas saluran  sampai dengan terganggunya distribusi aliran air ke bagian hilir. Kecepatan aliran air dipengaruhi oleh kekasaran, kemiringan dan ukuran saluran yang dibuat, semakin besar koefisien kekasaran saluran irigasi maka, kecepatan aliran air disaluran irigasi semakin kecil. Kajian koefisien kekasaran saluran ini akan menjadi jawaban atas permasalahan yang terjadi pada saluran. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung lapangan berkaitan data S (kemiringan saluran), V (kecepatan rata-rata aliran air), dan penampang basah saluran pada saluran sekunder 1 dan 7 DIR Unit Tanipah. Hasil Penelitian didapat pada saluran Sekunder 1 didapat nilai koefisien kekasaran saluran adalah 0,07589358 dan saluran Sekunder 7 DIR Unit Tanipah adalah 0,04099016. Berdasarkan hasil kecepatan aliran pada saluran sekunder 7 DIR Unit Tanipah dinilai tidak memenuhi kriteria terhadap kecepatan yang diizinkan. Kondisi saluran ini  terjadi dikarenakan saluran Sekunder 7 mengalami pendangkalan yang disebabkan oleh hasil erosi dan sedimentasi pada konstruksi eksisting.  Rekomendasi yang dapat diberikan berupa perbaikan atau pemeliharaan rutin pada saluran Sekunder 7 DIR Unit Tanipah
ANALISIS KELAIKAN FUNGSI TEKNIS GEOMETRIK JALAN PADA RUAS JALAN M.H. THAMRIN KOTA PALANGKA RAYA Noraindah; Robby; Supiyan
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1453

Abstract

Sebagai komponen penting dalam jaringan transportasi, jalan mempunyai peran penting dalam membantu masyarakat dan lingkungan sekitar untuk berkembang secara ekonomi, sosial, dan budaya. Semua pengguna jalan, baik yang bepergian jauh maupun tidak, hendaknya melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Geometrik teknis jalan merupakan salah satu kriteria yang digunakan untuk menentukan layak atau tidaknya suatu ruas jalan tertentu sesuai peruntukannya. Pada Jalan ini terdapat bangunan komersial, bangunan perkantoran, dan pemukinan warga. Singkatnya, Jalan M.H. Thamrin Kota Palangka Raya merupakan salah satu jalan raya utama Kota Palangka Raya yang berfungsi sebagai pusat kehidupan komersial dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui apakah keadaan Jalan M.H. Thamrin Kota Palangka Raya memenuhi kriteria teknis kelayakan jalan, dan (2) memberikan solusi potensial untuk mencapai standar tersebut. Oleh karena itu, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2010, penting dilakukan evaluasi kepraktisan fungsi teknis geometri jalan yang meliputi penampang badan jalan, alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, dan koordinasi alinyemen horizontal dan vertikal. Menurut data, bagian Jalan M.H. Thamrin Kota Palangka Raya mempunyai kategori kelayakan “tidak laik” (TL), dengan kondisi kelayakan yang dilambangkan dengan simbol “O” yang menunjukkan bahwa jalan tersebut harus diperbaiki pada aspek teknis yang berada di bawah standar teknis.
KLASIFIKASI MASSA BATUAN PADA TEROWONGAN PENGELAK BENDUNGAN JRAGUNG DENGAN METODE RMR DAN Q-SYSTEM Angga Setiawan Pamungkas; Eka Bogi Anisa; Kusrin; Hendra Masvika; Andie Julian Arfa
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1454

Abstract

Bendungan adalah bangunan yang terdiri dari urugan tanah atau batuan. Bangunan ini berfungsi untuk menahan laju air dari waduk atau danau, sebagai pembangkit listrik serta tempat rekreasi masyarakat. Bendungan Jragung terletak di desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Dalam pembangunan bendungan ini diperlukan suatu bangunan pengelak yang berfungsi untuk mengelakan air sungai pada saat mengerjakan konstruksi bendungan utama. Pada pelaksanaan terowongan pengelak membutuhkan analisis klasifikasi batuan serta litologi batuan di lapangan dengan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR) dari Bieniawski 1989 untuk mengetahui kondisi litologi batuan beserta klasifikasinya. Selain itu digunakan metode Rock Mass Quality (Q)-System sebagai pembanding. Berdasarkan hasil analisis yang membandingkan dua metode menghasilkan batuan yang memiliki klasifikasi massa batuan fair rock yang termasuk dalam kategori III dengan nilai RMR antara 41- 60 dengan stand up time ± 24 jam sampai dengan ± 28 jam dan good rock yang termasuk dalam kategori II dengan nilai RMR 60-80 dengan rekomendasi pemasangan steel ribs dengan jarak 1,5 m pada metode RMR. Sedangkan pada metode Q-System menghasilkan klasifikasi massa batuan fair rock dengan panjang rockbolt pada penyangga terowongan 3 m serta ketebalan shotcrete 40-100 m tanpa tulangan dengan jarak rockbolt yaitu 2 m-2,3 m
RASIO PENAMBAHAN BIAYA TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN BETON PADA METODE CARBON FIBER REINFORCED POLYMER Dedit P. Sektianto; Bernathius Julison; Antas H. Sinaga
Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v6i2.1958

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kuat tekan beton yang sudah mengeras adalah dengan metode Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Biaya penerapan metode CFRP relatif mahal. Penelitian ini mencoba memberikan data awal sebagai acuan untuk menentukan perlu atau tidaknya penerapan metode CFRP pada suatu komponen struktur beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan (rasio) antara penambahan biaya dan peningkatan kuat tekan beton menggunakan metode CFRP. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, dengan menggunakan nilai rata-rata (mean) sebagai dasar perhitungannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rasio antara penambahan biaya dengan kenaikan kuat tekan beton dengan metode CFRP adalah 678.615 rupiah untuk setiap penambahan 1 kg/cm² kuat tekan beton. Berdasarkan komponen struktur, rasio untuk balok, pelat, dan kolom beton adalah masing-masing 1.077.299; 1.411.709 dan 330.376 rupiah per kg/cm² kuat tekan beton.
KARAKTERISTIK TANAH GAMBUT TROPIS PADA LAHAN PERKEBUNAN SAWIT SERTA HUBUNGAN ANTARA PARAMETER Melly Deslina; Haiki Mart Yupi; Raden Haryo Saputra
Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v6i2.1959

Abstract

Lahan gambut Desa Tanjung Taruna, Kalimantan Tengah difungsikan salah satunya sebagai perkebunan sawit. Peralihan fungsi tata guna lahan dapat mempengaruhi sifat-sifat fisik gambut, mengakibatkan perubahan pergerakan air di dalamnya. Sehingga, perlu diketahui karakteristik gambut pada penggunaan lahan untuk perkebunan sawit berupa konduktivitas hidrolik, bulk density, porositas dan water content serta hubungan antar parameter tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil sampel tanah di lapangan kedalaman 0–50 cm, 50–100 cm dan 100–150 cm arah vertikal dan arah horizontal, selanjutnya dianalisis untuk mengetahui konduktivitas hidrolik (K), bulk density (BD), porositas (P) dan water content (WC). Pada lahan gambut tropis yang penggunaan lahannya berupa perkebunan sawit, diperoleh nilai K arah vertikal paling besar pada kedalaman 50-100 cm dengan nilai K=0,000250, nilai BD paling besar diperoleh pada kedalaman 100 cm dengan nilai BD=0,377 gr/cm3, sedangkan nilai P terbesar diperoleh pada permukaan tanah kedalaman 0 cm dengan nilai P=81,074% dan untuk nilai WC terbesar diperoleh pada kedalaman 100 cm dengan nilai WC=224,324%. Dari beberapa karakteristik tanah gambut tropis, pada penggunaan lahan untuk perkebunan sawit, dapat dilihat hubungan antar parameter yang diamati berupa konduktivitas hidrolik arah horizontal dipengaruhi oleh bulk density, porositas dan water content, hal ini ditunjukkan dengan nilai R2 lebih besar atau sama dengan 0.94
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG) M. Sadillah; Andi Kristafi; Gualbertus Jandu
Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v6i2.1960

Abstract

Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional untuk menentang beroprasinya bisnis transportasi online di Indonesia khususnya dikota Malang.mereka beralasan bahwa hadirnya moda transportasi online dapat mematikan mata pencaharian dan mengurangi penghasilan mereka secara drastis.Untuk mengetahui pengaruh adanya transportasi online terhadap transportasi konvensional maka diadakan penelitian untuk menegtahui kinerja angkutan umum online dan angkutan umum konvensional pada trayek ADL (Arjosari-Dinoyo Landungsari),dengan menggunakan metode Custumer Statisfaction Index (CSI).setelah dilakukan peneltian maka peneliti mendapatkan hasil analisis bahwa pengaruh transportasi online terhadap transportasi konvensional di Kota Malang berdasarkan pada kulitas pelayanan.Dari hasi analisis data menggunakan metode CSI bahawa kepuasan penumpang terhadap kualitas pelayananan angkutan online sebesar 82,22% dengan kategori “puas”dan kepuasan penumpang terhadap kualitas pelayanan angkutan Konvensional sebesar 58.17% dengan kategori “Cukup Puas”.Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh angkutan online terhadap angkutan konvensional terdapat pada kulitas pelayanan dari kedua angkutan tersebut.Agar angkutan konvensional bisa memikat kembali daya tarik pengguna angkutan konvensional maka peneliti menawarkan solusi. Sesuai dengan hasil analisis data bahwa penumpang merasa kurang nyaman saat berada diangkutan konvensional yakni salah satunya adalah untuk angkutan konvesnional harus membawa penumpang sesuai kapasitas yang diijinkan dan mengurangi kepadatan agar penumpang tidak terasa sesak sehingga membuat penumpang merasa tidak nyaman,peneliti juga Mengambil langkah-langkah lain seperti tindakan kebersihan yang terlihat dan mengenakan masker apa lagi sekarang dalam masa pandemi dan juga dapat membantu meyakinkan penumpang, Solusi yang kedua adalah kebersihan kendaraan dan fasiltas kendaraan yang layak dipakai seperti contoh kendaraan yang tempat duduknya kurang layak dipakai/rusak,sehingga para pengguna angkutan konvensional merasa nyaman dengan tempat duduknya.Dari solusi yang ditawarkan tujuanya adalah angkutan konvensional punya daya Tarik tersendiri sehingga para pengguna jasa angkutan konvensional mempunyai daya tarik tersendiri sehingga membuatnya untuk kembali menggunakan angkutan konvensional