cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023):" : 11 Documents clear
HUBUNGAN HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN PASIEN COVID-19 DI RSDC WISMA ATLET KEMAYORAN Alek, Alek; Syahrizal, Syahrizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31952

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan salah satu komorbid dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang diduga dapat menyebabkan meningkatnya keparahan dan kematian pasien Covid-19. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan hipertensi terhadap tingkat keparahan Covid-19 pada pasien di RS Darurat Wisma atlet Kemayoran. Penelitian menggunakan desain studi Kohort Retrospektif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran pada bulan Juli-Desember 2021. Pasien terkonfirmasi Covid-19 di RS Darurat wisma Atlet Kemayoran dari bulan Juli sampai dengan 31 Desember 2021 berjumlah sebanyak 20.006 pasien, setelah dilakukan eksklusi terhadap pasien dengan usia < 18 tahun dan oulier, maka diperoleh total populasi elgible sebanyak 18.070 pasien. Eksklusi dilakukan kembali terhadap pasien yang tidak ada informasi keparahan direkam medik (n=369;2,04%), sehingga diperoleh jumlah data yang layak dianalisis sebanyak 17.701 pasien. Berdasarkan data utama, proporsi kelompok dengan komorbid hipertensi sebanyak 914 dan 16.787 pasien pada kelompok tanpa hipertensi. Proporsi presentase dengan tingkat keparahan berat kelompok yang hipertensi 6,2% dan pada pasien dengan keparahan berat kelompok tidak hipertensi 6,5% di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Hasil bivariate antara hipertensi dengan tingkat keperahan Covid-19 Di RS Darurat Wisma Atlet Komayoran dengan nilai RR = 0,961 (p>0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertensi terhadap tingkat keperahan Covin-19. Resiko pasien mengalami Covid-19 dengan kategori berat tidak berhubungan dengan adanya hipertensi (RR=1). Setelah dikontrol dengan jenis kelamin dan peran hipertensi terhadap keperahan Covid-19 masih sulit ditentukan karena convidence interval yang tidak presisi atau melewati null value yaitu RR=1,038.Kata Kunci : Hipertensi, Covid-19
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI PANGAN, AKTIVITAS FISIK DAN DURASI TIDUR DENGAN STATUS GIZI PEMAIN BOLA VOLI KLUB PUTRI KELUD KEDIRI Firdaningrum, Charisma Amalia; Sulandjari, Siti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31515

Abstract

AbstrakSalah satu aspek pendukung prestasi pemain olahraga adalah memiliki status gizi yang baik. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi status gizi, antaranya tingkat konsumsi pangan, aktivitas fisik dan durasi tidur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat konsumsi pangan, aktivitas fisik dan durasi tidur dengan status gizi pemain bola voli Klub Putri Kelud Kediri. Jenis dari penelitian ini adalah correlational-study dengan desain studi cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak  34 orang pemain bola voli Klub Putri Kelud Kediri, berusia 12-17 tahun, jumlah sampel di dapatkan dari keseluruhan jumlah populasi yang termasuk dalam kriteria inklusi. Data tingkat konsumsi pangan dikumpulkan menggunakan instrument Food Recall 2×24 Hours, sedangkan data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan instrument GPAQ (Global Physical Avticity) dan data durasi tidur dikumpulkan menggunakan instrumen PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Data dianalisis menggunakan statistik korelasi rank spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi energi (p=0,004), konsumsi karbohidrat (p=0,008), dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi protein (p=0,168), konsumsi lemak (p=0,306), aktivitas fisik (p=0,522) dan durasi tidur (p=0,348) dengan status gizi pada pemain bola voli. Simpulan dari penelitian ini adanya hubungan antara konsumsi energi dan karbohidrat dengan status gizi pemain bola voli klub Putri Kelud Kediri, dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi protein, lemak, aktivitas fisik dan durasi tidur dengan status gizi pemain bola voli klub Putri Kelud Kediri.                                                       Kata kunci: Status Gizi, Tingkat Konsumsi Pangan, Aktivitas Fisik, Durasi Tidur, Pemain Bola Voli
HUBUNGAN KEEFEKTIFAN PEMBERIAN ASI DENGAN DERAJAT IKTERIK BAYI HIPERBILIRUBINEMIA FISIOLOGIS DI RUANGAN PERINATOLOGI RSU BINA KASIH MEDAN Ningtiyas, Meiga Puji; Manurung, Mei Juita; Nita, Melda; Bangun, Mentari Wahyunta Br; Susanti, Meri; Nababan, Tiarnida
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.32132

Abstract

AbstrakHiperbilirubinemia merupakan salah satu masalah yang serius dan sering ditemukan pada bayi baru lahir yang dapat menyebabkan kesakitan, kecatatan dan kematian pada neonatal. Hiperbilirubin pada bayi baru lahir merupakan penyakit yang disebabkan oleh penimbunan bilirubin dalam jaringan tubuh sehingga kulit, mukosa, dan sklera berubah warna menjadi kuning. Hiperbilirubinemia fisiologis tidak memerlukan penanganan yang khusus, namun dengan pemberian minum yang sering dan sedini mungkin dapat menurunkan kadar bilirubin dalam tubuh bayi baru lahir. Makanan dan minuman yang terbaik  pada bayi baru lahir ialah air susu ibu atau sering disebut dengan ASI. Dengan keefektifan pemberian ASI dapat menghindari terjadinya hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Semakin sering frekuensi pemberian ASI maka semakin besar penurunan kadar biliirubin pada bayi yang mengalami hiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemberian ASI eksklusif ibu postpartum, derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis serta mengetahui hubungan keefektifan pemberian ASI dengan derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis di ruangan perinatologi RSU Bina Kasih Medan Tahun 2022. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ialah seluruh orang tua dan bayi yang mengalami hiperbilirubinemia fisiologis di RSU Bina Kasih Medan tahun 2022 sebanyak 30 sampel. Hasil uji statistic dengan iji chi square, didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), sehingga dapat kita artikan terdapat hubungan keefektifan pemberian ASI dengan derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis di Ruangan Perinatologi RSU Bina Kasih Medan Tahun 2022. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan informasi bahwa keefektifan pemberian ASI sangat penting dan bermanfaat karena selain sebagai nutrisi juga dapat mempengaruhi  derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis.Kata Kunci : Hiperbilirubinemia, Fisiologis, ASI, Ikterik
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, POLA TIDUR DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT USIA 40-60 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANANWETAN KOTA BLITAR Nurjanah, Nisa; Indrawati, Veni
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.32135

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan serius. Pada tahun 2019 prevalensi hipertensi di kota blitar naik menjadi 40,7%. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, diketahui salah satu Kecamatan dengan kasus hipertensi terbanyak di Kota Blitar pada tahun 2021 yaitu Kecamatan Sananwetan dengan kasus sebanyak 17.184 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, pola tidur dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia 40-60 tahun di wilayah Kerja Puskesmas Sananwetan Kota Blitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 59 responden berusia 40-60 tahun dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes pengetahuan gizi, kuesioner PSQI, recall 3 x 24 jam dan kuesioner FFQ. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usi 40-60 tahun di wilayah kerja puskesmas Sananwetan Kota Blitar dengan nilai P > 0,05 (P = 0,113). Pola tidur berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia 40-60 tahun di wilayah kerja puskesmas Sananwetan Kota Blitar dengan nilai P < 0,05 (P = 0,010).  Pola makan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia 40-60 tahun di wilayah kerja puskesmas Sananwetan Kota Blitar meliputi asupan natrium  P=0,002, asupan lemak P=0,002, asupan karbohidrat P=0,005 dan  hasil frekuensi makanan P=0,006. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan (asupan lemak) merupakan variabel yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia 40-60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sananwtan Kota Blitar dengan nilai Odds Rasio sebesar 4,337.Kata Kunci : Hipertensi, Pengetahuan Gizi, Pola Tidur, Pola Makan.
ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK TIGA BULAN PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DUSUN WANAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Lestaluhu, Viqy
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31511

Abstract

AbstrakProgram keluarga berencana merupakan salah satu usaha kesehatan preventive yang paling dasar bagi wanita. Masalah kependudukan di Indonesia sampai saat ini belum dapat diatasi. Permasalahan ini antara lain diwarnai jumlah yang besar dengan pertumbuhan yang tinggi, serta angka kelahiran yang tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah Indonesia telah menerapkan program Keluarga Berencana (KB). Gerakan Keluarga Berencana Nasional bertujuan untuk mengontrol laju pertumbuhan penduduk dan juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terdapat berbagai macam alat kontrasepsi yang ditawarkan pemerintah untuk mengontrol laju pertumbumbuhan penduduk. Namun, tidak semua jenis alat kontrasepsi digunakan oleh pasangan usia subur.  Alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan di Indonesia terutama di Maluku adalah kontrasepsi suntik tiga bulan. Berbagai macam aspek yang menyebabkan pasangan usia subur lebih memilih menggunakan alat kontrasepsi tiga bulan dibandingkan jenis alat kontrasepsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi tiga bulan pada pasangan usia subur di Dusun Wanat Kabupaten Maluku tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian croos sectional. Jumlah sampel yang diambil adalah 30 orang dengan teknik Consecutive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan paritas dengan penggunaan alat kontasepsi tiga bulan (p value=0.026 dan 0.043) serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan pendapatan dengan penggunaan alat kontrasepsi tiga bulan (p value=0,125 dan 0.261). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan jumlah anak dapat mempengaruhi keputusan ibu dalam memilih alat kontrasepsi tiga bulan. Oleh sebab itu, diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan dan konseling terkait macam-macam alat kontrasepsi.Kata Kunci : Usia, Pendidikan, Paritas, Pendapatan, Kontrasepsi Suntik.
GAMBARAN PELAKSANAAN PROYEK KEGIATAN ORIENTASI KADER POSYANDU BALITA DI PUSKESMAS SUKAJADI KOTA PRABUMULIH Maria Tri Diani; Rizma Adlia Syakurah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31741

Abstract

AbstrakKegiatan posyandu balita ditujukan sebagai tempat pelayanan kesehatan serta pemeliharaan tumbuh kembang balita. Pelaksanaan kegiatan posyandu tak lepas dari adanya partisipasi dari kader kesehatan. Namun masih terdapat kader kesehatan yang kurang mengerti peran yang dilakukannya sehingga diperlukan adanya kegiatan orientasi kepada kader. Kegiatan orientasi kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih dilakukan dengan mensosialisasikan pelaksanaan posyandu dan sebagai wadah sharing ilmu antara petugas Puskesmas dan Kader Posyandu Balita.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kegiatan orientasi pada kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data didapat dari observasi kegiatan, wawancara serta dokumen tertulis di Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih. Manajemen proyek kegiatan orientasi pada kader Posyandu Balita dilakukan karena pengetahuan kader posyandu yang kurang mengenai manfaat pelaksanaan Posyandu. Stakeholder yang terlibat dapat kegiatan ini terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Timur, Kelurahan Sukajadi, Kelurahan Prabujaya, Pemegang program KIA, Gizi, dan Imunisasi, serta Kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi mengenai program Posyandu Balita. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan mengontrol kegiatan yang sedang terjadi serta mengevaluasi kembali dari kendala yang ditemukan selama kegiatan dilakukan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan orientasi pada kader posyandu balita di Puskesmas Sukajadi telah dilaksanakan dengan baik. Terdapat kendala yang ditemukan selama kegiatan dilaksanakan yaitu kader posyandu yang masih belum memahami perannya. Diharapkan kepada kader posyandu untuk selalu mengasah ilmu yang telah didapatkan dalam kegiatan orientasi serta lebih giat untuk melakukan penyuluhan mengenai pentingnya pemeriksaan balita ke Posyandu. Kata Kunci : Kader Kesehatan, Manajemen Proyek, Posyandu Balita
HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI DAN PENDORONG DENGAN PARTISIPASI IBU BALITA KE POSYANDU PUSKESMAS PONOROGO UTARA KABUPATEN PONOROGO Brilliani, Nastiti Fikri; Soeyono, Rahayu Dewi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.32148

Abstract

AbstrakIndikator keberhasilan posyandu dinilai dari cakupan partisipasi ibu Balita ke Posyandu (D/S). Partisipasi ibu Balita ke Posyandu dipengaruhi oleh faktor predisposisi, pemungkin, dan pendukung. Faktor yang paling menonjol di Posyandu Puskesmas Ponorogo Utara Kabupaten Ponorogo adalah tingkat pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan kader. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor tingkat pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan kader dengan partisipasi ibu Balita di Posyandu Puskesmas Ponorogo Utara Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi tingkat pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan kader. Sedangkan variabel terikatnya adalah partisipasi ibu Balita ke Posyandu. Responden dalam penelitian ini sejumlah 102 ibu Balita yang ada di Posyandu Puskesmas Ponorogo Utara Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket yang diwujudkan dalam bentuk lembar kuesioner dan tes. Analisis bivariat penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu (p value = 0,017), motivasi tidak berhubungan dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu (p value = 0,162), dukungan keluarga berhubungan dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu (p value = 0,005), dukungan kader berhubungan dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu (p value = 0,019). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan dari faktor tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan kader dengan partisipasi ibu Balita ke posyandu, sedangkan tidak terdapat hubungan dari faktor motivasi dengan partisipasi ibu Balita ke Posyandu.Kata Kunci : Partisipasi Ibu Balita, Tingkat Pengetahuan, Motivasi, Dukungan Keluarga, Dukungan Kader.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAKARYA KOTA SABANG Safmila, Yuliani; Muna, Ita Asar; Husna, Husna; Rafsanjani, T.M
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31512

Abstract

AbstrakGizi Balita masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia yang perlu perhatian dan kajian mendalam, berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya permasalahan gizi pada masyarakat, pengetahuan ibu yang masih kurang paham terhadap status gizi balita, sikap ibu yang masih acuh tak acuh dalam menanggapi kebutuhan gizi balitanya, dan penghasilan keluarga dibawah upah minimun juga menjadi faktor dalam pemberian asupan makanan yang baik dan bergizi bagi balitanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukakarya Kota Sabang. Metode penelitian ini bersifat survei analitik menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 98 responden, penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukakarya dengan menggunakan metode simple random sampling yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Dari hasil penelitian diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan  bahwa ada hubungan pengetahuan (P-value  0,007 < 0,05), ada hubungan sikap (P- Value 0,001 < 0,05), ada hubungan pendapatan (P- Value 0,001 < 0,05) dan ada hubungan asupan makanan (P- Value 0,001 < 0,05) dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukakarya Kota Sabang. Dari hasil yang diperoleh, maka diharapkan bagi Dinas Kesehatan setempat melalui Puskesmas Sukakarya agar dapat memberikan penyuluhan atau pendidikan kader secara rutin tentang pemahaman gizi balita dan mendorong atau memotivasi kehadiran ibu-ibu dengan balitanya dalam kegiatan posyandu, selain itu melalui pihak kecamatan agar aparatur desa dapat menyusun program desa berbasis masalah gizi dengan menggunakan anggaran desa.Kata Kunci : Balita, Pengetahuan, Perilaku, Status Gizi.
HUBUNGAN ANTARA SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT X Tiaraningtias, Apriani; Ismayenti, Lusi; Hastuti, Heni
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31752

Abstract

AbstrakIndustri garmen merupakan tempat kerja dengan berbagai risiko kesehatan bagi tenaga kerja. Berlakunya shift kerja dan tingginya beban kerja akan menyebabkan risiko stres kerja pada tenaga kerja. Stres kerja merupakan salah satu faktor psikologi yang sering ditemui di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja dan beban kerja dengan stres kerja. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah responden 45 pekerja bagian sewing PT X. Dengan variabel penelitian ini shift kerja, beban kerja dan stres kerja. Data shift kerja diukur menggunakan jadwal shift, beban kerja diukur menggunakan pulse oximeter dengan menghitung denyut nadi untuk mengetahui kategori beban kerja, dan stres kerja diukur menggunakan kuesioner. Kemudian dilakukan analisis data uji spearman dan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara shift kerja dengan stres kerja (p-value = 0,000; r = 0,728), yang berarti ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja  (p-value = 0,008; r = 0,388). Hasil regresi logistik ordinal diperoleh nilai Odds Ratio (OR) shift kerja sebesar 59,214 dan OR beban kerja sebesar 2,564. Hal ini berarti variabel shift kerja memiliki pengaruh lebih besar dibanding dengan variabel beban kerja. Terdapat hubungan yang signifikan dan hubungan yang positif antar shift kerja dan beban kerja dengan stres kerja, sehingga shift kerja dan beban kerja merupakan faktor penentu dari stres kerja pada tenaga kerja.Kata kunci: Shift Kerja, Beban Kerja dan Stres Kerja
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA CENGUNGKLUNG KABUPATEN BOJONEGORO Aryani, Septian Rachma; Sulandjari, Siti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i1.31514

Abstract

AbstrakStatus gizi merupakan gambaran ukuran terpenuhinya kebutuhan gizi yang diperoleh dari asupan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh. Salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat adalah status gizi balita. Status gizi balita dapat dipengaruhi oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yaitu pola makan sedangkan faktor tidak langsung dapat dipengaruhi oleh pelayanan kesehatan yaitu salah satunya pemberian kapsul vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan pemberian kapsul vitamin A dengan status gizi Balita usia 24-59 Bulan di Desa Cengungklung Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini 40 responden ibu yang memiliki Balita usia 24-59 bulan yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan instrument Food Recall 2x24 Hours dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) sedangkan data pemberian kapsul vitamin A dikumpulkan menggunakan kuosioner pemberian kapsul vitamin A. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)terdapat hubungan antara pola makan yang meliputi jumlah energi (p=0.002 ; OR=12.5), jumlah protein (p=0.011 ; OR=7.333), jenis keragaman pangan (p=0.032 ; OR 5.133), dan frekuensi makan (p=0.038 ; OR=5.4) dengan status gizi Balita dan 2)terdapat hubungan antara pemberian kapsul vitamin A dengan status gizi Balita (p=0.041 ; OR=6) pada Balita usia 24-59 bulan di Desa Cengungklung Kabupaten Bojonegoro.Kata Kunci : Status Gizi Balita, Pola Makan, Pemberian Kapsul Vitamin A.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue