cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
MODEL PENCIPTAAN KARYA LAGU ANAK POPULER YANG BERANGKAT DARI NILAI TRADISI Catur Surya Permana; Ridwan Sigit
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.173 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2511

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bagaimana bentuk yang baik dalam membuat karya musik untuk anak khususnya mengangkat nilai tradisi, sehingga luaran yang ingin dicapai peneliti agar insan akademis khususnya mahasiswa seni musik mampu untuk membuat ataupun mengonsep sebuah karya musik untuk anak, yang nantinya akan membantu mahasiswa dan insan akademis lainnya untuk bersaing dalam industri musik secara global. Menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan pada musikologi, dengan teori Ilmu Bentuk Analisis, Harmoni, komposisi dan litelatur mengenai nilai tradisi ke’Sunda’an, maka dari dasar tersebut diperoleh dengan cara menganalisis karya lagu anak yang didapat langsung dari sumber yaitu rekaman kaset ataupun audiovisualnya, literatur, serta pengaplikasian secara langsung yang erat kaitannya dengan penelitian. Hasil yang diharapkan mendapatkan pola-pola bentuk musik, lirik, melodi, serta akor yang mampu menggambarkan atau mencirikan sebuah karya musik pop anak yang merepresentasikan nilai tradisi.  
KAJIAN MUSIKOLOGIS MUSIK PUNKLUNG BERJUDUL “BANGKIT KAWAN” Catur Surya Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.744 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i1.2501

Abstract

Perkembangan musik dengan menggunakan medium instrumen bambu semakin bervariasi. Calung sendiri merupakan salah satu instrumen yang diciptakan dari bahan bambu. Calung yang biasa dimainkan oleh para pemuda disela pekerjaannya mengusir burung dan hama di sawah, musik calung juga digunakan untuk kebutuhan upacara memuji Dewi Sri. Di jaman sekarang musik bambu mengalami perubahan bentuk, yang asalnya dimainkan bersama dengan tarawangsa, kini dimainkan dengan konsep kolaboratif dengan memadukan bunyi-bunyi calung dengan genre musik barat, salah satunya Punk. Grup musik Punklung yang mempunyai markas di cicalengka ini mengadopsi konsep musik Punk yang di padukan dengan instrumen bambu yaitu calung, sehingga nama Punk dan calung bersatu menjadi Punklung. Musik Punk sendiri memiliki idealisme tinggi dengan protes, yang sering kali liriknya menyindir politik, sosial, dan perlawanan. Konsep Punk tersebut digunakan Grup Punklung sebagai ekspresi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan sumber sekunder berupa lagu dan referensi litelatur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk dari musik yang digarap grup tersebut dengan menanalisis salah satu karyanya yang berjudul “Bangkit Kawan”. Pendekatan yang digunakan melalui kajian musikologi, analisis terhadap melodi serta harmoni akor yang dipakai. Menggunakan teori Ilmu bentuk dan analisis serta ilmu Harmoni.
SELERA SENI DAN KESALAHPAHAMAN SENI Hadiyatno Hadiyatno
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.308 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2532

Abstract

Berbicara atau membahas tentang seni dan perkembangan seni, atau juga menyangkut batasan batasan dalam seni dan berkesenian, barangkali sangatlah sukar dan menyulitkan. Kita mencoba memulai dengan membahas tentang batasan seni, karena seni bukanlah benda mati seperti halnya batu, maka seni akan selalu sulit untuk dibatasi, sebab seni itu pergerakan bersama perkembangan waktu sangatlah dinamis, selalu berubah-ubah dan selalu menuju perkembangan. Kemudian munculah pertanyaan.  Bagaimana menyangkut kesalahpahaman dalam menafsirkan seni dan juga berbicara mengenai selera seni yang berbeda, baik itu berlaku untuk seniman, begitu juga untuk penanggapnya? Penulisan jurnal ini bukan tanpa alasan kalau harus ditulis oleh penulis. Mengingat kesalapahaman dan selera seni yang berlaku antara seniman maupun penanggapnya, seringkali menjadi pedebatan yang abadi sepanjang masa. Inilah sukar dan rumitnya dunia seni, di satu sisi dalam hakikat seni yang selalu mencari keindahan, di sisi lain nilai-nilai originalitas, subjektivitas dan selera selalu berseberangan satu dengan lainnya dalam tanggapan, dalam hal ini kemudian, memunculkan kesalahpahaman dalam seni dan selera. Seni tidaklah menyoal tentang salah dan benar, tetapi menyangkut pendekatan untuk mendapatkan jawaban indah dan kurang indah, itu saja ! sederhana dan tidak rumit sepertinya. 
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MATA KULIAH KOMPOSISI TARI Dwi Junianti Lestari; Alis Triena Permanasari; Fuja Siti Fujiawati
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.312 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2513

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan model Project Based Learning (PJBL) untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, yang mendeskripsikan dan mengungkapkan tentang proses dan hasil kreativitas pembelajaran komposisi tari pada mahasiswa pendidikan sendratasik FKIP Untirta. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan sendratasik FKIP Untirta konsentrasi tari semester VI tahun akademik 2017/2018 yang menempuh mata kuliah komposisi tari berjumlah 10 mahasiswa. Objek penelitian adalah kreativitas, proses dan hasil karya tari. Produk karya tari berfungsi sebagai bahan menguji dan menilai kompetensi peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kreativitas mahasiswa dalam mata kuliah komposisi tari, dapat dilihat dari proses dan hasil yang ditampilkan pada saat pementasan. Sedangkan rekomendasi dalam penelitian ini, perlu manajemen waktu yang baik agar produk yang dihasilkan sesuai dengan perencanaan. Selain itu penerapan PjBL dapat merangsang kemampuan menyampaikan ide maupun gagasan berupa produk tari. 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SENI TERPADU UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI DAN KREATIVITAS SENI BUDAYA TRADISIONAL DAERAH BANTEN “TEATER RAKYAT UBRUG” Fuja Siti Fujiawati; Rian Permana; Dwi Junianti Lestari; Giri Mustika Roekmana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.544 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i1.2502

Abstract

Banten merupakan salah satu provinsi yang mempunya banyak jenis kesenian, salah satu kesenian daerah Banten yang merupakan jenis kesenian teater rakyat adalah ubrug. Seni ubrug merupakan suatu bentuk sajian yang di dalamnya terdapat unsur musik, tari, teater, dan seni rupa. Para generasi muda harus tahu kesenin daerahnya masing-masing, karena dengan mereka tahu kesenian daerahnya, mereka akan dapat berfikir dan merasa bangga dengan kekayaan bangsanya. Dengan mengenalkan ubrug, siswa akan mengenal unsur-unsur yang terkandung di dalamnya, seperti: olah rasa, penjiwaan, kehalusan budi, tatakrama, sopan santun, dan tenggang rasa, dan gotong royong. Menginat pentingnya mengenalkan potensi daerah lokal kepada siswa, dalam penelitian ini diharapkan dengan pengenalan “teater rakyat ubrug” melalui model pembelajaran seni terpadu dapat meningkatkan apresiasi dan kreativitas siswa di sekolah menengah atas di Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode action research  dengan dua siklus, dimana tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu : (1) Perencanaan (Planning), (2) Pelaksanaan Tindakan (Acting), (3) Pengamatan (Observasi), dan (4) Refleksi (Reflecting). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi model pembelajaran seni terpadu dapat meningkatkan apresiasi dan kreativitas seni budaya tradisional daerah Banten dengan memperkenalkan “teater rakyat ubrug” dilaksanakan di SMA Negeri 8 Kota Serang Banten. Dalam upaya meningkatkan apresiasi dan kreativitas seni budaya tradisional daerah dapat menggunakan model pembelajaran yang dapat mengakomodir keseluruh unsur seni budaya seperti penggunaan model pembelajarn seni terpadu yang terbuktik dapat meningkatkan  apresiasi dan kreativitas siswa dalam mata pelajaran seni budaya.
ESTETIKA SENDRATARI ADOK DI KANAGARIAN PANINGGAHAN KABUPATEN SOLOK SUMATERA BARAT Doni Febri Hendra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.805 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i1.2612

Abstract

Sendratari Adok adalah tari tradisional yang terdapat di Kanagarian Paninggahan. Tari ini diiringi dengan alat musik gendang Adok. Isi cerita disampaikan melalui gerak yang didukung oleh dendang yang memberikan pesan-pesan tertentu. Sendratari Adok terdiri dari lima babak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk dan estetika tari Adok sebagai sendratari tradisional Minangkabau di Kanagarian Paninggahan Kabupaten Solok. Hasil temuan penelitian ini, tari Adok yang bercerita  memberikan pesan-pesan tertentu merupakan dramatari tanpa dialog verbal yang memiliki penokohan dan alur yang jelas, maka tari Adok adalah tari tradisional Minangkabau yang berbentuk sendratari. Dengan demikian penelitian ini diberi judul Estetika Sendratari Adok Sebagai Tari Tradisional di Kanagarian Paninggahan Kabupaten Solok Sumatera Barat. 
TAN DESENG TOKOH SENI SUNDA PADA MASYARAKAT TIONGHOA DI WILAYAH KOTA BANDUNG Asep Wasta; Henri Nusantara
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.415 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2528

Abstract

Tulisan ini berjudul Tan Deseng Tokoh Seni Sunda Pada Masyarakat Tionghoa di Wilayah Kota Bandung. Penelitian ini berusaha mengungkap biografi Tan Deseng dan  upaya-upaya nya dalam  pembelajaran seni  dan budaya Sunda  terutama pada  kalangan  etnis Tionghoa  yang  berada di wilayah kota Bandung dan sekitarnya. Kiprahnya dalam dunia seni yang dilakukannya merupakan  salah satu upaya pembauran melalui pendekatan budaya  Sunda. Untuk membedah permasalahan tersebut digunakan cara pandang keilmuan dalam   ruang lingkup  etnomusikologis dengan pendekatan sejarah, sosiologi dan anthropologi (cultural transmission procces) dengan fokus pada kajian biorafis untuk mengungkap kesenimanan dan upaya-upaya yang dilakukan  Tan Deseng dan kontribusinya bagi upaya upaya pembauran di wilayah kota Bandung. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma deksriptif analitik.   
MENINGKATKAN KECERDASAN MUSIKAL MELALUI BERMAIN ALAT MUSIK ANGKLUNG (Penelitian Tindakan Pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Kota Serang-Banten) Tiya Setyawati; Alis Triena Permanasari; Tri Cahyani Endah Yuniarti
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.378 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i1.2503

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui proses penerapan kegiatan bermain alat musik angklung, (2) untuk mengetahui peningkatan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Kota Serang Melalui bermain alat musik. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan yang menggunakan model kemmis dan MC Taggart. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Kota Serang-Banten. Objek penelitian yaitu kecerdasan musikal anak. metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 60%. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecerdasan musikal anak  meningkat menjadi 68% dari hasil pra penelitian sebesar 26% naik di siklus I sebesar 42% dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain alat musik angklung dapat meningkatkan kecerdasan musikal anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Kota Serang-Banten. 
Penerapan Model Project Based Learning Melalui Pembelajaran Drama Dalam Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Noviea Varahdilah Sandi
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.918 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4064

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model project based learning pembelajaran seni drama melalui pertunjukan dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa selama satu semester. Pembelajaran seni drama merupakan mata kuliah Seni tari dan Drama di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, tujuan mata kuliah ini untuk meningkatkan mahasiswa lebih kreatif serta produktif melalui penerapan project based learning, melihat dari sisi lain seni drama mengajak mahasiswa untuk lebih mengembangkan kreativitas berpikir, membentuk dan menciptakan sesuatu hal yang baru. Desain dalam tulisan ini mengunakan penelitian kualitatif, serta metode yang diambil dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif, dimana akan mengkaji serta mendeskripsika pembelajaran seni drama melalui proses  pertunjukan dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa dibidang ilmu mata kuliah seni tari dan drama. Subjek dalam penelitian ini berfokus kepada mahasiswa semester VI yang mengambil mata kuliah seni tari dan drama di Universitas Peradabana, tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian ini menujukan mahasiswa mempunyai potensi besar dalam penerapan model project based learning, mahasiswa lebih aktif, mandiri, menciptakan hal baru serta produktif terlihat dari kreativitas mahasiswa dalam berproses drama, mengurus management panggung, berlatih, beracting, dan menguasai emosi. Kesuksesan dalam menerapkan project based learning terlihat dari proses serta hasil pertunjukanya. 
Menari Sebagai Media Dance Movement Therapy (DMT) Rahmawati Rahmawati Rahmawati; Bangun Yoga Wibowo; Dwi Junianti Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.345 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4065

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mendalam tentang manfaat dan pentingnya pemberian Dance Movement Therapy (DMT) kepada peserta didik melalui pembelajaran Tari. Diharapkan dengan mengetahui lebih dalam informasi ini, akan bermanfaat dalam menunjang proses pembelajaran dan meningkatkan prestasi siswa. Karenanya metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif dengan survey langsung dan studi literatur. Dari studi ini didapatkan hasil bahwa pemberian DMT melalui tari dapat membantu dalam (1) peningkatan integrasi kognisi, afeksi, dan pengalaman fisik; (2) ekspresi kompetensi; (3) meningkatkan kesadaran diri; (4) sebagai bentuk coping dalam upaya mengatasi masalah tekanan/ stress, mood, emosi; (5) membantu dalam meningkatkan self-eficacy (6) merupakan bentuk dukungan social. Selain itu didapatkan hasil studi literatur tentang panduan dalam pemberian DMT. DMT Hasil tersebut dapat digunakan sebagai dasar kuat akan pentingnya pemberian terapi DMT melalui pembelajaran tari di sekolah kepada para siswa guna membantu dalam proses peningkatan hasil proses pembelajaran disekolah. 

Page 3 of 15 | Total Record : 144