cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Variasi Bentuk dan Makna Motif Bordir di Sentra Bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Aini Loita; Wan Ridwan Husen
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v3i2.4579

Abstract

Melihat perkembangan bordir yang pesat dan beragamnya bordir yang dihasilkan di Sentra Bordir Kawalu Tasikmalaya, penulis ingin menghimpun dan menganalisis seni hias bordir yang merupakan salah satu icon kerajinan masyarakat Tasikmalaya. Beberapa persoalan yang diteliti meliputi bagaimana proses pembuatan motif bordir, bagaimana variasi bentuk motif dan bagaimana makna motif bordir di sentra bordir Kawalu Kota Tasikmalaya. Penelitian ini penting dilakukan untuk mendeskripsikan dan mengarsipkan proses pembuatan motif bordir, variasi bentuk motif bordir meliputi jenis bentuk motif, pola hias dan kombinasi warna yang digunakan, serta makna motif bordir di sentra bordir Kawalu Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua jenis proses pembuatan bordir yaitu melalui bordir manual untuk produksi terbatas dan melalui bordir komputer untuk produksi masal. Bordir Tasikmalaya sangat bervariasi dari segi bentuk dan motif, namun kebanyakan jenis motif Tasikmalaya didominasi oleh motif naturalis. Bordir Tasikmalaya dibuat untuk memenuhi pesanan dari konsumen dan bersifat komersil, hal ini mengakibatkan tidak ada makna khusus dan simbolik dalam motif bordir Tasikmalaya. 
Bentuk Pertunjukan Kesenian Barongan Grup Samin Edan Kota Semarang Dadang Dwi Septiyan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v3i2.4580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertunjukan dari Barongan Samin Edan dan untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam pertunjukan Barongan Samin Edan. Metode yang tersirat dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Barongan Samin Edan adalah tarian khas Blora yang menirukan gerakan binatang yaitu harimau, yang dikenal juga di Indonesia sebagai macan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gerakan dalam Barongan Samin Edan mengandung arti khusus; secara khusus mewakili dan mengilustrasikan kehidupan komunitas pertanian di Blora, Indonesia. 
Tafsir Garap Gender Dalam Gendhing Kembang Sore Laras Slendro Pathet Sanga Kendhangan Jangga Kendhang Satunggal yuwono prastyo; Asep Saepudin
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.6943

Abstract

Gendhing Kembang Sore Laras Slendro pathet Sanga kendhangan Jangga kendhang Satunggal merupakan salah satu gendhing gaya Yogyakarta yang bersumber dari buku gendhing-gendhing gaya Yogyakarta “Wiled Berdangga Laras Slendro Edisi Revisi jilid 1” halaman 247 tahun 2015.            Pembahasan pada gendhing  Kembang Sore, difokuskan pada garap gender. dengan berpijak pada tradisi karawitan gaya Yogyakarta dan upaya pengembangan garap baru dengan pertimbangan musikal karawitan. Proses penggarapan dilakukan  melalui beberapa tahap, yaitu: persiapan penulisan balungan gendhing, analisis susunan balungan gendhing, analisis Amba-ambahan, analisis pathet, tafsir garap, struktur penyajian, latihan, dan penyajian. Kesimpulan penelitian diperoleh bahwa tafsir gender dalam gendhing Kembang Sore  memiliki kerumit. 
Musik Kacapi Suling Sebagai Musik Terapi Asep Wasta; Neni Sholihat
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i1.8773

Abstract

Abstract : Kacapi Suling Art is Sunda traditional art risen from Cianjur, West Java.  Waditra Sunda equipments are able to be found in almost Tatar Sunda region, it consists of Kacapi and Suling performed instrumentally or with vocal. Slow rhytmic melodius produced by strumming strings composition could give result of soft music while compiled with melody notes of melismatistic Suling or vocal. According to these musical construction, the article and research purposed to identify and describe potential of Kecapi Suling music implication as music teraphy ability for stimulating brain and neuro system for another health effect of human. Analyzhing method used interdicipline approach of musicology adjusment and music phsycology. The analyses obtained Kecapi Suling musical elements is potential as therapy music by its relaxation effect. Keyword : Kacapi Suling, Music Therapy, Color Music, Melismatic, Psychiatric Effects  Abstrak : Seni Kacapi Suling adalah sebuah seni tradisional Sunda yang berasal dari daerah Cianjur, Jawa Barat. Perangkat waditra Sunda yang terdapat hampir di setiap daerah di Tatar Sunda, terdiri dari Kacapi dan Suling yang disajikan secara instrumental maupun bersama vocal. Alunan ritmik kecapi yang bertempo lambat, dihasilkan oleh petikan dawai yang menyatu menjadi musik yang lembut ketika bersatu dengan melodi dari suling atau vocal yang bersifat melismatis. Dari kontruksi musikal tersebut, artikel dan penelitian  ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan tentang implikasi potensi musik kecapi suling sebagai musik terapi yang dapat menstimulan kerja otak dan syaraf untuk efek kesehatan lainnya pada manusia. Analisis yang digunakan dengan pendekatan interdisiplin yang mensinergikan musikologi dan  psikologi musik. Dari analisis diperoleh temuan awal bahwa elemen-elemen musikal kecapi suling berpotensi menjadi musik terapi karena efek relaksasinya. Kata Kunci : Kacapi Suling, Musik Therapi, Warna Musik, Melismatik, Efek Kejiwaan
BOOM TARI TRADISI MENJADI KEARIFAN LOKAL KOMUNITAS SENI TURONGGO YAKSO KRIDHO BUDHOYO KOTA BATAM Doni Febri Hendra; Yongki Pernando
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.9110

Abstract

Penelitian ini memaparkan eksistensi komunitas seni Turonggo Yakso Kridho Budhoyo melanjutkan kearifan lokal dalam pengembangan seni budaya Jawa Timur di Kota Batam Kepulauan Riau. Merupakan penelitian deskriptif kualitatif, data diperoleh dengan tehnik pengumpulan data secara observasi lansung ke lapangan dan bersentuhan lansung dengan objek penelitian, wawancara dan dokumentasi. Data di analisis dengan tehnik deskriptif kualitatif guna memperoleh keabsahan data dari sumber. Hasil penelitian ini akan menuliskan tentang: bentuk penyajian komunitas seni Turonggo Yakso Kridho Budhoyo, serta eksistensinya membawa kearifan lokal di kota Batam. Yang membedakan komunitas seni ini dengan komunitas seni Jawa lainnya yang ada di kota Batam adalah pada garapan tari diciptakan lansung oleh komunitas ini tanpa menghilangkan bentuk asli dari kebudayaan aslinya dan bentuk kepala kuda lumping mereka adalah kepala raksasa. Mengembangkan potensi dan sumber lokal baik berupa material dan nonmaterial yang dijadikan sebagai kekuatan didalam mewujudkan perubahan kearah yang lebih baik.Kata kunci: boom tari tradisi, Turonggo Yakso Kridho Budhoyo 
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GERAK TARI MELALUI KEUNIKAN GERAK TARI TRADISIONAL DAERAH Dwi Junianti Lestari; Alis Triena Permanasari; Nabila Hani Sabnur; Hadiyatno Hadiyatno; Arif Permana Putra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.9899

Abstract

Abstrak : Kurikulum 2013 merupakan rencana dan pengaturan yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Kota Serang. Pembelajaran efektif dan bermakna dalam kurikulum 2013 diartikan bahwa siswa terlibat secara aktif sebagai pusat kegiatan pembelajaran, serta pembentukan sikap dan karakter. Substansi muatan lokal dikelompokan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya. Ruang lingkup materi Seni Budaya meliputi seni rupa, seni musik, seni teater, dan seni tari. Pemahaman yang diharapkan yaitu siswa memiliki wawasan tentang berbagai gerak tari tradisional yang tersebar di Nusantara. Adapun penguasaan gerak tradisional yang dimaksudkan adalah siswa memiliki pengalaman memperagakan gerak tari tradisional daerah. Proses penciptaan gerak tari muncul berdasarkan bakat dan daya kreatif siswa. Hasil observasi proses pembelajaran yang dilakukan menunjukkan bahwa pemahaman tentang gerakan, musik, penjiwaan, serta unsur penciptaan atau kreativitas dalam menciptakan gerak tari oleh siswa  masih rendah. Maka dari itu dibutuhkan proses pembelajaran yang berbeda untuk mecapai tujuan yang diinginkan dalam pemebelajaran yaitu dengan cara mengembangkan kreativitas gerak tari melalui keunikan gerak tari tradisional daerah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran Tari Tradisional Daerah. Pengamatan ini dilakukan dengan empat kali proses pembelajaran dengan penerapan tahapan-tahapan dalam menciptakan kreativitas tari. Tahapan tersebut meliputi tahapan kreativitas penciptaan tari yaitu tahap apresiasi, tahap inspirasi tahap pembentukan dan tahap pementasan. Hasil Penelitian ini menunjukkan untuk meningkatkan kreativitas dalam menciptakan gerak tari perlu adanya stimulus melalui rangsangan  sebagai hasil aktivitas positif dalam menanamkan kecintaan akan akar budaya Nusantara. Kata Kunci : Pembelajaran, Tari Tradisional Daerah, Kreativitas. Abstract : Curriculum 2013 is a plan and arrangement that is used as a guideline for the implementation of learning in Junior High School (SMP) 11 Serang City. Effective and meaningful learning in curriculum 2013 means students are actively involved as the center of learning activities, as well as the formation of attitudes and characters. Local content substances are grouped into cultural arts subjects. The scope of material for Cultural Arts includes fine arts, music, theater and dance. The expected understanding is that students have insight into various traditional dance movements that are spread throughout the archipelago. Mastery of traditional movements means students have experience demonstrating regional traditional dance movements. The process of creating dance movements appears based on the talents and creative power of students. The results of the observation of the learning process showed that the understanding of movement, music, inspiration, and the elements of creativity or creativity of students in creating dance movements was still low. Therefore, a different learning process is needed to achieve the desired goals in learning, namely by developing the creativity of dance movements through the uniqueness of regional traditional dance movements. This research is a qualitative research with a descriptive method that aims to identify and describe the process and results of learning traditional dance. This observation is carried out four times in the learning process by applying the stages of creating dance creativity. These stages include the creative stage of dance creation, namely the appreciation stage, the inspiration stage, the formation stage and the performance stage. The results of this study indicate that to increase creativity in creating dance movements, a stimulus through stimulation is needed as a result of positive activities in instilling love for the cultural roots of the archipelago. Keywords: Learning, Regional Traditional Dance, Creativity.
Pembelajaran Seni Budaya dengan Model Project Based Learning (PJBL) melalui Lesson Study Fuja Siti Fujiawati; Rian Permana; Giri Mustika Roekmana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i1.8774

Abstract

Abstract : Learning art and culture in schools aims to foster and develop the personality of students, nurture a sense of aesthetics, critical attitude, appreciation, and enrich the lives of students creatively. To achieve these learning objectives, effective learning design is needed so that the teacher can implement them when learning at school. One learning model that can foster student creativity is the Project Based Learning (PJBL) model. Through the project-based learning model can provide student experience in solving project-based problems as a first step in gathering and integrating new knowledge based on experience in actual activities. Therefore, the development of cultural arts learning is strongly influenced by the role of teachers in schools. Lesson Study is one of the many ways in which a teacher can improve his professionalism in learning in school. The purpose of this study is to develop cultural arts learning using Project based learning (PJBL) learning models, where students will solve project-based problems provided by the teacher using scientific methods. The method used in this research is a qualitative approach. The results showed that using the Project based learning (PJBL) learning model through lesson study can help teachers to develop a set of learning and can provide better learning. Keywords: Cultural Arts, Project based Learning (PJBL), Lesson Study Abstrak : Pembelajaran seni budaya di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kepribadian peserta didik, mengasuh rasa estetik, sikap kritis, apresiatif, dan mengayakan kehidupan peserta didik secara kreatif. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut dibutuhkan perancangan pembelajaran yang efektif agar dapat di implementasikan guru pada saat pembelajaran di sekolah. Salah satu model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreatifitas siswa adalah model Project Based Learning (PJBL). Melalui model pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan pengalaman siswa dalam memecahkan masalah berbasis proyek sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. Oleh karena itu, pengembangan pembelajaran seni budaya sangat dipengaruhi oleh peran guru di sekolah. Lesson Study adalah salah satu dari banyak cara dimana guru dapat meningkatkan profesionalisme-nya dalam pembelajaran di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran seni budaya dengan menggunakan model pembelajaran Project based learning (PJBL), dimana siswa akan memecahkan masalah berbasis proyek yang diberikan oleh guru dengan menggunakan metode ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Project based learning (PJBL) melalui lesson study dapat membantu guru untuk mengembangkan seperangkat pembelajaran serta dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik. Kata Kunci : Seni Budaya, Project based Learning (PJBL), Lesson Study
Olah Tubuh dan Olah Rasa dalam Pembelajaran Seni Tari Terhadap Pengembangan Karakter Ayu Vinlandari Wahyudi; Indra Gunawan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.8610

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar peranan olah tubuh dan olah rasa dalam pembelajaran seni tari serta dampak olah tubuh dan olah rasa terhadap pengembangan karakter individu. Olah tubuh dan olah rasa merupakan tahapan sebelum dilaksanakan pembelajaran seni tari, tentunya dengan maksud agar tarian dapat terolah dengan optimal, baik dari segi fisik maupun dari psikis. Dalam tubuh manusia terdapat sistem kontrol motorik dan kognisi yang menjalankan fungsi dari otak, yakni kontrol motorik sebagai pengontrol gerakan tubuh dan kognisi yang memiliki kemampuan untuk berpikir, membayangkan, serta merasakan. Otak manusia mengandung karya yang berasal dari saraf yang secara bersamaan bertanggung jawab untuk kontrol motorik, persepsi, imitasi, perencanaan gerakan, dan berimajinasi. Dewasa ini, banyak fenomena yang terjadi dalam kehidupan yang disebabkan oleh tidak selarasnya pikiran dan hati manusia. Permasalahan tersebut merupakan gejala dari krisis karakter atau kerusakan moral individu. Hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap masa depan para generasi penerus bangsa. Dengan demikian, diperlukan adanya sebuah media dalam dunia pendidikan khususnya dalam pengembangan karakter individu, yaitu dengan pembelajaran seni tari. Olah tubuh dan olah rasa dalam tari diharapkan mampu mengembangkan karakter individu, karena menyangkut aspek motorik dan kognisi. Tulisan ini diharapkan mampu memberikan dampak bagi keterampilan individu dalam menari dan pengembangan budi pekerti.  Kata Kunci : Olah Tubuh, Olah Rasa, Pembelajaran Seni Tari, Pengembangan Karakter
APLIKASI MOBILE APPS GAMELAN UNTUK PEMBELAJARAN SENI Giri Mustika Roekmana; Fuja Siti Fujiawati; Rian Permana; Dedi Hermansyah
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.9901

Abstract

Abstrak : Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini ditandai dengan semakin majunya bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor Pendidikan yang mengakibatkan semakin banyaknya sumber belajar yang tersedia yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Salah satu perkembangan teknologi tersebut diantaranya adalah pemanfaatan komputer dan aplikasi mobile yang banyak di kembangkan saat ini untuk mendukung proses pembelajaran. Mengenal alat musik tradisional Indonesia merupakan salah satu tujuan dari  Pembelajaran Seni Budaya pada jenjang SMP. Salah satu alat musik tradisional yang menjadi pilihannya adalah Gamelan Degung, terutama bagi sekolah yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Pembelajaran alat musik gamelan dilakukan secara optimal pada jenjang pendidikan SMP untuk mengembangkan beberapa aspek perkembangan peserta pada jenjang tersebut. Namun kurangnya ketersediaan fasilitas alat musik tradisional gamelan menjadi salah satu permasalahan yang muncul dalam pembelajaran alat musik tradisional. Oleh karena itu pemanfaatan aplikasi mobile apps Gamelan untuk pembelajaran seni budaya dapat dijadikan media pengenalan alat musik tradisional.  Kata Kunci : Media Pembelajaran, Alat Musik Tradisi,  Mobile Apps GamelanAbstract : The development of science and technology is currently frightened by the advancement of the field of Information and Communication Technology (ICT) in various sectors of life, including the education sector which results in many available learning resources that can be utilized in learning. One of these technological developments includes the use of computers and mobile applications that are being developed at this time to support the learning process. Getting to know Indonesian traditional musical instruments is one of the goals of Learning Cultural Arts at the junior high school level. One of the traditional musical instruments he chose was Gamelan Degung, especially for schools located in West Java and Banten Provinces. Learning gamelan instruments is carried out optimally at the junior high school level to develop several aspects of the participants at that level. However, the fact that the facilities for traditional gamelan instruments are one of the problems that arise in learning traditional musical instruments. Therefore, the use of the Gamelan Degung mobile application for learning cultural arts can be used as a medium for the introduction of traditional musical instruments. Keywords : Learning Media, Traditional Musical Instruments, Mobile Apps Gamelan
Pembelajaran Karakter Mandiri Melalui Pendidikan Seni di SD Negeri Pandeanlamper 02 Semarang Febrianti Wahyu Prasetiyaningtiyas
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i1.7101

Abstract

Abstract: The character of students is very important to be formed from an early age, especially independent character, because this character is needed in the daily lives of students. Independent character can be learned through Art Education, both through various activities in the classroom, in formal and non-formal education units, as well as outside the education unit. Activities outside the formal and non-formal education units, for example, are dance extracurricular activities, while what is meant by classroom activities is learning activities, in this case SBDP learning content. But now schools are only competing to create students who excel in the content of systematic thinking-based lessons, while content lessons based on unstructured creative abilities such as SBdP are marginalized. Most teachers assume that SBdP is a content for prospective artists, additional lesson content as a sweetener curriculum (superfacial curriculum), and intermittent learning content after fatigue learning other lesson content that is considered more useful for students and their lives. The purpose of this study was to determine art education at Pandeanlamper 02 Semarang Elementary School and independent character learning through art education in class IV Pandeanlamper 02 Semarang Elementary School. The research method used by researchers is descriptive qualitative. The results showed that art education in elementary school was able to learn independent character. Through art education students are trained not to depend on other people. Keywords: character, independent, art education.  Abstrak: Karakter peserta didik sangat penting dibentuk sedari dini, khususnya karakter mandiri, sebab karakter ini diperlukan dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. Karakter mandiri dapat dibelajarkan melalui Pendidikan Seni, baikmelalui berbagai kegiatan di kelas, di satuan pendidikan formal dan nonformal, serta di luar satuan pendidikan. Kegiatan di luar satuan pendidikan formal dan nonformal contohnya adalah ekstrakurikuler seni tari, sedangkan yang dimaksud kegiatan di kelas adalah kegiatan pembelajaran, dalam hal ini adalah muatan pelajaran SBdP. Namun saat ini sekolah hanya berlomba-lomba untuk menciptakan peserta didik yang berprestasi dalam muatan pelajaran berbasis berpikir sistematis, sedangkan muatan pelajaran yang berbasis kemampuan kreasi unstructured seperti SBdP menjadi termarginalkan. Sebagian besar guru menganggap bahwa SBdP adalah muatan pelajaran bagi calon seniman, muatan pelajaran tambahan sebagai pemanis kurikulum (superfacial curriculum), dan muatan pelajaran selingan setelah penat belajar muatan pelajaran lain yang dianggap lebih bermanfaat bagi peserta didik dan kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan seni di SD Pandeanlamper 02 Semarang dan pembelajaran  karakter mandiri melalui pendidikan seni di kelas IV SD Negeri Pandeanlamper 02 Semarang. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yakni kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan seni di SD mampu membelajarkan karakter mandiri. Melalui pendidikan seni peserta didik dilatih untuk tidak bergantung dengan orang lain. Kata Kunci : karakter, mandiri, pendidikan seni.

Page 5 of 15 | Total Record : 144