cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
FAKTOR KEGAGALAN REPRESENTASI GAMBAR POSTER SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) NEGERI II MALANG Siti Kholifatul Umaami; Imam Tri Laksono; Yudha Prihantanto; Robby Hidajat
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.7653

Abstract

Artikel ini mengkaji faktor yang membuat  kegagalan representasi visual gambar poster siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Malang Jawa Timur. Poster yang dimaksud adalah gambar yang pemilihan objek dan pesan tertulis. Kajian ini bertujuan mendiskripsikan faktor penyebab gagal merepresentasikan visual gambar poster. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan subjek poster siswa Mts. Karya dilukis oleh  125 siswa pada kelas paralel. Analisis menggunakan seleksi berkriteria atas kemampuan analisis estetik guru pengampu. Analisis pada tingkat pertama adalah memilih objek visual yang sesuai dengan dengan pesan. Kedua menganalisis aspek teknik trampil memvisualisasikan bentuk dan pewarnaan, ketiga memilahkan kesuaian serasi antara visual dengan pesan tulisan. Hasil penelitian ini menunjukan (1) karya siswa mengalami kegagalan pada aspek representasi objek secara teknis, baik bentuk atau warna, (2) mengalami kegagalan karena faktor ketepatan merepresentasikan gagasan dalam poster, dan, (3) Mengalami kegagalan karena faktor representasi pesan dalam bentuk tulisan, baik pemilihan font atau penempatan.
Tinjauan Ontologi Seni Tissa Tavini
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i1.8771

Abstract

Abstract : Art is one subsdivision of science that very close to the praxis dimension. Art is also associated with practical things, so the orientation of art is not released from something related to the conception of art creation itself. So the some society sometimes does not conduct an ontological review of the nature and existence of art. This ontological review is often overlooked, because the orientation of  art is only associated with practical things. The construction of ontological review is important to be able understanding the innermost nature of art and also be aware of the presence of art itself. When the conceptual construction of the deepest nature and presence of art can be understood radically, comprehensively, and systematically it will certainly have an impact on the construction of understanding and awareness about art. So that the implementation of art does not only stop at the praxis dimension but it goes even deeper, namely to the deepest nature of the art itself and also will bring the presence of art into the midst of wisdom. Keywords: ontology, nature, existence, art  Abstrak :  Seni merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat dekat dengan dimensi praksis. Seni sering selalu dikaitkan dengan hal-hal yang praktikal, sehingga orientasi mengenai seni tidak luput dari sesuatu yang berkaitan dengan konsepsi penciptaan seni saja. Maka sering kali masyarakat tidak melakukan tinjauan ontologis mengenai hakikat dan keberadaan mengenai seni. Tinjauan ontologis ini sering kali terabaikan, karena orientasi mengenai seni hanya dikaitkan dengan hal-hal praksis. Konstruksi mengenai tinjauan ontologis merupakan hal yang cukup penting agar mampu memahami hakikat terdalam dari seni dan juga menyadari kehadiran dari seni itu sendiri. Ketika konstruksi konseptual mengenai hakikat terdalam dan kehadiran seni dapat dipahami secara radikal, komprehensif, dan sistematis tentunya akan berdampak pada konstruksi pemahaman dan kesadaran mengenai seni. Sehingga implementasi seni tidak hanya berhenti pada dimensi praksis akan tetapi jauh lebih dalam lagi, yaitu hingga ke hakikat terdalam dari seni itu sendiri dan juga akan membawa kehadiran seni ke tengah-tengah kebijaksanaan. Kata kunci: ontologi, hakikat, keberadaan, seni
Pengembangan Modul Makrame Mata Kuliah Kriya Anyam S1 Jurusan Seni Rupa Siti Mutmainah; Asidigisianti Surya Patria; Imam Zaini
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i1.8106

Abstract

Abstract : The Basic Craft Course already has student textbook  that is relevant to the sylabus as a result of the Fine Arts Research Department. Because of the broadness of the material in the textbooks, students become less profound in Macramé material, it needs to develop a module to provide students with depth of insight into the Macrame. The objectives of this study are: 1) Describe the module development process. 2) Describe the quality of the Macrame Module. This is a development research using 4D models. To determine the validity of the module, it is used questionnaire in terms of Indonesian and Graphic. Data analysis technique is done descriptively. This research resulted in Madul Makrame which was validated by Indonesian language experts with a score of 66% while graphic experts 91%, so that the average score was 84%. Students gave a positive response with a score of 79.6%. This Macrame Module is accordance with the material needs and characteristics of Fine Arts Education students, while this Module is already feasible to be produced and used by Fine Arts Education students who program Kriya Anyam courses. Keywords : Macrame, weaving, module, craft   Abstrak : Mata Kuliah Kriya Anyam Dasar telah memiliki Buku Ajar Mahasiswa yang relevan dengan RPS hasil dari Penelitian Swadana Jurusan Seni Rupa. Dengan keluasan materi dalam buku ajar terebut, materi anyam yang diperoleh mahasiswa menjadi kurang mendalam sehingga perlu adanya modul untuk memberikan kedalaman wawasan kepada mahasiswa mengenai Makrame. Tujuan Penelitian ini adalah:  1) Mendeskripsikan proses pengembangan Modul. 2) Mendeskripsikan kualitas Modul Makrame. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model 4D. Untuk mengetahui kevalidan modul menggunakan angket penilaian kelayakan modul ditiinjau dari Bahasa Indonesia dan Kegrafikan. Teknik penganalisaan data dilakukan secara deskriptif. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan Madul Makrame ini yang telah tervalidasi oleh ahli Bahasa Indonesia dengan skor 66% sedangkan ahli kegrafikan 91% Sehingga dirata-rata skor 84%. Mahasiswa memberikan respon positif dengan skor 79,6%. Modul Makrame ini sesuai dengan kebutuhan materi dan karakteristik mahasiswa Pendidikan Seni Rupa sedangkan Modul ini sudah layak diproduksi dan digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Seni Rupa yang memprogram mata kuliah Kriya Anyam. Kata Kunci: Kriya Anyam, Makrame, Modul
ESTETIKA SENGGAKAN DALAM KARAWITAN JAWA : Studi Kasus Gending Widhanti Andyarini Hibatussyam; Asep Saepudin
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.6920

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang estetika senggakan dalam sajian karawitan. Senggakan yang dikaji adalah senggakan yang terdapat dalam Gendhing Widhanti Laras Pelog Pathet Barang. Hal ini dibahas atau dikaji menggunakan metode deskriptif analisis. Tulisan ini membahas senggakan secara detail sesuai dengan aplikasinya dalam sajian karawitan. Senggakan adalah vokal yang menyela di dalam sindhenan atau gerongan yang berbentuk rangkaian kata-kata dengan makna tertentu. Senggakan pada umumnya dilakukan oleh sejumlah pengrawit atau wiraswara, bahkan oleh pesindhen yang bukan vokal tunggal. Kedudukan senggakan dalam gendhing karawitan adalah  untuk melengkapi teks atau cakepan yang pokok maupun yang tidak berkaitan. Namun, ada kalanya senggakan berfungsi memberi komentar atau jawaban terhadap teks pokok. Studi kepustakaan tersebut ditinjau dari konsep – konsep mengenai pembelajaran seni dan estetika seni. Estetika senggakan dalam Karawitan Jawa sangat menarik untuk dikaji secara mendalam pada penelitian ini.
Nilai Budaya dalam Balutan Kesenian “Bangreng” Ria Intani T
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i1.8772

Abstract

Abstract: Bangreng is a performance art that developed in Sumedang Regency. Bangreng art was born from the art of Terebang which developed into the art of Gembyung, and then developed again into the art of Bangreng. Various opinions say that an art is not created for mere beauty, but also various things that are valuable for life. In this regard, this study was conducted to find a depiction of Bangreng art, along with the values contained therein. This type of research is qualitative by extracting the data through interviews and observations. The results of the study showed that the art of Terebang which contained a lot of religious values and Gembyung which contained elements of entertainment became the foundation in Bangreng art. Thus, even though Bangreng art contains entertainment, religious values are maintained. Keywords: Bangreng art, cultural values.  Abstrak: Bangreng merupakan seni pertunjukan yang berkembang di Kabupaten Sumedang. Kesenian bangreng terlahir dari kesenian terebang yang berkembang menjadi kesenian gembyung, dan kemudian berkembang lagi menjadi kesenian bangreng. Berbagai pendapat mengatakan bahwasanya sebuah kesenian tidak diciptakan untuk keindahan semata, melainkan pula berbagai hal yang bernilai untuk kehidupan. Sehubungan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kesenian bangreng, berikut nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penggalian datanya melalui wawancara dan pengamatan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kesenian terebang yang banyak mengandung nilai keagamaan dan gembyung yang mengandung unsur hiburan menjadi fondasi dalam kesenian bangreng. Dengan demikian meskipun kesenian bangreng mengandung unsur  hiburan, namun demikian nilai-nilai keagamaan tetap terjaga.                                       Kata kunci: Kesenian bangreng, nilai budaya.  
Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Pada Guru Seni Budaya MTs Se-Kota Malang Sri Wulandari; Ocha Denta Wijaya; Imam Tri Laksono; Robby Hidajat
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i1.7640

Abstract

Abstract : Learning media that are encouraged and facilitated by schools include the procurement of tape recorders, LCD projectors, and computers. In general, the supply of this equipment has been around for the last ten years. In the era of the industrial revolution, 4.0 all aspects of life, including education, should be encouraged to use information technology. Various types of information are spread on social media or prepared by the teacher as a substitute for natural learning resources, namely the teacher in the process of teaching and learning activities and asked a question, how to optimize the availability and use of media based on information technology in the current learning of Cultural Arts? The purpose of this study is to reveal the use of instructional media based on information technology at the MTs level in Malang. This study uses observational research methods with quantitative descriptive research approaches. Data was obtained by filling out a questionnaire that was distributed online through social media in the form of Whatsapp MGMP Arts and Culture MTs group. The results of this study found that not all schools provide information technology-based learning media to support the learning of Art and Culture. Keywords : Learning media, learning resources, art learning, and technology  Abstrak : Media belajar yang didorong dan difasilitasi oleh sekolah meliputi pengadaan tape recorder, LCD proyektor, dan komputer. Pada umumnya pengadaan peralatan ini telah ada kurang  lebih 10 tahun terakhir. Di era revolusi industri 4.0 harusnya semua aspek kehidupan termasuk pendidikan didorong untuk menggunakan teknologi informasi. Berbagai jenis informasi yang tersebar di sosial media atau disiapkan oleh guru sebagai pengganti sumber belajar alami yaitu guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Diajukan sebuah pertanyaan, bagaimana optimalisasi pengadaaan dan penggunaan media yang berbasis teknologi informasi pada pembelajaran Seni Budaya saat ini? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap penggunaan media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi di tingkat MTs se Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif.  Data diperoleh melalui pengisian angket yang disebar secara online  melalui media sosial berupa Whatsapp grup MGMP Seni Budaya MTs. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa tidak semua sekolah menyediakan media pembelajaran seni yang berbasis teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran Seni Budaya. Kata Kunci : media pembelajaran, sumber belajar,  seni budaya, teknologi
EKSISTENSI TARI MANIMBONG DALAM UPACARA RAMBU TUKA’ MASYARAKAT TORAJA Indry Ayu Novita; Wahyu Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i1.11268

Abstract

Abstrak: Melihat dari keberagaman kebudayaan yang ada Indonesia, menjadikan Toraja menjadi salah satu wilayah atau suku yang memiliki keunikan tersediri bagi Indonesia. Dalam kebudayaan Toraja khususnya upacara adat Rambu Tuka’ atau syukuran, banyak kesenian yang ditampilkan saat upacara ini berlangsung, salah satunya ialah Tari Manimbong. Tari Manimbong merupakan tarian yang diperankan oleh kaum laki-laki yang dipentaskan bersamaan dengan Tari Ma’dandan (diperankan oleh kaum wanita). Tari Manimbong sudah mulai termasuk dalam kategori kesenian yang cukup eksis dikalangan masyarakat Toraja. Namun, melihat banyak hal yang terjadi yang kemudian mempengaruhi hal perlahan-lahan kurangnya pegelaran kesenian ini, mulai dari keadaan pandemi Covid-19 saat ini yang cukup mempengaruhi keberadaan semua kesenian yang ada serta sulitnya mementaskan tarian ini yang hanya boleh dilaksanakan pada upacara adat rambu tuka’ saja. Melihat kondisi tersebut, tentu harus ada upaya yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam melestarikan tarian ini. Salah satu yang bisa dilakukan ialah dengan menggelar konser kesenian yang mungkin bisa dirangkaikan dengan kegiatan dalam Kabupaten contohnya seperti HUT. Maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan Tari Manimbong jangan sampai mulai memudar, untuk itu mesti ada usaha untuk melestarikan Tari Manimbong ini, agar nantinya tarian ini tetap mengambil peran penting di masyarakat.   
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE APPS BERBASIS ANDROID B’TRACE MERANGKAI GERAK TARI TRADISIONAL Samsul Fajri; Fuja Siti Fujiawati; Alis Triena Permanasari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i1.11914

Abstract

Abstract : Technological developments are increasingly moving rapidly which results in significant changes in human life, one of which is the presence of smartphones. Smartphones are one of the tools that can facilitate the process of disseminating information, communicating and other activities, this need is clear evidence of developments in the present. The increasing use of smartphones ultimately affects people's needs for mobile applications that can make it easier for people to carry out their daily activities. It can be seen from the many applications that can help the needs and interests of the community, for example online shopping, communication with colleagues, directions, playing games, online payments, and online learning. Researchers are finally interested in conducting research on the design of learning applications for Android-based mobile apps on the subject of art and culture, the material of arranging traditional dance movements for grade VIII junior high school students. The purpose of this research is to determine the process of designing and testing the feasibility of learning media based on android. The research method used is research and development (R&D) with the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, evaluation). Based on several assessments of media experts, materials, and users related to learning media, the percentage level of media experts is 84.2% for the category of “very feasible” to use, 94.7% for material experts in the “very feasible” category to use, and 78.2% for users in the “very feasible” category to use. Keywords: Media design for learning, Media for learning, Mobile Apps, Traditional dance movement  Abstrak : Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin bergerak pesat yang mengakibatkan adanya perubahan yang signifikan dalam kehidupan manusia salah satunya dengan adanya smartphone. Smartphone merupakan salah satu alat yang dapat mempermudah dalam proses penyebarluasan informasi, berkomunikasi, dan aktivitas lainnya, kebutuhan ini merupakan bukti nyata adanya perkembangan dimasa sekarang ini. Meningktanya penggunaan smartphone yang akhirnya mempengaruhi kebutuhan masyarakat akan aplikasi mobile yang dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Dapat dilihat dari banyaknya aplikasi yang dapat membantu kebutuhan dan kepentingan masyarakat, misalnya belanja online, komunikasi dengan rekan kerja, petunjuk arah, bermain game, pembayaran online, dan pembelajaran online. Peneliti akhirnya tertarik untuk melakukan penelitian tentang perancangan aplikasi pembelajaran mobile apps berbasis android pada mata pelajaran seni budaya materi merangkai gerak tari tradisional untuk SMP kelas VIII. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses perancangan dan uji kelayakan media pembelajaran berbasis android. Metode penelitian yang digunakan adalah reseach and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (analysis, desain, development, implementation, evaluation). Berdasarkan beberapa penilaian ahli media, materi, dan pengguna terkait media pembelajaran dengan tingkat persentase ahli media 84.2% kategori “sangat layak” digunakan, ahli materi 94.7% kategori “sangat layak” digunakan, dan pengguna 78.2% kategori “sangat layak” digunakan. Kata kunci: Perancangan Media pembelajaran, Media Pembelajaran, aplikasi mobile, Gerak Tari Tradisional  
KEMANDIRIAN BELAJAR SENI BUDAYA SISWA SMP SAAT PANDEMI COVID- 19 Ni Ketut Suparmi
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i1.11220

Abstract

Student learning independence is one of the learning characteristics students have. During a pandemic like this, students are required to carry out the learning process from home online. This study aims to determine the level of student learning independence during the Covid-19 pandemic in arts and culture subjects. This research was conducted at SMP Negeri 1 Tanjung, North Lombok Regency with 16 students as respondents. Sampling research using saturated sampling technique. The data collection instrument used was a questionnaire containing 20 statements representing 4 indicators of independent learning, namely self-confidence, responsibility, discipline, and initiative. The research data were analyzed using a Likert scale to determine the level of student learning independence. The results showed that the learning independence of 12 students was in the high category and 4 others were in the very high category. Based on the results of this study, it can be concluded that the learning independence of the students of SMP Negeri 1 Tanjung, North Lombok Regency is still relatively good because they are in the high and very high category even though they have to study online at their respective homes.
PROSES BELAJAR MENYANYI KERONCONG MELALUI TRADISI LISAN DI SEMARANG Sabrina Firda Sokhiba; Abdul Rachman
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i1.10565

Abstract

Keroncong merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pewarisan turun temurun yang sudah melekat di masyarakat ialah pewarisan secara lisan (tradisi lisan) baik bagi pemain maupun penyanyi keroncong dalam mempelajari lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses belajar menyanyi keroncong melalui tradisi lisan di Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  proses belajar menyanyi keroncong melalui tradisi lisan terdapat 2 kategori yaitu proses belajar hanya secara lisan dan proses belajar secara lisan namun juga membaca partitur. Proses belajar secara lisan efektif digunakan pada generasi zaman sekarang dan mendukung eksistensi musik keroncong agar tetap berkelanjutan. Namun terdapat kelemahan yaitu pada hasil pembawaan beberapa penyanyi tidak sesuai dengan partitur yang ada atau notasi kurang tepat.

Page 6 of 15 | Total Record : 144