cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Fungsi Rebab Dalam Penyajian Karawitan Sunda Rian Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i1.6847

Abstract

Abstract : This research and study aims to determine the extent of the role of the fiddle in the presentation of Sundanese musicians, both the function of the fiddle with sekar or sekar gending. It is hoped that this research and study can provide useful information about how a rebab interpreter should work when performing Sundanese musical performances. This needs to be understood as a basis for understanding, especially for a trigger, so that the appearance of his performance can be enjoyed in harmony, in rhythm, one taste, and one accord in one Sundanese musical dish. Abstrak : Penelitian dan kajian  ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana peranan rebab dalam penyajian karawitan Sunda, baik secara fungsi rebab dengan sekar maupun sekar gending. Diharapkan penelitian dan pengkajian ini dapat memberikan manfaat informasi tentang bagaimana semestinya garap seorang juru rebab ketika melakukan sajian karawitan Sunda. Hal ini perlu dipahami sebagai dasar pemahamn khususnya bagi seorang juru rebab agar sajian penampilannya dapat terasa dinikmati selaras, seirama, satu rasa, dan sehati pada satu garapan sajian karawitan Sunda. 
Pengembangan Penulisan Acuan Karya Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pertanggungjawaban Karya Seni Catur Surya Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6860

Abstract

Abstract : The work reference is the basis of musical ideas, which are both a source of inspiration as well as an objective step in accountability of the work. Reference works can give a logical picture to a work of music created. How a work can be given a concept, and how a work can be shaped like that, because the existence of a strong and general work of reference to be a basic conclusion in making the decision of the concept of work. The method used in this research is litelatur study, with qualitative descriptive approach. The theory used is the method of art creation. The stages of this study sorting out and selecting the students' thesis of Unpas Music Arts that took the Final Works of Art Creation or Recital. The writing will be described and then analyzed into content and dissected using the theory of art creation, which then generated a descriptive and authentic views of triaculation concoction.  Abstrak : Acuan karya merupakan dasar dari ide-ide musik, yang menjadi sumber inspirasi sekaligus juga sebagai langkah objektif dalam pertanggungjawaban karya. Acuan karya  dapat memberi gambaran logis kepada  suatu  karya  musik  yang dibuat. Bagaimana suatu karya bisa diberi konsep, dan bagaimana suatu karya bisa berbentuk seperti itu, karena adanya acuan karya yang kuat dan general untuk dijadikan suatu konklusi dasar dalam mengambil keputusan konsep karya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi litelatur, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teori yang dipakai yaitu metode penciptaan seni. Tahapan penelitian ini memilah dan memilih skripsi mahasiswa Seni Musik Unpas yang mengambil   TA   Penciptaan   Seni   atau   Recital.   Tulisan   tersebut   akan   di deskripsikan kemudian ditelaah dalamnya hingga konten dan dibedah menggunakan teori penciptaan seni, yang kemudian dihasilkan suatu pandangan deskriptif dan otentik hasil racikan trianggulasi.
ORNAMENTASI REBABAN ULOH ABDULLAH PADA LAGU TONGGERET DALAM SAJIAN KILININGAN Rian Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.13028

Abstract

Abstract : Each juru rebab has style rebaban its own rendition of a song. The difference will be felt and heard through ornamentation or reureueus used at the time of the rendition of a song, either karawitan gending (instrumental) or by sekar gending (a mixture of vocals and instruments). This research using the method of kualitatif with the approach of musicality comparison or comparative studies, between ornamentation rebaban Uloh Abdullah with Caca Sopandi and Bah Endi on the song of Tonggeret in kiliningan. Through the process of writing notation and analysis of the melodies and of the amount of ornamentation used from each juru rebab, then Uloh Abdullah has a characteristic style of rebaban different with the two figures comparison. The peculiarities of these can be felt on the number of motifs and ornamentation that is used as: gedag gancang, kosod gancang, kosod lambat, bintih, galeong maling, and getet. Techniques ngeset begins with a forward and topped off with the pull of when it will end the sentence the melody of the song. Galeong maling characterizes the self as well as the passion of the dominant use is transfer between torolok with kosod gancang and besot used on each of the displacement kenongan or goongan. Keywords : ornamentation, Rebaban,Style Uloh Abdullah, The Song Of Tonggeret, Kiliningan.  Abstrak : Setiap juru rebab mempunyai gaya rebaban tersendiri dalam membawakan sebuah lagu. Perbedaan tersebut akan terasa dan terdengar melalui ornamentasi atau reureueus yang digunakan pada saat membawakan sebuah lagu, baik secara karawitan gending (instrumental) atau secara sekar gending (campuran vokal dan instrumen). Penelitian ini menggunakan metode kualitataif dengan pendekatan musikalitas perbandingan atau studi komparatif, antara ornamentasi rebaban Uloh Abdullah dengan Caca Sopandi dan Bah Endi pada lagu Tonggeret dalam kiliningan. Melalui proses pentranskripsian dan analisis terhadap melodi serta macam jumlah ornamentasi yang digunakan dari masing-masing juru rebab, maka Uloh Abdullah mempunyai ciri gaya mandiri senggol rebaban yang berbeda dengan dua tokoh pembandingnya. Kekhasan tersebut dapat dirasakan pada jumlah dan motif ornamentasi yang digunakan seperti: gedag gancang, kosod gancang, kosod lambat, bintih, galeong maling, dan getet. Teknik ngeset diawali dengan maju dan diakhiri dengan tarikan ketika akan mengakhiri kalimat melodi lagu. Galeong maling menjadi ciri khas mandiri serta senggol yang dominan digunakan adalah perpadan antara torolok dengan kosod gancang dan besot yang digunakan pada setiap perpindahan kenongan atau goongan. Kata Kunci : Ornamentasi, Rebaban, Gaya Uloh Abdullah, Lagu Tonggeret, Kiliningan.
Penerapan Pembelajaran Tari Untuk Anak Usia Dini Dalam Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sendratasik Untirta Alis Triena Permanasari; Dwi Junianti Lestari; Fuja Siti Fujiawati
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v3i2.6916

Abstract

Abstract : Students majoring in Sendratasik Education Concentration in Dance as a prospective art teacher must have competencies that support all fields, including the creation of dance at the level of early childhood. Art competencies for students given theoretical and practical experience can be given at the Education Dance Course. The aim of the course is to improve the competence of students in terms of knowledge and understanding in the field of dance, problem solving skills, critical and democratic thinking, respect for art and cultural diversity and the enjoyment of art, creativity and appreciation in dance, and cooperation in group, and able to create dance for early childhood. In their lectures, students are required to be able to express, be creative and create art. One of the students' creative skills is creating dances for children which will later be applied to children. This is given as a provision for aesthetic experiences for students and children of course, because at the end of the lecture students will make a dance performance involving children in early childhood / kindergarten. Abstrak : Mahasiswa jurusan Pendidikan Sendratasik Konsentrasi Seni Tari sebagai calon guru seni harus memiliki kompetensi yang menunjang pada semua bidang, termasuk penciptaan seni tari pada taraf anak usia dini. Kompetensi seni bagi mahasiswa diberikan pengalaman teoritis dan praktis dapat diberikan pada Mata Kuliah Tari Pendidikan.  Tujuan dari Mata kuliah tersebut yaitu untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dari segi pengetahuan dan pemahaman di bidang seni tari, kemampuan memecahkan masalah, berfikir kritis dan  demokratis, penghargaan terhadap seni dan keberagaman budaya serta penikmatan seni, kreativitas dan penghayatan dalam seni tari, dan kerja sama dalam kelompok, serta mampu menciptakan tari untuk anak usia dini. Dalam perkuliahannya, mahasiswa dituntut untu mampu berekspresi, berapreasiasi, dan berkreasi seni. Salah satu keterampilan berkreasi mahasiswa yaitu menciptakan tarian untuk anak yang nantinya akan diaplikasikan kepada anak. Hal ini diberikan sebagai bekal pengalaman estetis bagi mahasiswa dan anak tentunya, karena pada akhir perkuliahannya mahasiswa akan membuat suatu pagelaran seni tari dengan melibatkan anak usia PAUD/TK.
Tari Walijamaliha Sebagai Stimulus Kreativitas dalam Menciptakan Gerak Tari Dwi Junianti Lestari; Arif Permana Putra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i1.6854

Abstract

Abstract: Banten people have diverse cultural treasures. Hidden treasure of Banten literature, one of them, Walijamaliha Dance. This dance work takes the idea of a story about the order of life of the people of Banten. The purpose of this study was to determine the process and learning outcomes of Walijamaliha Dance for students of FKIP Untirta  periode 2016/2017 Academic Year. This study used descriptive qualitative method. The object of this research is the Banten Dance lecturer and 35 students. The result of this study to increase the creativity in creating dance moves need for stimulus through positive results, in instilling a love of Banten cultural roots.Abstrak: Masyarakat Banten memiliki khazanah budaya yang cukup beragam. Khazanah kepustakaan Banten, salah satunya, Tari Walijamaliha. Karya tari ini mengambil ide cerita tentang tatanan kehidupan masyarakat Banten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran Tari Walijamaliha pada mahasiswa pendidikan sendratasik FKIP Untirta Tahun Akademik 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek penelitian ini adalah dosen pengampu matakuliah Tari Banten dan 35 mahasiswa. Hasil Penelitian ini menunjukkan untuk meningkatkan kreativitas dalam menciptakan gerak tari perlu adanya stimulus sebagai hasil aktivitas positif dalam menanamkan kecintaan akan akar budaya Banten 
ANALISIS ETNOGRAFI ALAT MUSIK TRADISIONAL GESO’-GESO’ DARI TORAJA Aris Bidang; Wahyu Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.12296

Abstract

Abstrak              Kata Kunci : Etnografi, Geso’-geso’, Musik Tradisional, Toraja              Salah satu karya seni alat musik tradisional yang unik di Toraja yaitu Geso’-geso’, alat musik Geso’-geso’ merupakan musik tradisional yang bunyinya bersumber dari senar. Geso’-geso’ di desain dengan sederhana dan mempunyai ruang yang disebut resonator yang dibuat dari tempurung kelapa dan  juga dari kulit hewan contohnya biawak sebagai penutupnya. Geso’-geso’ terdiri dari finger board tapi tidak mempunyai freat tapi uniknya senar yang digunakan alat musik ini hanya satu. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan cara digesek mengunakan alat khusus penggesek yang di buat dari serabut ijuk (kajo). 
Persepsi Mahasiswa PGSD Universitas Jambi Terhadap MK Tari Melayu Jambi Alirmansyah Alirmansyah; Destrinelli Destrinelli; M Sargandi; Stevie Yolanda; Novita Wisudawati; Windy Lara S. Samosir; Anggi Kurnia; Chindy Nurlayly
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6904

Abstract

Abstract : This study aims to examine and describe the perception of PGSD Jambi University Students Against the Malay Dance Court, the research is expected to be able to find the right perception of the Malay dance MK by PGSD students. This research uses a qualitative approach. Data collected using observation, interviews, and documentation. The results of this study show that in the eyes of PGD students at first the Malay dance dance was very difficult but due to the learning process of the Malay dance dance itself was cool then it made the students remember to follow the process proven by the various achievements of elementary school teacher education students, in addition to the achievements of students also able to develop their potential in elementary school to be able to teach Malay dance to existing students.  Abstrak : Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mendeskripsikan Persepsi Mahasiswa PGSD Universitas Jambi Terhadap MK Tari Melayu, penelitian diharapkan mampu menemukan persepsi yang tepat terhadap MK tari melayu oleh Mahasiswa PGSD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa dalam pandangan mahasiswa pgsd  pada awalnya tarii melayu jambi sangatlah sulit namun dikarenakan proses pembelajaran tari melayu jambi itu sendiri asik maka membuat mahasiswa semngat  mengikuti proses yang terbukti dengan berbagaiprestasi yang di  raih mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, selain prestasi yang diraih mahasiswa juga mampu mengemangkan potensi dirinya di sekolah dasar untuk mampu mengajar tari melayu jambi  kepada peserta didik  yang ada .  
Implementasi Pembelajaran Tari dalam Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak Usia 4-6 Tahun (Penelitian Kualitatif Deskriptif di Sanggar Raksa Budaya Kota Serang - Banten) Tineung Arum Purnamasari; Alis Triena Permanasari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i1.6844

Abstract

Abstract : This research is motivated by the self-confidence of children aged 4-6 years who have developed well in Sanggar Raksa Budaya. This confidence can develop due to dance learning conducted at Sanggar Raksa Budaya. Target of Cultural Mercury and to study supporting and inhibiting factors in developing self-confidence of children aged 4-6 years at Sanggar Raksa Budaya. In this study, researchers used a qualitative descriptive method. The subjects of this study were children of Group A Sanggar Raksa Budaya who supported 15 children. Data collection techniques obtained in research obtained from observations, interviews, field notes and documentation. Upon approval, the researcher analyzed the data as expected. Based on the results of research that can be obtained from the learning process for children aged 4-6 years, it is done through the planning stage with the preparation of syllabus, the implementation stage with motion training, renewal carried out to learn learning. Child's self-confidence develops well because at the time of assessment the child is required to demonstrate the dance in front of other group friends without being exemplified by the trainer. While the supporting factors of dance learning are the willingness to participate in learning activities that arise from children without coercion from other parties and the availability of infrastructure facilities. As for the inhibiting factors, namely the feeling of boredom that arises when learning takes place. Abstrak : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa percaya diri anak usia 4–6 tahun yang berkembang baik di Sanggar Raksa Budaya. Rasa percaya diri ini dapat berkembang karena disebabkan oleh pembelajaran tari yang dilakukan di Sanggar Raksa Budaya. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran tari dalam mengembangkan rasa percaya diri anak usia 4-6 tahun di Sanggar Raksa Budaya dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat impelementasi dalam mengembangkan rasa percaya diri anak usia 4-6 tahun di Sanggar Raksa Budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak Kelompok A Sanggar Raksa Budaya yang berjumlah 15 orang anak. Teknik pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian berasal dari pengamatan (observasi), wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Pada penulisan laporan, peneliti menganalisa data sesuai dengan aslinya. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa proses pembelajaran tari untuk anak usia 4-6 tahun dilakukan melalui tahapan perencanaan dengan menyiapkan silabus, tahapan pelaksanaan dengan melatih gerak, tahap evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui pencapaian pembelajaran. Rasa percaya diri anak berkembang dengan baik karena pada tahap evaluasi anak dituntut untuk memperagakan tarian didepan teman-teman kelompok yang lain tanpa dicontohkan pelatih. Adapun faktor pendukung dari pembelajaran tari yaitu kemauan mengikuti kegiatan pembelajaran yang muncul dari dalam diri anak tanpa paksaan pihak lain dan tersedianya sarana prasarana. Sedangkan untuk faktor penghambat yaitu rasa bosan yang muncul saat pembelajaran berlangsung.
Analisis Kesiapan Mahasiswa Pendidikan Seni Mengaplikasikan Pembelajaran Berbasis Online (E-Learning & Mobile Learning) Fuja Siti Fujiawati; Reza Mauldy Raharja
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6924

Abstract

Abstract : Technological developments that enhance progress in the use of technology in learning, special use in supporting learning. This is the background of the survey conducted in this study. This study studies to learn more about where students' readiness in learning is based online, specifically in students of “Pendidikan Sendratasik” in Untirta. In the era of discussion, education globalization is demanded to make it easier for students to more easily access learning. One of the internet supporting facilities for learning activities developed This research is expected to provide more complete information about students 'readiness in utilizing internet facilities for learning that is obtained from the contribution of students' readiness in the required facilities, ICT Literacy (technical and cognitive skills), activities that are conducted online and responses related to student readiness. online based learning. Survey results show a positive response to students' readiness in facing online learning. Students are ready for online-based learning be it e-learning or in the form of mobile learning. Abstrak : Perkembangan teknologi yang semakin pesat berdampak pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, khususnya pemanfaatan internet dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Hal ini menjadi latar belakang diselenggarakannya survei dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan pembelajaran berbasis online, khususnya pada mahasiswa Pendidikan Sendratasik di Untirta. Dalam menghadapi era globalisasi   institusi pendidikan dituntut untuk dapat memfasilitasi mahasiswa agar dapat lebih mudah mengakses pembelajaran. Salah satu fasilitas pemanfaatan internet untuk kegiatan pembelajaran yang dikembangkan Untirta diantaranya adalah pembelajaran e-learning melalui SPADA. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas internet untuk pembelajaran dilihat dari aspek kesiapan mahasiswa dalam ketersediaan fasilitas yang dimiliki, ICT Literacy (keterampilan teknis dan kognitif), aktivitas yang dilakukan secara online dan respon lainnya yang berkaitan dengan kesiapan mahasiswa menghadapi pembelajaran berbasis online. Hasil Survei menunjukan respon positif terhadap kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran online. Mahasiswa sudah siap dalam menghadapi pembelajaran berbasis online baik itu  e-learning ataupun dalam bentuk mobile learning.
Penciptaan Lagu Kroncong Berbasis Kearifan Lokal di Kota Semarang Abdul Rachman; Udi Utomo; Nur Asriyani
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6857

Abstract

Abstract : The new Keroncong song is very rarely found in the community, especially in Semarang. This makes the development of Keroncong music a little hampered because the songs that are sung are old songs. This encourages researchers to create the song Keroncong by bringing the potential of local wisdom in Semarang. This article describes the process of creating Keroncong songs based on the local wisdom of Semarang. Based on the results of the study, the process of creating a Keroncong song entitled “Kr. Pesona Semarang” goes through several steps namely Content Ideas, exploration, improvisation, evaluation, composition. Through these steps the researcher succeeded in making a composition of the original Keroncong song by paying attention to the local wisdom of the city of Semarang, namely by combining the pentatonic slendro, pelog, and also the western scoring system. Abstrak : Lagu Keroncong yang baru sudah sangat jarang dijumpai di masyarakat khususnya di Semarang. Hal ini membuat perkembangan musik Keroncong sedikit terhambat karena lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu yang sudah lama. Hal ini mendorong peneliti untuk menciptakan lagu Keroncong dengan mengusung potensi kearifan lokal yang ada di Semarang. Artikel ini mendeskripsikan tentang proses penciptaan lagu Keroncong berbasis kearifan lokal kota Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, proses dalam penciptaan lagu Keroncong yang berjudul Kr. Pesona Semarang melalui beberapa tahapan yaitu Gagasan Isi, ekslporasi, improvisasi, evaluasi, komposisi. Melalui tahapan-tahapan tersebut peneliti berhasil membuat sebuah komposisi lagu Keroncong asli dengan memperhatikan kearifan lokal kota semarang yaitu dengan mengkombinasikan sistem tangga nada pentatonic slendro, pelog, dan juga sistem tangga nada barat.

Page 8 of 15 | Total Record : 144