cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2021)" : 10 Documents clear
Kinerja Durabilitas Campuran Aspal Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dengan Substitusi Cangkang Sawit sebagai Agregat Halus Lusyana Lusyana; Mukhlis Mukhlis; Syaifullah Alli; Muhammad Yasin Kharlindo
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.11061

Abstract

Limbah cangkang kelapa sawit memberikan peluang alternatif sebagai material penyusun campuran beraspal salah satunya sebagai pengganti agregat halus pada campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). HRS-WC atau Lataston Lapis Aus merupakan campuran beraspal panas bergradasi senjang dengan persentase agregat halus yang banyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) dan nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) dari campuran campuran HRS-WC tanpa menggunakan cangkang kelapa sawit dan campuran campuran HRS-WC menggunakan cangkang kelapa sawit sebagai substitusi agregat halus. Penelitian ini melakukan 2 variasi perendaman yaitu perendaman selama 24 jam (standar) dan perendaman selama 48 jam (modifikasi) pada temperatur 60°C. Variasi cangkang sawit yang digunakan pada penelitian ini adalah 2,5%, 5% dan 7,5%, dengan variasi kadar aspal mulai dari 5,0% sampai dengan 8,0%. Berdasarkan parameter volumetrik dan Marshall, nilai KAO untuk masing - masing variasi campuran adalah variasi cangkang sawit 0% didapatkan nilai KAO 7,55%, variasi cangkang sawit 2,5% didapatkan nilai KAO 7,81%,  variasi cangkang sawit 5% didapatkan nilai KAO 7,91%,  dan variasi cangkang sawit 7,5% didapatkan nilai KAO 8,335%. Campuran HRS-WC dengan variasi cangkang sawit 2,5%, memiliki nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) tertinggi yaitu 94,29% untuk perendaman selama 24 jam dan 93,41% untuk perendaman selama 48 jam, melebihi nilai minimum IKS berdasarkan Spesifikasi Umum Teknis 2018 yaitu 90%. Kinerja cangkang kelapa sawit pada variasi 2,5% memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan variasi cangkang kelapa sawit lainnya, sehingga dapat dikatakan cangkang kelapa sawit layak digunakan sebagai subtitusi agregat halus khususnya pada campuran HRS-WC.
Eksperimental Variasi Sambungan Dengan Alat Sambung Pasak terhadap Kuat Geser Balok Bambu Laminasi Zulmahdi Darwis; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Aditya Pratama
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10613

Abstract

Sambungan adalah bagian terpenting pada suatu sistem struktur. Bentuk sambungan dan alat sambung berpengaruh terhadap beban yang diampu oleh struktur kayu tersebut. Bentuk sambungan dan alat sambung umumnya biasa digunakan pada kayu, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk diterapkan pada bambu laminasi.Penelitian ini dilakukan dengan membuat spesimen benda uji balok bambu laminasi tanpa sambungan dan 3 variasi balok bambu laminasi dengan bentuk sambungan berbeda dengan perekat Rajawali PVAC dan pasak diameter 7 mm sebagai alat sambung dengan jarak antar pasak 15 cm. Dimensi balok yang dibuat berukuran 100 cm x 5 cm x 10 cm tanpa menggunakan kulit luar bambu. Pengujian menggunakan mesin UTM dengan pembebanan dua titik yang memiliki jarak antar beban sebesar 250 mm.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan alat sambung dengan variasi bentuk sambungan terhadap kekuatan memiliki nilai yang berbeda. Kekuatan balok tertinggi ada pada balok tanpa sambungan dengan nilai rata-rata pembebanan 21,4 KN, pada balok yang menggunakan variasi sambungan nilai kekuatan tertinggi terdapat pada sambungan lurus dengan nilai rata-rata 8,53 KN. Nilai tegangan geser pada balok dengan sambungan lurus berkait, lurus, miring, dan tanpa sambungan menghasilkan nilai rata-rata secara berurutan sebesar 3,845 MPa, 1,421 MPa, 2,445 MPa, dan 6,232 MPa. Hasil dari pengujian ini terdapat perbedaan yang signifikan, yaitu pengaruh penggunaan variasi sambungan terhadap kuat geser balok bambu laminasi. 
Sifat Mekanis Beton Dengan Styrofoam Dicki Dian Purnama; Budi Wicaksono
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10599

Abstract

Penggunaan material beton pada perkerasan jalan sudah lazim digunakan yakni sebagai perkerasan kaku. Namun konsekuensi akibat penggunaan lapis perkerasan jalan adalah berkurangnya daerah resapan air akibat tertutup oleh lapis perkerasan tersebut. Dengan semakin berkurangnya daerah resapan terutama pada area parkir dan taman yang akan mempengaruhi penyerapan/infiltrasi air ke dalam tanah yang dalam skala besar dapat menyebabkan genangan air pada suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan material beton yang memiliki tingkat permeabilitas yang cukup dengan memanfaatkan material yang umumnya menjadi limbah / sampah pada kehidupan sehari-hari Styrofoam dan menjadikannya beton yang ramah lingkungan. Tujuannya mencari nilai prosentase limbah Styrofoam meskipun kekuatan beton otomatis akan berkurang karena peningkatan nilai porositas dan permeabilitasnya dibanding beton konvensional. Metode perencanaan mix design menggunakan SNI 7656-2012 dan benda uji kuat tekan beton berupa silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai kuat tekan tertinggi didapatkan pada variasi 1 beton normal 21,39 MPa sedangkan yang terendah diperoleh beton variasi 4 (dengan prosentase penggunaan Styrofoam sebesar 30%) dengan nilai kuat 10,19 MPa  
Analisis Pemilihan Rute Perjalanan Rangkasbitung – Serang Terhadap Jalan Tol Serang Panimbang Arief Budiman; Dwi Esti Intari; Woelandari Fathonah; Rindu Twidi Bethary; Syarifudin Syarifudin
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10623

Abstract

Pemilihan Rute Perjalanan yang baik mampu mengefisiensi jarak, waktu tempuh dan biaya perjalanan yang di butuhkan. Dalam pemilihanrute perjalanan ini, analisis data di dapat dari persepsi pengguna jalan dan masyarakat, analisis ini nantinya akan di hitung menggunakan metode Stated Preference. Metode ini menunjukan jumlah semua pendekatan - pendekatan yang berbeda dengan menggunakan pernyataan-pernyataan individu tentang bagaimana mereka merespon situasi yang berbeda, melalui pendekatan control siste ekonomi yang dibuat dengan mengadakan hipotesis situasi perjalanan, yang mengaju pada pendapat responden memalui alternatif pilihan yang telah di buat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui karakterisrik pelaku perjalanan dari masyarakat Rangkasbitung  dalam berkendara menuju kota Serang dan Melakukan Permodelan Pemilihan Rute Perjalanan berdasarkan Karakteristik dan analisa regresi linier yang menyatakan probabilitas individu dalam memilih rute serta Menganalisis Preferensi Pemilihan Rute dari Masyarakat Rangkasbitung terhadap jalan Tol Rangkasbitung – Serang.Hasil yang didapatkan bawah waktu menjadi faktor utama yang menentukan pilihan masyarakat dengan presentase sebesar 39,2% dan keamanan menjadi faktor kedua dengan presentase 16%,  dua hal ini menjadi prioritas masyarakan dalam memilih rute perjalanan, dan Jalan Tol menjadi pilihan utama mayoritas responden karna pelayanannya dengan presentase sebesar 79,4%. 
SI DUDUNG (Sistem Drainase Hijau dan Unggul) Sebagai Solusi Banjir Kota Serang Banten Restu Wigati; Ngakan Putu Purnaditya; Rifky Ujianto; Fahrus Sabri; Sarrobi Kamal; Graciela Febriyanti Zulfa
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10625

Abstract

Kota Serang merupakan ibukota Provinsi Banten yang dihuni oleh 666.600 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 2499 jiwa/km2 pada tahun 2017. Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya perkembangan infrastruktur di Kota Serang mengakibatkan terjadinya penyempitan lahan resapan air, terlebih lagi buruknya kondisi drainase yang ada membuat kota ini menjadi langganan banjir. Salah satu solusi penanggulangan banjir dengan mengaplikasikan sistem drainase yang berkelanjutan melalui konsep manajamen air limpasan untuk meningkatkan kapasitas resapan. SI DUDUNG adalah sebuah konsep sistem drainase berkelanjutan yang sesuai dengan karakteristik jalan yang ada di Kota Serang. Penelitian ini mengkaji data hidrologi menggunakan Metode Rasional yang akan menghasilkan kombinasi serta desain permodelan SI DUDUNG yang cocok diaplikasikan di Kota Serang. Hasil air penampungan SI DUDUNG ini juga dapat dimanfaatkan dan dikelola lebih lanjut sebagai sumber air pada teknologi penyiram tanaman otomatis bagi pohon dan tanaman yang berada di median jalan maupun jalur hijau daerah manfaat jalan. Dengan aplikasi SI DUDUNG ini, air limpasan yang ada di jalan dapat lebih mudah penyerapannya dan lebih dioptimalisasi penggunannya sehingga dapat menjadi solusi banjir yang kerap terjadi di Kota Serang. 
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Abu Terbang (Fly Ash) Sebagai Upaya Peningkatan Daya Dukung Tanah Dasar (Studi Kasus : Karang Anyar, Lampung Selatan) Erdina Tyagita Utami; Hermon Frederik Tambunan; Indi Rezki Uli Simanjuntak
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10610

Abstract

Seluruh bangunan sipil berkaitan erat dengan tanah, karena tanah dapat digunakan sebagai bahan bangunan juga sebagai tempat bangunan dapat berdiri. Dalam membangun suatu jalan, tanah dasar merupakan bagian yang terpenting karena tanah dasar akan mendukung seluruh beban lalu lintas atau beban kontruksi dari atasnya. Dalam penelitian ini tanah dasar yang digunakan adalah jenis tanah lempung berplastisitas rendah yang berasal dari Karang Anyar, Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai daya dukung tanah CBR akibat pengaruh penambahan fly ash, dan pengaruh energi yang berasal dari tumbukan. Tanah berplastisitas rendah dicampur dengan fly ash dengan kadar 0%, 10%, 20%, dan 30%. Variasi tumbukan yang dilakukan untuk pengujian CBR yaitu 10, 25, dan 56. Pengambilan data CBR menggunakan metode CBR tanpa rendaman dan rendaman. Proses CBR rendaman dilakukan dengan merendam sampel selama 4 hari sebelum diuji.   Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan nilai CBR pada setiap penambahan fly ash. Nilai tertinggi yang diperoleh pada pengujian CBR tanpa rendaman adalah 22,00% dan yang paling rendah 13,33%. Pada pengujian CBR rendaman diperoleh nilai tertinggi 3,73% dan terendah 1,33%. 
Pengaruh Penambahan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Dasar Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas (Studi Kasus di Jalan Raya Kubang Laban, Desa Trate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten) Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Woelandari Fathonah; Herlambang Wibowo
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10614

Abstract

Tanah memiliki karakteristik yang berbeda dari satu lokasi dengan lokasi lainnya, sehingga diperlukan penanganan dan perlakuan khusus dalam mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi dalam perencanaan suatu konstruksi bangunan sipil. Tanah expansif yaitu tanah yang kurang baik seagai tanah dasar untuk membuat jalan karena  memiliki sifat kohesif dan memiliki kembang susut yang tinggi yaitu mengembang pada kondisi basah dan menyusut pada waktu kering sehingga menyebabkan kerusakan pada struktur jalan yang menjadikan jalan bergelombang atau retak – retak seperti yang terjadi di Jalan Raya Kubang Laban, Desa Trate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, BantenTujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penambahan arang tempurung kelapa terhadap nilai kuat tekan bebas dan sifat fisik tanah sebelum dan setelah distabilisasi dengan variasi campuran arang tempurung kelapa (0%, 5%, 10%, 15% dan 20%) serta mengetahui klasifikasi tanah di Jalan Raya Kubang Laban berdasarkan sistem klasifikasi USCS.Hasil penelitian ini diperoleh jenis tanah termasuk kategori OH yaitu tanah Lempung organik dengan plastisitas sedang hingga tinggi. Penambahan arang tempurung kelapa dapat memperbaiki sifat fisik tanah yaitu dengan menurunnya nilai indeks plastisitas tanah, penurunan terbesar pada persentase 20% arang tempurung kelapa dari 21,44% menjadi 7,62% serta dapat meningkatkan nilai kuat tekan bebas dari 1,237 kg/cm2 menjadi 7,961 kg/cm2 dan besar kenaikan qu sebesar 543,482% pada persentase 10% arang tempurung kelapa dengan waktu pemeraman selama 28 hari. 
Stabilisasi Tanah Gambut Dengan Penambahan Kapur dan Fly Ash Sisa Pembakaran Cangkang Sawit Sebagai Subgrade Jalan Dila Oktarise Dwina; Nazarudin Nazarudin; Dyah Kumalasari; Ema Fitriani
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10275

Abstract

Tanah gambut mempunyai sifat yang tidak menguntungkan bagi konstruksi. Untuk mendapatkan suatu lapisan pondasi yang kuat maka dibutuhkan tanah dasar yang baik. Tanah dasar merupakan pondasi bagi perkerasan jalan, tanah dasar yang mempunyai kekuatan rendah akan mengakibatkan perkerasan mudah mengalami keretakan. Maka dari itu perlu dilakukan perbaikan tanah untuk jenis-jenis tanah yang memiliki daya dukung tanah rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan 10% kapur, dan (10%, 15%, 20%, 25%) fly ash cangkang sawit masa pemeraman 7 hari dan 28 hari ditinjau dari nilai CBR. Dari hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan kapur dan fly ash cangkang sawit dengan lamanya waktu pemeraman, maka nilai CBR akan semakin meningkat. Nilai CBR mengalami kenaikkan dan mencapai nilai maksimum pada kadar kapur sebanyak 10% dan fly ash 25% dengan masa pemeraman selama 28 hari yaitu sebesar 6,39%. Nilai tersebut mengalami kenaikan 3 kali lipat dari nilai CBR tanah gambut asli yaitu sebesar 2,05%.    
Perencanaan Persediaan Material Dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP) Pada Proyek Apartemen (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Nines Plaza & Residence Tower B) Andi Maddeppungeng; Dwi Novi Setiawati; Balqis Tuqa
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10624

Abstract

Proyek Konstruksi diperlukan perencanaan persediaan material, untuk proses pekerjaan pembangunan bisa berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Efektif (sesuai dengan planning) semua proses perencanaan termasuk sasaran perhitungan material dapat sesuai dengan yang direncanakan dan terpenuhi. Efisien (Menghemat) diusahakan dapat menghemat waktu, bisa menghemat pembekakan biaya, dan menghindari pemakaian anggaran.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biaya paling ekonomis dari kedua teknik (lotsize) yang digunakan, mengetahui waktu pemesanan (offsetting) persediaan material yang diperlukan, untuk mendapatkan total biaya persediaan material yang dieperlukan pada Proyek Pembangunan Nines Plaza & Residence Tower B. Data dianalisis dengan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP).Berdasarkan hasil penelitian teknik Lotsizing yang membentuk biaya persediaan minimum dari kedua teknik Lot For Lot (LFL), dan Economic Order Quantity (EOQ) yaitu menggunakan teknik Lotsizing Lot For Lot (LFL) Rp2.274.517.928 
Pemetaan Konsistensi Tanah Menggunakan Sistem Informasi GeografisBerdasarkan Nilai Uji PenetrasiKerucut (CPT) Meissy Pratiwi; Ferra Fahriani; Roby Hambali
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10606

Abstract

Sebagai ibu kot aprovinsi, perkembangan infrastruktur di Kota Pangkalpinang cukup signifikan. Kajian pemetaan konsistensi tanah berdasarkan nilai CPT sangat diperlukan untuk menyediakan informasi spasial konsistensi tanah di Kota Pangkalpinang agar identifikasi awal dalam perencanaan suatu pekerjaan bangunan dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedalaman tanah keras, klasifikasi tanah dan konsisitensi tanah berdasarkan data CPT di Kota Pangkalpinang.  Pada penelitian ini digunakan data sekunder berupa data CPT, peta administrasi dan peta DEM Kota Pangkalpinang. Data CPT yang digunakan berjumlah 77 titik yang tersebar pada 22 lokasi di Kota Pangkalpinang.Metode interpolasi spasia lyang digunakan pada penelitian  ini adalah metode IDW (Inverse Distance Weighted) yang telah terintegrasi pada perangkat lunak ArcGIS 10.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kedalaman tanah keras di Kota Pangkalpinang berdasarkan nilai tahanankonus(qc)berkisarantara 1.8 m – 21.6 m. Elevasitanahkerastertinggidengan interval sebesar 12.38 – 21.60 mdpl, sementara lokasi dengan elevasi tanah keras terdalam   terletak di TangkiTimbun (KecamatanPangkalbalam) dengan interval elevasisebesar -16.04 – (-10.21) mdpl. Klasifikasi tanah berdasarkan korelasi antara nilai rasio gesekan(FR) dengan nilai tahanan konus(qc) pada kedalaman tanah yang ditinjau terdiri dari pasir, pasirberlanau, lanauberpasir dan lanau, lempungberlanau, dan gambut. Kosistensitanah di Kota Pangkalpinang berdasarkan nilai tahanan konus(qc) pada kedalamantanahyang ditinjauadaempat,yaituagakpadat, padat, keras(hard), dan sangatpadat.   

Page 1 of 1 | Total Record : 10