cover
Contact Name
Zayra Zahra
Contact Email
zayra.zahra2004@gmail.com
Phone
+6285888706150
Journal Mail Official
zayra.zahra2004@gmail.com
Editorial Address
Jl. Setiabudhi No 229 Bandung Kodepos 40154 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial
ISSN : 08545251     EISSN : 25407694     DOI : -
JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) is the leading journal in Social Studies institutions concerning Social studies and education. The journal is multi-disciplinary, welcoming contributions that advance our understanding of education, science ,and technology as social activities. The journal promotes research and scholarly discussion concerning social studies and eduction in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about social sciences (Geography Education, Religion Educatioan, History Education, Economic Education, Sosiology Education, Tourism Education, Communication Science for Education Purposes Social Studies for Multicultural Education, and Social Studies in Developing Countries Education).
Articles 246 Documents
PENERAPAN MODEL KLARIFIKASI NILAI TENTANG KONFLIK SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION MAKING) SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROPINSI LAMPUNG Indah Furi, Noffita
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v25i1.3672

Abstract

Dalam pembelajaran IPS di lapangan, keterampilan pengambilan keputusan menjadi kajian dalam rangka menyiapkan siswa untuk mempunyai keterampilan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai macam isu-isu dan permasalahan sosial. Salah satu strategi untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan adalah dengan implementasi model klarifikasi nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan keterampilan pengambilan keputusan siswa antara implementasi model klarifikasi nilai tentang masalah konflik sosial  dengan model pembelajaran langsung. Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan eksprimen semu dengan kelompok eksperimen  implementasi model klarifikasi nilai dan kelompok dengan perlakuan model pembelajaran langsung tentang konflik sosial. Dengan sample siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tebanggi Besar. Analisis datanya menggunakan t tes yang menunjukkan bahwa nilai probabilita (p-value = 0.000). Karena p-value (0.000) lebih kecil dari α (0.005). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan keterampilan pengambilan keputusan siswa antara  implementasi model klarifikasi nilai tentang masalah konflik sosial  dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Terbanggi Besar. Perlunya guru untuk mengimplementasikan model klarifikasi nilai secara lebih intensif dalam pembelajaran IPS serta mengarahkan siswa untuk membentuk dan menemukan dalam proses klarifikasi nilai berupa nilai-nilai individu yang bersumber dari nilai-nilai ideal dalam masyarakat  untuk mengembangkan keterampilan membuat keputusan.Kata kunci: model klarifikasi nilai, keterampilan pengambilan keputusan.
ASAS DASAR PEMIKIRAN PROGRAM PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT DAN MAHASISWA/SISWA Supardi, Endang; Mulyati, Sri
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 22, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v22i1.2198

Abstract

Pentingnya program pengembangan budaya kewirausahaan karena kewirausahaan di kita  masih cukup rendah dan perlu adanya pengembangan dan pengetahuan mengenai kewirausahaan untuk dapat dijadikan suatu kebudayaan. Hal tersebut tentu saja dapat mengurangi jumlah pengangguran yang banyak di Indonesia. Sejalan dengan itu juga, budaya kewirausahaan juga dapat membuat mental bangsa, khususnya mahasiswa atau siswa di kita memiliki mental yang dapat mengembangkan kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, bukan hanya bekerja untuk orang lain. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui pentingnya mengembangkan budaya kewirausahaan untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian. Diharapkan mahasiswa melalui mata kuliah kewirausahaan dituntut untuk peduli pada masalah ekonomi kita. Mata kuliah ini mengajarkan kita bagaimana mengembangkan dan memaksimalkan kemampuan yang ada pada diri kita untuk membuka wawasan tentang sebuah usaha yang menantang diri lebih maju sekaligus menumbuhkan mental wirausaha kita. Semakin banyak orang berwirausaha semakin baik perekonomian.Kata kunci : Budaya Kewirausahaan Mahasiswa.
KEINDONESIAAN, BUDAYA LOKAL DI INDONESIA, DAN ETNOGRAFI KOMUNIKASI Aziz, Firman
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 22, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v22i2.2189

Abstract

Artikel yang berjudul Keindonesiaan, Budaya Lokal Indonesia, dan Etnografi Komunikasi ini dilatarbelakangi adanya fenomena pengaburan tentang nama negara Indonesia, pengabaian bahkan pelenyapan budaya lokal di Indonesia, dan tentang fenomena etnografi komunikasi di Indonesia. Banyak orang yang tidak mengetahui asal nama Indonesia sehingga kecintaan terhadap Indonesia berkurang. Akibatnya, banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui budaya lokalnya sendiri. Dampak lebih jauh adalah terjadinya pelenyapan budaya dan bahasa. Padahal, Indonesia adalah negara yang dinamis dan kaya akan budaya lokal serta masyarakatnya mampu berbahasa secara sopan dan santun. Artikel ini mengkaji informasi tentang etnografi komunikasi masyarakat Indonesia dilihat dari segi peristiwa tutur dan masyarakat tutur. Teori-teori yang digunakan dalam artikel ini berasal dari pakar sosiologi, pakar budaya, pakar bahasa, dan pakar etnografi komunikasi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya lokal dan masyarakat di Indonesia yang memiliki keunikan dan kesantunan dalam pola komunikasi bahasa. Kata kunci: keindonesiaan, budaya lokal, etnografi komunikasi.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN POLITIK DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEPEMIMPINAN LINTAS BUDAYA PADA GENERASI MUDA DEMI MEWUJUDKAN BUDAYA POLITIK PANCASILA (Studi Deskriptif terhadap Organisasi Kepemudaan Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat) Sanusi, Aris Riswandi; Darmawan, Cecep
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v25i1.3668

Abstract

The young generation is an essential element in a state life. The role of youth, as contained in Law of the Republic of Indonesia No. 40 Year 2009 on Youth that says "youths play an active role as a moral force, social control, and agents of change in all aspects of national development". However, the reality of the situation is that there has been a moral degradation and the decreasing of cross-cultural leadership character in the younger generation. Political education as what Ansor PW GP of West Java implemented is one of many attempts to form a cross-cultural leadership character in young generation in order to create Pancasila political culture.Keywords: political education, cross-cultural leadership, Pancasila political culture, Ansor PW GP of West Java.
MENINGKATKAN SIKAP DEMOKRATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SIMULASI SOSIAL PADA PELAJARAN PKn KONTEKS IPS Andriani, Ana
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 22, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v22i1.2194

Abstract

This paper is intended to strengthen social studies education especially in citizenship education in developing and increasing students’ democratic attitude through social simulation model. This research is done to expand the students’ awareness of social issues in order to they can play important role as good citizen. Social simulation model is offered as alternative solution to solve the social problem in students’ daily activities in society. The dispute between students group is considered caused by low of students’ awareness of democratic attitude. By developing this model, students can work cooperatively in building social relationship and correspondence, also avoiding solving social problem by anarchies.Key words: citizenship education, students’ democratic attitude, social simulation model.                                                                                                                                  
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PERSPEKTIF SOSIAL-BUDAYA TERHADAP PENGEMBANGAN NILAI MULTIKULTURAL Supriyono, Supriyono
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 22, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v22i1.2185

Abstract

Penelitian ini bertolak dari kerisauan penulis terhadap fenomena kurangnya sikap menghargai terhadap perbedaan suku dan budaya dalam pergaulan, yang dikhawatirkan akan meluas di kalangan siswa SMA. Sementara itu, realitas masih kurang bermaknanya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan karena siswa belum dapat menghubungkan apa yang telah mereka pelajari dengan realitas kehidupan sehari-hari. Beberapa faktor penyebab tersebut yang diangkat dalam penelitian ini di antaranya baik menyangkut substansi, pendekatan, maupun strategi pembelajaran yang kurang menunjang. Hal-hal tersebut mencakup: materi, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi  pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang belum optimal. Bertolak dari pernyataan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam perspektif sosial-budaya terhadap penegembangan nilai multikultural. Penelitian ini didasarkan pada pendapat Lickona (1992: 6) yang mengatakan bahwa konsep dan proses Pendidikan Kewarganegaraan merupakan proses yang disengaja, dirancang, dan dilakukan untuk mengembangkan potensi individu dalam interaksi dengan lingkungan sehingga menjadi dewasa. Keanekaragaman budaya itu sebagai sesuatu kebaikan yang positif untuk dihargai, diterima, dan dipelihara dalam komunitasnya (Blum, 2001: 20). Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control-group design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Alasan pertimbangannya adalah dalam penelitian multikultural, yang diperlukan informasi bagi peneliti adalah karakteristik kemajemukan etnis dan budaya di sekolah itu. Pengumpulan data dilakukan dengan: pretest and posttest, angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi, kegiatan belajar mengajar, dan evaluasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berpengaruh signifikan terhadap pengembangan nilai multikultural. Pengaruh materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap pengembangan nilai multikultural ditinjau dari siswa laki-laki r = 0,61; perempuan r = 0,77 dan pendidikan orang tua siswa perguruan tinggi r = 0,925. Pengaruh kegiatan belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap pengembangan nilai multikultural ditinjau dari siswa laki-laki r = 0,63; perempuan r = 0,80 dan pendidikan orang tua siswa perguruan tinggi r = 0,988. Pengaruh evaluasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap pengembangan nilai multikultural ditinjau dari siswa laki-laki r = 0,50; perempuan r = 0,75 dan pendidikan orang tua siswa perguruan tinggi r = 0,991. Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Sosial-Budaya, Multikultural
MODEL PENDIDIKAN ANTI TERORIS MELALUI INTERNALISASI NILAI DZIKIR DI PESANTREN Kosasih, Aceng; Hermawan, Wawan; Supriyono, Supriyono
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v25i1.3673

Abstract

Peneitian ini dilatar belakangi oleh adanya indikasi keterlibatan individu dengan latar belakang pendidikan pesantren dalam kasus terorisme. Dalam kurikulum keagamaan, perbuatan-perbuatan yang bersifat teror tidak dibenarkan. Sehingga perlu ada kajian tentang model pembelajaran di Pesantren yang dikhawatirkan mengembangkan sikap radikal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pendidikan anti teroris yang didalamnya mengembangkan pendidikan melalui pembelajaran implementasi nilai dzikir, toleransi beragama, dan cinta tanah air. Hasil penilitian menggambarkan bahwa proses pembelajaran di Pondok Pesantren Darul Falah dan Pondok Pesantern Darussalam tidak menyebabkan sikap yang radikal. Santri yang masuk ke Pondok Pesantren Pesantren Darul Falah dan pondok pesantern Darussalam memiliki latar belakang yang berbeda dari segi ekonomi dan asal daerah. Sedangkan faktor pendorong mereka masuk ke pondok pesantren karena motif menuntut ilmu agama, dan memperbaiki akhlak. Pengimplementasian nilai dzikir dalam membangun sikap cinta tanah air di pondok pesantren pertama; menanamkan nilai-nilai dan ajaran toleransi terhadap sesama muslim dan non muslim, kedua; menanamkan pandangan positif terhadap negara dan pemberlakuan hukum Islam. Ketiga; nilai-nilai jihad yang komprehensif.Kata kunci : teroris, pembelajaran, pesantren.
MEMBANGUN LULUSAN YANG MEMILIKI KEPEKAAN DIRI DAN KEPEDULIAN SOSIAL UNTUK KEMASLAHATAN BERSAMA Mulyasana, Dedi
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 22, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v22i1.2199

Abstract

Memasuki era saat ini (globalisasi), mau tidak mau bangsa kita harus mampu berkompetisi di dunia yang cenderung tanpa batas. Era saat ini (globalisasi) sendiri identik dengan konsep banyaknya kemiskinan, merajalelanya pengangguran, menjamurnya korupsi, serta kurangnya kepekaan diri dan kepedulian sosial untuk kemaslahatan bersama, dan berbagai gejala lain yang menimpa bangsa Indonesia ini. Apabila kita secara jujur mengkaji terjadinya keterpurukan bangsa, khususnya dalam bidang politik dan ekonomi, maka semua itu bermuara pada suatu sebab, yakni keruntuhan moral dan jati diri bangsa. Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk mengatasi segala keterpurukan bangsa ini tiada lain adalah dengan mengadakan pembinaan kembali karakter dan jati diri bangsa (baca: Karakter Bangsa Indonesia menuju bangsa berkarakter unggul dan cerdas) dalam ini salah satu upaya tercepat yang dapat dilakukan adalah dengan cara meningkatkan kepekaan diri dan kepedulian sosial untuk kemaslahatan bersama. Dalam mencari solusi terhadap situasi yang memprihatinkan ini tidak perlu kita mencari siapa yang salah, tidak perlu kita mencari kambing hitam, tetapi yang perlu kita cari adalah bagaimana sikap kita menghadapi situasi tersebut dan bagaimana langkah arif bijaksana segera diambil dalam mengantisipasi situasi tersebut agar kita dan bangsa kita serta pendidikan serta alumni-alumni perguruan tinggi di Indonesia menjadi lebih maju dan unggul serta memiliki karakter, kepekaan diri, dan kepedulian yang tinggi terhadap bangsanya. Dengan demikian, maka permasalahan pokok yang akan dibahas adalah “Bagaimana membangun lulusan yang memiliki kepekaan diri dan kepedulian sosial untuk kemaslahatan bersama?” Melihat cakupan masalah yang akan dibahas cukup luas, maka untuk mempermudah pembahasan, permasalahan dibatasi pada kepekaan diri dan kepedulian sosial yang dimiliki alumni perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis “lulusan yang memiliki kepekaan diri dan kepedulian sosial untuk kemaslahatan bersama”. Kajian dalam bahasan ini adalah ternyata kepedulian itu di dalamnya tertanam kesetiaan, kemanusiaan, empaty, dan  pengorbanan. Kepedulian  yang dibangun atas dasar nilai-nilai tersebut sedikit / banyak akan melahirkan kebermanfaatan. Kepedulian yang dibangun oleh nilai-nilai kesetiaan, kemanusiaan, empaty, dan pengorbanan yang dilakukan atas dasar iman dan keikhlasan untuk memperoleh ridho Allah adalah aset besar yang tak ternilai harganya. Harga kepedulian itu nilainya akan tersimpan secara abadi dan kelak nilai tersebut akan berubah menjadi penolong di Hari Kiamat. Ujung kepedulian adalah kemaslahatan dan kebermanfaatan. Manusia yang terbaik menurut Rasulullah saw bukanlah manusia yang pintar atau manusia yang berkuasa atau manusia yang kaya. Manusia yang terbaik menurut Allah swt dan Rasul-Nya adalah manusia yang mampu memberikan manfaat bagi sesama. Kata Kunci: Manusia Berkarakter, Kepekaan Diri, dan Kepedulian Sosial.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI WAHANA PEMBELAJARAN BELA NEGARA DALAM MENGEMBANGKAN SEMANGAT NASIONALISME MAHASISWA Sulkipani, Sulkipani
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 22, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v22i2.2190

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Sebagai Wahana Pembelajaran Bela Negara dalam Mengembangkan Semangat Nasionalisme Mahasiswa” ini menjelaskan mengenai PKn sebagai program perkuliahan di perguruan tinggi yang dapat menumbuhkembangkan semangat bela negara mahasiswa. Data penelitian ini dihimpun dari data hasil wawancara dan data hasil kajian analisis kritis terhadap berbagai literatur. Wawancara dilakukan terhadap beberapa informan yang memiliki perhatian dan kompetensi yang mumpuni dalam bidang bela negara dalam perspektif PKn di perguruan tinggi. Literatur yang dijadikan referensi diambil dari berbagai literatur (bahan bacaan) baik media cetak maupun media elektronik yang memiliki relevansi dengan upaya bela negara. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat dipahami bahwa secara konsepsi dan konstruksi Pkn merupakan wahana yang tepat untuk pembelajaran bela negara dalam mengembangkan semangat nasionalisme mahasiswa. Hal tersebut tidak terlepas dari fokus kajian PKn yang dikembangkan saat ini yang pada hakikatnya menitikberatkan pada pembangunan kesadaran sebagai bangsa dan kecintaan terhadap negara Indonesia (nasionalisme). Kata kunci: bela negara, nasionalisme, pendidikan kewarganegaraan
PENERAPAN MODEL VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA CERITA DAERAH DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Fitriani, Vety; Sundawa, Dadang
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v25i1.3669

Abstract

Research is moving on from the issue of th e behavior of learners wich displays the attitude that is not commendable, be less attention and enthusiastic in the learning process so that those conditions concern the researcher to know in depth about the importance of the creation of the character of learners. The approach used is the qualitative approach witj action research methods class. Based on the findings of there search result in the field through instruments of direct observation or interviews that the character formation learners positively impact the learning effectiveness againt PKn teachers can identify the behavior of learners, learns can analyse and disclose his opinion regarding media story area, learners understand the material presented by the teacher in the classroom. The VCT model affect the appearance of religiosity attitudes, honesty, intelligence, toughness, concern, democracy.Keywords: Model VCT, media local story, character.

Page 6 of 25 | Total Record : 246