cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 14116863     EISSN : 25407678     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 478 Documents
Assessment Geometri Mesin Bubut Harrison M390 dengan Metode Pengukuran dan Coordinate Measuring Machine (CMM) Nugraha, Dhion Khairul; Suherlan, Elan; Fauzi, Mohammad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5444

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan assessment geometri terhadap mesin bubut Harrison M390. Kondisi geometri mesin bubut dapat mempengaruhi kualitas benda kerja yang dihasilkan, terutama berkaitan dengan kepresisian benda kerja. Assessment dilakukan dengan dua metode, yaitu metode pengukuran dan metode Coordinate Measuring Machine (CMM). Metode pengukuran dilakukan dengan mengukur kondisi geometri mesin menggunakan alat ukur seperti dial indicator, spirit level, dan alat bantu testbar. Sedangkan metode CMM dilakukan dengan mengidentifikasi titik-titik koordinat untuk selanjutnya diolah menjadi sebuah bidang permukaan. Hasil pengukuran kedua metode dibandingkan dengan kriteria dan toleransi yang diizinkan. Hasil dari assessment terhadap mesin bubut diantara kedua metode menunjukkan hasil yang sama terkait dengan kondisi geometri mesin. Kondisi spindle mesin bubut dalam keadaan baik dan masuk dalam toleransi yang diizinkan. Sedangkan kondisi guide ways dan tailstock mengalami penyimpangan yang diindikasikan oleh parameter pengukuran yang berada di luar toleransi yang diizinkan. Pada guide ways, sebanyak 45% bidang referensi untuk parameter kedataran berada di luar toleransi. Sedangkan pada tailstock, terdapat perbedaan sumbu sebesar   0,622 mm dan 0,168 mm masing-masing untuk tailstock pada posisi maju dan mundur. Pada guide ways dan tailstock juga mengindikasikan hasil yang sama, yaitu nilai kedataran dan kesumbuan yang akan semakin menurun ke arah headstock. Masalah yang terjadi pada guide ways dan tailstock ini dapat mempengaruhi kualitas hasil benda kerja yang dihasilkan.
Analisis Kekuatan Desain Interlocking Filling cabinet Completed Knocked Down dengan Penggunaan Metode Finite Element Analysis Samodra, Yudha; Ganesha, Christophorus Fanri; Sugijopranoto, Andreas; Hutama, Adhi Setya; Anggoro, P. Wisnu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5631

Abstract

Filling cabinet  merupakan bagian dari office equipment yang berfungsi sebagai penyimpan dokumen atau arsip penting dari suatu perusahaan atau sekolah. Terkait proses manufakturnya, filling cabinet  memiliki 2 tipe pembuatan, yaitu completely built up (CBU) dan completely knockeded down (CKD). PT. X merupakan salah satu Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan office equipment. Pada proses pembuatan filling cabinet  4 laci di PT. X,   ternyata masih terdapat permasalahan, salah satunya adalah waktu produksi yang lama. Hal ini disebabkan oleh proses pembuatan filling cabinet  tersebut masih menggunakan tipe completely built up (CBU). Oleh karena itu diperlukan pengembangan produk untuk mengganti tipe produksi filling cabinet , dari tipe CBU menjadi tipe completely knockeded down (CKD). Pada penelitian ini, dianalisis 3 jenis desain interlocking filling cabinet  CKD seperti louver, hemming, dan screw. Selanjutnya dianalisis menggunakan metode Finite Element Analysis, dengan cara simulasi dengan perangkat lunak Computer Aided Engineering (CAE). Tujuan dari penelitian ini adalah didapatkan jenis desain interlocking filling cabinet  yang memiliki ketahanan yang paling tinggi. Berdasarkan hasil analisis, desain filling cabinet  dengan tipe hemming, merupakan Solusi desain untuk tipe CKD. Karena nilai simulasi tegangan yang terbesar terdapat pada tipe tersebut, 286,764 MPa untuk pembebanan 30kg, 467,782 MPa untuk 50kg, dan 761,501 MPa untuk 70kg.
Analisis Pengembangan Produk Mesin Pengiris Keripik Pisang dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Pratama, Rico Wahyu; Muzaki, Mochamad; Sari, Nurlia Pramita; Firmansyah, Hilmi Iman; Takwim, R.N. Akhsanu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.4672

Abstract

Wilayah Kabupaten Malang merupakan dataran tinggi yang dikelilingi oleh beberapa gunung pada ketinggian 250-500 meter di atas permukaan air laut. Adapun salah satu produk olahan yang paling populer di daerah tersebut adalah keripik pisang. Pembuatan keripik pisang melaui beberapa tahapan diantaranya pengupasan kulit, pengirisan, penggorengan dan pemberian bumbu. Diantara beberapa tahapan ini proses pegirisan membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan proses yang lain. Permasalahan yang terjadi pada customer adalah hasil dari irisan   kotor karena disebabkan getah dari buah pisang yang menempel pada pisau pengiris, dan kapasitas produksi masih terbatas. Mesin perajang yang pernah digunakan masih kurang aman, kapasitas terbatas dan membutuhkan daya listrik yang cukup tinggi. Sedangkan alat perajang manual yang digunakan saat ini juga mempunyai beberapa kekurangan diantaranya sering melukai tangan, hasil dari ketebalan rajangan tidak konsisten, kurang sempurna dan kapasitas produksi masih terbatas. Sehingga perlu adanya penelitian dengan tujuan untuk mengembangkan mesin pengiris keripik pisang yang sudah ada sesuai dengan kebutuhan produsesn keripik pisang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan mesin pengiris keripik pisang dengan metode Quality Function Deployment. Dalam pengaplikasian QFD kebutuhan dan keinginan konsumen atau sering disebut  Voice of Customer (VoC) dipetakan dalam alat yang bernama  House of Quality (HoQ). Setelah dilakukan interview kemudian pembentukan desain matriks pada model HoQ, ditemukan bahwa produsen keripik buah apel mengingiinkan perajang yang mampu menhasilkan tebal rajangan 1,5 - 3mm dengan kualitas dan performa yang lebih baik dibandingkan alat yang sudah ada. Kemudian hasil benchmarking menunjukkan produk yang dikembangkan memiliki keunggulan yang lebih baik dibandingkan produk yang sudah ada.Setelah dilakukan pengolahan data maka dapat disimpulkan bahwaterpilih konsep dengan kombinasi putaran rpm diatur menggunakan dimmer, ketebalan rajangan diatur dengan baut tekan, tuas pengarah menggunakan pegas tarik dan model mesin tipe vertikal.
Studi Eksperimen Variasi Laju Aliran Pendinginan dan Pelapisan Kaca Film pada Panel Surya Bersistem Tubular Cooler Hardiatama, Intan; Devlin, Nigel Gavriel; Mulyadi, Santoso; Sutjahjono, Hary; Hentihu, Fahrur Rozy; Ilminafik, Nasrul; Trifiananto, Muhammad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5360

Abstract

Panel surya dapat mengubah energi matahari menjadi listrik, Penggunaan panel surya masih memiliki kendala, salah satunya adalah efisiensi daya keluaran yang masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi daya keluaran panel surya adalah dengan mengatur temperatur panel surya. Temperatur panel surya yang terlalu tinggi akan mengurangi efisiensi panel surya, sehingga diperlukan sistem pendinginan untuk menjaga temperatur panel surya tetap pada temperatur yang optimal. Variasi laju aliran pada tubular cooler serta pelapisan kaca film digunakan pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tubular cooler dan kaca film pada panel surya terhadap daya keluaran, efisiensi maupun temperatur yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan sistem pendingin tubular cooler dan kaca film pada panel. Pengambilan data dilakukan selama 6 hari dikondisi luar lapangan. Tingkat kegelapan kaca film divariasikan dan membaginya menjadi dua kelompok penelitian. Pada penelitian pertama digunakan kaca film 0% dan variasi laju aliran 1,2 L/menit, 1,6 L/menit dan 2 L/menit. Pada kelompok penelitian kedua menggunakan kaca film 20% dan variasi laju aliran 1,2 L/menit, 1,6 L/menit dan 2 L/menit. Hasil penelitian pada kelompok pertama menunjukkan panel surya mengalami penurunan temperatur terbesar hingga 11,69%. Penuunan temperatur yang terjadi, menghasilkan peningkatan daya keluaran hingga mencapai 31,88% dibanding panel tanpa pendingin. Pada penelitian kelompok kedua, penggunaan kaca film 20% sangat efektif dalam menurunkan temperatur panel hingga 15,84%, tetapi mengalami penurunan daya keluaran. Penurunan ini disebabkan karena adanya pengurangan intensitas matahari yang diterima oleh panel.
Rancang Bangun Mesin Pengirat Bambu untuk Industri Rumah Tangga dengan Tenaga ¼ HP Firmansah, Achmad Robi; Suares, Reza Mardiansah; Ikhsanudin, Zaky; Ghozali, Achmad Imam; Yanto, Agus Dwi; Lestari, Wahyu Dwi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5688

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal akan kerajinan tangan, yang berbahan baku dari bambu. Namun, proses pengolahan bambu mayoritas masih dilakukan secara manual yaitu dibelah dan disayat dengan menggunakan pisau tangan, sehingga pada penelitian ini akan dilakukan upaya untuk menciptakan mesin penyayat bambu guna mempermudah industri rumah tangga yang bergerak di kerajinan bambu. Mesin penyayat bambu adalah suatu alat bantu yang berfungsi untuk mengerjakan benda kerja dengan prinsip menyayat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin penyayat bambu berkekuatan ¼ horsepower yang dapat digunakan secara efektif dalam industri rumah tangga. Adapun metode yang dilakukan untuk merancang mesin penyayat bambu ini yaitu studi literatur dan analisis kebutuhan, kriteria desain, perancangan konsep, pemodelan dan simulasi, desain detail, pembuatan prototype, dan proses manufaktur. Hasil perancangan menunjukkan bahwa poros 1 memiliki kecepatan 466,67 RPM dan torsi 24,67 Nm, poros 2 dan 3 memiliki kecepatan 311,1 RPM dan torsi 37,01 Nm, serta poros 4 memiliki kecepatan 311,1 RPM dan torsi 37,01 Nm. Sistem gear telah dirancang sebesar 1,5. Simulasi pada rangka menunjukkan tegangan Von Misses maksimal 6,161.194 N/m2, displacement maksimal 0,031 mm, serta safety factor 5,148. Mesin penyayat bambu ini di desain agar dapat menghasilkan sayatan bambu dengan ketebalan sesuai keinginan dan hasil yang cukup banyak dalam waktu yang cukup cepat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan mesin industri rumah tangga yang efektif dan dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas produksi bambu.
Rancang Bangun Mesin Tetas Telur Otomatis Dengan Back Up Energi sebagai Sumber Listrik Cadangan Allatif, Agung Muchlis; Sunyoto, Sunyoto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.4695

Abstract

Mesin tetas telur otomatis merupakan salah satu jenis teknologi tepat guna yang banyak digunakan oleh usaha peternakan penetasan telur ayam. Hasil studi literatur dan observasi menunjukkan adanya permasalahan seperti tidak adanya back up energi pada mesin tetas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat mesin tetas telur otomatis dengan back up energi sebagai sumber listrik cadangan berkapasitas 100 butir telur, untuk mengetahui persentase tingkat keberhasilan penetasan (daya tetas), serta untuk mengetahui tingkat efisiensi back up energi menggunakan baterai pada saat pemadaman listrik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan dengan model 4 D (Define, Design, Development, dan Dessemenitation). Pada penelitian ini berhasil dirancang mesin tetas telur otomatis dengan back up energi. Spesifikasi mesin yang dihasilkan memiliki dimensi 790x420x640 mm, berkapasitas 100 butir telur, penggerak rak tetas motor AC synchronous sebanyak 2 buah memiliki daya masing-masing 4 watt dengan putaran 5/6 rpm, variasi lama putaran rak tetas 3 jam sekali dan 4 jam sekali, dengan pemanas lampu bohlam sebanyak 3 buah dengan daya masing-masing 55 watt dan berkapasitas 100 butir telur. Berdasarkan 2 kali uji coba penetasan, uji coba 1 menetaskan sebanyak 50 butir telur menetas 45 butir telur dan uji coba 2 menetaskan sebanyak 20 butir telur menetas 18 butir telur dengan kata lain rata-rata tingkat keberhasilan penetasan (daya tetas) 90%, serta tingkat efisiensi back up energi cadangan listrik selama 2 jam ketika sumber listrik PLN tidak tersedia.
Simulasi CFD Turbin Francis Skala Laboratorium Sebagai Alat Bantu Praktikum Menggunakan Software Solidwork Mudzakir, Rizal; Haryadi, Haryadi; Widiantoro, Heri
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5108

Abstract

Turbin Francis adalah jenis turbin yang paling banyak   digunakan di pembangkit listrik tenaga air, karena efisiensinya relatif tinggi dalam rentang operasi yang cukup luas. Namun, alat bantu praktek untuk pengajaran turbin Francis yang dibutuhkan untuk pembelajaran jarang tersedia. Alat bantu praktek dan pengajaran masih diimpor dari luar negeri dengan harga yang relatif mahal. Studi literatur menunjukkan bahwa alat bantu praktek untuk turbin cross flow dan turbin propeller berhasil dibuat, namun alat bantu praktek turbin Francis belum banyak ditemukan di dalam negeri hingga saat ini. Pada penelitian ini akan dibahas simulasi aliran hasil dari perancangan turbin Francis skala laboratorium sebagai alat bantu praktek dengan head sebesar 3 m dan debit sebesar 3 liter/s. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi tahap kajian terhadap simulasi terhadapan rancangan yang sudah ada menggunakan CFD untuk mengetahui kekurangan kinerja alirannya dan sekaligus menjadi bahan evaluasi. Berdasarkan hasil simulasi aliran fluida pada alat didapatkan bahwa kapasitas daya turbin untuk model rancangan yang telah dibuat adalah sebesar 112 Watt, sedangkan efisiensi hidroliknya adalah 56%. Kecepatan air pada turbin berkisar antara 1 hingga 4 m/s, dan tekanan air berkisar dari 0,9 hingga 1 bar. Tidak ada daerah tekanan rendah yang berpotensi untuk terjadi kavitasi. Untuk meningkatkan efisiensi dapat dilakukan optimasi pada bagian spiral case dengan mengurangi luas penampang di bagian ujung spiral case agar penurunan distribusi kecepatan yang dihasilkan menjadi lebih halus.
Pengaruh Voltase dan Stick Out terhadap Cacat Permukaan Las MIG Butt Joint Aluminium 6063 Sulistyono, Sulistyono; Shafly Kh, Irfan Hariz
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5821

Abstract

Technological advances are currently experiencing a very rapid increase, one of which is bicycle transportation which is now popular, namely electric bicycles. In the assembly of the frame of an electric scooter, a welding process is needed, one of which is the MIG welding method. The purpose of this study is to determine the effect of welding voltage and stick out on weld defects from MIG welding results on aluminum 6063, the welding defects found are porosity, undercut, and incomplete fusion. According to the results of macro photo observations, the smaller the voltage, the less optimal the electrode melting, as well as the stick out which greatly affects the welding results, because the longer the  stick out, the more the voltage is inhibited, and the protective gas will be reduced due to the distance of the nozzle to the welding point is getting farther due to the longer stick out   distance
Optimasi Parameter Plastic Injection Molding pada Mold ID Card Holder Landscape untuk Menurunkan Cacat Sink Mark Nugroho, Vinsensius Herdani Agung; Syaifullah, Herry; Utomo, Budi Wahyu; Bawono, Baju; Anggoro, Paulus Wisnu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5669

Abstract

Masifnya industri pengolahan plastik mendorong perguruan tinggi vokasi untuk memberikan kompetensi kepada lulusannya menjadi mold maker. Sebagai perwujudan kompetensi terebut, mahasiswa Program Studi Pembuatan Peralatan dan Perkakas Produksi di Politeknik Astra membuat project mold ID card holder dengan format landscape berbahan Polypropylene. Tujuan pembuatan mold ini adalah sebagai alat peraga praktikum dan adanya permintaan produk yang dapat dijadikan sebagai souvenir resmi Politeknik Astra. Seiring berjalannya waktu, ID card holder yang dihasilkan memiliki cacat sink mark, deformasi dan mengalami penyusutan material sehingga ID card sangat sulit untuk masuk dan secara visual tidak layak untuk dijadikan souvenir. Penelusuran yang dilakukan menghasilkan temuan adanya kesalahan prosedur berupa trial dan error dalam proses cetak dan tidak digunakannya CAE dalam proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kembali kombinasi parameter optimal pada mold ID card holder landscape dengan menggunakan kombinasi Metode Taguchi dengan pendekatan GRA-PCA dan software Autodesk Moldflow Adviser Ultimate 2024 serta mendapatkan perbandingan biaya sebelum menggunakan CAE dan sesudahnya. Parameter mold temperature, melt temperature dan injection time menjadi variabel bebas dalam penelitian ini. Sedangkan sink mark estimate, volumetric shrinkage dan warpage menjadi variabel terikatnya. Kombinasi parameter mold temperature 30 °C, melt temperature 200 °C dan injection time 3,5 s memberikan respon optimal sehingga cacat sink mark maksimalnya 0,02 mm dan selisih biaya Rp8.250.000,00 lebih rendah dengan memanfaatkan CAE.
PENGUJIAN PROTOTYPE MESIN INJKESI PLASTIC MOLDING MANUAL DOUBLE BARREL KAPASITAS 5 TF Matahelumual, Marselino; Muslimin, Muslimin
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.5317

Abstract

The plastic injection method is a technique for producing plastic products with different properties and dimensions. The product is made from a combination of materials in the form of particle plastic material, which is used in this study is a thermoplastic polypropylene (PP) type material, this material becomes soft when heated and vice versa becomes hard again when cooled. The conversion of these raw materials is only physical and not chemical conversion, so these raw materials can be recycled if necessary. Plastic injection must meet the requirements such as shape, size and not have defects in the final product injection results such as short shots defects, flashing defects, sink marks defects and flow mark defects and weld lines. The process of injection of plastic products requires optimal parameter settings, namely, heating temperature, melting point, cooling, residence time and injection speed. So that in testing using a manual double barrel plastic injection molding machine with a capacity of 5 tf (5 ton-force = 5000 kg, calming force on molding), it is mandatory to get proper temperature variations and optimal parameter settings, in order to get perfect injection results, in the study The method used is an experimental method consisting of temperature variations of 160 °C, 180 °C and 200 °C which were carried out three times for each temperature variation. After conducting research, we found perfect product results after cleaning, that is, at a temperature test of 180 °C, because only minor flashing defects occurred in the final product. Low and high heater temperature settings, greatly affect the final product.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Volume 20, Nomor 3, Desember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Volume 20, Nomor 2, Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023 Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023 Vol 18, No 1 (2023): Volume 18, Nomor 1, April 2023 Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022 Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022 Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022 Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021 Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021 Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021 Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Nomor 3, Desember 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Nomor 2, Agustus 2020 Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020 Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019 Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018 Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018 Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017 Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017 Vol 12, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016 Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016 Vol 10, No 3 (2015): Volume 10, Nomor 3, Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Volume 10, Nomor 2, Agustus 2015 Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, April 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): Volume 9, Nomor 3, Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014 Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014 Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013 Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013 Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012 More Issue