cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
PELAKSANAAN FLIPPED CLASSROOM PADA MATA KULIAH GEOMETRI TRANSFORMASI DITINJAU DARI KERANGKA WILLIAMS AND EGGERT Hidayah Ansori; Rizki Amalia; Juhairiah Juhairiah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.15639

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran flipped classroom pada mata kuliah geometri transformasi pada porgram studi pendidikan matematika FKIP ULM. Data penelitian merupakan hasil survei pada kelas yang melaksanakan flipped classrom menggunakan instrumen kerangka Williams and Eggert (2002) dan Lew et al. (2016)  , kemudian data dianalisis menggunakan skala likert dan kategorisasi dan prosentasi. Kesimpulan (1) mahasiswa setuju mengikuti perkuliahan selalu memperhatikan penjelasan dosen, (2) Pemrosesan kognitif pada umumnya dapat berlangsung dengan baik akan tetapi mahasiswa masih ragu-ragu dapat memikirkan materi perkuliahan, (3) Mahasiswa setuju bahwa mencatat materi perkuliahan penting, di samping juga mahasiswa memberikan garis bawah atau warna dan memberi komentar untuk dipelajari pada persiapan ujian tengah semester atau ujian akhir semester, (4) Mahasiswa meninjau pemrosesan setelah kelas selesai dengan cara melengkapi catatan, memberikan komentar pada buku catatan, akan tetapi mahasiswa masih belum membuat flashcard untuk belajar.  Kata kunci: Flipped Classroom, geometri Transformasi, kerangka Williams and Eggert Abstract: Contents are typed with Arial Narrow font, size 11, Justify, italic, and single spaces. Abstract contains a summary of research objectives, research methods, and results. Abstract consists of a maximum of 200 words. Abstract: This study aims to describe the implementation of flipped classroom learning in the geometry transformation course in the Mathematics Education Study Program FKIP ULM. The research data is the result of surveys in classes that carry out flipped classes using the Williams and Eggert (2002) and Lew et al. (2016), then the data were analyzed using a Likert scale and categorization and percentage. Conclusions (1) students agree to attend lectures always pay attention to the lecturer's explanation, (2) Cognitive processing in general can go well but students are still unsure about being able to think about lecture material, (3) Students agree that taking notes on lecture material is important, besides students provide underlines or colors and provide comments to study in preparation for midterm or final semester exams, (4) Students review processing after class is over by completing notes, commenting on notebooks, but students still haven't made flashcards for study . Keywords: Flipped Classroom, Transformation geometry, Williams and Eggert framework
LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LINGKARAN DITINJAU DARI SELF EFFICACY Lela Nur Safrida; Sunardi Sunardi; Abi Suwito; Ervin Oktavianingtyas; Dinda Rizkina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15091

Abstract

Fokus keahlian yang diperlukan dalam pembelajaran matematika abad ke-21 meliputi kemampuan berpikir kritis (critical thingking), kemampuan komunikasi (communication), kreativitas (creativity), dan kerja sama (collaboration). Hal ini akan terwujud apabila siswa memiliki literasi matematikanya baik. Faktanya, literasi matematika siswa di Indonesia masih rendah. Rendahnya literasi matematika siswa di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya self efficacy karena merupakan faktor internal nonkognitif yang berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika siswa kelas IX SMPN 3 Jember dengan self efficacy tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan masalah lingkaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode angket, tes, dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa angket self efficacy, tes literasi matematika, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level kemampuan literasi matematika dengan self efficacy rendah, sedang, dan tinggi berbeda. Literasi matematika siswa dengan self efficacy rendah pada penelitian ini mencapai level 1 hingga level 3, literasi matematika siswa dengan self efficacy sedang mencapai level 1 hingga level 4, dan literasi matematika siswa dengan self efficacy tinggi mencapai level 4 hingga level 6.   Kata kunci: literasi matematika, lingkaran, self efficacy. Abstract: The focus of 21st century mathematics learning is lies in developing four abilities which include critical thinking skills, communication skills, creativity, and collaboration. This will be achieved if students have good mathematical literacy skills. In fact, students' mathematical literacy skills in Indonesia are low. The low mathematical literacy of students in Indonesia is caused by several factors. One of the factors that need more attention is self-efficacy, it is a non-cognitive internal factor that influence on students' mathematics learning achievement. Therefore, this study aims to describe the mathematical literacy skills of class IX students of SMPN 3 Jember with high, medium, and low self-efficacy in solving circle problems. This study is descriptive research with qualitative approach. Collecting data using questionnaires, tests, and interviews. The instruments used were self-efficacy questionnaires, tests of mathematical literacy skills, and interview guidelines. The results showed that the level of mathematical literacy skills with low, medium, and high self-efficacy were different. In general, the setudents’ mathematical literacy with low self-efficacy reach level 1 to level 3, the students’ mathematical literacy with moderate self-efficacy reach level 1 to level 4, and the students’ mathematical literacy with high self-efficacy reach level 4 up to level 6. Keywords: mathematical literacy, circle, self-efficacy.
MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB PADA MATERI PROGRAM LINEAR DENGAN METODE DRILL AND PRACTICE R. Ati Sukmawati; Delsika Pramata Sari; Renaldi Al Amin; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15100

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi program linier dengan metode drill and practice serta menganalisis kelayakan media pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba media pembelajaran ini adalah siswa kelas X IPA 1 MAN 3 Banjarmasin. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif. Media interaktif dinyatakan valid dan praktis jika persentase capaian lebih dari 64% atau kriteria tinggi atau sangat tinggi, serta dinyatakan efektif jika minimal 75% ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh media pembelajaran berbasis web yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi ReactJS, Bootstrap, Material UI, React-katex, Geogebra, JSON, dan Firebase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) validitas yang diperoleh dari ahli materi dan ahli media dikategorikan sangat valid dengan capaian masing-masing 90% dan 85,2%; (b) kepraktisan diperoleh dari angket tanggapan siswa dan guru yang memberikan tanggapan positif dengan capaian masing-masing 84,1%, dan 93,5%; (c) media pembelajaran dikatakan efektif berdasarkan data hasil belajar siswa lebih dari kriteria ketuntasan minimal, yaitu dengan skor rata-rata 86,71. Berdasarkan hasil uji validitas, kepraktisan, dan keefektifan, penelitian ini telah menghasilkan media pembelajaran yang layak digunakan dalam pembelajaran materi program linier di kelas XI.   Kata kunci: media pembelajaran interaktif berbasis web, program linier, metode drill and practice Abstract: The purpose of this study was to develop web-based interactive learning media on linear program material with drill and practice methods and analyze the feasibility of the learning media. This study used the Research and Development method with ADDIE model which consisted of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of the learning media trial were students of grade X Science 1, MAN 3 Banjarmasin. The data obtained were analyzed by descriptive statistics. Interactive media was declared valid and practical if the percentage of achievement is more than 64% or the criteria are high or very high, and is declared effective if it has at least 75% classical completeness. Based on the research results, it was obtained that web-based learning media was developed using ReactJS, Bootstrap, Material UI, React-katex, Geogebra, JSON, and Firebase technologies. The results showed that (a) the validity obtained from material experts and media experts were categorized as very valid with respective achievements of 90% and 85.2%; (b) practicality was obtained from the student and teacher response questionnaire which gave positive responses with respective achievements of 84.1% and 93.5%; (c) learning media is said to be effective based on data on student learning outcomes more than the minimum completeness criteria, namely with an average score of 86.71. Based on the results of validity, practicality, and effectiveness, this research had produced learning media that were suitable for use in learning linear program material in class XI.  Keywords: web-based interactive learning media, linear program, drill and practice method
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERORIENTASI PISA KONTEN QUANTITY Sufri Mashuri; Risnanang Kurniawan; Jahring Jahring
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15417

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berorientasi PISA konten quantity. Penelitian ini melibatkan 14 orang siswa kelas VIII SMP IT Wihdatul Ummah Kolaka sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes untuk mengetahui kemampuan literasi matematis siswa dan wawancara untuk menggali informasi mendalam terhadap hasil tes. Berdasarkan teknik analisis data yang digunakan, diperoleh hasil bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berorientasi PISA konten quantity pada indikator merumuskan masalah secara sistematis level 1 dan 2 berada pada kriteria sedang dengan persentase 41%, hal ini dikarenakan siswa kurang mampu mengolah informasi pada soal. Pada indikator menalar level 3 dan 4 berada pada kriteria rendah dengan persentase 32,1%, hal ini dikarenakan siswa tidak mampu menalar dengan logis dan tepat untuk mengerjakan soal, dan pada indikator memecahkan masalah level 5 dan 6 berada pada kriteria kurang dengan persentase 24,3%, hal ini dikarenakan siswa tidak mampu membuat generalisasi yang tepat untuk mengerjakan soal. Kata kunci: literasi matematis, PISA, konten quantity Abstract: This research is a descriptive research that aims to describe students' mathematical literacy ability in solving PISA-oriented questions with quantity content. This study involved 14 eighth grades students of SMP IT Wihdatul Ummah Kolaka as research subjects. The data collection technique was done by using tests and interviews. Based on the data analysis technique used, it was found that the mean mathematical literacy ability of students in solving PISA-oriented questions, the content quantity on the indicators of systematically formulating problems level 1 and 2 was at moderate criteria with a percentage of 41%, because students were less able to process information on questions. In the level 3 and 4 reasoning indicators are low criteria with a percentage of 32.1%, because students are not able to reason logically and correctly to work on questions, and on the indicators of solving problems levels 5 and 6 are in less criteria with a percentage of 24, 3%, because students are not able to make correct generalizations to work on problems. Keywords: mathematical literacy, PISA, quantity content
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SD MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA Widayati Widayati; Mujidin Mujidin; Faisa Nirbita Mahmudah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15467

Abstract

Karakter seseorang perlu ditanamkan , salah satunya di sekolah. Hal itu menjadi peran guru dalam mengenalkan nilai agama dan memberikan bimbingan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pembentukan karakter serta implemen­tasinya pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran matematika dengan alat peraga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa hasil observasi, refleksi mengajar, Tes, RPP. Teknik analisis data kualitatif dengan mereduksi data merujuk pada pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, abstraksi, dan pentransformasian data. Populasinya kelas 4 SD Purbayan Kotagede Yogyakarta, pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu kelas 4 Shidiq dengan 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggu­nakan tes. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil pene­litian menunjukkan siswa karakter tanggung jawab lebih baik dalam kesiapan belajar sebelum pembelajaran, dan sikap tanggung jawab meningkat dengan aktif mengikuti pembelajaran, mengerjakan dan menyelesaikan tugas tepat waktu setelah pembelajaran dengan alat peraga. dan terlibat aktif dalam tugas kelompok. Hasil pemahaman konsep menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan Alat Peraga adalah  64,6 dan 96,18 dengan mean rank yaitu negative rank 6,75 dan positif rank 9,84, nilai Z yakni -3,137. Diketahui bahwa signifikansinya 0,002 sehingga terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan pembelajaran Matematika sebelum dan sesudah menggunakan Alat Peraga. Kata kunci: Alat Peraga, Karakter, Matematika. Abstract: One's character needs to be instilled, one of which is at school. This becomes the teacher's role in introducing religious values and providing guidance. The research objective was to determine character formation and its implementation on student learning outcomes before and after learning mathematics with visual aids. This research uses descriptive qualitative and quantitative methods. The instruments used are the results of observations, teaching reflection, tests, lesson plans. Qualitative data analysis techniques by reducing data refer to selecting, focusing, simplifying, abstracting, and transforming data. The population is grade 4 SD Purbayan Kotagede Yogyakarta, taking samples with purposive sampling, namely grade 4 Shidiq with 28 students. Data collection techniques using tests. Quantitative data analysis techniques using the Wilcoxon Test. The results of the study showed that students with a character of responsibility were better in learning readiness before learning, and the attitude of responsibility increased by actively participating in learning, working on and completing assignments on time after learning with visual aids. and actively involved in group assignments. The results of understanding the concept show that the average scores before and after learning using the Teaching Aid are 64.6 and 96.18 with a mean rank of negative rank of 6.75 and a positive rank of 9.84, a Z value of -3.137. It is known that the significance is 0.002 so that there are differences in student learning outcomes with learning Mathematics before and after using Teaching Aids. Keywords: Props, Character, Mathematics.
TINJAUAN FLIPPED CLASSROOM PADA MATA KULIAH GEOMETRI TRANSFORMASI MENURUT KERANGKA WILLIAMS AND EGGERT Hidayah Ansori; Rizki Amalia; Juhairiah Juhairiah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15798

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran flipped classroom pada mata kuliah geometri transformasi pada porgram studi pendidikan matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran flipped classroom pada mata kuliah geometri transformasi. Data penelitian merupakan hasil survei pada kelas yang melaksanakan flipped classrom menggunakan instrumen kerangka Williams and Eggert, kemudian data dianalisis menggunakan skala likert dan kategorisasi dan persentase. Kesimpulan (1) mahasiswa setuju mengikuti perkuliahan selalu memperhatikan penjelasan dosen, (2) Pemrosesan kognitif pada umumnya dapat berlangsung dengan baik akan tetapi mahasiswa masih ragu-ragu dapat memikirkan materi perkuliahan, (3) Mahasiswa setuju bahwa mencatat materi perkuliahan penting, di samping juga mahasiswa memberikan garis bawah atau warna dan memberi komentar untuk dipelajari pada persiapan ujian tengah semester atau ujian akhir semester, (4) Mahasiswa meninjau pemrosesan setelah kelas selesai dengan cara melengkapi catatan, memberikan komentar pada buku catatan, akan tetapi mahasiswa masih belum membuat flashcard untuk belajar.  Kata kunci: Flipped Classroom, geometri Transformasi, kerangka Williams and Eggert Abstract: This study aims to describe the implementation of flipped classroom learning in the geometry transformation course in the Mathematics Education Study Program FKIP ULM. The purpose of this research is to describe the implementation of flipped classroom learning in transformation geometry courses.The research data is the result of surveys in classes that carry out flipped classes using the Williams and Eggert, then the data were analyzed using a Likert scale and categorization and percentage. Conclusions (1) students agree to attend lectures always pay attention to the lecturer's explanation, (2) Cognitive processing in general can go well but students are still unsure about being able to think about lecture material, (3) Students agree that taking notes on lecture material is important, besides students provide underlines or colors and provide comments to study in preparation for midterm or final semester exams, (4) Students review processing after class is over by completing notes, commenting on notebooks, but students still haven't made flashcards for study . Keywords: Flipped Classroom, Transformation geometry, Williams and Eggert framework
DESAIN AKTIVITAS PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS AUTOMATED REASONING TOOLS DENGAN GEOGEBRA Dewa Putu Wiadnyana Putra; Adhi Surya Nugraha; Marcellinus Andy Rudhito
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15016

Abstract

Penalaran deduktif aksiomatis merupakan pendekatan yang paling banyak digunakan dalam membuktikan pernyataan-pernyataan geometris. Konsep berpikir abstrak yang masih belum matang menyebabkan terjadinya kekeliruan dalam pembuktian. Teknologi yang berkembang saat ini memberikan jembatan bagi kita untuk memvisualkan konsep-konsep abstrak dalam geometri. Software Geometri Dinamis berpotensi dikembangkan untuk membantu proses penalaran. Otomatisasi merupakan sisi yang dapat dieksplorasi dalam integrasi teknologi untuk proses penalaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aktivitas pembelajaran geometri dengan mengintegrasikan Automated Reasoning Tools (ART) GeoGebra pada topik Segiempat. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan mengadopsi model ADDIE. Tahapan yang dilaksanakan dalam penelitian yaitu tahap Analisis, Desain, dan Pengembangan. Kajian Pustaka dilakukan untuk mendesain aktivitas pembelajaran geometri. Hasil penelitian ini adalah desain aktivitas pembelajaran Geometri berbasis ART. Desain aktivitas pembelajaran menggunakan pendekatan Discovery Learning. Hasil pengembangan aktivitas pembelajaran yaitu aktivitas pembelajaran terdiri dari empat tahap utama. Tahapan aktivitas pembelajaran yaitu 1) stimulus masalah terbuka, 2) penyusunan konjektur, 3) verifikasi konjektur dengan ART, dan 4) generalisasi. Kata kunci: Penalaran, ART, Segiempat, Konjektur. Abstract: Abstract Axiomatic deductive reasoning is the most widely used approach in proving geometric statements. Concepts of abstract thinking that are still immature lead to errors in proof. Current developing technologies provide a connection for us to visualize abstract concepts in geometry. Dynamic Geometry Software has the potential to be developed to assist the reasoning process. Automation can be explored in the integration of technology for reasoning processes. This study aims to design geometry learning activities by integrating GeoGebra's Automated Reasoning Tools (ART) on the topic of Quadrilaterals. This research is research and development by adopting the ADDIE model. The stages carried out in the research are the Analysis, Design, and Development. Literature Review was conducted to design geometry learning activities. The result of this study is the design of Geometry learning activities with ART. The learning activity approach uses the Discovery Learning. The result of learning activity development is there are four main stages of these activity. The designed learning activity, namely 1) open-ended problem stimulus, 2) constructing conjectures, 3) verifying conjectures with ART, and 4) generalizing. Keywords: Reasoning, ART, Quadrilateral, Conjectures.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Elva soraya putri salsabella; Iskandar Zulkarnain; Indah Budiarti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.14143

Abstract

Model pembelajaran Problem Based Learning pada Pembelajaran Matematika telah banyak dikaji, diterapkan dan dipublikasikan dalam artikel ilmiah karena mampu meningkatkan koneksi matematis siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar pengaruh Model PBL dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa terhadap pembelajaran matematika: 1) Secara keseluruhan, 2) Berdasarkan jenjang Pendidikan, dan 3) Berdasarkan variabel terikat. Metode penelitian yang digunakan yaitu meta analisis. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu dokumentasi pengumpulan data dan informasi berbentuk tulisan angka yang berupa laporan dan keterangan sehingga dapat mendukung penelitian. Teknik analisis data diperoleh melalui proses seleksi ketat dengan kriteria tertentu yaitu berjumlah 14 penelitian dan yang memenuhi kriteria tersebut berjumlah 7 untuk dianalisis menggunakan software Comprehensive Meta Analysis (CMA) V3.0 dan Microsoft Excel. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) Secara keseluruhan model Problem Based Learning  berpengaruh pada Pembelajaran Matematika dengan ­effect size 1,118 masuk dalam kategori efek besar;(2) Berdasarkan jenjang pendidikan model pembelajaran Problem Based Learning memiliki hasil ­effect size kategori besar dan yang paling berpengaruh diterapkan di jenjang SMP;(3) Berdasarkan kelima variabel terikat yaitu kemampuan berpikir kritis, penalaran matematis, pemahaman konsep matematika, koneksi matematis, dan hasil belajar nilai ­effect size termasuk kategori besar dan yang paling berpengaruh dipakai pada kemampuan koneksi matematis. Kata kunci: Problem Based Learning, Meta Analisis, Pembelajaran Matematika Abstract: The learning model of Problem Based Learning in Mathematics Learning has been widely studied, applied and published in scientific articles because it is able to improve students' mathematical connections in learning. This study aims to analyze how much influence the PBL Model has in improving students' mathematical connection skills towards learning mathematics: 1) Overall, 2) Based on educational level, and 3) Based on the dependent variable. The research method used is meta-analysis. The data collection technique is documentation of data and information form written numbers or reports so the information can support research. Data analysis technique was obtained strict selection process with certain criteria, namely 14 studies and 7 studies to be analyzed using Comprehensive Meta Analysis (CMA) V3.0 software and Microsoft Excel. The conclusions of this study is: (1) Overall Problem Based Learning  effect size on Mathematics Learning of 1.118 included in the large effect category; (2) Based on education level, Problem Based Learning has a large effect size category and the most influential applied at the junior high school level; (3) Based on the five dependent variables, namely critical thinking skills, mathematical reasoning, understanding mathematical concepts, mathematical connections, and learning outcomes,effect size are included large category and the most influential used on mathematical connection abilities. Keywords: Problem Based Learning, Meta Analysis, Mathematics Learning
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) NUMERASI KONTEKS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN SELATAN UNTUK SISWA SMA Mahpi Aulia; Karim Karim; Taufiq Hidayanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15505

Abstract

Kurangnya sumber referensi soal-soal Assessmen Kompetensi Minimum (AKM) numerasi yang membuat siswa SMA kurang terampil menyelesaikan masalah dalam AKM yang dilaksanakan oleh sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kesediaan soal-soal AKM numerasi untuk siswa SMA. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan instrumen AKM numerasi konteks kearifan lokal Kalimantan Selatan untuk siswa SMA. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan model Plomp. Subjek uji coba penelitian adalah 35 siswa kelas XI MIPA 5 SMAN 7 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi ahli, angket respon siswa, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan: (1) instrumen AKM numerasi termasuk valid secara logis karena nilai validitasnya sebesar 3,85 dengan kategori valid, (2) setiap butir soal dalam instrumen AKM numerasi termasuk valid secara empiris karena nilai validitas butir soal dengan tingkat signifikansi 5% antara r-hitung r-tabel atau r-hitung , (3) instrumen AKM numerasi termasuk praktis karena nilai kepraktisannya sebesar 4,03 dengan kategori praktis. Dengan demikian, instrumen AKM numerasi konteks kearifan lokal Kalimantan Selatan yang dikembangkan berkategori valid dan praktis. Kata kunci: AKM, Numerasi, Kearifan Lokal. Abstract: The lack of reference sources of Minimum Competency Assessment (MCA) questions in numeration part makes high school students less skilled in solving problems in the MCA carried out by schools. Therefore, this study aims to produce a numeration instrument of MCA in the context of South Kalimantan local wisdom for Senior High School. This research includes development research using the Plomp model. The subjects of the research trial were 35 students of eleventh grade of SMAN 7 Banjarmasin. Data collection techniques used expert validation instruments, student response questionnaires, and tests. The results showed: (1) the numeration instrument of MCA was logically valid because the validity value was 3.85 with a valid category, (2) each item in the numeration AKM instrument was empirically valid because the value of the validity of the items with a significance level of 5% was between r-calculation > r table or r-calculation > 0.334, (3) The numeration AKM instrument is considered practical because its practicality value is 4.03 in the practical category. Thus, the numeration instrument of MCA in the context of South Kalimantan that have been developed are categorized as valid and practical. Keywords: Minimum Competency Assessment (MCA), Numeration, Local Wisdom.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS HOTS MATERI SEGI EMPAT KONTEKS RUMAH ADAT BAANJUNG GAJAH BALIKU UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs Nur Riski Hasanah; Noor Fajriah; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.15308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menghasilkan LKPD berbasis HOTS materi segi empat konteks rumah adat Baanjung Gajah Baliku untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang valid dan praktis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Research and Development dengan model 4-D. Model tersebut terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun pada peneitian ini hanya sampai tahap develop, yaitu validasi ahli dan uji kepraktisan. Hasil uji kevalidan produk yang dikembangkan yaitu 3,27, yang termasuk dalam kategori sangat valid menurut kriteria kevalidan. Hasil uji kepraktisan sebesar 3,39, yang termasuk dalam kategori sangat praktis menurut kriteria kepraktisan. Dengan demikian, LKPD berbasis HOTS materi segi empat konteks rumah adat Baanjung Gajah Baliku untuk siswa kelas VII SMP/MTs dinyatakan valid dan praktis. Kata kunci: LKPD, HOTS, Rumah Adat Baanjung Gajah Baliku, Segi Empat Abstract: The aim of this research is to describe the process of developing and producing student worksheets based on HOTS  in quadrilateral material in the context of Baanjung Gajah Baliku traditional house for 7th grade junior high school students which are valid and practical. The method used in this study is Research and Development with a 4-D model. The model consists of define, design, develop, and disseminate. However, this research was only carried out until the develop stage, namely expert validation and practicality testing. The results of the validity test is 3.27 which is included in the very valid category according to the validity criteria. The result of the practicality test is 3.39 which is included in the very practical category according to the practicality criteria. Thus, student worksheets based on HOTS in quadrilateral material in the context of Baanjung Gajah Baliku traditional house for 7th grade junior high school students were valid and practical.  Keywords: Student Worksheets, HOTS, Baanjung Gajah Baliku Traditional House, Quadrilateral