cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) PADA SAPI ACEH MENGGUNAKAN SEMEN BEKU SAPI BALI, SIMENTAL, DAN LIMOSIN DI KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nanda Balia Tarmizi; dasrul dasrul; ginta riady
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.515 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7879

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keberhasilan Inseminasi Buatan pada sapi aceh menggunakan semen beku sapi bali, sapi simental, dan sapi limosin di Kecamatan Mesjid Raya  Kabupaten Aceh Besar. Materi penelitian terdiri dari 30 orang responden dan 61 ekor induk sapi aceh yang dipelihara masyarakat di Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Data diperoleh dari hasil IB sapi aceh oleh petugas inseminator, dan hasil wawancara berupa kuesioner dengan peternak. Data dianalisis menggunakan analisis diskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat Conseption Rate (CR) sapi aceh menggunakan semen beku sapi Bali adalah 63,15%, lebih tinggi dari semen beku sapi Simental sebesar 54,54% dan sapi Limosin sebesar 60,00%. Nilai Service Per Conception menggunakan semen beku sapi Bali adalah 1,42 kali lebih rendah dari semen beku sapi simental dan semen beku sapi Limosin yaitu  1,54 dan 1,55. Kata Kunci :  Inseminasi Buatan (IB), sapi aceh, sapi bali, simental dan limosin. ABSTRACT            This study aims to determine whether there are differences in the success of Artificial Insemination on Aceh cows using frozen semen of  Bali cows cattle, simental cows and limousine cows in the District Mesjid Raya Aceh Besar regional. The research material consisted of 30 respondents and 61 cows of Aceh cattle that are herded by society in District Mesjid Raya Regency of Aceh Besar. The method used in this study is the survey method, with sampling by using purposive sampling. The data obtained from AI results of aceh cows by the inseminator officer, and interview  in the form of quisioners with farmer. Data were analyzed using using purposive sampling. The data obtained from AI results of aceh cows by the inseminator officer, and interview  in the form of quisioners with farmer. Data were analyzed using descriptive analysis. The result of this research shows that the level of Conseption Rate (CR) of Aceh cows using frozen semen of Bali cows is 63,15%, higher than Siment cattle semen 54,54% and Limousine cows is 60,00%. The value of Service Per Conception using frozen semen of Bali cattle was 1.42 times lower than semen frozen simental cows and frozen  Limosin cows of 1.54 and 1.55.  Keyword : Artificial Insemination (AI), Aceh cow, Bali cow, simental and limosin.
CEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA INSANG IKAN CENDRO (Tylosurus crocodilus) DI PESISIR KRUENG RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Diana Nasrun; Rinidar Rinidar; T. Armansyah TR
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.403 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3273

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cemaran logam berat timbal (Pb) pada insang ikan cendro (Tylosurus crocodilus) di pesisir Krueng Raya Aceh Besar. Sampel dalam penelitian ini adalah ikan cendro yang diperoleh langsung dari tempat penjualan ikan di Desa Lamnga Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 9 ekor ikan dibagi atas 3 kelompok dan 3 ulangan menurut ukuran tubuh, yaitu ikan cendro kecil dengan bobot 500 g (P1), ikan cendro sedang dengan bobot 500-1000 g (P2), dan ikan cendro besar dengan bobot 1000 g (P3). Prosedur pengujian logam berat timbal mengacu pada SNI 2354.5-2011 dan diperiksa menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil uji memperlihatkan rata-rata (±SD) konsentrasi Pb pada insang ikan cendro yaitu (P1) (-0,2038±0.09), (P2) (-0,2148±0.11) dan (P3) (-0,1681±0.12). Berdasarkan batas deteksi alat uji dari Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri menunjukkan bahwa kadar Pb dari masing-masing bobot ikan adalah 0,0001 mg/kg. Disimpulkan bahwa hasil pengujian konsentrasi Pb pada ikan cendro masih di bawah nilai batas ambang baku Pb pada ikan.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE SERUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DIABETES MELITUS (The Effect of Vitamin E to Superoxide Dismutase Serum Level in Diabetes Mellitus Induced White Rat (Rattus norvegicus) ) Regi Putra; dasrul dasrul; sugito sugito; muslim akmal; zuhrawati zuhrawati; syafruddin syafruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.089 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6759

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian vitamin E terhadap kadar SOD serum tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan tikus putih sebanyak 25 ekor dengan kriteria: sehat, bobot badan 150 – 200 gram; umur ± 3 – 4 bulan; dan jenis kelamin jantan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan 5 kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok perlakuan terdiri atas lima ekor tikus. Kelompok tikus non-diabetes (KN), kelompok tikus diabetes induksi aloksan (KP), kelompok perlakuan yaitu tikus diabetes induksi aloksan dan diberi vitamin E dosis 50 IU/kgbb/hari (P1), 100 IU/kgbb/hari (P2), dan 150 IU/kgbb/hari (P3). Perlakuan vitamin E diberikan selama 28 hari. Pada hari ke-29 setelah perlakuan, dilakukan koleksi serum untuk pengukuran kadar SOD serum dengan spektrofotometer. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA satu arah dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kadar SOD serum adalah 58,00 ± 7,48 U/ml, 36,50 ± 4,56  U/ml (KP), 42,55 ± 5,89 U/ml (P1), 50,44 ± 5,32 U/ml (P2), dan 55,20 ± 4,84 U/ml (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin E dapat meningkatan kadar SOD serum secara signifikan (P0,05). Pemberian  vitamin E dengan dosis 150 IU/kg BB/hari menghasilkan peningkatan kadar SOD serum terbaik pada tikus putih diabetes melitus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian vitamin E dapat meningkatkan kadar SOD serum tikus putih diabetes melitus.ABSTRACT            This study aims to know the effect of vitamin E administration to SOD serum level in diabetes mellitus induced white rats (Rattus norvegicus). This study used 25 white rat in criteria: healthy; body weight 150 – 200 gram; age ± 3 – 4 month; and male sex. The research design was used completely randomized design (CRD) with 4 unidirectional pattern groups treatments. Each group consisted of five rat. Group of non-diabetic rats (KN), group of alloxan-induced diabetic rats (KP), group of alloxan-induced diabetic rats which given with vitamin E 50 IU/kgBW/day (P1), 100 IU/kgBW/day (P2), and 150 IU/kgBW/day (P3). Treatment of vitamin E was given in 28 days. On the 29th day after treatment, serum collection was performed to quantify SOD serum level by spectrophotometers. The data obtained were analyzed by one-way ANOVA and continued with Duncan test. The result showed SOD serum level was 58.00 ± 7.48 U/ml, 36.50 ± 4.56 U/ml (KP), 42.55 ± 5.89 U/ml (P1), 50.44 ± 5.32 U/ml (P2), and 55.20 ± 4.84 U/ml (P3). The result showed that therapy of vitamin E could increase SOD serum level significantly (P0.05). Treatment dose of 150 IU/kgBW/day was the best increasing of SOD serum level in diabetes mellitus induced white rat. The conclusion of research showed that giving of vitamin E can increasing the SOD serum level in diabetes mellitus induced white rat.
SURVEY PERILAKU PENJUAL IKAN ASIN DI WILAYAH PANTAI BARAT ACEH BESAR, ACEH JAYA DAN ACEH BARAT TERHADAP PENGGUNAAN FORMALIN PADA IKAN ASIN Indah Sari Melisa
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.174 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i1.1572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penjual ikan asin di wilayah pantai barat Aceh Besar, Aceh Jaya dan Aceh Barat terhadap penggunaan formalin serta keberadaan ikan asin yang mengandung formalin. Responden berjumlah 34 orang dari tiga wilayah yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan pembagian kuesioner. Metode observasi dilakukan dengan cara meninjau langsung lokasi penjual ikan asin dan metode wawancara mencakup cara pemilihan, pembersihan, penggaraman, pencucian dan penjemuran. Data hasil penelitian ini disajikan secara deskriptif dan disimpulkan setelah dilakukan tabulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil uji laboratorium tidak ditemukan ikan asin yang mengandung formalin serta berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendukung hasil laboratorium yang diperoleh.
JUMLAH CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA DAGING KAMBING DI PASAR TRADISIONAL KOTA BANDA ACEH The Amount Of Bacteria Escherichia coli Feed On Goat Meat At Traditional Market Banda Aceh City Della Miranti; ismail ismail; razali razali
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.539 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah cemaran bakteri Escherichia coli  pada daging kambing di pasar tradisional kota Banda Aceh. Sampel penelitian adalah berasal dari bagian daging paha atas. Pengambilan sampel dilakukan secara acak di 5 pasar tradisional kota Banda Aceh, yaitu Pasar Peunayong, Pasar Beurawe, Pasar Seutui, Pasar Ulee Kareng, dan Pasar Gampong Baru. Setiap pedagang diambil satu sampel bagian daging paha atas dan dimasukkan kedalam plastik steril lalu dimasukkan kedalam kotak pendingin. Metode Pengujian dilakukan melalu identifikasi di  laboratorium dengan metode hitungan cawan total/Total Plate Count. Identifikasi E.coli menggunakan media selektif dengan metode dari agar khusus Eosin Methylen Blue Agar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian didapat bahwa jumlah bakteri Escherichia coli pada daging kambing di pasar Peunayong adalah 2,5 x 102, pasar Beurawe adalah negatif, pasar Gampong Baru adalah 2,8 x 102, pasar Seutui adalah 4,9 x 102 dan pasar Ulee Kareng adalah 3,5 x 102. Semua sampel daging kambing tercemar Escherichia coli, yang memperlihatkan perubahan koloni berwarna metalik kehijauan pada Eosin Methylen Blue Agar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan jumlah cemaran bakteri pada daging kambing pada pasar tradisional di Banda Aceh besar tidak memenuhi standar SNI. SNI 01-7388-2009.This study aims to determine the amount of contamination of Escherichia coli bacteria in goat meat in the traditional market of Banda Aceh city. The study sample was derived from the upper thigh meat section. Sampling was conducted randomly in 5 traditional markets of Banda Aceh, namely Peunayong Market, Beurawe Market, Seutui Market, Ulee Kareng Market, and Pasar Gampong Baru. Each merchant picked up a sample of the upper thigh meat section and inserted into a sterile plastic then inserted into the cooler. Testing method is done through the identification in the laboratory with the Total Plate Count method. Identification of E.coli using selective media with a method of special agar Eosin Methylen Blue Agar. The data obtained were analyzed descriptively. From the research results, it is found that the number of Escherichia coli bacteria in goat meat in Peunayong market is 2.5 x 102, Beurawe market is negative, New Gampong market is 2.8 x 102, Seutui market is 4.9 x 102 and Ulee Kareng market is 3.5 x 102. All samples of mutton contaminated Escherichia coli, which showed a greenish-colored colony change in Eosin Methylen Blue Agar. From this research, it can be concluded that the amount of bacteria contamination in goat meat in traditional market in Banda Aceh does not meet the standard of SNI. SNI 01-7388-2009. This study aims to determine the amount of contamination of Escherichia coli bacteria in goat meat in the traditional market of Banda Aceh city. The study sample was derived from the upper thigh meat section. Sampling was conducted randomly in 5 traditional markets of Banda Aceh, namely Peunayong Market, Beurawe Market, Seutui Market, Ulee Kareng Market, and Pasar Gampong Baru. Each merchant picked up a sample of the upper thigh meat section and inserted into a sterile plastic then inserted into the cooler. Testing method is done through the identification in the laboratory with the Total Plate Count method. Identification of E.coli using selective media with a method of special agar Eosin Methylen Blue Agar. The data obtained were analyzed descriptively. From the research results, it is found that the number of Escherichia coli bacteria in goat meat in Peunayong market is 2.5 x 102, Beurawe market is negative, New Gampong market is 2.8 x 102, Seutui market is 4.9 x 102 and Ulee Kareng market is 3.5 x 102. All samples of mutton contaminated Escherichia coli, which showed a greenish-colored colony change in Eosin Methylen Blue Agar. From this research, it can be concluded that the amount of bacteria contamination in goat meat in traditional market in Banda Aceh does not meet the standard of SNI. SNI 01-7388-2009.
Profil Hematologi Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Terpapar Merkuri Klorida (HgCl2) [The Profile of Tilapia Fish (Oreochromis mossambicus) Hematology Expose to Mercury Chloride (HgCl2)] Cut Nurlaila Sari; Zuhrawati NA; Nuzul Asmilia
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.741 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3431

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menghitung jumlah sel darah putih, jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah trombosit ikan mujair (Oreochromis mossambicus) yang diberi paparan merkuri klorida (HgCl2). Sampel ikan diambil dari tambak ikan Gampong Cadek, Banda Aceh sebanyak 36 ekor. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap pola faktorial 3x4, terdiri dari 4 kelompok perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor A (lama perlakuan 10, 20 dan 30 hari) dan faktor B (paparan merkuri klorida 0,00; 0,25; 0,50; dan 0,75 ppm). Ikan sebanyak 9 ekor  dimasukkan ke dalam masing-masing akuarium berisi 100 liter air. Sampel darah diambil pada vena caudalis sebanyak 1 ml dari 3 ekor ikan mujair pada setiap kelompok pada hari ke 10, 20, dan 30. Darah diperiksa dengan menggunakan Hematology Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan merkuri klorida tidak mempengaruhi jumlah sel darah putih, jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah trombosit ikan mujair. Hasil juga menunjukkan tidak ada pengaruh interaksi antara konsentrasi paparan merkuri klorida dan lama paparan merkuri klorida terhadap profil hematologi. ABSTRACTThe aimed of this study was to calculate the numbers of white blood cells, red blood cells, hemoglobin level, hematocrit proportion and number of platelets of Tilapia fish (Oreochromis mossambicus) that had been exposed to mercury chloride (HgCl2). A total of 36 samples from fish ponds of Gampong Cadek, Banda Aceh. This study was designed by using complete randomized factorial pattern 3x4, which consisted of 4 treatments and 3 replications. Factor A (duration of treatment 10, 20 and 30 days) and factor B (exposured to mercury chloride at 0,00; 0,25; 0,50; and 0,75 ppm). Nine fish were put into every aquarium containing 100 liters of water. Blood sample were taken 1 ml  from vena caudalis from 3 Tilapia fish in each group on day 10, 20, and 30.  Blood examined using Hematology Analyzer. The result of the study indicated that mercury chloride consentration do not affect  the number of white blood cells, red blood cells, hemoglobin level, hematocrit proportion and amount platelets of Tilapia fish. Furthermore, it is also showed  no interaction between concentration of mercury chloride and periode  exposure of mercury chloride to the hematology profile.
Isolasi Bakteri Salmonella sp dari Feses Sapi Aceh di Pusat Pembibitan, Aceh Besar Cut Iusma Muzadin; Teuku Reza Ferasyi; Fakhrurrazi Fakhrurrazi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.836 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7818

Abstract

       This research was aimed to isolate Salmonella sp bacteria from cattle faeces of Aceh in the Center of Breeding, Aceh Besar. A total of 10 cattle taken faeces for sample. Then isolation of bacteria Salmonella sp was using Carter method isolation of  Salmonella sp was conductes using inoculate faeces of performed cattle after taken using swab steril on the media Salenit Cystine Broth (SCB). Furthermore, the sample were planted on selective media of Salmonella Shigella Agar (SSA) and observed colony morphology. Next a microscopic observation with Gram staining. Then a was conducted suspected colony as bacterial Salmonella sp was tested by Biochemical test (Indol, MR-VP, SIM, Simmons Citrate, TSIA) and sugar test, which consists of (glucose, sucrose, lactose and manitol). The result of this research was analysed descriptively. The result of a total of 10 samples, can be isolated positive Salmonella sp on 2 samples.Keywords : Aceh cattle, Salmonella sp
IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA IKAN JEBONG (Abalistes stellaris) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) LAMPULO KOTA BANDA ACEH Muhammad Geraldy Zarry; Muhammad Hambal; Zuhrawaty N.A.
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.774 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.2729

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi endoparasit pada Starry Triggerfish (Abalistes stellaris) yang diperoleh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo Banda Aceh. Penelitian dilakukan pada Mei 2016 di Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah. Sebanyak 25 Abalistes stellaris diperoleh dan kemudian diperiksa untuk mengetahui keberadaan endoparasit. Sebelum diperiksa, panjang ikan diukur dan berdasarkan pada keberadaan telur di perut, jenis kelamin ikan diidentifikasi. Pengamatan dari endoparasit dilakukan dengan mengamati organ internal ikan secara makroskopik kemudian mikroskopik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan terinfeksi oleh Anisakis spp. dan Tetraphylidea di perut dan usus ikan dengan tingkat prevalensi masing-masing endoparasit antara 12% dan 36%. Hasil juga menunjukkan bahwa semakin panjang tubuh ikan, semakin banyak parasit yang diperoleh.Kata Kunci: Abalistes stellaris, Anisakis spp., endoparasit ABSTRACT      This study aims to identify endoparasite on Starry Triggerfish (Abalistes stellaris) obtained from the Lampulo Fish Auction Site (TPI) Banda Aceh. The study was conducted in May 2016 at the Laboratory of Parasitology, Faculty of Veterinary Medicine Unsyiah. As many as 25 Abalistes stellaris were collected and then examined to find out endoparasites. Before examined, the length of fish were measured and based on the existence of spawn in the abdomen, the sex was identified. Observations of the endoparasites were done by observing internal organs of fish macroscopic then microscopic. The results revealed that the fish were infected by Anisakis spp. and Tetraphylidea in the stomach and intestines of fish with a prevalence rate of each endoparasite between 12% and 36%. Results also showed that the longer the fish length is, the more parasites were obtained.Keywords: Abalistes stellaris, Anisakis spp., endoparasites
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA INSISI (Vulnus incisivum) PADA MENCIT (Mus musculus) Ines Gusti Pebri; Rinidar Rinidar; Amiruddin Amiruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.273 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i1.5655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) terhadap proses penyembuhan luka insisi pada mencit (Mus musculus).Hewan coba yang digunakan mencit sebanyak 12 ekor, berjenis kelamin jantan, berumur 2-3 bulan dan berat badan 20-50 gram. Luka insisi dibuat pada punggung mencit menggunakan scalpel sepanjang 1cm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.Perawatan dilakukan 1 kali sehari selama 14 hari yaitu K1 diberi aquades, K2 (ekstrak daun binahong 5%), K3 (ekstrak daun binahong 10%), dan K4 (ekstrak daun binahong 15%).Parameter proses penyembuhan luka yang diamati adalah ukuran luka, kemerahan dan udema, terbentuknya keropeng dan terlepasnya keropeng yang diukur dalam satuan hari. Data hasil pengamatan dianalisis secara deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 15%  menunjukkan hasil kesembuhan yang lebih cepat pada luka insisi dibandingkan dengan aquades, ekstrak daun binahong 5%, dan 10%. Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun binahong pada konsentrasi 15% dapat menyembuhkan dan mempercepat proses penyembuhan luka insisi pada mencit dibandingkan dengan konsentrasi 10% dan 5%.This study aims to determine the provision leaves extract Binahong (Anredera cordifolia) towards the wounds healing insision in mice (Mus musculus). This experiment used 12 mice, male, aged 2-3 months old and weight 20-50 grams. Insision was made on the backs of mice using a scalpel as 1 cm long. Completely Randomized Design (CDR) was used in this study with 4 treatment groups and 3 repepetitions. Treatment is done once a day for 14 days which K1 is given aquades, K2 (binahong leaf extract 5%), K3 (binahong leaf extract 10%) and K4 (binahong leaf extract 15%).The parameter of the wounds healing process observed were wound siza, redness and udema, the formation of scabs and the removal of scabs measured in units of days. This analysis is done by using descriptive analysis. The result showed that leaf extract binahong 15%  speed up the healing incision wound mice rather than aquades,leaf extract binahong 5% and 10%. It was concluded that leaf extract binahong 15% speed up the wounds healing incision of mice rather than leaf extract binahong 10% and 5%.
Histologi Ureter dan Vesika Urinaria Ikan Lele Lokal (Clarias batrachus) (Histology of Ureter and Vesica Urinaria in Local Catfish (Clarias batrachus) Anka Rahmi Ade Utami; Cut Dahlia Iskandar; Zainuddin Zainuddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.121 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.2689

Abstract

ABSTRAK                Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur histologis ureter dan vesika urinaria ikan lele lokal (Clarias batrachus). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah  ureter dan vesika urinaria, tiga ekor ikan lele lokal jantan dan tiga ekor ikan lele lokal betina dewasa. Sampel kemudian dibuat menjadi preparat histologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE) dan diteliti strukturnya menggunakan metode histologi eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara ureter dan vesika urinaria  ikan lele lokal jantan dan betina, baik secara makroskopis maupun mikroskopisnya. Ureter dan vesika urinaria memiliki struktur sama dengan ketebalan berbeda yang terdiri dari tunika mukosa, lamina propria, tunika muskularis, dan tunika adventisia. Tunika mukosa dan tunika muskularis vesika urinaria lebih tebal dari pada ureter.  ABSTRACT                This study aims to know the histological structure of ureter and vesica urinaria in local catfish (Clarias batrachus). Samples used in this study were ureter and vesica urinaria from three adult male and three adult female local catfish. Histological samples stained with haematoxylin-eosin (HE) then examinated using explorative histological method. The result revealed that ureter and vesica urinaria in male and female local catfish do not have any difference in macroscopic and microscopic appearance. Ureter and vesica urinaria have same common structures and layers, and could be distinguished by the thicknes of the layers. Both of the organs have tunica mucosa, lamina propria, tunica muscularis, and tunica adventitia. Tunica mucosa and muscularis layers in vesica urinaria are thicker than those in ureter.