cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
PENGARUH KETAMIN – XYLAZIN TERHADAP PENINGKATAN FREKUENSI JANTUNG DAN NAFAS PADA KUCING LOKAL (Felis domestica) YANG DIOVARIOHISTEREKTOMI Yunita Arieski
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.627 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9318

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah frekuensi jantung dan nafas pada kucing lokal (Felis domestica) yang diovariohisterektomi dengan menggunakan anastesi ketamin-xylazin. Penelitian ini menggunakan 7 ekor kucing. Masing-masing kucing diinjeksikan premedikasi atropin sulfat dengan dosis 0,05 mg/kg BB, ketamin dengan dosis 10 mg/kg BB dan xylazin dengan dosis 1 mg/kg BB. Kemudian diamati frekuensi nafas dan denyut jantung pada masing-masing kucing tersebut setiap 5 menit sejak stadium I (Analgesia) sampai stadium III (Pembedahan). Frekuensi denyut jantung dihitung dengan menggunakan stetoskop. Kedua variabel dihitung frekuensinya setiap 5 menit. Untuk menghitung frekuensi napasnya dilakukan pengamatan pada saat respirasi (mengamati dan menghitung jumlah respirasi dari pergerakan otot perut dan dada). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata (± SD) frekuensi jantung berturut-turut dari stadium I, II, dan III yaitu, stadium I 106 ± 27,03, stadium II 139,44 ± 8,95, dan stadium III 161,22 ± 26,94, sedangkan rata-rata frekuensi nafas berturut-turut yaitu, stadium I 22,85 ± 5,84, stadium II  29,28 ± 2,05 dan stadium III 35,8 ± 1,46. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan frekuensi jantung dan nafas kucing lokal (Felis domestica) yang diovariohisterektomi pada setiap stadium.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI LIMPA BABI HUTAN (Sus scrofa) YANG TERINFEKSI PARASIT INTERNAL DI KAWASAN LHOKNGA ACEH BESAR Nur rachmatika; Muttaqien Bakri; Ummu Balqis
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.297 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9282

Abstract

Babi merupakan hewan transmiter yang dapat menyebabkan zoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi limpa babi hutan (Sus scrofa) yang terinfeksi parasit internal di kawasan Lhoknga Aceh Besar. Sampel penelitian menggunakan tiga ekor babi hutan. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode natif untuk pemeriksaan feses, ulas darah tipis dengan pewarnaan Giemsa untuk pemeriksaan darah dan pemeriksaan patologi anatomis dan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan babi pertama positif terinfeksi oleh Anaplasma marginale, sedangkan pada pemeriksaan feses menunjukkan babi kedua positif terinfeksi Strongyloides ransomi dan babi ketiga negatif. Hasil pengamatan patologi anatomis limpa babi pertama menunjukkan pembengkakan, babi kedua mengalami perubahan warna berupa ungu kecoklatan, dan babi ketiga terdapat nodul. Hasil pemeriksaan histopatologi limpa pada babi pertama terlihat edema pada pembuluh darah, infiltrasi sel radang, pulpa merah dan pulpa putih tidak berbatas jelas, hiperemi, dan hemoragi. Pada babi kedua terlihat hiperemi dan infiltrasi sel radang dan pada babi ketiga terjadi hemoragi, hiperemi, dan terdapat Melano Makrofag Center (MMC). Dari keterangan di atas terjadinya perubahan histopatologi pada limpa babi hutan yang terinfeksi oleh parasit internal. 
IDENTIFIKASI PARASIT PADA GURITA (Octopus Sp) DI PERAIRAN PANTAI LAMPUUK KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR heri yandi; muttaqien Bakri; Winar uddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.486 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9570

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi gurita (Octopus sp) di Perairan Lampuuk, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 5 ekor gurita yang diambil dari Perairan Lampuuk, diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk melihat keberadaan ektoparasit dan endoparasit. Pemeriksaaan ektoparasit dilakukan dengan cara pengamatan organ tubuh bagian luar dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop, sedangkan pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada permukaan dalam dari Saluran pencernaan. Dari hasil penelitian tidak ditemukan jenis parasit yang menginfestasi gurita di Perairan Lampuuk. ABSTRACTThis research aimed to identify parasite type that infect Octopus (Octopus sp) in waters Lampuuk, Lhoknga subdistrict Aceh Besar District. Total of 5 Octopuses were collected from Lampuuk waters and examined at Parasitology Laboratory of Veterinary Faculty Syiah Kuala University Banda Aceh to examine the existence of ectoparasites and endoparasites. Examination of ectoparasite was carried out by observing the external body organ then examined under a microscope, while endoparasit examination was observed on the inner surface of the GI tract. In conclusion, there are no parasites found in octopus collected from Lampuuk.
IDENTIFIKASI PARASIT PADA IKAN KERAPU SUNU (Plecetropomus leopardus) YANG DIJUAL DI TPI LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (Identification Of Parasites On Grouper (Plecetropomus leopardus) Sold In Lhoknga Fish Auction Site (FAS), Lhoknga Subdistrict Aceh Besar District) ridhwan ridhwan; Muttaqien bakri; Winaruddin Winaruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.002 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9692

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi ikan kerapu (Plecetropomus leopardus) di TPI Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 5 ekor ikan kerapu sunu yang diambil di TPI Lhoknga, diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk melihat keberadaan ektoparasit dan endoparasit. Pemeriksaaan ektoparasit dilakukan dengan cara pengamatan organ tubuh bagian luar dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop, sedangkan pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada permukaan dalam dari saluran pencernaan. Dari hasil penelitian ditemukan dua jenis parasit yang menginfestasiikan kerapu sunu yaitu Gyrodactylus sp dan Trichodina sp di insang . Sebanyak 80% kerapu terinfestasi Gyrodactylus sp dan 20% Trichodina sp.ABSTRACTThis research aims to identify parasite type that infect grouper (Plecetropomusleopardus) in TPI Lhoknga, Aceh Besar. Total of 5 fish grouper were taken from TPI Lhoknga, and examined at Parasitology Laboratory of Veterinary Faculty Syiah Kuala University Banda Aceh to see the existence of ectoparasites and endoparasites. Examination of the topsoil was observed by an external body organ then examined under a microscope, while endoparasit examination was observed on the inner surface of the GI tract. The results revealed that the fish  were infected by Gyrodactylus sp and Trichodina sp in the gills. As many as 80% of grouper infected by Gyrodactylus sp and 20% Trichodina sp.
KANDUNGAN Escherichia Coli PADA TELUR ITIK YANG DIJUAL DI PASAR INDUK LAMBARO KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR(The Amount of Escherichia coli in Duck Eggs Sold In The Central Market of Lambaro,Ingin Jaya District Aceh Besar) hendri saputra; Rastina Rastina; Ismail Ismail; M Jalalluddin; Erina Erina; Rusli Rusli
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 1 (2018): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.58 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i1.9693

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan melihat jumlah bakteri E.coli pada telur itik yang dijual di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Dalam penelitian digunakan 20 telur itik dari 10 pedagang yang berbeda. Pengujian jumlah bakteri E.coli  mengunakan  Metode Total Plate Count (TPC) yang mengacu pada SNI 7388 : 2009 dengan pengenceran 10-1 sampai 10-4. Hasil positif dari cemaran E.coli ditandai dengan terbentuknya koloni berwarna hijau metalik pada media eosin methyline blue agar (EMBA). Hasil dari penelitian menunjukkan tidak adanya cemaran E.coli. Berdasarkan  hasil dari penelitian telur itik yang dijual dipasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar tidak tercemar dari E.coli.                                                                                                           AbstractThis study aims to indentify comtamination of E.coli in duck eggs sold in The Central Market of   Lambaro, Ingin Jaya District Aceh Besar. In the study used 20 duck eggs from 10 using Total Plate Count (TPC) method with refering SNI 7388 : 2009 with by methalic green coloni different trader in Lambaro central market. Amount testing E.coli  using contamination dilution 10-1 to10-4. The positive result of coloni on the eosin methylene blue agar (EMBA) medium.  The result of the study did not show any E.coli contamonation based on the research result can be concluade that the duck eggs sold in the central market Lambaro Ingin Jaya District Aceh Besar free from E.coli contamination. 
IDENTIFIKASI JENIS CACING YANG MENGINFESTASISAPI ACEH YANG ADA DI PUSAT PEMBIBITAN SAPI ACEH, KABUPATEN ACEH BESAR (IDENTIFICATION OF HELMINTH TYPES INFESTED ACEH CATTLE IN THE CENTER OF ACEH CATTLE, ACEH BESAR DISTRICT) Bayu Keliat; Yudha Fahrimal; Teuku Reza Ferasyi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 1 (2018): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.239 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i1.9811

Abstract

                        Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan jenis-jenis cacing yang menginfestasi serta prevalensi infestasinya pada sapi Aceh jantan di Pusat Pembibitan Sapi Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan 50 sampel feses sapi Aceh jantan yang diambil secara acak. Penelitian ini mengunakan metode Apung untuk mengidentifikasi telur cacing nematoda dan metode modifikasi Borray untuk pemeriksaan telur cacing serta metode Mc. Master untuk menghitung jumlah telur tiap gram feses. Dari hasil penelitian ini ditemukan 3 jenis parasit yang menginfeksi Sapi Aceh di Pusat Pembibitan Sapi Aceh, Kabupaten Aceh Besar yaitu Oesophagostomum sp., Haemonchus sp. dan Paramphistomum sp. Sebanyak 4% dari 50 sampel feses sapi Aceh terinfeksi Oesophagostumum sp., 4% dari 50 sampel terinfeksi Haemonchus sp. dan 38% dari 50 sampel terinfeksi Paramphistomum sp. Kisaran jumlah telur nematoda yaitu 200-400 telur tiap gram feses, jumlah tersebut termasuk kategori infeksi ringan.Kata kunci: Feses sapi Aceh, Nematoda, Trematoda Abstract            This study aims to determine and determine the types of infestation of worms and the prevalence of their infestations in male Aceh cattle at the Aceh Cattle Breeding Center, Aceh Besar District. This study used 50 male Aceh cattle feces samples taken randomly. This research used Floating (Apung) method to identify nematode worm eggs and Borray modification method for worm egg examination and McMaster method. to calculate the number of eggs per gram of feces. From the results of this study found 3 types of parasites that infect Aceh Cattle at the Aceh Cattle Breeding Center, Aceh Besar District namely Oesophagostomum sp., Haemonchus sp. and Paramphistomum sp. As many as 4% of 50 Aceh cattle feces samples were infected with Oesophagostomum sp., 4% of 50 samples infected with Haemonchus sp. and 38% of 50 samples infected with Paramphistomum sp. The range of nematode eggs is 200-400 eggs per gram of feces, this number is categorized as mild infection.Keyword: Aceh cattle feces, Nematoda, Trematoda
IDENTIFIKASI PARASIT PADA IKAN TENGGIRI (Scomberro spp) di TPI LAMPULO KOTA BANDA ACEH(Identification of Parasites in Scomberro spp in TPI Lampulo Banda Aceh City) alamsyah harahap; Muttaqien Bakri; Elia Wardani
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 1 (2018): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.793 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i1.9829

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi Ikan Tenggiri (Scomberro spp) di  Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo Kota Banda Aceh. Sebanyak 5 ekor Ikan Tenggiri yang diambil dari TPI Lampulo, diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk melihat keberadaan ektoparasit dan endoparasit. Pemeriksaaan ektoparasit dilakukan dengan cara pengamatan permukaan tubuh bagian luar dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop, sedangkan pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada Organ dalam dari saluran pencernaan. Dari hasil penelitian ditemukan dua jenis parasit yang menginfeksi Ikan Tenggiri di TPI Lampulo yaitu Chilodonella spp dan Trichodina spp. Sebanyak 40% dari 5 ekor Ikan Tenggiri terinfeksi Chilodonella spp dan 20% Trichodina spp. ABSTRACTThis research aims to identify parasite type that infect somberro spp in TPI Lampulo, Banda Aceh City. Total of five somberro spp were taken from TPI Lampulo and examined at Parasitology Laboratory of Veterinary Faculty Syiah Kuala University Banda Aceh to see the existence of ectoparasites and endoparasites. Examination observed by examined under a microscope, while endoparasit examination was observed on the digestion tract. results of research were found two types of parasites that infect somberro spp TPI Lampulo that were Chilodonella sp and Trichodina sp. Total 40% of Scomberro spp were infect by Chilodonella spp, and 20% Trichodina spp.   
DETEKSI ANTIBODI VIRUS AVIAN INFLUENZA SUBTIPE H5N1 PADA BURUNG MERPATI (Columba livia) (Detection Antibodies of Avian Influenza Virus Subtype H5N1 on Pigeon (Columba livia) ) Erina Erina; Abdullah Azmi Harahap; Mahdi Abrar; Teuku Zahrial Helmi; Muhammad Nur Salim; M Daud AK; Rinidar Rinidar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 1 (2018): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.824 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i1.9903

Abstract

 Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi antibodi spesifik terhadap virus Avian Influenza subtipe H5N1 pada burung merpati. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan sampel serum darah burung merpati sebanyak 25 sampel. Pengambilan sampel darah merpati menggunakan spuit 3cc melalui vena brachialis di kiri ataupun kanan bawah sayap merpati, kemudian didiamkan selama 6-10 jam dengan posisi miring. Darah dibiarkan  hingga terpisah dari serum, kemudian serum dikoleksi dan disimpan di suhu -20°C. Serum sebelum digunakan  terlebih dahulu di simpan pada suhu 56°C selama 30 menit untuk menginaktifasi komplemen. Pemeriksaan sampel tersebut menggunakan uji Hemaglutinasi Inhibisi (HI). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 25 sampel serum yang diperiksa, 22 sampel (88%) positif mengandung antibodi terhadap virus Avian Influenza subtipe H5N1 namun 3 sampel (12%) tidak mengandung titer antibodi terhadap virus Avian Influenza subtipe H5N1. Dapat disimpulkan bahwa merpati tersebut pernah terpapar oleh virus Avian influenza subtipe H5N1. Kata kunci: merpati, avian influenza, antibodi, uji hiABSTRACT This study aims to detect specific antibodies of  Avian Influenza virus H5N1 subtype on pigeons. This study was carried out at the Microbiology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University, Banda Aceh. This study used 25 pigeon blood serum samples. Pigeons blood sampling using 3cc syringe through the brachial vein on the left or right under the pigeons wings, then allowed to stand for 6-10 hours with a sloping position. The blood is left frozen so that the serum is separated, then the serum is collected and stored at -20 ° C. Serum samples of pigeons before being used inactivated first at 56 ° C temperature for 30 minutes. Examination of these samples uses the Hemaglutination Inhibition (HI) test. The results of this study showed that the 25 examined serum samples, 22 positive samples contained antibody titers of the H5N1 subtype Avian Influenza virus and only 3 negative samples contained antibody titers against the Avian Influenza virus subtype H5N1. The presence of antibodies formed in the pigeon's serum showed that the pigeon had been exposed to the H5N1 subtype Avian Influenza virus. Keywords: pigeon, avian influenza, antibody, hi test 
ISOLASI dan IDENTIFIKASI BAKTERI salmonella sp PADA USUS AYAM KAMPUNG (BURAS) DI DESA LAMPUJA KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR mukthar udin; Fakhrur razi; Mahdi Abrar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 1 (2018): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.918 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i1.9563

Abstract

ABSTRAK                Penelitian ini bertujuan untuk isolasi dan identifikasi bakteri Salmonella sp pada usus ayam kampung di desa Lampuja Kecamatan Darussalam. Sampel penelitian yang digunakan adalah organ usus ayam kampung. Isolasi Salmonella sp dilakukan dengan cara usus ayam kampung dibelah dan diswab, lalu dimasukkan kedalam tabung raksi yang berisi Selenite Cystine Broth (SCB) dan diinkubasikan pada suhu 37oC selama 24 jam . selanjutnya dengan menggunakan ose biakan dipindahkan ke median Salmonella Shigella Agar (SSA), inkubasi suhu 37oC dan diamati morfologi koloni yang tumbuh. serta dilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Gram. Selanjutnya koloni yang dicurigai Salmonella sp  dilakukan identifikasi dengan cara koloni yang tumbuh dipindahkan ke MR-VP (Oxoid), Indol (Difco), Simmons’s Citrate Agar (Oxoid), Triple Sugar Iron Agar (TSIA), Sulfit Indol Motility (SIM), dan media gula-gula (sukrosa, manitol, glukosa, laktosa, maltosa). Penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 15 sampel usus ayam kampung yang diisolasi dan identifikasi semuanya positif (15 sampel) Salmonella sp. Dapat disimpulkan bahwa ayam kampung yang dipelihara di desa Lampuja Kecamatan Darussalam terinfeksi bakteri Salmonella typical dan salmonella enteritidis.ABSTRACTThis study aims to isolation and identification of Salmonella sp bacteria in the chicken intestine in the village Lampuja Darussalam district. The research sample used is the intestine organ chicken. Isolation of Salmonella sp is done by way of bowel chicken intestine cleaved and in swab, then inserted into a raction tube containing Selenite Cystine Broth (SCB) and incubated at 37oC for 24 hours. The by using culture ose transferred to Salmonella Shigella Agar (SSA),incubation temperature 37oC and observed morphology of growing colonies. and performed microscopic examination with gram staining. Further suspcted Salmonella sp colonies were identified by growing colonies transferred to MR-VP (oxoid), indol (Difco) Simmons’s Citrate Agar (oxoid), Tripl Sugar Iron Agar (TSIA). Sulfit Indol Motility (SIM) and the confctionary medium. this study was analyzed descriptively. The results showed that of is sample of intestine chicken in isolation and identification were all positive ( 15 sample ) Salmonella sp. It can be concluded  than free range chickens maintained in lampuja village in Darussalam sub district are infected with salmonella typical and salmonella enteritidis bacteria 
DETEKSI Salmonella sp PADA SALURAN PENCERNAAN KURA-KURA AMBON (Cuora amboinensis) (Detection of Salmonella sp in Gastrointestinal Tract of Ambon Turtle (Cuora amboinensis)) Erina Erina; Karunita Dewi; Amalia Sutriana; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Ismail Ismail; Hennivanda Hennivanda
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 2 (2019): FEBRUARI-APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.956 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i2.10767

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella sp pada saluran pencernaan kura-kura ambon (Cuora amboinensis). Sampel penelitian menggunakan 6 ekor kura-kura ambon (Cuora amboinensis) yang dipelihara oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Carter dengan cara mengambil swab kloaka kura-kura ambon (Cuora amboinensis) lalu diinokulasi pada media selenite cystine broth (SCB) kemudian ditanam pada media selektif Salmonella Shigella agar (SSA) dan diamati secara makroskopis morfologi koloninya lalu dilakukan pewarnaan Gram untuk pengamatan secara mikroskopis. Selanjutnya dilakukan uji biokimia IMVIC (indol, methyl red, Voges Proskauer, sulfid indol motility, Simmon’s citrate), triple sugar iron agar dan uji gula-gula (glukosa, sukrosa, laktosa dan manitol). Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 sampel kura-kura ambon (Cuora amboinensis) yang diteliti positif terdapat bakteri Salmonella sp di dalam saluran pencernaannya. Hal ini mengindikasikan bahwa kura-kura ambon (Cuora amboinensis) berpotensi untuk menjadi sumber penularan salmonellosis pada manusia.ABSTRACT            The purpose of this study was to detect the existence of Salmonella sp in ambon turtle (Cuora amboinensis) gastrointestinal tract. The sample used was cloacal swab sample taken from 6 ambon turtles reared by society. This research using Carter method by inoculating cloacal swab on selenite cystine broth, planting on a selective medium Salmonella Shigella agar, observing colonies morphology macroscopically, and conducting Gram staining. After that, the biochemistry IMVIC test (indole, methyl red, Voges Proskauer, sulfide indole motility, Simmon’s citrate), triple sugar iron agar, and sugars test (glucose, sucrose, lactose and mannitol) were performed. The data were analyzed descriptively. The research showed that 6 cloacal swab samples of ambon turtle were positive containing Salmonella bacteria in their gastrointestinal tract. Its indicated that the ambon turtle potential to become the source of salmonellosis in human.