Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU-PARU BABI HUTAN (Sus scrofa) YANG TERINFEKSI PARASIT INTERNAL DI KAWASAN LHOKNGA ACEH BESAR Raudia Tuzzahra; Muttaqien Bakri; Ummu Balqis
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.731 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9412

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologi paru-paru babi hutan (Sus scrofa) yang terinfeksi parasit internal. Sampel penelitian menggunakan 3 ekor babi hutan yang terinfeksi parasit internal. Pemeriksaan darah dilakukan dengan uji ulas darah tipis.  feses  dengan metode natif dan paru-paru secara patologi anatomi dan histopatologi. Dimulai dari fiksasi, dehidrasi dengan alkohol bertingkat, clearing, infiltrasi, blok dan dipotong dengan ketebalan 5 µm dan diwarnai dengan Haematoksilin Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan pada babi pertama terinfeksi Anaplasma marginale pada gambaran patologi anatomi terlihat paru berwarna merah tua, permukaan lobus licin dan tidak kusam, pada bagian ujung lobus paru runcing, konsistensi lunak dan tidak di temukan hiperemi, sedangkan gambaran histopatologi terlihat adanya infiltrasi sel radang daerah lumen pembuluh darah, kongesti, hiperemi, hemoragi, edema dan emfisema. Pada babi kedua terinfeksi Strongyloides ransomi pada gambaran patologi anatomi paru berwarna merah muda dan di temukan hiperemi pada lobus dekster akibat luka tembak, sedangkan gambaran histopatologi terlihat adanya infiltrasi sel radang daerah lumen pembuluh darah dan daerah septa intra alveolaris, hiperemi dan emfisema. Dan pada babi ketiga tidak terinfeksi parasit internal pada gambaran patologi anatomi paru berwarna merah muda dan di temukan hiperemi pada lobus sinister akibat luka tembak, sedangkan gambaran histopatologi terlihat adanya infiltrasi sel radang pada jaringan paru dan bronkus, emfisema, udema, hiperemi, kongesti, hemoragi, jaringan ikat dan fibrin. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa,  dari ke tiga babi hutan terdapat satu ekor yang positif Anaplasma marginale. satu ekor yang positif Strongyloides ransomi dan satu ekor tidak terinfeksi parasit internal. This study aims to determine the histopathological features of the lungs of wild boar (Sus scrofa) infected with internal parasites. The study sample used 3 wild boar infected with internal parasites. Blood tests are carried out with a thin blood test. Feces with native and lung methods in anatomical and histopathological pathology. Starting from fixation, dehydration with multilevel alcohol, clearing, infiltration, block and cut with a thickness of 5 µm and stained with Haematoxilin Eosin (HE). The results showed that the first pig infected with Anaplasma marginale on anatomical pathology showed a dark red lung, lobe surface was slippery and not dull, at the end of lung lobe was  sharp, soft consistency and no hyperemia, in a histopathological showed regional inflammatory cell infiltration lumen of blood vessels, congestion, hyperemia, hemorrhage, edema and emphysema. The second pig was infected with rationomic Strongyloides on anatomical pathology showed a pink lung  and hyperemia in dexterous lobe was observed due to gunshot wounds, while histopathological features revealed inflammatory cell infiltration of the lumen of the arteries and intra-alveolar septa, hyperemia and emphysema. And the third pig was not infected with internal parasites on pink lung anatomical pathology picture and found hyperemia in the sinister lobe due to gunshot wounds, while the histopathological picture showed inflammatory cell infiltration in lung and bronchial tissue, emphysema, udema, hyperemia, congestion, hemorrhage, connective tissue and fibrin. The results of this study concluded that, from the three wild boar there was one positive of Anaplasma marginale. one positive of ransomic Strongyloides and one uninfected with internal parasite.
IDENTIFIKASI PARASIT PADA IKAN TENGGIRI (Scomberro spp) di TPI LAMPULO KOTA BANDA ACEH(Identification of Parasites in Scomberro spp in TPI Lampulo Banda Aceh City) alamsyah harahap; Muttaqien Bakri; Elia Wardani
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 1 (2018): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.793 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i1.9829

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi Ikan Tenggiri (Scomberro spp) di  Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo Kota Banda Aceh. Sebanyak 5 ekor Ikan Tenggiri yang diambil dari TPI Lampulo, diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk melihat keberadaan ektoparasit dan endoparasit. Pemeriksaaan ektoparasit dilakukan dengan cara pengamatan permukaan tubuh bagian luar dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop, sedangkan pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada Organ dalam dari saluran pencernaan. Dari hasil penelitian ditemukan dua jenis parasit yang menginfeksi Ikan Tenggiri di TPI Lampulo yaitu Chilodonella spp dan Trichodina spp. Sebanyak 40% dari 5 ekor Ikan Tenggiri terinfeksi Chilodonella spp dan 20% Trichodina spp. ABSTRACTThis research aims to identify parasite type that infect somberro spp in TPI Lampulo, Banda Aceh City. Total of five somberro spp were taken from TPI Lampulo and examined at Parasitology Laboratory of Veterinary Faculty Syiah Kuala University Banda Aceh to see the existence of ectoparasites and endoparasites. Examination observed by examined under a microscope, while endoparasit examination was observed on the digestion tract. results of research were found two types of parasites that infect somberro spp TPI Lampulo that were Chilodonella sp and Trichodina sp. Total 40% of Scomberro spp were infect by Chilodonella spp, and 20% Trichodina spp.   
IDENTIFIKASI PARASIT PADA GURITA (Octopus Sp) DI PERAIRAN PANTAI LAMPUUK KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR heri yandi; muttaqien Bakri; Winar uddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.486 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9570

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi gurita (Octopus sp) di Perairan Lampuuk, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 5 ekor gurita yang diambil dari Perairan Lampuuk, diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk melihat keberadaan ektoparasit dan endoparasit. Pemeriksaaan ektoparasit dilakukan dengan cara pengamatan organ tubuh bagian luar dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop, sedangkan pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada permukaan dalam dari Saluran pencernaan. Dari hasil penelitian tidak ditemukan jenis parasit yang menginfestasi gurita di Perairan Lampuuk. ABSTRACTThis research aimed to identify parasite type that infect Octopus (Octopus sp) in waters Lampuuk, Lhoknga subdistrict Aceh Besar District. Total of 5 Octopuses were collected from Lampuuk waters and examined at Parasitology Laboratory of Veterinary Faculty Syiah Kuala University Banda Aceh to examine the existence of ectoparasites and endoparasites. Examination of ectoparasite was carried out by observing the external body organ then examined under a microscope, while endoparasit examination was observed on the inner surface of the GI tract. In conclusion, there are no parasites found in octopus collected from Lampuuk.
IDENTIFIKASI PARASIT PADA IKAN KERAPU SUNU (Plecetropomus leopardus) YANG DIJUAL DI TPI LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (Identification Of Parasites On Grouper (Plecetropomus leopardus) Sold In Lhoknga Fish Auction Site (FAS), Lhoknga Subdistrict Aceh Besar District) ridhwan ridhwan; Muttaqien bakri; Winaruddin Winaruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.002 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9692

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi ikan kerapu (Plecetropomus leopardus) di TPI Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 5 ekor ikan kerapu sunu yang diambil di TPI Lhoknga, diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh untuk melihat keberadaan ektoparasit dan endoparasit. Pemeriksaaan ektoparasit dilakukan dengan cara pengamatan organ tubuh bagian luar dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop, sedangkan pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada permukaan dalam dari saluran pencernaan. Dari hasil penelitian ditemukan dua jenis parasit yang menginfestasiikan kerapu sunu yaitu Gyrodactylus sp dan Trichodina sp di insang . Sebanyak 80% kerapu terinfestasi Gyrodactylus sp dan 20% Trichodina sp.ABSTRACTThis research aims to identify parasite type that infect grouper (Plecetropomusleopardus) in TPI Lhoknga, Aceh Besar. Total of 5 fish grouper were taken from TPI Lhoknga, and examined at Parasitology Laboratory of Veterinary Faculty Syiah Kuala University Banda Aceh to see the existence of ectoparasites and endoparasites. Examination of the topsoil was observed by an external body organ then examined under a microscope, while endoparasit examination was observed on the inner surface of the GI tract. The results revealed that the fish  were infected by Gyrodactylus sp and Trichodina sp in the gills. As many as 80% of grouper infected by Gyrodactylus sp and 20% Trichodina sp.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN DEPIK (Rasbora tawarensis) DI BALAI BENIH IKAN (BBI) KABUPATEN ACEH TENGAH Khaifa Hairunnisa; Farida Athaillah; Muttaqien Bakri
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 5, No 4 (2021): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v5i4.18439

Abstract

Ikan depik merupakan spesies endemik dan diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah (threatened species) dan terdaftar sebagai Critical Endangered Species. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan depik serta menentukan tingkat prevalensi ektoparasit yang menyerang ikan depik. Sebanyak 30 ekor ikan depik diambil menggunakan jaring pada akuarium BBI Kabupaten Aceh Tengah dan diidentifikasi di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Pengamatan ektoparasit dilakukan dengan metode natif (pemeriksaan langsung) yaitu dengan cara mengamati organ luar dan membuat apusan lendir serta mengamati pada kedua insang dan seluruh sirip ikan tersebut kemudian amati di bawah mikroskop. Hasil penelitian terhadap pemeriksaan ektoparasit pada ikan depik di BBI ditemukan 5 jenis ektoparasit yang terdapat pada organ predileksi bagian luar yaitu Dactylogyrus sp. dengan prevalensi pada insang (3,33%) dan pada lendir/kulit (16,67%), Piscinoodinium sp. prevalensi pada lendir/kulit (3,33%), Chilodonella sp. prevalensi pada lendir/kulit (16,67%), Ichtyophthirius multifilis memiliki nilai prevalensi sama pada organ predileksi lendir/kulit, insang dan sirip yaitu (3,33%), Trichodina sp. prevalensi pada lendir/kulit (6,67%) dan sirip (16,67%). Dari data tersebut ektoparasit yang paling banyak menginfeksi ikan depik ialah Trichodina sp. dengan jumlah 7 ekor ikan yang terinfeksi dari total sampel 30 ekor, dimana didapatkan 2 Trichodina sp. pada organ predileksi lendir/kulit dengan nilai prevalensi (6,67%) dan 5 Trichodina sp. pada sirip dengan nilai prevalensi (16,67) sedangkan ektoparasit paling sedikit menginfeksi ikan depik yaitu Piscinoodinium sp. yang hanya menginfeksi 1 ekor ikan dari total sampel 30 ekor dimana ektoparasit ini menginfeksi organ predileksi lendir/kulit dengan nilai prevalensi (3,33%).
DETEKSI PROTOZOA DARAH BABI LIAR (Sus scrofa) DI KECAMATAN LHOKNGA, ACEH BESARDETEKSI PROTOZOA DARAH BABI LIAR (Sus scrofa) DI KECAMATAN LHOKNGA, ACEH BESAR Maria Ferawati Magai; Muttaqien Bakri; Muhammad Hambal; T Fadrial Karmil; Budianto Panjaitan; Nurliana Nurliana
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 6, No 1 (2021): NOVEMBER-JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v6i1.4538

Abstract

 Penelitian  ini bertujuan  mendeteksi jenis-jenis protozoa darah yang terdapat pada babi liar di kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan empat ekor babi liar yang diperoleh dengan cara dijerat secara tradisional di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Darah untuk pemeriksaan protozoa diambil dengan cara ditampung menggunakan vacuum tube. Pengamatan dilakukan dengan membuat preparat ulas darah babi liar yang diwarnai dengan Giemsa 10%. Pembuatan preparat ulas darah dengan pewarnaan Giemsa 10%, antara lain darah yang telah diperoleh diteteskan di atas gelas objek untuk dibuat preparat ulas darah. Kemudian dikeringkan selama sekitar 1-2 menit, dengan diangin-anginkan lalu difiksasi menggunakan metanol absolut selama 10-15 menit dan dikeringkan beberapa saat. Preparat yang telah kering diletakkan di rak pewarnaan, didiamkan sebentar lalu preparat ditetesi dengan Giemsa 10% dan didiamkan selama 30 menit sampai 1 jam. Kemudian preparat diangkat dari rak pewarnaan dan dibilas dengan aquades atau air yang mengalir lalu didiamkan hinga kering. Preparat siap untuk diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran  100x menggunakan minyak emersi. Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap darah  dari empat ekor babi liar, diketahui sebanyak dua ekor dari darah babi liar ditemukan protozoa darah. Protozoa darah yang ditemukan yaitu Anaplasma spABSTRACT This study aims to detect the types of blood protozoa found in wild boar in the subdistrict of Lhoknga, Aceh Besar. This study used four wild boar obtained by traditional snares in Lhoknga Sub-district, Aceh Besar. Blood for protozoan examination was taken by a vacuum tube. The observations were made by preparing the preparations of the wild pig blood smeared with 10% of Giemsa. Preparation of blood review material with staining 10% of Giemsa there is; blood that has been obtained dripped on the object glass to be made blood review. Then dried for about 1-2 minutes, with aerated then fixed using methanol for 10-15 minutes and dried for a while. The dried preparations are placed on a coloring rack, momentarily silenced and the preparations are stained with 10% of Giemsa and left for 30 minutes to 1 hour. Then the preparations are removed from the staining rack and rinsed with aquades or running water and then left until dry. Preparations are ready to be observed under a microscope with 100x magnification using emersive oil. The results of blood tests of four wild pigs, known as two of the wild pigs blood found protozoa blood. The blood protozoa found is Anaplasma sp  
GAMBARAN HISTOPATOLOGI LIMPA BABI HUTAN (Sus scrofa) YANG TERINFEKSI PARASIT INTERNAL DI KAWASAN LHOKNGA ACEH BESAR Nur rachmatika; Muttaqien Bakri; Ummu Balqis
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.297 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9282

Abstract

Babi merupakan hewan transmiter yang dapat menyebabkan zoonosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi limpa babi hutan (Sus scrofa) yang terinfeksi parasit internal di kawasan Lhoknga Aceh Besar. Sampel penelitian menggunakan tiga ekor babi hutan. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode natif untuk pemeriksaan feses, ulas darah tipis dengan pewarnaan Giemsa untuk pemeriksaan darah dan pemeriksaan patologi anatomis dan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan babi pertama positif terinfeksi oleh Anaplasma marginale, sedangkan pada pemeriksaan feses menunjukkan babi kedua positif terinfeksi Strongyloides ransomi dan babi ketiga negatif. Hasil pengamatan patologi anatomis limpa babi pertama menunjukkan pembengkakan, babi kedua mengalami perubahan warna berupa ungu kecoklatan, dan babi ketiga terdapat nodul. Hasil pemeriksaan histopatologi limpa pada babi pertama terlihat edema pada pembuluh darah, infiltrasi sel radang, pulpa merah dan pulpa putih tidak berbatas jelas, hiperemi, dan hemoragi. Pada babi kedua terlihat hiperemi dan infiltrasi sel radang dan pada babi ketiga terjadi hemoragi, hiperemi, dan terdapat Melano Makrofag Center (MMC). Dari keterangan di atas terjadinya perubahan histopatologi pada limpa babi hutan yang terinfeksi oleh parasit internal. 
GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI BABI HUTAN YANG TERINFEKSI PARASIT INTERNAL DI KAWASAN LHOKNGA ACEH BESAR (The Description Of The Histopathology Of Liver Of The Wild Boar Internal Parasites In The Infected Area Lhoknga In Aceh Besar) bakti suganjar; Muttaqien Bakri; Ummu Balqis
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 4 (2018): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.239 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i4.9328

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologi hati babi hutan yang terinfeksi parasit internal. Pemeriksaan dilakukan pada feses dengan metode uji natif dan pemeriksaan darah menggunakan metode ulas darah tipis. Sampel berupa tiga ekor babi hutan yang terinfeksi parasit internal. Patologi anatomis hati babi hutan diamati terlebih dahulu sebelum organ tersebut dibuat preparat histopatologi. Hasil yang di dapat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan babi pertama tidak terinfeksi parasit, babi hutan ke-2 terinfeksi parasit Strongyloides ransomi dengan gambaran patologi anatomi perubahan warna pucat, konsistensi keras, dan terbentuknya nodul fokal nekrotik dan babi ke-3 terinfeksi parasit Anaplasma marginale menunjukan perubahan warna pucat dan nodul nekrotik multi fokal. Secara histopatologi babi hutan yang tidak terinfeksi menunjukan gambaran hiperemi, disosias sel hati dan pelebaran sinusoid, hati babi yang terinfeksi Strongyloides ransomi menunjukan perubahan adanya peningkatan jaringan ikat pada septa interlobular dan infiltrasi sel radang. dan hati babi yang terinfeksi Anaplasma marginale menunjukan perubahan infiltrasi sel radang, pelebaran buluh empedu dan peningkatan jaringan ikat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, babi postif terinfeksi Anaplasma marginale dan Strongyloides ransomi. (This research aims to knew the description of the histopathological of infected wild boar liver internal parasite. The examination is done on the stool by the method of blood test and examination of natively using the method of review of blood thinner. The sample consists of three infected wild boars internal parasites. Anatomical Pathology wild boar liver observed before the histopathological preparations made. The results can be analyzed in a descriptive based. The Results of the research showed the first pigs were not infected with the parasite, the wild boar infected with Strongyloides ransomi parasite with description of Anatomic Pathological changes the color of pale, hard consistency, and the formation of focal necrotic and nodules, 3rd pig infected with Anaplasma marginale parasite shows pale discoloration and multi focal necrotic nodule. In the first boar histopathological showed an overview hiperemi, disosias liver cells and dilation of liver sinusoids, the infected pigs Strongyloides ransomi showed an increase in connective tissue changed on the interlobular septa and infiltration of inflammatory cells. and heart of infected pigs Anaplasma marginale showed changes in infiltration of inflammatory cells, dilation of bile and Reed increased connective tissue. Research results can be concluded that positive infected pigs, Anaplasma marginale and Strongyloides ransomi).
8. Aedes Mosquitoes Abundance In Relation To Some Climatic Factors In Banda Aceh City, Indonesia Farida Athaillah; Muhammad Hambal; Yudha Fahrimal; Muttaqien Bakri; Ellyawardani Ellyawardani; Henni Vanda; Abu Hassan Ahmad
The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 (1) May 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.018 KB) | DOI: 10.21157/ijtvbr.v1i1.5393

Abstract

Dengue viruses and their mosquito vectors as an endemic disease in Indonesia are sensitive to their environment. The rising incidence of dengue is influenced by many factors, climate is one of them. Temperature, rainfall and humidity have well-defined roles in the transmission cycle. Changes in these conditions may contribute to increasing incidence. The purpose of this research was to determine the correlation between the dengue vector abundance and some climatic factors (temperature, rainfall and humidity) in Banda Aceh city after the tsunami. We also examined the potential effects of climate variations on dengue epidemiological pattern in indoor and outdoor of tsunami affected areas in Banda Aceh City during January – December 2010. Data processing was performed using SPSS and will be presented in tabular form. Pearson correlation test for parametric test and Spearman correlation coefficients for non-parametric test were performed to investigate the overall correlation between Aedes eggs abundance rates and some meteorological variables such as temperatures (0C), relative humidity (RH), and rainfall (RR). The result showed that the total egg populations in indoor and outdoor of tsunami affected areas are not significantly different among those factors. There was a positive correlation between eggs abundance and rainfall, but negatively correlated with temperature and relative humidity. From this result we can conclude that the abundance of Aedes eggs is not significantly correlated to temperature and humidity in indoor and outdoor of tsunami affected areas in Banda Aceh City.
Real time video analysis for behavioral studies of animals Robert Faber; Teuku Reza Ferasyi; Muttaqien Bakri; Zainuddin Zainuddin
The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2 (1) May 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.246 KB) | DOI: 10.21157/ijtvbr.v2i1.8637

Abstract

Abstract