cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING CHIPS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII-2 SMPN 8 BANDA ACEH Risda Dian Febrian; Thamrin Kamaruddin; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.943 KB)

Abstract

Pembelajaran model Talking Chips adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dan menuntut para siswa untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa, (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa, (3) Keterampilan guru ketika mengelola pembelajaran, dan  (4) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model Talking Chips berbantuan media gambar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan  dalam bentuk penelitian tindakan kelas (Classroom process research). Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-2 SMP Negeri 8 banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan (1) persentase ketuntasan individual  meningkat dari 7 siswa yang tuntas pada siklus I, 16 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 19 siswa yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 27% pada siklus I, 67% pada siklus II, dan 87% pada siklus III; (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 9 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 1,76 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 2,9 pada siklus II dengan kategori baik,dan skor 3,4 pada siklus III dengan kategori baik; (4) sebanyak 100% siswa menyatakan bahwa model pembelajaran Talking Chips adalah baru diterapkan dan membantu siswa dalam memhami materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan hasil belajar mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menerapkan model Talking Chips berbantuan media gambar di kelas VIII-2 SMP Negeri 8 Banda Aceh.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA ANIMASI DAN LKS UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS X IS SMA NEGERI 12 KOTA BANDA ACEH Cut Lidya Natasya Keumala; Thamrin Kamaruddin; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.861 KB)

Abstract

Model pembelajaran penemuan terbimbing merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Maksud dari Penelitian ini adalah mengetahui: (1) menaikan hasil belajar anak didik; (2) kegiatan guru dan anak didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon anak terhadap model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan media animasi dan LKS. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 27 orang. Data terkumpul dengan menggunakan (1) pre-test dan post-test; (2) pengamatan aktivitas guru dan anak; (3) pengamatan keterampilan guru; dan (4) respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 21 siswa tuntas pada siklus II, dan 25 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 40% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,49  kemudian siklus I dengan kategori sedang, skor 2,86 ditemukan pada siklus II dengan baik, dan 3,41 pada siklus III dengan kategori baik; (4) ketertarikan anak didik terhadap model penemuan terbimbing berbantuan media animasi dan LKS dikatakan baik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Maysila Parasati; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.526 KB)

Abstract

Model pembelajaran Team Assisted Individualization merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menuntut para siswa untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa (2) kesesuaian aktivitas guru dan siswa (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran (4) respon siswa terhadap pembelajran menggunakan model Team Assisted Individualization berbantuan media powerpoint. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu dalam bentuk penelitian tindakan (Classroom process research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 yang berjumlah 27 siswa. Data di analisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 21 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 25 siswa yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 7 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,56 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,2 pada siklus II dengan kategori baik,dan skor 3,36 pada siklus III dengan kategori baik; (4) sebanyak 100% siswa menyatakan bahwa model pembelajaran Team Assited Individualization adalah baru membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan prestasi belajar siswa mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuan media powerpoint di kelas VIII-4 SMP Negeri 16 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS TEACHER HERE BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Rizka Az Zahra; Alamsyah Taher; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.115 KB)

Abstract

Model Everyone Is Teacher Here adalah salah satu metode pembelajaran yangg membuat siswa  terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung, model pelajaran itu juga memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk turut serta sebagai guru bagi teman-temannya. Media video merupakan alat pendukung untuk membuat  suasana kelas agar terasa bersemangat dan mennyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dann siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan media video. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-5 SMP Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan rumus statistik deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 14 siswa siswa yang tuntas pada siklus I, 16 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 19 yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90 persen pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru dalam mengelola kelas meningkat dari skor 2,73 pada sikus I dengan kategori baik, skor 3,49 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,69 pada siklus III dengan kategori sangat baik; (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan media video dapat dikatakan mendapat tanggapan yang baik yaitu 86% dari 21 siswa berpendapat bahwa dengan belajar menggunakan model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan video dapat meningkatkan pemahaman tehadap materi yang telah mereka ikuti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan prestasi belajar siswa mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menggunakan model Everyone Is Teacher Here  berbantuan media video di kelas VII-5 SMPN 8 Banda Aceh
PENERAPAN PENDEKATAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI-IS DI SMA NEGERI 1 MEULABOH Cut Titi Thaharah; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.119 KB)

Abstract

 Pendekatan lingkungan adalah suatu pembelajaran yang meningkatkan keterlibatan siswa terhadap lingkungan sebagai sumber belajarnya. Penggunaan pendekatan lingkungan mampu mengatasi keaktifan belajar siswa di kelas sehingga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif serta berdampak positif terhadap hasil belajar.. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui keaktifan belajar siswa; (2) Hasil belajar; (3) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa; (4) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (5) Respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan lingkungan. Dalam penelitian ini subjek adalah siswa kelas XI-IS 3 SMA Negeri 1 Meulaboh berjumlah 28 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan (1) Lembaran pengamatan keaktifan siswa; (2) Lembaran pre-test dan post-test; (3) Lembaran pengamatan aktivitas guru dan siswa; (4) Lembaran keterampilan guru; dan (5) Lembaran angket respon. Hasil penelitian memperlihatkan   (1) Persentase keaktifan siswa meningkat dari 10% (cukup) pada siklus I menjadi 40% (aktif) pada siklus II dan 80% (sangat aktif) pada siklus III; (2) Persentase  ketuntasan secara individual meningkat dari 71% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II dan 96% pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 70% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II dan 90% pada siklus III; (3) Jumlah aktivitas guru dan siswa yang sesuai naik dari 6 aktivitas pada siklus I menjadi 8 aktivitas pada siklus II dan 10 aktivitas pada siklus III; (4) Meningkatnya keterampilan guru dari skor 2,4 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 2,9 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,8 dengan kategori sangat baik pada siklus III. (5) Pada umumnya hasil dari respon siswa sangat baik, mereka menyatakan menarik, menyenangkan, memahami, dan  siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. 
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GALLERY WALK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN POSTER SESSION PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH . Muzakkir; Abdul Wahab Abdi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.939 KB)

Abstract

Model pembelajaran merupakan rancangan awal seorang guru tentang cara melaksanakan pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi optimal. Beberapa model pembelajaran yang bisa digunakan yaitu model pembelajaran gallery walk dan poster session. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran gallery walk lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran poster session pada mata pelajaran geografi kelas X IS di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran gallery walk lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran poster session pada mata pelajaran geografi kelas X IS di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian yang dilaksanakan ini seluruh siswa kelas X IS berjumlah 68 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik sampling purposive, diambil hanya du akelas yaitu kelas X IS 1 berjumlah 22 serta kelas X IS 2 sebanyak 21 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemeberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 6,96 dan ttabel = 1,68 untuk taraf signifikan 5% dengan dk = 41, artinya sesuai dengan kriteria thitung ttabel atau 6,96 1,68 sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa mata pelajaran Geografi yang diajarkan dengan model pembelajaran gallery walk lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran poster session pada siswa kelas X di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, gallery walk, poster session, geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 BANDA ACEH . Rusliana; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.105 KB)

Abstract

Model pembelajaran Teams Games Tournament atau pertandingan tim merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran Teams Games Tournament divariasikan dengan menggunakan media teka-teki silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS-1 SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal pre-test dan soal post-test, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan lembar angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa secara individual dan klasiklal, aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada setiap siklus penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan serta pada umumnya atau sebanyak 96% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Teams Games Tournament berbantuan media teka-teki silang sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa, penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan media teka-teki silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTROVERSIAL ISSUES BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 BANDA ACEH Dita Fitri; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.076 KB)

Abstract

Penerapan merupakan suatu perbuatan untuk memperaktekkan teori, metode demi mencapai tujuan tertentu. Controversial issue yaitu model pembelajaran yang menyajikan suatu isu yang mudah diterima oleh seorang atau kelompok, tetapi juga mudah ditolak oleh seorang atau kelompok lainnya. Video yaitu salah satu jenis media audio-visual yang dapat memberikan gambaran mengenai suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara lain yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan controversial issue berbantuan video. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI-IS3 SMA Negeri 4 Banda Aceh yang berjumlah 31 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Pre-test dan post-test; (2) Pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 61,29% di siklus ke I menjadi 74,19% di siklus ke II dan 93,54% di siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 70% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II dan 100% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 11 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,7 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 3,2 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,4 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya respon siswa sangat bagus (baik) terutama mereka menyatakan menarik, menyenangkan, memahami, dan membuat siswa bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran yang disampaikan guru
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DAN QUICK ON THE DRAW DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 INGIN JAYA Nur Fatahillah; Syamsul Bardi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.526 KB)

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan membandingkan hasil belajar siswa dari penerapan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) dan model pembelajaran quick on the draw pada mata pelajaran Geografi di SMAN Ingin Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah murid kelas XI-IS SMAN 1 Ingin Jaya yang berjumlah 63 siswa. Untuk mendapatkan sampel menggunakan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IS 2 yaitu 22 siswa dan kelas XI-IS 3 yaitu 18 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni, pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian didapat thitung = 6,58 dan ttabel = 1,59 pada taraf signifikan 5% dan dk = 40, sesuai dengan kriteria uji jika thitung ttabel maka Ha diterima. Berdasarkan perolehan data tersebut jelas bahwa Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil yaitu hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran CIRC lebih baik daripada hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran quick on the draw pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IS di SMAN 1 Ingin Jaya.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EVERYONE IS A TEACHER HERE (EIATH) DENGAN MODEL TUTOR SEBAYA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Syarifah Riska; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.68 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian yang memiliki maksud untuk membandingkan. Perbandingan yang dilakukan adalah membandingkan antara dua model pembelajaran yaitu Tutor Sebaya dan Everyone Is a Teacher Here. Perbandingan dilakukan di SMA Negeri 3 Banda Aceh. Penelitian ini memiliki Rumusan masalah yaitu apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran everyone is a teacher here lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya dalam mata pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran everyone is a teacher here lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya dalam mata pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan juga meupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Seluruh siswa kelas XI SMAN 3 Banda Aceh yang berjumlah 296 merupakan populasi dalam penelitian ini, adapun siswa Kelas XI IS 1 yang berjumlah 22 orang dan siswa Kelas XI IS 2 yang berjumlah 20 orang merupakan sampel yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penelitian ini. Langkah awal yaitu menganalisi kemampuan awal siswa dari kedua kelas dengan rumus Anova adapun langkah berikutnya yaitu mencari nilai uji t dengan sebelumnya dilakukan uji homogenitas dan normalitas pada data post-test kedua kelas. Hasil penghitungan menunjukkan Ha diterima karena nilai thitung ttabel atau 5,58 1,68. Simpulan akhir yang dapat ditarik berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan adalah pembelajaran EIATH dinilai lebih dapat mendorong peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran Tutor Sebaya pada siswa Kelas XI SMA Negri 3 Banda Aceh.

Page 9 of 23 | Total Record : 227