cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
HUBUNGAN KESIAPAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII MTs NEGERI RUKOH BANDA ACEH Melli Darma; Abdul Wahab Abdi; . Hasmunir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.37 KB)

Abstract

 Kesiapan dan kemandirian belajar merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. dalam konteks belajar, gejala yang tampak yaitu kondisi siap dan sifat mandiri yang dimiliki siswa masih kurang. Sehubungan dengan itu, fenomena yang sering terjadi yaitu siswa kurang konsentrasi, mengantuk dan hanya berharap bantuan dari orang lain tanpa adanya usaha, sehingga diperlukan kesiapan yang matang serta tingginya tingkat kemandirian siswa dalam belajar. Rumusan penelitian apakah ada hubungan  kesiapan, kemandirian belajar dengan hasil belajar IPS terpadu. Tujuannya ialah mengetahui hubungan kesiapan, kemandirian belajar dengan hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VII MTs Negeri Rukoh Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 159 siswa. Pengambilan sampel berdasarkan teknik purposive sampling menggunakan rumus Slovin berjumlah 61 siswa. Teknik pengujian hipotesis adalah regresi berganda, koefesien determinasi berganda, koefesien korelasi berganda dan uji signifikan (F). Berdasarkan pengolahan data, koefesien korelasi ganda kesiapan dan kemandirian belajar dengan hasil belajar adalah 0,40 yang berarti terdapat korelasi taraf sedang dengan koefesien  determinasi (r­­2)= 16%. Hasil pengujian signifikansi diperoleh dari nilai FhitungFtabel yaitu 5,63 3,15 sehingga Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan, positif kesiapan dan kemandirian belajar dengan hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VII MTs Negeri Rukoh Banda Aceh
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN POSTER COMMENT PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X IS DI SMA NEGERI 1 NAGAN RAYA NAGAN RAYA Sri Arimbi Ningsih; Abdul Wahab Abdi; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.558 KB)

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar Geografi dengan model pembelajaran Picture And Picture lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Poster Comment terhadap peserta didik kelas X IS di SMA Negeri 1 Nagan Raya. Hipotesis penelitian adalah hasil belajar Geografi dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Poster Comment disekolah SMA Negeri 1 Nagan Raya. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA yang berjumlah 214 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas X IS 1 sebanyak 26 peserta didik dan kelas X IS 2 sebanyak 24 peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada peserta didik, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan  data  penelitian  diperoleh  thitung = 13,55 dan ttabel = 1,68 padataraf signifikansi 5% dengan dk = 48, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian yaitu hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Picture and Picture lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Poster Comment pada mata pelajaran geografi kelas X IS SMA Negeri 1 Nagan Raya. Kata Kunci : perbandingan, hasil belajar, Picture And Picture, Poster Comment, geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT MAP DENGAN MODEL MIND MAP PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 15 ADIDARMA BANDA ACEH . Nurhayani; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.836 KB)

Abstract

Pendidik memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran terutama pada proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran memunculkan interkasi anatara pendidik dengan penerima materi pelajaran, yaitu interaksi peserta didik dengan guru dan interaksi sesama siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran akan menimbulkan dampak yang baik. Hal ini ditentukan oleh kontribusi sipendidik untuk memilih metode dan media pembelajaran yang tepat sesuai topik atau tema yang selanjutkannya diajarkan kepada peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan yaitu metode Concept Map dan Mind Map. Masalah dalam penelitian adalah apakah hasil belajar siswa yang disajikan dengan metode Concept Map lebih unggul dibandingkan dengan menggunakan metode Mind Map pada mata pelajaran Geografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model tipe Concept Map lebih baik dibandingkan dengan model tipe Mind Map pada mata pelajaran Geografi SMA Negeri 15 Adidarma  Banda Aceh. Penelitiannya merupakan eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh yaitu terdiri 60 siswa adalah populasi dalam pnelitian. teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive sampling, pengambilannya terdiri dari dua kelas eksperimen yaitu siswa kelas X-1 berjumlah 21 peserta didik dan  siswa kelas X-2 berjumlah 19 peserta didik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan perangkat tes yang diberikan kepada peserta didik, yakni tes kemampuan awal dan evaluasi akhir. Teknik dalam pengolahan data menggunakan rumus uji t (uji beda), diperoleh nilai = -2,58 ttabel =1,68 dengan kesalahan 5% dan derajat kebebasan = 38 yang berarti Ha ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode Concept Map tidak adanya perbedaan dari hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode Mind Map pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 15 Adidarma Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 12 BANDA ACEH Zamalun Afzal; Amsal Amri; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.996 KB)

Abstract

Penerapan Tipe Team Quiz atau kuis berkelompok dalam pembelajaran merupakan model pembelajaran aktif yang mana siswa dibagi kedalam tiga kelompok besar dan semua anggota bersama-sama mempelajari materi tersebut, mendiskusikan materi, saling memberi arahan, saling memberikan pertanyaan dan jawaban, setelah materi selesai disampaikan dengan menggunakan media gambar. Penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa, aktiviitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Banda Aceh berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar pre-test dan post-test, lembar aktivitas guru dan siswa, lembar keterampilan guru dan angket respon siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan ketuntasan individual meningkat dari 35% siklus I menjadi 70% siklus II dan 90% siklus III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 100% pada siklus III. Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas pada siklus I menjadi 8 aktivitas pada siklus II dan 9 aktivitas pada siklus III. Keterampilan guru dengan skor 2,3 (sedang) pada siklus I menjadi 3 (baik) pada siklus II dan 3,5 (baik) pada siklus III. Sebanyak 90% siswa sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran menggunakan media gambar. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Tipe Team Quiz menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Penerapan, Tipe Team Quiz, Hasil Belajar, IPS
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN DAN TALKING STICK DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH Raudhatul Jannah; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.961 KB)

Abstract

Kegiatan belajar mengajar menempatkan guru sebagai figure untuk mendukung dan membimbing peserta didik supaya berhasil menempuh pendidikannya. Salah satu model yang dapat digunakan yaitu Time Token dan Talking Stick. Masalah penelitian adalah apakah hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Time Token lebih baik dibandingkan yang diajarkan dengan Talking Stick dalam mata pelajaran Geografi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Time Token lebih baik dibandingkan yang diajarkan dengan Talking Stick. Jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Seluruh siswa kelas XI IS di SMA Negeri 5 Banda Aceh yang berjumlah 78 siswa adalah populasi dalam penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, diambil hanya dua kelas yaitu kelas XI IS 1 sejumlah 26 siswa dan IX IS 2 sejumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data menggunakan rumus uji-t, diperoleh nilai thitung = 1,21 ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 0,05 dengan dk = 49 berarti thitung ttabel, sehingga Ha ditolak. Simpulan penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Time Token sama dengan yang diajarkan menggunakan Talking Stick dalam mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI AUDIOVISUAL DENGAN SOFTWARE GOANIMATE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA SMP NEGERI 1 PEUKAN BADA Wido Iskandar; Thamrin Kamaruddin; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.649 KB)

Abstract

Software Goanimate adalah software gratis berbasis online yang dirancang dengan fitur-fitur animasi yang menarik. Goanimate dapat digunakan dalam bentuk presentasi berformat video, dengan menggunakan goanimate presentasi dapat dibuat se-kreatif mungkin dengan menggunakan berbagai karakter, latar belakang musik dan alur cerita yang berbeda. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui (1) Peningkatan dalam hasil belajar siswa; (2) Aktivitas pembelajaran guru dan siswa; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa setelah proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran examples non examples menggunakan media solfware animasi goanimate. Populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Peukan Bada sejumlah 158 siswa sedangkan sampel yang diteliti yaitu siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Paukan Bada sejumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan (1) Perangkat tes (pre-test dan post-test); (2) Instrumen pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Instrumen pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data dengan statistik deskriptif persentase. Hasil yang diperoleh dari penelitian (1) Hasil ketuntasan individual pada siklus I sebesar 40% meningkat pada siklus II sebesar 72% meningkat pada siklus III menjadi 88%. Hasil ketuntasan klasikal yang diperoleh pada siklus I sebesar 40% meningkat 60% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa 4 aktivitas yang sesuai pada siklus I meningkat menjadi 7 aktivitas sesuai pada siklus II dan 8 aktivitas sesuai di siklus III. (3) Keterampilan guru dari hasil pegamatan 2,3 kategori sedang pada siklus I menjadi 2,8 kategori baik pada siklus II dan 3,2 kategori baik pada siklus III. (4) Respon siswa sebanyak 90% siswa setuju dengan penerapan model pembelajaran examples non examples menggunakan animasi software goanimate menyenangkan dan membantu siswa memahami materi pembelajaran. Kata Kunci: Penerapan , Examples Non Examples, Software Goanimate, Hasil belajar, IPS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 18 BANDA ACEH Yuli Yanti; Amsal Amri; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.54 KB)

Abstract

Numbered Head Together ialah model pembelajaran kooperatif pemberian nomor oleh guru kepada masing-masing peserta didik dan tugas untuk diskusi. Media audio visual merupakan unsur gambar dan suara menyampaikan bahan pembelajaran mengunakan teknologi, mesin-mesin mekanik dan elektronik.  Penelitian bertujuan ini mengetahui (1) hasil peningkatanbelajar siswa Peningatan belajar siswa; (2) Kegiatan guru dan siswa; (3) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran;dan(4) Pembelajaran Numbered Head Together berbantuan media audio visual terhadap responden siswa. Siswa kelas VII-5 SMP Negeri 18 Banda Aceh penelitian ini sebai bersubjek 26 siswa. Data dikumpulkan mengunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2)Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa.  Statistik  persentase analisis deskriptif. persentase hasil penelitian bahwa (1) Persentase Individual ketuntasan pada siklus I meningkat 62%  pada siklus II 73% dan pada Siklus III 92%. Klasikal Persentase ketuntasan klasikal naik dari 60% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III.(3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dengan kategori sedang siklus I skor 2,57 pada siklus II kategori baik 2,85 dan pada siklus III kategori baik 3,37.(4) Pada umumnyaa setuju penerapan Numbered Head Together berbantuan media audio visual bahwa siswa sangat menyenagkan dan membantu siswa dalam materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Head Together berbantuan audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Penerapan Numbered Head Together, Audio Visual, Hasil Belajar, IPS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMPN 11 BANDA ACEH . Istinandari; . Hasmunir; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.297 KB)

Abstract

Reciprocal teaching adalah proses pembelajaran mengacu empat strategi pemahaman yaitu merangkum, bertanya, mengklafikasi dan prediksi. audiovisual merupakan media video yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama suara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran reciprocal teaching berbantuan media audiovisual. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII-3 SMP Negeri 11 Banda Aceh yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian (1) Hasil Belajar; (2) Aktivitas siwa dan guru; (3) Ketrampilan pendidik; (4) Respon peserta didik. Teknik pengumpulan data (1) Observasi; (2) Tes; (3) Angket; dan (4) Dokumentasi. Instrumen pengumpulan data (1) Pre-test dan post-test; (2) Observasi aktivitas pendidik dan peserta didik; (3) Lembar observasi keterampilan pendidik; dan (4) Angket respon peserta didik. Analisis dataa menggunakan (1) hasil belajar peserta didik; (2) Analisis aktivitas peserta didik dan pendidik; (3) Analisis ketrampilan pendidik; dan (4) Respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan hasil belajar individual meningkat dari 65% pada siklus pertama menjadi 75% pada siklus II, dan 90% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 30% pada siklus I menjadi 60% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah kesesuaian aktivitas pendidik dan peserta didik meningkat siklus pertama 5 aktivitas menjadi 7 aktivitas pada siklus II, dan 9 aktivitas pada siklus III; (3) Keterampilan pendidik dalam mengelola pembelajaran meningkat pada setiap siklus I skor 2,3, siklus II menjadi 2,7, siklus III 3,1; (4) Respon siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran reciprocal teaching berbantuan media audiovisual sangat bagus. Kata Kunci: penerapan, reciprocal teaching, audiovisual, hasiil belajar, IPS terpadu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA GOOGLE EARTH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 BANDA ACEH sayed Muddasir; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.315 KB)

Abstract

Model pembelajaran project based learning adalah salah satu model yang dapat menciptakan suasana belajar aktif jika dikolaborasikan dengan media yang tepat. Media google earth adalah media yang cocok digunakan dalam pembelajaran yang diharapkan dapat mengaktifkan indera pandang siswa sehingga akan mengoptimalkan hasil belajar siswa. Adapun dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah adalah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas pengajar dan peserta didik dalam pembelajaran; (3) Keterampilan pengajar dalam mengelola pembelajaran; (4) Tanggapan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 9 Banda Aceh kelas VIII-1 yang berjumlah 20 siswa. Penghimpunan data dilakukan dengan cara menggunakan lembar tes, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil pada penelitian yang dilakukan adalah: (1) Ketuntasan individual meningkat secara bertahap pada siklus pertama 10 siswa yang tuntas belajar dan menjadi 18 siswa pada siklus ketiga, kemudian persentase ketuntasan klasikal juga mengalami perubahan dari 40% pada siklus pertama menjadi 90% pada siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa mulai dari siklus pertama sampai siklus ketiga menunjukkan kesesuaian terhadap model PjBL menggunakan media google earth; (3) Keterampilan guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran dengan menggunakan model PjBL menggunakan google earth mengalami peningkatan pada skor rata-rata yang semula diperoleh 2,69 naik menjadi 2,9 berkategori baik; (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran PjBL menggunakan google earth memperoleh hasil yang sangat baik yaitu 91,67% siswa beranggapan bahwa pembelajaran menggunakan model PjBL berbantuan media google earth  dapat membantu peserta didik memahami materi dengan baik. Kata kunci: project based learning, media google earth, hasil pembelajaran 
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI-ISI SMA 16 BANDA ACEH Hardi .; Syamsul Bardi; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.575 KB)

Abstract

Pemanfaatan lingkungan sekolah dapat dilakukan oleh guru adalah dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai tempat proses pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai dalam lingkungan sekolah sebagai tempat proses pembelajaran ini tidak hanya keberhasilan siswa secara individu dalam menguasai materi pembelajaran, namun juga harus melihat langsung apa yang ada dilingkungan sekitar mereka. Pengamatan dalam penelitian  memiliki tujuan untuk melihat (1) Hasil belajar murid; (2) aktivitas pengajar dan murid; (3) kemampuan pengajar dalam pengajaran; dan (4) kecakapan peserta didik pada pembelajaran pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai bahan belajar. sample penelitian yaitu seluruh Siswa KelasXI-ISI SMA Negeri 16 Banda Aceh adalah 21 siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui (1) Lembar pretest dan postest; (2) Lembar kegiatan pengajar(guru) dan peserta didik; (3) Lembar pengamatan kegiatan guru; dan (4)instrumen kecakapan peserta didik. Dalam penelitian ini data dianalisis dengan  statistik deskriptif. Hasil yang didapat yaitu (1) nilai presentase seecara individu naik dari 76% disiklus I menjadi 85% pada siklus ke-II dan 95% disiklus ke-III. Presentase klasikal meniingkat 60% pada siklus ke-I menjadi 80% pada siklus ke-II dan 90% pada siklus ke-III. (2) kegiatan pengajar  dan peserta didik menaik dari 5 aktivitas pada siklus ke-I menjadi 8 aktivitas pada siklus ke-II dan 10 aktivitas  pada siklus ke-III. (3) pengelolaan pembelajaran dari keterampilan pengajar meningkat 2,78 kriteria baik disiklus ke-I menjadi 3,0 dengan kriteria baik disiklus ke-II dan 3,27 dengan kriteria baik disiklus ke-III. (4) secara umum siswa menyatakan setuju bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar menyenangkan dan membantu peserta didik untuk memahami materi pelajaran. Dari perolehan hasil penelitian pada siklus ke-I, ke-II, dan ke-III jadi dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci:  Pemanfaatan Lingkungan Sekolah, Sumber Belajar, Hasil Belajar

Page 11 of 23 | Total Record : 227