cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
pola komunikasi guru dengan anak keterbelangan mental di YYPC Banda Aceh Sahputra Sahputra; Nurhasanah Nursahanah; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.556 KB)

Abstract

ABSTRACT  Sahputra. 2017. Communication Patterns Teachers and Children's Mental Backwardness to YPPC Banda Aceh. Skripsi, Departement of Guidance and Counseling,The Faculty of Teachers Trainning and Education,Syiah Kuala University Supervisor:(1)   Dra. Nurhasanah, M.Pd., (2) Drs. Martunis, M.Si. Keywords: Communication Patterns, Teachers, Children's Mental BackwardnessBasically, communication is needed by everyone, either normal or people with special needs such as children who have mental retardation. Communication patterns greatly affect the existence of persons with mental retardation in doing habit. Children with mental retardation overall retarded growth and weakness in the psychological field. This study aims to determine the communication pattern teacher with child mental retardation and obstacles encountered in the process of communication in Banda Aceh YPPC. This study used a qualitative approach. The subjects were 4 teachers. The object of research is the communication pattern teacher with mentally retarded children. Data is collected using interviews, observation and documentation. The results showed that the communication pattern teacher with mental retardation in the child YPPC Banda Aceh is a pattern of two-way communication occurs reciprocal (feedback) between teachers and students, but not balanced in the communication process to respond to what you want to say by the child and give the child a positive appreciation of the initiative storytelling and develop empathetic communication. In practice, the patterns of communication between teachers and children take place relatively good mental retardation. Obstacles faced by teachers, among others, misperceptions between teachers and students in the communication process of learning as children grow and develop, so that his curiosity was sometimes greater. As for his mental development is not balanced in the process of communication with teachers. In addition, other constraints that teachers face is difficult to change the mindset mainset or students to be more successful in the learning process.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA SMA NEGERI DALAM WILAYAH KOTA TAKENGON Maulida Fitri; Dahliana Dahliana; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.161 KB)

Abstract

ABSTRAK Fitri, Maulida. 2016. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Menyontek pada Siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dra. Dahliana Abd., M.Pd., Kons., (2) Drs. Said Nurdin, M.Si.  Kata kunci: Faktor yang Mempengaruhi- Perilaku-Menyontek-SiswaMenyontek adalah perilaku berbuat curang yang disebabkan karena kurangnya kesadaran pada diri siswa tentang pentingnya belajar dan menyelesaikan tugas serta tidak mau bekerja keras mempertahankan harga diri demi keberhasilan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek pada siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri sebanyak 15 orang yang pernah menyontek lebih dari satu kali. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif serta teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek pada siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon yaitu karena malas belajar, takut mengalami kegagalan serta tuntutan orang tua untuk memperoleh nilai atau peringkat kelas yang baik. Faktor malas belajar yaitu pengalaman, motivasi, kurang mood/semangat, tidak ada fasilitas belajar dan karena membantu orang tua sehingga siswa terpengaruh untuk berperilaku menyontek. Faktor takut mengalami kegagalan hingga siswa melakukan perbuatan menyontek terdiri dari konsep diri negatif, cemas dan pengalaman kegagalan. Faktor tuntutan orang tua untuk memperoleh nilai atau peringkat kelas yang baik hingga siswa terpengaruh untuk menyontek yaitu harus dapat prestasi/nilai yang tinggi dan dihukum oleh orang tua jika tidak dapat nilai bagus. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru BK untuk lebih serius mengatasi dan membimbing siswa yang berperilaku menyontek dengan menggunakan berbagai macam layanan dan pendekatan. Juga memberikan hukuman/sanksi yang lebih mendidik dan tepat pada siswa dengan tujuan untuk menunjukkan kesadaran siswa.
IDENTIFIKASI MASALAH BELAJAR MAHASISWA PAPUA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Julia Mayora; M. Nazir Basyir; Hetti Zuliani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.06 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbedaan kultur menjadi salah satu penyebab berlangsungnya proses belajar yang dilakukan oleh individu mahasiswa yang belajar di tempat dan budaya yang berbeda tentunya mengalami persoalan-persoalan yang dapat mempengaruhi keefektifan belajarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat masalah apa saja yang dihadapi oleh mahasiswa Papua dalam proses pembelajaran di kampus Universitas Syiah Kuala dan mencari penyebab kesulitan yang dialami oleh mahasiswa Papua dalam menerima materi perkuliahan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa Papua di Universitas Syiah Kuala sebanyak 28 responden. Hal ini didapat dari data Biro bagian kerjasama yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari mahasiswa Papua memiliki IPK yang rendah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixed methods. Penelitian ini merupakan suatu langkah penelitian yang menggabungkan dua bentuk penelitian yang telah ada sebelumnya yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Data penelitian bersumber dari hasil AUM PTSDL dan hasil wawancara yang ditujukan kepada mahasiswa Papua. Hasil penelitian menunjukkan mutu kegiatan beajar yang beragam. Hasil AUM PTSDL menunjukkan mutu kegiatan belajar mahasiswa Papua berada pada kategori rendah 64,29%, kategori sedang 35,72% dan kategori tinggi 0%. Kata Kunci: Masalah Belajar, Mahasiswa Papua
Pengaruh Harga Diri terhadap Kecemasan Sosial Remaja pada Siswa di SMA Negeri Banda Aceh Rizka Tami Untari; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.695 KB)

Abstract

ABSTRAK Harga diri yang sehat ditandai dengan perilaku percaya diri ketika dihadapkan pada situasi sosial, jika muncul perasaan tidak nyaman dan merasa diri buruk dapat mencerminkan tingkat harga diri remaja sehingga memunculkan kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh harga diri terhadap kecemasan sosial pada remaja secara signifikan. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa di SMAN 3, SMAN 11 dan SMAN 8 kelas XI dan XII berjumlah 1463 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel dengan jumlah 314 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala psikologi dengan skor 1-4. Analisis data penelitian menggunakan regresi linear sederhana. Hasil analisis regresi menunjukkan ada pengaruh signifikan harga diri terhadap kecemasan sosial, yang ditunjukkan dengan Fhitung sebesar 37,575, nilai koefisien regresi sebesar -0,389 pada taraf signifikansi 0,000. Koefisien regresi sebagai nilai arah penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai penurunan variabel kecemasan sosial, artinya setiap kenaikan 1 nilai harga diri pada siswa maka kecemasan sosial menurun sebesar 0,389. Penurunan nilai kecemasan sosial menunjukkan koefisien bernilai negatif dari harga diri artinya semakin tinggi nilai pada harga diri maka semakin rendah kecemasan sosial remaja pada siswa di SMA Negeri Banda Aceh. Kontribusi yang diberikan harga diri terhadap rendahnya kecemasan sosial pada remaja sebesar 15,1 %, sedangkan 84,9 % kecemasan sosial pada remaja dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Kepada peneliti selanjutnya untuk dapat mengkaji lebih lanjut mengenai Pengaruh Harga Diri terhadap Faktor Lainnya. Kata Kunci:Harga Diri, Kecemasan Sosial
ANALISIS MOTIF SISWA SMA NEGERI MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Marsauri Marsauri; M. Husen M. Husen; Hetti Zuliani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.578 KB)

Abstract

ABSTRAK Marsauri. 2016. Analisis Motif siswa SMA Negeri Melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Kabupaten Aceh Singkil. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:            (1) M. Husen M.Pd,. (2) Hetti Zuliani S.Pd,.M.PdKata Kunci: Motif Siswa, Lanjutan Studi, Perguruan TinggiMotif siswa merupakan dorongan atau kekuatan yang ada dalam diri siswa, dorongan ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal untuk melanjutkan studi yang menunjang keberhasilan siswa di perguruan tinggi. Masalah penelitian adalah gambaran motif siswa dan faktor yang mempengaruhi siswa SMA Negeri melanjutkan studi ke perguruan tinggi di kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran motif siswa dan faktor yang mempengaruhi siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian 950 siswa, sampel penelitian adalah 281 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian adalah sebagian besar siswa mempunyai motif sangat tinggi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi sebesar (72.9%), dan sebagian kecilnya lagi siswa mempunyai motif melanjutkan studi adalah tinggi (0.6%), sedang (4.6%), rendah (1.1%) dan sangat rendah (0.7%) dan faktor yang mempengaruhi motif siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah faktor internal meliputi kepribadian, bakat akademik, bakat  nonakademik serta minat. Kemudian faktor eksternal meliputi faktor masyarakat, ekonomi keluarga, dan peluang pekerjaan. Faktor yang paling menonjol yang mempengaruhi motif siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah faktor internal adalah bakat akademik sebesar (65.1%) sedangkan faktor eksternal ekonomi keluarga sebesar (79.3%).
PROGRAM SEKOLAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI SMAN 13 DAN SMAN 7 BANDA ACEH Erna Juita; Bahrun Bahrun; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.193 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Program Sekolah dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program yang dilaksanakan di SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan untuk mendeskripsikan pandangan siswa SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh mengenai narkotika. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, kepala sekolah dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan suatu gejala atau peristiwa yang sedang terjadinya perilaku penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar  khususnya di sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan data dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah kepala sekolah membuat tata tertib sekolah dengan sanksi yang tegas dan memaksimalkan tugas guru. Guru bimbingan konseling  melakukan razia secara intensif, bekerjasama dengan instansi terkait guna penyuluhan dan sosialisasi, menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan, memasukkan materi tentang narkotika kedalam kurikulum pengajaran. Siswa di sekolah banyak yang mengetahui tentang dampak dan akibat yang timbul jika memakai narkotika sehingga siswa menolak untuk menggunakannya. Kata Kunci: Upaya Pencegahan, Penyalahgunaan Narkotika, Pelajar.
Hubungan Komitmen Pendidikan Diniah dengan Perilaku Menyimpang pada Remaja (suatu penelitian di SMP N 8 Banda Aceh) Muhamad Sanusi; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.607 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the level of diniah education commitment, the level of deviant behavior, and the relationship between the two variables. The hypothesis proposed is that there is a negative and significant relationship between the commitments of diniah education with deviant behavior. This research is a kind of quantitative research with descriptive and correlational method. The sample in this study amounted to 165 people. Sampling technique applied was probability random sampling. Data collection is used by distributing scale instruments. The results of data analysis showed that the commitment of education diniah in students was varied; the highest percentage (43%) is in the high category. Meanwhile, deviant behavior of more than half (54%) is in low category. Result of correlation analysis between commitment of education diniah with deviant behavior show r (xy) = -0.380 with significant level p 0.05. Thus it can be concluded there is a significant correlation between the commitments of diniah education with deviant behavior, the negative correlation value shows the higher the commitment of students’ diniah education, the lower the deviant behavior.Keywords: Commitment Exploration of Religion, Deviant Behavior     ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat komitmen pendidikan diniah, tingkat perilaku menyimpang, serta kaitan antara kedua variabel tersebut. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara komitmen pendidikan diniah dengan perilaku menyimpang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 165 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability random sampling. Pengumpulan data yang digunakan dengan cara menyebarkan instrumen yang berbentuk skala. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa komitmen pendidikan diniah pada siswa cukup bervariasi, persentase terbanyak (43%) berada pada kategori tinggi. Sedangkan perilaku menyimpang lebih dari setengah (54%) berada pada kategori rendah. Hasil analisis korelasi antara komitmen pendidikan diniah dengan perilaku menyimpang menunjukkan r(xy) = -0.380 dengan tingkat signifikan p 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara komitmen pendidikan diniah dengan perilaku menyimpang, nilai korelasi yang negatif tersebut menunjukkan semakin tinggi komitmen pendidikan diniah siswa maka akan semakin rendah perilaku menyimpang.Kata kunci: Komitmen Pendidikan Diniah, Perilaku Menyimpang
KESULITAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DI SMPN 4 TAKENGON Fauziah Fauziah; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.665 KB)

Abstract

ABSTRAKKata kunci: permasalahan siswa–kesulitan guru pembimbingPelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan guru pembimbing seharusnya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditentukan, namun tidak dapat dihindari bahwa kenyataan di sekolah mekanisme pelayanan bimbingan dan konseling tidak dijalankan sesuai dengan prosedur yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan guru pembimbing dalam mengatasi permasalahan siswa di SMPN 4 Takengon. Secara khusus, penelitian ini mendeskripsikan permasalahan yang ditemui pada siswa, kesulitan yang terjadi pada guru pembimbing dalam mengatasi permasalahan dan faktor penyebab terjadinya kesulitan pada guru pembimbing. Metode dan  pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari guru pembimbing dengan melakukan wawacara langsung. Hasil penelitian Menujukkan bahwa, masalah yang terjadi pada siswa yaitu ribut dalam kelas, menyontek, berkelahi, merokok dan membolos. Kesulitan yang dialami guru pembimbing tidak ada jam khusus untuk guru BK, guru tidak dapat memahami siswa dengan baik, kurangnya minat siswa dalam mengikuti layanan, siswa kurang mau mendengarkan bimbingan yang diberikan oleh guru pembimbing dan siswa sulit untuk dipanggil ke ruang BK, adapun faktor penyebab kesulitan yaitu pihak sekolah tidak menyediakan jam untuk guru pembimbing, jumlah siswa yang terlalu banyak, kurangnya motivasi guru pembimbing terhadap siswa, siswa menganggap ruang BK sebagai ruang aib, serta letak ruang BK yang berada pada ruangan dewan guru.
DESKRIPSI PERASAAN, MINAT, SIKAP DAN MOTIVASI REMAJA DI PANTI SOSIAL ASUHAN (PSAA) DARUSSA’ADAH ACEH Cut Erini Noviyani; Abu Bakar; Hetti Zuliani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.498 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Deskripsi Perasaan, Minat, Sikap dan Motivasi Remaja di panti sosial asuhan (PSAA) Darussa’adah Aceh”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perasaan, minat, sikap dan motivasi remaja di panti sosial asuhan (PSAA) Darussa’adah Aceh. Subjek dari penelitian adalah seluruh remaja yang tinggal dipanti khususnya remaja pada usia SMP. Adapun objeknya adalah perasaan, minat, sikap dan motivasi remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kondisi perasaan, minat, sikap dan motivasi remaja di panti sangat beragam. Pada aspek perasaaan, remaja merasa mendapatkan kasih sayang dari pihak pengasuh dan PEKSOS (Pekerja Sosial) panti namun kasih sayang tersebut tidak bisa menggantikan kasih sayang kedua orang tua mereka. Mereka pun merasa senang tinggal di panti karena memiliki banyak teman. Permusuhan terjadi ketika ada anak yang “mengejek” antara satu remaja dengan remaja lainnya. Kondisi minat pada remaja cukup beragam. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor usia, teman sebaya dan juga lingkungannya. Terdapat juga motivasi yang berbeda antara remaja panti, beberapa dari mereka mempunyai keinginan dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Namun sebagian juga acuh-tak acuh terhadap kegiatan belajar mereka. Sikap remaja antara sesamanya dan pengasuh juga tergolong baik. Remaja menganggap pengasuh membantu mereka dalam menghadapi masalah dan memahami mereka. Namun pandangan atau sikap mereka terhadap panti cenderung berbeda, mereka menganggap panti sebagai tempat singgah yang penuh dengan aturan, sementara beberapa yang lainnya menganggap bahwa panti menjadi salah satu tempat yang akan membantu mewujudkan cita-cita mereka.Kata Kunci  : Perasaan, Minat, Sikap, Motivasi, Remaja.
UPAYA MANAJEMEN WAKTU DALAM MENGATASI STRES AKADEMIK (SUATU PENELITIAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA) Putri Chairina Saffira; Dahliana Abd.; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.939 KB)

Abstract

ABSTRACT Academic stress can interfere with the completion of the final task and add to the study period of the student. This study aims to (1) describe students' academic stress and (2) to know the effort of time management in overcoming academic stress. The method used in this research is qualitative descriptive approach. This research data is sourced from interview result to 7 students of FKIP Guidance and Counseling of Syiah Kuala University whose study period has been more than 6 years. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation and conclusion. The findings indicate that the academic stress symptoms experienced by students are biological reactions of increased heart rate, cold sweating and tremor; Psychological reactions are experiencing a feeling of nervousness, often forgetting something, experiencing feelings of sadness and disappointment; as well as behavioral and social reactions are disrupted in socializing activities, sleep patterns and eating patterns disorders and increased frequency of smoking. Time management efforts to overcome academic stress are done by arranging the schedule of activities, noting the types of tasks to be done, preparing before the activities, planning the effective time to create tasks, searching for task materials and dividing the time between making tasks and breaks. Keywords: Time Management, Academic Stress, Student ABSTRAK Stres akademik dapat mengganggu penyelesaian tugas akhir dan menambah masa studi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menggambarkan stres akademik mahasiswa dan (2) mengetahui upaya manajemen waktu dalam mengatasi stres akademik. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari hasil wawancara kepada 7 orang mahasiswa Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Syiah Kuala yang masa studinya sudah lebih dari 6 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan menunjukkan bahwa gejala stres akademik yang dialami mahasiswa adalah berupa reaksi biologis yaitu detak jantung meningkat, keringat dingin dan suara bergemetar; reaksi psikologis yaitu mengalami perasaan gugup, sering melupakan sesuatu, mengalami perasaan sedih dan kecewa; serta reaksi tingkah laku dan sosial yaitu terganggu dalam kegiatan bersosialisasi, gangguan pola tidur dan pola makan serta meningkatnya frekuensi merokok. Upaya manajemen waktu untuk mengatasi stres akademik yang dilakukan adalah dengan cara menyusun jadwal kegiatan, mencatat jenis-jenis tugas yang harus dikerjakan, melakukan persiapan sebelum kegiatan, merencanakan waktu efektif untuk membuat tugas, mencari bahan-bahan tugas dan membagi waktu antara membuat tugas dan istirahat. Kata kunci: Manajemen Waktu, Stres Akademik, Mahasiswa.

Page 2 of 21 | Total Record : 206