cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Analisis penggunaan media internet di kalangan siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh dalam kaitannya dengan perilaku belajar Riski Effendi; Nurhasanah Nurhasanah; Bahrun Bahrun
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

The internet utilization has a relation in changes of person's behavior which can be positive or negative. If the internet is used to support student in learning activities, it will affect the learning behavior anyway. The purpose of this research to find out internet media utilization to students of Senior High School 6 in Banda Aceh and the relationship between internet media utilization with learning behavior of students, using a qualitative approach. The subjects of this research are 6 students from class XI, while the object of this research is internet media utilization in relation with learning behavior. The data collection used was interview. The results of data analysis showed that internet media utilization on students including frequency of use (everyday), duration of use (2-16 hours per day) and the materials studied (academic/non-academic). The internet media utilization is closely related to students learning behavior. The intense of internet utilization can lead to addiction which effects on achievement and patterns of student learning behavior. If students are wise and smart in using the internet and clever in set the time, it will bring a good influence on the desire and behavior in learning. The students are interested to learn because through the internet they can get knowledge and extensive insight. That is shown by students behavior asking in learning process that consists of concentrating on the subject matter, take notes, ask for an explanation or asking, fulfillment of learning obligations or task and positioning of sitting in the classroom. Then, the behavior when an exam is a lot of studying before the exam and learning behavior at home.Keywords: Utilization, Internet Media, Learning Behavior of StudentsABSTRAKPenggunaan internet berkaitan dengan perubahan perilaku seseorang yang bisa menjadi positif dan juga negatif. Jika internet digunakan untuk mendukung aktivitas pembelajaran siswa, maka akan mempengaruhi perilaku belajarnya pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media internet pada siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh dan kaitan antara penggunaan media internet dengan perilaku belajar siswa, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian siswa kelas XI sebanyak 6 orang, sedangkan objek penelitian adalah penggunaan media internet dalam kaitannya dengan perilaku belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan media internet pada siswa meliputi frekuensi penggunaan (setiap hari), lama penggunaan (2-16 jam perhari) dan materi yang dikaji (akademik/non akademik). Penggunaan media internet berkaitan erat dengan perilaku belajar siswa. Intensnya penggunaan internet dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak pada prestasi dan pola perilaku belajar siswa. Jika siswa bijak dan cerdas dalam menggunakan internet serta pandai membagi waktu, maka akan membawa pengaruh yang baik terhadap keinginan serta perilakunya dalam belajar. Siswa jadi tertarik belajar karena melalui internet bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang luas. Hal tersebut ditunjukkan melalui perilaku siswa mengikuti proses pembelajaran yang terdiri dari memusatkan perhatian pada materi pelajaran, membuat catatan, meminta penjelasan atau bertanya, pemenuhan kewajiban belajar atau tugas dan penempatan posisi duduk di kelas. Kemudian perilaku saat menghadapi ujian yaitu banyak belajar sebelum ujian dan perilaku belajar di rumah.Kata kunci: Penggunaan, Media Internet, Perilaku Belajar Siswa
Penilaian Mahasiswa PPL Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Oleh Guru BK Eka Dewi Sari; Said Nurdin; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

ABSTRACT Assessment was an inseparable part in daily life either in education, career, society and so forth. The research entitled “Internship Students’ Assessment towards the Implementation of Group Guidance Service by Guidance and Counseling Teacher” aimed to describe the internship students’ assessment towards the guidance group service conducted by the guidance and counseling teacher who was their internship supervisor. Assessment was conducted on group guidance activities conducted by the teachers so that it could be a model for students who conducted the Internship Program (PPL). The research approach was descriptive qualitative. The subjects were 6 PPL students of guidance and counseling. The data collection technique about the instrument aspects used standard instruments based on book 3 of Educational Curriculum and Professional Teacher Training (PLPG), page 28. To support a concrete data, it used interview technique based on the observation result and the measurement of PPL students of guidance and counseling. Based on the data analysis, the assessment conducted towards the guidance group service implemented by BK teacher was categorized as good appropriately. It showed that the BK supervisor teacher could be a role-model for the students who performed PPL at school.Keywords: Student assessment, group guidance implementation. ABSTRAKPenilaian adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari baik dalam pendidikan, dalam dunia kerja, dalam masyarakat dan sebagainya. Penelitian yang berjudul “Penilaian Mahasiswa PPL Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Oleh Guru BK” ini bertujuan untuk menggambarkan penilaian mahasiswa PPL terhadap layanan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK yang menjadi pamong bagi mahasiswa praktikan. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK sehingga dapat menjadi model bagi mahasiswa yang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPL BK yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data tentang aspek-aspek yang dinilai menggunakan instrumen baku berdasarkan Buku 3 Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesional Guru (PLPG), halaman 28. Serta menggunakan teknik wawancara untuk mendukung data yang lebih konkrit yaitu berdasarkan hasil observasi dan pengamatan mahasiswa PPL BK. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa penilaian mahasiswa PPL terhadap pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK, ditemukan bahwa guru BK melakukan layanan bimbingan kelompok dapat dikategorikan baik sesuai dengan tahap-tahapnya. Dengan demikian sebagai guru pamong BK bagi mahasiswa PPL BK dapat dijadikan model bagi mahasiswa dalam pelaksanaan PPL di sekolah. Kata kunci: Penilaian mahasiswa PPL, pelaksanaan layanan bimbingan kelompok
Pelaksanaan teknik asertif untuk meningkatkan perilaku asertif siswa si SMP Negeri 2 Banda Aceh Aulia Khairani; Martunis Yahya; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

counseling services in schools. Assertive is a individual ability to express his thoughts and feelings both positive and negative as well as maintain its rights in a polite way without hurting others. Selection of counseling techniques to improve assertive behavior in this study are assertive techniques. The aims of the study is to describe assertive behavior of students before and after being given assertiveness techniques and to determine the influence of assertive techniques in improving assertive behavior in students. The population in this study were 50 students in Junior High School 2 Banda Aceh recommended by teachers BK whereby it has a low assertive behavior, while the sample is 10 students were selected by purposive sampling. The method used is descriptive quantitative approach and the type of pre-experimental study one group pre-post test design. Collecting data using the questionnaire in the form of Likert scale. Data were analyzed using paired-sample sign test. It can be concluded that the students before being given assertiveness techniques obtained average value 115.3, assertive behavior after being given assertiveness techniques obtained average nilah 137.5 and increased scores gained an average of 22.2. It can be concluded that the technique can improve students’ assertive behavior that have been given treatment. It can be seen through the changes that occur in students, such as students become more confident, able to express his thoughts and feelings, and able to defend its rights.Keywords: Assertive Behavior, Assertive TechniquesABSTRAKPerilaku asertif sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial siswa, karena itu perlu dikembangkan melalui layanan konseling di sekolah. Asertif merupakan kemampuan individu mengungkapkan pikiran dan perasaannya baik yang positif maupun negatif serta mempertahankan hak yang dimilikinya dengan cara yang sopan tanpa menyakiti orang lain. Pemilihan teknik konseling untuk meningkatkan perilaku asertif dalam penelitian ini yaitu teknik asertif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku asertif siswa sebelum dan setelah diberikan teknik asertif dan untuk mengetahui pengaruh teknik asertif dalam meningkatkan perilaku asertif pada siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 orang siswa di SMP Negeri 2 Banda Aceh yang direkomendasikan oleh guru BK memiliki perilaku asertif rendah, sedangkan sampelnya adalah 10 orang siswa yang dipilih secara purposive sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian pra-eksperimen one group pre-post test design. Pengumpulan data menggunakan angket dalam bentuk skala Likert. Teknik analisis data menggunakan paired sample sign-test. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa sebelum diberikan teknik asertif memperoleh nilai rata-rata 115,3, perilaku asertif setelah diberikan teknik asertif memperoleh nilah rata-rata 137,5 dan peningkatan skor diperoleh rata-rata sebanyak 22,2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik asertif dapat meningkatkan perilaku asertif pada siswa yang diberikan treatment. Hal ini dapat dilihat melalui perubahan yang terjadi pada siswa, seperti siswa menjadi lebih percaya diri, mampu mengemukakan pikiran dan perasaannya, serta mampu mempertahankan hak yang dimilikinya.Kata kunci: Perilaku Asertif, Teknik Asertif
Hubungan edukasi religius dengan hasrat heteroseksual siswa SMA Negeri 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar Santi Ramadani; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

Religious education is believed to nurture the individual to behave more responsible. This research attempts to describe the correlation between religious educations with the heterosexual desire of students in one of public high school in Baitussalam Aceh Besar. This study aims to determine the relationship between religious educations with students' heterosexual desires. The type of research used is quantitative research with descriptive and correlational method. The population in this study was all students of SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar amounted to 300 people. Sampling technique utilized was probability sampling. Data collected using five scaled questionnaire. Research data is processed and analyzed by percentage and Spearman correlation. The results showed that the highest category in religious education was the medium category, while the highest category of heterosexual passions was also the medium category. The result of correlation test analysis showed a significant negative correlation between religious educations with student heterosexual desires, the correlation coefficient obtained was -0.185 with a significant level of 0.15. This means that the proposed work hypothesis can be accepted, so it can be said the higher the religious education the lower the heterosexual desire in SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar. Keywords: Religious educations, heterosexual desire, high school students ABSTRAKPendidikan religius dipercaya dapat membina individu menjadi lebih bertanggung jawab terutama terhadap dirinya sendiri dan dapat mengendalikan perilakunya. Penelitian ini berupaya mendiskripsikan korelasi antara edukasi religius dengan hasrat heteroseksual siswa SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara edukasi religius dengan hasrat hetero seksual siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar berjumlah 300 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling yaitu penyampelan secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan intrumen berupa skala berkategori lima. Data penelitian diolah dan di analisis dengan persentase dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori terbanyak pada edukasi religius adalah kategori sedang. Sementara kategori terbanyak pada hasrat hetero seksual juga berada pada kategori sedang. Hasil analisis uji korelasi menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikansi antara edukasi religius dengan hasrat hetero seksual siswa, koefisien korelasi yang diperoleh adalah -0.185 dengan tingkat signifikan 0.15. Artinya hipotesis kerja yang diajukan dapat diterima, sehingga dapat dikatakan semakin tinggi edukasi religius maka semakin rendah hasrat hetero seksual di SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar.Kata kunci: edukasi religious, hasrat hetero seksual, siswa SMA
Pengembangan Modul Pemahaman Diri tentang Karir Untuk Siswa SMA Yuliana Rizki; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.468 KB)

Abstract

Adolescence is a time for individuals to prepare themselves into adulthood, there are many developmental tasks that must be passed by teenagers one of them adalan choose and set career direction. At this time many teenagers often have problems related to understanding, planning and establishing themselves with regard to career, The problem makes many students who are confused in choosing majors in college. These problems also occur due to the absence of regular guidance and counseling hours so that services provided to students, especially those related to careers are very limited. Therefore, it takes a medium that students can use independently in planning their career. This study aims to develop the media in the form of a self-understanding module on a career that is worth using both independently and as a medium in providing career guidance services. The method used in this research is research and development method. This research data is sourced from material experts, media experts, teachers and students, this research data obtained from the questionnaire. The results of this research validate the product with the material expert to conclude that the module is in good category while validari with the media expert to produce conclusion that the module is in very good category. Materials experts and media experts also provide suggestions for module improvements. The user trials of counseling and student counseling teachers after the revised module are in the good category according to the teacher and are excellent according to the students. Continuing trial use where students are given tests before the module is given, after which the students are given one week to read the module and then given the same test again. In the paired sample t-test, it is found that there is an increase in students' understanding before and after reading self-understanding module about career.
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN EMPATI SISWA MELALUI TEKNIK PSIKODRAMA (Suatu Penelitian Pra-Eksperimen Di SMP Negeri 6 Banda Aceh) Saufa Niara; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.476 KB)

Abstract

 Penelitian yang berjudul pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan empati siswa melalui teknik psikodrama, akan membantu siswa dalam mengembangkan empatinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dalam mengembangkan empati siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperimen one group pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah siswa yang memiliki empati rendah, sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 10 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data menggunakan paired sample sign-test menggunakan uji Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa post-test lebih besar dari pada pre-test yaitu 89,9 ≥ 66,2 dan dengan hasil uji Z yaitu 3,16 lebih besar dari harga kritiknya yang bernilai 1 dengan nilai α 0,05. Artinya terdapat perbedaan yang positif dan signifikan sebelum dan setelah diberikannya layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dalam mengembangkan empati siswa. Melalui teknik psikodrama juga membuat siswa menjadi mampu memahami kondisi dan menghargai pendapat orang lain dalam layanan bimbingan kelompok. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap empati siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dapat diterima.Kata Kunci : Empati, Bimbingan Kelompok, Teknik Psikodrama 
Efektivitas Penerapan Konseling Gestalt Melalui Teknik Reframing Untuk Menurunkan Perilaku Internet Addiction Pada Siswa Di SMP (Suatu Penelitian di SMPN 1 Banda Aceh) Fattayatinur Fattayatinur; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.257 KB)

Abstract

Continuous use of the internet can get negative effects for every individual who uses it. In this case the reframing technique is one of the alternatives to break the behavior of addiction to the internet. This study aims to determine the effectiveness of the application of reframing techniques using the gestalt approach in reducing the behavior of Internet addiction. this study includes the type of pre-experimental research using a quantitative approach.The population of this study were 70 students in the class vii SMPN 1 Banda Aceh while the sample used included 30 students selected from the population. The sampling technique is purposive sampling. Data collection techniques used is a Likert scale questionnaire while data anaisis technique using paired T test (paired sample T-test). The results showed that the average value of pretest was 112.77 higher than the mean posttest score of 68.90. In addition, the value of t arithmetic results obtained that thitung ≥ ttabel is 17.269 ≥ 2.045 with a significant level of 5% or 0.05 which means the alternative hypothesis (Ha) and nil hypothesis (H0) rejected. In other words, the application of gestalt counseling through effective reframing techniques to be used in reducing Internet Addiction behavior. Keywords: Gestalt Counseling Approach, Reframing Technique, Internet addiction
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok dalam Mereduksi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Abdul Haris; Qurrata A'yuna; Dahliana Abd
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.78 KB)

Abstract

ABSTRAKAbdul Haris. 2017. Efektifitas Layanan Konseling Kelompok Dalam Mereduksi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa di SMAN 1 Ingin Jaya. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dra. Dahliana Abd, M.Pd, Kons (2) Qurrata ‘Ayuna, S.Pd, M.Pd, Kons Kata kunci: Perilaku Prokrastinasi Akademik SiswaPenelitian ini berjudul “Efektifitas layanan konseling kelompok dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa di SMAN 1 Ingin Jaya”. Dimana yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini masih banyak siswa yang belum bisa mengelola waktu belajar dengan baik, terlambat mengumpulkan tugas dan belajar di saat ujian akan dekat atau belajar sistem kebut semalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas layanan konseling kelompok dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa.Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan pendekatan mixed methods yaitu menggabungkan dua pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Lokasi penelitian di SMAN 1 Ingin Jaya dengan jumlah sampel 8 siswa. Tekhnik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase. Layanan bimbingan konseling yang dilakukan adalah konseling kelompok. Prosedur penelitian terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Hasil penelitian pada siklus satu rata-rata 76,3 dan berada pada kategori sedang dan pada siklus ke dua berada pada kategori rendah dan rata-rata 63,5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah layanan konseling kelompok dapat dijadikan salah satu alternatif dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa. 
Layanan Konseling dalam Proses Rehabilitasi Narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh Sarah Raida; Muhammad Husen; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.075 KB)

Abstract

ABSTRACTCounseling services are some action handling by counselor to help people develop themselves optimally. Drug rehabilitation is a process of repair or recovery of drug addicts. This research is purpose to determine the process, factors and barriers of drug rehabilitation in the BNN of Aceh Province. This research type was an descriptive with qualitative approach. This research  data were collected using such as interviews, observation and documentation. Data were analyzed to descriptive report. The results of this research are (1) counseling services in drug rehabilitation process at BNN of Aceh Province are used many techniques such as individual counseling approach, group counseling, family counseling and religious counseling while behavioral approach, CCT, Rational Emotive Therapy not yet use because the counselors did not got the training and skills about it. (2) many factors that causing people uses drugs are internal and external factors. (3) amongst BNN team problems found that the addicts are already in acute conditions, inadequate facilities and infrastructure, and the imprisonment for narcotics addicts from police force. Problems found from addiction counselors are they do not got enough skills about the theory of counseling, also they did not been able to provide the trust for the addicts parents. While problems from clients such as how reclusive they are, with some behavior that still difficult to change because they  still in drug effect, from families such as poor parents supports, parents perceptions to counselors and from communities such as community perceptions to addicts also deficiency in rehabilitation sites.Keywords: Counseling Services, Drug RehabilitationABSTRAKLayanan konseling merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh konselor untuk mencapai tujuan untuk mengembangkan diri individu secara optimal. Rehabilitasi narkoba merupakan suatu proses perbaikan atau pemulihan pecandu narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses, faktor dan hambatan terhadap rehabilitasi narkoba di BNN Provinsi Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian yaitu (1) layanan konseling dalam proses rehabilitasi narkoba di BNN menggunakan pendekatan konseling individual, konseling kelompok, konseling keluarga dan konseling religius. Teori konseling/pendekatan konseling seperti pendekatan behavior, cct, rasional emotif tidak digunakan karena belum mendapatkan pelatihan serta keterampilan tentang pendekatan tersebut. (2) faktor pemicu penggunaan narkoba adalah faktor internal dan eksternal. (3) Adapun hambatan yang ditemukan yaitu dari tim BNN seperti pecandu sudah mengalami kondisi akut, sarana dan prasaran yang kurang memadai, pandangan kepolisian masih menerapkan pidana penjara bagi pecandu narkotika. Dari konselor adiksi seperti belum memiliki keterampilan atau pengetahuan tentang teori konseling, belum mampu memberikan kepercayaan bagi orang tua klien. Dari klien seperti susah membuka diri, perilaku yang susah diubah karena masih dalam kecanduan narkoba. Dari keluarga seperti dukungan orang tua yang kurang baik, persepsi orang tua terhadap konselor adiksi yang kurang baik. Dari masayarakat seperti persepsi masayarakat kepada klien dan tempat rehabilitasi yang kurang baik. Kata Kunci: Layanan Konseling, Rehabilitasi Narkoba
Strategi Kepala Sekolah Dalam Membantu Guru BK Mengimplimentasikan Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sma Kota Banda Aceh khalilurrahman khalilurrahman; Syaiful Bahri; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.751 KB)

Abstract

ABSTRAK Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah, Mengimplimentasikan Layanan BK Di Sekolah. Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam upaya mengembangkan kegiatan bimbingan konseling di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam membantu guru BK  mengimplimentasikan layanan BK di SMA Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 12 orang kepala sekolah dalam Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara. Berdasarkn hasil temuan di lapangan dapat dikatakan bahwa Kepala sekolah sangat berperan dalam membantu guru BK untuk menjalankan program BK di sekolah, Hasil penelitian menenjuk kan bahwa kepala sekolah sangat berperan dalam menjalankan program bimbingan konseling di sekolah dan dimana guru bimbingan konseling lebih aktif lagi dalam menjalankan tugasnya supaya siswa di sekolah tersebut mendapatkan pelayanan bimbingan konseling, Kepala sekolah juga berperan dalam membantu guru BK dalam mengatasi hambatan yang dihadapi oleh guru BK dalam mengimplementasikan layanan BK di sekolah dengan cara mengkoordinir  segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah, menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayanan BK  yang efektif dan efisien. 

Page 5 of 21 | Total Record : 206