cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Komunitas Bintang Laut (Filum Echinodermata) di Perairan Pantai Sabang Jufri Liadi; Sayyid A. el-Rahmi; Cut N. Defira
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.692 KB)

Abstract

ABSTRAK       Penelitian tentang Komunitas Bintang Laut (Filum Echinodermata) di Perairan Sabang telah dilakukan pada bulan Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bintang laut (Echinodermata) di perairan sabang meliputi wilayah perairan pantai Ujung Sekendo, perairan pantai Gapang, perairan pantai Payah Kenekai, dan perairan pantai Pasir Putih, Kota Sabang. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling. Kawasan penelitian dibagi atas 4 stasiun, setiap stasiun terdiri dari tiga kali sampling sejajar garis pantai. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan petak kuadrat dengan ukuran 50 m x 10 m persegi pada setiap stasiun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelimpahan Echinodermatadi kawasan perairan Sabang berkisar antara 0.009 individu/m2 sampai 0,029 individu/m2. Kata Kunci:Echinodermata Pisaster brevispinus, Linckia laevigataPerairan PantaiSabang ABSTRACT       Research on sea star community (phylum echinodermata) in Sabang waters has been conducted in March 2017. This study aims to determine the structure of sea star community (Echinodermata) in Sabang waters covering coastal areas of Ujung Sekendo, coastal waters of Gapang, coastal waters Payah Kenekai, and coastal waters of Pasir Putih, Sabang City. The method used is purposive sampling method. The research area is divided into 4 station, parallel to coastline. The data were collected using square plot with size 50 m x 10 m square on each station. The results of this study indicate that the abundance of Echinodermatain the waters of Sabang ranged from 0.009 individuals / m2to 0.029 individuals / m2. Key words:Echinodermata, Pisaster brevispinus, Linckia laevigataCoastal waters of Sabang
Standarisasi Status Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Seurangga di Kabupaten Aceh Barat Daya Dyva M. Mahda; Rizwan Rizwan; Oni Kandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTFish Landing Base (PPI) Ujung Seurangga didn’t have and meet the criteria of the actual Fish Landing Base (PPI) type. Development and stipulation of PPI Ujung Seurangga status must have standarisation of government regulatory requirements and policies. This research aims to determine and illustrate the status of Ujung Seurangga Fish Landing Base at Aceh Barat Daya based on government policies and regulations. This research was conducted on February-March 2018, located at Ujung Seurangga Fishing Landing (PPI), Aceh Barat Daya District. Research data are grouped into two: primary data (capacity measurement of facilities) and sekundery data (port managers and stakeholder). This research uses comparative analysis, comparing regulation with the existing condition. Result of this research, status Fish Landing Base of Ujung Seurangga can be declared become fishery port class D or called Fish Landing Base (PPI), because capacity some facilities and productivity which is the technical and operational criteria class of fishery ports according to the criteria stipulated in the Minister of Marine and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 45 of 2014.Keywords: Basis Landing Fish of Ujung Seurangga, Standarisation, Capacity ABSTRAKPangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Seurangga belum memiliki dan memenuhi kriteria dari tipe Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang sebenarnya. Pembangunan dan penetapan status PPI Ujung Seurangga harus memiliki standarisasi dari syarat-syarat dan kebijakan peraturan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan memberi gambaran terhadap status Pangkalan Pendaratan Ikan Ujung Seurangga di Aceh Barat Daya berdasarkan kebijakan dan peraturan pemerintah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Febuari-Maret 2018, bertempat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Seurangga, Kabupaten Aceh Barat Daya. Data penelitian dikelompokkan menjadi dua yaitu data primer (pengukuran kapasitas beberapa fasilitas) dan data sukender (pihak pengelola pelabuhan dan instansi-instansi terkait). Penelitian ini menggunakan analisis komparatif, membandingkan regulasi dengan kondisi eksisting. Hasil dari penelitian ini Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Seurangga dapat ditetapkan statusnya menjadi pelabuhan perikanan kelas D atau yang disebut Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), karena kapasitas dari beberapa fasilitas dan produktivitas yang merupakan kriteria teknis dan operasional dari kelas pelabuhan perikanan sesuai dengan kriteria yang tertera di Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014.Kata kunci: Pangkalan Pendaratan Ikan Ujung Seurangga, Standarisasi, Kapasitas
UJI BIOAKTIVITAS RF Ririn Indriani; Sri Agustina; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe research of Methanol Extract Bioactivity Rf0.5 of Mangrove Leaf Rhizophora mucronata L. (Rhizophoracea) for Bacteria Resistent Escherichia coli had been done at Marine Chemistry Laboratory, Faculty of Marine and Fisheries and Microbiology Laboratory, Medical Faculty, Syiah Kuala University in January 2018. This study aims to determine the bioactivity of the compound from Rhizophora mucronata leaf extract Rf0.5 against Escherichia coli resistant bacteria. The bioactive compound was isolated based on bioassay-guided separation with thin layer chromatography method. The phytochemical test of Rf0.5 compound indicates active metabolite as the secondary metabolite of alkaloid group in the hydrocarbon system. The result of active metabolite showed diameter of inhibitory zone at  7.10 -8.25 mm as a potential antibiotic toward resisten Escherichia coli. Keywords : R. mucronata leaf, E. coli, alkaloid, inhibit zone. ABSTRAKPenelitian yang berjudul Bioaktivitas Rf0,5 Ekstrak Metanol Daun Mangrove Rhizophora mucronata L. (Rhizophoracea) terhadap Bakteri Escherichia coli telah selesai dilakukan di Laboratorium Kimia Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan dan Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala pada bulan Januari 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivitas senyawa dari ekstrak daun Rhizophora mucronata terhadap bakteri resisten Escherichia coli. Senyawa bioaktif diisolasi berdasarkan bioaktivitas melalui tahap kromatografi lapis tipis. Hasil uji fitokimia senyawa Rf0,5 mengindikasikan metabolit aktif memiliki struktur bangun hidrokarbon yang mempunyai gugus alkaloid. Hasil uji bioaktivitas menunjukkan diameter zona hambat pada 7,10-8,25 mm yang menunjukkan bahwa metabolit sekunder Rhizophora mucronata berpotensi sebagai antibiotik terhadap bakteri resisten Escherichia coli.Kata Kunci : Daun R. mucronata, E. coli, alkaloid dan zona hambat.
PENINGKATAN KUALITAS WARNA BENIH IKAN SUMATERA BARB (PUNTIUS TETRAZONA) MELALUI PENGAYAAN TEPUNG WORTEL (DAUCUS CAROTA) DALAM PAKAN Irfan Alfandi; Siska Mellisa; Iko I Arisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT     This study aimed to examine the increase in the color of Sumatra Barb fish by carrot flour in feed on the quality of the color of the Sumatra Barb fish and obtaining the best dose of carrot flour. This study used a completely randomized design method (CRD), consisting of 5 levels of treatment and 3 replications. The test feed in this study was in the form of commercial feed in the form of pellets with 30% protein content which was added to carrot flour according to the treatment, namely A (control / without addition of carrot flour), B (2.5% carrot flour), C (5% carrot flour), D (7.5% carrot flour) and E (10% carrot flour). The addition of carrot flour with different doses gave a significant effect on the increase in the quality of the color of the Barb Sumatra fish (Puntius tetrazona). Observation of color quality improvement was done once a week for 28 days using Toca Color Finder (TCF). The dose of 10% carrot flour is the highest dose to improve the quality of the color of the Barb Sumatra fish (Puntius tetrazona) with value 4,33.Keywords: Carrot flour, Sumatra fish Barb, brightness of color, Puntius tetrazonaABSTRAK     Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan warna benih ikan Sumatra Barb dengan penambahan tepung wortel dalam pakan terhadap kualitas warna ikan Sumatra Barb serta mendapatkan dosis tepung wortel yang terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Pakan uji dalan penelitian ini berupa pakan komersil yang berupa pelet dengan kandungan protein 30% yang ditambahkan tepung wortel sesuai perlakuan, yaitu A (kontrol/tanpa penambahan tepung wortel), B (2,5% tepung wortel), C (5% tepung wortel), D (7,5% tepung wortel) dan E (10% tepung wortel). Penambahan tepung wortel dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan kualitas warna benih ikan Sumatra Barb (Puntius tetrazona). Pengamatan peningkatan kualitas warna dilakukan seminggu sekali selama 28 hari menggunakan Toca Colour Finder (TCF). Dosis tepung wortel sebanyak 10% merupakan dosis tertinggi untuk meningkatkan kualitas warna benih ikan Sumatra Barb (Puntius tetrazona) dengan nilai 4,33.Kata Kunci: Tepung wortel, ikan Sumatra Barb, kecerahan warna, Puntius tetrazona  
KAJIAN KESELAMATAN KERJA NELAYAN PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDRA (PPS) KUTARAJA, BANDA ACEH Riki Rinaldi; Chaliluddin Chaliluddin; Rian Juanda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTIn an effort to protect and guarantee the safety, security and comfort of fishing boat crew work, the operational safety factors of fishing vessels in the sea are very important to prioritize, especially the availability of ship safety equipment and conditions are good, so that if a ship accident occurs the safety equipment is ready to used. This study aims to determine the application of regulations related to work safety equipment and their availability on purse seine vessels in Kutaraja Fishing Port of Banda Aceh, and to know fishermen's perceptions of the importance of work safety equipment. This study uses direct survey methods and interviews with reference to existing national regulations, then the data are analyzed descriptively and linear regression analysis through the SPSS program. The results showed that from all samples of 11 GT- 61 GT (n = 21) vessels, the presence or application of safety equipment on purse seine vessels was 63%, in ships 11 GT-20 GT was 45% (n = 3) , for the 21 GT - 30 GT vessels the use of safety equipment is 60% (n = 6), the 30 GT - 50 GT vessels using safety equipment are 65% (n = 7), on ships 51 GT - 60 GT the use of safety equipment is 57% (n = 3) and on ships greater than 61 GT uses of safety equipment is 86% (n = 2), meaning that the average application is 62.6%. Fishermen already understand the importance of work safety equipment, but the availability and number of work safety equipment on board is inadequate. Work safety (independent) tools have an influence on the perception of fishermen (dependent) only by 1.83%, the rest 98.17% is influenced by other factors outside the availability of work safety equipment. The existence of available safety equipment in the purse seine ship consists of GPS devices, SSB radios, compasses, life jackets, life bouy, glasses, gloves, work shoes, winches, capstan, tools, first aid kits and light fire extinguishers (APAR).Keywords: Work safety, fishermen, Kutaraja fishing port, purse seine, perception, regulation ABSTRAKDalam upaya melindungi dan menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan kerja awak kapal perikanan, maka faktor keselamatan operasional kapal perikanan di laut sangatlah penting untuk diprioritaskan, terutama ketersediaan alat keselamatan kapal harus tersedia dan kondisinya baik, sehingga bila terjadi kecelakaan kapal alat keselamatan kerja di kapal siap digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan regulasi terkait alat keselamatan kerja dan ketersediannya pada kapal purse seine di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Banda Aceh serta mengetahui persepsi nelayan terhadap arti penting alat keselamatan kerja. Penelitian ini menggunakan metode survey langsung dan wawancara dengan mengacu pada regulasi-regulasi nasional yang ada, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi linear melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh sampel kapal 11 GT- 61 GT (n = 21) keberadaan atau penerapan alat-alat keselamatan pada kapal purse seine adalah sebesar 63%, pada kapal 11 GT – 20 GT adalah sebesar 45% (n = 3), pada kapal 21 GT – 30 GT penggunaan alat keselamatan adalah sebesar 60% (n= 6), kapal 30 GT – 50 GT pengunaan alat keselamatan adalah sebesar 65% (n = 7), pada kapal 51 GT – 60 GT penggunaan alat keselamatan adalah 57% (n = 3) dan pada kapal ukuran lebih besar dari 61 GT penggunaan alat keselamatan adalah 86% (n = 2), artinya rata-rata penerapannya adalah 62.6%. Nelayan sudah memahami arti penting peralatan keselamatan kerja hanya saja ketersediaan dan jumlah alat keselamatan kerja di atas kapal yang belum memadai. Alat keselamatan (independen) kerja mempunyai pengaruh terhadap persepsi nelayan (dependen) hanya sebesar 1,83%, selebihnya sebesar 98,17% dipengaruhi oleh faktor lain di luar kesediaan alat keselamatan kerja. KeberadaanAlat-alat keselamatan yang tersedia dikapal purse seine terdiri dari alat GPS, radio SSB, kompas, life jacket, life bouy,kacamata, sarung tangan, sepatu kerja, derek, capstan, perkakas, P3K dan alat Pemadam api ringan (APAR).        Kata Kunci: Keselamatan kerja, nelayan, PPS Kutaraja, purse seine, persepsi, regulasi.
Analisis Kebutuhan Kolam Pelabuhan Untuk Aktivitas Kapal Perikanan Di Pangkalan Perikanan (Pp) Sawang Ba’u Aceh Selatan Wahyu Armanda; Rizwan Rizwan; Alvi Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pool port is one of the basic facilities that must exist in each fishing port. The size of the pool port will have an effect on the number of ships that will be docked and it will have an effect to the activity of the ship in the pool port. Pool portin Sawang Ba'u fishing port, have been unable to accommodate all the ships docked in the pool, that could be seen from the number of ships that the difficulty in turning the vessel and landing of catches and their needed preparation. In addition to extensive the pool port activity, the depth of the pool port will also have an effect t toe activity of the ship in the pool. The purpose of this research is to know the needs of the size of the pool port and knowing the depth of the pool port in the port that is needed for Sawang Ba'u fishing port activities. Data were colleced as directly spaciousness, to see the maximum number of vessels which docked, extensive pool port (m2), the depth of the pond harbour (m), data width, length and depth of the largest ships (m), the maximum in the tidal ponds harbour (m), and squat or high transport ships sped (m). Results of the study concluded that the present harbor pond no longer able to accommodate all the ships were docked. Spacious Pool port current port of 7,500 m2 with the number of ships as many as 54 units, require an pool area of 40.926,665 m2. The average depth of the pond is currently reaching 2,21 m, and was safe for ships to dock at the port in the pool.Keywords;  Needs breadth and depth of the pool. ABSTRAKKolam pelabuhan merupakan salah satu fasilitas dasar yang harus ada di setiap pelabuhan perikanan. Besar kecilnya kolam pelabuhan akan berpengaruh terhadap jumlah kapal yang akan berlabuh, serta akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas kapal didalam kolam. Kolam PP Sawang Ba’u saat ini, sudah tidak mampu menampung semua kapal yang berlabuh didalam kolam pelabuhan yang ada. Hal ini terlihat banyaknya kapal yang kesulitan dalam memutar kapal dan pendaratan hasil tangkapan beserta persiapan kebutuhan melaut. Selain luas kolam yang mempengaruhi kelancaran aktivitas, kedalaman kolam juga akan berpengaruh terhadap aktivitas kapal didalam kolam. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui besar kebutuhan kolam PP pelabuhan dan mengetahui kedalaman kolam pelabuhan yang dibutuhkan untuk kelancaran aktivitas di PP Sawang Ba’u. Pengambilan data dilakukan secara langsung kelapangan, untuk melihat jumlah kapal yang maksimum berlabuh, luas kolam pelabuhan (m2), kedalaman kolam pelabuhan (m), data lebar, panjang dan kedalaman kapal terbesar (m), pasang surut maksimum didalam kolam pelabuhan (m), dan squat atau tinggi angkutan kapal yang melaju (m). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kolam pelabuhan yang ada sekarang tidak mampu lagi menampung semua kapal yang berlabuh. Luas  kolam pelabuhan saat ini sebesar 7.500 m2 dengan jumlah kapal sebanyak 54 unit, membutuhkan luasan kolam sebesar 40.926,665 m2. Kedalaman kolam rata-rata saat ini mencapai 2,21 m, dan sudah aman bagi kapal-kapal untuk berlabuh di dalam kolam pelabuhan.  Kata  kunci: Kebutuhan luas dan kedalaman kolam. 
EMBRIOGENESIS DAN INKUBASI TELUR IKAN DEPIK (Rasbora tawarensis) DENGAN SUHU YANG BERBEDA Nanda Safraini; Sayyid A. El-Rahimi; Iwan Hasri; Dedi F. Putra; Siska Mellisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT       This study aimed to analyze the effect of temperature on the development of embryogenesis and incubation of depik fish eggs (Rasbora tawarensis). This research was conducted at Lukub Badak-Aceh Tengah in May 2017. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with four temperature treatment levels with three replications, namely: A (20 ± 1ºC), B (24 ± 1ºC), C (27 ± 1ºC), D (30 ± 1ºC). Then ANOVA statistical analysis was carried out and continued with the Duncan test. From this study, the development of embryogenesis, hatching time and absorption rate of egg yolk occured faster in the treatment of high temperature D and slower at low temperatures. The highest average value of hatchability of eggs and survival occurred in treatment B and the highest abnormalities occurred in treatment D. Based on the results of the study, the optimum temperature for the development of embryogenesis and incubation of depik fish eggs was at a temperature of 24 ± 1ºC.Keywords: embryogenesis, egg incubation, depik, Rasbora tawarensis ABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu terhadap perkembangan embriogenesis dan inkubasi telur ikan depik (Rasbora tawarensis). Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan Lukub Badak-Aceh Tengah pada bulan Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan suhu dengan 3 kali ulangan yaitu: A (20±1ºC), B (24±1ºC), C (27±1ºC), D (30±1ºC). Kemudian dilakukan analisa statistic ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Dari penelitian ini diperoleh perkembangan embriogenesis, waktu penetasan dan laju penyerapan kuning telur terjadi lebih cepat pada perlakuan suhu tinggi D dan lambat pada suhu rendah. Nilai rata-rata tertinggi daya tetas telur dan kelangsungan hidup terjadi pada perlakuan B dan abnormalitas tertinggi terjadi pada perlakuan D. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan suhu optimum untuk perkembangan embriogenesis dan inkubasi telur ikan depik adalah pada suhu 24±1ºC.Kata kunci : embriogenesis, inkubasi telur, depik, Rasbora tawarensis
EFEKTIFITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN TENGADAK (Barbonyimus sp.) YANG TERSERANG JAMUR Saprolegnia sp. Rangga R.M. Ilyas; Sofyantuddin Karina; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap daya tetas telur ikan tengadak dan konsentrasi optimum ekstrak. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan Lukup Badak pada bulan Agustus 2019. Data dianalisa dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan. Dengan konsentrasi yaitu: Kontrol, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, 2000, ppm, 2500 ppm, dan Etanol. Sampel yang digunakan adalah telur ikan tengadak yang telah terbuahi dan terinfeksi dengan jamur Saprolegnia sp, dan direndam dengan ekstrak. Parameter yang dikur pada penelitian ini yaitu daya tetas (HR%), prevalensi (%), kelangsungan hidup (SR%), identifikasi jamur, dan kualitas air. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih (Allium sativum) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap daya tetas, prevalensi, dan kelangsungan hidup larva. Perlakuan yang terbaik terdapat pada konsentrasi 500 ppm.Kata Kunci: bawang putih (Allium sativum), daya tetas, ikan Tengadak. ABSTRACTThe objective of this study was to determine the effect of garlic extract (Allium sativum) on the hatching rate of Barbonyimus sp. eggs and to find out the optimum concentration of the extract. The research was conducted at Balai Benih Ikan Lukup Badak in August 2019. The data was analyzed using a Completely Randomized Design method with seven treatments and three replications. The concentration of garlic were; 0, 500, 1000, 1500, 2000, 2500 ppm extract and ethanol. Before treatment, the eggs were infected using the identified fungus, found as Saprolegnia sp. The infected eggs were then soaked in the extract for 40 minutes.  The measured parameters were fungus identification, hatching rate, the prevalence of fungus, survival rate of larvae and water quality. The result of ANOVA showed that the garlic extract gave a significant effect on the hatching rate of eggs, prevalence, and survival rate of larvae. It was obtained that the optimum concentration of the extract was 500 ppm.Keywords: Extract, Allium sativum, Barbonyimus sp., hatching rate
STUDI PEMANFATAAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) GAMPONG BLANG, CALANG, ACEH JAYA Mufadzal Mufadzal; Rizwan Rizwan; Ichsan Rusydi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Fasilitas pelabuhan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pelabuhan perikanan. Fasilitas-fasilitas di pelabuhan perikanan ini juga sangat diperlukan guna menunjang berbagai aktivitas perikanan dalam kegiatan pemanfataan dan pengelolaan sumberdaya ikan, praproduksi, produksi, pengolahan serta kegiatan pemasaran ikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Calang dan Mengkaji tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan perikanan yang ada di PPI, Calang, Aceh Jaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan November - Desember 2018. Metode yang digunakan adalah survey dan observasi langsung di lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan melakukan analisis terhadap tingkat pemanfaatan fasilitas yaitu fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang, namun hanya 4 fasilitas yang akan dihitung tingkat pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas yang terdapat di PPI Calang antara lain 100% kolam pelabuhan, 80% dermaga, kantor administrasi 0% dan TPI 0% serta perlu adanya peningkatan kapasitas fasilitas seperti dermaga yang seharusnya 96,53 m beserta kolam pelabuhan seharusnya 35.305,87 m2, karena kapasitas fasilitas sekarang masih tergolong kecil dan belum optimal memenuhi kebutuhan nelayan. Oleh karena itu, adanya kondisi fasilitas yang buruk dan tidak terpakai mempengaruhi akivitas perikanan yang ada sehingga perlu adanya peningkatan serta perbaikan fasilitas-fasilitas yang ada agar operasional pelabuhan perikanan Calang menjadi lebih optimal semakin baik lagi.Kata Kunci:  Fasilitas Pelabuhan Perikanan, PPI Calang, Tingkat Pemanfaatan ABSTRACT     Port facilities have an important role in supporting fishing port activities. Facilities at this fishing port are also very necessary to support various fisheries activities in the utilization and management of fish resources, preproduction, production, processing and marketing activities of fish. This study aims to determine the condition of the facilities at the Calang Fish Landing Base (PPI) and Assess the level of utilization of fishing port facilities in PPI, Calang, Aceh Jaya. The research was conducted in November - December 2018. The method used was survey and direct observation in the field. The data collection technique in this study used a purposive sampling technique and carried out an analysis of the level of utilization of facilities, namely basic, functional, and supporting facilities, but only 4 facilities will be calculated. The results showed that the level of utilization of facilities contained in Calang PPI included 100% port ponds, 80% piers, 0% administrative offices, and 0% TPI need to increase the capacity of facilities such as docks which should have 96,53 m along with port pools should 35.305,87 m2, because the capacity of the facility is still relatively small and has not been optimal in meeting the needs of fishermen. Therefore, the condition of poor facilities is not used to influence the existing fisheries activities so that there needs to be an increase and improvement of existing facilities so that the Calang fishing port operations become more optimal, the better.Keywords: Calang Fishing Port, Fishery Port Facilities, Utilization Rate, 
PENGARUH PEMUASAAN IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN, EFISIENSI PAKAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) Riza Andrila; Sofyatuddin Karina; Iko I. Arisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemuasaan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos) yang dipuasakan secara periodik. Penelitian ini dilakukan di Balai Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan empat pengulangan. Perlakuan yang di uji adalah perbedaan waktu pemberian pakan, yaitu A (kontrol), B (1 hari puasa 4 hari diberi pakan), C (2 hari puasa 3 hari diberi pakan), D (3 hari puasa 2 hari diberi pakan) dan E (4 hari puasa 1 hari diberi pakan). Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemuasaan ikan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup, tetapi tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan mutlak. Penelitian ini menujukkan bahwa nilai pertumbuhan panjang, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, dan rasio konversi pakan pada ikan bandeng (Chanos chanos) terbaik terdapat pada perlakuan B dengan nilai pertumbuhan panjang 1,27 cm, laju pertumbuhan spesifik 0,65%, efisiensi pakan 73,40 dan rasio konversi pakan 1,37.Kata kunci: ikan bandeng, pemuasaan, pertumbuhan ABSTRACT     This research aims to determine the effect of the fasting on the growth  the survival rate of the milkfish (Chanos chanos). This research was conducted at Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) in March 2019. This study used the completely randomized design (CRD) method with 5 treatments and 4 repetitions. The treatment test were the differentfasting time, namely A (Control), B (1 day fasting 4 day of Fed), C (2 days fasting and 3 day Fed), D (3 day of fasting and 2 days Fed) and E (4 day of fasting 1 day Fed). The results of ANOVA test showed that fasting time gave the effect (P0.05).The growth of absolute length, specific growth rate, feed conversion rate, feed efficiency and survival rate, of but not significantly affect (P0.05) the absolute growth. The optimum values of  that the value of length growth, spesific growth rate, feed efficiency, and feed conversion rate of milkfish (Chanos chanos) B were found at treamen B, with the value of growth 1.27 cm, spesific growth rate of 0.65 % feed efficiency 73.40%  and feed conversion rate 1.37.Keywords: Fasting, Growth, Milkfish