cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Hikayat Pocut Muhammad: Konsep Pemerintahan Berbasis Kearifan Lokal (Hikayat Pocut Muhammad: The Concept of Governance Based on Local Wisdom) Herman Rusli; Mukhlis Mukhlis; Iskandar Abdul Samad; Rahmad Nuthihar
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.11411

Abstract

This article aims to explain the concept of governance based on local wisdom in the Hikayat Pocut Muhammad. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis. Data analysis was carried out through a hermeneutic approach. The results of the study show that the Hikayat Pocut Muhammad tells of a system of government based on local wisdom with three main elements: (1) regional policy; (2) defense system; and (3) social system. This is realized by the presence of leadership with the character through (1) the respect of the community; (2) providing conflict resolution; and (3) morally educated. The results of this study can be a model in local culture-based leadership character education.Artikel ini bertujuan mengeksplanasikan konsep pemerintahan berbasis kearifan lokal pada Hikayat Pocut Muhammad. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Analisis data dilakukan melalui pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hikayat Pocut Muhammad berkisah tentang sistem pemerintahan berbasis kearifan lokal dengan tiga unsur utama: (1) kebijakan kawasan; (2) sistem pertahanan; dan (3) sistem sosial. Hal ini terwujud dengan hadirnya kepemimpinan yang berkarakter melalui (1) adanya ketakziman masyarakat; (2) memberikan resolusi konflik; dan (3) berpendidikan moral. Hasil penelitian ini dapat menjadi model dalam Pendidikan karakter kepemimpinan yang berbasis budaya lokal.
Bahan Ajar Fonetik Berbasis Aplikasi Gawai Bagi Mahasiswa (Phonetic Teaching Materials Based on Device Applications for Students) Andriyana Andriyana; Ribut Wahyu Eriyanti; Daroe Iswatinungsih
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.9622

Abstract

Phonetics teaching materials that have existed so far have not used the internet. This study aims to produce phonetic teaching materials based on student device applications. This development research adapts and combines the models of Gall et al., Dick & Carey, and Michael Scriven's formative-summative evaluation approach. Data were collected through questionnaires and tests. Qualitative data were analyzed using the method belonging to the Miles & Huberman method. Quantitative data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed that the significance value of the Mann-Whitney Test with Sig. (2tailed) 0.000 < 0.05. This shows that the application effectively increases learning objectives achievement. The resulting product can be accessed through the https://tulisanfonetik.glideapp.io page.Bahan ajar Fonetik yang selama ini ada masih belum memanfaatkan internet. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fonetik berbasis aplikasi gawai bagi mahasiswa. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi dan memadukan model Gall et al., Dick & Carey, dan pendekatan evaluasi formatif-sumatif milik Michael Scriven.. Data dikumpulkan melalui angket dan tes. Data kualitatif dianalisis dengan metode milik metode Miles & Huberman. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikasi pada Uji Mann-Whitney dengan Sig. (2tailed) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi efektif dalam meningkatkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Produk yang dihasilkan dapat diakses melalui laman https://tulisanfonetik.glideapp.io.
Sumber Imajinasi Kreatif Ahmad Tohari dalam Menulis Karya Sastra (Source of Ahmad Tohari's Creative Imagination in Writing Literary Works) Abdul Wachid Bambang Suharto; Endah Kusumaningrum
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.10590

Abstract

The purpose of this writing is to describe Ahmad Tohari's creative imagination in composing literary works. Data was collected through interviews and document studies. The validity of the data is carried out through a Focus Group Discussion (FGD). The results of the study show Islamic ideology, and family as Ahmad Tohari's creative imagination in composing literary works. The beginning of Ahmad Tohari's writing journey was of course also heavily influenced by the family environment which had instilled the traits and character of a santri, even though Ahmad Tohari did not study at a pesantren. It was this background that made him close to the Nahdlatul Ulama and the big kiai with strong friendships. Ahmad Tohari also tries to continue to search for the meaning of life which is represented in the characters in the short stories. Islam is used as a source of life guidelines for ethics and aesthetics in the texts written by Ahmad Tohari.Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan imajinasi kreatif Ahmad Tohari dalam menyusun karya sastra. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen. Keabsahan data dilakukan melaluiFocus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi Islam, keluarga sebagai imajinasi kreatif Ahmad Tohari dalam menyusun karya sastra. Kebermulaan dari perjalanan menulis Ahmad Tohari tentunya juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga yang telah menanamkan sifat dan karakter seperti halnya seorang santri, walaupun Ahmad Tohari tidak belajar di pesantren. Latar belakang itulah yang membuat ia dekat dengan kalangan Nahdlatul Ulama dan kiai besar dengan hubungan silaturahmi yang kuat. Ahmad Tohari juga berupaya terus melakukan pencarian makna hidup yang diwakilkan ke dalam tokoh-tokoh di dalam cerpen. Agama Islam dijadikan sebagai sumber pedoman hidup bagi etika dan estetika di dalam teks-teks yang ditulis oleh Ahmad Tohari.
Topik Perkara Pelanggaran Pasal 27 UU ITE di Wilayah Hukum Nusa Tenggara Timur: Analisis Wacana Kritis (Topics of Violations of Article 27 of the ITE Law in the East Nusa Tenggara Legal Territory: Critical Discourse Analysis) Salimulloh Tegar Sanubarianto; Winci Firdaus
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.11286

Abstract

This study aims to describe the topic of cases of violations of Article 27 of the ITE Law in the jurisdiction of East Nusa Tenggara through the corpus with the help of AntConc software. The results of the study show personal pronouns of the second-person singular and greeting words such as kau, kamu, saudara, lu, anjing, lelak, puki, nona, pukimai, babi, pelacur, mai, wanita, lonte, betina, situ, tolo, perempuan, ular, lasu, Yang Mulia, nyong, anak, dan laknat, predominately appear in the corpus. The second-person singular personal pronouns and greeting words that appear are mostly associated with women. The results of the collocation and concordance analysis show that the topic of infidelity is the main and very dominant topic, followed by the topic of inheritance rights and conflict at work. It is necessary to conduct research with a much larger corpus of data so that potential conflicts in the digital world can be mapped and mitigated.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan topik perkara pelanggaran Pasal 27 UU ITE di wilayah hukum Nusa Tenggara Timur melalui korpus dengan bantuan peranti lunak AntConc. Hasil dari penelitian menunjukkan pronomina persona orang kedua tunggal dan kata sapaan seperti kau, kamu, saudara, lu, anjing, lelak, puki, nona, pukimai, babi, pelacur, mai, wanita, lonte, betina, situ, tolo, perempuan, ular, lasu, Yang Mulia, nyong, anak, dan laknat, secara dominan muncul dalam korpus. Pronomina persona orang kedua tunggal dan kata sapaan yang muncul pun kebanyakan berasosiasi dengan perempuan. Hasil analisis kolokasi dan konkordansi menunjukkan bahwa topik perselingkuhan menjadi topik utama dan sangat dominan, disusul topik hak waris, dan konflik dalam pekerjaan. Perlu dilakukan penelitian dengan data korpus yang jauh lebih besar sehingga potensi konflik di dunia digital dapat dipetakan dan diredam.
The Campaign to Remove Si Kancil from Indonesian Schools (Kampanye Hapus Si Kancil dari Sekolah Indonesia) Dipa Nugraha; Suyitno Suyitno; Elisabeth Ashton
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.10890

Abstract

In 2010, the Indonesian Corruption Eradication Commission (KPK) declared a campaign against the most well-known trickster fable or folktale in Indonesia, Si Kancil. They urged for Si Kancil’s removal from the reading materials for young children in schools. This article aims to provide a literature review relating to the arguments over the campaign to remove or preserve Si Kancil from Indonesian schools. A comparative literature review is used to compare the arguments over trickster folktales’ impact on children and how Si Kancil was put within this context. This article concludes that Si Kancil should not have been blamed for the difficulties of eradicating corruption in Indonesia. Si Kancil can benefit the cognitive and metacognitive development of Indonesian school children. It is also suggested that Si Kancil, as an Indonesian cultural artifact, should be preserved and indeed celebrated as reading material in Indonesian schools and bedtime storytelling.Pada tahun 2010, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendeklarasikan kampanye melawan fabel atau cerita rakyat hewan cerdik yang paling terkenal di Indonesia, Si Kancil. Si Kancil mengajarkan manipulasi dan tipu muslihat kepada anak-anak Indonesia. KPK mendesak agar Si Kancil dihapus dari bahan bacaan untuk anak-anak di sekolah. Artikel ini bertujuan memberikan kajian pustaka berkenaan dengan argumen penghapusan atau pelestarian cerita Si Kancil di sekolah. Metode tinjauan pustaka komparatif dipergunakan dalam rangka membandingkan argumen tentang dampak Si Kancil pada anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa seharusnya Si Kancil tidak dipersalahkan atas sulitnya pemberantasan korupsi di Indonesia. Di sisi lain, dongeng Si Kancil justru dapat bermanfaat bagi perkembangan kognitif dan metakognitif siswa di Indonesia. Malah disarankan agar Si Kancil sebagai artefak budaya Indonesia untuk dilestarikan dan dirayakan sebagai bahan bacaan di sekolah-sekolah Indonesia dan dongeng pengantar tidur.
Aktan dalam Novel The Maze Runner Karya James Dashner: Kajian Naratologi A. J. Greimas (Actants in James Dashner's The Maze Runner Novel: A Study of Narrative A. J. Greimas) Ayu Misriyani; Endry Boeriswati; Herlina Herlina
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.7028

Abstract

This study aims to describe the actant in The Maze Runner novel based on the scheme of the actant, and the structure of the story. Methods of data collection is done by reading notes technique. This study uses content analysis because it prioritizes the depth of appreciation of the interactions between concepts that are being studied empirically. The results of the research show that there are three acts which are divided into three chapters in this novel. The actant and functional structures in The Maze Runner novel are complex and have fulfilled all stages. This novel can be used as literature learning material, especially novels.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktan dalam novel The Maze Runner berdasarkan skema aktannya, dan struktur cerita. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca catat. Penelitian ini menggunakan analisis isi karena mengutamakan kedalaman penghayatan interaksi antar-konsep yang sedang dikaji secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga aktan yang terbagi dalam tiga bab di novel ini. Struktur aktan dan fungsional dalam novel The Maze Runner sudah kompleks dan sudah memenuhi semua tahapan. Novel ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran sastra, khususnya novel.
Kakak: Kata Sapaan Netral dalam Komunikasi Transaksi Online di WhatsApp (Kakak: A Neutral Address Term in Online Transaction Communication on WhatsApp) Rina Marnita
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.9326

Abstract

This study aims to investigate the use of address terms in non-face-to-face interaction, which is communication between sellers and buyers in an online transaction.  The study is limited to online communication using WhatsApp applications by online customers of different ages in Padang city. It employs a quantitative method for its data collection. Data was obtained through observation, questionnaires, and interviews with participants. A questionnaire was distributed to 70 male and female Andalas University students and lecturers of different ethnic backgrounds regardless of age. The results reveal the term of reference kakak, commonly used by the Malay and Minangkabau speakers, dominates the form of address term in online transaction communication. Its uses are independent of the age and gender of the counterpart.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan kata sapaan dalam interaksi non tatap muka, yaitu komunikasi antara penjual dan pembeli dalam transaksi online. Penelitian dibatasi pada komunikasi dengan menggunakan aplikasi WhatsApp oleh pelanggan berbagai usia di kota Padang. Pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Kuesioner dibagikan kepada 70 mahasiswa dan dosen Universitas Andalas pria dan wanita dari latar belakang etnis yang berbeda tanpa memandang usia. Hasil penelitian mengungkapkan istilah sapaan kakak yang biasa digunakan oleh penutur bahasa Melayu dan Minangkabau mendominasi bentuk sapaan dalam komunikasi transaksi online. Penggunaannya tidak bergantung pada usia dan jenis kelamin pasangannya.
Keefektifan Metode Practice Rehearsal Pairs dan Media Animasi Powtoon Pada Keterampilan Bercerita (The Effectiveness of the Practice Rehearsal Pairs Method and Powtoon Animation Media on Storytelling Skills) Arya Aqshal Prasetya; Rusnilawati Rusnilawati
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.10959

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the practice rehearsal pairs method and Powtoon animation on storytelling skills. This quasi-experimental research has control and experimental classes. The experimental group received treatment in the form of a practice rehearsal pairs method with Powtoon media and the control group received treatment with a storytelling model with picture media. Both get pretest and posttest for. The prerequisite test uses SPSS 26. The result is a Sig. (2-tailed) 0.0000 <0.005 indicates that Ho is rejected. Storytelling skills in learning Indonesian for the two classes are slightly different. The experimental class pretest mean was 59.75 while the posttest was 82.25. The mean of the control class pretest was 57.50 while the posttest was 75.00. There are differences in the results of the experimental and control classes. The class that was given the treatment had higher results compared to the class that was not given the treatment.Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan metode practice rehearsal pairs dan animasi Powtoon pada keterampilan bercerita. Penelitian quasi experiment ini memiliki kelas kontrol dan eksperimen. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan berupa metode practice rehearsal pairs dengan media Powtoon dan kelompok kontrol mendapatkan perlakuan dengan model story telling dengan media gambar. Keduanya mendapatkan pretes dan postes untuk. Uji prasyarat menggunakan SPSS 26. Hasilnya Diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,0000 < 0,005 menunjukkan bahwa Ho ditolak. Keterampilan bercerita dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap kedua kelas sedikit berbeda. Rerata pretes kelas eksperimen adalah 59,75 sedangkan postes 82,25. Rerata pretes kelas kontrol 57,50 sedangkan postes 75,00. Ada perbedaan hasil dari kelas eksperimen dan kontrol. Kelas yang diberi perlakuan, hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang tidak diberi perlakuan.
Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa di Sekolah Dasar (Literational Habituation of Students to Read Write in Elementary School) Sholikhah, Umi Atun; Markhamah, Markhamah; Rahmawati, Laili Etika; Fauziati, Endang
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.11052

Abstract

This study aims to describe literacy habituation in elementary schools which includes implementation, obstacles, and solutions. This qualitative research uses data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use interactive analysis. The results of the study show that the implementation of literacy in Indonesian language learning in elementary schools complies with the provisions of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. The obstacles encountered were the low literacy culture of students, the lack of utilization of facilities and infrastructure by students, and the teacher did not provide examples of literacy habituation. The solution is in the form of providing a library, using teaching aids, using information technology media, fun literacy programs and activities, providing reading corners, teachers choosing appropriate books for students, and forming reading clubs.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan habituasi literasi baca tulis di Sekolah Dasar yang meliputi pelaksanaan, hambatan, dan solusi. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan literasi baca tulis pada pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar sudah sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hambatan yang dihadapi berupa rendahnya budaya baca tulis pada siswa, kurangnya pemanfaatan sarana dan prasarana oleh siswa, guru tidak memberikan contoh habituasi literasi baca tulis. Solusinya berupa penyediaan perpustakaan, penggunaan alat peraga, pemanfaatan media teknologi informasi, program dan aktivitas literasi yang menyenangkan, penyediaan sudut baca, guru memilihkan buku yang layak untuk peserta didik, serta pembentukan klub membaca.
Stimulus Variation Strategies and Audiovisual Media for Indonesian for Foreign Speakers Students (Strategi Variasi Stimulus dan Media Audiovisual bagi Pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Satria, Dadi; Triyono, Sulis; Surjono, Herman Dwi
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.8670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi keterampilan variasi stimulus dengan menggunakan media audio visual bagi mahasiswa yang mengambil program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Jenis penelitian ini adalah studi kasus proses di Universitas Negeri Padang. Data penelitian berupa catatan lapangan yang dikumpulkan melalui observasi langsung dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran BIPA dapat dilakukan dengan memanfaatkan media audio visual untuk merangsang penglihatan, pendengaran, dan gerak. Penggunaan rekaman dan lagu dapat merangsang pendengaran. Hal ini untuk mempelajari bunyi bahasa dan struktur kalimat dalam bahasa Indonesia. Gambar dapat membantu siswa untuk menguasai berbagai macam objek. Video berupa lagu mampu merangsang gerakan melalui proses menirukan. Dengan demikian, strategi ini dapat digunakan oleh para pengajar BIPA untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.This study aims to describe the strategy of stimulus variation skills using audio-visual media for BIPA students. This type of research is a case study at Universitas Negeri Padang. Research data in the form of field notes is collected through direct observation and participant observation. The results of the study found that learning Indonesian for early speakers through a variety of stimulus strategies in the form of sight, hearing, and movement by utilizing audio-visual media formed active and communicative learning. The use of audio media in the form of recordings and songs can stimulate auditory stimulation to learn the sounds of language and sentence structure in Indonesian. Furthermore, visual media in the form of images can help students to master various kinds of objects and objects. Meanwhile, video playback in the form of songs is able to stimulate movement stimuli through the process of imitating the movements in the video song being played. Thus, this strategy can be used by BIPA teachers to create active, creative, communicative, and collaborative learning.