cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Tinjauan Kritis Statements Para Tokoh Tentang Kasus Tanah Golo Mori dalam Pemberitaan Media Massa Daring (Critical Review of Personages Statements About the Golo Mori Land Dispute in the Online Mass Media Reportation) Antonius Nesi; Tati Sri Uswati; B Wahyudi Joko Santoso
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.9271

Abstract

This study aims to critically review the statements of personages related to the land dispute Golo Mori in West Manggarai, Nusa Tenggara Timur, at the online mass media consists of Kompas.com, Cnnindonesia.com, Poskupang.com, and Voxntt.com. In collecting data the researchers used the listening method, reading, and note-taking techniques. In analyzing the data, the researcher used the content analysis method which was applied through the stages of identification, classification, and meaning of the data. The results showed that the statements of the characters were always repeated; use passive sentences and negative sentences that refer to certain meanings. Each media is unique in its reporting. Two national online media focused more on the authorities, while the other two regional media focused on victims and advocates. Land dispute resolution is actually an ancestral heritage that should be considered as a cultural norm in conflict resolution.Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis statements para tokoh dalam pemberitaan media massa online yang secara khusus memberitakan sengketa tanah Golo Mori di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Media massa online yang ditinjau adalah Kompas.com, Cnnindonesia.com, Poskupang.com, dan Voxntt.com. Dalam pengumpulan data, digunakan metode simak, teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan metode analisis isi yang diterapkan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan pemaknaan data. Hasil penelitian ini dideskripsikan sebagai berikut. Pada tahap deskripsi, ditemukan bahwa di dalam beberapa pernyataan para tokoh, terdapat kosakata yang selalu diulang atau berlebihan; terdapat juga fitur linguistik yang berkorelasi makna secara antonimi dan konotatif. Pada aspek tata bahasa, ditemukan formulasi kalimat pasif dan kalimat negatif yang merujuk pada makna tertentu. Pada tahap interpretasi disibak bahwa terdapat hubungan antarteks yang saling berterima. Pada pihak lain, ditemukan juga pernyataan lain yang bersifat naratif tetapi memiliki struktur yang rapi. Dari sisi posisi media, masing-masing media memiliki keunikan di dalam pemberitaannya. Dua media online nasional lebih menyoroti pihak aparat, sedangkan dua media regional lainnya menyoroti korban dan advokat. Pada bagian eksplanasi dipaparkan mengenai konteks sosial dan budaya, terutama sistem pembagian tanah dalam budaya Manggarai, termasuk peran struktur Gendang sebagai warisan leluhur.
Evaluasi Pembelajaran Daring Mata Kuliah Bahasa Indonesia Menggunakan Model Context, Input, Process, Product (CIPP) (Evaluation of Indonesian Language Course Online Learning Using the Context, Input, Process, Product (CIPP) Model) Suhud Aryana; Muhamad Burhanudin; Diena San Fauziya; Wagiran Wagiran
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.10284

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of online learning in Indonesian Language Courses (MKBI). The evaluation uses the Context, Input, Process, Product (CIPP) model. This qualitative research design uses descriptive evaluative. Data collection instruments used closed questionnaires, structured interviews, and documentation. Data processing techniques refer to the Guttman scale. The results showed the average value of the context evaluation aspects (0.92), input evaluation (0.85), process evaluation (0.86), and product evaluation (0.90). So, it can be concluded that MKBI's online learning at IKIP Siliwangi is very appropriate and effective.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran daring pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia (MKBI). Evaluasi dilakukan dengan menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Desain penelitian kualitatif ini menggunakan deskriptif evaluatif. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket tertutup, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data merujuk pada skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata aspek evaluasi konteks (0,92), evaluasi input (0,85), evaluasi proses (0,86), dan evaluasi produk (0,90). Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring MKBI di IKIP Siliwangi sudah sangat sesuai dan efektif.
Pola dan Implikasi Sikap Partisan terhadap Estetika Trilogi Novel “Kemi” Karya Adian Husaini (Patterns and Implications of Partisan Attitudes to the Aesthetics of Adian Husaini's “Kemi” Novel Trilogy) Liana Shinta Dewi; Winasti Rahma Diani; M. Dhaniel Fahmi Rizal
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.7759

Abstract

This study aims to understand the partiality of Kemi trilogy by Adian Husaini and its impact on the aesthetic of the novel. This is a quantitative study using a methodology of aesthetics established by Dewit H. Parker. The result shows two patterns of partiality. First, the author ignores the "show don't tell method" in the novel. Second, the author tends to use flat characterization.  Thus, it affects the balance of the novel that is determined by the contradictory pattern. The result of this study can be used as teaching material on Literary Criticism subject.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola partisan yang muncul dalam trilogi novel Kemi karya Adian Husaini dan melihat implikasinya terhadap estetika novel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori estetika yang digagas oleh Dewitt H. Parker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap partisan dalam novel terlihat dari dua pola yaitu kecenderungan menjelaskan alih-alih menunjukkan dan penokohan dan pelataran yang datar. Implikasi sikap partisan ini adalah keseimbangan di dalam novel cenderung dibangun oleh model pertentangan. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai materi dalam mata kuliah Kritik Sastra.
Ragam Bahasa Pada Caption Instagram: Analisis Gender (Variety of Languages on Instagram Captions: Gender Analysis) Adinda Oktaseska Agata; Aceng Ruhendi Saifullah
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.9592

Abstract

The phenomenon of using language on the internet is something unique. This study aims to describe the influence of gender on the variety of languages in Instagram captions and realize the intended meaning. This study uses a Computer-Mediated Discourse Analysis (CMDA) approach. The data collection technique is in the form of screenshots containing captions with the theme of make-up on Instagram social media. Data analysis in this study refers to Lakoff's theory of female language characteristics and Mulac's theory of male language characteristics. The results of the analysis show that the variety of languages used by men and women in Instagram captions have some similarities in the use of language features and also vary in realizing their intentions. This study recommends that sociolinguistics is an interesting topic for research so that future fields of study pay more attention to the rapidly changing phenomena in social media.Fenomena penggunaan bahasa di internet merupakan sesuatu yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh gender terhadap ragam bahasa pada caption Instagram dan merealisasikan makna yang dimaksud. Penelitian ini menggunakan pendekatan Computer Mediated Discourse Analysis (CMDA). Teknik pengumpulan data berupa tangkapan layar yang memuat caption yang bertemakan make-up dalam sosial media Instagram. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada Teori Lakoff tentang karakteristik bahasa perempuan dan Teori Mulac tentang karakteristik bahasa laki-laki. Hasil analisis menunjukkan bahwa ragam bahasa yang digunakan oleh laki-laki dan perempuan pada caption Instagram memiliki beberapa kesamaan dalam penggunaan fitur bahasa dan beragam pula dalam merealisasikan maksudnya. Studi ini merekomendasikan bahwa sosiolinguistik merupakan topik yang menarik untuk diteliti sehingga bidang studi kedepannya lebih memperhatikan fenomena yang berubah dengan cepat di media sosial.
Ketahanan Literasi Anak-Anak di Masa Pandemi melalui Aplikasi Let’s Read (Children's Literacy Resilience in a Pandemic Period Through the Let's Read Application) Endang Sri Maruti
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.9298

Abstract

This study aims to describe the improvement of children's digital literacy skills. Research data in the form of the results of children's reading activities with the application. Data were collected by questionnaires and from observations and strengthened by data from interviews with children. The collected data is then analyzed with reference to the flow model. The results showed that the use of the Let's Read application could improve digital literacy for the children of Kampung Wonopuro. Utilization of spare time can be filled by playing while learning to read. The language in the reading text that is read is not only Indonesian but can be regional or foreign languages.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan literasi digital anak-anak. Data penelitian berupa hasil kegiatan membaca anak dengan aplikasi. Data dikumpulkan dengan angket dan dari observasi dan diperkuat dengan data dari wawancara dengan anak-anak. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan mengacu pada model alir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi Let’s Read dapat meningkatkan literasi digital bagi anak-anak Kampung Wonopuro. Pemanfaatan waktu senggang dapat diisi dengan bermain sambil belajar membaca. Bahasa dalam teks bacaan yang dibaca juga tidak hanya bahasa Indonesia, tetapi bisa bahasa daerah maupun bahasa asing.
Fungsi Pantun Adat Perkawinan Melayu Riau (Pantun Function as Malay Marriage Tradition of Riau) Rezki Puteri Syahrani Nurul Fatimah; Fathiaty Murtadho; Zuriyati Zuriyati
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.8791

Abstract

This study aims to describe the function of rhymes in the marriage customs of the Riau Malay community. The approach used is the sociology of literature. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Informants in this study are rhymes at marriage. The results showed that the function of the rhyme in the marriage of the Riau Malay community was (1) as a cultural identity; (2) as a conjunction or tongue; (3) education about culture; (4) as a symbol explanation; and (5) as a guide or procedure. This research has implications for the development of the Indonesian language and literature in universities and schools.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi pantun pada adat perkawinan masyarakat Melayu Riau. Pendekatan yang digunakan adalah Sosiologi sastra. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah tukang pantun pada pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pantun pada perkawinan masyarakat Melayu Riau adalah (1) sebagai identitas budaya; (2) sebagai penyambung kata atau lidah; (3) pendidikan tentang budaya; (4) sebagai penjelasan simbol; dan (5) sebagai petunjuk atau tata cara. Penelitian ini dapat diimplikasikan bagi perkembangan ilmu bahasa dan sastra Indonesia di perguruan tinggi maupun di sekolah.
Minat Baca Siswa SMP: Faktor Latar Belakang Ekonomi dan Pendidikan Keluarga (Middle School Students Reading Interests: Factors of Economic Background and Family Education) Nurhaliza Nurhaliza; Usman Usman; Sultan Sultan
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.10208

Abstract

This study aims to analyze students' reading interests based on economic background and family education. The population of this study was 203 students of SMP Negeri 3 Tarowang, Jeneponto, South Sulawesi. Data were collected through questionnaires and documentation. Data were analyzed by descriptive and inferential statistics. The results showed that (1) students' reading interests based on family economic background and family educational background were in the moderate category, (2) there were significant differences in students' reading interests based on family economic background, and (3) there were significant differences in students' reading interest. based on family educational background. This finding indicates that economic factors and family background have a relationship with the level of students' reading interest.Penelitian ini bertujuan unuk menganalisis minat baca siswa berdasarkan latar belakang ekonomi dan pendidikan keluarga. Populasi penelitian ini adalah 203 siswa SMP Negeri 3 Tarowang, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) minat baca siswa berdasarkan latar belakang ekonomi keluarga dan latar belakang pendidikan keluarga berada pada kategori sedang, (2) terdapat perbedaan signifikan minat baca siswa berdasarkan latar belakang ekonomi keluarga, dan (3) terdapat perbedaan signifikan minat baca siswa berdasarkan latar belakang pendidikan keluarga.  Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor ekonomi dan latar belakang keluarga memiliki hubungan dengan tingkat minat baca siswa.
Nilai Religius dalam Naskah Drama "Sumur Tanpa Dasar" Karya Arifin C. Noer (Religious Values in Sumur Tanpa Dasar`s Drama Scripts By Arifin C. Noer) Turahmat Turahmat
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.10393

Abstract

It is interesting to study Sumur Tanpa Dasar's drama script as it contains many symbols describing conflicts between the characters and God. This study aimed to describe religious values in the drama script. The study used a descriptive research design. Data was collected through reading and note-taking techniques. Instruments of the study were arranged according to criteria of 3 aspects of religious values; faith, living standards, and attitude. The data was validated by conducting extended observation and increasing the reading routine. The data was analyzed by: grouping into data of religious values; elaborating the data; concluding the data; and displaying the data. This study ended up with a concept that religious values could not be seen from the physical appearance, but more essentially could be seen from attitude and behavior as the manifestation of a pure heart. Religious values in STD drama scripts emerged in 3 aspects; faith, life standard, and attitude aspects.Naskah drama Sumur Tanpa Dasar menarik untuk dikaji karena menampilkan banyak simbol yang menggambarkan pergulatan para tokoh dengan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam naskah drama tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pembacaan dan teknik pencatatan. Instrumen penelitian disusun berdasarkan kriteria tiga aspek nilai religius, yaitu keimanan, norma kehidupan, dan sikap perilaku. Teknik keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan dan meningkatkan ketekunan pembacaan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: mengelompokkan data nilai religius; menguraikan data; menyimpulkan data; dan menyajikan data. Penelitian ini menghasilkan satu konsep bahwa nilai religius tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik saja, tetapi yang lebih esensial adalah kejernihan hati nurani yang mengejawantah melalui tutur dan laku. Nilai religius dalam STD muncul dalam tiga aspek yaitu aspek keimanan, norma kehidupan, dan aspek sikap perilaku. 
Representasi Kekuasaan dan Solidaritas Pada Tuturan Informal Masyarakat Multietnis (Representation of Power and Solidarity in Informal Speech of Multiethnic Society) Heru Susanto; Veni Nurpadillah
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.7949

Abstract

The purpose of this study is research aims to reveal how the representation of superiority and solidarity in conversations occurs. The data of this research is collected through two methods which are, the listening and speaking methods. The listening data uses a basic technique, which is the tapping technique. The advanced technique of the listening method in this research is the “free to listen bound to speak”, partnering and recording technique. Next is the speaking method. It uses face-to-face speaking techniques, recording techniques, and writing techniques. To analyze the data of this research, an equivalent method is used, with another language as the determining instrument. The result of the analysis of the representation of superiority and solidarity in informal conversations of multilingual communities in STKIP Singkawang, West Kalimantan is as follows. The representation of superiority is divided into four parts: greeting words, imperative words, conversational domination, and conversational code usage. Whereas the representation of solidarity shows the usage of greeting words, imperative words, and conversational code usage. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana representasi unsur kekuasaan dan solidaritas dalam wacana percakapan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua metode, yaitu metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik dasar, yaitu teknik sadap. Teknik lanjutan dari metode simak dalam penelitian ini adalah simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Selanjutnya, untuk metode cakap menggunakan teknik dasar, yaitu teknik pancing. Teknik lanjutan dari metode cakap, yaitu teknik cakap semuka, teknik rekam dan teknik catat. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan dengan alat penentu adalah bahasa lain. Hasil analisis mengenai representasi kekuasaan dan solidaritas pada tuturan informal masyarakat multilingual di STKIP Singkawang Kalimantan Barat adalah sebagai berikut. Representasi kekuasaan terbagi menjadi empat bagian, yaitu penggunaan kata sapaan, penggunaan kata perintah, dominasi percakapan, dan penggunaan kode tutur. Sementara representasi solidaritas ditunjukkan dengan penggunaan kata sapaan, penggunaan kata perintah, dan penggunaan kode tutur.
Semiotika Batik Paseban Kabupaten Kuningan (Semiotics of Paseban Batik, Kuningan Regency) Opah Ropiah; Lia Maulia Indrayani; Teddi Muhtadin; Susi Yuliawati
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.9090

Abstract

The aims of this study is to describe the meaning of Batik Paseban from Kuningan Regency using Roland Barthes' semiotic approach. The results show that the meanings found in the Paseban batik motifs include: (1) Sekar Galuh which describes nature conservation; (2) Oyog Mingmang which depicts unity and oneness; (3) Mayang Segara which implies the breadth of the human heart; (4) Adu Manis which describes domestic life; (5) Rereng Pwah Aci which reflects Sundanese women; (6) Geger Sunten which describes self-defense; (7) Réréng Kujang which means keeping a promise; (8) Mayang Cindé which describes character; (9) Sekar Kencana which describes leadership; 10) Ayang-Ayang which implies mutual cooperation; 11) Kadatun or Karatun which is interpreted as a fair and wise leader; and 12) Gagang Sénggang which represents prosperity.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan makna Batik Paseban dari Kabupaten Kuningan dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang ditemukan dalam motif batik Paseban di antaranya: (1) Sekar Galuh yang menggambarkan pelestarian alam; (2) Oyog Mingmang yang menggambarkan persatuan dan kesatuan; (3) Mayang Segara yang mengisyaratkan keluasan hati manusia; (4) Adu Manis yang menggambarkan kehidupan rumah tangga; (5) Rereng Pwah Aci yang mencerminkan perempuan Sunda; (6) Geger Sunten yang menggambarkan pertahanan diri; (7) Réréng Kujang yang dimaknai menepati janji; (8) Mayang Cindé yang menggambarkan budi pekerti; (9) Sekar Kencana yang menggambarkan kepemimpinan; 10) Ayang-Ayang yang mengisyaratkan gotong-royong; 11) Kadatun atau Karatun yang dimaknai pemimpin adil dan bijaksana; serta 12) Gagang Sénggang yang menggambarkan kemakmuran.