cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Developing Red-White Monopoly Games through Integrative Thematic Learning in the Primary School Nilam Sri Anggraheni; Nurul Hidayah; Ayu Nur Shawmi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1788.851 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3834

Abstract

                                                      AbstractPlaying is a fun activity and liked by children. It can be used as a media of learning. The observations carried out in SD Negeri 3 Sawah Lama Bandar Lampung found that the learning media used was not interesting for students to learn. The aims of the study are to determine the steps in developing a game of red-and-white monopoly media;to know the quality of red-and-white monopoly games; and to find out the responses of students to the red-and-white monopoly game. This study is a research anddevelopment (R & D) using the Borg and Gall model. The steps start from exploring potential aspect and its problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, and product revision. The techniques of data collection are observations, interviews, and questionnaires.The data analysis technique uses is qualitative descriptive. The results of the analysis show that the assessment of material experts gained an average of 93% "very good",the assessment of media experts gained an average of 92% "very good", the assessment of education practitioners gained an average of 90% "very good". While the questionnaire responses of students in the small class trials gained an average of 96% "very good" andthe results of a large class trial gained an average of 94% "very good". Based on the results of the description above, the products developed by researchers are feasible to be used as learning media.Keywords: media, monopoly games, integrative thematic learningAbstrakBermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan disukai oleh anak-anak. Bermain juga dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Hasil observasi yang dilakukan di SD Negeri 3 Sawah Lama Bandar Lampung didapati bahwa bentuk media pembelajaran yang digunakan tidak menarik peserta didik untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media permainan monopoli merah-putih, mengetahui kualitas media permainan monopoli merah-putih, dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media permainan monopoli merah-putih. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model Borg dan Gall. Langkah-langkahnya dimulai dari menggali potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian ahli materi memperoleh rata-rata 93% “sangat baik”, penilaian ahli media memperoleh rata-rata 92% “sangat baik”, penilaian praktisi pendidikan memperoleh rata-rata 90% “sangat baik”. Sementara itu, respon peserta didik pada uji coba kelas kecil memperoleh rata-rata 96% “sangat baik”, dan hasil uji coba kelas besar memperoleh rata-rata 94% “sangat baik”. Berdasarkan hasil uraian di atas, maka produk yang dikembangkan oleh peneliti layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.Kata kunci: media, permainan monopoli, pembelajaran tematik integratif
The Interaction Between Concrete-Pictorial-Abstract (CPA) Approach and Elementary Students’ Self-Efficacy In Learning Mathematics Aan Yuliyanto; Turmudi Turmudi; Mubiar Agustin; Hafiziani Eka Putri; Idat Muqodas
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 2 (2019): October 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.953 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i2.5226

Abstract

AbstractDriven by the elementary students’ low self-efficacy (SE) in learning mathematics, this study aims to delve deeper into the interaction between learning based on Mathematical Prior Ability (MPA) and the improvement of students' SE after the implementation of Concrete-Pictorial-Abstract (CPA) approach. In total, 119 elementary school students from Purwakarta, Subang, Karawang dan Bekasi participated. Both tests and non-tests were used as the instruments of this study. Using a quasi-experimental design with a nonequivalent pretest-posttest control group, a two-way ANOVA was used as the technical analysis of the data. The research results revealed that the learning factors are higher than 0.05 i.e. (0.235), the significance of the MPA factor is smaller than 0.05 i.e. (0.030), and the significance of the interaction factor (Learning MPA) is higher than 0.05 i.e. (0.301). It can be concluded that there is an interaction between learning (CPA and conventional) based on MPA and the students’ SE. Thus, the CPA approach can be used to enhance the students’ SE so that they can learn with higher confidence.Keywords: concrete pictorial abstract, self-efficacy, mathematical prior ability. AbstrakDilatarbelakangi oleh rendahnya efikasi diri siswa sekolah dasar dalam pembelajaran matematika, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki lebih jauh interaksi antara pembelajaran berbasis Kemampuan Awal Matematis (KAM) dengan peningkatan efikasi diri siswa setelah implementasi pendekatan Concrete Pictorial Abstract (CPA). Secara keseluruhan, 119 siswa sekolah dasar yang berasal dari Purwakarta, Subang, Karawang, dan Bekasi turut berpartisipasi. Baik tes maupun nontes digunakan sebagai instrument pada penelitian ini. Dengan menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan nonequivalent pretest postest control group, ANOVA dua jalur digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembelajaran lebih besar dari 0,05 yaitu (0,235), signifikansi faktor KAM lebih kecil dari 0,05 yaitu (0,030) dan signifikansi faktor interaksi (Pembelajaran KAM) lebih besar dari 0,05 yaitu (0,301). Dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara pembelajaran (CPA dan konvensional) berdasarkan KAM dan efikasi diri siswa. Dengan demikian, pendekatan CPA dapat dijadikan solusi dalam meningkatan efikasi diri siswa sehingga mereka dapat belajar dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.Kata kunci: concrete pictorial abstract, efikasi diri, kemampuan awal matematis. 
The Effect of Crossword Puzzle Application on The Students’ Learning Motivation in Science Learning Tati Nurhayati; Dwi Anita Alfiani; Dewi Setiani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.4186

Abstract

                                                    AbstractCrossword puzzle strategy is one strategy of active learning that involves all students to actively think by filling out crossword puzzles prepared by the teacher. So those students are expected to be more enthusiastic in participating in learning. This study aims to examine the effect of applying the crossword puzzle strategy on students' learning motivation in science learning. The research method used is a quantitative method, with the design of one shoot case study. The population in this study were all students of class amounting to 21 students, and using saturated sampling in determining the sample. Data collection techniques used are structured observation, questionnaires, and documentation. Furthermore, the results of the research data were tested using regression tests. The results showed that the significance value of the regression test was 0,000. Because significant value is smaller than 0.05 and t count (4.316) is greater than t table (1.72913), it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected. This means that the implementation of crossword puzzle strategy has a significant effect on students' learning motivation in science learning.Keywords: crossword puzzle, students’ learning motivation, science learning. AbstrakStrategi crossword puzzle adalah salah satu strategi pembelajaran aktif yang melibatkan semua peserta didik untuk aktif berfikir dengan mengisi teka teki silang yang telah disiapkan oleh guru. Sehingga diharapkan peserta didik menjadi lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang pengaruh penerapan strategi crossword puzzle terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan desain one-shoot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V yang berjumlah 21 siswa, dan menggunakan sampling jenuh dalam menentukan sampelnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan dokumentasi. Selanjutnya data hasil penelitian diuji menggunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada uji regresi sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (4.316) lebih besar dari t tabel (1.72913), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa penerapan strategi crossword puzzle berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA.Kata kunci : crossword puzzle, motivasi belajar siswa, pembelajaran IPA.
The Effectiveness of Photo Story in Multiliteracies Learning Towards Narrative Writing Skills of Fifth Grade Elementary School Students Budi Febriyanto; Ari Yanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 2 (2019): October 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.391 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i2.4943

Abstract

AbstractThis research is motivated by the low writing skill of students, especially in writing narratives. The purpose of this research is to determine the effectiveness of photo story media usage in multi-literacies learning model towards narrative writing skills of the fifth grade of elementary school. The research approach is quantitative with a quasi-experimental method by using a nonequivalent control groups design (ncgd) research design, with the experimental class using photo story media in a multi-literacies learning model and the control class using conventional learning. The population was the fifth grade students of Majalengka District. The research sample consisted of 60 students for experimental class and 60 students for control class. The data collection techniques used are tests, observations, and documentation, by  using statistical data for data analysis. The results showed that there were differences narrative writing skills in the experimental class and the control class. The average of pre-test experimental class reached 57.53 and 75.33 for post-test and the n-gain value was 0.428 in the medium category. While the control class reached 57.40 for pre-test and the 67.1 for post-test and n-gain value of 0.237 is categorized as low level. It indicates that the used of photo story media in multiliteracies learning models is more effective in improving narrative writing skills of the fifth-grade elementary school students compared to conventional learning.Keywords:  multiliteracies learning, narrative writing skills, photo story media. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis siswa, terutama dalam menulis narasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas penggunaan media cerita foto dalam model pembelajaran multiliterasi terhadap keterampilan menulis narasi di kelas lima sekolah dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen menggunakan desain penelitian nonequivalent control groups (ncgd), dengan kelas eksperimen menggunakan media photo story dalam model pembelajaran multiliterasi dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dari Kabupaten Majalengka. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas eksperimen dan 60 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan analisis data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan keterampilan menulis narasi di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Keterampilan menulis narasi di kelas eksperimen rata-rata nilai pre-test mencapai 57,53 dan post-test mencapai 75,33 dengan nilai n-gain adalah 0,428 dalam kategori sedang. Sedangkan di kelas kontrol, rata-rata nilai pre-test mencapai 57,40 dan post-test 67,1 dengan nilai n gain 0,237 dikategorikan rendah. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita foto dalam model pembelajaran multiliterasi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa sekolah dasar kelas lima dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci: pembelajaran multiliterasi, keterampilan menulis narasi, media foto cerita.
Learning Patterns of Deaf Students in Islamic Religious Studies Moh. Irsyad Fahmi MR; Khabibur Rohman
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3821

Abstract

AbstractThis research is intended to learning patterns of deaf students in Islamic Religious Studies (IRS) class at the elementary school level, determine the preparation of students, and identify the factors that support and hinder the learning process. The method used in this research is qualitative, with a case study approach. Data was collected using the interview and documentation approaches. Data analysis involved content analysis. The study finds that deaf students follow traditional learning patterns, in which teachers are equipped with materials, tools, and media that can be used to convey abstract ideas. In such a learning pattern, teachers play the most important role in determining content and methods to enable students to follow the lessons. Factors supporting the learning process include parent concern and teacher cooperation. A major factor hindering the learning process, meanwhile, is students' limited linguistic abilities, as a result of which they have difficulty understanding the lessons.Keywords: deaf, learning patterns, special education.AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan pola pembelajaran siswa tunarungu di kelas Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tingkat sekolah dasar, memahami persiapan siswa, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Penelitian ini menemukan bahwa siswa tunarungu masih mengikuti pola pembelajaran tradisional, di mana guru dengan menggunakan bahan, alat, dan media menyampaikan ide-ide abstrak. Dalam pola pembelajaran tersebut guru memainkan peran paling penting dalam menentukan konten dan metode yang memungkinkan siswa untuk mengikuti pelajaran. Faktor pendukung proses pembelajaran meliputi perhatian orang tua dan kerjasama guru. Faktor utama yang menghambat proses belajar adalah kemampuan linguistik siswa yang terbatas, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran.Kata kunci: tunarungu, pola pembelajaran, pendidikan khusus.
The Implementation of School Based Management in Madrasah Ibtidaiyah Aceng Jaelani; Moh Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 2 (2019): October 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i2.3793

Abstract

AbstractThis study aims to determine the implementation of School Based Management (SBM) on student learning outcomes at Madrasah Ibtidaiyyah (MI) in Harjamukti District, Cirebon City. The research method adopted in this study was field research. Data collection is done through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used in this qualitative research was inductive in nature, namely an analysis based on the obtained data. The steps taken were analyzing the data which has been collected; interpreting the data; drawing conclusions through way of thinking based on specific facts, where then directed to general conclusions. The results show that the implementation of SBM at MI in Harjamukti Cirebon District has been running quite effectively and efficiently. This can be seen from the support of all staff, SBM phasing, staff training, budget support and delegation of authority, high academic achievement of students, teachers mastery on materials and appropriate teaching procedures, efficient and effective use of facilities, teacher understanding of the characteristics of groups and individuals, a fun and interactive learning environment and the personality of teachers who can act as role models. Based on various aspects which have been arranged in school-based management, this has implications on improving student learning outcomes at Madrasah Ibtidaiyah in Harjamukti District, Cirebon City. Furthermore, this is evidenced in the school exam results.Keywords: school based management, learning outcomes, madrasah ibtidaiyah AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Se Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh. Langkah yang dilakukan adalah Menelaah data yang berhasil dikumpulkan, menafsirkan data, kemudian mengambil kesimpulan secara induktif, yaitu penarikan kesimpulan dengan cara berfikir berdasarkan fakta- fakta khusus, kemudian diarahkan kepada penarikan kesimpulan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS di MI se Kecamatan Harjamukti Cirebon sudah berjalan cukup efektif dan efesien, hal ini tercermin dari dukungan seluruh staf & pelatihan staf, pentahapan MBS, dukungan anggaran dan pendelegasian wewenang, prestasi akademik siswa yang tinggi, penguasaan guru terhadap bahan dan prosedur mengajar yang tepat, pemanfaatan fasilitas secara efisien dan efektif, pemahaman guru tentang karakteristik kelompok dan perorangan, lingkungan belajar yang menyenangkan dan interaktif serta kepribadian guru yang bisa menjadi teladan. Berdasarkan berbagai aspek yang telah tersusun dalam manajemen berbasis sekolah, hal tersebut berimplikasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah se Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Hal ini dibuktikan dalam hasil ujian sekolah.Kata kunci: manajemen berbasis sekolah, hasil belajar, madrasah ibtidaiyah.
The Influence of Television Watching Intensity on The Students’ Learning Interest Patimah Patimah; Yaya Kiswaya
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3640

Abstract

                                                  AbstractThis research is based on the low of students’ interest in learning.  This is because they spend more time to watch television than to learn. This study aims to examine the effect of TV watching intensity on the students’ learning interest. This study uses quantitative methods with correlational design. Data are collected through questionnaire and observation. Meanwhile, the data analysis technique used was the regression test analysis. The results of the study show that the intensity of TV watching is 78% with high criterion and student learning interest is 89% with a high criterion. Based on the results of the regression test, it was found that the significant value is 0,000. Because the significant value is smaller than 0.05 and t count (4.817) is bigger than t table (2.052), Ho is rejected, meaning that the intensity of TV watching shows has a significant effect on the students' learning interest. Therefore, parents should be able to limit their time watching television to their children so that children's learning interest does not decrease.Keywords: students’ learning interest, television, watching intensity.                                                  AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat belajar siswa.  Hal ini karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi dibandingkan dengan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang pengaruh intensitas menonton televisi terhadap minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas menonton tayangan televisi sebesar 78% dengan kriteria tinggi dan minat belajar siswa sebesar 89% dengan kriteria tinggi. Berdasarkan hasil uji regresi diperoleh bahwa signifikansinya sebesar 0,000. Karena nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (4,817) lebih besar dari t tabel (2,052) maka Ho ditolak, artinya bahwa intensitas menonton tayangan televisi berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa. Oleh karena itu, hendaknya orang tua dapat membatasi waktu menonton televisi kepada anak-anaknya agar minat belajar anak tidak menurun.Kata kunci: intensitas menonton, minat belajar siswa, televisi. 
Analyzing Madrasah Ibtidaiyah Teacher Candidates Skill of Technological Pedagogical Content Knowledge on Natural Science Learning Juhji Juhji
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3658

Abstract

AbstractThis study aims to determine the ability of Technological and Pedagogical Content Knowledge of prospective teachers of primary school at science subject. Respondents of this study were prospective teachers of the primary school in UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten in the academic year 2018/2019 which took the Practice Program Course of Employment in the semester VII. The method used in this study is a type of survey cross-sectional design. The research instruments include a closed questionnaire, analysis of lesson plans, and observation sheet. The data obtained in this study is the description of Technological Pedagogical Content Knowledge at Science Subject. The results showed that the mean skill score technological knowledge prospective teachers primary school of 2.94 (good category), average skill score pedagogical knowledge for prospective teachers primary school is 2.86 (good category), average skill score content knowledge for prospective teachers of primary school is 2.66 (good category), average skill score pedagogical content knowledge prospective teachers of primary school are 3.02 (good category), average skill score technological content knowledge prospective teachers of primary school of 2.41 (a quite good category), average skill score of technological pedagogical knowledge prospective teachers of primary school is 2.65 (good category), average skill score of TPCK prospective teachers of primary school is 2.38 (category pretty good). Thus, it can be concluded that the ability of Technological Pedagogical Content Knowledge Prospective Teachers of Primary School in Science Subjects has a pretty good category.Keywords: prospective teachers of madrasah Ibtidaiyah, science learning, technological pedagogical content knowledge.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Responden penelitian adalah mahasiswa calon guru Madrasah Ibtidaiyah di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tahun akademik 2018/2019 yang mengambil mata kuliah Program Praktik Lapangan Kerja (PPLK) di semester VII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan tipe cross sectional design. Instrumen penelitian berupa angket tertutup, lembar analisis dokumen RPP, dan lembar observasi. Data yang diperoleh berupa deskripsi tentang Technological Pedagogical Content Knowledge pembelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan technological knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah sebesar 2,94 (kategori baik), rata-rata skor keterampilan pedagogical knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah sebesar 2,86 (kategori baik), rata-rata skor Keterampilan content knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah sebesar 2,66 (kategori baik), rerata skor keterampilan pedagogical content knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah sebesar 3,02 (kategori baik), rata-rata skor keterampilan technological content knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah sebesar 2,41 (kategori cukup baik), rata-rata skor keterampilan technological pedagogical knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah sebesar 2,65 (kategori baik), rata-rata skor keterampilan technological pedagogical content knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah 2,38 (kategori cukup baik). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge calon guru Madrasah Ibtidaiyah pada pembelajaran IPA memiliki kategori yang cukup baik.Kata kunci: calon guru madrasah ibtidaiyah, pembelajaran ipa, technological pedagogical content knowledge.
Teachers’ Control System on Negative Impact of Smartphone at Madrasah Ibtidaiyah Suriana Suriana
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 2 (2019): October 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3057.007 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i2.3746

Abstract

AbstractThe proliferation of smartphone which are cheap and easy to obtain, raises a trend among parents to give their children a smartphone. This situation raises the concern about psychological health and student religiosity. The teachers become the only one who can filter the students and equip them with Islamic values. Thus, they are not swallowed up by the swift flow of digital negatives that are not yet fully understood by students. This paper tries to analyze the teachers’ control system in limiting the usage of smartphone and providing a negative and positive understanding on the impacts of smartphones at MIN Darul Imarah of Aceh Besar District. This study uses descriptive qualitative methods.  The data colection techniques were observation and interview using triangulation for data validity and realibility. The results show that teachers at MIN Darul Imarah sub-district of Aceh Besar, control the use of the negative impact of smartphone on their students by means of; limiting smartphone usage by prohibiting students from taking cellphones to shcool and giving punishmet to those who violate these rules. Furthermore, in providing understanding to students, the teachers do explaining the negative and positive impacts of smartphones in both inside and outside the learning instruction; teaching how to use smartphones smartly; using religious approaches; linking subject matter to the negative impact of smartphones; and socializing the negative impact of smartphones.Keywords: controlling, smartphones, student of Madrasah Ibtidaiyah.AbstrakMenjamurnya smartphone yang murah dan mudah diperoleh, menimbulkan tren di kalangan orang tua untuk memberikan smartphone kepada anaknya. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan psikis dan religiusitas siswa. Guru menjadi satu-satunya harapan untuk dapat memfilterisasi siswa dan membekali siswa dengan nilai-nilai Islam. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir derasnya arus negatif digital yang belum sepenuhnya dipahami oleh siswa. Tulisan ini berusaha menganalisis sistem kontrol guru dalam membatasi pemakaian dan memberikan pemahaman akan dampak negatif dan positif smartphone pada siswa MIN di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan menggunakan triangulasi data dalam memvaliditas data. Hasilnya menunjukkan bahwa guru MIN se-kecamatan Darul Imarah Aceh Besar dalam mengontrol pemakaian dampak negatif teknologi komunikasi pada siswanya dengan cara melarang siswa membawa handphone ke madrasah dan memberikan punishmet apabila aturan tersebut dilanggar. Selanjutnya, dalam memberikan pemahaman kepada siswa, guru melakukan dengan cara menjelaskan dampak negatif dan positif smartphone baik di dalam maupun di luar pembelajaran, mengajarkan cara menggunakan smartphone secara cerdas, menggunakan pendekatan religius, mengaitkan materi pelajaran dengan dampak negatif smartphone, mensosialisasikan dampak negatif smartphone kepada orang tua siswa, serta mengadakan program pengembangan kreatifitas siswa.Kata kunci: pengawasan, smartphone, siswa, madrasah ibtidaiyah.
The Innovation of Gabriel Method in Improving Al-Qur'an Memorization of Islamic Elementary School Students Kanzul Athiyah; Syaiful Islam
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3814

Abstract

AbstractMemorizing the Qur'an 30 juz is not an easy thing for SD/MI students who sometimes cannot read the Qur’an smoothly. One method that can be used by students in memorizing the Qur'an is the Gabriel method. This study aims to describe the application of the Gabriel method in improving memorization of Al-Qur'an for SD/MI students at the Al-Hasyimiyah Qur'anic Educational Institution of Nurul Jadid Islamic Boarding School Paiton Probolinggi. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews and observations. Meanwhile, the research data were analyzed using descriptive analysis. The results of the study show that 1) Al Qur'an learning activities are carried out every night after dawn prayer in congregation and Maghrib prayer in congregation; 2) the highest achievement of memorizing is 1 to 2 letters, while the lowest is 5 to 7 verses; 3) the obstacles faced in applying Gabriel method is the low ability of students to recall the Qur'an memorization has been achieved; 4) current teachers are only able to make verse movements only in the letter Al-Mulk, the rest, are in the process of being made. However, the application of the Gabriel method is proven to be able to improve the memorization of the Al Qur’an of SD/ MI students.Keyword: gabriel's method, memorizing Al-Qur'an, SD/MI students.  AbstrakMenghafal Al-Qur’an 30 juz bukanlah hal yang mudah bagi peserta didik SD/MI yang kadang belum dapat membaca Al-Quran dengan lancar. Salah satu metode yang dapat digunakan peserta didik dalam menghafal Al Qur’an adalah metode jibril. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode jibril dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an peserta didik MI/SD di Lembaga Pendidikan Qur’an Al-Hasyimiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan observasi. Sementara itu, data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kegiatan pembelajaran al Qur’an dilakukan setiap malam seusai sholat subuh berjamaah dan sholat Maghrib berjamaah; 2) pencapaian hafalan peserta didik paling tinggi adalah 1 surat sampai dengan 2 surat, sedangkan paling rendah adalah 5 sampai 7 ayat; 3) kendala yang dihadapi dalam penerapan metode jibril ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengingat kembali hafalan Al Qur’an yang telah dicapai; 4) para guru pendamping saat ini hanya mampu membuat gerakan ayat hanya pada surat Al-Mulk saja, selebihnya sedang dalam proses pembuatan. Namun demikian, penerapan metode jibril terbukti mampu meningkatkan hafalan Al Qur’an peserta didik SD/MI.Kata kunci: metode jibril, hafalan Al-Qur’an, peserta didik SD/MI.

Page 11 of 29 | Total Record : 283