cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Analisis Faktor Penghambat Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Pembelajaran Tematik (Studi Kasus di MI Al-Hikmah Kajen, Margoyoso, Pati) M. Sofyan Alnashr
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.2959

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat guru dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik di Madrasah Ibtidaiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di MI Al Hikmah Kajen Margoyoso Pati dan subjeknya guru MI kelas 1 dan kelas 4. Teknik pengumpulan data yang diguankan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara itu, data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis diskriptif melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat guru MI dalam pembelajaran tematik yaitu faktor internal guru dan faktor eksternal. Faktor internal guru terletak pada rendahnya kompetensi profesional terkait pembelajaran tematik, hal ini terjadi karena guru tidak mendapatkan pelatihan atau workshop yang cukup. Sedangkan faktor eksternal yakni kondisi siswa yang belum bisa calistung (untuk kelas 1) serta siswa yang terbiasa dengan pembelajaran berbasis mata pelajaran (untuk kelas 4) sehingga guru harus bekerja ekstra keras dalam pembelajaran. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru berusaha meningkatkan kompetensi profesionalnya dengan mendalami pembelajaran tematik secara otodidak serta berbagi pengalaman dengan guru lain sehingga dapat lebih memahami konsep dan implementasi dari pembelajaran tematik.Kata kunci: pembelajaran tematik, hambatan, guru, madrasah ibtidaiyah AbstractThis research aims to find out what factors are inhibiting teachers in implementing thematic learning in the Madrasah Ibtidaiyah. The type of this research is a qualitative descriptive with the location of this research in MI Al Hikmah Kajen Margoyoso Pati and the subjects are teachers MI of grade 1 and grade 4. Data collection techniques used in this research are observation, interview and documentation techniques. Meanwhile, the research data were analyzed using descriptive analysis techniques through several stages, namely data reduction, data display, drawing conclusions and verification. The results showed that the inhibiting factors of MI teachers in thematic learning were internal factors of teachers and external factors. The internal factor of the teacher lies in the low professional competence related to thematic learning, this happens because the teacher does not get enough training or workshops. While external factors are the condition of students who cannot be calistung (for grade 1) and students who are familiar with subject-based learning (for grade 4) so that teachers must hardwork in learning. To overcome these obstacles, teachers try to improve their professional competencies by learning thematically by self-taught and sharing experiences with other teachers so that they can better understand the concepts and implementation of thematic learning.Keywords: thematic learning, obstacle, teacher, Islamic elementary school
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Ahmad Arifuddin; Dwi Anita Alfiani; Sri Hidayati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.3374

Abstract

                                                   AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika khususnya pada materi pecahan. Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian materi pecahan yang masih rendah yakni di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi pecahan di Kelas IV MI Hidayatus Shibyan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Sementara itu data hasil penelitian dianalis menggunakan uji analisis data observasi, uji N-gain, dan uji regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada proses pembelajaran sebesar 83% dengan kategori baik dan hasil obsevasi aktivitas siswa sebesar 60% dengan kategori cukup. Sementara itu kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan sebesar 0,78 dengan kategori tinggi. Dan berdasarkan hasil uji regresi menunjukkan bahwa nilai signifikansinya sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 dan t hitung sebesar 4.168 lebih besar dari t tabel yakni 1.734, maka Ho ditolak. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi pecahan di kelas IV MI Hidayatus Shibyan.Kata kunci: model pembelajaran inkuiri, pemecahan masalah, matematika                                                       AbstractThis research is based on the low ability of students in solving mathematical problems, especially in fractional material. This can be seen from the results of the daily review of the fractional material which is still low, which is under the Minimum Completeness Criteria (KKM). This research aims to determine whether there was an influence of the inquiry learning model on students' mathematical problem-solving ability in fraction material in Class IV MI Hidayatus Shibyan. This research is a quantitative research with an experimental method. Data collection techniques used are observation, test, and documentation techniques. Meanwhile the research data is analyzed using the analysis of observation data, N-gain test, and regression test. The results of this research indicate that based on observations of teacher activities in the learning process by 83% with good categories and the results of student activity observation by 60% with sufficient categories. Meanwhile, students' mathematical problem solving abilities have increased by 0.78 in the high category. And based on the results of the regression test shows that the significance value is 0.001 less than 0.05 and t count is 4.168 greater than t table is 1.734, then Ho is rejected. This means that there is a significant influence between the use of inquiry learning models on students' mathematical problem solving skills in fraction material in class IV MI Hidayatus Shibyan.Keywords: inquiry learning model, problem solving, mathematics
Sistem Karantina Tahfidzh 1 Hari untuk Anak Usia SD/MI di Rumah Tahfidzh Al-Haramain Kota Banjarmasin Muhammad Iqbal Ansari; Barsihanor Barsihanor
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.2679

Abstract

                                                              AbstrakPada umumnya seorang santri di Indonesia merampungkan hafalan Al-Qur’an dalam jangka 2 - 4 tahun. Jangka waktu selama itu menjadi kendala bagi sebagian orang karena harus meninggalkan aktifitas demi fokus menghafal Al-Qur’an. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 1 Hari, sebuah kegiatan di mana peserta diasramakan untuk fokus menghafal Al-Qur’an selama 1 hari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 1 Hari untuk anak usia SD/MI di Rumah Tahfizh Al-Haramain, mendeskripsikan capaian hafalan dan kriteria peserta yang mencapai hafalan paling banyak, serta mengetahui kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer yang digunakan yaitu: narasumber, aktivitas, dan lokasi. Analisis dilakukan dengan proses pengumpulan, reduksi, paparan, verifikasi data, dilanjutkan dengan pengambilan simpulan. Validitas data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 1 Hari untuk anak usia SD/MI di Rumah Tahfizh Al-Haramain dilaksanakan pada hari sabtu setelah shalat ashar hingga hari Ahad ketika dhuhur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dua program, yaitu inti dan pelengkap, 2) capaian hafalan peserta usia SD/MI paling tinggi adalah 62 baris atau 4 halaman, sedangkan paling rendah adalah 30 baris atau 2 halaman, 3) hafalan paling banyak dicapai oleh 3 peserta perempuan yang duduk di kelas V dan VI. Ketiga peserta tersebut merupakan santri yang cerdas secara akademik dan mempunyai bacaan Al-Qur’an yang sesuai tajwid, dan 4) kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini ialah kondisi peserta yang kelelahan, sesi setoran pagi yang terlambat, kesalahan hafalan, dan kualitas hafalan yang belum kuat.Kata Kunci: karantina tafidzh al-Qur’an, 1 hari, siswa, SD/MI  AbstractIn general, a santri in Indonesia completes memorization of the Qur'an in a period of 2-4 years. This long period of time is being the obstacle for some people to memorize, because they have to cut their activities off to get focus in memorizing. One of the solutions from the problem above is One-Day Tahfizh Quarantine Program, an event which all the participants placed in one place or dormitory to stay focus in memorizing Qur’an in one day. This research aims to describe the implementation of One-Day Tahfizh Qur’an Quarantine Program for elementary school students in Banjarmasin, to describe their achievement in memorizing and the criteria, and to find out the obstacles faced by the organizer and the participants. This research uses qualitative approach with case study. Sources of the primer data chosen in the research are informants, activities, and location. The analysis conducted from the proccess of collection data, reduction data, explanation, verification, and interpretation conclusion phase. Checking the validity of the data conducted with triangulation. The findings of the research: 1) One-Day Tahfizh Quarantine Program for elementary school students in Rumah Tahfizh Al-Haramain Banjarmasin conducted on weekends, which is on Saturday after Ashr prayer and finishes on Sunday Dzuhur Prayer. The activity holds with primer and complement programs; 2) The highest achievement is 62 lines, or 4 pages 2 lines, and the lowest achievement is 30 lines or 2 pages; 3) The most memorization is 3 female participants who are 2 fifth graders and 1 sixth grader. The three participants are smart students, having good beauty and correct recitation based on the structure; 4) obstacles faced by the organizer are tiring condition of the participants, late morning session, error memorization, and the weak quality of the memorization.Keywords: tahfizh Qur’an quarantine, one-day, students, elementary school
Upaya Meningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Gambar Pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Sita Ratnaningsih; Genasty Nastiti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.3397

Abstract

AbstrakMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa kelas II SDN Curug 01 Kota Depok dalam pembelajaran Tematik. Hal tersebut dikarenakan sistem pembelajaran yang diberikan guru di kelas tersebut masih kurang menarik, sehingga menyebabkan siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran yang diberikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II SDN Curug 01 Kota Depok dalam pembelajaran Tematik dengan menggunakan media gambar. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara,  dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan rumus prosentase (%) data angket untuk melihat keberhasilan penerapan penggunaan media gambar di dalam kelas dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas guru dalam mengunakan media gambar pada siklus I diperoleh 74,58%, sedangkan pada siklus II diperoleh 89,58%. Hal tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas guru dalam usaha meningkatkan motivasi belajar siswa serta aktivitas siswa. Dan hasil observasi motivasi belajar siswa terdapat peningkatan dari siklus I diperoleh 72,15% menjadi 85,24% pada siklus II. Hal ini berarti terjadi peningkatan rata-rata motivasi belajar siswa meningkat sebesar 15,09%. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran tematik yang diberikan guru kepada siswa di sekolah tersebut.Kata kunci: media gambar, motivasi belajar, pembelajaran tematik. AbstractThe problem in this study is the low learning motivation of second grade students at State Elementary School (SDN) Curug 01 Depok City in thematic learning. This is because the learning system provided by the teacher in the class is still less attractive, which causes students to be less eager to take part in the lessons. This research was conducted with the aim of enhancing the learning motivation of second grade students at State Elementary School (SDN) Curug 01 Depok City in thematic learning, using image media. This research method is Classroom Action Research which consists of 2 cycles and each cycle consists of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques were carried out qualitatively and quantitatively using a percentage formula (%) questionnaire data to see the successful application of the use of media images in the classroom in order to improve student learning motivation. Based on the results of observations of teacher activities in using media images in cycle I obtained 74.16% while in cycle II it was 87.91%. This shows an increase in teacher activity in an effort to increase student motivation and student activity. And the results of observation of student learning motivation there is an increase from cycle I obtained 70.15% to 85.24% in cycle II. This means an increase in the average student learning motivation increased by 15.09%. Based on the results of the research obtained, it can be concluded that the application of learning using image media can improve students' learning motivation in thematic learning had given by the teacher to students at the school.Keywords: picture media, learning motivation, thematic learning.
Pengembangan Bahan Ajar DELIKAN Tematik Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Siswa Sekolah Dasar di Kota Kediri Bagus Amirul Mukmin; Farida Nurlaila Zunaidah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.2788

Abstract

AbstrakProses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah dasar saat ini belum memanfaatkan teknologi secara maksimal, sehingga proses pembelajaran kurang inovatif dan menarik. Hal ini salah satunya dikarenakan ketersediaan bahan ajar tematik berbasis teknologi seperti multimedia interaktif yang ada di sekolah dasar masih kurang, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar DELIKAN (Dengar, Lihat, Kerjakan) tematik berbasis multimedia interaktif yang valid, praktis, dan efektif untuk siswa sekolah dasar. Bahan ajar DELIKAN tematik berbasis multimedia interaktif dipilih untuk memaksimalkan fasilitas teknologi yang sudah tersedia dan memberikan inovasi pembelajaran yang efektif untuk siswa. Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah modifikasi model Borg & Gall dan Lee & Owen dengan tahapan penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, dan uji coba pemakaian. Berdasarkan hasil uji coba produk,  bahan ajar DELIKAN tematik berbasis multimedia interaktif menurut ahli materi memperoleh skor prosentase validitas sebesar 94%, ahli multimedia 83%, dan ahli bahasa 80% dengan kategori valid. Berdasarkan respon kepraktisan siswa, produk ini memperoleh skor 95% dan 96% berdasarkan respon kepraktisan guru. Sedangkan untuk keefektifan produk ini mencapai 85% dengan kategori sangat efektif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar DELIKAN tematik berbasis multimedia interaktif valid, praktis, dan efektif.Kata kunci: pengembangan bahan ajar, delikan, tematik, multimedia interaktif                                                                    AbstractThe learning process that carried out in elementary schools at this time has not utilized technology optimally, so the learning process is less innovative and interesting. This is partly because the availability of technology-based thematic teaching materials such as interactive multimedia in elementary schools is still lacking, which has an impact on student learning outcomes that are still low. This research aims to develop teaching materials of DELIKAN (Dengar, Lihat, Kerjakan) for thematic learning that are based on interactive multimedia on valid, practical, and effective for elementary students. Thematic teaching material of DELIKAN based on interactive multimedia is choosen to maximises available technology facilities and provides innovation of effective learning for students. Model used in this development research is modifying model from Borg & Gall and Lee & Owen which stages are research and data collection, planning, product development, design validation, design revision, product trials, product revision, and usage trials. Based on the product test result, the thematic teaching material of DELIKAN based on interactive multimedia obtained a score 94% of percent validity according to material expert, 83% from multimedia expert, and 80% from language expert with quite valid category. Based on students' practicality, this product got a score 95% and 96% based on teacher practicality. Whereas for the effectiveness, this product reaches 85% with very effective category. Based on those data, it can be conclude that thematic teaching material of DELIKAN based on interactive multimedia is valid, practical, and effective.Keywords: development of teaching materials, delikan, thematic, interactive multimedia
Peningkatan Kemampuan Mahasiswa PGSD Universitas Bung Hatta dalam Mengembangkan Bahan Ajar IPA Sekolah Dasar Siska Angreni
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.3079

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa PGSD Universitas Bung Hatta dalam mengembangkan bahan ajar IPA di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa kelas D yang mengambil mata kuliah pengembangan bahan ajar semester genap tahun ajaran 2017/2018. Instrumen pengumpulan data berupa skor pada: (1) lembar penilaian silabus dan RPP, (2) lembar penilaian bahan ajar dan instrumen validasi bahan ajar. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan analisis deskripif yang meliputi mereduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 79% mahasiswa sudah mampu menyusun silabus pembelajaran IPA dengan baik dan sangat baik, 81% mahasiswa sudah mampu menyusun RPP pembelajaran IPA dengan baik dan sangat baik, dan 41 mahasiswa sudah mampu mengembangkan bahan ajar dengan kategori layak digunakan dalam proses pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Bung Hatta sudah mampu mengembangkan bahan ajar IPA sekolah dasar yang baik sesuai dengan langkah-langkah pengembangan bahan ajar.Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, ilmu pengetahuan alam, mahasiswa PGSD                                                                                           AbstractThis research aims to describe the ability of student of the Elementary School Teacher Education Department at Bung Hatta University in developing science teaching materials for elementary school. The type of this research is descriptive qualitative with the research subject being class D students taking courses in the development of teaching materials for even semester 2017/2018 school year. Data collection instruments were in the form of scores on: (1) syllabus and lesson plan assessment sheets, (2) teaching material assessment sheet and teaching material validation instruments. The research data is then analyzed using descriptive analysis which includes reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results showed that 79% of students had been able to compile a syllabus of science learning well and very well, 81% of students had been able to compile the lesson plan of science learning well and very well, and 41 students had been able to develop teaching materials in the good category for use in the learning process. So it can be concluded that the students of Elementary School Teacher Education Department at Bung Hatta University have been able to develop science teaching materials in accordance with the steps of developing teaching materials.Keywords: development of teaching materials, natural science, students of PGSD.
Back Matter Al Ibtida Vol 5 No 2 Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.374 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.3427

Abstract

Front Matter Al Ibtida Vol 5 No 2 Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 5, No 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4790.305 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.3426

Abstract

Problems in 2013 Curriculum Implementation for Classroom Teachers in Madrasah Ibtidaiyah Muhamad Arif; Sulistianah Sulistianah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 1 (2019): June 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.813 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3916

Abstract

                                                      Abstract2013 curriculum still becomes a problem which needs a solution as soon as possible so that the objectives of the 2013 curriculum can be achieved optimally. Starting from the facts above, encouraging researchers to conduct quite complex and in-depth research about contemporary problems experienced by classroom teachers in the application of the 2013 curriculum in the field and solutions for classroom teachers in facing the implementation problems of 2013 curriculum. In this study, researchers used qualitative methods using several data collection techniques, namely: observation, interviews, and documentation. Data sources in this study focused on classroom teachers. The data analysis technique uses Miles and Huberman. The findings from the research results are quite significant on the contemporary problem of the application of the 2013 curriculum, including 1) government problems, 2) institutional problems, 3) classroom teacher problems, 4) student personal problems, and 5) problems of understanding guardians. While, the solutions for classroom teachers in facing the implementation problems of 2013 curriculum, namely 1) the need for efforts from the government in improving teacher competence, 2) the establishment of cooperation with more competent institutions such as universities, and 3) the establishment of maximum communication between schools, students, and guardians of students with parenting frames. With these efforts, it is expected that the implementation problems of 2013 curriculum in the Islamic elementary school can be overcome.Keyword: classroom teacher, implementation problems, 2013 curriculum.                                                      AbstrakKurikulum 2013 masih menyimpan pekerjaan rumah dan perlu mendapatkan solusi secepat mungkin. Hal ini dilakukan agar tujuan dari penerapan kurikulum 2013 dapat tercapai secara maksimal. Berawal dari fakta di atas, memantik peneliti untuk melakukan penelitian yang cukup kompleks dan mendalam mengenai problem-problem kontemporer yang dialami guru kelas dalam penerapan kurikulum 2013 di sekolah, dan solusi  guru kelas dalam menghadapi problem implementasi kurikulum 2013. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Sumber data pada penelitian ini terfokus pada guru kelas. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman.  Temuan dari hasil penelitian ini cukup signifikan, yaitu pada problem kontemporer penerapan kurikulum 2013, meliputi 1) problem pemerintah, 2) problem institusi, 3) problem guru kelas, 4) problem pribadi siswa, serta 5) problem pemahaman wali murid. Sementara itu, solusi guru kelas dalam menghadapi problem implementasi kurikulum 2013 yaitu: 1) diperlukannya upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru, 2) terjalinnya kerjasama dengan instansi yang lebih kompeten seperti perguran tinggi, dan 3) terjalinnya komunikasi yang maksimal antara sekolah, siswa, dan wali murid dengan bingkai parenting. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan problem penerapan kurikulum 2013 di madrasah ibtidaiyah dapat teratasi.Kata kunci: guru kelas, masalah implementasi, kurikulum 2013.
Developing Interactive Multimedia Through Ispring on Indonesian Language Learning with The Insights of Islamic Values in Madrasah Ibtidaiyah Muchamad Fauyan
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 6, No 2 (2019): October 2019
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i2.4173

Abstract

AbstractThis research was motivated by the Indonesian learning which contains very little of moral and character messages and the lack of learning resources, resulting in less interesting and unpleasant learning which lead the development of four aspects of language skills as learning objectives to be unachieved. Therefore, this research aimed to find out (1) the eligibility of interactive multimedia on Indonesian learning with Islamic insight based on the assessment of media experts and material experts, and (2) the quality of interactive multimedia on Indonesian learning with Islamic insight based on the assessment of students and teachers. This research and development are using ADDIE model. The procedures of this research include the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were fourth grade students of Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pringlangu 02 Pekalongan City. The results of this study are: (1) interactive multimedia products for Indonesian learning with Islamic insight was assessed by material experts with a score of 21.5 in the very eligible category and assessed by media experts with a score of 49.5 in the eligible category; (2) the quality of interactive multimedia for Indonesian learning with Islamic insight is very good based on the assessment of students and teachers. Thus, the use of multimedia for Indonesian learning is needed because it is a source of learning that can improve learning performance, as well as seeding the value of Islamic characters in students.Keywords: interactive multimedia, indonesian learning, Islamic values.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran bahasa Indonesia yang kering dari pesan-pesan moral dan karakter serta minimnya sumber belajar yang mengakibatkan pembelajarannya kurang menarik dan tidak menyenangkan yang pada gilirannya pengembangan empat aspek keterampilan berbahasa sebagai tujuan pembelajaran tidak tercapai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan (1) kelayakan multimedia interaktif pada pembelajaran bahasa Indonesia berwawasan nilai-nilai Islami berdasarkan penilaian ahli guru dan siswa, dan (2) kualitas multimedia interaktif pada pembelajaran bahasa Indonesia berwawasan nilai-nilai Islami berdasarkan penilaian siswa dan guru. Penelitian pengembangan ini (Research and Development) menggunakan model ADDIE. Prosedur penelitian ini meliputi: tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pringlangu 02 Kota Pekalongan. Hasil penelitian ini adalah: (1) produk multimedia interaktif untuk pembelajaran bahasa Indonesia berwawasan nilai-nilai Islami dinilai oleh ahli materi dengan skor 21,5 berada pada kategori sangat layak dan dinilai oleh ahli media dengan skor 49,5 berada pada kategori layak; (2) kualitas multimedia interaktif untuk pembelajaran bahasa Indonesia berwawasan nilai-nilai Islami adalah sangat baik berdasarkan penilaian siswa dan guru. Dengan demikian, penggunaan multimedia pada pembelajaran bahasa Indonesia diperlukan karena menjadi sumber belajar yang mampu meningkatkan kinerja pembelajaran, sekaligus penyemai nilai-nilai karakter Islami pada siswa.Kata kunci: multimedia interaktif, pembelajaran bahasa Indonesia, nlai-nilai Islam.

Page 10 of 29 | Total Record : 283