cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Effectiveness of the P5 Program in the Merdeka Curriculum to Increase the Creativity and Independence of Class V Elementary School Students Muin, Abdul; Maisaroh, Siti; Ramadhan, Wandri; Sulaimon, Jamiu Temitope
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.17954

Abstract

AbstractThis study aims to evaluate the effectiveness of the Strengthening Pancasila Student Profile (P5) Program within the Independent Curriculum at State Elementary School (SDN) 01 Tanjung Paku, SDN 06 Tanjung Paku, and SDN 10 Nan Balimo in Solok City, West Sumatra, during the 2023/2024 academic year. A mixed-methods approach was employed, integrating quantitative and qualitative methods. The quantitative approach involved surveys using Likert-scale questionnaires and standardized tests to assess the understanding and application of Pancasila values among fifth-grade students before and after participating in the P5 Program. The qualitative approach included in-depth interviews with fifth-grade teachers to gather their perspectives on program implementation and classroom observations to examine its integration into daily teaching and learning activities. The findings revealed a significant improvement in students' understanding and application of Pancasila values after participating in the P5 Program for one academic year. Quantitative data analysis indicated positive changes in students’ comprehension of Pancasila values. Meanwhile, qualitative analysis highlighted that while teachers faced challenges in implementing the program, they observed its positive impact on students’ creativity and independence. Therefore, it can be concluded that the P5 Program within the Independent Curriculum is effective in enhancing students’ understanding of Pancasila values and fostering their creativity and independence.Keywords: Pancasila, P5 program, student creativity, student independence.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka di SDN 01 Tanjung Paku, SDN 06 Tanjung Paku, dan SDN 10 Nan Balimo, Kota Solok, Sumatera Barat pada tahun ajaran 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran (mixed-methods), menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif melibatkan survei menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan tes standar untuk mengukur pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila oleh siswa kelas V sebelum dan setelah mengikuti Program P5. Pendekatan kualitatif melibatkan wawancara mendalam dengan guru kelas V untuk mendapatkan perspektif mereka tentang implementasi Program P5 dan observasi langsung di kelas untuk melihat bagaimana program ini diimplementasikan dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila oleh siswa kelas V setelah mengikuti Program P5 selama satu tahun akademik. Analisis data kuantitatif menunjukkan adanya perubahan yang positif dalam pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Sementara itu, analisis kualitatif mengungkapkan bahwa guru mengalami tantangan dalam implementasi program, namun merasakan dampak positif terhadap kreativitas dan kemandirian siswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Program P5 dalam Kurikulum Merdeka efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila serta mendukung perkembangan kreativitas dan kemandirian siswa kelas V sekolah dasar.Kata kunci: Pancasila,  program P5, kreativitas siswa, kemandirian siswa.
Collaborative Efforts in Transitioning from Pre-School to Elementary School for Positive Educational Foundation Amanda, Rahma Yulista; Sumanto, Reni Pawestuti Ambari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.18451

Abstract

AbstractThe teaching of calistung (reading, writing, and counting) using the drill method in early childhood schools and its use in the admission process for elementary schools present serious problems, affecting children's development and creating unhealthy competition. This study aims to describe the implementation of a fun early childhood schools to elementary schools transition movement as a solution, focusing on the roles of parents, schools, and the government, and addressing the misconception that children's success is only measured by calistung mastery. The research used qualitative methods, collecting data through interviews, observations, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the transition movement has been implemented at Semesta Bilingual School, Semarang City, Central Java despite some challenges, such as the continued use of written tests for evaluating students. Changes to the calistung test in new student admissions, a two-week period of introduction to the school environment program, and fun learning that builds six foundational skills have positively impacted students' gradual adaptation to the learning environment. Furthermore, collaboration between the government, schools, and parents through socialization, parent meetings, and active support in preparing students has been effective in enhancing student development during the transition period from early childhood schools to elementary schools, ensuring a smoother adjustment process.Keywords: transition from pre-school to elementary school, independent curriculum, positive educational foundation.                                                                 AbstrakPengajaran calistung dengan metode drill di PAUD serta tes calistung dalam penerimaan siswa baru di SD merupakan masalah serius yang berdampak pada perkembangan anak dan persaingan tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan sebagai solusinya, dengan menekankan pada peran orang tua, sekolah dan pemerintah serta menghilangkan miskonsepsi bahwa keberhasilan anak hanya diukur melalui penguasaan calistung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa gerakan transisi telah diimplementasikan di Sekolah Semesta Bilingual, Kota Semarang, Jawa Tengah meski masih terdapat hambatan seperti dilakukannya tes tertulis sebagai evaluasi hasil belajar siswa. Perubahan tes calistung pada penerimaan siswa baru, penerapan MPLS selama dua minggu serta penerapan pembelajaran menyenangkan yang membangun enam kemampuan fondasi, memberikan dampak positif dalam penyesuaian lingkungan dan proses belajar secara bertahap selama masa transisi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua melalui sosialisasi, parent meetings, dan mendukung dengan mempersiapkan siswa juga berjalan semestinya dan dapat meningkatkan perkembangan siswa selama masa transisi.Kata kunci: transisi paud ke sd, kurikulum merdeka, pondasi pendidikan positif.
The Influence of Problem-Based Learning Model Assisted by Interactive Multimedia Google Sites on Critical and Creative Thinking Skills in Elementary School Pradana, Galih Yoga; Anam, Rif'at Shafwatul; Mariana, Neni; Yunianika, Ika Tri
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.18281

Abstract

AbstractThis study aims to (1) assess the significant impact of the Problem-Based Learning (PBL) model, enhanced by Google Sites interactive multimedia, on the critical thinking abilities of fifth-grade elementary students, (2) evaluate the significant effect of the PBL model, supported by Google Sites interactive multimedia, on the creative thinking skills of these students, and (3) examine the combined influence of the PBL model, aided by Google Sites interactive multimedia, on both critical and creative thinking skills of fifth-grade students. This quasi-experimental research utilized a nonequivalent control group design, involving fifth-grade students divided into a control group and an experimental group, each consisting of 30 students. Data analysis was conducted using independent sample t-tests and MANOVA tests. The hypothesis testing results indicate that (1) the PBL model with Google Sites interactive multimedia significantly enhances critical thinking skills, (2) it significantly boosts creative thinking skills, and (3) it has a simultaneous positive effect on both critical and creative thinking skills of fifth-grade students. Future learning is encouraged to develop more diverse educational games to further motivate student learning.Keywords: problem-based learning, interactive multimedia, google sites, critical  and creative thinking.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji dampak signifikan model Problem-Based Learning (PBL) yang disempurnakan dengan multimedia interaktif Google Sites terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar kelas lima, (2) mengevaluasi dampak signifikan model PBL yang didukung oleh multimedia interaktif Google Sites terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa tersebut, dan (3) menguji pengaruh gabungan model PBL yang dibantu oleh multimedia interaktif Google Sites terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas lima. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen, yang melibatkan siswa kelas lima yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, yang masing-masing terdiri dari 30 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t sampel independen dan uji MANOVA. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) model PBL dengan multimedia interaktif Google Sites secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, (2) secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, dan (3) secara simultan memiliki efek positif terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa kelas lima. Pembelajaran di masa depan didorong untuk mengembangkan permainan edukatif yang lebih beragam untuk lebih memotivasi pembelajaran siswa.Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, multimedia interaktif, situs google, berpikir kritis dan kreatif.
Maintaining Local Languages in the Elementary Schools in Indonesia through Pierre Bourdieu’s Cultural Reproduction Strategies Hakim, Mohammad Andi; Kurniawan, Eri; Gunawan, Wawan; Hermawan, Budi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.17345

Abstract

AbstractThis research examines cultural reproduction strategies for maintaining local languages in elementary schools in Indonesia. The academic struggle for local language maintenance programs needs to be refined with alternative thinking and solutions. The study was conducted using a qualitative approach and a library research and outlines various findings regarding local language maintenance programs in elementary schools. Maintaining local languages in the management of elementary schools in Indonesia can be done through Pierre Bourdieu’s cultural reproduction strategies through programs orientated towards strengthening aspects of 1) Habitus, which focuses on externalizing awareness of the importance of preserving local languages; 2) capital, which focuses on resources and supporting capacity for local language preservation; and 3) arena, which focuses on educational and learning activities. The design of strengthening local language preservation through habitus is carried out in several steps: 1) applying linguistic knowledge; 2) promoting language loyalty, pride, and awareness of norms; 3) engaging in literature on language preservation and authenticity; and 4) fostering a positive language attitude. Meanwhile, the capital strengthening program through resources and carrying capacity is carried out: 1) the implementation of the Indonesian Language Policy; 2) the promotion of family, neighborhood, and religious values; 3) linguistic diversity. The strengthening program implemented through the arena includes: 1) strategies that include formal learning, extracurricular activities, and mandatory activities; and 2) technology, documentation, and revitalization.Keywords: habitus, capital, arena, cultural reproduction.AbstrakPenelitian ini mengkaji strategi reproduksi budaya dalam pemertahanan bahasa daerah pada sekolah dasar di Indonesia. Perjuangan akademik terhadap program pemertahanan bahasa daerah perlu disempurnakan dengan pemikiran dan solusi alternatif. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan telaah pustaka untuk menguraikan berbagai temuan mengenai program pemertahanan bahasa daerah di sekolah dasar. Pemertahanan bahasa daerah dalam pengelolaan sekolah dasar di Indonesia dapat dilakukan melalui strategi reproduksi budaya Pierre Bourdieu melalui program yang berorientasi pada penguatan aspek 1) habitus, yang fokus pada eksternalisasi kesadaran akan pentingnya pelestarian bahasa daerah; 2) kapital, yang fokus pada sumber daya dan daya dukung pelestarian bahasa daerah; dan 3) arena, yang fokus pada kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Rancangan penguatan pelestarian bahasa daerah melalui habitus dilakukan dengan beberapa langkah: 1) penerapan pengetahuan linguistik; 2) mempromosikan kesetiaan berbahasa, kebanggaan, dan kesadaran terhadap norma; 3) menggeluti kepustakaan tentang pelestarian dan keaslian bahasa; dan 4) menumbuhkan sikap berbahasa yang positif. Sedangkan program penguatan kapital melalui sumber daya dan daya dukung dilakukan: 1) kebijakan Bahasa Indonesia; 2) keluarga, lingkungan sekitar, dan agama; 3) keberagaman bahasa. Program penguatan melalui arena tersebut adalah: 1) strategi meliputi pembelajaran formal, ekstrakurikuler, dan wajib; 2) teknologi, dokumentasi dan revitalisasi.Kata kunci: habitus, kapital, arena, reproduksi budaya.
Bruner's Theory Constructivist Learning on the Ability to Understand Mathematical Concepts of Elementary School Students Wildaniati, Yunita; Rokhmah, Ummi Nur; Dewi, Susana Eka; Hanurawan, Fattah; Anggraini, Ade Eka
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.15511

Abstract

AbstractHaving the ability to understand concepts is fundamental to learning math, and it is important for students. This study is directed to examine the impact of Bruner's constructivist learning approach on elementary school students' ability to understand mathematical concepts. The type of research used is pre-experimental with a one group pre-test-post-test design. This study focuses on grade IV students from SDN 04 Ardirejo, Kepanjen Regency Malang. Data was collected using a written test in the form of a description of 5 points of pre-test questions and 5 points of post-test questions. Research data was analyzed using descriptive and inferential statistics with a paired sample t-test. The test results of the t test obtained that tcount is 20.065 while ttable is 2.059. Because 20,065 > 2,059, the tcount > ttable, it can be concluded that there is a significant influence from the application of Bruner's theoretical constructivism learning on the ability to understand mathematical concepts of grade IV students of SDN 04 Ardirejo, Kepanjen Regency Malang.Keywords: bruner's theory of constructivism, understanding mathematical concepts.AbstrakMemiliki kemampuan untuk memahami konsep adalah hal fundamental dalam belajar matematika, dan hal ini penting bagi siswa. Studi ini diarahkan untuk mengkaji dampak dari pendekatan pembelajaran konstruktivisme yang dikembangkan oleh Bruner, terhadap kemampuan siswa sekolah dasar dalam memahami konsep-konsep matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental dengan desain one group pre-test-postest. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 04 Ardirejo Kepanjen Regency Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis bentuk uraian sebanyak 5 butir soal pretes dan 5 butir soal post-test. Analisi data penelitian dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil pengujian uji t diperoleh bahwa thitung bernilai 20,065 sedangkan ttabel sebesar 2,059. Karena 20,065 > 2,059 maka thitung > ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan pembelajaran konstruktivisme teori Bruner terhadap kemampuan pemahman konsep matematis siswa kelas IV SDN 04 Ardirejo Kepanjen Regency Malang.Kata kunci: konstruktivisme teori bruner, pemahaman konsep matematis.
Microlearning Instructional Design with Process Approach for Improving Early Reading Skills of Prospective Elementary School Teachers Cahyanto, Bagus; Rini, Titis Angga; Salamah, Evi Rizqi; Rohmad, Muhammad Ali
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.17073

Abstract

AbstractTeaching early reading is a crucial skill for prospective elementary school teachers. However, in practice, there is a persistent observation of a low mastery of teaching methods in this area which is a mandatory pedagogical competency for teachers. This study aimed to describe the improvement of college students' proficiency in teaching early reading through microlearning-based instructional design with a process approach. The process approach refers to the implementation of the stages of reading instruction, namely in the pre-reading, during reading and post-reading stages. This study uses quantitative and qualitative data through tests, field notes, and documentation. The N-Gain test was utilized to analyze the quantitative data, employing one-group pretest and posttest design. Concurrently, the qualitative data from field notes and documentation underwent analysis through display, reduction, and verification data. The results of this study indicate that the implementation of microlearning-based instructional design with a process approach significantly enhances the early reading teaching skills of prospective elementary school teachers. Notably, improvements are observed across in the pre-reading, during-reading, and post-reading stages. The impact is particularly pronounced in the during-reading stage, where collage students exhibit enhanced mastery of teaching methods and adept use of appropriate media. The conclusion of this study shows the efficacy of an instructional design tailored to and focused on the specific needs of learning segments, which provides a better learning experience in teaching early reading.Keywords: early reading, instructional design, microlearning, process approach.                                                         AbstrakPengajaran membaca permulaan menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasi mahasiswa calon guru sekolah dasar meskipun dalam praktiknya, ada pengamatan terus-menerus tentang penguasaan metode pengajaran yang rendah di area ini yang merupakan kompetensi pedagogik wajib bagi guru. Penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan mahasiswa dalam pengajaran membaca permulaan melalui desain instruksional berbasis microlearning dengan pendekatan proses. Pendekatan proses ini mengacu pada penerapan tahapan pengajaran membaca yakni dalam tahap pra, saat, dan pasca membaca. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan datanya melalui tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil datanya dianalisis dengan statistik deskriptif melalui uji N-Gain berdasarkan hasil tes dari one group pretest and postest design. Analisis juga dilakukan melalui data display, reduksi, dan verifikasi untuk hasil catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain instruksional berbasis microlearning dengan pendekatan proses dapat meningkatkan keterampilan pengajaran membaca permulaan mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam kategori cukup signifikan. Peningkatan ini meliputi pengajaran pada tahap pra, saat, dan pasca membaca permulaan khususnya pada tahap saat membaca dalam penguasaan metode dan penggunaan media yang tepat. Kesimpulannya menunjukkan bahwa desain intruksional yang didesain secara khusus dan terfokus dalam segmen-segmen pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang lebih baik pada mahasiswa dalam pengajaran membaca permulaan.Kata kunci: desain intruksional, membaca permulaan, microlearning, pendekatan proses.
Strengthening Students' Islamic Character Education through Ecopedagogic-Based Learning; Case Study at Darul Huffadz Primary School Kurniawan, Dodi; Firdaus, Slamet; Nafia, Ilman; Gumiandari, Septi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.18881

Abstract

AbstractThe increasing neglect of moral and character education in the era of digitalization highlights the urgent need for ecopedagogy as a transformative approach to foster ecological awareness and prevent environmental degradation. This research aims to determine (1) the concept of ecopedagogics in natural school-based Islamic character education; (2) the application of ecopedagogic-based learning models at Daarul Huffadz Primary School; and (3) the implications of ecopedagogics in strengthening natural school-based Islamic character education at Daarul Huffadz Primary School. This research uses a qualitative analytical descriptive approach. Data was obtained through interview techniques with 7 school administrators, observation of learning activities in class III, totaling 28 students, and documentation studies through the Lesson Plan and intra-school student organization syllabus as comparison material with other formal schools. The research results found (1) the ecopedagogic concept in Islamic character education is applied using the concept of learning with nature referring to three core curricula and four basic foundations, namely moral, leadership, scientific logic, and entrepreneurship developments; (2) the implementation of learning refers more to the achievement of development and character formation of students which is determined through attitudinal or affective assessments; (3) the development of ecopedagogical education as character education has eight main character pillars as a reference for student outcomes. These findings highlight that ecopedagogic education integrates environmental awareness with character development, providing a holistic approach that shapes students into responsible, ethical, and environmentally conscious individuals.Keywords: ecopedagogic, Islamic character education, natural school. AbstrakMeningkatnya pengabaian pendidikan moral dan karakter di era digitalisasi menyoroti kebutuhan mendesak akan ekopedagogi sebagai pendekatan transformatif untuk menumbuhkan kesadaran ekologis dan mencegah degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) konsep ekopedagogi dalam pendidikan karakter Islam berbasis sekolah alam; (2) penerapan model pembelajaran berbasis ekopedagogi di Sekolah Dasar Daarul Huffadz; dan (3) implikasi ekopedagogi dalam penguatan pendidikan karakter Islam berbasis sekolah alam di Sekolah Dasar Daarul Huffadz. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis kualitatif. Data diperoleh melalui teknik wawancara dengan 7 administrator sekolah, observasi aktivitas pembelajaran di kelas III yang berjumlah 28 siswa, dan studi dokumentasi melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan silabus organisasi siswa intra sekolah sebagai bahan perbandingan dengan sekolah formal lainnya. Hasil penelitian menemukan (1) konsep ekopedagogi dalam pendidikan karakter Islam diterapkan menggunakan konsep belajar dengan alam mengacu pada tiga kurikulum inti dan empat landasan dasar, yaitu pengembangan moral, kepemimpinan, logika ilmiah, dan kewirausahaan; (2) pelaksanaan pembelajaran lebih mengacu pada pencapaian pengembangan dan pembentukan karakter peserta didik yang ditentukan melalui penilaian sikap atau afektif; (3) pengembangan pendidikan ekopedagogi sebagai pendidikan karakter memiliki delapan pilar karakter utama sebagai acuan capaian peserta didik. Temuan ini menyoroti bahwa pendidikan ekopedagogi mengintegrasikan kesadaran lingkungan dengan pengembangan karakter, memberikan pendekatan holistik yang membentuk peserta didik menjadi individu yang bertanggung jawab, beretika, dan sadar lingkungan.Kata kunci: ecopedagogic, pendidikan karakter Islam, sekolah alam.
Development of Ethnomathematics-based Hybrid Learning Model Using a Cybergogy Approach to Improve Mathematical Proficiency of Prospective Elementary School Teachers Fendrik, Muhammad; Antosa, Zariul; Witri, Gustimal; Andhi, Rahmat Rizal
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.14959

Abstract

AbstractThis study aims to develop a hybrid learning model based on ethnomathematics with a cybergogy approach to improve mathematical proficiency of prospective elementary school teachers. This study is an R & D (Research and Development) study using the Plomp model (preliminary research stage, development or prototyping stage, and assessment stage). In data collection, researchers used questionnaires, observations, and tests. Based on the validation results by learning design experts, material experts, and practitioners, the learning model developed meets the criteria of being very feasible. Based on the results of observations of the implementation of lectures, both lecturer and student activities and lecturer and student responses, the learning model developed meets the criteria of being practical. And based on the results of limited trials and expanded trials, it shows that there is a significant difference in the average score of mathematical proficiency of prospective elementary school teachers between those who receive learning with a hybrid learning model based on ethnomathematics ( = 84) with the average score of mathematical proficiency of prospective elementary school teachers who receive expository learning ( = 75). So, it can be concluded that the hybrid learning model based on ethnomathematics with a cybergogy approach meets the criteria of being feasible, practical, and effective. The implications of the research results indicate that the application of a hybrid learning model based on ethnomathematics with a cybergogy approach can have a positive impact on improving the mathematical proficiency of prospective elementary school teachers in mathematics learning.Keywords: hybrid learning model, ethnomathematics, cybergogy approach. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran hybrid berbasis etnomatematika dengan pendekatan cybergogy untuk meningkatkan kecakapan matematika calon guru sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian R & D (Research and Development) dengan menggunakan model Plomp (tahap penelitian pendahuluan, tahap pengembangan atau prototyping, dan tahap asesmen). Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan angket, observasi, dan tes. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, dan praktisi, model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan perkuliahan, baik aktivitas dosen maupun mahasiswa serta respon dosen dan mahasiswa, model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria praktis. Dan berdasarkan hasil uji coba terbatas dan uji coba diperluas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan skor rata-rata kecakapan matematika calon guru sekolah dasar antara yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran hybrid berbasis etnomatematika ( = 84) dengan skor rata-rata kecakapan matematika calon guru sekolah dasar yang mendapatkan pembelajaran ekspositori ( = 75). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran hybrid berbasis etnomatematika dengan pendekatan cybergogy memenuhi kriteria layak, praktis, dan efektif. Implikasi hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran hybrid berbasis etnomatematika dengan pendekatan cybergogy dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kecakapan matematika calon guru sekolah dasar dalam pembelajaran matematika.Kata kunci: model pembelajaran hybrid, etnomatematika, pendekatan cybergogy.
Is TPACK-Based Academic Writing Guidebook Effective to Improve Linguistic Competence of Preservice Elementary School Teachers? Saidah, Karimatus; Damariswara, Rian; Mujiwati, Endang Sri; Fauzi Maluana, Gafarudin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.15888

Abstract

AbstractStudents often experience problems in linguistic aspects which affect the quality of their writing. The use of academic writing guidebooks is needed to overcome these problems. To meet the needs of students as technology users, the academic writing guidebook is presented based on the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) approach. The aim of this research is to determine the differences in learning outcomes before and after using the guidebook presented and to determine the effectiveness of this guidebook. This research uses a quasi-experimental method with the data analysis process using the  Wilcoxon and Mann-Whitney U tests. The results of this research show that there is a significant difference between the pre-test and post-test of the experimental group. However, there was no significant difference between the experimental group and the control group. Which mean academic writing guidebook is ineffective to improve languages aspect in student academic writing skill.Keywords: TPACK, academic writing, guidebook, linguistic competence.AbstrakMahasiswa seringkali mengalami permasalahan pada aspek kebahasaan yang mempengaruhi kualitas tulisannya. Penggunaan buku panduan penulisan akademik diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna teknologi, maka buku panduan penulisan akademik disajikan berdasarkan pendekatan TPACK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan buku panduan yang disajikan dan mengetahui keefektifan buku panduan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan proses analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test kelompok eksperimen. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Artinya, buku panduan penulisan akademik tidak efektif untuk meningkatkan kemampuan kebahasaan pada keterampilan menulis akademik mahasiswa.Kata kunci: TPACK, penulisan akademik, buku panduan, kompetensi linguistik.
The Effectiveness of the In-Service Training Model towards Improving Madrasah Ibtidaiyah Teachers' Performance in Supporting National Assessment Policy Masnun, Moh; Patimah, Patimah; Nurhayati, Tati; Maulana, Ardian; Pandani, Ziah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.16549

Abstract

AbstractThis study aims to investigates the effectiveness of the In-Service Training model in enhancing the performance of Madrasah Ibtidaiyah teachers in Indonesia, particularly in alignment with the National Assessment Policy. This research is a qualitative research using observation, interviews, and documentation for data collection. We analyzed the data through reduction, presentation, and conclusion stages. Findings indicate that the in-service training model significantly benefits Madrasah Ibtidaiyah teachers to improve their ability to support educational policy goals. Teachers and school leaders expressed a desire for sustained, needs-based training. Factors that facilitate successful training implementation include active participation by all teachers and school principals, positive attitudes toward professional development, and alignment of training activities with school-specific needs. However, there are persistent challenges, such as limited school resources, inadequate internet access, and teachers' low proficiency in digital skills. Furthermore, training availability often depends on external funding, such as school operational assistance affirmation grants, underscoring budget constraints as a barrier to consistent professional growth.Keywords: in-service training model, madrasah ibtidaiyah teachers performance, national assessment. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas model Pelatihan Dalam Jabatan (in-service training) dalam meningkatkan kinerja guru Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia, khususnya yang selaras dengan Kebijakan Penilaian Nasional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model In-Service Training secara signifikan memberikan manfaat bagi guru madrasah ibtidaiyah dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk mendukung tujuan kebijakan pendidikan. Guru dan pimpinan sekolah menyatakan keinginan mereka untuk mendapatkan pelatihan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan. Faktor-faktor yang memfasilitasi keberhasilan pelaksanaan pelatihan diantaranya partisipasi aktif dari semua guru dan kepala sekolah, sikap positif terhadap pengembangan profesional, dan penyelarasan kegiatan pelatihan dengan kebutuhan sekolah. Namun, tantangan tetap ada, terutama sumber daya sekolah yang terbatas, termasuk akses internet yang tidak memadai dan rendahnya kemampuan guru dalam keterampilan digital. Selain itu, ketersediaan pelatihan sering kali bergantung pada pendanaan eksternal, seperti dana BOS Afirmasi, yang menggarisbawahi keterbatasan anggaran sebagai penghalang bagi pertumbuhan profesional yang konsisten.Kata kunci: model in-service training, kinerja guru madrasah ibtidaiyah, asesmen nasional.