cover
Contact Name
Jurnal Tamaddun
Contact Email
jurnaltamadun@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltamadun@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tamaddun
ISSN : 23441917     EISSN : 25285882     DOI : -
Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam (ISSN 2528-5882) was published by the Department of History of Islamic Civilization Faculty of Ushuluddin, Adab and Da`wah IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. Its mission is to disseminate the results of studies and research on the history, specifically Islamic Cultural History which includes science, theory, and historical concepts related to Islam and regional studies, Islamic civilization, Islamic intellectuals, Islamic culture and traditions. The manuscripts contained in this journal are the results of studies, research and literature review conducted by researchers, academics, and observers of Islamic Cultural History. This Tamaddun Journal is published twice in one year, July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
DINAMIKA PENDIDIKAN DI PESANTREN TEBUIRENG DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT JOMBANG 1948-1975 M M. Alamil Huda; Miftahul Khoiri; Nur Anwar
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.8873

Abstract

ABSTRAKArtikel ini berjudul Dinamika Pendidikan di Pesantren Tebuireng dan pengaruhnya terhadap masyarakat Jombang tahun 1948-1975 M. Dalam perspektif historis, Pesantren Tebuireng merupakan pesantren besar yang sangat berpengaruh dalam mengusir kolonial, serta menjunjung tinggi ajaran pendidikan keislamannya. Semua itu ditunjang dengan banyaknya santri dari berbagai daerah maupun wilayah yang menempuh pendidikan di Pesantren Tebuireng. Artikel ini memfokuskan pada tiga hal, yakni asal muasal munculnya Pesantren Tebuireng. Dinamika pendidikan di Pesantren Tebuireng. Serta pengaruh pendidikan terhadap masyarakat Jombang. Kajian artikel ini memperlihatkan bahwa, munculnya Pesantren Tebuireng Jombang ke ranah publik merupakan merupakan wujud kepedulian dari sang pendiri pesantren (K. H. Hasyim Asyari) dalam mengentas masyarakat dalam jurang kejahiliyaan. Karena daerah Tebuireng saat itu merupakan perwujudan dari masyarakat Arab jahiliyah, seperti judi, maksiat, zina, perampokan, serta penindasan. ditambah dengan adanya pabrik gula di daerah Tebuireng yang membuat masyarakat menjadi henonis serta berfoya-foya dengan dimilikinya banyak uang sebagai bayaran dari upah pabrik. Dinamika pendidikan di Pesantren Tebuireng dalam kurun waktu 1948-1975 tersebut terperiodesasikan dalam empat waktu, yakni periodesasi tradisional yang terlihat pendidikan di dalam pesantren ini masih primitive, dengan masih berbentuk halaqoh dan belum terdapat ruangan maupun bangku. Periode transisi, karena ditinggalnya pengasuh yang kompeten, serta berubahnya kebijakan pendidikan nasional. Periodesasi semi modern, dengan adanya ruangan sebagai tempat belajar berkelas, serta unituninya yang semakin banyak, dan sistemnya sudah banyak memasukan pelajaran umum. Periodesasi modern, yang melahirkan unit-unit sekolah umum seperti SMP, SMA, serta didirikannya perguruan tinggi. Pengaruh pendidikan terhadap masyarakat Jombang terkelompokkan dalam tiga bidang, bidang pendidikan, bidang ekonomi, serta bidang keagamaan.Kata Kunci: Dinamika, Pendidikan, Pesantren Tebuireng, Masyarakat Jombang.ABSTRACTThis article is entitled Educational Dynamics at the Tebuireng Islamic Boarding School and its influence on the Jombang community in 1948-1975 M. All of this is supported by the large number of students from various regions and regions who are studying at the Tebuireng Islamic Boarding School. This article focuses on three things, namely the origin of the emergence of the Tebuireng Islamic Boarding School. The dynamics of education at the Tebuireng Islamic Boarding School. And the influence of education on the people of Jombang. The study of this article shows that the emergence of the Tebuireng Jombang Islamic Boarding School into the public sphere is a manifestation of the concern of the founder of the pesantren (K. H. Hasyim Asyari) in eradicating the community in the abyss of ignorance. Because the Tebuireng area at that time was the embodiment of the ignorant Arab society, such as gambling, immorality, adultery, robbery, and oppression. coupled with the existence of a sugar factory in the Tebuireng area, which makes the people become henonic and indulge in having a lot of money as payment for the factory wages. The dynamics of education at the Tebuireng Islamic Boarding School in the period 1948-1975 were periodized in four times, namely the traditional periodization which seen that education in this pesantren was still primitive, still in the form of halaqoh and there were no rooms or benches. Transition period, due to the departure of competent caregivers, as well as changes in national education policies. Semi-modern periodization, with a room as a classy learning place, as well as more and more units, and the system has included a lot of general lessons. Modern periodization, which gave birth to public school units such as SMP, SMA, and the establishment of universities. The influence of education on the people of Jombang is grouped into three fields, namely education, economics, and religion.Keywords: Dynamics, Education, Tebuireng Islamic Boarding School, Jombang Community.
Islam dan Paradoks (Budaya) Carok di Madura: Tinjauan Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Mawaidi Mawaidi; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.8410

Abstract

Carok merupakan salah satu dari dua kearifan budaya yang dilestarikan di Madura. Kearifan budaya yang kedua yaitu kerapan sapi. Pandangan yang pertama tersebut cenderung urakan, nirmakna dalam konteks kebudayaan. Penelitian ini berusaha secara maksimal memberikan pemahaman secara teoretis filsafati keliru tentang tradisi carok sebagai tradisi orang Madura dengan memperoleh tempat terhormat dan istimewa. Penelitian ini merupakan studi pustaka menggunakan skripsi “Tradisi Carok Pada Masyarakat Madura Menurut Perspektif Teori Relativisme Moral” yang ditulis oleh Liberatus Pogolamum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek penelitian ini yang berasumsi bahwa carok merupakan tradisi dan budaya mengalami gagal interpretasi. Berdasar pada kegagalan interpretasi ini sehingga mengakibatkan wacana stereotip negatif dikonsumsi publik. Temuan pertama, kegagalan tersebut diawali dengan pendeksipsiannya dalam memaknai carok yaitu sebagai budaya. Kedua, dalam memaknai carok objek penelitian ini tidak mempertimbangkan aspek epistemologis. Ketiga, mengabaikan konteks nilai masyarakat Madura yang dikenal sebagai kaum sarungan.
PERADABAN ILMU ANDALUSIA : MASA PUNCAK DAN KEHANCURANNYA iwan setiawan
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.8905

Abstract

Andalusia is face from bright Muslim civilization in west region. If the researchers identified Islam as pasrt of eastern civilization, it should be correction. Andalusia as a part of history of Muslim civilization will show that the part of Islam in the west has a great gold of Islam history. This is the important of reading the past time for looking the future. The Andalusia Muslim civilization is not popular Muslim civilization in Baghdad era Al-Makmum for Muslim. It is needed as make writing toward the role of Muslim scientist in Andalusia. Between Baghdad in the east and Andalusia in the west constitutes the authentic prove of Muslim scientist civilization in the past time. A part of the past time, the writing about history of Andalusia knowledge is not just for romantic. Andalusia is a part of Muslim knowledge civilization tradition needs to be studied again. Studying on the making of knowledge civilization in Andalusia and study on the reasons decrease of the knowledge civilization in Andalusia. Keywords: Andalusia, Knowledge Civilization, Peak and Destruction
IDENTIFIKASI ASPEK ALAT DAN ARTEFAK KULTURAL DALAM DAKWAH SUNAN KALIJAGA Elfara Hajjar Sujani; Mahmud Arif
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.8640

Abstract

Sunan Kalijaga is one of the famous and influential Wali Songo in Java. As a preacher, Sunan Kalijaga spread Islam from one area to another. The Islamization process was carried out by Sunan Kalijaga does not force people to abandon the culture and beliefs they have embraced, but is carried out with an interesting approach and the islamitation procces followed the customs that exist in the area. The cultural approach taken includes various aspects, ranging from music, vocal arts to fine arts. The da'wah carried out by Sunan Kalijaga on the island of Java has produced a lot of various cultural tools and artifacts that have an influence not only on Muslims, but also it becomes Indonesian cultural relics that are dissolved to this day. Puppets, gamelan, suluk, modifications of surjan to agricultural tools are tools that are a legacy of Sunan Kalijaga which are still easy to find. Mosques and tombs in the city of Demak become one of the pilgrimage destinations for Muslims, which shows that Sunan Kalijaga has a great influence to this day. 
HISTORIOGRAFI ISLAM: TELAAH SEJARAH DALAM MUQADDIMAH AL-KAMIL Fi AL-TARIKH IBN ATHIR AL-JAZARI Ahmad Zainuri
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.8934

Abstract

Abstrak: Artikel ini akan menjelaskan tentang sebuah karya dari sejarawan terkemuka pada masa dinasti Zengid dibawah dinasti Seljuk, yakni Ibn al-Athir al-Jazari. Sejarawan yang muncul pada periode Islam klasik akhir dan menjelang pertengahan ini merupakan sosok yang telah melahirkan karya monumental pada bidang sejarah, yakni Al-Kamil Fi Al-Tarikh dan beberapa kitab lainnya. Fokus kajian ini ialah pada telaah karya Ibn Al-Athir dalam Muqaddimahnya. Yang akan penulis uraikan dengan menjelaskan biografi, karya Ibn Athir dan telaah karya Al-Kamil fi Al-Tarikh.  Adapun metode yang penulis gunakan ialah metode historiografi historis. Artikel ini lebih menelaah daripada kajian historiografi dari Ibn Athir sendiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Kamil fi Al-Tarikh merupakan karya yang monumental dalam kesejarahan Islam. banyak makna yang dapat diambil dalam tulisan agung dari Ibn Athir ini. Selain Ulama, ia sebagai sejarawan, sehingga nuansa tulisan sejarahnya penuh dengan khazanah keislaman, motivasi untuk menulis sejarah dan pelajaran apa yang bisa dipetik dibalik peristiwa sejarah yang terjadi, ini yang paling penting. Intinya bahwa sejarah ditulis harus menyeluruh, jangan terputus-putus, agar nampak bahwa sejarah itu selalu berkesinambungan, dan tidak dihitamkan atau dikaburkan, dihilangkan dalam periodesasi sejarah, tulislah apa adanya dan ambil ibrah-nya sebagai pelajaran hidup.
Sejarah Perawatan Rohani Islam Pada Masa Nabi Muhammad Tahun 570-632 Masehi Asriyanti Rosmalina; Tia Khaerunnisa
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.8803

Abstract

Perawatan rohani Islam telah ada sejak pada masa periode kenabian Rasulullah Saw. Perawatan rohani islam praktekan oleh Rufaidah Al-Asalmiya dan Ayahnya Sa’ad As-salami ketika Rasulullah Saw hijrah dari Kota Makkah ke Kota Madinah. Penelitian kepustakaan ini dibuat berdasarkan data deskriptif tentang sejarah perawat islam. Penelitian ini mengkaji bagaimana sejarah perawatan rohani Islam pada masa Rasulullah Saw pada tahun 570-632 Masehi mulai pada sebelum peperangan, masa peperangan hingga pasca peperangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengobatan dan perawatannya yang semula menggunakan metode Jahiliyyah yaitu dengan membaca mantra-mantra dan jimat-jimat menjadi metode yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan anjuran Rasulullah Saw dengan do’a dan shalawat. Setelah banyak perubahan pada metode pengobatan dan perawatannya, Rufaidah meminta izin kepada Rasulullah untuk mendirikan sekolah perawat. Dengan mendirikan sekolah perawat, beliau memimpin dan mendidik para wanita untuk berkarir dalam dunia kesehatan. Pada saat peperangan terjadi, Rufaidah dan para perawat wanita berperan penting dalam proses peperangan, yaitu sebagai pihak medis yang membantu prajurit perang yang terluka, selain memberikan pertolongan, pengobatan dan perawatan medis, juga memberikan bimbingan rohani Islam agar pasien atau prajurit yang terluka senantiasa bersabar, ikhlas dan tawakal kepada Allah SWT atas sakit yang dideritanya.
Fase Dalam Gerakan Pembaharuan Islam di Minangkabau: Dari Reformis ke Modernis Yelda Syafrina
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.9039

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas tentang gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau. Gerakan pembaharuan Islam di Minangkabau terjadi dalam tiga fase yakni fase pertama pada abad ke-18 yang dipelopori oleh Tuanku Nan Tuo dari Koto Tua,   fase kedua pada abad ke-19 yang digerakkan oleh tiga Haji berfaham Wahabi dan fase ketiga awal abad ke-20 oleh pemuka-pemuka agama berfaham modernis yang melakukan berbagai upaya pembaharuan atau modernisasi ke dalam institusi Pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan metode sejarah mulai dari proses Heuristik (pengumpulan Sumber), Kritik terhadap sumber-sumber tertulis baik primer maupun sekunder, interpretasi dan penulisan. Artikel ini menyimpulkan bahwa (1), fase pertama gerakan pembaharuan yang dipelopori oleh Tuanku Nan Tuo dari Koto Tuo dilakukan dengan cara-cara yang persuasif dengan tujuan mengubah perilaku jahiliah Minangkabau, (2) Fase gerakan pembaharuan yang kedua terjadi lewat sejumlah tindakan kekerasan, bersifat memaksa dan berujung konflik antara kaum adat dan kaum Padri, dimana tujuan utamanya memurnikan ajaran Islam (3) fase ketiga bertujuan untuk mengubah berbagai perilaku bid’ah yang masih dipraktekkan dan pembaharuan ditempuh dengan melakukan modernisasi dalam sistem Pendidikan Islam. Tiga fase ini berperan penting dalam proses masuknya Islam sebagai identitas khas Minangkabau yang sangat identik dengan Islam dan masih dipertahankan hingga saat ini.Kata Kunci; Minangkabau, Gerakan Pembaharuan Islam, Identitas
Kajian Filologis Naskah Batak Panuratan Ni Poda Aji Mangalo Musu Hidayani, Fika; Pinem, Desy Natalia; Ladyanna, Sonezza
Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.9403

Abstract

Batak manuscript entitled Panuratan Ni Poda Aji Mangalo Musu is unique in its existence. Beside this manuscript was found only one, the text in it contains the word basmallah. The word basmallah was found in the word of mantra. This is show occurred religious acculturation of the Batak tribe when this manuscript was made.  The manuscript, totally 76 pages, was written in Batak Toba script and language. Because there is only one manuscript, so it uses the diplomatic method in editing the script. This manuscript contains spells to protect oneself from enemies in the environment around the place of residence or outside the area of residence, as well as knowledge about the culture of the Batak people, such as habits in determining good and bad days, how to reject reinforcements, astrology predictions, and  how to shoot the enemy well (mamodil).
Gerakan reformis di Tunisia : Studi Pemikiran Khaeruddin Pasya At-Tunisi Hasbiyallah Hasbiyallah
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.9122

Abstract

Tunisia merupakan salah satu negara yang berpenduduk mayoritas muslim di Afrika Utara. Negara ini memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam penyebaran dan pengembangan agama Islam di Eropa karena  secara geografis letaknya sangat strategis.Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah, yakni peneliti mengkonstruksi masa lalu dari objek yang diteliti dengan studi kepustakaan.Dalam sejarah Islam moderen di Tunisia, pembaruan pemikiran Islam dirintis oleh Khairuddin Pasya seorang budak Rusia yang setelah dibeli dari seorang bangsawan di Turki oleh Bey Ahmad, penguasa Tunisia masa itu. Gagasan-gagasan reformis Khairuddin terlihat ketiak ia menjabat sebagai pejabat tinggi di Tunisi seperti ketika menjadi Menteri Peperangan, Ketua Majelis Syura, Duta Besar di negara-negara Eropa, Ketua Komisi Keuangan hingga menjadi Perdana Menteri Tunisia.
Peranan K.H Anwar dalam Perkembangan Pesantren Nurul Islam Seri Bandung 1932-1959 syarifuddin syarifuddin; Supriyanto Supriyanto; Ajimiliansyah Ajimiliansyah; Tedi Rizki; Muhammad Fikri
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v9i2.7554

Abstract

This paper discusses the role of K.H Anwar in the development of the Nurul Islam Seri Bandung (1932). K.H Anwar's discussion regarding his process in building the Nurul Islam Pesantren Seri Bandung, Ogan Ilir, South Sumatra which originated from K.H Anwar's journey to study in various places in Ogan Ilir, Jambi to Mecca and Medina. Furthermore, from the beginning he preached in the village of Seri Bandung and held recitation or cawisan, until he planned to establish a boarding school which was realized in 1932 through a long process because licensing was very strict at that time by the Dutch colonial government. K.H Anwar is a scholar who plays a role in Islamic education in Ogan Ilir district, he has works which later became a reference for use in the Nurul Islam Seri Bandung Islamic boarding school. Pesantren Nurul Islam is one of the oldest Islamic boarding schools in South Sumatra which is currently 92 years old. In this paper, K.H Anwar focuses on building the Islamic Nuru pesantren such as the pesantren curriculum, writing Islamic boarding school books, the rules of the pesantren that he designed and is still being implemented. This paper uses the historical method with the object of research in the development of the Nurul Islam Seri Bandung (1932). The purpose of this research is specifically to examine the role of K.H Anwar in the development of the Nurul Islam Islamic Boarding School Series Bandung 1932-1959.  The result of this research is the history of K.H Anwar's role in the development of the Nurul Islam Islamic Boarding School Series Bandung 1932-1959.

Page 1 of 1 | Total Record : 10