cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis
ISSN : 23030453     EISSN : 24429872     DOI : -
Core Subject : Education,
Diya al-Afkar adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan studi al-Quran dan al-Hadis. Jurnal ini menyajikan karangan ilmiah berupa kajian ilmu-ilmu al-Quran dan al-Hadis, penafsiran/pemahaman al-Quran dan al-Hadis, hasil penelitian baik penelitian pustaka maupun penelitian lapangan yang terkait tentang al-Quran atau al-Hadis, dan/atau tinjauan buku. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Konseptualisasi Kemiskinan dan Penindasan Perspektif Farid Esack Hasby, Guntur; Maimun, Muhammad; Zain MS, Lukman
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 5, No 02 (2017): Desember
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.482 KB) | DOI: 10.24235/sqh.v5i02.3777

Abstract

Conceptualization Interpretation Studies Farid Esack In the book Qur’an Liberation And Pluralism An Islamic Perspective Of Interreligious Solidarity Against oppression About Verses Poverty The Qur'an is an indication of human life guidelines that would follow, it is not only related to the issue of 'ubudiyah but also social problems such as poverty which we will discuss the contents of this paper. In the life of modern society can not be separated from the problems that often become the color in the life of society itself. One of the many problems facing humans is the problem of poverty. The problem of poverty is as old as human age itself and the implications of the problem can involve all aspects of human life. In this issue has been widely discussed theories of poverty, including Farid Esack in book the Qur’an, Liberalism, and Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity Against oppression describes the oppression that is one of the causes of their poverty. In this paper the problem under study is poverty caused by oppression. The purpose of this research is to suggest that poverty is caused by certain factors, and the solution to the problem. For that main reference in the discussion is karaya one of the leading figures of the Qur'an interpreter Farid Esack. The method used is a literature study, or better known as research libraries in other words the author uses the method of collecting and analyzing data. This study refers to the study in which the object is written by qualitative method. The results of this study relate to the suppression of a party to another party with a certain background of interest for an interest that benefits some parties regardless of the perceived consequences of others. The solution can be taken as a conclusion justice, hijrah, jihad, prohibition practice of riba ', ban the practice of moneylenders, landlords removal system, alms. After all that can be accomplished, then the life of humanity based on equality in the eyes of human beings, and avoid the values of oppression.
METODE KAJIAN KITAB TAFSIR AL-IKLIL FI MA’ANI AL-TANZIL DENGAN FENOMENA SOSIAL DI PONDOK PESANTREN TAHSINUL AKHLAQ WINONG GEMPOL CIREBON Kusen, Kusen; Adib, Adib; Maimun, Muhammad
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 5, No 01 (2017): Juni
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.482 KB) | DOI: 10.24235/sqh.v5i01.3768

Abstract

Tafsir adalah ilmu memahami Alquran. Kajian tafsir al-Iklil Fi Ma’ani al-Tanzil karya kiai Misbah Musthafa Bangil di pesantren Tahsinul Akhlaq Winong Gempol Cirebon sudah dilakukan sejak tahun 60-an. Kajian ini mempengaruhi kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat sekitar. Tulisan ini menjelaskan metode kajian kitab tafsir tersebut serta pengaruh sosial terhadap masyarakat. Hasil dari penelitiannya adalah kajian tafsir menggunakan metode penalaran deduktif dan tafsir lisan dengan nazam-nazam Jawa.
WACANA STUDI HADIS DI INDONESIA: STUDI ATAS HERMENEUTIKA HADIS MUHAMMAD SYUHUDI ISMAIL Taufan Anggoro
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 6, No 02 (2018): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.353 KB) | DOI: 10.24235/diyaafkar.v6i02.3786

Abstract

Muhammad Syuhudi Ismail is one of the most influential hadith figures in Indonesia. His thinking in terms of understanding the hadith which is popular with the "Contextualization of hadith" is a typical hermeneutic of the traditions of Muhammad Syuhudi Ismail, because it involved the aspect of ijtihād in understanding it. The idea of understanding the hadith is classified as contextual because besides involving linguistic analysis in it, it also carries out historical analysis of hadith. Therefore the pattern of analysis of text, context, and contextualization can be seen in the understanding of this tradition of Muhammad Syuhudi Ismail. The three hermeneutic circles appear to be applied by looking at the hadith that are the object of their study.
PESAN ALQURAN TENTANG AKHLAK (Analisis Hermeneutis Double Movement Fazlur Rahman Terhadap Q.S. al-Hujurat Ayat 11-13) Romli, Asep Saepul Milah
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 5, No 02 (2017): Desember
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.482 KB) | DOI: 10.24235/sqh.v5i02.3782

Abstract

Akhlak merupakan aplikasi dari kepribadian seseorang. Akhlak selalu menjadi cerminan pribadi individu. Terlepas dari apa yang menjadi latar belakang seseorang dalam berinteraksi, akhlak selalu menjadi fokus utama dalam menilai prilaku. Pembahasan mengenai akhlak sudah menjadi materi usang yang banyak dibahas, baik secara langsung ataupun hanya menyisipkan sebagian kecil dalam pembahasan. Pembahasan mengenai akhlak yang banyak dibicarakan nampaknya hanya berakhir di tatanan konsep tanpa adanya pengaplikasian. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi. Setelah ditelisik, semuanya menyimpang dari nilai-nilai moral. Hal itu hendaknya menjadi perhatian bahwa ‘akhlak’ harus dikebumikan kedalam ‘dunia’ yang aplikatif, terutama nilai-nilai akhlak sebagaimana yang dipesankan dalam Alquran. Penelitian ini menelusuri nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam Q.S Al-Hujurat ayat 11-13 dengan menggunakan metode penafsiran analitis (tahlili) dan teori double movement yang digagas Fazlur Rahman.
SURAH YASIN DALAM TAFSIR AL-IBRIZ Rosida, Siti; Hartati, Hartati; Maimun, Muhammad
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 5, No 02 (2017): Desember
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.482 KB) | DOI: 10.24235/sqh.v5i02.3773

Abstract

Surah Yasin merupakan surah yang sering dibaca dan populer di kalangan masyarakat Islam. Hal tersebut diketahui dari banyaknya hadis yang menyebutkan tentang keutamaannya. Namun tak hanya sekedar membacanya saja, mengetahui makna yang terkandung di dalamnya juga sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teori tafsir maudu‘i. Surah Yasin dalam Tafsir al-Ibriz memiliki penjelasan yang berbeda dibandingkan dengan Surah yang lainnya, yaitu adanya khatimah surah dan gambar. Bisri Mustofa mengklasifikasikan surah Yasin ke dalam tiga pokok, yaitu tentang keesaan Allah, ketetapan risalah, dan adanya hari dibangkitkan (yaum al-Ba‘ath) dan hari dikumpulkannya semua makhluk (yaum al-Hashr).
ALQURAN DAN FILSAFAT (Alquran Inspirator Bagi Lahirnya Filsafat) Asmuni, Ahmad
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 5, No 01 (2017): Juni
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.482 KB) | DOI: 10.24235/sqh.v5i01.3763

Abstract

Pedoman umat Islam yang menjadi petunjuk (hudan) utama bagi manusia adalah Alquran. Dalam Alquran Allah Swt. banyak memerintahkan manusia untuk selalu menggunakan akal pikirannya (berpikir, berfilsafat). Dalam Alquran juga terdapat banyak ayat yang memberikan dorongan kepada manusia untuk selalu menggunakan dan senantiasa mengembangkan pikiran dan hatinya. Alquran banyak mendorong manusia untuk memikirkan penciptaan langit, bumi, manusia, alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan sebagainya. Alquran sangat mencela orang-orang yang bersikap taqlid dan jumud kepada warisan para leluhurnya sehingga mereka enggan menggunakan akalnya untuk memikirkan kebenaran dan berpikir bebas guna mencapai kebenaran. Perintah Allah terkait dengan perintah untuk menggunakan akal pikiran ini, sejalan dengan filsafat yang menggunakan akal. Dengan demikian, sangat bisa dipahami bahwa Alquran sesungguhnya menyuruh manusia untuk berfilsafat. Bahkan, Alquran telah menginspirasi bagi lahirnya filsafat. Karena itu, sangat bisa dipahami banyak lahir dari umat Islam para pemikir (Filosof) yang terkenal terutama pada masa klasik seperti; al-Razi, Ibn Rushd, al-Ghazali, dan lain-lain.
HUKUM PEMIMPIN IDEAL DALAM PERSPEKTIF HADIS Samud Samud
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 6, No 02 (2018): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.205 KB) | DOI: 10.24235/diyaafkar.v6i02.3790

Abstract

Times development will have a tremendous influence on the condition of the country and society, as in the near future the election of leaders will soon begin at both central and regional level leaders. It turns out that the election of leaders now seems to be an extraordinary gambling event because each political party appoints one of its cadres to become the number one person in our country. The ideal leader in the advice of Islam should be able to be included in the meaning of helper, because the leader is in charge of protecting the people he leads and trying to help and save them when difficulties and disasters strike, because the leader is responsible for everything that happens and happens in his area and about the people they lead. A leader is chosen to lead his group members to realize common goals.
Makna Puasa dalam Tafsir al-Jailani (Studi tentang Penafsiran Syekh Abdul Qadir al-Jailani) Rifa’i, Muhammad; Junaedi, Didi; Muthi’ah, Anisatun
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 5, No 02 (2017): Desember
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.482 KB) | DOI: 10.24235/sqh.v5i02.3778

Abstract

Puasa adalah menahan diri pada siang hari dari hal-hal yang membatalkan puasa, disertai niat oleh pelakunya, sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Pengertian semacam ini dipaparkan oleh ulama fikih. Sedangkan makna puasa menurut ulama tasawuf adalah menahan hawa nafsu; panca indera; dan berpaling dari selain Allah. Oleh karena itu, penelitian terhadap makna puasa dari sisi tasawuf ini cukup menarik untuk dikaji. Hal tersebut dikarenakan cakupannya yang lebih luas. Adapun tafsir yang digunakan sebagai sumber data primer dalam penelitian ini adalah adalah kitab tafsi>r al-Jailani. Kitab tafsir ini mempunyai ciri khas yang berbeda dengan kitab tafsir yang bercorak tasawuf lainnya. Di antara perbedaannya adalah terdapat pendahuluan dan penutupan tiap suratnya serta menjelaskan makna puasa dalam tiga macam, yaitu puasa syariat; hakikat (rohaninya), dan puasa berpaling dari selain Allah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode penulisan tafsir al-Jailani, mulai dari biografi Syekh Abdul Qadir al-Jailani; keterangan tafsirnya; penafsiran Syekh Abdul Qadir al-Jailani tentang ayat-ayat puasa serta analisisnya.
Living Quran: Resepsi Komunitas Muslim Pada Alquran (Studi Kasus di Pondok Pesantren at-Tarbiyyatul Wathoniyyah Desa Mertapada Kulon, Kec. Astatana Japura, Kab. Cirebon) Nurfuadah, Hilda; Junaedi, Didi; Umayah, Umayah
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 5, No 01 (2017): Juni
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.482 KB) | DOI: 10.24235/sqh.v5i01.3769

Abstract

Artikel ini memfokuskan kajian tentang Living Quran sebagai resepsi komunitas Muslim pada Alquran. Living Quran pada hakikatnya bermula dari fenomena Quran in Everyday Life, yakni makna dan fungsi Alquran yang riil dipahami dan dialami masyarakat Muslim. Proses interaksi masyarakat terhadap Alquran tidak hanya sebatas pada pemaknaan teksnya, tetapi lebih ditekankan pada aspek penerapan (fungsional) teks-teks Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Memfungsikan Alquran seperti ini muncul karena adanya praktik pemaknaan Alquran yang tidak mengacu pada pemahaman atas pesan tekstualnya, tetapi berlandaskan anggapan adanya “fadilah” dari bagian tertentu dalam Alquran, penerapan teks-teks Alquran tersebut kemudian menjadi tradisi yang melembaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
PEMAHAMAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL LARANGAN MENAFSIRKAN AL-QUR'AN DENGAN AL RA‘Y Anisatun Muthi'ah
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 6, No 02 (2018): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.539 KB) | DOI: 10.24235/diyaafkar.v6i02.3785

Abstract

Speaking about hadith, it will surely arrive at the issue that not all traditions in the Qat'iy al-Wurud are partially Zanniy al-Wurud, so the hadiths need to be re-examined in its curiosity. This paper examines the prohibited hadiths of interpretation of the Qur'an with the words and the study of this material can not be separated from the study of hadith tradition. In the hadith of the prohibition interpretation of the Qur'an with the word of the hadad is hasan. While the related directives are only available to Sunan al-Turmuzi, Sunan Abu Dawud and Musnad Ahmad bin Hanbal. As for the meaning of al-Ra'y which is required in the hadith is an interpretation which is based solely on reasoning without considering the history or methods or knowledge related or not in accordance with the principles of syar'i is something very different between interpreting the Qur'an with ra'yu (bi al-Ra'y) with the interpretation of bi al-Ra'yu which in its interpretation is dominated by intellect but remains in the frame of syar`i.

Page 7 of 24 | Total Record : 233