cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kedokteran
ISSN : 02164752     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah FK UKI bertujuan sebagai wadah publikasi hasil penelitian staff pengajar fakultas kedokteran internal dan eksternal UKI, sebagai sharing knowledge para dosen fakultas kedokteran serta menunjang pengembangan ilmu kedokteran/kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 217 Documents
Effect of autologous stromal vascular fraction (SVF) for diabetes mellitus type-2 Remelia, Melinda; Novriandina, Shanaz; Karina; Panjaitan, Ani O.; Andriana, Jumaini; Sitohang, John; Batubara, Frisca; Wiyanto, Marwito; Sitompul, Yunita R.M.B
Majalah Kedokteran UKI Vol. 38 No. 1 (2022): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v38i1.4188

Abstract

Autologous Stromal Vascular Fraction (SVF) is one of the alternative therapy for type 2 diabetes that might potentially regenerate pancreatic beta cells. HbA1c levels ≤7% is an efficacious indicator for type 2 diabetes mellitus treatment. The aim of this study is to analyze the effect of autologous SVF therapy on decreasing HbA1c levels of type 2 diabetes patients at Hayandra Clinic in 2016. This study uses observational analytics by obtaining 30 patients' medical records after autologous SVF therapy and analyzing by using paired t-test. The results showed a decrease in HbA1c levels in 24 patients (83.4%), increased HbA1c levels in 4 patients (13.3%), and two patients (3.3%) who had no changes in HbA1c levels after one month got autologous SVF therapy. Based on HbA1c levels as an efficacious indicator, there was an increase in the percentage of type 2 diabetes patients with controlled HbA1c levels from 37% to 47%. The percentage of type 2 diabetes patients with uncontrolled HbA1c levels decreased from 63% to 53%. There was a correlation between autologous SVF therapy and the decrease of HbA1c levels in type 2 diabetes patients (p=0,003). Keywords: Type 2 diabetes; HbA1c levels; Stromal Vascular Fraction
Karakteristik Thalasemia Pada Pasien Pediatrik di Rumah Sakit dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi: Serial Kasus Wishnuwardhana, Mas; Adrienta; Fernandez, Glenn; Trixie, Joue A.; Jovito, Axel; Gabriella, Hana
Majalah Kedokteran UKI Vol. 38 No. 3 (2022): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v38i3.4745

Abstract

Talasemia adalah sekelompok gangguan dari ketidakseimbangan produksi rantai globin alfa dan rantai globin beta. Kondisi ini yang diwariskan melalui mekanisme genetik resesif dominan autosomal. Talasemia beta diakibatkan penurunan rantai globin beta, karena kelebihan rantai globin alfa. Tujuan dari studi ini adalah untuk melaporkan serial kasus talasemia yang bervariasi pada pasien pediatric di Rumah Sakit dr. Chasbullah Abdulmajid. Metode yang digunakan pada studi ini adalah studi deskriptif berupa serial kasus. Terdapat empat kasus. Satu kasus talasemia, dua kasus talasemia dengan Covid-19, dan satu kasus talasemia dengan AIDS. Variasi keluhan dari para pasien adalah pucat (dua kasus), batuk (satu kasus), dan asimptomatik (satu kasus). Keempat pasien sebelumnya sudah terdiagnosa talasemia beta mayor sebelumnya dan rutin mendapatkan transfusi. Pada pemeriksaan fisik, semua pasien tampak wajah cooley, konjungtiva anemis, serta hanya satu yang terdapat hepatosplenomegaly. Pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia. Dua kasus terdapat peningkatan kadar serum ferritin dan pada kasus talasemia dengan Covid-19 terdapat leukopenia. Kata Kunci: Acquired Immune Deficiency Syndrome, Beta thalassemia mayor, Coronavirus disease of 2019, Facies cooley, Thalassemia
Hubungan Jumlah Trombosit dan Kadar Hematokrit dengan Lama Rawat Inap Pasien DBD pada Anak di RSUP DR. Sitanala Tahun 2019-2021 Yessica Milenia; Sirait, Robert H.
Majalah Kedokteran UKI Vol. 38 No. 2 (2022): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v38i2.5680

Abstract

Latar belakang : Demam berdarah dengue merupakan penyakit infeksi oleh virus dengue melalui gigitan vektor DBD yaitu nyamuk genus Aedes. Sekitar 2,5 miliar populasi dunia memiliki risiko terinfeksi dengue Per tahun sekitar 500.000 pasien di dunia memerlukan rawat inap dan mayoritas anak-anak. Parameter laboratorium sebagai indikator menegakan diagnosis DBD adalah trombositopenia dan hemokonsentrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit dan kadar hematokrit dengan lama rawat inap pasien DBD pada anak. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dan uji statistik Chi-Square. Sampel berjumlah 86 pasien DBD pada anak yang menjalani rawat inap di RSUP dr. Sitanala tahun 2019-2021. Hasil : Terdapat hubungan jumlah trombosit dengan lama rawat inap pasien DBD pada anak, diperoleh nilai p=0,001 dan terdapat hubungan kadar hematokrit dengan lama rawat inap pasien DBD pada anak, didapatkan nilai p=0,029. Kesimpulan : Terdapat hubungan jumlah trombosit dan kadar hematokrit dengan lama rawat inap pasien DBD pada anak di RSUP dr. Sitanala Tahun 2019-2021.
Pengaruh Diabetes Melitus Sebagai Komorbid Terhadap Peningkatan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Rejosari, Kudus Periode 2018-2020 Faustin, Amadea J.M.; Widjaja, Jahja T. Widjaja; Paskaria, Cindra
Majalah Kedokteran UKI Vol. 37 No. 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v37i3.5687

Abstract

Diabetes Melitus (DM) dan Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia. Terdapat risiko yang lebih tinggi untuk pasien DM terkena TB paru, hal ini disebabkan karena hiperglikemia pada pasien DM membuat kerentanan infeksi M. tuberculosis meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh diabetes melitus sebagai faktor komorbid terhadap peningkatan kasus tuberkulosis paru di Puskesmas Rejosari,Kudus periode 2018-2020. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi kasus kontrol. Sampel penelitian yaitu 44 pasien DM, terdiri dari 22 pasien DM dengan TB paru sebagai kelompok kasus dan 22 pasien DM tanpa TB paru sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di Puskesmas Rejosari,Kudus tahun 2021, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Analisis pengaruh diabetes melitus sebagai faktor komorbid terhadap peningkatan kasus TB paru menunjukkan bahwa faktor usia ≥60 tahun (p=0,034), lama menderita DM (p= 0,025), DM tidak terkontrol (p=0,001), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) gemuk (p=0,047) memiliki nilai p≤0,05. Usia ≥60 tahun, lama menderita DM, DM tidak terkontrol, dan IMT gemuk pada pasien DM menunjukkan pengaruh diabetes melitus sebagai faktor komorbid terhadap peningkatan kasus tuberkulosis paru di Puskesmas Rejosari Kudus. Kata Kunci : Diabetes melitus; tuberkulosis paru; Puskesmas Rejosari Diabetes Mellitus (DM) and Pulmonary Tuberculosis (TB) are highly prevalent diseases in Indonesia. It has a higher risk of DM patients being affected by pulmonary TB because hyperglycemia triggers the increase of M. tuberculosis infection susceptibility. This study tried to determine the effect of DM as a comorbid factor on the increase in pulmonary TB cases at Rejosari Health Center, Kudus, in 2018-2020. This research method was observational analytic with a case-control research design. The sample was 44 DM patients consisting of 22 DM patients with pulmonary TB as the case group and 22 patients without it as the control group. The research was conducted at the Rejosari Health Center, Kudus, in 2021 using a purposive sampling technique. Data were analyzed using the chisquare test. The Analysis shows the age factor of 60 years old (p=0.034), length of suffering diabetes (p= 0.025), uncontrolled diabetes (p=0.001), and Body Mass Index (BMI) (p=0.047) had p≤0.05. The condition of 60 years old, length of suffering diabetes, uncontrolled DM, and obese BMI in DM patients shows the diabetes mellitus as a comorbidity factor impacting the increase of pulmonary TB cases at Rejosari health center, Kudus. Keywords : Diabetes mellitus; pulmonary tuberculosis; Rejosari Kudus Health Center
Kepuasan Mahasiswa Klinik Tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan 5M COVID-19 di RSU UKI Sitompul, Yunita R.M.B; Simanungkalit, Bona; Azzahra, Aliya; Sabono, Dena C.; Saragih, Egi B.A.N.; Kuncoro, Rio E.; Arabella, Thea
Majalah Kedokteran UKI Vol. 37 No. 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v37i3.5689

Abstract

Awal tahun 2020, dunia dihadapkan pada wabah penyakit infeksi yang dikenal sebagai Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri RI (2020) dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 yaitu memberlakukan protokol kesehatan COVID-19. Protokol kesehatan yang diterapkan pada masyarakat bertujuan memutus penularan COVID-19. Pada masa itu diberlakukan gerakan 5M. yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa klinik terhadap protokol kesehatan Gerakan 5M COVID – 19 di Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia (RSU UKI). Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Data yang diambil merupakan data primer berupa kuesioner online yang dikirim pada mahasiswa klinik di RSU UKI pada bulan Juni - Juli 2021. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 243 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa para mahasiswa puas dengan kewajiban mencuci tangan dan memakai masker, sangat puas dalam menilai kewajiban menjaga jarak, menjauhi kerumunan dengan tingkatan cukup puas sedangkan dalam hal membatasi mobilitas kebanyakan responden sangat tidak puas. Kata Kunci: Kepuasan, COVID-19, Protokol, 5M At the beginning of 2020, the world was faced with an outbreak of an infectious disease known as Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). The policy issued by the Indonesian Ministry of Home Affairs (2020) in anticipating the spread of COVID-19 is the implementation of the COVID-19 health protocol. The health protocol is applied to the community in order to stop the transmission of COVID-19. The New Normal period applies the 5M movement. The 5M movements include washing hands, wearing masks, maintaining distance, staying away from crowds and reducing mobility. The aim of this study was to describe the level of satisfaction of clinical students regarding the health protocol of the 5M COVID-19 Movement at UKI Hospital. The research design used is descriptive method. The data taken is primary data in the form of an online questionnaire given to clinical students at the UKI General Hospital in June - July 2021. The number of samples obtained was 243 respondents. The results showed that the 5M Movement, in the form of washing hands and wearing masks were at the level of satisfaction, for the maintaining distance the respondents a very satisfied level. Staying away from crowds with a level of satisfaction while limiting mobility the level of of satusfaction was very low. Keywords: Satisfaction, COVID-19, Protocol, 5M
Spondilitis Ankilosa Berat, Anestesi Generalisata atau Regional? Permana, Eleazar; Abadi, Rio J.; Adhimulia, Kevin J.
Majalah Kedokteran UKI Vol. 37 No. 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v37i3.5690

Abstract

Spondilitis ankilosa merupakan penyakit autoimun pada tulang belakang yang menyebabkan kekakuan progresif.Kondisi tersebut menyebabkan kesulitan melakukan anestesi. Pada laporan kasus ini, dilaporkan pasien laki-laki,usia 71 tahun dengan spondilitis ankilosa yang akan menjalani tindakan pembedahan untukfraktur intertrokanterik dekstra. Pada pasien tersebut didapatkan kesulitan dalam melakukan tindakan anestesi.Laporan kasus ini ditujukan untuk mendeskripsikan pertimbangan pemilihan metode anestesi yang dapat dilakukanuntuk pasien dengan spondilitis ankilosa. Kata kunci: Spondilitis ankilosa, anestesi spinal, anestesi umum, kesulitan anestesi Ankylosing spondylitis is an autoimmune disease of the spine that leads to progressive joint stiffening. Thiscondition could cause particular difficulty in conducting anesthesia. In this study, we reported a 71-year-old malewith ankylosing spondylitis with an intertrochanteric femoral fracture. We observed several problems in performingspinal and general anesthesia during the elective surgery. In this case report, we described the considerations onchoosing the anesthesia method and its difficulty in patients with ankylosing spondylitis. Keywords: Ankylosing spondylitis, spinal anesthesia, general anesthesia, anesthesia difficulties
Efektivitas Penggunaan Obat Antihelmintik Secara Massal Terhadap Soil Transmitted Helminths Di Indonesia Sebuah Scoping Article Imanuel, Rizki; Siagian, Forman E.; Sinurat, Robert; Ronny
Majalah Kedokteran UKI Vol. 38 No. 3 (2022): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v38i3.5718

Abstract

Obat anti helmintik digunakan pada infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) untuk mengobati dan mencegah terjadinya infeksi berat yang mengakibatkan anemia dan gangguan tumbuh kembang anak. Pemberian obat anti helmintik dapat dilakukan secara berkala sebagai pencegahan terhadap infeksi maupun reinfeksi. Albendazole 400 mg dan Mebendazole 500 mg merupakan obat antihelmintik spektrum luas yang direkomendasikan World Health Organization (WHO) karena efektif, murah, mudah untuk diberikan, dan memiliki efek samping yang kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan antihelmintik secara massal di Indonesia untuk infeksi STH. Studi literatur ini merupakan artikel scoping yang memakai Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Tinjauan literatur ini dibuat melalui penelusuran artikel pada database Pubmed® dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "parasite infection" OR "worm infection" OR "helminth infection" AND “Soil Transmitted Helminth”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat yang memiliki efektifitas tinggi dalam pengobatan massal anthihelmintik terhadap infeksi STH adalah Albendazole. Lama pemberian antihemintik yang efektif untuk pemberian obat secara massal terhadap infeksi STH adalah dalam dua minggu dengan sekaligus diadakannya evaluasi secara berkala. Kesimpulan dalam penelitian ini, mebendazole sebagai pengobatan lini pertama memiliki efektifvitas yang lebih baik. Sementara, albendazole dan mebendazole serta pirantel pamoat tetap memiliki efektivitas yang baik terhadap infeksi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang dengan efektifitas 9% sampai 97%. Kata Kunci: Infeksi parasit, Kecacingan, Albendazol Anti-helminthic drugs are used in soil transmitted helminth (STH) infections to treat and prevent the occurrence of heavy infection that causes anemia and childhood developmental problems. Administration of anti-helminthic drugs could be given periodically as prevention towards infection or reinfection. Albendazole 400 mg and mebendazole 500mg are wide spectrum that are recomended bu the World Health Organization (WHO) because it is effective, affordable, easy to administer, and has minimal side effects. The purpose of this study is to understand the effectivity of mass anti-helminthic drug use in Indonesia for STH infections. This literature study (review) is an article scoping using the Preffered Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis (PRISMA) (pake metode ga si?). This literature review is made by searching for articles in the PubMed and Google Scholar databases by using the keywords "parasite infection" OR "worm infection" OR "helminth infection" AND "soil transmitted helminth". The findings of this study find that the drug that has the highest effectivity in mass antihelminthic administration towards STH infections is albendazole. The duration of effective antihemintic administration for mass drug administration against STH infection is within 2 weeks, with periodic evaluations being held at the same time. The conclusion of this study is mebendazole has better effectivity as a first line drug, while albendazole and mebendazole as well as pyrantel pamoate still have good effectivity against Ascaris lumbricoides, Trichiuris trichiura, and hookworm infections with an effectivity between 9% to 97%. Keywords: parasite infection, worm infection, Soil Transmitted Helminth
Tinjauan Deskriptif Analitik Kepadatan Tungau Debu Rumah dan Hubungannya dengan Praktik Higiene, Manifestasi Alergi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang Tinggal di Rumah atau Indekos Dwigita, Sintikhe G.; Ronny
Majalah Kedokteran UKI Vol. 38 No. 3 (2022): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v39i1.5729

Abstract

Tungau debu rumah (TDR) sering ditemukan dalam debu rumah, sering ditemukan di lantai ruang tamu, lantai kamar, kasur, sofa, karpet dan juga ditemukan di luar rumah seperti pada sarang burung dan permukaan kulit hewan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tinjauan deskriptif analitik kepadatan TDR dan hubungannya dengan praktik higiene, dan manifestasi alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang tinggal di rumah atau indekos. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif melalui pemeriksaan sampel debu rumah dan hasil kuesioner tentang praktik higiene. Terlihat memang tidak ada hubungan antara kepadatan dan praktik higiene karena dari berbagai penelitian, TDR sulit untuk dieliminasi karena kemampuan bertahan hidup dari TDR. Dari 60 sampel debu rumah dan indekos, ditemukan sebanyak 76,7% responden yang tinggal di rumah dan 73,3% responden yang tinggal di indekos. Berdasarkan praktik higienitas didapatkan secara statistik, menjemur kasur dan membersihkan ruangan dengan vacuum cleaner atau kain basah mampu mengurangi kepadatan TDR. Penelitian ini didapatkan secara statistik bermakna bahwa kepadatan TDR berpengaruh terhadap individu yang memiliki riwayat asma yang tinggal di rumah Kata Kunci: tungau debu rumah Dermatophagoides pteronyssinus, Dermatophagoides farinae, praktik higiene, alergi House Dust Mites and Their Relationship to Hygiene Practices and Allergic Manifestation Abstract House dust mites (TDR) are arthropods that are most often found in dust in various parts of the house and outside the house, such as on the surface of animal skin. This study aims to determine the density of dust mites in home and boarding rooms and their relationship to hygiene practices, as well as their impact on allergic manifestations in students living at home or boarding houses. This research uses a descriptive analytical method with a quantitative approach through examining house dust samples and the results of questionnaires about hygiene. There appears to be no relationship between crowding and hygiene practices. From 60 samples of house and boarding room dust, it was found that 76.7% of respondents lived at home and 73.3% of respondents lived in boarding rooms. Based on hygiene practices, it has been statistically found that drying the mattress and cleaning the room with a vacuum cleaner or wet cloth can reduce the density of TDR. This research found that it was statistically significant that TDR density had an effect on individuals who had a history of asthma who lived at home. Keywords: house dust mite, Dermatophagoides pteronyssinus, Dermatophagoides farinae, hygiene practices, allergies
Hubungan Lama Rawat Inap Pasien Demam Berdarah Dengue Anak terhadap jumlah Trombosit, Leukosit dan Hematokrit di RSU UKI Periode 2018-2021 Dewandaru, Fanuel P.; Suryanegara, Wiradi
Majalah Kedokteran UKI Vol. 39 No. 1 (2023): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v39i1.5730

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang saat ini masih menjadi permasalahan di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini menyerang segala jenis usia tetapi proporsi golongan kasus DBD terbanyak yaitu pada golongan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama rawat inap pasien DBD anak terhadap jumlah trombosit, leukosit dan hematokrit di RSU UKI periode 2018-2021. Metode penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dan desain cross sectional. Data berupa data sekunder yang diambil di bagian rekam medis RSU UKI. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan lama rawat inap terhadap jumlah trombosit (p=0,001). Tidak terdapat hubungan lama rawat inap terhadap jumlah leukosit (p=0,398). Tidak terdapat hubungan lama rawat inap terhadap hematokrit (p=0,320). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan lama rawat inap pasien Demam berdarah dengue anak terhadap trombosit. Kata Kunci : DBD, trombosit, leukosit, hematokrit, lama rawat inap Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease still remains a problem in the world, including Indonesia. This disease attacks all ages, but the largest proportion of DHF cases is in children. The purpose of this study was to determine the relationship between the length of stay of pediatric dengue patients and the number of trombocyte, leukocytes, and hematocrit at UKI General Hospital for the period 2018-2021. This research method uses the analytical observational type and the cross-sectional design. The secondary data taken from the medical records of UKI General Hospital. This study showed that there was a relationship between the lenght of stay and the trombocyte count (p = 0.001). There was no relationship between the length of stay and the leukocyte count (p=0.398). There was no relationship between length of stay and hematocrit (p=0.320). The conclusion of this study is that there is a relationship between the hospital stay of pediatric patients with dengue and trombocyte. Keywords : DHF, trombocyte, leukocytes, hematocrit, length of stay
Hubungan Antara Status Gizi, Pekerjaan Orangtua, dan Insidensi Penyakit COVID-19 pada Pasien Anak di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi 2020 Wishnuwardhana, Mas; Gabriella, Hana; Fernandez, Glenn; Jovito, Axel; Nindya, Mutiara; Sembiring, Kevin C.; Hutagalung, Vania N.; Uli, Ivana E.S.; Silalahi, Charles A.; Yanti, Tri; Daliyanti, Dina S.; Adoe, Thomas H.; Rahma, St; Mira; Adrienta; Trixie, Joue A.
Majalah Kedokteran UKI Vol. 38 No. 1 (2022): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/mk.v38i1.5731

Abstract

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa hingga 18 Mei 2020 terdapat 584 anak positif COVID-19, 3.324 anak status PDP, 129 anak dengan status PDP meninggal, dan 14 anak meninggal karena COVID-19. Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan pekerjaan orangtua penderita COVID-19 pada pasien anak di RSUD Kota Bekasi Januari – Desember 2020. Jenis penelitian analitik dengan desain studi kasus kontrol, dimana faktor-faktornya dipelajari dengan pendekatan retrospektif. Laporan ini dilakukan pada pasien anak dengan COVID-19 sebagai sampel kasus dan pasien anak non COVID-19 sebagai sampel kontrol. Data dikumpulkan dari database Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan dianalisa menggunakan SPSS untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan pekerjaan orangtua dengan insidensi COVID-19 pada pasien anak. Pekerjaan orangtua, pekerjaan ayah (p = 0,000, OR CI 95 % = 3,187) dan pekerjaan ibu (p = 0,000, OR CI 95 % = 4,911) memiliki hubungan yang signifikan dan paparan resikonya, 3,187 untuk ayah yang bekerja kantoran dan 4,911 untuk ibu yang bekerja kantoran, dengan insiden COVID-19 pada pasien anak. Status gizi (p = 0,000, OR CI 95 % = 5,236) memiliki hubungan yang signifikan dan 5,2 keterpaparan resiko dengan kejadian COVID-19 pada pasien anak. Kesimpulan dari studi ini adalah ada hubungan yang bermakna antara status gizi danpekerjaan orangtua dengan COVID-19 pada pasien anak. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji hubungan yang signifikan antara status gizi dan pekerjaan orangtua dengan COVID-19 pada pasien anak. Kata kunci: COVID-19, Status Gizi, Pekerjaan Orangtua The Indonesian Pediatrician Association (IDAI) stated that until 18 May 2020 there were 584 children confirmed positive for COVID-19, 3,324 children with PDP status, 129 children with PDP status died, and 14 children died from COVID-19. To determine the correlation between nutritional status and parental occupation with COVID-19 on pediatric patients in Bekasi Hospital City of January-December 2020. This type of research is analytic with a case control study design, where the factors are studied with a retrospective approach. This report was conducted on COVID-19 pediatric patients as the case sample and non COVID-19 pediatric patients as the control sample. The data was collected from the database of Bekasi City’s Health Department and analyzed using SPSS to determine the correlation between nutritional status and parental occupation with incidence COVID-19 on pediatric patients. Parental occupation, father occupation (p=0,000, OR CI 95%=3,187) and mother occupation (p=0,000, OR CI 95%= 4,911) has significant relationship and its risk exposure, 3,187 for father who worked from office and 4,911 for mother who worked from office, with the incidence of COVID-19 on pediatric patients. Nutritional status (p=0,000, OR CI 95%=5,236) has significant relationship and 5,2 of risk exposure with incidence of COVID-19 on pediatric patients. The conclusion is significant correlation between nutritional status and parental occupation with COVID-19 on pediatric patients. Further studies need to be carried out to examine the significant correlation between nutritional status and parental occupation with COVID-19 on pediatric patients. Keyword: COVID-19, Nutritional status, Parental Occupation