cover
Contact Name
Ni Luh Gde Sumardani
Contact Email
-
Phone
+6281338996609
Journal Mail Official
fapetmip@gmail.com
Editorial Address
Gd. Agrokompleks Lt.1 Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Peternakan
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08538999     EISSN : 26568373     DOI : https://doi.org/10.24843/MIP
Majalah Ilmiah Peternakan (MIP) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Udayana. MIP terbit secara berkala, tiga kali dalam setahun, pada bulan Februari, Juni dan Oktober. MIP merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan tekhnologi) serta sosial ekonomi bidang peternakan. Manuskrip terbuka untuk para dosen dan peneliti yang berkaitan dengan bidang peternakan, serta terbuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3, dengan mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh MIP.
Articles 374 Documents
PENDUGAAN UMUR BERDASARKAN KONDISI GIGI SERI PADA KAMBING PERANAKAN ETAWAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS TERNAK SINGOSARI, MALANG, JAWA TIMUR SULASTRI, SULASTRI; SUMADI, SUMADI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 8 No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.653 KB)

Abstract

RINGKASAN Penelitian dilakukan untuk mempelajari kesesuaian antara umur kambing yang diduga berdasarkan kondisi gigi seri dengan umur sebenarnya. Penelitian dilakukan terhadap 165 ekor kambing Peranakan Etawah berumur satu hari sampai sekitar 5 tahun di Unit Pelaksana teknis (UPT) Ternak Singosari, Malang, Jawa Timur. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan gigi seri susu. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan gigi seri susu (deciduo incisors), pergantian gigi seri susu menjadi gigi seri permanen untuk menduga umur kambing. Hasil pendugaan umur dibandingkan dengan umur sebenarnya yang diketahui dari catatan tanggal lahir milik UPT Ternak Singosari. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Chi Square untuk menentukan kesesuaian antara hasil pendugaan umur berdasarkan kondisi gigi dengan umur kambing berdasarkan catatan tanggal lahir. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian antara umur kambing yang diduga berdasarkan kondisi gigi serinya dengan umur yang sebenarnya.
PENGARUH PERENDAMAN TONGKOL JAGUNG DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI FILTRAT ABU SEKAM PADI TERHADAP KADAR LIGNIN DAN SERAT KASAR Y, Kriskenda; D, Heriyadi; I, Hernaman
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.788 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i01.p05

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman tongkol jagung dengan Filtrat Abu Sekam Padi(FASP) terhadap kadar lignin dan serat kasar. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancanganacak lengkap (RAL) menggunakan lima macam perlakuan, yaitu T0 = Tongkol jagung sebagai kontrol, T1 = Tongkoljagung dengan hidrolisis FASP konsentrasi 5%, T2 = Tongkol jagung dengan hidrolisis FASP konsentrasi 10%, T3 =Tongkol jagung dengan hidrolisis FASP konsentrasi 15%, T4 = Tongkol jagung dengan hidrolisis FASP konsentrasi20%. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa FASPberpengaruh nyata terhadap penurunan kadar lignin dan serat kasar (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol.Perendaman tongkol jagung dengan FASP sebanyak 20% menghasilkan persentase lignin dan serat kasar yangpaling rendah yaitu 14,19 dan 27,87% .
KOEFESIEN CERNA BAHAN KERING DAN NUTRIEN RANSUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI HIJAUAN DENGAN SUPLEMENTASI KONSENTRAT MOLAMIK CAKRA, IGLO.; SITI, N.W; MUDITA, I. M.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 11 No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.828 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Padanggalak, Denpasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi konsentrat Molamik terhadap koefesien cerna bahan kering dan nutrien ransum kambing PE yang diberi hijauan berbasis leguminosa. Penelitian menggunakan tancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan tiga kelompok (blok) sebagai ulangan. Ternak yang digunakan berjumlah 9 ekor, rata-rata berat badan awal 15,56±1,63 kg. Ketiga perlakuan tersebut adalah: perlakuan A: 100% ransum hijauan (20% Rumput lapangan, 60% Gamal dan 20% Waru), perlakuan B: 92,5% ransum A + 7,5% konsentrat Molamix dan perlakuan C: 85% ransum A+15% konsentrat Molamix. Peubah yang diamati adalahk oefisien cerna bahan kering, dan nutrien ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien cerna bahan kering, bahan organik, protein kasar pada perlakuan B dan C nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan A. Koefesien cerna serat kasar pada perlakuan B dan C nyata lebih tinggi (P<0,01) dibandingkan dengan perlakuan A. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum hijauan berbasis leguminosa dengan suplementasi 7,5% dan 15% konsentrat Molamik pada kambing Peranakan Etawah secara nyata dapat meningkatkan koefisien cerna bahan kering dan nutrien ransum (bahan organik, protein kasar dan serat kasar). COEFESIEN DIGESTIBILITY OF DRY MATTER AND NUTRITION CONTENT OF ETAWAH CROSS BREED GOAT RATION WITH FORAGE AND MOLAMIK CONSENRAT ABSTRACT This experiment was conducted to find out the effect of suplement molamik consentrat on digestibility of dry matter and nutrien content on etawah cross breed goat ration with leguminosa forage.The experiment used nine goats that had an average initial weight of 15.56 ±1.63 that were alocated into three treatment group of diets i. e. Diet A =100% forage (20% grass, 60 % Gliricidia sepium and 20% Hibiscus teilleaceus) ; Diet B = 92,5% diet A + 7.5% Molamik consentrat ; Diet C = 85 % diet A + 15 % Molamik consentrat in Randomized Block Design consisting of three treatment and three replicates. Result of the experiment indicated that suplementation of Molamik consentrat 7.5% and 15% significanly increase digestibility of dry matter, organic matter crude protein, and crude fiber.
IDENTIFIKASI PENAMPILAN REPRODUKSI SAPI BALI (Bos sondaicus) BETINA SEBAGAI AKSEPTOR INSEMINASI BUATAN UNTUK MENUNJANG PROGRAM UPSUS SIWAB DI KABUPATEN BADUNG DAN TABANAN Suranjaya I G.; N. P. Sarini; A. Anton; A. Wiyana
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.33 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i02.p06

Abstract

This research was conducted in Badung and Tabanan Regencies with a survey method on bali cow farmer groupwhere the cows as artificial insemintion (AI) acceptors were in the the program of special effort on acceleration ofpregnant cattle and buffalo population (Upsus Siwab). Sampling was carried out by purposive random samplingwith 74 cows were in Badung and 61 cows were in Tabanan. Data obtained from interviews and recording fromfarmers, farmer groups and inseminator staffs. Data collected included: age of cows, age of first mated, calvingrate, service per conception, gestation period, and post partus heat. Data generated were analysed using descriptivestatistics and reproductive performance of bali cows as AI acceptors between Badung Regency and Tabanan Regencywas analysed using Two Independent Sample T Test. Results showed that the average age of cows in Badung andTabanan was 4.23 ± 2.00 years and 4.50 ± 2.90 years and the age at first mated was 1.74 ± 0.49 and 1.900.38 yearsrespectively. Calving rate of cows as AI acceptors in Badung and Tabanan Regencies were 56.75% and 40.98%respectively. Service per conception is 1.62 ± 0.39 times and 1.90 ± 0.38 times, respectively. The average of gestationperiod of cows in Badung 9.63 ± 0.52 months tended to be longer than of 9.45 ± 0.22 months in Tabanan, whereasthe post partus heat were 3.06 ± 0.94 months and 3.53 ± 1.03 months, respectively. In conclusion, the calving rate ofcows in Badung was greater than of in Tabanan and the post partus heat of AI acceptor cows in Badung was shorterthan of in Tabanan.
THE EFFECT OF POST INGESTIVE FEED BACK OF NUTRIENTS ON INTAKE OF OVEN-DRIED GLIRICIDIA LEAVES KARDA, I W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 10 No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.89 KB)

Abstract

ABSTRACT Two trials were conducted to assess the effect of post-ingestive feed back of nutrients on intake of gliricidia leaves by sheep. In trial 1, six rumen fistulated sheep were used to compare four dietary treatments in a randomised complete block design. Gliricidia leaves were fed ad lib. with no other additives (treatment 1) or with 15 mg metoclopramide/kg body weight (treatment 2), or 0.5 % body weight of ground barley grain (treatment 3), or 0.5% body weight of cottonseed meal (treatment 4) administered into the rumen within 30 minutes before feeding the leaf. In trial 2, the same sheep as in trial 1 were used to compare four dietary treatments in a randomised complete block design. Gliricidia leaves were fed ad lib. (treatment 1), or with 0.5% body weight of cottonseed meal either administered into the rumen before feeding the leaf (treatment 2), or mixed with the leaf (treatment 3), or fed separately prior to offering the leaf (treatment 4). The results showed that administration of cottonseed meal into the rumen in trial 1 increased significantly daily intake of gliricidia leaves compared to the control treatment, or to administration of metoclopramide into the rumen (285 g vs. 171 g vs. 142 g) dry matter. However, administration of ground barley grain into the rumen did not significantly differ from any other treatment. In addition, none of dietary manipulations in trial 2 increased intake of gliricidia leaves by the sheep.
PENGARUH ZONA KETINGGIAN TEMPAT PEMELIHARAAN TERHADAP PENAMPILAN DAN PRODUKSI KARKAS BROILER DI KABUPATEN KARANGASEM Akbar Y. K.; G. A. M. K. Dewi; I M. Nuriyasa
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.286 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i01.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh zona ketinggian tempat pemeliharaan yang berbeda-bedaterhadap penampilan dan produksi karkas broiler di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Rencana penelitianyang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dan tujuh kali ulangan.Ternak yang digunakan adalah broiler berjenis kelamin jantan berumur 14 hari sebanyak 105 ekor. Perlakuan yangdiberikan adalah kandang zona ketinggian rendah 0 - 299 meter di atas permukaan laut (T0), zona ketinggiansedang 300 - 699 meter di atas permukaan laut (T1) dan zona ketinggian tinggi >700 meter di atas permukaanlaut (T2). Variabel yang diamati meliputi iklim mikro kandang, respon fisiologis, respon hematologi, penampilandan produksi karkas. Hasil penelitian menunjukkan ketinggian tempat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadappenampilan namun pada produksi karkas tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Pada zona ketinggian >700 meter diatas permukaan laut mempengaruhi konversi ransum lebih tinggi dibandingkan dengan zona ketinggian 0 - 299dan 300 - 699 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan perlakuan T0 danT1 menghasilkan penampilan lebih baik bila dibandingkan penampilan broiler pada perlakuan T2.Kata kunci: zona ketinggian tempat, penampilan, produksi karkas. broiler
PERFORMANS KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) YANG DIBERI RANSUM DENGAN KANDUNGAN ENERGI BERBEDA NURIYASA, I M.; MASTIKA, I M.; PUGER, A.W.; PUSPANI, E.; WIRAWAN, I W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.628 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2013.v16.i01.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans kelinci jantan lokal (Lepus nigricollis) yang diberi ransum dengan kandungan energi termetabolis berbeda. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: ransum dengan kandungan energi termetabolis 2200 K.kal/kg (R1), 2500 K.kal/kg (R2), 2800 K.kal/kg (R3) dan 3100 K.kal/kg (R4). Ransum dibuat iso protein dengan kandungan protein kasar 16%. Kelinci yang dipergunakan adalah kelinci jantan lokal lepas sapih dengan umur 4-5 minggu. Variabel yang diamati adalah koefisien cerna bahan kering, efisiensi perubahan GE menjadi DE, berat badan akhir, konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konsumsi air minum. Tidak terjadi perbedaan yang nyata (P>0,05) pada perlakuan ransum terhadap variabel koefisien cerna bahan kering, efisiensi perubahan GE menjadi DE dan konsumsi air minum. Kelinci yang mendapat perlakuan ransum R1 menghasilkan berat badan akhir paling rendah yang berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan R2, R3 dan R4. Konsumsi ransum pada kelinci yang mendapat perlakuan R1 paling rendah yang berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan R2, R3 dan R4. Kelinci yang mendapat perlakuan R3 menghasilkan pertambahan berat lebih tinggi (P<0,05) daripada R2 dan R1 namun perlakuan R3 berbeda tidak nyata (P>0,05) dibandingkan dengan R4. Nilai konversi ransum pada kelinci yang mendapat perlakuan R1 paling tinggi yang berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan R2, R3 dan R4. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ransum dengan kandungan energi termetabolis 2800 K.kal/kg (R3) menghasilkan performans lebih tinggi daripada 2200 K.kal/kg (R1), 2500 K.kal/kg (R2) dan 3100 K.kal/kg (R4).
PENGARUH SUPLEMENTASI BEBERAPA SUMBER MINERAL DALAM KONSENTRAT TERHADAP SERAPAN, RETENSI, UTILISASI NITROGEN, DAN PROTEIN DARAH KAMBING PERANAKAN ETAWAH YANG DIBERI PAKAN DASAR RUMPUT PUTRA, S.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 9 No 3 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.211 KB)

Abstract

RINGKASAN Suatu penelitian tingkat stasiun telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh suplementasi beberapa sumber mineral dalam ransum terhadap serapan semu nitrogen (N), protein darah, retensi N, dan jumlah bersih N yang dimanfaatkan ternak kambing PE (NNU) yang diberi pakan dasar rumput alami. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah bujur sangkar latin yang terdiri atas 4 perlakuan ransum, 4 ekor kambing PE, dan 4 periode (minggu). Keempat perlakuan ransum tersebut adalah ransum A rumput alami + konsentrat tanpa suplemen-tasi sumber mineral; ransum B rumput alami + konsentrat yang disuplementasi MINERAL 10; ransum C adalah ransum B disuplementasi amonium sulfat; dan ransum D adalah ransum C disuplementasi PIGNOX. Nisbah antara rumput alami dengan konsentrat adalah 68% : 32%. Keempat ekor kambing tersebut mempunyai berat badan (? SD) rata-rata 18,2 ? 1,8 kg. Setiap periode dialokasikan waktu selama 3 minggu dengan 2 minggu pertama untuk periode pengamatan dan satu minggu terakhir untuk periode koleksi total. Namun, di antara periode diberikan waktu selama 7 hari sebagai waktu adaptasi atau istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi sumber mineral berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi N, serapan N, kadar protein darah, retensi N, nilai hayati protein ransum (BV), dan NNU, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar urea darah. Secara kuantitatif, N terkonsumsi, terserap, teretensi, BV, dan NNU tertinggi terdapat pada perlakuan D. Hal ini disebabkan oleh kecernaan dan metabolisme protein ransum perlakuan D tertinggi di antara perlakuan lainnya. Namun, kadar urea dan protein darah secara kuantitatif menduduki peringkat kedua tertinggi (P>0,05) setelah perlakuan C. Ini berarti bahwa sumber N tersebut dapat dimanfaatkan kambing D secara lebih efisien. Dapat disimpulkan bahwa secara kuantitatif suplementasi MINERAL 10, amonium sulfat, dan PIGNOX pada perlakuan D adalah kombinasi terbaik dalam upaya meningkatkan N terserap, teretensi dan terutilisasi serta kadar protein darah ternak.
PENGARUH KALSIUM-ASAM LEMAK SAWIT (CA-ALS) DAN KALSIUM TERHADAP BOBOT TELUR, TEBAL KERABANG DAN KEKUATAN KERABANG AYAM PETELUR LOHMAN DEWI, G. A. M. KRISTINA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.484 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kalsium-asam lemak sawit (Ca-ALS) dan kalsium (Ca) dalam ransum terhadap bobot telur, tebal kerabang, dan kekuatan kerabang ayam petelur Lohman, telah dilaksanakan selama 20 minggu. Rancangan percobaan yang digunkanan adalah rancangan acakl lengkap (RAL) pola faktorial. Sebagai faktor pertama adalah tingkat penggunaan kalsium-asam lemak sawit (Ca-ALS) sebesar 5%, 10%, dan 15%. Faktor kedua adalah tingkat kalsium yang digunakan 2,75%, 3,00% dan 3,25% . Ayam yang digunakan sebanyak 280 ekor didistribusi kedalam 9 kombinasi perlakuan dan satu kontrol, setiap perlakuan terdiri atasb7 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 4 ekor ayam. Ransum yang digunakan mengandung energi metabolis 2620 kkal/kg dan protein kasar sebesar 16%. Ransum dan air minum diberikan secara adlibitum. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan kalsium-asam lemak sawit (Ca-ALS) sampai 15% dalam ransum ayam petelur Lohman dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai sumber asam lemak dan kalsium untuk menghasilkan bobot telur, dan ketebalan kerabang telur. Penggunaan Ca-ALS 15% akan lebih baik dengan penambahan 3,25% kalsium (Ca) dibanding 2,75%, 3,0% untuk meningkatkan kekuatan kerabang telur di awal dan akhir bertelur, diukur pada posisi vertikal atau horizontal. THE EFFECT OF CALCIUM–PALM FATTY ACID (Ca-PFA) AND CALCIUM FOR EGG WEIGHT, EGG SHELL THICKNESS, AND SHELL STRENGTH OF LOHMAN LAYING HENS ABSTRACK The aims of this experiment were to study the effect of calcium-palm fatty acid (Ca-PFA) and calcium in the ration for egg weigh, egg shell thickness, and shell strength of Lohman laying hens was done fot 20 weeks. A completly randomized design (CRD) with factorial used in this experiment, the first factor was 5%, 10%, 15% Ca-PFA and second factor was 2.75%, 3.00% and 3.25% calcium . The treatment consisted 7 replicates with 4 laying hens each and control, totally used 280 laying hens. All feed is iso caloric (ME: 2620 Kcal/kg) and iso protein (CP:16%). Feed and water were offered adlibitum. Result of this experiment showed that used of palm fatty acid (Ca-PFA) until 15% in rations Lohman laying hens to utilized fatty acid and calcium resources for increased egg weigh , egg shell tickness. But can be better with addition 3.25% calcium equal 2.75%, 3.0% increased egg shell strength in vertical or horizontal position, in beginning or finished of layed.
MAKING RELATIONSHIP WITH THE SUCCESS OF BROILER CONTRACT FARMING AT TABANAN REGENCY MAHARDIKA C. B. D. P.; I N. SUPARTA; N. W. T. INGGRIATI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 1 (2018): Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.42 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i01.p04

Abstract

This research aims at determining the successful level of broiler contract farming and management decisionmakingability. In addition, it was also conducted with the correlation of knowledge, attitude, motivation, perceptionand social interaction of farmers with the success of decision making and broiler contract farming. The researchwas carried out at Tabanan regency. There were 122 farmers as respondents using proportionate stratified randomsampling and analyzed using by SEM-PLS. It showed that the successful level of broiler contract farming on middlelevel and most of farmers have abilities to make a good decision on broiler management. Knowledge, attitudeand perception have positive significantly for decision making of broiler management, but motivation and socialinteraction had not significantly effected. Decision making gave positive effect to the success broiler contractfarming.

Page 6 of 38 | Total Record : 374


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2024): Vol. 27 No. 1 (2024) Vol 26 No 3 (2023): Vol. 26 No. 3 (2023) Vol 26 No 2 (2023): Vol. 26 No. 2 (2023) Vol 26 No 1 (2023): Vol. 26 No. 1 (2023) Vol 25 No 3 (2022): Vol. 25 No. 3 (2022) Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022) Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022) Vol 24 No 3 (2021): Vol. 24 No. 3 (2021) Vol 24 No 2 (2021): Vol. 24 No. 2 (2021) Vol 24 No 1 (2021): Vol. 24 No. 1 (2021) Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020) Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020) Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020) Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019) Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019) Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019) Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018) Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018) Vol 21 No 1 (2018): Vol 21, No 1 (2018) Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017) Vol 20 No 3 (2017): Vol 20, No 3 (2017) Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017) Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016) Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016) Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016) Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015) Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015) Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015) Vol 17 No 3 (2014): Vol 17, No 3 (2014) Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014) Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014) Vol 16, No 1 (2013) Vol 15, No 1 (2012) Vol 14, No 1 (2011) Vol 13, No 3 (2010) Vol 13 No 1 (2010) Vol 12 No 3 (2009) Vol 11 No 1 (2008) Vol 10 No 3 (2007) Vol 10 No 2 (2007) Vol 10 No 1 (2007) Vol 9 No 3 (2006) Vol 9 No 2 (2006) Vol 9 No 1 (2006) Vol 8 No 3 (2005) Vol 8 No 2 (2005) Vol 8 No 1 (2005) Vol 7 No 2 (2004) More Issue