cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
ahmadzulkifli477@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
jurnal.bioedukasi@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Sultan Baabullah Kelurahan Akehuda Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Bioedukasi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2301427X     EISSN : 28290844     DOI : 10.33387/bioedu.v6i2
Jurnal Bioedukasi diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun. Jurnal ini memuat hasil penelitian ataupun kajian yang berkaitan dengan masalah dalam Pendidikan Biologi dan Biologi Sains yang diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 174 Documents
Pelatihan dan Pendampingan Praktikum IPA Kontekstual Bagi Guru- guru setingkat SD di MIN SasaKota Ternate Ade Haerullah; Suparman Suparman
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.766 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.164

Abstract

Kegiatan Pengabdian mandiri dosen untuk guru setingkat Sekolah Dasar di Kota Ternate khususnya guru-guru MIN Sasa Ternate dan MI Al-Marif Ternate. Dari hasil observasi, analisis situasi, dan justifikasi masalah bersama kedua mitra maka masalah prioritas yang penting untuk dicarikan solusi ialah proses pembelajaran yang secara umum masih bersifat tekstual. Salah satu penyebabnya ialah kemampuan guru dalam melaksanakan praktikum masih kurang. Sehingga tawaran solusi konkrit berdasarkan hal tersebut ialah pelatihan dan pendampingan praktikum IPA kontekstual bagi guru-guru yang dilanjutkan dengan pendampingan pelaksanaan praktikum. Luaran pengabdian ini ialah keterampilan melakukan praktikum IPA kontekstual oleh guru, dan panduan praktikum IPA untuk siswa SD materi air, fotosintesis, makanan, dan listrik.Metode pengabdian dilakukan dua tahap, yakni pelatihan praktikum dan pendampingan praktikum.Hasil kegiatan yakni 20 orang guru mengikuti pelatihan praktikum IPA kontekstual dengan materi: sifat air, fotosintesis, listrik, dan berat badan. Sebanyak 95% peserta merasakan mendapat pengalaman baru setelah mengikuti pelatihan, dan secara keseluruhan guru mengungkapkan akan menerapakan praktikum yang telah dilatih.
ANALISIS STRUKTUR VEGETASI PADA HABITAT KUPU-KUPU Papilio ulysses DI PULAU KASIRUTA Ahmad, Hasnah; Roini, Chumidach; Ahsan, Sarmi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.819 KB)

Abstract

Vegetasi merupakan  kumpulan tumbuh-tumbuhan  yang terdiri dari berbagai macam jenis dan hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut  terdapat  interaksi  yang  erat,  baik  diantara  sesama  individu penyusun  vegetasi maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi pada habitat  kupu-kupu Papilio  ulysses.  Objek  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  yaitu  seluruh  vegetasi  yang teramati pada habitat kupu-kupu Papilio ulysses dan Pengumpulan data vegetasi dilakukan dengan metode plot, data vegetasi yang di ambil meliputi vegetasi tingkat semai, pancang, tiang, dan  pohon. Dari hasil penelitian berdasarkan struktur vegetasi pada habitat kupu-kupu Papilio ulysses di desa Kakupang dan desa Doko, ditemukan 16   jenis tumbuhan yang   tergolong dalam 12 family. Tumbuhan yang termasuk dalam family Piperaceae yaitu Piper aduncum L, yang tergolong kedalam family anacardium yaitu Dracontomelum Merr, jenis Somoloae sp dan Mangifera indica, yang tergolong family Rubiaceae yaitu Musaeda sp, yang tergolong Bytneriaceae yaitu Theobroma cacao, yang tergolong family Meliaceae yaitu Lansium parasiticum, family Verbenaceae yaitu Gmelina arborea, family Burseraceae yaitu Canarium commune L, family hamaliumceae yaitu Homalium foetidum, family Moraceae yaitu Ficus benjamina, family Sapindaceae yaitu Nephilium lappaceum dan yang tergolong dalam family Denstaedtiaceae yaitu Orthioptheris sp, family Poaceae yaitu Pogonatherum crinitum, Penisetum purpureum, Ischaemum muticum, dan Imperata arundinaceae.
BIODIVERSITAS DAN ADAPTASI MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN MANGROVE Mesrawaty Sabar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.578 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.166

Abstract

Desa Madello Kecamatan Balusu Kabupaten Barru memiliki kawasan hutan mangrove yang cukup luas, baik yang ada di pesisir pantai Palle, maupun di pulau Pannikiang. Kawasan hutan mangrove tersebut memiliki potensi biota seperti beragam, ikan, udang, kepiting, makrozoobentos, serangga, burung, dan reptil. Makrozoobentos di hutan mangrove tersebut memiliki peran ekologis  sebagai  sumber energi  pada  rantai  makanan lingkungan aquatik. Biodiversitas makrozoobentos di  kawasan tersebut sangat tergantung pada kemapuan adaptasi spesias dan kondisi lingkungan seperti kualitas perairan, unsur hara, substrat dan predator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) biodiverstas makrozobentos tertinggi pada stasiun IV di pulau Pannikiang. Hal ini dapat dilihat nilai keanekaragaman yang lebih tinggi dan nilai dominansi lebih rendah dibandingkan dengan stasiun pengamatan I, II, dan III, (2) Species utama hutan bakau antara lain Terebralia palustris, Terebralia sulcata, Telescopium telescopium, Saccostrea cucullata dan Saccostrea echinata dan species laut dangkal  seperti  Pagurus  bernhardus.  mempunyai  kelimpahan  jenis  yang tinggi di semua stasiun, ini disebabkan karena spesies-spesies tersebut secara alami memiliki kemampuan beradaptasi pada lingkungan mangrove, dan (3) Pagurus bernhardus lebih dominan pada statiun II karena spesies ini memiliki kemampuan bertahan dari tekanan arus dan bertahan di atas sedimen yang cenderung bergerak karena memiliki ruas kaki yang panjang dan kuat.
STUDI PERISTIWA EPISTASIS RESESIF PADA PERSILANGAN Drosophila melanogaster STRAIN SEPIA (se) >< ROUGH (ro) DAN STRAIN VESTIGIAL (vg) >< DUMPHI (dp) Abdu Mas&#039;ud; Prelly M.J. Tuapattinaya
JURNAL BIOEDUKASI Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v1i2.4344

Abstract

Penelitian eksperimen untuk mengetahui peristiwa yang terjadi pada persilangan Drosophila melanogaster strain Sepia (se) Rough (ro) dan strain Vestigial (vg)  Dumphi (dp) berdasarkan kemunculan dan komposisi fenotip pada F2. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) pada persilangan Drosophila melanogaster strain se ro dan dp vg resiprokal menghasilkan rasio fenotip F1 Normal semua (100%) ; 2) pada persilangan Drosophila melanogaster strain se ro dan dp vg resiprokal menghasilkan rasio fenotip F2 mendekati rasio fenotip 9: 3: 4, yang tidak sesuai dengan Kebakaan Mendel; 3) pada persilangan Drosophila melanogaster strain se ro dan dp vg resiprokal menunjukkan adanya peristiwa pautan kromosom dan terjadi peristiwa yang dinamakan epistasis resesif dengan rasio F2=9:3:4
STRATEGI PERKULIAHAN DAN PRAKTIKUM ZOOLOGI VERTEBRATA DENGAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DASAR CALON GURU IPA BIOLOGI DI STKIP KIE RAHA TERNATE Taslim D. Nur
JURNAL BIOEDUKASI Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v1i2.4348

Abstract

Zoologi Vertebrata merupakan matakuliah yang memberikan wawasan keilmuan mengenai hewan tingkat tinggi dengan ciri khas mempunyai tulang vertebrae untuk penyangga tubuhnya. Matakuliah ini mempelajari tentang perikehidupan dari semua hewan vertebarata yang terdiri dari Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. Materi ajar meliputi zoogeografi, klasifikasi, keanekaragaman, filogeni, dan hubungannya dengan kepentingan manusia dan hewan vertebrata lainnya. Begitu banyak istilah ilmiah dan ciri khas dari setiap kelompok hewan dalam matakuliah ini, menyebabkan masalah bagi mahasiswa untuk mempelajarinya. Upaya mengimbangi tuntutan aspek-aspek pembelajaran dalam pembelajaran zoologi vertebrata tersebut, tidak cukup digunakan satu jenis media pengajaran saja. Oleh sebab itu, dilakukan pengkajian pembelajaran pada perkuliahan matakuliah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan multimedia yang digunakan dalam perkuliahan dan praktikum zoologi vertebrata untuk meningkatkan kompetensi dasar mahasiswa calon guru IPA. Model kegiatan mengacu pada model penelitian tindakan kelas. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan dengan melihat kemampuan mahasiswa dalam memahami setiap materi yang disampaikan melalui : tes unit pretes ujian tengah semester, ujian akhir semester dan nilai tugas terstruktur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa menerima materi perkuliahan dilihat dari tes unit I sebesar 54,50% dan II sebesar 67,51%. Kesiapan mahasiswa menghadapi materi praktikum sebesar 49,30%. Hasil tugas terstruktur diperoleh 37,80% melakukan praktikum dengan baik. Hasil UTS praktikum (rata-rata 53,18) dan UAS praktikum (rata-rata 67,33) menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebesar 78,98%. Hasil UTS teori (rata-rata 51,42) dan UAS teori (rata-rata 58,96) menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebesar 87,21%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan mutimedia dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa calon guru IPA, dilihat dari pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir mereka.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASE LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS ILMIAH DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN 1 KOTA TERNATE Sundari Sundari
JURNAL BIOEDUKASI Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v1i2.4343

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas tentang Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Base Learning) Untuk Meningkatkan Aktivitas Ilmiah dan Hasil Belajar Siswa SMPN 1 Kota Ternate. Desain yang digunakan dalam penelitian ini, mengacu pada model Kemmis dan Taggart (dalam Depdiknas, 1999) yang terdiri atas 4 tahap, meliputi: perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas ilmiah siswa kelas 7 SMPN 1 Kota Ternate pada konsep Ekosistem sebesar 0,5%.; 2) Penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 7 SMPN 1 Kota Ternate pada konsep Ekosistem.
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI PULAU DOFAMUEL SIDANGOLI KECAMATAN JAILOLO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT Yumima Sinyo; Nurita Somadayo
JURNAL BIOEDUKASI Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v1i2.4349

Abstract

Makroalga merupakan tumbuhan tingkat rendah yang tidak dapat di bedakan antara akar, batang dan daun, mengandung klorofil dan dapat berfotosintesis serta memiliki alat reproduksi yang sederhana. Selain itu makroalga juga merupakan sumber daya perairan yang di manfaatkan sebagai sumber makanan, farmasi, kosmetik dan pupuk. Secara ekonomis makroalga berfungsi sebagai sumber makanan dan pelindung bagi beberapa hewan seperti ikan dan Crustaceae. Di pulau Dofamuel banyak terdapat makroalga, tetapi masyarakat setempat belum memanfaatkannya dengan baik, sehingga upaya pelestarian dan perlindungan terhadap pertumbuhan makroalga pun masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan keanekaragaman makroalga di perairan pantai Pulau Dofamuel. Penelitian ini bersifat deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan transek serta plot berukuran 1x1 meter sebanyak 5 tiap transek, didukung dengan pengukuran berbagai parameter lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 jenis makro alga yang tergolong dalam 3 divisi, yaitu: Halimeda incrasata, Halimeda macroloba, Halimeda opuntia, Halimeda selendrica, Ceratodictyon spongiosum, Padinata australis. Eucheuma sp, Laurencia sp dan Crytonemia cranulata. Keanekaragaman jenis makro alga di stasiun I dan II yaitu: jenis Halimeda makroloba dengan nilai keanekaragaman (0,357), dikatagorikan tinggi, jenis Halimeda opuntia dengan nilai keanekaragaman (0,344), dikategorikan rendah, dan jenis Cryptonemia cramulata dengan nilai keanekaragaman (0,030) dikategorikan rendah.
KERAGAMAN SPESIES LANDAK LAUT (Echinoidea) FILUM ECHINODERMATA BERDASAR MORFOLOGI DI PERAIRAN DOFA KABUPATEN KEPULAUAN SULA Wirda A.Z. Umagap
JURNAL BIOEDUKASI Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v1i2.4345

Abstract

Echinoidea is the invert animal which founded at intertidal and very important in the beach ecosystem. They have the gonad which high economis and useful by people around the island. This research aim to knowed about of Echinoidea diversity with morfologi at the Dofa marine district of Sula islands. The Echinoidea specimen from 3 point sampling which showed morfology and anatomy character, and then to identificated with Monograph Of Shallow Water Indo-West Pacifik Echinoderms. The character of diagnosed which used to different species for shape, stark colour, skeleton form, and apical system.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN Fitri Wahyuni; Dharmawaty M. Taher; Zulkifli Ahmad
JURNAL BIOEDUKASI Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v1i2.4350

Abstract

Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang memberikan kerangka kerja dan implementasi berpikir siswa sehingga dapat mengakses informasi secara efektif. Adanya kolaborasi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan keterampilan proses menjadikan proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa, karena dalam proses pembelajaran tersebut, siswa di tuntut untuk dapat merumuskan hipotesis, merancang bahan percobaan, mengadakan eksperimen, menguji hipotesis dan menarik kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa, serta mempelajari peningkatan keduanya pada kelas VII-F di SMP Negeri 1 Kota Ternate dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pendekatan keterampilan proses pada konsep pencemaran lingkungan. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), langkahlangkah yang terdapat dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II. Ketuntasan belajar siswa pada tes awal siklus I diperoleh presentase 0% dan tes akhir 4% sedangkan ketuntasan belajar siswa pada tes awal siklus II diperoleh presentase 52% dan tes akhir 87%. Sementara itu, untuk aktivitas belajar siswa juga terjadi peningkatan yang cukup besar, yakni 67% di siklus I dan 100% di siklus II. Peningkatan yang terjadi memiliki selisih 33%.
STUDI PEMANFAATAN LAHAN DENGAN SISTEM AGROFORESTRY DI DESA AKE KOLANO KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Khaerul Anwar; Rima Melati; Asiah Salatalohy
JURNAL BIOEDUKASI Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v1i2.4346

Abstract

Penerapan konsep agroforestry dalam kawasan hutan diarahkan untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatan lahan hutan yang berkaitan dengan ruang tumbuh, kawasan hutan maupun komoditi pertanian lainnya dengan tujuan peningkatan pendapatan. Informasi tentang penerapan konsep ini masih kurang di Maluku Utara. Padahal konsep ini sudah lama dipraktekkan oleh petani. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pola pemanfaatan lahan yang diterapkan di Desa Akekolano Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan berbasis agroforestry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Akekolano Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan telah menerapkan konsep agroforestry. Pola agroforestry yang diterapkan terdiri dari Agrosivikultur berpola Modifikasi Alley Cropping dan alley cropping. Pola Agrosilvikultur yang telah diterapkan adalah pemanfaatan lahan dengan menanam 3 jenis tanaman yaitu Jati-Jeruk-Jagung dan Jati-Jeruk-Pisang. Pola Alley Cropping dengan komoditi yang diusahakan adalah Jabon-Jagung-Kacang tanah. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui pendapatan dari masing-masing pola agroforestry yang diterapkan.

Page 6 of 18 | Total Record : 174