cover
Contact Name
Amelia Rahmi
Contact Email
icjfakdakom@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
icjfakdakom@walisongo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Isamic Communication Journal
ISSN : 25415182     EISSN : 26153580     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Islamic Communication Journal, ISSN: P-2541-5182 E-2615-3580, published by the Department of Communication and Islamic Broadcasting Faculty of Da'wa and Communication UIN Walisongo Semarang. This journal has a scope of studies and research on the science of communication, media and da'wah. Incoming articles can be either research or conceptual results of classical or current scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
The role of social media in improving business communication among Muslim entrepreneurs in South Denpasar Ramadiansyah, Sahri Aflah; Srikandi, Melati Budi; Prasetyo, Bambang Dwi; Khlil, Mazin Amir Mohammed
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.23693

Abstract

This study aims to explore the role of social media in enhancing business communication among Muslim entrepreneurs in South Denpasar. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and observations of interactions on social media. This study identifies communication strategies implemented by Muslim entrepreneurs, challenges faced, and the impact of social media use on relationships with customers and business partners. Data analysis was conducted using a thematic analysis approach, which allows researchers to identify patterns and themes that emerge from the data collected. The results of the study indicate that social media has a significant role in strengthening business communication, facilitating better interactions, and supporting Islamic values ​​and principles in business practices. This study provides deeper insight into how Muslim entrepreneurs utilize social media and the ethical and social implications of such practices and recommends strategies to optimize the use of social media in business communication. Therefore, this study contributes to developing Islamic communication in business, where Islamic values ​​are integrated with business communication through social media. ***** Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran media sosial dalam meningkatkan komunikasi bisnis di kalangan pengusaha Muslim di Denpasar Selatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi interaksi di media sosial. Penelitian ini mengidentifikasi strategi komunikasi yang diterapkan oleh pengusaha Muslim, tantangan yang dihadapi, serta dampak penggunaan media sosial terhadap hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran signifikan dalam memperkuat komunikasi bisnis, memfasilitasi interaksi yang lebih baik, dan mendukung nilai-nilai serta prinsip-prinsip Islam dalam praktik bisnis. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana pengusaha Muslim memanfaatkan media sosial dan implikasi etis serta sosial dari praktik tersebut, serta merekomendasikan strategi untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial dalam komunikasi bisnis. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan komunikasi Islam dalam ranah bisnis di mana nilai-nilai Islam diintegrasikan dengan komunikasi bisnis yang dilakukan melalui media sosial.
Walisongo Rodat traditional art as a campaign media to strengthen religious moderation Alfandi, Muhammad; Warsiyah, Warsiyah
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.23787

Abstract

This study aims to explore how the traditional art form Rodat Walisongo serves as a medium for promoting religious moderation values. This topic is grounded in the continuing issues of radicalism and the potential for religiously motivated conflict in society, necessitating an intensified campaign for religious moderation through various means, including traditional arts. This research employs a qualitative approach. The primary data source is the Rodat Walisongo traditional art group. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The study’s findings reveal that Rodat Walisongo is a medium for promoting religious moderation values through four indicators defined by the Ministry of Religious Affairs. First, strengthening national commitment is demonstrated through Indonesian symbols such as the national flag on costumes and performances, patriotic songs, and Rodat Walisongo songs that convey a spirit of unity. Second, fostering religious tolerance is achieved by creating new songs, including Rukun Ing Ngagomo (Harmony in Religion) and Ngagomo Ora Iso Dipekso (Religion Cannot Be Forced), which embody the principles of interfaith harmony and encourage Muslims to adopt a moderate stance that respects other faiths, reflecting Islam’s message of peace (rahmatan lil 'alamin). Third, the reinforcement of anti-violence values is conveyed through synchronized and harmonious movements in Rodat dance, symbolizing unity, peace, and solidarity. Fourth, local culture is promoted through revitalizing Rodat Walisongo as a valuable cultural heritage that should be preserved and passed on to younger generations. ***** Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana seni tradisi rodat Walisongo dipergunakan sebagai media untuk mengkampanyekan nilai-nilai moderasi beragama. Ada hal yang mendasari pentingnya kajian ini, yaitu masih adanya radikalisme dan potensi konflik atas nama agama di masyarakat, sehingga dibutuhkan kampanye moderasi beragama yang intensif melalui berbagai media, termasuk melalui media seni tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah group seni tradisi rodat Walisongo. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu seni tradisi rodat Walisongo dipergunakan sebagai media kampanye nilai-nilai moderasi beragama melalui 4 (empat) indikator moderasi beragama Kementerian Agama, yakni: Pertama, penguatan komitmen kebangsaan, yaitu melalui penggunaan atribut pertunjukan dan seragam dengan bendera Merah Putih sebagai lambang negara Indonesia, serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan, maupun lagu-lagu seni rodat Walisongo yang memiliki semangat perjuangan. Kedua, penguatan toleransi beragama, yaitu dengan menciptakan lagu baru yang mengandung unsur-unsur kerukunan antar umat beragama yang berjudul Rukun Ing Ngagomo (rukun dalam beragama) dan Ngagomo Ora Iso Dipekso (beragama tidak dapat dipaksa). Dua lagu tersebut mencerminkan ajaran toleransi beragama yaitu mengajak muslim untuk menjadi umat moderat, yang menghormati dan menghargai penganut agama lain, serta mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ketiga, penguatan nilai-nilai anti kekerasan, yaitu melalui gerak langkah dalam tari rodat yang memperlihatkan kebersamaan, kekompakan dan kedamaian. Keempat, penguatan budaya lokal, yaitu melalui revitalisasi seni rodat Walisongo, sebagai seni tradisi lokal yang harus dilestarikan keberadaannya dan diwariskan kepada generasi muda.  
Exploring political communication through data mining: A case study of the 2024 Indonesian presidential election Karim, Abdul
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.24087

Abstract

This study aims to explore the perceptions of social media users (netizens) towards the 2024 presidential candidates of the Republic of Indonesia through sentiment analysis and political communication expressions. Secondary data was collected using the Application Programming Interface (API) of social media platforms by utilising programming algorithms for the data collection and analysis process. The study population consisted of tweets discussing 2024 presidential candidates on platform X and YouTube, with a sample size of 50,000 data. The results revealed significant trends in netizen sentiment and communication patterns, providing implications regarding netizen political engagement and opinions. This study concludes that the dynamics of political discourse in Indonesia's digital realm have important implications to be understood in the context of general elections. In addition, this research contributes to emphasizing the important role of digital media in the political context, especially political communication. ***** Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pengguna media sosial (netizen) terhadap calon presiden Republik Indonesia 2024 melalui analisis sentimen dan ekspresi komunikasi politik. Data sekunder dikumpulkan dengan menggunakan Application Programming Interface (API) platform media sosial dengan memanfaatkan algoritma pemrograman untuk proses pengumpulan dan analisis data. Populasi penelitian terdiri dari tweet yang membahas calon presiden 2024 di platform X dan YouTube, dengan jumlah sampel sebanyak 50.000 data. Hasil penelitian menunjukkan tren yang signifikan dalam sentimen netizen dan pola komunikasi, yang memberikan implikasi terkait keterlibatan dan opini politik netizen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika wacana politik di ranah digital Indonesia memiliki implikasi yang penting untuk dipahami dalam konteks pemilihan umum. Selain itu, studi ini berkontribusi dalam menegaskan peran penting media digital dalam konteks politik terutama komunikasi politik.
Narrative discourse of the Israel-Palestine issue in the framework of political communication: A comparative study of Kompas.id and BBC media Putra, Ariandi
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.25055

Abstract

The Israel-Palestine conflict remains one of the most persistent and contentious geopolitical issues in the Middle East, with no clear resolution in sight. As a result, the conflict has become a focal point for media coverage, with various outlets striving to present objective and neutral reporting. However, it is important to recognize that the media is not free from bias, as each outlet carries its own perspective shaped by political, cultural, and economic factors. This study aims to investigate how Kompas.id and BBC News report on the Israel-Palestine conflict, particularly focusing on the events that occurred in October and November. By employing a critical content analysis approach, the study examines several articles published by both Kompas.id and BBC. The findings indicate that while both media outlets cover the same conflict, they offer differing perspectives and agendas. These differences may lead to varying interpretations of the conflict among readers, potentially influencing public opinion and fostering bias toward one side. The analysis highlights the role of media in shaping political narratives and the importance of critical media consumption. To gain a more well-rounded understanding of the conflict, it is essential for readers to consult diverse sources, including those with contrasting viewpoints. ***** Konflik Israel-Palestina masih menjadi salah satu masalah geopolitik yang paling persisten dan kontroversial di Timur Tengah, dan belum ada penyelesaian yang jelas. Akibatnya, konflik tersebut menjadi titik fokus pemberitaan media, dan berbagai media berupaya menyajikan pemberitaan yang obyektif dan netral. Namun, penting untuk menyadari bahwa media tidak bebas dari bias, karena setiap media mempunyai perspektifnya sendiri yang dibentuk oleh faktor politik, budaya, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kompas.id dan BBC News memberitakan konflik Israel-Palestina, khususnya dengan fokus pada peristiwa yang terjadi pada bulan Oktober dan November. Dengan menggunakan pendekatan analisis konten kritis, penelitian ini mengkaji beberapa artikel yang diterbitkan oleh Kompas.id dan BBC. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kedua media tersebut meliput konflik yang sama, keduanya menawarkan perspektif dan agenda yang berbeda. Perbedaan-perbedaan ini dapat menyebabkan beragamnya penafsiran konflik di kalangan pembaca, sehingga berpotensi mempengaruhi opini publik dan menumbuhkan bias ke satu pihak. Analisis ini menyoroti peran media dalam membentuk narasi politik dan pentingnya konsumsi media yang kritis. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai konflik ini, penting bagi pembaca untuk berkonsultasi dengan berbagai sumber, termasuk sumber-sumber yang memiliki sudut pandang berbeda.
Narrative discourse of the Israel-Palestine issue in the framework of political communication: A comparative study of Kompas.id and BBC media Putra, Ariandi
Islamic Communication Journal Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2024.9.2.25845

Abstract

The Israel-Palestine conflict remains one of the most persistent and contentious geopolitical issues in the Middle East, with no clear resolution in sight. As a result, the conflict has become a focal point for media coverage, with various outlets striving to present objective and neutral reporting. However, it is important to recognize that the media is not free from bias, as each outlet carries its own perspective shaped by political, cultural, and economic factors. This study aims to investigate how Kompas.id and BBC News report on the Israel-Palestine conflict, particularly focusing on the events that occurred in October and November. By employing a critical content analysis approach, the study examines several articles published by both Kompas.id and BBC. The findings indicate that while both media outlets cover the same conflict, they offer differing perspectives and agendas. These differences may lead to varying interpretations of the conflict among readers, potentially influencing public opinion and fostering bias toward one side. The analysis highlights the role of media in shaping political narratives and the importance of critical media consumption. To gain a more well-rounded understanding of the conflict, it is essential for readers to consult diverse sources, including those with contrasting viewpoints. ***** Konflik Israel-Palestina masih menjadi salah satu masalah geopolitik yang paling persisten dan kontroversial di Timur Tengah, dan belum ada penyelesaian yang jelas. Akibatnya, konflik tersebut menjadi titik fokus pemberitaan media, dan berbagai media berupaya menyajikan pemberitaan yang obyektif dan netral. Namun, penting untuk menyadari bahwa media tidak bebas dari bias, karena setiap media mempunyai perspektifnya sendiri yang dibentuk oleh faktor politik, budaya, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kompas.id dan BBC News memberitakan konflik Israel-Palestina, khususnya dengan fokus pada peristiwa yang terjadi pada bulan Oktober dan November. Dengan menggunakan pendekatan analisis konten kritis, penelitian ini mengkaji beberapa artikel yang diterbitkan oleh Kompas.id dan BBC. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kedua media tersebut meliput konflik yang sama, keduanya menawarkan perspektif dan agenda yang berbeda. Perbedaan-perbedaan ini dapat menyebabkan beragamnya penafsiran konflik di kalangan pembaca, sehingga berpotensi mempengaruhi opini publik dan menumbuhkan bias ke satu pihak. Analisis ini menyoroti peran media dalam membentuk narasi politik dan pentingnya konsumsi media yang kritis. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai konflik ini, penting bagi pembaca untuk berkonsultasi dengan berbagai sumber, termasuk sumber-sumber yang memiliki sudut pandang berbeda.
Interpersonal communication between students and gurèe in instilling Islamic values: A case study of Dayah Mudi Mesra in Aceh, Indonesia Arahman, Zulfikar; Abda, Yusfriadi; Bahri, Saipul; Darma, Satria
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.23773

Abstract

This study examines the interpersonal communication between students (santri) and teachers (gurèe) in instilling Islamic values at LPI Dayah Mudi Mesra, Aceh. The interpersonal communication between santri and gurèe is not limited to the transfer of knowledge but also involves a deep emotional relationship, playing a crucial role in the internalization of moral and spiritual values. This research uses a qualitative method with a case study approach, collecting data through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results show that intensive interpersonal communication serves as an effective medium in shaping the Islamic character of santri, with teachers acting as a role model and providing moral guidance through daily attitudes and behaviors. This relationship enables students to more easily internalize religious teachings in their daily lives. This study contributes to understanding the important role of interpersonal communication in dayah education, particularly in shaping santri with noble character and strong spirituality. Moreover, this study strengthens interpersonal communication rooted in Islamic values, setting it apart from conventional notions of interpersonal communication ***** Penelitian ini mengkaji komunikasi interpersonal antara santri dan gurèe (guru) dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di Dayah Mudi Mesra. Komunikasi interpersonal antara santri dan Gurèe tidak hanya terbatas pada transfer ilmu, tetapi juga melibatkan hubungan emosional yang mendalam, yang berperan penting dalam internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang intensif menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter islami santri, dengan Gurèe bertindak sebagai teladan yang memberikan bimbingan moral melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Hubungan ini memungkinkan santri untuk lebih Mudih menginternalisasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang peran penting komunikasi interpersonal dalam pendidikan di dayah, khususnya dalam membentuk karakter santri yang berakhlak mulia dan kuat secara spiritual. Lebih jauh, studi ini memperkuat komunikasi interpersonal yang berakar pada nilai-nilai keislaman, yang membedakannya dari konsep komunikasi interpersonal pada umumnya.
International Court Justice ruling for Palestine-Israel in Indonesian media: Discourse analysis in Kompas.com, CNNIndonesia.com, and Detik.com Nuraini, Fira Pujia; Mulyana, Deddy; Herawati, Maimon; Shaharoun, Awaluddin
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.23793

Abstract

This research analyzes the coverage of three major media in Indonesia, Kompas.com, CNNIndonesia.com, and Detik.com, regarding the ruling of the International Court of Justice in July 2024, which declared Israel's occupation of the Palestinian territories as illegal. Using a critical discourse analysis approach from Teun A. van Dijk, the research aims to reveal how these media report the ICJ ruling and represent their support for Palestine. Van Dijk's approach focuses on the relationship between discourse, power, and ideology, analyzing the news text's macrostructure (main themes and topics) and micro (choice of words, sentences, and rhetoric). Data were collected from articles published by Kompas.com, CNNIndonesia.com, and Detik.com following the ICJ ruling on 19 July 2024. The findings show that the three media support the ICJ ruling and strengthen the pro-Palestine narrative in Indonesia. Practically, the results of this research can be a reference for developing more effective media communication strategies in supporting international justice issues and building public solidarity. ***** Penelitian ini menganalisis pemberitaan tiga media utama di Indonesia, yaitu Kompas.com, CNNIndonesia.com, dan Detik.com, tentang putusan Mahkamah Internasional (International Court of Justice) pada Juli 2024 yang menetapkan pendudukan Israel di wilayah Palestina sebagai ilegal. Menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dari Teun A. van Dijk, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana media-media tersebut memberitakan putusan ICJ dan merepresentasikan dukungan terhadap Palestina. Pendekatan van Dijk berfokus pada hubungan antara wacana, kekuasaan, dan ideologi, dengan analisis pada struktur makro (tema dan topik utama) serta mikro (pilihan kata, kalimat, dan retorika) dalam teks berita. Data dikumpulkan dari artikel-artikel yang diterbitkan oleh Kompas.com, CNNIndonesia.com, dan Detik.com setelah putusan ICJ pada 19 Juli 2024.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media tersebut mendukung putusan ICJ dan memperkuat narasi pro-Palestina di Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi komunikasi media yang lebih efektif dalam mendukung isu keadilan internasional dan membangun solidaritas publik.
Managing cultural diversity through communication: A face negotiation perspective on Muslim and Aboge interactions in Wonosobo Fabriar, Silvia Riskha; Nur Fitri, Alifa; Fitri, Fitri; Rachmawati, Farida
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25360

Abstract

This research discusses the communication between Muslims and Aboge adherents in Mudal Urban Village, Wonosobo, using the Face Negotiation theory. The main focus of this research is how effective communication creates social harmony in the midst of community diversity. This research uses a descriptive qualitative approach, with data obtained through observation, interviews, and documentation. The results show that harmonious communication patterns are realized through facework that prioritizes respect for other groups and mindfulness. Traditions such as selametan and community service become interaction spaces that strengthen emotional relationships with a collectivist approach and a combination of direct and indirect communication. Face negotiation strategies play an important role in maintaining group honour while managing differences without conflict. Effective communication allows Muslim and Aboge communities to coexist inclusively, strengthening social cohesion and making diversity an asset for community harmony. This study contextualizes the Face Negotiation Theory in a local context while emphasizing the role of communication in building social harmony based on cultural values. ***** Penelitian ini mengkaji komunikasi antara masyarakat Muslim dan penganut adat Aboge di Kelurahan Mudal, Wonosobo, dengan menggunakan teori negosiasi wajah. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana komunikasi efektif menciptakan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi harmonis terwujud melalui facework yang mengedepankan penghormatan terhadap kelompok lain dan mindfulness. Tradisi seperti selametan dan kerja bakti menjadi ruang interaksi yang memperkuat hubungan emosional, dengan pendekatan kolektivisme dan kombinasi komunikasi langsung dan tidak langsung. Strategi face negotiation memainkan peran penting dalam menjaga kehormatan kelompok sambil mengelola perbedaan tanpa konflik. Komunikasi yang efektif memungkinkan masyarakat Muslim dan Aboge untuk hidup berdampingan secara inklusif, memperkuat kohesi sosial, dan menjadikan keberagaman sebagai aset harmoni masyarakat. Penelitian ini berkontribusi untuk mengontekstualisasikan teori negosiasi wajah dalam konteks lokal sekaligus menegaskan peran komunikasi dalam membangun harmoni sosial berbasis nilai budaya.
The branding of Kota Santri as a da’wah strategy by the Bireuen government in shaping the religious character of the community Khaliluddin, Syeh; Arifin, Zainal; Rubino, Rubino
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25477

Abstract

This study aims to analyze the “Kota Santri (Santri City)” branding strategy initiated by the Government of Bireuen Regency as a cultural da'wah approach to shaping the religious character of society. This research employs a qualitative method with a field study approach, involving in-depth interviews with policymakers, community leaders, and direct observation of socio-religious phenomena. The findings reveal that the “Kota Santri” branding is not merely a visual symbol but is internalized through government policies, the religious-oriented culture of civil servants, and increased religious activities within the community. Behavioral transformation is evident in the growing adherence to Islamic norms, the strengthening of religious identity in public life, and the emergence of a social culture aligned with Islamic values. This study offers novelty as initial research that positions religious branding as a form of Islamic communication strategy within the framework of local governance. The findings contribute to the development of contemporary da'wah concepts that integrate symbolic, policy-based, and social movement dimensions. ***** Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding “Kota Santri” yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen sebagai pendekatan dakwah kultural dalam membentuk karakter religius masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, serta observasi fenomena sosial keagamaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding “Kota Santri” tidak hanya menjadi simbol visual, tetapi juga terinternalisasi dalam kebijakan pemerintahan, budaya ASN, hingga aktivitas keagamaan di masyarakat. Transformasi perilaku masyarakat terlihat dari meningkatnya kepatuhan terhadap norma-norma islami, penguatan identitas religius dalam kehidupan publik, serta terbentuknya kultur sosial yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini memiliki kebaruan (novelty) karena menjadi studi awal yang memposisikan branding keagamaan sebagai strategi komunikasi Islam berbasis pemerintahan lokal. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep dakwah kontemporer yang integratif antara simbol, kebijakan, dan gerakan sosial.
The religious study gathering model of Maiyah Cahyo Sumebar as a form of inclusive communication in building religious harmony in Sukoharjo Khoiriyah, Khoiriyah
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.1.25482

Abstract

The religious study gathering (pengajian) of Maiyah Cahyo Sumebar in Sukoharjo represents a model of religious gathering that adopts an inclusive communication approach to promote interreligious harmony within a pluralistic society. Set against a socio-religious backdrop populated by diverse Islamic organizations such as NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, alongside non-Muslim communities, this religious forum serves as an open spiritual dialogue space for all segments of society. This study aims to describe the Maiyah Cahyo Sumebar gathering model as a form of inclusive communication in strengthening religious harmony. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that this gathering model accommodates the principles of inclusivity through mutual respect, appreciation, cooperation, and interfaith solidarity. Mutual respect is reflected in the content of the sermons, which avoids triggering sectarian or theological conflicts. Collaboration involves residents, including non-Muslim figures, in organizing committees and event implementation. Social activities, such as charitable donations to the underprivileged, also play a significant role in fostering interfaith solidarity. This model embodies the principle of equality in socio-religious life, echoing the message of QS. Al-Hujurat (49:13), which encourages people to know one another amidst their differences. Therefore, Maiyah Cahyo Sumebar’s study gathering functions not only as a spiritual forum but also as a model of inclusive communication that nurtures interreligious harmony in a multicultural setting like Sukoharjo. ***** Pengajian Maiyah Cahyo Sumebar di Sukoharjo merupakan model pengajian yang mengusung pendekatan komunikasi inklusif dalam membangun kerukunan beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan latar sosial keagamaan yang dihuni oleh beragam organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, serta komunitas non-muslim, pengajian ini tampil sebagai ruang dialog spiritual yang terbuka bagi semua kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model Pengajian Maiyah Cahyo Sumebar sebagai wujud komunikasi inklusif dalam penguatan kerukunan umat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengajian ini mengakomodasi prinsip inklusivitas melalui sikap saling menghormati, menghargai, bekerjasama, dan tolong-menolong antarkelompok agama. Sikap saling menghormati tampak dalam materi pengajian yang tidak memicu konflik antarmazhab atau keyakinan. Kerjasama melibatkan warga lokal, termasuk tokoh non-muslim, dalam pembentukan panitia dan penyelenggaraan kegiatan. Kegiatan sosial seperti santunan kepada fakir miskin juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas lintas iman. Model pengajian ini mencerminkan prinsip kesetaraan dalam kehidupan sosial-keagamaan, sebagaimana semangat QS. Al-Hujurat (49:13), yang mendorong manusia untuk saling mengenal dalam perbedaan. Oleh karena itu, Pengajian Maiyah Cahyo Sumebar tidak hanya berfungsi sebagai ruang spiritual, melainkan juga sebagai model komunikasi inklusif dalam merawat kerukunan beragama di wilayah multikultural seperti Sukoharjo.