cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
UJI KEMURNIAN ISOLAT ANDROGRAFOLID DENGAN HPLC FASE TERBALIK Wirasuta I.M.A.G.; Astuti N.M.W.; Dharmapradnyawati N.N.P.; Wiputri N.M.C.A.; Warditiani N.K.; Indriani N. P. W.; Widjaja I.N.K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.531 KB)

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees) telah dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat. Andrografolid yang diisolasi dari herba sambiloto memiliki beberapa aktivitas farmakologi. Standarisasi isolat andrografolid penting dilakukan untuk kontrol kualitas. Profil sidik jari sebagai standar utama dari bahan baku obat herbal atau produk herbal menunjukkan kandungan kimia yang utuh dari bahan baku obat herbal maupun produk herbal. Dengan demikian, uji kemurnian isolat andrografolid perlu dilakukan bertujuan untuk mengetahui profil sidik jari isolat andrografolid sehingga dapat dijadikan kontrol kualitas terhadap isolat andrografolid. Metode HPLC dengan kolom Luna 5u C18 (150 x 4,6 mm i.d, 5?m) dan detektor diode array (DAD) dimanfaatkan memperoleh profil sidik jari sebagai identitas isolat andrografolid. Pemisahan isolat andrografolid dengan sistem HPLC fase gerak asetonitril 28% dalam air dan fase gerak campuran asetonitril 15% dan metanol-air (60:40) 85% memberikan masing-masing enam puncak kromatogram. Berdasarkan parameter kromatogram, uji kemurnian isolat andrografolid untuk profil sidik jari memberikan hasil yang terbaik pada panjang gelombang 230 nm dengan sistem kromatografi menggunakan fase gerak asetonitril 28% dalam air. Sistem ini sangat baik digunakan untuk uji deteksi sidik jari kandungan andrografolid dalam isolat.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI Propionibacterium acne DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI Putra, I.M.D.S; Yustiantara, I.P.S.; Paramita, N.L.P.V.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.205 KB)

Abstract

Propionibacterium acne merupakan bakteri penyebab jerawat. Perbedaan tempat tumbuh tanaman sirih hijau (Piper betle L.) dapat mempengaruhi metabolisme suatu metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun P. betle L. yang tumbuh di dataran rendah (DR) dan dataran tinggi (DT) terhadap P. acne. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan 5 konsentrasi yakni 1,25 mg/mL, 2,5 mg/mL, 5 mg/mL, 7,5 mg/mL, dan 10 mg/mL. Hasil menunjukan pada konsentrasi 2,5 mg/mL hanya ekstrak etanol DT mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan besar zona hambat 10,7 mm sedangkan pada ekstrak etanol DR pada konsentrasi 5 mg/mL dengan zona hambat 11,5 mm. Perbedaan tempat tumbuh daun             P. betle L. mempengaruhi hasil uji aktivitas antibakteri yang dinilai melalui zona hambat yang dihasilkan.
Identifikasi Kandungan Kimia Ekstrak Terpurifikasi Herba Sambiloto Warditiani N.K.; Larasanty L.P.F.; Widjaja I.N.K; Juniari N.P.M.; Nugroho A.E.; Pramono S.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.906 KB)

Abstract

Herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness)  merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit. Herba sambiloto telah dilaporkan  memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri, antipiretik, antioksidan, hepatoprotektor,dan  antidiabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui  kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak terpurifikasi herba sambiloto. Ekstrak terpurifikasi dibuat dengan  mengekstraksi serbuk herba sambiloto dengan metode maserasi menggunakan etanol 90%. Kemudian dilakukan purifikasi bertahap menggunakan pelarut  n-hexan, etil asetat dan air. Identifikasi kandungan kimia yang dilakukan terhadap ekstrak terpurifikasi untuk medeteksi golongan kandungan kimia minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan terpenoid. Hasil uji menunjukan bahwa ekstrak terpurifikasi herba sambiloto mengandung senyawa golongan terpenoid dan flavonoid.
PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI TERPENOID DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS (L.) MERR) TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS, L.) JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PAKAN KAYA LEMAK Warditiani, N. K.; Indrani, A.A.I. S.; Sari, N. A. P. P.; Swasti, I.A.S.; Dewi, N.P.A.K.; Widjaja I.N.K.; Wirasuta, I M.A.G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.594 KB)

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) diketahui memiliki aktivitas sebagai antidislipidemia. Senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 90% yaitu alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dan terpenoid. Salah satu kandungan kimia yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidislipidemia yaitu terpenoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi terpenoid daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) terhadap profil lipid darah tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi pakan kaya lemak. Penelitian ini meliputi beberapa tahap yaitu: ekstraksi, fraksinasi dengan kromatografi kolom lambat dengan pelarut campur kloroform:metanol (9:1-1:9 v/v) dan induksi pakan kaya lemak selama 30 hari sebelum perlakuan. Kelompok penelitian dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kontrol negatif (CMC Na 0,1%), kontrol positif (simvastatin 1,8 mg/kgBB), dan perlakuan yang diberikan dua variasi dosis fraksi terpenoid daun katuk yaitu 50 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB selama 21 hari dengan pembawa CMC Na 0,1%. Pengambilan darah dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Pengukuran kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL menggunakan reaksi enzimatis. Data yang diperoleh diolah secara statistik. Hasil pemisahan menggunakan metode kromatografi kolom lambat didapatkan 7 fraksi terpenoid. Fraksi terpenoid daun katuk pada dosis 50mg/kgBB dan 100mg/kgBB memiliki pengaruh yang baik terhadap profil lipid dalam menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL serta meningkatkan kadar HDL (p<0,05).
GANGGUAN HEMATOLOGI AKIBAT KEMOTERAPI PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOSITIK AKUT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH Pertiwi, N.M.I.; Niruri, R.; Ariawati, K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.408 KB)

Abstract

Leukemia Limfositik Akut (LLA) adalah keganasan sel yang terjadi akibat proliferasi sel limfoid yang diblokir pada tahap awal deferensiasinya. Terapi pada LLA dapat dilakukan dengan kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang. Pengobatan dengan kemoterapi merupakan terapi kuratif utama pada leukemia. Kemoterapi bekerja dengan merusak sel kanker dan juga dapat menghambat sel normal yang berdampak pada kinerja dari sel tersebut. Salah satu yang dapat dihambat adalah perkembangan sel induk darah yang dapat menyebabkan gangguan hematologi selama terapi LLA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya gangguan hematologi akibat kemoterapi pada anak dengan leukemia limfositik akut. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian cross-sectional pada pasien anak dengan LLA yang menjalani kemoterapi fase induksi dan konsolidasi berdasarkan Indonesian Protokol 2006. Pasien yang telah selesai menjalani kemoterapi berdasarkan protokol tersebut dieksklusi dari penelitian. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Data Pasien diambil dari periode bulan Mei 2011-April 2013. Gangguan hematologi dinilai berdasarkan hasil laboratoriun yaitu hemoglobin dan platelet berdasarkan CTCAE versi 4,0. Hasil: Didapatkan 17 pasien yang memenuhi kriteria. Dari 17 pasien yang telah menjalani kemoterapi fase induksi dan konsolidasi, diperoleh 8 pasien (47,1%) yang mengalami anemia, 6 pasien (35,3%) mengalami anemia dan trombositopenia, tidak ada pasien (0%) mengalami trombositopenia saja, serta 3 pasien (17,6%) tidak mengalami gangguan tersebut.  Kesimpulan: Ada gangguan hematologi pada pasien anak dengan LLA yang menjalani kemoterapi di RSUP Sanglah berdasarkan Indonesian Protocol 2006 fase induksi dan konsolidasi. Gangguan  hematologi yang terjadi yang diamati yaitu anemia dan trombositopenia.
PENETAPAN KADAR METANOL HASIL DESTILASI PENGUAP VAKUM PUTAR EKSTRAK METANOL DAUN UBI UNGU MENGGUNAKAN RAMAN SPEKTROFOTOMETER Santi Maha Dewi
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7, No. 1, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.084 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i01.p03

Abstract

Solvent extracted results are often not utilized for re-extraction. Methanol is a universal solvent which is often used as an extract of simplicia. The result of a rotary vacuum evaporator distillation is not known purity and level. Raman spectrosphotometer is a non destructive method of analysis that can be applied to determine the levels and purity of distilled methanol. The objective of this research is to know the change of vacuum pressure to the level and purity of methanol, so that methanol from rotary vacuum distillation can be reused for re-extraction. Purple sweet potato leaves are macerated using 95% methanol : 3% citric acid. The extract was evaporated using a rotary vacuum evaporator at 100 mbar, 150 mbar, and 200 mbar vacuum pressure with a range of 5 to 180 min. Purity and methanol levels were determined using a Raman Handheld 1064 nm spectrophotometer. Validation of methanol assay method with Raman spectrophotometer was obtained: precision: KV 0.19% -1.70%, accuracy: 94.4-103.8%, limit of detection: 1.77% (v/v), limit of quantification: 5.89% (v/v), the range of linearity of 1.77% -99.9% (v/v), with a calibration curve equation: y = 216,88x + 1437.1 and the value of R2 = 0.9997. Methanol content of distillation product with pressure variation 100 - 200 mbar in the span of 5 to 180 minutes obtained methanol level 59.8-81.2% (v/v). All distilled methanol yields a spectrum similarity of 86-99% when compared with absolute methanol.
PENGARUH MADU JAMUR TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT JANTAN N.K. Warditiani; N.P.E. Leliqia; P.A. Pramana,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.827 KB)

Abstract

Masing-masing kelompok mencit jantan Bulb/C diberikan madu jamur dengan dosis 0,39 ml/20 g BB; 0,52 ml/20 g BB dan metformin 5 mg/ 20 g BB. 30 menit berikutnya diberikan glukosa monohidrat 75 mg/20 g BB secara per oral untuk meningkatkan kadar glukosa darah. Dilakukan pengukuran kadar glukosa darah setiap menit ke-0, 30, 60, 90 dan 120 setelah pemberian glukosa monohidrat. Hasil menunjukkan bahwa pemberian madu jamur dosis 0,39 ml/20 g BB belum dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit  (p > 0,05) sedangkan pemberian madu jamur pada dosis 0,52 ml/20 g BB sudah mampu menurunkan kadar glukosa darah setelah 2 jam pemberian glukosa monohodrat (p < 0,05)
ANALISIS KUALITATIF ASAM OLEAT PADA MINYAK KELAPA SUB VARIETAS GENJAH Wahyuni, L.P.E.; Widjaja, I.N.K.; Astuti N.M.W.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 4, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.941 KB)

Abstract

Minyak kelapa terdiri dari komponen asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh contohnya asam kaproat, asam kaprilat, asam kaprat, asam laurat, asam miristat, asam palmitat, dan asam stearat. Asam lemak tidak jenuh contonya asam oleat dan asam linoleat. Adanya komponen asam lemak tak jenuh misalnya asam oleat pada minyak kelapa menyebabkan minyak mengalami reaksi hidrolisis maupun reaksi oksidasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan asam oleat pada minyak kelapa Genjah Ijo dan Genjah Bulan. Pembuatan minyak kelapa dilakukan dengan menggunakan metode basah tradisional. Minyak diperoleh dengan cara memanaskan santan kelapa pada suhu 100ºC. Analisis profil kromatogram dilakukan dengan GC-FID Shimadzu GC-2025 dengan kolom RTX®-WAX (30 m x 0,25 mm, dengan ketebalan  0,25 ?m), gas pembawa Helium, gas pembakar Hidrogen, dan Flame Ionization Detector. Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu retensi asam oleat pada minyak kelapa Genjah Bulan dan Genjah Ijo adalah 10,3 menit. AUC asam oleat pada minyak kelapa Genjah Bulan sebesar 6.139.108,6 ± 1.670.134,1 dengan % area 0,67 %. AUC asam oleat pada minyak kelapa Genjah Ijo sebesar 20.467.096,8 ± 5.672.112,7 dengan % area 1,43 %. Kandungan asam oleat tertinggi terdapat pada minyak kelapa Genjah Ijo.
Aktivitas Penyembuhan Luka Insisi dari Salep Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) putu dessy wilantari
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 2, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.327 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i02.p04

Abstract

Luka insisi adalah luka yang terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam, misalnya luka yang terjadi setelah pembedahan atau operasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas sediaan salep ekstrak daun A. scandens (L.) Moq. pada penyembuhan luka insisi. Parameter standardisasi ekstrak meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, dan kadar flavonoid total. Pengujian aktivitas sediaan salep ekstrak daun A. scandens (L.) Moq. dilakukan pada tiga puluh lima ekor tikus betina galur Wistar. Pengamatan dilakukan secara makroskopis pada hari ke-0, 7, 14 dan 21 terhadap adanya eritema, edema, dan keropeng, serta pengamatan mikroskopis pada hari ke-21 melihat adanya infiltrasi sel radang dan pembentukan kolagen. Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan adanya penurunan tanda eritema dan edema, namun tidak berbeda bermakna secara statistik pada semua kelompok perlakuan (K2, K3, K4, K5, K6, dan K7) (p>0,05) dan keropeng yang menurun dimulai dari hari ke-7. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa pemberian sediaan salep ekstrak daun A. scandens (L.) Moq. berpotensi dalam penyembuhan luka insisi yang diamati secara makroskopis.
OPTIMASI FORMULA MATRIKS PATCH KETOPROFEN TRANSDERMAL MENGGUNAKAN KOMBINASI ASAM OLEAT DAN MINYAK ATSIRI BUNGA CEMPAKA PUTIH (Michelia alba) SEBAGAI PERMEATION ENHANCER Setyawan, E.I; Pratama, P.Y.A; Budiputra, D.K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.242 KB)

Abstract

Ketoprofen merupakan obat antiinflamasi non-steroid. Obat golongan ini dapat menimbulkan efek samping pada saluran pencernaan, sehingga diperlukan alternatif lain pemberian ketoprofen yaitu dengan patch transdermal. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 8 formula dengan perbandingan kombinasi asam oleat dan minyak atsiri bunga cempaka putih sebesar 1:0; 1:0; 0:1; 0:1; 0,5:0,5; 0,5:0,5; 0,75:0,25 dan 0,25:0,75. Pengujian karakter fisik matriks patch meliputi uji bobot, ketebalan, persentase susut pengeringan dan ketahanan lipatan. Data hasil uji karakter fisik dalam pemilihan formula optimal ditentukan oleh software Design Expert versi 7 menggunakan simplex lattice design. Uji T-test dari single simple test pada software OpenStat digunakan untuk mengkonfirmasi data dari formula optimal yang dihasilkan oleh simplex lattice design dengan data hasil observasi. Penentuan mekanisme dan kecepatan pelepasan (fluks) ketoprofen dianalisis menggunakan Solver. Dari hasil analisis, diketahui komposisi asam oleat dan minyak atsiri bunga cempaka putih (Michelia alba) dengan perbandingan 0,549:0,451 menghasilkan karakter fisik matriks patch yang optimal dari hasil prediksi simplex lattice design pada software Design Expert versi 7. Matriks patch formula optimal menghasilkan profil pelepasan ketoprofen dengan total ketoprofen terlepas sebanyak 0,81 mg pada menit ke-300 dan nilai disolusi efisiensi sebesar 18,96% selama 300 menit. Kecepatan pelepasan (fluks) ketoprofen sebesar 0,478 mg/jam.cm2 dengan mekanisme pelepasan ketoprofen mengikuti persamaan Korsmeyer Peppas dengan difusi Fickian, yaitu laju difusi lebih kecil dari relaksasi.