cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Lotion Dengan Variaso Konsentrasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Sebagai Tabir Surya Atri Sri Ulandari; N Sugihartini
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.639 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p07

Abstract

Daun kelor memiliki banyak manfaat diantaranya adalah sebagai antioksidan karena terdapat kandungan senyawa flavonoid. Flavonoid telah terbukti secara ilmiah berkhasiat sebagai penangkal radikal bebas (antioksidan) dari paparan sinar matahari. Ekstrak etanol 50% daun kelor mengandung flavonoid yang berkhasiat sebagai tabir surya sehingga diformulasikan dalam bentuk lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun kelor terhadap sifat fisik sediaan lotion. Penelitian ini diawali dengan melakukan formulasi sediaan lotion dengan penambahan konsentrasi ekstrak daun kelor 1% (F1); 3% (F2); 5% (F3). Lotion dievaluasi sifat fisiknya dengan parameter pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan stabilitas fisiknya dan diuji sebagai tabir surya. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak tidak mempengaruhi pH dan daya lekat. Peningkatan konsentrasi menyebabkan penurunan daya sebar (P<0,05) dan peningkatan viskositas (p<0,05). Lotion dengan konsentrasi ekstrak daun kelor 1% tidak mengalami pemisahan setelah sentrifugasi dan nilai SPF sediaan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05).
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Bronkodilator dibandingkan Kombinasi Bronkodilator-Kortikosteroid pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Putu Rika Veryanti; Ainun Wulandari
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.88 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p02

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit kronis saluran napas yang ditandai dengan hambatan aliran udara dan bersifat progresif lambat yang semakin lama semakin memburuk. Bronkodilator dan kortikosteroid merupakan obat pilihan pertama yang digunakan pada pasien PPOK. Pemberian terapi yang tepat diharapkan dapat menurunkan angka morbiditas maupun mortalitas pada pasien PPOK. Salah satu hal yang menjadi penyebab tingginya angka kematian akibat PPOK adalah hasil terapi yang tidak efektif. Terapi obat yang tidak efektif dapat menurunkan outcome klinis dan meningkatkan biaya yang dikeluarkan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah unutk membandingkan efektivitas-biaya antara kelompok pasien PPOK yang mendapatkan terapi bronkodilator dibandingkan dengan kelmpok pasien yang mendapatkan terapi kombinasi bronkodilator-kortikosteroid. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi cohort. Pengambilan data dilakukan di RSUP Fatmawati pada bulan Mei-Agustus 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya pengobatan pasien yang hanya memperoleh bronkodilator saja lebih murah dibandingkan dengan kombinasi bronkodilator dan kortikosteroid (Rp 342.384,- vs Rp 615.201,-). Namun efektivitas diantara kedua kelompok pasien sama (16,67%). Nilai ACER (Average Cost Effective Ratio) bronkodilator adalah Rp 20.538,- sedangkan ACER untuk kombinasi bronkodilator-kortikosteroid sebesar Rp 36.904,-. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bronkodilator lebih cost-effective dibandingkan dengan kombinasi bronkodilator-kortikosteroid pada passien PPOK. Kata Kunci: Analisis Efektivitas-Biaya, Bronkodilator, Bronkodilator-Kortikosteroid, PPOK
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kapas (Gossypium barbadense L.) terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes akhmad khumaidi; Arsa Wahyu Nugrahani; Febriani Gunawan
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.93 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p08

Abstract

Gossypium barbadense L. is one of the plants that has the potential to be developed into an antibacterial agent. This study aims to determine the antibacterial ability of chemical compounds in ethanol extract of Gossypium barbadense L. leaves to Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes bacteria which are characterized by the formation of inhibitory zones. Extraction of Gossypium barbadense L. leaves was carried out by maceration using 96% ethanol. Antibacterial activity testing was carried out by agar diffusion method with a cylinder plate technique and the extract was made a concentration series. TLC bioautography and chromogenic reagents are used in the identification of groups of compounds that have antibacterial activity. The results showed that the ethanol extract of Gossypium barbadense L. leaves gave the greatest inhibition at 70% extract concentration ie 11.40 ± 0.32 mm against Propionibacterium acnes and 50% extract concentration against Staphylococcus epidermidis bacteria which was 12.28 ± 0.63 mm. The group of compounds that are thought to be responsible for antibacterial activity are flavonoids. Keywords: Antibacterial, Gossypium barbadense L. Leaves, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis
Efektivitas Dan Biaya Pada Terapi Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Denpasar Cia Intania Warnaya; Luh Putu Febryana Larasanty; Luh Putu Ayu Meryta; I Dewa Agung Ayu Divacandraningrat; Wayan Risma Iswari; Ida Ayu Sintya Deviyanthi; Made Ary Sarasmita
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.166 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p03

Abstract

Panduan terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2 menekankan perlunya pendekatan personal dalam perberian terapi obat pada pasien. Hal ini berimplikasi terhadap munculnya kelompok terapi yang berbeda dalam penanganan diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelompok – kelompok terapi pada penanganan pasien diabetes mellitus tipe 2, total biaya terapi, effektivitas terapi dan rasio diantara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif prospektif pada pasien diabetes mellitus rawat jalan di rumah sakit umum Denpasar yang diikuti selama 3 bulan secara terus menerus. Terdapat 34 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi penelitian yang terbagi menjadi 7 kelompok besar terapi antidiabetes. Effektivitas terapi antidiabetik berkisar antara 11,11% sampai dengan 66,66%. Rentang total biaya terapi antidiabetik berkisar antara Rp. 548.094,- sampai dengan Rp. 3.274.372,-. Kelompok terapi dengan rasio biaya per persen effektivitas terendah adalah terapi kombinasi metformin dan glimepiride yaitu dengan biaya Rp 19.184/% effektivitas dan yang tertinggi adalah terapi kombinasi Insulin Aspart dan Insulin Glargine yaitu Rp. 261.882/% effektivitas.
Evaluasi Efektivitas Biaya Penggunaan Terapi Kombinasi Obat Antidiabetes-Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Hipertensi Di RSUP Sanglah i made suardhika; P.C.I. Warnaya; P.B.P.P. Budiartha; N.N.S.M. Arwanawati; M.A. Sarasmita
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.353 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p04

Abstract

Penyakit infeksi telah digeser oleh penyakit metabolik degeneratif. Penyakit metabolik yang prevalensinya cenderung meningkat adalah diabetes mellitus tipe 2 yang dikarakterisasi oleh sekresi insulin yang menurun akibat retensi insulin yang mengganggu fungsi sel beta pankreas, dimana jika tidak ditangani dengan tepat akan mengakibatkan komplikasi kronis. Komplikasi diabetes terbanyak adalah hipertensi yaitu sekitar 54,2%. Pasien diabetes mellitus dan hipertensi harus melakukan terapi seumur hidup. Hal ini akan berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan pasien. Selain itu, penggunaan terapi obat diabetes mellitus dapat diberikan dengan beberapa kombinasi yang berbeda, sehingga biaya dan luaran terapi yang dihasilkan juga bervariasi. Bervariasinya penggunaan terapi obat menyebabkan timbulnya perbedaan dalam pengeluaran biaya dan luaran terapinya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil perhitungan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER) menunjukkan bahwa pilihan terapi yang paling cost effectiveness adalah penggunaan golongan terapi antidiabetes kombinasi peningkat sensitifitas terhadap insulin dengan long-acting insulin dan antihipertensi golongan CCB (Calcium Channel Blocker). Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi antidiabetes dan antihipertensi yang paling efektif terhadap biaya berdasarkan nilai ACER dan ICER adalah kombinasi golongan obat antidiabetes peningkat sensitivitas terhadap insulin dan long-acting insulin dengan antihipertensi CCB.
Tinjauan Pustaka : Teknik Pengujian Toksisitas Teratogenik Pada Obat Herbal tri mulyani; Cinta Ida Julianti; Rikkit Sihombing
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 1, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.418 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i01.p05

Abstract

Pengujian toksisitas pada bahan alam yang digunakan dalam bahan baku pembuatan obat herbal perlu dilakukan untuk memastikan keamanannya. Secara umum, Uji toksisitas dibagi menjadi 2 jenis yaitu toksisitas umum dan toksisitas khusus. Salah satu uji toksisitas khusus yaitu uji teratogenik. Uji teratogenik merupakan bagian dari uji toksisitas khusus yang ditujukkan untuk mengetahui efek toksik suatu senyawa terhadap fetus atau janin. Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan teknik pengujian toksisitas teratogenik dengan mengacu pada Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) 414 dan OECD 236 pada obat herbal. Beberapa contoh herbal yang digunakan untuk pengujian toksisitas teratogenik seperti yang diteliti oleh Lu E. The dkk pada Bougainvillea glabra (Paper Flower) dengan hasil penelitian ekstrak air berwarna ungu dan merah muda gelap, B. glabra bract tidak beracun bagi embrio, kecuali jenis merah muda dengan LC 50 85,51 ?g / mL. selanjutnya ada daun Mindi (Melia azedarach L) yang diteliti oleh Adisti erlina sutomo dkk dengan hasil pemberian ekstrak pada dosis 3,22 mg/kg bb sudah menyebabkan toksisitas teratogenik. Dan masih ada beberapa herbal yang digunakan untuk pengujian toksisitas teratogenik dengan hasil yang beragam.
Perbandingan Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Intradialisis Dengan Obat Antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril di RS Bhayangkara TK. I R. Said Sukanto Via Rifkia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 2, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i02.p03

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia. Tatalaksana penyakit GGK stadium V adalah terapi pengganti ginjal, salah satunya adalah terapi hemodialisis. Beberapa komplikasi dapat disebabkan oleh proses hemodialisis. Komplikasi yang paling umum ditemukan adalah hipertensi intradialisis. Saat ini, hipertensi intradialisis masih belum diketahui patofisiologinya secara pasti, namun ada beberapa cara untuk mengatasi hipertensi intradialisis. Salah satunya adalah pemberian obat antihipertensi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah pasien hipertensi intradialisis dengan obat antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada pasien hemodialisis dengan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Populasi dari studi ini adalah pasien rawat jalan hemodialisis di RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto. Data diambil secara primer melalui pengukuran tekanan darah pasien selama proses hemodialisis. Sebanyak 73 pasien didapatkan sebagai sampel. Hasil penelitian ini adalah Amlodipin memiliki penurunan tekanan darah sebesar 40 mmHg dan Kaptopril sebesar 30 mmHg. Berdasarkan perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Amlodipin memiliki penurunan tekanan darah yang lebih besar dibandingkan dengan Kaptopril.
Potensi Antidioksidan Sediaan Nanopartikel Ekstrak Kernel Biji Limus (Mangifera foetida Lour) Vera Nurviana
Jurnal Farmasi Udayana Spesial Issue, Desember 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i03.p02

Abstract

The antioxidants are compounds that have the ability to inhibit free radical activity that causes degenerative diseases. One source of natural ingredients known to have antioxidant activity is limus (Mangifera foetida Lour.), One of mango species from the Anacardiaceae tribe which is a local Indonesian fruit. Limus seed kernel extract (EBL) has been shown to have antioxidant activity. Antioxidant activity can be increased by making nanoparticle preparations. This study aims to increase the antioxidant activity of limus seeds by modifying the extract into nanoparticle preparations. The preparation of nanoparticles was carried out by the ionic gelation method and to ensure the formation of extract nanoparticles, characterization was carried out including particle size, polydispersion index and zeta potential value. The increase in antioxidant activity of limus seed extract (NEBL) nanoparticles was carried out by comparing the IC50 value with the IC50 EBL value, and to see its potential by comparing it with vitamins. The method of measuring antioxidant activity used is the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. IC50 data were analyzed using the One Way Annova test and post-hoc LSD test with a confidence level of 95%. Based on the research results, it was obtained that limus seed extract nanoparticles were prepared which had characteristics including; The particle size was 2.91 nm, the polydispersion index value was 0.456 and the zeta potential value was +56 mV and the IC50 value was 1.166 ± 0.021 µg/mL. The IC50 value of the EBL is 9.127 ± 0.022 µg/mL and Vitamin C is 3.933 ± 0.013. µg/mL Modification of EBL into NEBL preparations can increase antioxidant activity and has excellent potential as a natural antioxidant because it has stronger antioxidant activity than vitamin C (p <0.05). Keywords: Antioxidant, Limus, Mangifera foetida Lour, Nonoparticle
Potensi Nefroterapi Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) Terhadap Tikus Putih Diabetes Melitus Joni Tandi; Faisal Rahmat Nugraha; Wahyu Nur Afandi
Jurnal Farmasi Udayana Spesial Issue, Desember 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i03.p10

Abstract

Masyarakat suku kalili di Palu menggunakan daun nangka sebagai salah satu obat sakit pinggang dalam bentuk simplisia yang kering. Selain itu daun nangka digunakan sebagai penghancur batu oksalat di ginjal. Berdasarkan pengalaman ini kami melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak etanol daun nangka, mengetahui efek ekstrak etanol daun nangka terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus yang diinduksi streptozotocin, serta mengetahui dosis ekstrak etanol daun nangka yang efektif meregenerasi sel pada tubulus ginjal. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok I sebagai kontrol normal, kelompok II sebagai kontrol negatif yang diberikan suspensi Na-CMC 0,5%, kelompok III, IV dan VI sebagai kelompok uji diberikan ekstrak etanol daun nangka dengan masing-masing dosis 175mg/kg BB, 250mg/kg BB, 400mg/kgBB. Data dianalisis mengunakan uji one way ANOVA pada taraf kepercayaan 95 %, dan dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun nangka mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan polifenol dan dapat menurunkan kadar glukosa darah 100,8±36,8 mg/dL dan meregenerasi sel tubulus ginjal dengan skoring rata-rata 0,6 dengan nilai kerusakan maksimal 4
Efek Antineuroinflamasi Ekstrak Etanol 96% Daun Marsilea crenata Presl. Budidaya Papda Sel Mikroglia HMC3 Burhan Maarif
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 9, No. 2, Tahun 2020
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2020.v09.i02.p04

Abstract

ABSTRACT Neuroinflamation is a neurodegenerative disease caused by estrogen deficiency. Marsilea crenata Presl. is a plant that contains phytoestrogens, which are compounds that can replace the function of estrogen in maintaining cell homeostasis in the brain. The purpose of this study was to predict the antineuroinflammatory effect of 96% ethanol extract of cultivated Marsilea crenata Presl. leaves in HMC3 microglia cells through activated ER measurements, and observed using the immunocytochemistry method. IFN? is induced into cells 24 hours before treatment to cause an inflammatory condition. 96% ethanol extract of cultivated Marsilea crenata Presl. leaves is given at a dose of 62.5; 125; and 250 ?g/ml. Genistein 50 ?m was used as a positive control. The results showed that 96% ethanol extract of cultivated Marsilea crenata Presl. leaves at doses of 125 and 250 ?g/ml can decrease free ER? expression with values ??of 814,216 and 573,190 AU at p <0.05, and shows an increase in the amount of activated ER?. From these results it can be concluded that the 96% ethanol extract of cultivated Marsilea crenata Presl. leaves provides a potential antineuroinflammatory effect shown by the decreasing of free ER? expression on HMC3 microglia cells with 250 ?g/ml as the best dose. Keywords: antineuroinflammation; ER?; phytoestrogens; Marsilea crenata Presl.; HMC3 microglia cells ABSTRAK Neuroinflamasi merupakan penyakit neurodegeneratif yang disebabkan defisiensi estrogen. Marsilea crenata Presl. merupakan tumbuhan yang mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa yang dapat menggantikan fungsi estrogen dalam menjaga homeostasis sel di dalam otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi efek antineuroinflamasi dari ekstrak etanol 96% daun Marsilea crenata Presl. budidaya pada sel mikroglia HMC3 melalui pengukuran ER teraktivasi, dan diamati menggunakan metode immunocytochemistry. IFN? diinduksikan ke dalam sel 24 jam sebelum perlakuan untuk menimbulkan kondisi inflamasi. Ekstrak etanol 96% daun Marsilea crenata Presl. budidaya diberikan dengan dosis 62.5; 125; dan 250 ?g/ml. Genistein 50 ?m digunakan sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun Marsilea crenata Presl. budidaya dengan dosis 125 dan 250 ?g/ml dapat menurunkan ekspresi ER? bebas dengan nilai 814.216 dan 573.190 AU pada p<0.05, serta menunjukkan peningkatan jumlah ER? teraktivasi. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun Marsilea crenata Presl. budidaya memberikan efek antineuroinflamasi yang potensial ditunjukkan dengan penurunan ekspresi ER? bebas pada sel mikroglia HMC3 dengan 250 ?g/ml sebagai dosis terbaik. Kata kunci: antineuroinflamasi, ER?, fitoestrogen, Marsilea crenata Presl., sel mikroglia HMC3