cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Aktivitas Anti Luka Bakar dari Gel Minyak Kemiri (Aleurites moluccana L.) terhadap Tikus Putih (Rattus novergicus) Leny Leny; Evi Ekayanti Ginting; Warnus Laia; Ihsanul Hafiz; Jacub Tarigan
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p01

Abstract

Candlenut oil is often used as a traditional medicine that is used topically, generally used to treat hair and treat burns. The purpose of this study was to test the anti-burn activity of candlenut oil which has been formulated in the form of a gel. The method used was a laboratory experimental where candlenut oil was formulated in gel containing various concentrations of active substances 15, 20 and 25%, then tested for burn wound healing activity in mice induced by hot plates. Observation of wound healing time was carried out for 21 days. The results showed that 25% candlenut oil gel were similar to the positive control Burnazin® in healing burn wound. All of the candlenut oil gel formulas were completely fulfilled the requirement for gel preparation and have activity to heal burn wound. Keywords: Aleurites moluccana, burn wound healing activity, gel
Keamanan Hair Tonic Ekstrak Etanol, Fraksi Etanol, dan Fraksi Kloroform-Metanol dari Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dengan Metode Uji Iritasi Primer dan HET-CAM Dina Yuspita Sari; Ika Ristia Rahman
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p08

Abstract

Hair tonic is a hair care cosmetic to reduce hair loss, stimulate, and increase hair volume. Secang wood (Caesalpinia sappan L.) has the potential to be developed as an active substance in hair tonic products because it contains flavonoids, polyphenols, including brazilin which are used to treat damage hair. To ensure the safety of hair tonic products, safety tests are required, including skin and eye irritation tests. This study aims to determine the safety of hair tonic formula of ethanol extract, ethanol fraction, and chloroform-methanol fraction from sappan wood. Ethanol extract, ethanol fraction, and chloroform-methanol fraction of sappan wood were formulated into hair tonic preparations. The hair tonic safety test includes: primary irritation test and eye irritation test using HET-CAM method. Based on the primary irritation test, the score of erythema and edema on the skin obtained a PII value of 0 (non-irritating category). The HET-CAM test on the three hair tonic formulas, positive control and negative control, showed that the positive control (lactic acid) resulted in an irritation score of 9.51 (strong irritation category); negative control (NaCl 0.9%) and the three hair tonic formulas had an irritation score of 0 (no irritation category). This indicates that the hair tonic formula from ethanol extract, ethanol fraction, and chloroform-methanol fraction of sappanwood is not irritating and safe to use. Keywords: HET-CAM, primary irritation test, sappan wood
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Kulit Buah Kawista (Limonia acidissima) terhadap Shigella dysenteriae dan Salmonella thypi Putu Rika Veryanti; I.M Kusuma; E. Ramadhina
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p13

Abstract

Shigella dysenteriae dan Salmonella thypi merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran cerna. Kawista banyak ditemui di Indonesia dan dapat dijadikan terapi alternatif untuk mengatasi diare. Kandungan kimia yang terdapat pada kulit buah kawista diduga dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah kawista (Limonia acidissima) terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Salmonella thypi. Tahap penelitian diawali dengan proses ekstrasi kulit buah kawista melalui metode maserasi, menggunakan pelarut metanol. Selanjutnya, dilakukan penapisan fitokimia dan pengujian aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah kawista menggunakan metode difusi cakram dalam berbagai konsentrasi, yaitu 5%, 10%, 20%, 40% dan 80% ekstrak. Uji aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter daerah hambat (DDH) yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit buah kawista, semakin kuat aktivitas antibakteri yang diberikan. Pada konsentrasi 5%, rata-rata DDH untuk bakteri Shigella dysenteriae dan Salmonella thypi masing-masing adalah 7,91 mm dan 7,73 mm. Pada konsentrasi 80%, ekstrak memiliki aktivitas antibakteri yang paling kuat dengan rata-rata DDH 21,42 mm pada Shigella dysenteriae dan 20,93 mm pada Salmonella thypi. Ekstrak kulit buah kawista (Limonia acidissima) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae dan Salmonella thypi.
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Metildopa Dibandingkan Dengan Nifedipine Pada Pasien Preeklampsia Rawat Inap Di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Wiwit Wulan Safitri; Rasmala Dewi; Deny Sutrisno
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p03

Abstract

Hypertension in pregnancy or preeclampsia was one of the main causes of morbidity and mortality in fetuses and pregnant women. Treatment for hypertension in pregnant women must be safe and appropriate, so the treatment of preeclampsia requires special attention to obtain effective therapy at a more rational cost. One methodology that can be used to conduct pharmacoeconomic research is a cost effectiveness analysis. This study aimed to determine the most effective use of drugs between methyldopa and nifedipine in terms of costs and benefits (outcomes) resulting in inpatients of preeclampsia hospitalized at H. Abdul Manap Hospital, Jambi City. This study was designed descriptively with retrospective data collection, by taking data from the medical records of inpatients at H. Abdul Manap Hospital, Jambi City. The number of samples in this study were 67 patients. Of the 67 samples, it was shown that the use of the antihypertensive nifedipine was more effective (cost effective) than the use of the antihypertensive methyldopa in 2016-2018 at H. Abdul Manap Hospital, Jambi City. Judging from the ACER value in 2016-2018, nifedipine has a lower ACER value, namely in 2016 Rp. 6,948, in 2017 Rp. 7,035, and in 2018 Rp. 8,572.
Evaluasi Jamu untuk Terapi Komplementer pada Pasien COVID-19 di Kabupaten Bondowoso Siti Mudaliana; Rasmono Rasmono; Dyaninta Yudhiarini; Retno Indriatie; Selvy Anggraeni
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p09

Abstract

Banyaknya pasien covid-19 di Kabupaten Bondowoso menyebabkan dikeluarkannya edaran tentang pemanfaatan kearifan lokal untuk membantu mengatasinya. P4TO Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso kemudian mengeluarkan ramuan jamu sebagai terapi komplementer untuk pasien covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas jamu yang digunakan pada terapi komplementer tersebut. Untuk pengujian kualitas dilakukan uji organoleptis, kadar air, kandungan fitokimia, kadar antioksidan, pemeriksaan cemaran mikroba, dan aktivitas antibakteri dari ramuan jamu yang terdiri dari temu mangga, rosela, kayu manis, secang, dan pandan suji. Hasil pengujian menunjukkan konsistensi organoleptis, sedangkan kadar air di atas nilai yang dipersyaratkan, yaitu ?10%. Pengujian kandungan fitokimia secara kuantitatif menunjukkan jamu tersebut mengandung flavonoid dan alkaloid, dengan total flavonoid, total fenol, dan nilai IC50 hasil uji DPPH berturut-turut adalah 1,86; 31,26 mg/gram dan 8,57 ppm. Untuk pengujian mikrobiologi diketahui tidak ada cemaran mikroba yang berarti. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan tidak ada aktivitas antibakteri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa “jamu anti-corona” yang digunakan sebagai terapi komplementer di Kabupaten Bondowoso secara kualitas bagus dan memiliki nilai antioksidan yang tinggi.
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Dan Akar Singawalang (Petiveria alliaceae) Terhadap Penghambatan Tirosinase Munawarohthus Sholikha; Nur M, R.; Mahfudza, A.R.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p14

Abstract

Tirosinase merupakan salah satu enzim yang berperan dalam pembentukan pigmen kulit dari seseorang karena terlibat dalam proses melanogenesis. Tirosinase sangat berperan terhadap proses depigmentasi kulit, terdapat beberapa upaya untuk menghambat proses depigmentasi kulit salah satunya dengan menghambat tirosinase. Penelitian pada daun dan akar singawalang (Petiveria alliacea) dilakukan untuk mengetahui adanya potensi sebagai inhibitor tirosinase. Ekstrak daun dan akar singawalang dimaserasi dengan etanol, kemudian dilakukan uji identifikasi metabolit sekunder. Ekstrak daun singawalang mengandung alkaloid, tanin dan terpenoid sedangkan ekstrak akar singawalang mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan terpenoid. Aktivitas penghambatan tirosinase menggunakan teknik microplate reader ELISA pada panjang gelombang 492 nm. Pengujian dilakukan terhadap asam kojat sebagai pembanding dan L-DOPA sebagai substrat. Hasil uji aktivitas penghambatan tirosinase ekstrak daun singawalang, akar singawalang dan asam kojat, berturut-turut IC50 sebesar 9,817 mg/mL, 4,987 mg/mL dan 0,092 mg/mL.
Evaluasi Kadar Gula Darah Pasien Berdasarkan Kajian Usia dan Komplikasi Penyakit pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2 di Puskesmas Jetis 1 Bantul Periode September–November 2019 Caesar Bagus Reyaldi; Akrom -; Susan Fitria Candradewi
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p04

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease which causes blood sugar levels increase. Increasing age affects performance of body organs function against insulin which leads to fluctuations in blood sugar. Decreased performance of body functions affects balance of other body functions which can cause complications. The research objective was to determine and evaluate blood sugar levels based on age and disease complications. The research design used was analytic observational research. Data were collected retrospectively from September - November 2019. Univariate analysis is used to analyze basic characteristics of research variables. Bivariate analysis was used to determine differences in patient blood sugar based on age and disease complications. The statistical test used is the Kruskal Wallis test. The results showed blood sugar levels based on the age obtained is 0.289; 0,242; 0,150; 0,658; 0,557; 0.711 (p > 0.05); 0.040 (p<0.05). Test results based on disease complications were 0.317; 0.626; 0.121; 0.932; 0.658; 0.214; 0.104 (p > 0.05).The conclusion is there is no significant difference in blood sugar levels of patients based on age and complications of the disease in the period September 2019 – November 2019. Diabetes mellitus patients had controlled blood sugar levels based on age and disease complications
Antihyperuricemia Activity of the Ethyl Acetate Fraction of Bilimbi Leaves (Averrhoa bilimbi L.) Fitra Fauziah; Ifora Ifora; Silvi Karlila Sari
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p10

Abstract

Hyperuricemia is a condition where there is an increase in uric acid levels above normal. An increase in the number of leukocytes is also a biological marker of hyperuricemia. The leaves of bilimbi (Averrhoa bilimbi L.) are one of the traditional medicinal plants which contain alkaloids, tannins, steroids, and flavonoid compounds. Flavonoid compounds are thought to inhibit the formation of uric acid in the body. This study investigates the antihyperuricemia activity of the ethyl acetate fraction of bilimbi leaves. The animals were male white mice grouped into six groups: the normal group, negative control, positive control (allopurinol), and the group was given the ethyl acetate fraction of bilimbi leaves at doses of 100, 200, and 400 mg/kg BW. Hyperuricemia induction is by giving high-purine diets and potassium oxonate. The results showed that the variation of the ethyl acetate fraction of bilimbi leaves significantly reduce uric acid levels and the number of leukocyte cells (sig <0.05). Giving ethyl acetate fraction at a dose of 400 mg/kg BW showed the best reduction in uric acid and leukocyte levels.
Korelasi Tingkat Kepatuhan Konsumsi Obat Antiepilepsi Menggunakan Kuesioner MGLS (Morisky, Green, Levine Adherence Scale) dengan Frekwensi Kejang Pasien Epilepsi Iin Ernawati; Wardah Rahmatul Islamiyah
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p02

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit gangguan kronis pada otak yang tidak menular yang dapat mempengaruhi orang dari segala usia. OAE (obat antiepilepsi) merupakan terapi utama kebanyakan pasien epilepsi dengan tujuan keseluruhan adalah secara menyeluruh untuk mencegah terjadinya kejang tanpa menyebabkan efek samping. Salah satu ukuran manajemen terapi obat pada penyakit epilepsi adalah menurunnya/hilangnya kejang, sehingga frekwensi kejang menjadi salah satu ukuran pencapaian end outcome. Penelitian ini merupakan penelitian observasional cross sectional yang dilakukan pada pasien epilepsi rawat jalan poli syaraf Rumah Sakit Universitas Airlangga, yang bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan menggunakan obat antiepilepsi dengan kejadian kejang pada pasien epilepsi. Tingkat kepatuhan konsumsi OAE pada penelitian ini menggunakan kuesioner MGLS (Morisky, Green, Levine adherence Scale). Tingkat kepatuhan berdasarkan kuesioner MGLS dibagi menjadi 3 tingkatan diantaranya patuh rendah, menengah atau sedang dan patuh tinggi. Kejadian kejang pada pasien epilepsi yang diamati adalah ada atau tidaknya kejang selama sebulan terakhir, yang datanya diperoleh dari wawancara pasien atau keluarganya serta dari diary seizure. Hasil penelitian dari 40 responden diketahui terdapat korelasi positif sedang antara tingkat kepatuhan yang diukur menggunakan kuesioner MGLS yang mayoritas patuh sedang dengan adanya kejadian kejang pada pasien epilepsi (r = 0,423 dengan nilai p = 0,006 <0,05).
Aktivitas Sitotoksik dan Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Jamur Endofitik Colletotrichum gloeosporioides Riga Riga; Euis Holisotan Hakim
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 2, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i02.p15

Abstract

Artocarpus heterophyllus merupakan salah satu tumbuhan yang dilaporkan menghasilkan beragam senyawa yang bersifat sitotoksik dan antibakteri. Selain melakukan studi kimia terhadap tumbuhan alaminya, eksplorasi terkait kajian fitokimia tumbuhan ini dapat dilakukan terhadap jamur endofitik yang berkolonisasi dengan tumbuhan A. heterophyllus. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji aktivitas antibakteri dan sitotoksik ekstrak EtOAC jamur endofitik yang berkolonisasi dengan daun A. heterophyllus. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari inokulasi, sub-kultur, kultivasi jamur endofitik yang dilanjutkan dengan ekstraksi, uji aktivitas biologi dan uji kandungan kimia dari ekstrak etil asetat jamur Colletotrichum gloeosporioides yang diisolasi dari daun A. heterophyllus. Hasil uji sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak EtOAc jamur bersifat aktif terhadap sel murin leukemia P-388 dengan nilai IC50 18,97 µg/mL. Hasil uji antibakteri juga menunjukkan bahwa ekstrak EtOAc mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan keempat bakteri uji dengan rentang zona hambat 4,3 – 14,3 mm. Untuk infomasi bagi kita semua bahwa penelitian terkait kajian sifat antibakteri dan sitotoksik dari jamur yang hidup pada daun A. heterophyllus baru pertama kali dilakukan pada kesempatan ini.