cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
ISSN : -     EISSN : 2502471X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan (Education Journal: Theory, Research, and Development) is an electronic journal focuses on a scientific article concerning education issues in general published by Graduate School of Universitas Negeri Malang since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 1,938 Documents
KESANTUNAN TUTURAN DIREKTIF DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI SMA Mardiyah Putri Astuti; Widodo HS; Sunoto Sunoto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.3, Maret 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.276 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i3.8718

Abstract

Politeness speech in learning interactions in the classroom tend to be effected through a directive speech. Assessment of form directive speech made by using a guide to the theory and analysis based on speech act theory directive Bach and Harnish. This study aims to determine the form of politeness directive in an interaction study in SMA 1 Batu. Forms directive speech in learning interactions are marked with (1) directive requests, (2) directive question, (3) directive command, (4) The prohibition directive, (5) directive licensing, and (6) the directive advice. The results of the analysis of the forms of speech directive shows that teachers do politeness predominantly through commands, prohibitions, permissions, and advice, while the shape of the directive utterances made by teachers and students to consider cultural aspects.Kesantunan tuturan dalam interaksi pembelajaran di dalam kelas cenderung dilakukan melalui bentuk tuturan direktif. Pengkajian terhadap bentuk tuturan direktif dilakukan dengan mengggunakan teori dan panduan analisis berdasarkan teori tindak tutur direktif Bach dan Harnish. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesantunan direktif dalam interaksi pembelajaran di SMA 1 Batu. Bentuk tuturan direktif dalam interaksi pembelajaran ditandai dengan (1) direktif permintaan, (2) direktif pertanyaan, (3) direktif perintah, (4) direktif larangan, (5) direktif pemberian izin, dan (6) direktif nasihat. Hasil analisis mengenai bentuk tuturan direktif menunjukkan bahwa guru melakukan kesantunan secara dominan melalui perintah, larangan, izin, dan nasihat, sedangkan bentuk tuturan direktif dilakukan oleh guru dan siswa dengan mempertimbangkan aspek budaya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SERVICE-LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SMA Ardani Ardani; Sugeng Utaya; Budijanto Budijanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.11, Nopember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.692 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i11.7977

Abstract

The objective of this research is to find out whether Service-Learning Model influences to students’learning achievement result. This is a quasi experiment Pretest-Posttest Control Group Design. The research is conducted on SMA Negeri 5 Malang where XI-IPS 2 as the experimental group and XI-IPS 1 as the control group. The students’ achievement result is used as the data of reseach. They are analyzed by comparing the gain score of students’ learning achievment result through SPSS 17.0 windows program. The result of the research shows that the Service-Learning Model has influence to students’ learning achievement result.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Service-Learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 5 Malang. Kelas eksperimen ialah kelas XI-IPS 2 dan kelas kontrol ialah kelas XI-IPS 1. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan membandingkan gain score hasil belajar siswa menggunakan bantuan program SPSS 17.0 For Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Service-Learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
PENGARUH GUIDED INQUIRY-BLENDED LEARNING TERHADAP LITERASI SAINS MAHASISWA BIOLOGI Widi Cahya Adi; Hadi Suwono; Endang Suarsini
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 10: Oktober 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.955 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i10.10084

Abstract

Scientific literacy is important to be prepared for the younger generation to solve problems in life. Guided inquiry (GI) is strategy that can be used to improve scientific literacy. Blended learning can be integrated in GI (GI-BL), to improve the effectiveness of learning. The purpose of this study is to analyze the effect of GI-BL to improve scientific literacy of biology students when compared with Structured Inquiry (SI). The results show that GI-BL and SI-BL have significant influence in increasing the scientific literacy compared to SI. GI-BL is more effective in improving validate literature skill, designing scientific research, and fundamental statistic capabilities.Literasi sains penting untuk dipersiapkan bagi generasi muda agar dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupan. Guided inquiry (GI) merupakan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi sains. Blended learning dapat diintegrasikan pada GI (GI-BL) untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh GI-BL terhadap literasi sains mahasiswa biologi jika dibandingkan dengan strategi Structured Inquiry (SI) Hasil menunjukkan GI-BL dan SI-BL memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan literasi sains jika dibandingkan SI. GI-BL lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan memvalidasi literatur, mendesain penelitian ilmiah, dan kemampuan dasar statistik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Yusnia Nurrohmi; Sugeng Utaya; Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 10: Oktober 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.237 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i10.10062

Abstract

Critical thinking skills needed for students to accomplish the tasks of lecturing and writing scientific papers. This study aims to determine the effect of the learning model of Discovery Learning on students' critical thinking skills. This study uses a quasi-experiment conducted in the Department of Geography Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Subjects who used that force students geography 2016/2017 were 72 students in two classes that are homogeneous. The data collection technique using essay test questions critical thinking skills. Analysis of data using the t test. Results of data analysis obtained that the Sig. (2-tailed) was 0.000 <0.05 so that there is significant influence learning model Discovery Learning on students' critical thinking skills.Kemampuan berpikir kritis diperlukan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan dan menulis karya tulis ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimen yang dilakukan di Jurusan Ilmu Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Subjek yang digunakan yaitu mahasiswa ilmu geografi angkatan 2016/ 2017 sebanyak 72 mahasiswa pada dua kelas yang bersifat homogen. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes esai kemampuan berpikir kritis. Analisis data menggunakan Uji t. Hasil analisis data diperolah bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Pengaruh Gender terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran Biologi Suprapto Suprapto; Siti Zubaidah; Aloysius Duran Corebima
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 3: MARET 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.676 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i3.10642

Abstract

This study aims to determine the effect of gender on the creative thinking skills of senior high school students on Biology learning. The research design used is quantitative research. The population is all students of class XI IPA in SMA Negeri 1 Babat and SMA Negeri 1 Kedungpring, Lamongan District. The sample is the students of class XI IPA-6, XI IPA-7 SMA Negeri 1 Babat and XI IPA-1, XI IPA-5 SMA Negeri 1 Kedungpring consisting of 51 male students and 77 female students. Based on data analysis result with single anakova test obtained F count the influence of gender to creative thinking skill of student is equal to 3,026 with p-count 0,084 > 0,05. These results indicate that H1 which reads that there is gender difference to students 'creative thinking skill is rejected, so it can be concluded that gender has no effect on students' creative thinking skill.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa SMA pada pembelajaran Biologi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Babat dan SMA Negeri 1 Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Sampel adalah siswa kelas XI IPA-6, XI IPA-7 SMA Negeri 1 Babat dan XI IPA-1, XI IPA-5 SMA Negeri 1 Kedungpring yang terdiri atas 51 siswa laki-laki dan 77 siswa perempuan. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji anakova tunggal diperoleh F hitung pengaruh gender terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa sebesar 3,026 dengan p-hitung 0,084 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa H1 yang berbunyi ada perbedaan gender terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa ditolak, sehingga dapat disimpulkan gender tidak berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa.
Pelaksanaan Scaffolding untuk Mengatasi Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah PtLSV Pradina Parameswari; Tjang Daniel Chandra; Susiswo Susiswo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 5: MEI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.849 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i5.11091

Abstract

Abstract: The activity of finding answers to mathematics problems is not easy. Most of MTs Attaraqqie Malang’s students have difficulties when solve PtLSV problems. Students can’t transform narrative texts to mathematics sentence so that they are hard to find the right answer. Therefore, the researchers do a study that aims to describe the form of student difficulties in solving PtLSV problems and the implementation of scaffolding. This research is a qualitative-descriptive research. The research was conducted in MTs Attaraqqie Malang which was attended by 28 students of class VII. The PtLSV problem is given as many as three items. Three research subjects were selected from diagnostic tests, interviews, and mathematics teacher suggestions. The results showed that students: (1) difficulty of understanding the problem (can’t write down the information that was known and asked the question correctly) so assisted by scaffolding level 2 explaining and reviewing; (2) difficulty of devising a plan (can not determine the initial step and the right concept in solving the problem) and assisted by scaffolding level 1 environmental provision and level 2 reviewing; (3) difficulty of carrying out the plan (unable writing mathematical model according to the problem, not using the correct concept, and can not do systematic calculation so that the final result obtained is wrong) and assisted by scaffolding level 2 that is reviewing and restructuring and level 3 is developing conceptual thinking; (4) difficulty of looking back (not checking the truth of answers and difficult to interpreting answers) and assisted by scaffolding level 2 reviewing and level 3 developing conceptual thinking.Abstrak: Kegiatan menemukan jawaban dari permasalahan matematika tidaklah mudah. Sebagian besar siswa MTs Attaraqqie Malang kesulitan ketika menyelesaikan masalah PtLSV. Siswa tidak dapat mengubah teks naratif ke bentuk kalimat matematika sehingga mereka kesulitan untuk menemukan jawaban benar. Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah PtLSV dan pelaksanaan scaffoldingnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Penelitian dilaksanakan di MTs Attaraqqie Malang yang diikuti oleh 28 siswa kelas VII. Masalah PtLSV diberikan sebanyak tiga item. Tiga subjek penelitian dipilih dari tes diagnostik, wawancara, dan saran guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa (1) kesulitan memahami masalah (tidak dapat menuliskan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal dengan benar) sehingga dibantu dengan scaffolding level 2 yaitu explaining dan reviewing; (2) kesulitan menyusun rencana (tidak dapat menentukan langkah awal dan konsep yang tepat dalam menyelesaikan masalah) dan dibantu dengan scaffolding level 1 environmental provision dan level 2 reviewing; (3) kesulitan melaksanakan rencana (tidak menuliskan model matematika yang sesuai masalah, tidak menggunakan konsep yang benar, dan tidak dapat melakukan perhitungan yang sistematis sehingga hasil akhir yang diperoleh salah) sehingga diatasi dengan scaffolding level 2, yaitu reviewing dan restructuring serta level 3, yaitu developing conceptual thinking; (4) kesulitan memeriksa kembali (tidak mengecek kebenaran jawaban dan kesulitan menginterpretasi jawaban) dibantu dengan scaffolding level 2 reviewing dan level 3 yaitu developing conceptual thinking.
PENGEMBANGAN MEDIA PENYULUHAN BERUPA BUKU PINTAR TUMBUHAN OBAT Hajmia Guswika; Suhadi Suhadi; Sri Endah Indriwati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 12: Desember 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.408 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i12.10285

Abstract

This development research aims to produce a product in the form a book of medicinal plants as a media  for counseling in Ngadas village community to increase knowledge society about local potential surrounding. The research method used is research and development, from ADDIE (2009). The development stages of the ADDIE model consist of  (1) Analize, (2) Design, (3) Develop, (4) Implementation, and (5) Evaluate. The results of the review of the material experts received an average score of 100% stating that smartbook of medicinal plants in content, presentation and language have been eligible to be used as a media counseling to increase knowledge of society Ngadas with very good criteria. The results of the review of media learning experts got an average score of 95.43% which indicates the category is very high so that the smartbooks of medicinal plants from the aspect of size and overall design worthy to be used as an extension media to increase knowledge Ngadas people. Small group test results got an average score of 95.5% indicating that the smart book of medicinal plants has a good qualification, attractive appearance, easy to understand and feasible to use.Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa buku pintar tumbuhan obat sebagai media untuk penyuluhan di masyarakat desa Ngadas untuk menambah pengetahuan masyarakat terhadap potensi lokal sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development), dari ADDIE (2009). Tahapan pengembangan dari model ADDIE  terdiri atas (1) Analyze, (2) Design,  (3) Develop, (4) Implementation, (5) Evaluate. Hasil review dari ahli materi mendapat rata-rata skor 100% yang menyatakan bahwa buku pintar tumbuhan obat secara isi, penyajian dan bahasa telah layak digunakan sebagai media penyuluhan untuk menambah pengetahuan masyarakat Ngadas dengan kriteria sangat baik. Hasil review ahli media pembelajaran mendapat rata-rata skor 95.43% yang menunjukkan kategori sangat tinggi sehingga buku pintar tumbuhan obat dari aspek ukuran dan desain keseluruhan layak digunakan sebagai media penyuluhan untuk menambah pengetahuan masyarakat Ngadas. Hasil uji kelompok kecil mendapat rata-rata skor 95.5% menunjukkan bahwa buku pintar tumbuhan obat memiliki kualifikasi yang baik, tampilan yang menarik, mudah dipahami, dan layak digunakan.
Penalaran Kreatif Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) Wildan Hakim; I Made Sulandra; Erry Hidayanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 5: MEI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.831 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i5.11067

Abstract

Abstract: This study aims to describe the creative reasoning of junior high school students in solving the SPLDV problem. The description is based on four indicators. There are novelty, flexibility, plausibility, and mathematical foundation. This research is an explorative research with qualitative approach. This research was conducted on the students of class VIII-C SMP 13 Malang. Subsequently two research subjects were selected that satisfy all the indicators of creative reasoning and also considered the advice of the mathematics teacher. The results of the research that the subjects of S1 and S2 study using creative reasoning in solving the SPLDV problem, S1 and S2 satisfy all the creative reasoning indicators. There are (1) Novelty, S1 and S2 provide a unique strategy different from the standard strategy has been studied (elimination and substitution), which sum two known equations, to obtain an answer. (2) Flexibility, S1 and S2 completed SPLDV with different strategies. S1 and S2 using the method of elimination, mixed methods (elimination and substitution), as well as a unique method that is by summing two known linear equations. (3) Plausibility, S1 and S2 can provide arguments well. namely to provide a logical reason at each stage of completion. But at number 2, S2 uses intuitive intention, the idea that emerges as a guess and test strategy in making decisions based on feeling and intrinsic that produce spontaneous answers. (4) Mathematical foundation, S1 and S2 use the properties of algebraic operations well in completing the given SPLDV. There are operation of addition, subtraction and simplification.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran kreatif  siswa SMP dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV). Pendeskripsian tersebut menggunakan empat indikator, yaitu kebaruan (novelty), fleksibilitas (flexibility), hal yang masuk akal (plausibility) dan dasar matematis (mathematical foundation). Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII-C SMP 13 Malang. Selanjutnya, dipilih dua subjek penelitian yang memenuhi semua indikator penalaran kreatif dan juga mempertimbangkan saran dari guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan subjek penelitian S1 dan S2 memenuhi semua indikator penalaran kreatif, yaitu (1) Kebaruan (novelty), S1 dan S2 memberikan strategi penyelesaian unik (baru) yang berbeda dengan strategi penyelesaian standart yang telah dipelajari. S1 dan S2 menggunakan strategi menjumlahkan 2 persamaan yang diketahui. (2) Fleksibilitas (flexibility), S1 dan S2 dapat menyelesaikan SPLDV dengan tiga strategi. S1 dan S2 menggunakan metode eliminasi, metode campuran (eliminasi dan subtitusi), serta metode yang unik (baru) (3) Hal yang masuk akal (plausibility), S1 dan S2 memberikan argumen dengan baik. S1 dan S2 dapat memberikan alasan logis pada setiap tahap  penyelesain. Namun, pada nomor 2, S2 menggunakan intuitif intensi yaitu ide yang muncul sebagai strategi guess and test dalam membuat keputusan berdasarkan feeling dan intrinsik yang menghasilkan jawaban spontan. (4) Dasar Matematis (mathematical foundation), S1 dan S2 menggunakan sifat-sifat operasi aljabar dengan baik dalam menyelesaikan SPLDV yang diberikan, yaitu operasi penjumlahan, pengurangan, dan penyederhanaan.
ANALISIS KESALAHAN DAN SCAFFOLDING SISWA BERKEMAMPUAN RENDAH DALAM MENYELESAIKAN OPERASI TAMBAH DAN KURANG BILANGAN BULAT Lailatul Badriyah; Abdur Rahman As’ari; Hery Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.1, Januari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.48 KB) | DOI: 10.17977/jp.v2i1.8403

Abstract

This study aims to find out the error made by the low achievement students in completing the operation of adding and subtracting integers as well as scaffolding to help studenst correct thire errors. Researchers gave 7 items about integer arithmetic operations to 20 students of class VIII. The errors contained in the low achievement student worksheets were then analyzed and used as the basis for on-to-one scaffolding. The results showed that the pattern of students' error in completing the operation of adding and subtracting integers is that they neglect the minus sign in the negative numbers. Scaffolding to help the low ability students improve their knowledge and fix their errors in completing the the operation of adding and subtracting integers are the level 2 (Reviewing and Restructuring), and level 3 (Making Connection) scaffolding.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan operasi tambah dan kurang bilangan bulat serta scaffolding yang dapat membantu siswa memperbaiki kesalahan tersebut. Peneliti memberikan 7 butir soal operasi hitung bilangan bulat kepada 20 siswa kelas VIII. Kesalahahan yang terdapat pada lembar kerja siswa berkemampuan rendah dianalisis dan digunakan sebagai dasar pemberian on-to-one scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kesalahan siswa dalam menyelesaikan operasi kurang bilangan bulat adalah pengabaian lambang minus pada bilangan negatif. Sescaffolding yang dapat membantu siswa berkemampuan rendah meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki kesalahan dalam menyelesaikan operasi tambah dan kurang bilangan bulat adalah scaffolding level 2 reviewing dan restructuring dan level 3 (Making Connections).
Relevansi Nilai Sosial dalam Antologi Puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia Karya Taufik Ismail dengan Muatan Isi Kurikulum 2013 Anton Susilo; Yuni Pratiwi; Sunoto Sunoto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 1: JANUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.991 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i1.10375

Abstract

This study aims to describe social values based on religious, family, education and relevance to content content contained in the curriculum 2013. This research uses descriptive qualitative methods. The findings of social value research based on religious, family and educational attributes concerning the spiritual social values associated with a human belief in God YME, vital social values, concerning the function of affection or affection, and the latent function of educational institutions related to maintaining social integration. Then the relevance to the content content in the curriculum 2013, related to KI, KD, and Indicators contained in the learning of SMP class VIII.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai sosial berdasarkan pranata agama, keluarga, pendidikan, dan relevansinya dengan muatan isi yang terdapat dalam kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan penelitian nilai sosial berdasarkan pranata agama, keluarga dan pendidikan menyangkut nilai sosial kerohanian yang berkaitan dengan sebuah keyakinan manusia terhadap Tuhan YME, nilai sosial vital, menyangkut fungsi afeksi atau kasih sayang, dan fungsi laten lembaga pendidikan yang berkaitan dengan memelihara integrasi sosial. Kemudian relevansinya dengan muatan isi pada kurikulum 2013, berkaitan dengan KI, KD, dan Indikator yang terdapat pada pembelajaran SMP kelas VIII.

Page 63 of 194 | Total Record : 1938


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 8: AUGUST 2025 VOL 10, NO 7: JULY 2025 Vol 10, No 4: APRIL 2025 Vol 10, No 3: MARCH 2025 Vol 10, No 2: FEBRUARY 2025 Vol 10, No 1: JANUARY 2025 Vol 9, No 12: DECEMBER 2024 Vol 9, No 11: NOVEMBER 2024 Vol 9, No 10: OCTOBER 2024 Vol 9, No 9: SEPTEMBER 2024 Vol 9, No 8: AUGUST 2024 Vol 9, No 7: JULY 2024 Vol 9, No 6: JUNE 2024 Vol 9, No 5: MAY 2024 Vol 9, No 4: APRIL 2024 Vol 9, No 3: MARCH 2024 Vol 9, No 2: FEBRUARY 2024 Vol 9, No 1: JANUARY 2024 Vol 8, No 10: OCTOBER 2023 Vol 8, No 9: SEPTEMBER 2023 Vol 8, No 8: AUGUST 2023 Vol 8, No 7: JULY 2023 Vol 8, No 6: JUNE 2023 Vol 8, No 5: MAY 2023 Vol 8, No 4: APRIL 2023 Vol 8, No 3: MARCH 2023 Vol 8, No 2: FEBRUARY 2023 Vol 8, No 1: JANUARI 2023 Vol 7, No 12: DECEMBER 2022 Vol 7, No 11: NOVEMBER 2022 Vol 7, No 10: OKTOBER 2022 Vol 7, No 9: SEPTEMBER 2022 Vol 7, No 8: AGUSTUS 2022 Vol 7, No 7: JULI 2022 Vol 7, No 6: JUNI 2022 Vol 7, No 5: MAY 2022 Vol 7, No 4: APRIL 2022 Vol 7, No 3: MARET 2022 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2022 Vol 7, No 1: JANUARI 2022 Vol 6, No 12: DESEMBER 2021 Vol 6, No 11: NOVEMBER 2021 Vol 6, No 10: OKTOBER 2021 Vol 6, No 9: SEPTEMBER 2021 Vol 6, No 8: AGUSTUS 2021 Vol 6, No 7: JULI 2021 Vol 6, No 6: JUNI 2021 Vol 6, No 5: MEI 2021 Vol 6, No 4: APRIL 2021 Vol 6, No 3: MARET 2021 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2021 Vol 6, No 1: JANUARI 2021 Vol 5, No 12: DESEMBER 2020 Vol 5, No 11: NOVEMBER 2020 Vol 5, No 10: OKTOBER 2020 Vol 5, No 9: SEPTEMBER 2020 Vol 5, No 8: AGUSTUS 2020 Vol 5, No 7: JULI 2020 Vol 5, No 6: JUNI 2020 Vol 5, No 5: MEI 2020 Vol 5, No 4: APRIL 2020 Vol 5, No 3: MARET 2020 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2020 Vol 5, No 1: JANUARI 2020 Vol 4, No 12: DESEMBER 2019 Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019 Vol 4, No 10: Oktober 2019 Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019 Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019 Vol 4, No 7: JULI 2019 Vol 4, No 6: JUNI 2019 Vol 4, No 5: MEI 2019 Vol 4, No 4: APRIL 2019 Vol 4, No 3: MARET 2019 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019 Vol 4, No 1: JANUARI 2019 Vol 3, No 12: DESEMBER 2018 Vol 3, No 12: DESEMBER 2018 Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018 Vol 3, No 10: OKTOBER 2018 Vol 3, No 10: OKTOBER 2018 Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018 Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018 Vol 3, No 8: AGUSTUS 2018 Vol 3, No 8: AGUSTUS 2018 Vol 3, No 7: JULI 2018 Vol 3, No 6: JUNI 2018 Vol 3, No 5: MEI 2018 Vol 3, No 4: APRIL 2018 Vol 3, No 3: MARET 2018 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2018 Vol 3, No 1: JANUARI 2018 Vol 3, No 1: JANUARI 2018 Vol 2, No 12: Desember 2017 Vol 2, No 11: November 2017 Vol 2, No 10: Oktober 2017 Vol 2, No 9: September 2017 Vol 2, No 8: AGUSTUS 2017 Vol 2, No 7: JULI 2017 Vol 2, No 6: Juni 2017 Vol 2, No 5: Mei 2017 Vol 2, No 4: April, 2017 Vol.2, No.3, Maret 2017 Vol.2, No.2, Februari 2017 Vol.2, No.1, Januari 2017 Vol.1, No.12, Desember 2016 Vol.1, No.11, Nopember 2016 Vol.1, No.10, Oktober 2016 Vol.1, No.9, September 2016 Vol.1, No.8, Agustus 2016 Vol.1, No.7, Juli 2016 Vol.1, No.6, Juni 2016 Vol.1, No.5, Mei 2016 Vol.1, No.4, April 2016 Vol.1, No.3, Maret 2016 Vol.1, No.2, Februari 2016 Vol.1, No.1, Januari 2016 More Issue