cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kimia Riset
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2017): Juni" : 10 Documents clear
Penentuan Kapasitas Adsorpsi Selulosa Terhadap Rhodamin B dalam Sistem Dinamis Asnawati Asnawati; Resty Rukmi Kharismaningrum; Novita Andarini
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.803 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.3553

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas adsorpsi selulosa, massa optimum dan pH optimum. Kapasitas adsorbsi ditentukan dengan sistem dinamis dengan kecepatan 1 mL/12 menit melalui kolom, diameter 8 mm mengandung selulosa. Metoda ini dibuat dengan menvariasikan massa adsorbent dan pH Rhodamine B. kapasitas adsorpsi selulosa ditentukan dengan menggunakan persamaan Thomas. kurva Breakthrough digunakan untuk mengetahui keefektifan kolom dalam mengadsorpsi Massa adsorben divariasikan sebesar 0,1; 0,2; dan 0,3 gram serta pH larutan influen divariasikan pada pH 5, 6 dan 7. Massa adsorben dan pH larutan influen dengan kapasitas adsorpsi paling optimum adalah massa 0,3 gram dan pH 7. Kapasitas adsorpsi selulosa terhadap Rhodamin B sebesar 5, 94 mg/g. Kata kunci: Adsorpsi, Rhodamin B, selulosa, sistem dinamis AbstractThis study is to determine the adsorption capacity of the cellulose to Rhodamine,  the mass optimum and pH optimum. Cellulose adsorption capacity is determined in a dynamic method with a flow rate of 1 mL/12 minutes through the column, diameter of 8 mm, containing cellulose. This method was made variations of the mass of adsorbent and the pH of the influent Rhodamine B solution. Determination of the adsorption capacity of cellulose in this study used the model equations Thomas. Breakthrough curves were used to determine the effectiveness of the column in which cellulose adsorb.  Mass adsorbent and the pH of the influent with the highest adsorption capacity is mass of 0.3 grams and pH 7. The adsorption capacity of cellulose to Rhodamine B is 5,94 mg/g Keywords: Adsorption, Rhodamine B, cellulose, dynamic system
Identification of Species and Fatty Acid Composition of Microalgae from Raas Beach Sendang Biru Malang and Their Potential as Biodiesel Feedstock Eli Hendrik Sanjaya; Alifah Novitasari; Parlan Parlan; Laurent Octaviana; Dermawan Afandy; Sitoresmi Prabaningtyas
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.015 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.4449

Abstract

Biodiesel is one of the best renewable energy made from triglycerides. Microalgae has a high lipid content include triglycerides, so it can be used as raw material for biodiesel production. Malang has many of beaches which are potent to become sources of microalgae, several beaches are surrounding Sendang Biru. The aims of this research were to identify the species of microalgae from Raas Beach Sendang Biru, determine their yield of lipid and fatty acid composition, and analyse their potential to became feedstock of biodiesel production. This research consists of five stages: identification of microalgae, cultivation, harvesting, determination of the yield of microalgae lipid by soxhlet extraction method, and analysis of the fatty acid composition of lipid by GC-MS. The results showed that the species of microalgae are dominated by Euglena sp and small amount of Gloeocapsa. The lipid yield of dried microalgae is 7.5% and the fatty acids composition are dodecanoic acid (1.6%), tetradecanoic acid (1.3%), hexadecanoic acid (16.6%), 9,12-octadecadienoic acid (25.2%), 9-octadecenoic acid (29.8%), and octadecanoic acid (6.7%). Based on this results, it can be concluded  that the microalgaes from Raas Beach Sendang Biru are potential to become biodiesel feedstock but it still need optimization.
EKSPLORASI GEN ENZIM LIPASE PADA TANAH PENGOLAHAN LIMBAH KELAPA SAWIT DENGAN PENDEKATAN METAGENOMIK Sri Sumarsih; Andre Pratama; Afaf Baktir
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.926 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.3687

Abstract

Abstrak            Enzim lipase merupakan bagian dari enzim hidrolase yang bekerja pada ikatan ester. Enzim ini juga mengkatalisis beberapa jenis reaksi sehingga merupakan enzim yang potensial diaplikasikan ke berbagai bidang seperti industri tekstil, kulit, deterjen, makanan, dan lain-lain. Salah satu cara mendapatkan enzim novel ialah dengan pendekatan secara metagenomik dari sampel lingkungan tanpa melalui kultur di dalam laboratorium. Sampel lingkungan yang biasa diteliti ialah memiliki keadaan ekstrem atau memiliki sumber substrat enzim yang ingin dieksplorasi. Pada penelitian ini dilakukan eksplorasi gen enzim lipase pada tanah hasil pengolahan limbah kelapa sawit (POME) melalui pendekatan metagenomik menggunakan desain primer degenerate untuk gen enzim lipase untuk golongan HSL. Didapatkan fragmen gen lipase yang memiliki ukuran 250-300 pasang basa dan dilakukan kloning ke dalam plasmid pET-30a(+) dengan sel inang E. coli TOP10 menghasilkan pustaka fragmen lipase limbah sawit (PFL2S) sebanyak 26 klon.  Kata kunci: Lipase, metagenomik, primer degenerate
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS Zn(II)-EDTA SEBAGAI SENAYAWA ANTIALGA PADA COOLING WATER INDUSTRI Harsasi Setyawati; Sri Sumarsih; Sevia Ayuningtyas
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.612 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.3689

Abstract

ABSTRACTA research on the synthesis and characterization of complex compounds of Zn (II)-EDTA as antialgae compound is applied to the cooling water industry. This research aims to determine the activity of complex compounds of Zn (II)-EDTA against algae that live in the water cooling water. The activity antialgae assay of comple compound of Zn(II)-EDTA with luminescence method and dry cell weight method. Complex compound of Zn (II)-EDTA made with mole ratio of ZnCl2: Na2EDTA is 1:1. Complex compound of Zn (II)-EDTA analyzed using UV-Vis spectrophotometer and FTIR spectrophotometer. The results of UV-Vis spectrophotometer analysis showed that the complex compounds of Zn (II)-EDTA has a maximum wavelength at 752 nm. While the results of FTIR analysis showed  Zn-O vibration absorption at wave number 478.35 cm-1 and Zn-N vibration absorption at wave number 516.92 cm-1. In the activity antialgae assay of complex compound of Zn (II)-EDTA made with a concentration of 5 ppm, 10 ppm, 50 ppm and 100 ppm. The test results showed that the activity of complex compounds of Zn (II) -EDTA can kill green algae and brown algae. Of the four concentrations of complex compounds of Zn (II)-EDTA, green algae and brown algae can be killed optimally at a concentration of 50 ppm.Keywords: complex Zn(II)-EDTA, cooling water, antialgae, green algae, brown                   algae 
Lactobacillus bulgaricus Sebagai Probiotik Guna Peningkatan Kualitas Ampas Tahu Untuk Pakan Cacing Tanah Purkan Purkan; Nur Nisdiyatul Laila; Sri Sumarsih
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.751 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.3688

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas protease dari probiotik Lactobacillus bulgaricus dan pengaruh probiotik Lactobacillus bulgaricus dalam fermentasi pakan ampas tahu untuk meningkatkan produktivitas cacing tanah. Metode yang digunakan untuk penentuan aktivitas protease dalam hidrolisis substrat kasein adalah metode Bradford. Dari hasil penelitian, probiotik Lactobacillus bulgaricus mengeluarkan protease selama 18 jam pertumbuhan, dengan aktivitas protease sebesar 131,04 U/mL. Probiotik Lactobacillus bulgaricus OD 0,6 dapat menghidrolisis protein ampas tahu sebesar 1,48 µg/mL dalam 12 jam fermentasi. Produktivitas cacing tanah mengalami peningkatan berat cacing tanah karena adanya pengaruh probiotik Lactobacillus bulgaricus pada pakan ampas tahu yang ditunjukkan dengan persen kenaikan berat cacing tanah sebesar 32,13%.Kata kunci: Probiotik, Lactobacillus bulgaricus, Enzim protease, Cacing tanah
EKSTRAK DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) SEBAGAI ANTIJAMUR TERHADAP JAMUR Candida albicans DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWANYA Dian Riana Ningsih; Zusfahair Zusfahair; Diyu Mantari
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.616 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.3690

Abstract

AbstrakCandida albicans adalah salah satu jamur yang dapat menyebabkan infeksi candidiasis. Salah satu bahan obat alami dari ekstrak tanaman yang berpotensi sebagai antijamur adalah ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur daun mangga terhadap C. albicans, penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan mengidentifikasi golongan senyawa kimia dari ekstrak tersebut yang berpotensi sebagai antijamur. Daun mangga diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol daun mangga yang dihasilkan dilakukan uji aktivitas antijamur terhadap C. albicans dengan menggunakan metode difusi. Setelah diketahui aktivitasnya, ekstrak metanol daun mangga kemudian ditentukan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan diuji kandungan metabolit sekundernya dengan uji fitokimia. Hasil ekstraksi daun mangga dengan pelarut metanol menghasilkan ekstrak metanol dengan rendemen 10,55% (b/b) dan menghasilkan aktivitas antijamur dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 1000 ppm dengan zona hambat 8,12 mm. KHTM ekstrak metanol daun mangga terhadap C. albicans yaitu pada konsentrasi 65 ppm dengan zona hambat sebesar 0,64 mm. Berdasarkan hasil uji fitokimia ekstrak metanol daun mangga menunjukkan adanya senyawa golongan alkaloid, flavonoid, stereoid, polifenol, tanin, dan saponin. Kata kunci : antijamur, Candida albicans, KHTM, Mangifera indica L. 
ADSORPSI METILEN BIRU PADA ABU LAYANG (FLY ASH) HASIL PEMBAKARAN CANGKANG SAWIT PADA BOILER PABRIK KELAPA SAWIT Deni Agus Triawan; Nesbah Nesbah; Dyah Fitriani
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.317 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.3011

Abstract

Telah dilakukan penelitian adsorpsi metilen biru pada adsorben abu layang (fly ash) hasil pembakaran cangkang sawit pada boiler. Adsorben abu layang terlebih dahulu dipersiapkan dengan aktivasi kimia menggunakan H3PO4 10% dan tanpa aktivasi sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi metilen biru pada abu layang tanpa aktivasi maupun dengan aktivasi  mengikuti model kinetika orde dua semu menurut Ho dengan nilai R2 sebesar 0,990 untuk adsorben tanpa aktivasi dan 0,996 untuk adsorben dengan aktivasi. Isotherm adsorpsi zat warna metilen biru pada abu layang mengikuti model isotherm menurut Freundlich dengan nilai R2 sebesar 0,988 (kapasitas adsorpsi 19,81 mg/g) untuk abu layang tanpa aktivasi dan sebesar 0,991 (kapasitas adsorpsi 60,11 mg/g) untuk abu layang dengan aktivasi.
Analisa Kualitas Madu (Keasaman, Kadar Air, dan Kadar Gula Pereduksi) Berdasarkan Perbedaan Suhu Penyimpanan Devyana Dyah Wulandari
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.849 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.3768

Abstract

Penyimpanan madu akan dapat mempengaruhi mutu. Suhu penyimpanan untuk madu yang terbaik adalah 36 – 38 o C dengan kelembaban 75 – 78 persen. Dengan cara ini madu dapat tahan 2 – 4 minggu lamanya tanpa banyak mengalami penurunan mutu. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kualitas madu nektar karet berdasarkan keasaman, kadar air, dan kadar gula pereduksi. Keasaman diukur menggunakan metode titrasi asam basa, kadar air diukur secara gravimetri, dan kadar gula pereduksi diukur dengan metode Luff Schrool. Madu suhu ruang memiliki kadar keasaman rata-rata 45 ml NaOH 0,1N/kg dan madu suhu dingin kadar keasaman rata-rata 32 ml NaOH 0,1N/kg. Kadar air madu suhu ruang rata-rata 28,595% dan kadar air madu suhu dingin rata-rata 27,112%. kadar gula pereduksi, madu suhu ruang memiliki kadar gula pereduksi sebesar 51,625%, sedangkan pada madu suhu dingin memiliki kadar gula pereduksi sebesar 62,5%.
Silika pada Togkol Jagung yang Dikarakterisasi Menggunakan Spektroskopi Infra Merah dan Difraksi Sinar-X Gladys Ayu Paramita Kusumah Wardhani
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.341 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.3542

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi silika pada tongkol jagung menggunakan HCl dengan variasi suhu perendaman. Silika yang diperoleh dikarakterisasi ikatan dan strukturnya menggunakan spektroskopi infra merah dan difraksi sinar-X. Silika dari serbuk tongkol jagung diperoleh dengan cara nontermal melalui perendaman dengan HCl pada suhu kamar dan suhu 60˚C selama 3 jam dan cara termal melalui pembakaran pada suhu 800˚C. Silika yang diperoleh dikarakterisasi ikatannya dan diperoleh  pita serapan karakteristik silika muncul pada bilangan gelombang 1101, 794, dan 468 cm-1. Struktur silika yang dikarakterisasi menggunakan difraktometer sinar-X menunjukkan fase amorf silika pada 2θ˚ = 21 - 25ᵒ dan mulai terbentuk fase kristalin pada 2θ˚ = 26ᵒ. Kata Kunci : silika dari tongkol jagung, spektra FT-IR, difraktogram XRD
Isolasi dan Identifikasi Minyak Atsiri dari Biji Tanaman Kapulaga (AmomumcaedamomumWilld) Lilis Rosmainar Tambunan
Jurnal Kimia Riset Vol. 2 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.646 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v2i1.4023

Abstract

Minyak atsiri disebut juga minyak eterisatau minyak yang mudah menguap banyak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, memilikisifatmudahmenguap, berbau khas sesuai dengan bau tanaman penghasilnya, getir, memabukkan, larut dalam larutan organic namun tidat larut dalam air. Minyak atsiri dihasilkandari bagian jaringan tanaman tertentu seperti akar, batang, kulit, daun, bunga, buah, ataubiji.Tanaman kapulaga (AmomumCardamomum) telah lama diusahakan dibeberapa daerah Indonesia. Kapulaga selama ini dikenal sebagai rempah untuk masakan.Biji kapulaga yang diambil dari tumbuhan sebelum buah masak benar dapat dimanfaatkan sebagai obat. Biji kapulaga mengandung terpineol, terpineolasetat, sineol, borneol, dankamfer yang berkhasiat mengencerkan dahak, memudahkan pengeluaran air dari perut, menghangatkan, membersihkandarah, menghilangkan rasa sakir, mengharumkan, stimulandanpemberi aroma.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan yang terkandung dalam minyak atsiri Biji Kapulaga dengan cara mengisolasi biji Kapulaga dengan menggunakan destilasi uap dan air. Rendemen minyakatsiri yang diperolehsebesar 0,76 % dan kemudian di identifikasi dengan menggunakan Spektroskopi IRdan GC-MS sehingga diperoleh senyawa alpha pinen, sabinen, beta pinen, sineol, 3-sikloheksen-1-metanol, 12-kloro-bisiklo, 9-oktadekenal, 9,12-asam oktadekadienoat, metil ester dari asam risinoleat, 4H-siklopentasiklookten-4-on.Kata kunci : kapulaga, amomumcardamomum, sineol

Page 1 of 1 | Total Record : 10