cover
Contact Name
Rina Yulianti
Contact Email
jipags@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipags@untirta.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Administrasi Publik Jl. Raya Jakarta Km. 4 Serang Banten, Kota Serang, 42117
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies)
ISSN : 25490435     EISSN : 25491431     DOI : dx.doi.org/10.31506/jipags
Core Subject : Science, Social,
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) merupakan jurnal ilmiah berkala yang mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang administrasi publik dan ilmu pemerintahan di Indonesia baik oleh peneliti Indonesia maupun peneliti asing.
Articles 143 Documents
COLLABORATIVE GOVERNANCE FOR LEGAL PROTECTION OF THE NANAS BIKANG BANGKA SELATAN GEOGRAPHICAL INDICATION: SYNERGY AMONG LOCAL GOVERNMENT, MPIG, AND COMMUNITY ACTORS Achmad Affandi; Rendi Saputrama; Prayuda Rizky Arfallah; Dwikki Ogi Dhaswara
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jipags.v10i1.37536

Abstract

This study examines the collaborative governance in the legal protection of the Geographical Indication (GI) of Nanas Bikang Bangka Selatan, with a particular focus on the synergy among the Local Government, the Geographical Indication Protection Society (MPIG), and local farming communities. A qualitative case study approach was employed to investigate institutional dynamics, stakeholder roles, and the effectiveness of GI implementation through interviews, field observations, document analysis, and data triangulation. The results indicate that the unique physicochemical characteristics of Nanas Bikang including a high water content of 82.95%, total sugar level of 13.70%, and vitamin C content of 98.58 mg/kg are shaped by the distinct agro-ecological conditions of South Bangka, such as an annual rainfall of approximately 2,513 mm, an average temperature of 27.2°C, and sandy loam soil that promotes sugar accumulation and fruit tenderness. Institutionally, the MPIG has established a formal structure, cultivation SOPs, product origin codes, and internal monitoring mechanisms as essential requirements for GI protection. However, challenges remain in strengthening farmers’ technical capacity, ensuring consistent quality control, and improving post-harvest infrastructure. This study contributes novelty by integrating detailed laboratory–agro-ecological data with a comprehensive analysis of multi-actor collaborative governance, offering a model that can be replicated for GI development in Indonesia. The findings emphasize that GI success depends not only on legal registration but also on the effectiveness of inter-institutional collaboration and the consistent application of quality standards throughout the value chain.
INFODEMICS PANDEMI COVID-19: STUDI PADA KELOMPOK WARGA LANJUT USIA DI KOTA SURAKARTA Asal Wahyuni Erlin Mulyadi; Rino Ardhian Nugroho; Priyanto Susiloadi; Kristina Setyowati; Herwan Parwiyanto; Is Hadri Utomo; Retno Suryawati; Alvian Rachmad Eko Purnomo
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jipags.v10i1.34958

Abstract

Infodemik selama pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan global, terutama bagi kelompok lanjut usia yang lebih rentan terhadap misinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak infodemik terhadap warga lanjut usia di Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara tertulis melalui pertanyaan terbuka (open-ended) yang disebarkan menggunakan google form. Metode ini dipilih karena pada saat penelitian ini berlangsung diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia mengalami kecemasan akibat paparan informasi yang berlebihan serta kesulitan dalam memilah informasi yang kredibel. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital dan tingginya ketergantungan pada sumber informasi yang kurang terpercaya, seperti grup WhatsApp dan media sosial. Hasi penelitian ini juga merekomendasikan penerapan pendekatan berbasis transparansi, partisipasi, dan kolaborasi dalam penanganan infodemik, termasuk peningkatan literasi digital bagi lansia serta optimalisasi peran pemerintah dalam penyediaan informasi yang akurat dan tepercaya. Dengan strategi yang tepat, dampak negatif infodemik dapat diminimalkan guna melindungi kesehatan mental dan kesejahteraan lansia.
STAKEHOLDER MAPPING DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI KOTA PADANG Kemala Fonna; Roni Ekha Putera; Muhammad Ichsan Kabullah
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jipags.v10i1.36674

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemetaan dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengembangan desa wisata di Kota Padang. Ketimpangan perkembangan antar desa disebabkan oleh belum meratanya pembentukan POKDARWIS dan koordinasi yang lemah sehingga pengelolaan menjadi kurang efektif dan tidak berkelanjutan. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Power-Interest Grid. Hasil menunjukkan Dinas Pariwisata Kota Padang sebagai key player dengan pengaruh dan kepentingan tinggi, BAPPEDA serta Dinas Koperasi dan UMKM sebagai context setters, dan POKDARWIS serta pelaku UMKM lokal sebagai subjects dengan kepentingan tinggi namun kekuasaan terbatas. Tidak aktifnya POKDARWIS di beberapa desa menghambat pengelolaan, sehingga diperlukan penguatan kelembagaan, koordinasi, dan kolaborasi untuk mewujudkan pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi kebijakan berupa perlunya penguatan kelembagaan POKDARWIS serta pengembangan mekanisme koordinasi lintas sektor berbasis posisi stakeholder guna meningkatkan efektivitas tata kelola dan keberlanjutan pengembangan desa wisata di Kota Padang.