cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
Urgensi Kearifan Lokal Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Ima Maisaroh; Ma'zumi Ma'zumi; Ratu Amalia Hayani
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah Negara Kepulauan, meliputi sekitar 13.667 pulau. Penduduk Indonesia pada tahun 2020 berkisar 270,20 juta jiwa dan meliputi sekitar 1.340 kearifan lokal suku bangsa. Sungguh kekayaan dan modal sosial budaya yang potensial untuk membangun manusia Indonesia berkarakter unggul. Kearifan lokal adalah kebiasaan, adat istiadat, sistem nilai, sekaligus identitas karakter yang merupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang masih kuat dianut masyarakat adat. Namun sayangnya kearifan lokal masih belum didayagunakan dengan optimal. Padahal dengan nilai-nilai luhur tersebut dapat “dibentuk” manusia Indonesia berkarakter unggul. Sektor pendidikan saat ini masih belum sesuai harapan karena masih belum mampu membentuk lulusan yang mencerminkan karakter dan budaya bangsa. Capaian proses pendidikan masih lebih terfokus pada ranah kognitif, sementara ranah afektif belum optimal dikembangkan. Sekolah sebagai lembaga peningkatan mutu SDM perlu lebih serius mengupayakan penguatan pendidikan karakter unggul yang selaras dengan kearifan local. Melalui penguatan pendidikan karakter yang berbasis, mendayagunakan dan menginternalisasi nilai-nilai kearifan lokal akan terwujud manusia Indonesia berkarakter unggul yang mampu beradaptasi dan bersaing dengan bangsa lain, serta kompatibel terhadap nilai-nilai universal dan perubahan jaman.
Penguatan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Salafiyah Turus Pandeglang Siti Muhibah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan pendidikan karakter menjadi semakin mendesak untuk diterapkan dalam lembaga pendidikan, mengingat krisis moral kini telah melanda dunia pendidikan tak terkecuali lembaga pendidikan Islam. Pondok pesantren Turus sebagai salahsatu pesantren salafiyah tertua di kabupaten Pandeglang memiliki peran penting dalam pembinaan karakter generasi muda masyarakat Pandeglang, sehingga lulusan pondok pesantren Turus banyak yang berhasil menjadi ulama, umara, guru dan dosen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penguatan pendidikan karakter yang diterapkan di pondok pesantren Turus serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yaitu untuk mengungkap fakta, data, dan fenomena yang terjadi dilapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan karakter di pondok pesantren Turus adalah: 1) Dengan melakukan pembiasaan shalat berjamaah, 2), Pembiasaan kultum ba’da sholat magrib, 3)Pembiasaan melakukan  nilai-nilai  luhur  Islam, 4) Perilaku  Kyai  sebagai central  figure, 5), Mengkaji kitab kuning dan menghafalnya. Adapun faktor pendukung adalah: 1) Sarana prasarana yang memadai, 2) figure kyai yang memberikan teladan, 3) Aturan yang tegas, 4) Pengawasan dari Ustadz/Ustadzah,  5) Adanya sanksi  yang tegas. Faktor penghambatny adalah: 1) Ada beberapa santri yang memiliki latarbelakang kurang baik, 2) Santri yang masih perlu beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Oleh karena itu perlu dimaksimalkan lagi penguatan pendidikan karakter kepada seluruh elemen yang ada di pondok pesantren agar dapat menciptakan generasi yang selain cerdas juga berkarakter
Mengantisipasi Gejala Fear of Missing Out (fomo) Terhadap Dampak Sosial Global 4.0 dan 5.0 Melalui Subjective Weel-Being dan Joy of Missing Out (JoMO) Taswiyah Taswiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase masyarakat industri 4.0 dan 5.0 mengandung persaingan yang semakin ketat. Era society digital, supra informasi cepat mendorong terjadinya pola fikir dan tindakan agar memiliki keunggulan kompetitif. FoMO berupa ketakutan perasaan "tertinggal" beraktivitas tertentu, perasaan cemas dan takut melewatkan hal baru. Rasa takut berkaitan pandangan orang lain lebih bahagia, menarik, sukses karena memiliki kehidupan/profesi yang lebih baik. Objek kajian mengantisipasi gejala FoMO terhadap dampak social global melalui subjective well-being dan JoMo. Tujuan untuk mengetahui: 1) dampak terburuk dari FoMO, 2) cara menyembuhkan FoMO, 3) apakah SWB dan JoMO dapat mengantisipasi gejala FoMO?. Menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi yang ada, upaya mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan kondisi yang ada. Hasil penelitian: mengetahui gejala dan dampak negatif FoMO  diantaranya pada finansial; Mengetahui akibat terburuk dari FoMO diantaranya; Overload informasi,  kesehatan mental terganggu, merasa kewalahan, takut, benci pada diri sendiri. Saran yang diberikan dalam mengantisipasi munculnya gejala FoMO melalui SWB dan JoMO fokus pada kelebihan diri sendiri, membatasi pemakaian social media, membangun koneksi, dan mengubah Persepsi.[NN1]  [NN1]Abstrak maksimal 170 kata
Penanaman Karakter Melalui Program Tadarus Dan Mentoring Lingkar Studi Pekanan (LSP) Untirta Rt Bai Rohimah; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian LPTQ Provinsi Banten, terkait kemampuan membaca Al Qur’an masyarakat yang masih memprihatinkan. Bahwa masih ada sekitar 76,72 persen masyarakat yang belum bisa membaca Al Qur’an secara lancar, bahkan 12 persen di antaranya sama sekali tidak bisa membaca atau buta aksara Al Qur’an. Ruang lingkup penelitian ini adalah mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat di Banten, yang dijadikan sampel. Penelitian ini adalah kualitatif dengan bentuk deskriptif. Pengolahan data dengan menggunakan model evaluasi CIPP, yang merupakan model evaluasi dengan mengacu terhadap context (konteks), input, process (proses), dan product (produk) evaluasi. Berdasarkan temuan hasil penelitian bahwa, mahasiswa memiliki karakteristik yang berbeda terkait kebutuhan akan program yang relevan, namun adanya program mentoring di kegiatan LSP dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa terbukti berdasarkan korelasi Pearson hasil penelitian menunjukkan pada skala 0,150 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara nilai di kelas dengan nilai di kegiatan mentoring LSP.
Strategi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Rika Nur Hibatul Azizah; Jakaria Jakaria
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan hal penting bagi individu untuk ditanamkan sejak kecil. Ketepatan dan tidaknya dalam penanaman pendidikan karakter yang akan menentukan hasilnya. Di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, dengan pembelajaran jarak jauh harus memiliki berbagai cara belajar yang tepat supaya dalam karakter tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam penanaman pendidikan karakter pada pembelajaran di masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka.
Character Education Based On The Quran Surat Al-Nahal Verse 125 Roimun Roimun; Iis Faridah; Sujai Sujai
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Qur'an is part of the guideline for human life, therefore, later it will deliver to Allah who created all living things and their contents. Education is the foundation for the nation's children who will humanize humans. Character is human nature that already exists in the human soul, but the character is affected by every situation if it is not directed as well as possible. Thus, character education in the Qur'an is a unified whole that is inherent in humans. Every behavior makes him influenced and controlled when that character always adheres to the teachings of Allah, namely the Al-Quran and Al-Hadith. education that will open children's character and part of the gate of knowledge, therefore, the starting point of the ocean of knowledge and values is that we teach the Koran and the value of character education to them, so that in the future they will become warriors of justice, community leaders and scientists. This research is focused on analyzing several research objects, which are books related to Character Education Based on Al-Quran Surat An-Nahal 125
Pendidikan Karakter Islami Perspektif Ahmad Tafsir Abdurrohim Abdurrohim; Iwan Ridwan; Ratu Amalia Hayani
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini menganalisis fenomena yang ada bahwa dekadensi moral sudah sangat memprihatinkan. Banyaknya kenakalan remaja, tawuran, kecurangan, dan penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini menganalisis pendidikan karakter Islami menurut seorang tokoh  pendidikan  Islam di Indonesia, yaitu Ahmad Tafsir dilihat dari sistem pendidikan yaitu;  tujuan, materi, metode, dan evaluasi.  Ahmad Tafsir memandang bahwa tujuan universal yang utama dari pendidikan karakter yakni dengan akhlak yang mulia melalui penanaman Pendidikan keimanan. Karena iman membentuk watak dan karakter yang kuat dalam membentuk generasi yang bermartabat. Materi yang disampaikan dalam pendidikan karakter adalah nilai-nilai universal yang menjadi titah dan ajaran  agama Islam, diantaranya adil, amanah, ihsan, jujur, kasih sayang, malu, memenuhi janji, menahan marah, menjaga kehormatan, pemaaf, sabar, santun, dan tawadlhu. Pemilihan metode mendidik untuk menumbuhkan karakter yang baik bagi peserta didik disesuaikan dengan fase-fase kehidupannya, dengan menerapkan Pendidikan keimanan untuk mencapai akhlak yang mulia sebagai karakter dalam kehidupannya. Komponen Evaluasi merupakan pengejawantahan dari tujuan pendidikan. Apakah tujuan pendidikan yang diharapkan telah tercapai. Jika tidak, dimanakah letak persoalannya,  apakah tujuan yang dirumuskan terlalu tinggi atau tidak,  mungkin teori yang disampaikan tidak sesuai dengan tingkat pendidikan para peserta didik,  atau metode yang disampaikan tidak relevan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Implikasi pendidikan  karakter terhadap pendidikan Islam yakni konsep pendidikan karakter yang diterapkan pada peserta didik harus mampu menumbuhkan generasi yang berkarakter, yang seluruh aspek kehidupannya; baik emosi, kognitif, kreatifitas, fisik, moral, dan spiritual terintegrasi dengan baik. Sesuai pijakan syariat Islam sehingga melahirkan akhlak mulia sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muhammmad sebagai teladan terbaik sepanjang zaman.
Sosiodrama “Ubrug” dalam Perspektif Budaya dan Ulayat Rahmawati Rahmawati; Nurbaniyah Nurbaniyah; Fatia Rizky Prawita; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa negara di dunia maupun beberapa suku di Indonesia terdapat drama sosial masyarakat yang menjadi tradisi lokal wilayah masing-masing.  Begitu juga di Banten terdapat kesenian khas berupa tradisi drama sosial turun temurun dipentaskan yaitu Ubrug. Tradisi drama Ubrug dipentaskan pada acara-acara sosial masyarakat di pentaskan selain menjalankan tradisi lokal masyarakat, tradisi ini juga bermanfaat menghibur para peserta acara yang hadir. Dari sudut pandang budaya, tradisi ini merupakan tradisi drama masyarakat yang disampaikan dengan tutur yang lugas dan santun diselingi humor atau candaan agar penikmat Ubrug terhibur dan tidak merasa bosan dalam mengikuti acara. Sementara dalam perspektif psikologi, adanya prasyarat pementasan Ubrug memiliki kesamaan dengan pementasan sosiodrama, yakni sebuah drama sosial yang digunakan dalam merefleksikan permasalahan yang ada di masyarakat. Sosiodrama “Ubrug” pada pementasannya terkandung unsur kebajikan berkaitan dengan pengikat kekerabatan sosial, percintaan, kesetiaan, humor, dan berbagai nilai-nilai moral lainya. selain itu pada pementasannya selain menampilkan bentuk permainan peran dengan tutur yang menyenangkan, menghibur, pementasan ini mampu membantu pemain (masyarakat yang mementaskan) dalam berlatih berkomunikasi dengan baik secara interpersonal, dan membangun efikasi dirinya. Keyword: sosiodrama, ubrug, komunikasi interpersonal, efikasi diri
Karakteristik Pemakmur Masjid Perspektif Syekh Nawawi Al-Bantany Ma'zumi Ma'zumi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pada penulisan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi karakter pemakmur masjid perspektif Syekh Nawawi Al-Bantany dalam Marah Labid Tafsir Nawawi – al-Tafsir Al-Munir. Identifikasi karakter tersebut penulis fokuskan pada penafsiran Syekh Nawawi Al-Bantany pada QS. Al-Taubah (9): 18. Artikel ini adalah hasil dari kajian literer (pustaka) tentang karakteristik pemakmur masjid. Secara kualitatif konseptual, penulisan artikel ini dimulai dengan mengumpulkan data (membaca dan mencatat), kemudian menidentifikasi, dan menyusunnya sesuai urutan pola berpikir, selanjutnya dilakukan analisis hingga sampai pada kesimpulan. Masalah penelitian ini adalah Apa takmir masjid? Apa bidang takmir masjid? dan apa karakteristik pemakmur masjid perspektif Syekh Nawawi Al-Bantany, dalam Marah Labid Tafsir Nawawi – al-Tafsir Al-Munir? Hasil penelitian: takmir masjid adalah mengfungsiperankan masjid lebih dari dharurinya; tamir masjid meliputi manifestasi nailai-nilai shalat dan zakat melalui masjid; dan karakteristik yang dinyatakan layak dan mampu memamkmurkan masjid, adalah orang yang memiliki visi menjadi pemenang, beruntung, dan selamat dunia dan akhirat; akuntable; memiliki visi membangun keshalihan umat; membangun kesalihan sosial ekonomi; dan tangguh, optimis, ikhlas.
Model of Religious Character Development in Islamic Boarding School Ratu Bai Rohimah; Lulu Tunjung Biru; Siti Muhibah; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research understand and describe the character of religious moderation developed and implemented by Pondok Pesantren Ar Rahmah Pandeglang Banten. The rise of government programs related to moderation has touched various fields of education, one of which is pesantren as a prototype or model of anti-radical education integrated into learning materials. This research is descriptive qualitative with research targets are clerics and students. Data were collected by interview and observation techniques, analyzed by data analysis techniques, data reduction, displayed for later conclusions and verification so that valid findings were obtained. It can be concluded from this research that pesantren has no doubt its role as a basis for inculcating moderate understanding to fulfill the characteristics of Muslims that have been mentioned in the Qur'an, namely ummatan wasathan. Moderation material is delivered through intensive teaching based on the turats book with the kyai as a role model. The attitude of knowing the history of the struggle of the kiai and santri to seize and fight for Indonesian independence, is able to foster a sense of patriotism and love for the homeland and inflame the spirit of jihad among the santri.