cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
OPTIMALISASI KOMPETENSI CALON TENAGA PENDIDIK MELALUI KEGIATAN AMALIYATU TADRIS (MICRO TEACHING) STUDI PADA SANTRI KELAS AKHIR DI PONDOK PESANTREN DAARUL ISHLAH Ratu Amalia Hayani; Abdurrohim Abdurrohim; Ida Farida
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah kegiatan yang kompleks dan membutuhkan keterampilan dan kompetensi yang bagus untuk mampu mewujudkan pendidikan dan pembelajaran yang sukses. Untuk memperoleh kompetensi pendidik professional maka tidak cukup hanya sebatas mempelajari dan menyampaikan pengetahuan tanpa memahamai metode dan perencanaan pembelajaran yang baik, hal ini dikarenakan peserta didik adalah sekelompok anak-anak belajar yang memiliki karakter dan kecerdasan yang berdinamika dan cara menyerap pembelajaran yang berbeda-beda. Hal ini menuntut kegiatan pendidikan mesti berjalan dinamis dan menyesuaikan atmosfer pendidikan yang berkembang sehingga pendidik perlu mengusai metode dan perencanaan yang beragam untuk mengupayakan tercapainya target pembelajaran. Hal ini pula menjadi problematika dan perhatian khusus untuk santri kelas akhir di pondok pesantren khususnya Pondok Pesantren berbasis Tarbiyyatul Mu’allmin Al-Islamiyyah (Pendidikan Guru-guru Agama Islam) yang sejatinya adalah calon pendidik di masa yang akan datang. Jika mereka memulai terjun ke dunia pendidikan tanpa adanya bekal pengalaman dan wawasan yang cukup terkait penyelenggaraan pembelajaran. Seorang pendidik mempunyai peran penting dalam mensukseskan pendidikan dan pembelajaran serta sangat berpengaruh dalam mengembangkan pembelajaran. oleh karena itu, penting untuk melakukan kegiatan Micro Teaching untuk calon pendidik dengan tujuan untuk melatih dan mengajarkan calon peserta didik semenjak dini tentang wawasan pendidikan dan pembelajaran serta memberikan wawasan tentang metode dan model pembelajaran yang perlu diterapkan kepada peserta didik yang berdinamika agar calon pendidik lebih mampu, lebih siap dan lebih berkompeten dalam menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran khususnya di lingkungan pendidikan berbasis pondok pesantren jika suatu saat dibutuhkan untuk menjadi pendidik.
MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD ISLAM TIRTAYASA KOTA SERANG Siti Muhibah; Ima Maisaroh
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara mengembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan agama Islam serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Islam Tirtayasa kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode  deskriptif analitis. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan kemudian dianalisis secara deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara mengembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Islam Tirtayasa maka kepala sekolah dan guru telah membuat program sekolah berupa pembiasaan yang berkaitan dengan nilai-nilai religius, seperti sebelum pelajaran dimulai siswa selalu membiasakan shalat dhuha dan membaca al-Qur’an, membiasakan shalat dhuhur berjamaah dan shalat ashar berjamaah di masjid sekolah, serta menghafal surat-surat pendek atau juz ‘Amma pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam guna melatih sikap religius siswa. Selain itu siswa juga diwajibkan datang tepat waktu dan diberikan sanksi jika datang terlambat untuk melatih kedisplinan siswa, siswa di larang mencontek saat ulangan untuk melatih kejujuran siswa, dan siswa di wajibkan untuk melaksanakan piket kelas sesuai jadwal yang telah ditetapkan untuk melatih sikap tanggunjawab.  Adapun faktor penghambatnya adalah setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan motivasi yang berbeda pula sehigga guru mengalami kesulitan dalam mengkondisikan siswa dalam belajar. Sedangkan pendukungnya adalah  sarana dan prasarana yang memadai dan media pembelajaran yang cukup lengkap serta ditunjang dengan kompetensi guru yang cukup baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran yang terkait dengan pembentukan karakter siswa.
PARADIGMA MAHASISWA PEREMPUAN KULIAH DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPesatnya perkembangan ilmu serta teknologi dibidang engineering memerlukan tenaga- tenaga yang handal dengan kualifikasi yang memadai. Permasalahan muncul dalam bidang teknik akhir-akhir ini dirasakan semakin kompleks. Kebutuhan akan tenaga ahli dalam bidang teknik yang mempunyai kualifikasi yang memadai perlu dipenuhi dengan kualitas sumber daya manusia yang terus ditingkatkan. Perspektif orang ketika berbicara mengenai jurusan yang ada di fakultas teknik adalah lebih banyak melihat mahasiswa laki-laki dibandingkan dengan mahasiswa perempuan, bahkan ada anggapan bahwa fakultas teknik menjadi tempat belajarnya mahasiswa laki-laki, tetapi hal tersebut akan berbeda ketika kita melihat keadaan saat ini banyak mahasiswa perempuan yang berminat untuk melanjutkan kuliah di beberapa jurusan teknik. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu analisa lebih lanjut terkait minat mahasiswa perempuan kuliah di fakultas teknik. Penelitian ini dilakukan di enam jurusan yang ada di lingkungan fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa, yaitu: teknik sipil, teknik mesin, teknik kimia, teknik industri, teknik elektro dan teknik metalurgi. Berdasarkan hasil penelitian perubahan paradigma di mana fakultas teknik identik dengan laki-laki tidaklah berlaku di era sekarang, di mana kaum perempuan juga banyak melanjutkan studi di fakultas teknik UNTIRTA. Faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswi tersebut antara lain pertimbangan karier dan prospek ekonomi di masa depan, lapangan pekerjaan yang luas dan mudah mencari pekerjaan, serta ingin mempelajari pengetahuan yang baru dan senang akan aplikasi dan ilmu terapan.Kata kunci: Paradigma, mahasiswa perempuan, fakultas teknik
Antisipasi Edukatif Yang Terkandung Dari Hadits Riwayat Bukhari tentang Tanda-tanda Kiamat (Analisis Paedagogis Tentang Pemeliharaan Ilmu Agama dan Agama) Taswiyah Taswiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan undang-undang gerak, hukum universal baik makro maupun mikro. Ajarannya memberikan kaidah hukum dengan sistem keseimbangan kehidupan rohani dan    berbanding lurus dengan kehidupan jasmani didalam mencapai gerak tujuan ridlo Ilahi. Keseimbangan hidup inilah yang menjadi dasar terbentuknya insan kamil. Gerak hidup dengan kaidah al-Qur’an membawa kepada kodratnya sendiri yaitu kebenaran Ilahi. Dalam hadits riwayat Bukhari dijelaskan tentang tanda-tanda akan datangnya kiamat; bahwa Rasulallah saw menyuruh kepada umatnya untuk senantiasa meneliti dan menggali ilmu agama dari ahlinya sebagai sarana untuk ibadah kepada Allah SWT. Jika tidak ada orang yang mempelajari dan mengamalkannya maka kerusakan akhlak manusia akan terjadi dan selanjutnya berakibat kepada kehancuran fisik alam semesta (kiamat).Objek dari penelitian ini adalah hadits riwayat Bukhari dengan tujuan untuk mengetahui: 1) isi syarah hadits riwayat Bukhari menurut para pensyarah,  2) teori tentang pemeliharaan ilmu agama dan agama, 3) nilai-nilai pendidikan hadits riwayat Bukhari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang ada, di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan kondisi-kondisi yang terjadi atau yanga ada. Adapun teknik yang digunakan adalah book survey, yaitu suatu teknik yang digunakan untuk mengkaji buku- buku yang dijadikan sumber untuk menjawab masalah penelitian. Hasil analisis hadits riwayat Bukhari yang menjelaskan tentang perintah Allah kepada Nabi Muhammad saw :1) agar menyampaikan kepada umatnya untuk mempelajari ilmu agama, 2) agar orang yang berilmu memelihara ilmu agama dengan mengamalkannya, 3) agar orang yang berilmu menyebarkan ilmunya dengan menyiapkan kader ulama. Adapun nilai-nilai pendidikan dari hadits riwayat Bukhari ialah: 1) pentingnya mempelajari ilmu agama, 2) ilmu pada hakikatnya adalah bersumber dari Allah SWT, 3) perlu adanya pengklasifikasian ilmu, agar manusia mengetahui di mana expertise nya, wilayah pemahaman agamanya, 4) pentingnya memelihara agama dengan mengamalkannya dan mengajarkannya kepada generasi penerus.
BUDAYA MALU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI: IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA Wawan Wahyuddin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh se- orang guru, (2) mendekripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang siswa, (3) men- deskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang abdi negara, (4) mendeskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang karyawan, dan (5) mendeskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang pemimpin. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang guru? (2) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang siswa? (3) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang abdi negara? (4) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang karyawan?(5) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang pemimpin? Penelitian ini meng- gunakan metode kajian pustaka. Kajian pustaka dalam suatu penelitian ilmiah adalah salah satu bagian penting dari keseluruhan langkah-langkah metode penelitian. Cooper (dalam Creswell) mengemukakan bahwa kajian pustaka memiliki beberapa tujuan, yakni menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu, menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada, dan mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Bangsa ini sudah semestinya belajar membudayakan sifat malu. Dengan memiliki rasa malu ini, setiap individu baik rakyat maupun wakil rakyat; politisi maupun pejabat publik, akan mampu mengendalikan diri, mengatur, sekaligus menjaga lisan dan perilakunya, agar tetap terhormat. Seorang politisi atau wakil rakyat misalnya, akan malu jika perilakunya tak mencerminkan, bahkan menciderai kehendak rakyat yang diwakilinya. Begitu pula dengan pejabat publik, akan merasa malu jika dengan jabatannya itu justru menipu rakyat. (2) Tipisnya rasa malu itulah yang kini terasa sangat mengganggu perjalanan bangsa ini. Budaya malu yang sedemikian tipis, bahkan bisa dikatakan sama sekali tak ada itu, telah mendorong para elit politisi negeri ini berlaku tidak pantas: ingin menang sendiri dan tak surut sedikit pun, sekalipun langkah mereka keliru, dan bahkan mengkhianati aspirasi publik. (3) Semesti- nya kita merasa malu jika gagal mengemban amanah. Belajar memiliki rasa malu itu, sesungguhnya amat penting bagi kita untuk memelihara negeri ini. Para pejabat publik, wakil rakyat, juga elit politisi kita, sudah saatnya untuk memulai belajar, dan membudayakan rasa malu itu. Agar mereka terhindar dari perangkap kepentingan-kepentingan pragmatis yang memalukan itu. Mereka mesti memuliakan- nya, untuk kemudian menjadi lentera bagi publik. Budaya malu ini wajib tumbuh dalam dunia politik, pemerintahan, dan kehidupan dalam berbangsa. Selama kita tidak menumbuhkan rasa malu, selama itu pula kita akan gagal menciptakan keadaan yang lebih baik bagi bangsa ini. Bagi politisi dan pe- jabat publik, memiliki rasa malu itu sangat penting untuk kembali menumbuhkan kepercayaan publik. Dengan menjaga rasa malu itu pulalah, kita akan menjadi bangsa yang bermartabat.Kata Kunci: Budaya Malu, Nilai-nilai Pendidikan Budaya, dan Karakter Bangsa.
MENGUATKAN KARAKTER PESANTREN MELALUI KONSEP MUADALAH Rt. Bai Rohimah; Ima Maisaroh; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri akar historis pesantren muadalah, prosesnya, tipologi dan jenjang pendidikannya, kurikulum, hakikat status muadalah pada pesantren, serta tantangannya di masa depan sebagai sebuah satuan pendidikan khas pesantren. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata. Data yang dianalisis didalamnya berbentuk deskriptif dan tidak berupa angka-angka seperti halnya pada penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian itu dilakukan. Oleh karena itu, penelitian kualitatif mampu mengungkap fenomena-fenomena pada suatu subjek yang ingin diteliti secara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian bahwa lahirnya Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren menjadi bukti konkret rekognisi konstitusional pemerintah. Terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2014 ini semakin memantapkan posisi pesantren sebagai sub-sistem pendidikan nasional. Selain akan semakin meningkatkan taraf kepercayaan masyarakat sebagai pengguna layanan pendidikan yang dikembangkan di pesantren, juga konsep muadalah ini diharapkan menjadi model bagi pesantren salafi lainnya yang tersebar di Banten. 
Pengaruh Pembelajaran Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Terhadap Pembentukan Etika Belajar Santri Pondok Pesantren Ath-Thohariyah Desa Sindanghayu Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang Iwan Ridwan; Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kitab Ta’lim Al-Mutaallim terhadap pembentukan etika belajar santri. Lokasi penelitian ini adalah di pondok pesantren Ath-Thohariyyah, kampung pasar sodong, desa sindanghayu, kecamatan saketi, kabupaten pandeglang. Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat membantu para pendidik agar dapat lebih mendalami makna dan fungsi seorang guru bahwa sikap guru tidak hanya melakukan transformasi keilmuan saja namun setiap guru juga secara tidak langsung memberikan pendidikan karakter melalui tingkah laku dan kebiasaan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kuantitatif. Yaitu penelitian yang menggunakan data yang dinyatakan dengan skor angka. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran taklim al-Muta’allim di pondok pesantren at-thahariyah bertujuan untuk mendasari jiwa para santri dalam menuntut ilmu pengetahuan serta mampu mengajarkan dan mengamalkannya. Metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode bandongan, wetonan dan ceramah serta Tanya jawab dan bermain peran. Pembelajaran taklim al-muta’allim berpengaruh positif terhadap pembentukan etika santri dalam kategori baik. Adapun nilai-nilai etika yang terdapat dalam kitab taklim al-muta’allim adalah kerja keras, kesungguhan, komunikatif, syukur, tawakal, istiqomah dan sabar
Nilai-Nilai Karakter Dibalik Perkembangan Geohistoris, Sejarah dan Pra Aksara Hingga Islam di Banten Istinganatul Ngulwiyah; Wardatul Ilmiah; Nanah Sujanah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menyimpan sejarah besar. Kejayaan Kesultanan Banten pada masa lalu tentunya tidak akan terlepas dari usaha dan perjuangan tokoh-tokoh Banten. Pada masa penjajahan Belanda, tokoh-tokoh Banten turut serta memperjuangkan kemerdekaan melalui berbagai pergerakan sosial yang terjadi di berbagai wilayah di Banten. Berbagai peristiwa sejarah tersebut tentunya menyimpan pelajaran yang dapat diintisarikan sebagai nilai-nilai karakter yang dapat diteladani oleh generasi muda saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji sejarah Banten dan nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka melalui kajian berbagai referensi yang relevan dengan objek penelitian.
Impact of Character Education on Social Behavior of Religious School Students (Study on Students of MTs Al-Khairiyah Panecekan, Kubang Puji Village, Pontang District, Serang-Banten) Najmudin Najmudin; Ma'zumi Ma'zumi; Sujai Sujai; Roimun Roimun; Iis Farida; Abdul Aziz
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the impact of character education on the social behavior of the students of Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khairiyah Panecekan, Kubang Puji Village, Pontang District, Serang Regency, Banten. The population in this study were students of Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khairiyah Panecekan, Kubang Puji Village, Pontang District, Serang-Banten Regency, totaling 98 students. The respondents of this study were 98 students. The research method used is a quantitative method with data collection methods in the form of a questionnaire. The data were analyzed using instrument tests in the form of validity and reliability tests, classical assumption tests in the form of normality tests and heteroscedasticity tests, and hypothesis tests in the form of simple linear regression tests and correlation coefficient tests. The results of this study indicate that character education has a significant positive impact on the social behavior of students at MTs Al-Khairiyah Panecekan, Kubang Puji Village, Pontang District, Serang Regency, Banten. the influence of character education variables on social behavior is 19.7% while the rest is influenced by other variables not examined in this study.
Hubungan Perhatian Orang Tua dan Kemandirian Anak dalam Membangun Karakter Kejujuran Suaidi Suaidi; Ima Maisaroh
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prilaku manusia pada umumnya cenderung pada kebebasan dengan kebebasan manusia akan merasakan kepuasan dalam menemukan eksistensi dirinya. Namun kebebasan tanpa kendali cenderung akan merugikan diri sendiri, untuk membatasi kebebasan ada rambu – rambunya, perhatian orang tua terhadap  anak merupakan bentuk upaya untuk menjadikan lebih baik dalam berprilaku, perhatian orang tua terbagi menjadi dua bagian yaitu perhatian perkembangan kejiwaaan dan perhatian yang bersipat material dalam upaya pemenuhan kebutuhannya. Perhatian orang tua akan menyatu dengan perkembangan jiwa anak, sehingga anak dengan sendirinya akan menyadari bahwa bentuk perhatian orang tua terhadap anak sesungguhnya orang tua memiliki keinginan agar anaknya tumbuh dan berkembang dengan hal – hal yang positif, perhatian orang tua terhadap anak sebagai penyebab tumbuhnya kemandirian bagi anak. Johnson berpendapat, kemandirian memiliki ciri-ciri di antaranya : 1) mampu mengambil inisiatif, 2) mencoba menghadapi rintangan yang ada di sekelilingnya, 3) mencoba aktifitasnya untuk menyelesaikan masalah, 4) memperoleh kepuasan atas hasil kerjanya dan mencoba menyelesaikan tugas rutinnya sendiri. Kemandirian yang dilakukan anak, tidak akan terlepas dari perhatian orang tua. Dan perhatian yang selalu dirasakan oleh anak  maka anak tidak akan berani melalukan kebohongan, sebab  anak kalau melakukan kebohongan suatu saat orang tua menanyakan akan sulit memberikan jawaban dan pertanggungjawaban. Dengan demikian, maka anak selalu melakukan aktifitas dengan penuh kejujuran. Kejujuran yang awalnya dilakukan karena adanya kontrol dan perhatian orang tua, lama – lama akan menjadi karakter dan pada perkembangannya, anak menjadi terbiasa berprilaku jujur.

Page 11 of 17 | Total Record : 170