cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
POLA ASUH KELUARGA DALAM PENGUATAN AQIDAH ANAK Istinganatul Ngulwiyah; Wardatul Ilmiah; Suaidi Suaidi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar segala sesuatu, dimulai dari belajar bagaimana cara makan dan minum hingga belajar berbagai etika yang berlaku di masyarakat. Oleh karena itulah peran keluarga menjadi sangat penting dalam pembentukan akhlak anak. Akhlak mulia dapat dibentuk melalui keyakinan anak kepada Allah SWT atau aqidah. Akidah dapat ditanamkan kepada anak sejak di dalam kandungan hingga anak tumbuh dan berkembang. Apalagi jaman yang semakin modern seperti saat ini penguatan terhadap akidah anak sangatlah penting agar membentengi anak dari pengaruh buruk dalam lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bermaksud untuk membahas pola asuh keluarga dalam penguatan akidah anak sehingga para pendidik khususnya orangtua dapat mengetahui bagaimana cara menanamkan akidah terhadap anak sejak dini. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yaitu peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, artikel dan jurnal yang kemudian ditelaah secara mendalam sesuai dengan fokus penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa keluarga khususnya orangtua  dapat menggunakan berbagai metode seperti pemahaman, pembiasaan dan keteladanan serta pola asuh yang kondusif agar tujuan pendidikan akidah dapat tercapai sesuai dengan harapan.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA Sigit Setiawan; Lukman Nulhakim; Nana Hendracipta
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah tes dan observasi. Hasil dari penelitian ini didapat hasil dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA mengalami peningkatan. Ketuntasan hasil belajar siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada prasiklus 20%, siklus I 40%, dan siklus II 93%. Selanjutnya aktivitas belajar siswa yang mencapai nilai kategori minimal indikator keberhasilan pada siklus I 60% dan siklus II 93%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning tipe group investigation dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa.Kata kunci: pembelajaran IPA, cooperative learning tipe group investigation, hasil belajar, aktivitas belajar
IMPLEMENTASI SHODAQOH MELALUI GERAKAN SERIBU SEHARI (GESER) DALAM PENANAMAN KARAKTER GOTONG ROYONG DAN PEDULI TERHADAP SESAMA Wardatul Ilmiah; Nanah Sujanah; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan seribu sehari (geser) merupakan pemantik dalam mewujudkan sikap kepedulian sosial; karakter saling berbagi di lingkungan Komplek Bungur Indah Kota Serang. Gerakan ini sebagai wujud pengimplementasian dari pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari sabtu pada Majelis Ta’lim Baiturrohim Bungur Indah Kota Serang. Dari gerakan seribu sehari diharapkan mampu mewujudkan sikap kepedulian sosial (karakter gotong royong dan peduli terhadap sesama) diantara jama’ah pada khususnya dan bagi warga sekitar komplek pada umumnya. Dalam praktiknya geser dilaksanakan setiap hari yang dikoordinir oleh ketua RT setempat yang kemudian dikelola oleh pengurus jama’ah majelis ta’lim Baiturrohim. Walau slogannya gerakan seribu sehari “geser” namun pada praktiknya banyak yang menginfakkan hartanya lebih dari seribu. Dan alhamdulillah melalui gerakan ini sedikitnya bisa membantu mewujudkan kepedualian sosial di sekitar warga Bungur Indah. Dari gerakan seribu sehari alhamdulillah jama’ah majelis ta’lim mampu memberikan santunan yatim warga sekitar, juga bisa membantu perekonomian marbot masjid serta memberikan santunan kepada guru-guru ngaji di setiap RT nya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal kontributif yaitu metode penelitian yang biasa digunakan sebagai petunjuk arah antara hubungan variabel bebas dengan variabel terikat, juga untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah implementasi shodaqoh dan variabel terikatnya adalah kepedulian sosial jama’ah Majelis Ta’lim Baiturrohim. 
KONSEP NASI DALAM BAHASA JAWA DIALEK BANTEN (Studi Antropolinguistik di Kampung Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten) Hanafi Hanafi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang konsep nasi dalam bahasa Jawa dialek Banten. Fokus penelitian ini adalah konsep nasi dalam bahasa Jawa dialek Banten, dengan subfkus (1) klasifikasi dan deskripsi leksikon konsep nasi dalam bahasa Jawa dialek Banten berdasarkan satuan lingual, (2) fungsi leksikon konsep bagi masyarakat Kampung Warung Jaud, dan (3) cerminan gejala kebudayaan yang muncul berdasarkan leksikon konsep nasi yang digunakan oleh masyarakat Kampung Warung Jaud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Ancangan yang digunakan adalah sosiolinguistik dengan menggunakan teori variasi bahasa. Sumber datanya adalah leksikon konsep nasi yang digunakan masyarakat Kampung Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) leksikon konsep nasi pada masyarakat Kampung Warung Jaud dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu (a) kegiatan menanak nasi dan (b) alat dan bahan menanak nasi, (2) leksikon konsep nasi pada masyarakat Kampung Warung Jaud juga dapat dikategorikan menjadi tiga fungsi, yaitu (a) fungsi individual, (b) fungsi sosial , dan (c) fungsi pengetahuan, dan (3) leksikon konsep nasi pada masyarakat Kampung Warung Jaud dapat mengungkap cerminan kearifan lokal. Penggunaan leksikon tersebut memberikan gambaran bahwa masyarakat Kampung Warung Jaud memiliki konsep pemanfaatan alam yang baik dan prinsip interaksi masyarakat yang harmonis.Kata Kunci: konsep nasi, variasi bahasa, dan antropolinguistik.
VISUALISASI SENI DALAM AL-QUR’AN DALAM MODEL PEMBELAJARAN (Konten Analisis terhadap Pemikiran ‘Aly Ahmad Madkūr dalam Manhaj Al-Tarbiyyah fi Tashawwur Al-Islāmy) Ma’zumi Ma’zumi; Suja’i Suja’i
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan konten analisis terhadap pemikiran ‘Ali Ahmad Madkūr dalam Manhaj Al-Tarbiyyah fī Tashawwur Al-Islāmy tentang Visualisasi Seni dalam Al-Qur’an. Latar belakang penulisan artikel ini adalah Al-Qur’an sebagai teks poros dalam sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Islam, sarana komunikasi antara Syāri’ dan makhlukNya, dan gaya bahasa Al-Qur’an berbeda dengan gaya bahasa lainnya, maka memahami maknanya memerlukan pendekatan dari berbagai aspek, termasuk seni visual dalam estetik teks Al-Qur’an. Urgensitas penulisan artikel ini memberikan pengaruh secara psikis yang membangun kekaguman, menyuburkan pemikiran dalam interprestasi teks Al-Qur’an, serta upaya mengatasi stagnasi bahasa, terutama kaitannya dengan dimensi pendidikan sehingga pendidikan benar-benar berdasar pada kekuatan norma Qur’any. Pendekatan metode penulisan artikel ini adalah pendekatan kulitatif, tafsir tahlili, dengan metode analisis sintesis terhadap konten pemikiran ‘Ali Ahmad Madkūr tentang visualisasi seni dalam Al-Qur’an hingga pada kesimpulan. Masalah dalam artikel ini adalah apa gagasan ‘Ali Ahmad Al-Madkur gtentang visualisasi seni dalam teks Al-Qur’an?, Bagaimana visualiasasi seni dalam pembelajaran?. Hasil penelitian bahwa salah satu i’jāz Al-Qur’an adalah aspek bahasa, salah satunya dapat dipahami melalui instrument stilistika, dan al-tashwir guna mendeskripsikan ilustrasi pesan wahyu dan memunculkan core value.
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM PERSPEKTIF ISLAM Siti Muhibah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKrisis kepemimpinan nampaknya sedang melanda bangsa ini. Sulit rasanya mencari sosok pemimpin yang memiliki kreadibilitas. Pemimpin pada zaman sekarang cenderung mementingkan diri sendiri atau kelompoknya dan tidak atau kurang perduli pada kepentingan orang lain atau kepentingan lingkungannya, bahkan pemimpin sekarang selalu ingin dilayani bukan menjadi pelayan masyarakat. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan konsep Islam. Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah, dan pemimpin adalah pelayan ummat. Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik kepemimpinan dalam Islam, diantara yaitu Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah. Dan kepemimpinan yang efektif, adalah memiliki ciri-ciri memiliki sifat jujur, amanah, sederhana, ramah, bertanggungjawab dan bertaqwa kepada Allah SW T, serta memiliki berbagai macam keterampilan seperti mampu mempengaruhi dan menggerakkan orang lain, mampu memecahkan masalah, cerdas, kreatif, memiliki visi kedepan, fleksibel dan memiliki keterampilan social sehingga dapat mencapai tujuan.Kata kunci: Kepemimpinan efektif, Karakteristik Kepemimpinan
PRILAKU KEJAHATAN (Analisis Teori Bio Sosiologi dan Hukum Islam) Suaidi Suaidi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori bio sosiologi merupakan gabungan antara teori sosiologi dan antropologi obyek kajiannya fokus pada prilaku manusia. Intraksi manusia yang satu dengan manusia lainya dipengaruhi oleh faktor external dan faktor sosial, pengaruh interaksi ini akan berdampak positif dan negatif. Dalam kaitannya dengan prilakku kejahatan yang dilakukan oleh manusia diakibatkan oleh faktor bakat dan organ tubuh manusia sebagai penyebabnya, Dalam sisi lainya terbantahkan oleh pendapat bahwa tidak ada hubungannya antara susunan orban tubuh manusia dengan prilaku kejahatan. Kejahatan itu terjadi disebabkan oleh pengaruh interaksi sosial. Sementara hukum Islam memandang bahwa kejahatan yang dilakukan manusia, bukanlah faktor pembawaan yang melekat pada diri manusia melainkan oleh lingkungan yang tidak mentati ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menggali teori biososiologi dalam pandangan hukum Islam tentang kejahatan dan faktror yang mempengaruhinya.
MENGUNGKAP PROSES PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN DALAM AL-QURAN Maman Fathurrohman
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendidikan dan pengajaran merupakan kegiatan yang didasarkan pada kemampuan unik manusia untuk berpikir dan menjelaskan sesuatu pada manusia lainnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang penting bagi peradaban manusia dan diperkirakan telah terjadi sejak awal mula keberadaan manusia di muka bumi. Pada sisi lain, Al-Quran merupakan kitab yang dijadikan sebagai panduan hidup dan seringkali dijadikan sebagai dasar hukum dalam berbagai bidang sekaligus rujukan dalam berbagai urusan kehidupan. Sebagai kitab yang bersifat universal, proses pendidikan dan pengajaran pun tak luput termaktub di dalamnya. Mengingat pentingnya proses pendidikan dan pengajaran bagi umat manusia, maka perlu suatu upaya mengungkap proses pendidikan dan pengajaran yang ada dalam Al-Quran dengan harapan bisa menjadi model dan konsep pendidikan dan pengajaran yang ideal bagi proses pendidikan dan pengajaran, yang saat ini umumnya lebih berorientasi pada negara-negara barat. Berdasarkan hasil kajian tampak bahwa dalam Al-Quran ditegaskan adanya tiga komponen penting pendukung pendidikan dan pengajaran yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati serta adanya pengaruh aqal dan waktu dalam proses tersebut. Dalam Al-Quran juga ditekankan perlunya peranan kitab (sesuatu yang hakikatnya dapat dipandang sebagai media yang dapat merekam pesan atau ilmu pengetahuan) dan qalam (alat untuk menulis atau menyimpan pesan atau ilmu pengetahuan atau untuk mengajarkan sesuatu) dalam proses pendidikan dan pengajaran. Selain itu, Al-Quran juga menjelaskankan tentang eksistensi peserta didik, dan pendidik dalam pendidikan dan pengajaran serta bagaimana seharus- nya proses pendidikan dan pembelajaran tersebut berlangsung, proses ini disertai dua belas etika yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan dan pengajaran. Dan pada bagian akhir diungkap sketsa terjadinya proses pendidikan dan pengajaran pada masa lalu yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi terjadinya proses pendidikan dan pengajaran pada masa sekarang dan yang akan datang.Kata Kunci: Al-Quran, Pendidikan, Pengajaran.
PENERAPAN TEKNIK MODELING DALAM MENUMBUHKAN MINAT HAFALAN AL-QUR’AN SISWA KELAS VII MTS DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL-QUR’AN Iwan Ridwan; Jakaria Jakaria; Ratu Amalia Hayani; Suci Humaeroh
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghafal Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang mudah tetapi bukan pula sesuatu hal yang tidak mungkin, sebab pada zaman Nabi sudah banyak yang menghafal Al-Qur’an. di sekolah formal atau swasta, mengenalkan Al-Qur’an pada siswa, mengajarkan membaca dan menghafal menjadi tanggung jawab semua orang. Sering kali upaya untuk menghafal Al-Qur'an berhadapan dengan berjuta kendala dan masalah yang dihadapi orang untuk menghafal Al-Qur’an, mulai dari minat, lingkungan, pembagian waktu yang tersedia, metode menghafalnya, kemampuan menghafal, hingga hilangnya hafalan yang sebelumnya telah diperoleh dan karena adanya motivasi yang kurang sesuai dengan prinsip teori yang benar. Tujuan peneliti ini untuk Untuk mengetahui penerapan pendekatan teknik modeling dalam menumbuhkan  minat menghafal  Al-Qur’an pada siswa kelas VII KMA di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an  Mathla'ul Anwar, untuk mengetahui ke efektivitas pendekatan teknik modeling dapat menumbuhkan minat hafalan Al-Qur'an pada siswa kelas VII MTs di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Mathla'ul Anwar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dilaksanakan dengan melalui empat langkah utama yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan dokumentasi. Bentuk penanganan yang diberikan peneliti yaitu dengan penerapan teknik modeling Live Model dan Syimbolic Model, yang merupaka metode dalam menumbuhkan minat hafalan siswa kelas VII mathla’ul anwar. Minat hafalan siswa kelas VII KMA 2 dalam penerapan teknik modeling dengan menggunakan live model dan symbolic model mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada prosentase minat hafalan yang terus meningkat dari siklus I sampai siklus II. Prosentase minat hafalan siswa pada masing-masing siklus yang menunjukkan peningkatan yaitu pada siklus I 57,7%, kemudian meningkat menjadi 100% pada siklus II. Penerapan Teknik Modeling menggunakan live model dan syimbolic model dapat menumbuhkan hasil hafalan siswa dan minat hafalan siswa, terlihat pada hasil angket yang dilakukan oleh peneliti dikategorikan baik dalam pengelolaan pembelajaran
TAREKAT SYADZILIYAH Perkembangan dan Ajaran-Ajarannya (Studi di Pondok Pesantren manbaul ulum Kesuren Sumur Pecung Serang) Syihabudin Syihabudin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTarekat adalah jalan atau metode untuk sampai kepada Allah Swt. Tarekat merupakan metode yang harus ditempuh oleh seorang sufi dengan aturan-aturan tertentu sesuai dengan petunjuk guru agar sedekat mungkin dengan Allah. Tarekat terkait erat dengan tasawuf. Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui keadaan jiwa, baik maupun buruk. Kemudian bertekat untuk mensucikan jiwa tersebut dari sifat-sifat buruk, diisi dengan sifat-sifat yang baik serta berusaha merambah jalan (Suluk) untuk berada dekat disisi Allah Swt. Pemikiran yang mendasari tasawuf adalah karena Allah merupakan dzat yang suci, maka dzat yang suci itu tidak akan dapat didekati kecuali oleh sesuatu yang suci, dalam mendekatkan diri kepada Allah, para sufi biasanya melalui tahapan-tahapan (maqamat). Maqomat menurut al Gojali untuk mencapai kejernihan hati adalah: Takhaliyah (Pengosongan hati) dari selain Allah, Tahali (Pengisian dengan akhlak terpuji), Tajalli (Merasakan adanya tuhan). Ada juga melalui dengan dzikir, riyadoh (melatih), mujahadah, taubat, sabar, ridho, juhud, mahabah dan makrifat. Dalam perjalanan sejarahnya tarekat mengalami perkembangan dari masa ke masa. Periode pertama, tarekat berarti jalan menuju Allah bagi sufi secara individual, kedua tarekat adalah jalan menuju Allah dibawah bimbingan guru atau mursyid, ketiga tarekat menjadi organisasi tasawuf, dimana murid berkumpul disuatu tempat yang biasa disebut ribat, zawiyah, atau khanqahI untuk melakukan latihan-latihan rohani (dzikurullah) yang materi pokoknya adalah membaca istighfar, membaca shalawat nabi dan membaca dzikir naïf itsbat dan ism dzat secara bersama dibawah bimbingan guru (mursyid), yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran (amaliyah), aturan-atuarn (adab), kepemimpinan (mursyid), hubungan antara mursyid-mursyid atau antara guru dengan anggota tarekat, wasilah, rabithah, silsilah, ijazah, suluk, dan ritual-ritual seperti bai’ah atau talqin, Khushushiyah, haul dan manaqib. Dan semuanya itu untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.Kata kunci: Tarekat Syadziliyah, perkembangan ajaran-ajarannya, Ponpes Manbaul Ulum Serang

Page 10 of 17 | Total Record : 170