cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
SYIRKAH MENURUT HUKUM EKONOMI ISLAM Itang Itang
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syirkah menjadi perbedaan utama antara lembaga keuangan Islam dengan lembagakeuangan konvensional. Konsep syirkah yang di dalamnya juga termasuk mudharabah-merupakaninstrument penting dalam moneter dan keuangan Islam dan konsep inilah yang menggantikansistem bunga dalam isntitusi keuangan. Dalam ekonomi kapitalisme bunga bank (intersert rate)merupakan nadi dalam sistem perekonomian kontemporer. Hampir tak ada sisi dari perekonomian,yang luput dari mekanisme kredit bunga bank (credit system). Mulai dari transaksi local padasemua struktur ekonomi negara, hingga perdagangan inernasional.Penerapan bunga dengan konsep time value of money memastikan keuntungan dimuka.Padahal setiap usaha tidak bisa dipastikan harus berhasil sejumlah sekali, karena padakenyataanya, setiap usaha pasti berhadapan dengan resiko yang mengandung kemungkinanrugi, untung dan pulang modal. Keuntungan pun bisa besar, sedang dan kecil. Namun, selamaberadab-adab, ekonomi dunia telah didominasi sistem bunga, sehingga telah mengkristal dalamsetiap aktivitas bisnis masyarakat dunia.Syirkah merupakan konsep yang penting dalam transaksi bisnis Islam. Khususnya bagilembaga keuangan Islam yang sedang berkembang saat ini, baik lembaga perbankan, asuransi,pasar modal. Baitul Mal wat Tamwil (BTM), pegadaian dan sebagainya. Keberadaan Syirkah danmudharabah tersebut menjadi penting dikarenakan konsep inilah sebenarnya yang menggantikansistem bunga yang sangat hegemonis saat ini.Dalam ekonomi syari’ah sistem bagi hasillah (profit and loss sharing ) yang kemudianmenjadi jantung dari sektor ‘moneter Islam, bukan bunga. Karena sesunggunya, bagi hasilsebenarnya sesuai dengan iklim usaha yang memiliki kefitrahan untung atau rugi. Tidak sepertikarakteristik bunga yang memaksa agar hasil usaha selalu positif. Islam tidak mengenal konseptime value of money. Jadi penerapan sistem bagi hasil pada hakikatnya menjaga prinsip keadilantetap berjalan dalam perekonomian. Karena memang kestabilan ekonomi bersumber dari perinsipkeadilan yang dipraktikkan dalam perekonomian.Kata Kunci: Prinsip-prinsip Ekonomi Islam, Syirkah, Mudharabah.---------------------------------------------------------------------Shirkah be the main difference between Islamic financial institutions by conventional financialinstitutions. Syirkah concept, which also included a mudaraba-an important instrument in the monetaryand Islamic finance and this concept that replaces the system of interest in financial isntitusi.In capitalism economic interest (intersert rate) is a pulse in the contemporary economic system.Almost no side of the economy, which escaped from bank interest crediting mechanisms (creditsystem). Starting from local transactions on all the country's economic structure, to trade inernasional.Application of interest with the concept of time value of money upfront to make sure profits.Though every business can not be verified to be successful a number once, since the fact that everyeffort must deal with the risk of containing possible losses, gains and return of capital. Gains can belarge, medium and small. However, over-civilized manners, the world economy has been dominatedby the system of interest, that it has crystallized in any business activities of the world community. institutions are being developed at this time, both banking institutions, insurance, capital markets.Baitul Mal wat Tamwil (BTM), pawn shops and so on. The existence Shirkah and mudarababecomes important because of the fact that this concept replaces the flowers very hegemonicsystem today.In a system of Shariah economy for hasillah (profit and loss sharing) which later became theheart of the sector 'monetary Islam, not the flower. Because The real, the actual results according tothe business climate has kefitrahan profit or loss. Unlike the characteristics of interest that forcedoperating results are always positive. Islam does not recognize the concept of time value of money.So the application of the system of profit sharing in essence keeping the principle of justice is stillrunning in the economy. Because it comes from the economic stability perinsip justice as practicedin the economy.Keywords: Economic Principles Principle-Islam, Syirkah, Mudharabah.
ANALISIS KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI THE NEW ENVIRONMENTAL PARADIGM (NEP) MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNTIRTA Enggar Utari
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Paradigma (NEP) dari program studi Biologi dalam pengajaran-pembelajaran SubjekLingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berfokus pada studi kasus. Data kualitatifdianalisis melalui tiga cara, mereka, reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ada dua temuan yang masih tak terduga. Temuan-temuan adalah: (1)kerapuhan keseimbangan alam, dan (2) kemungkinan eko-krisis. Namun, secara umum 85% dariNEP siswa dalam belajar subjek lingkungan disesuaikan dengan harapan.Kata kunci: Paradigma Baru Lingkungan (NEP), lingkungan.
MENCIPTAKAN IKLIM PENDIDIKAN YANG MURNI BERBASIS IDEALISME Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah faktor terpenting yang menjadi indikator perkembangan individu. Akantetapi, bagaimana jadinya jika pendidikan dimonopoli, dipolitisasi dan dikapitalisasi, dijadikankeuntungan demi kepentingan segelintir kelompok. Pendidikan pada akhirnya tidak lagi sejalandengan spirit mengentaskan kebodohan, sebab pendidikan memiliki tendensi yang mengarahpada pemilik kepentingan. Tulisan ini berupaya menggelar wacana pendidikan yang murni denganspirit idealisme bagi para agensi pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka denganmenggunakan pendekatan deduktif melalui metode deskriptif-interpretatif atas sebuah aliran dalamfilsafat pendidikan, idealisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun sikap idealismedemi terciptanya iklim pendidikan yang murni dan bebas kepentingan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa sikap idealisme bagi para agensi pendidikan sangat diperlukan dalammenciptakan lingkungan pendidikan yang ideal. Langkah-langkah yang diperlukan yaitu dengancara memisahkan antara kepentingan pribadi dan kelompok agar pendidikan dapat sampai padatujuan akhirnya yaitu melahirkan insan kamil, pribadi yang unggul yang berkarakter denganmenjunjung tinggi nilai integritas.Kata Kunci: Pendidikan, idealisme, filsafat.
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM PERSPEKTIF ISLAM Siti Muhibah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis kepemimpinan nampaknya sedang melanda bangsa ini. Sulit rasanya mencari sosokpemimpin yang memiliki kreadibilitas. Pemimpin pada zaman sekarang cenderung mementingkandiri sendiri atau kelompoknya dan tidak atau kurang perduli pada kepentingan orang lain ataukepentingan lingkungannya, bahkan pemimpin sekarang selalu ingin dilayani bukan menjadi pelayanmasyarakat. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan konsep Islam. Dalam Islam, kepemimpinanadalah amanah, dan pemimpin adalah pelayan ummat.Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik kepemimpinan dalam Islam, diantara yaituSiddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah. Dan kepemimpinan yang efektif, adalah memiliki ciri-cirimemiliki sifat jujur, amanah, sederhana, ramah, bertanggungjawab dan bertaqwa kepada AllahSWT, serta memiliki berbagai macam keterampilan seperti mampu mempengaruhi danmenggerakkan orang lain, mampu memecahkan masalah, cerdas, kreatif, memiliki visi kedepan,fleksibel dan memiliki keterampilan social sehingga dapat mencapai tujuan.Kata kunci: Kepemimpinan efektif, Karakteristik Kepemimpinan
PENGARUH PEMBELAJARAN CONTEXTUALTEACHING AND LEARNING (CTL) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PAI SISWA KELAS VIII (Studi di SMP Islam Terpadu Al-Izzah Kota Serang) Anis Fauzi; Wiwin Nurhanah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya dilakukan pembaharuan dalam peningkatankreativitas mengajar guru dalam mengelola proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam diSMP, sebagai respon semakin melemahnya kualitas belajar siswa. Guru disekolah-sekolah padaumumnya menempatkan siswa-siswanya sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerimainformasi secara pasif, dan siswa lebih banyak belajar secara individual dengan menerima, mencatat,dan menghafal materi pelajaran saja, dan belum menempatkan siswa sebagai subjek belajar.faktor strategi pembelajaran dalam menyajikan materi pelajaran yang kurang menarik patut dicatatsebagai salah satu faktor penyebab rendahnya minat mengikuti pelajaran dan prestasi belajar.Berdasarkan uraian permasalahan di atas, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:Bagaimana pengaruh strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap hasilbelajar PAI, bagaimana pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar PAI, dan bagaimanapengaruh Contextual Teaching and Learning dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PAI siswakelas VIII SMP IT Al-Izzah Kota Serang?Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: Pengaruh strategi pembelajaran Contextual Teachingand Learning (CTL) terhadap hasil belajar PAI, pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajarPAI, dan pengaruh Contextual Teaching and Learning (CTL) dan motivasi belajar terhadap hasilbelajar PAI siswa kelas VIII SMP IT Al-Izzah Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknikobservasi, wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi data.Berdasarkan hasil analisis varians dan uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung = 21.82 lebihbesar dari F tabel = 3,99 pada tara signifikan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak sedangkanH1 diterima. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa strategi pembelajaranContextual Teaching and Learning (CTL) dan motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadapprestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.Kata kunci: CTL, Motivasi belajar, PAI.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ISLAM Hanafi Hanafi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam Al-Quran,(2) mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam kalangan remaja, dan (3) mendeskripsikankesantunan berbahasa dalam kalangan siswa. Fokus penelitian ini adalah kesantunan berbahasadalam Islam yang dirinci menjadi tiga subfokus, yaitu (1) kesantunan berbahasa dalam Al-Quran,(2) kesantunan berbahasa dalam kalangan remaja, dan (3) kesantunan berbahasa dalam kalangansiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kajian pustaka. Data penelitian ini adalah teoridan konsep tentang sopan santun, kesantunan berbahasa, dan pragmatik. Sumber data penelitianini adalah buku, makalah, jurnal, dan artikel, serta laporan hasil penelitian yang relevan. Kesimpulanpenelitian ini adalah bahwa cara pengungkapan bahasa yang baik dalam Islam sejalan denganpengertian berbahasa santun, bahkan memperluas dan mengembangkannya secara operasionalsehingga bahasa santun yang bersifat normatif dapat dipelajari dan dilaksanakan karena karakteristiknyasangat jelas. Oleh karena itu, agar kesantunan berbahasa dalam Islam ini membudayadalam kalangan masyarakat, maka harus dibiasakan sejak mereka masih remaja dan masih menjadisiswa di sekolah.Kata Kunci: Sopan Santun, Kesantunan Berbahasa, dan Pragmatik.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM GERAKAN PRAMUKA Hanafi Hanafi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

terkandung dalam pendidikan kepramukaan dan (2) mendeskripsikan metode penyampaian nilainilaipendidikan karakter dalam pendidikan kepramukaan. Fokus penelitian ini adalah pendidikankarakter dalam gerakan pramuka yang dirinci menjadi sub-subfokus (1) Nilai-nilai pendidikankarakter apa sajakah yang terkandung dalam pendidikan kepramukaan? dan (2) Bagaimana metodepenyampaian nilai-nilai pendidikan karakter dalam pendidikan kepramukaan? Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi dan kajian pustaka. Sumber datapenelitian ini adalah buku-buku yang membicarakan pendidikan karakter, Undang-Undang GerakanPramuka, Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa karakter bangsa Indonesia saat ini sangat memperihatinkan,yaitu karakternya sudah jauh dari nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang pada masakerajaan-kerajaan Nusantara. Hal ini jangan dibiarkan begitu saja sampai berlarut-larut karenaakan membahayakan eksistensi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu dicarikan solusi untukmenjawab masalah tersebut. Adapun salah satu solusi nyata dan sistematis yang ditawarkan penulisuntuk menjawab masalah tersebut, khususnya di sekolah/madrasah, adalah setiap sekolah/madrasah hendaknya mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka untuk membiasakan siswabersikap akhlakul karimah (sikap mulia) dan berlaku ihsan (amal shalih) setiap hari.Kata Kunci: Nilai-nilai Pendidikan Karakter, Pendidikan Kepramukaan, dan Metode kepramukaan.
KONTRIBUSI PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA Jakaria Jakaria
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter dewasa ini, telah menjadi perhatian banyak pihak, mengingat banyaknyafenomena social dalam kurun waktu sekarang ini sangat memperihatinkan. hal ini ini kita bisa lihatdari sumber media, tontonan tindakan kekerasan, kerusuhan dan dekadensi moral telah menjadisuguhan setiap hari bahkan dari hari ke hari kuantitas jumlah kasus semakin tak terbendung. olehkarena itu pendidikan karakter dapat dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengurangiproblematika bangsa saat ini, untuk menjadi bangsa yang lebih baik, sehingga nantinya lahirgenerasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsaserta agama.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Generasi Bangsa, Pembangunan.
BUDAYA MALU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI: IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA Wawan Wahyuddin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorangguru, (2) mendekripsikan sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang siswa, (3) mendeskripsikansifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang abdi negara, (4) mendeskripsikansifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang karyawan, dan (5) mendeskripsikan sifat maluyang harus dibudayakan oleh seorang pemimpin. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1)Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang guru? (2) Bagaimana sifat malu yangharus dibudayakan oleh seorang siswa? (3) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan olehseorang abdi negara? (4) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang karyawan?(5) Bagaimana sifat malu yang harus dibudayakan oleh seorang pemimpin? Penelitian ini menggunakanmetode kajian pustaka. Kajian pustaka dalam suatu penelitian ilmiah adalah salah satubagian penting dari keseluruhan langkah-langkah metode penelitian. Cooper (dalam Creswell)mengemukakan bahwa kajian pustaka memiliki beberapa tujuan, yakni menginformasikan kepadapembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan penelitian yang dilakukan saat itu,menghubungkan penelitian dengan literatur-literatur yang ada, dan mengisi celah-celah dalampenelitian-penelitian sebelumnya. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Bangsa ini sudah semestinyabelajar membudayakan sifat malu. Dengan memiliki rasa malu ini, setiap individu baik rakyatmaupun wakil rakyat; politisi maupun pejabat publik, akan mampu mengendalikan diri, mengatur,sekaligus menjaga lisan dan perilakunya, agar tetap terhormat. Seorang politisi atau wakil rakyatmisalnya, akan malu jika perilakunya tak mencerminkan, bahkan menciderai kehendak rakyat yangdiwakilinya. Begitu pula dengan pejabat publik, akan merasa malu jika dengan jabatannya itu justrumenipu rakyat. (2) Tipisnya rasa malu itulah yang kini terasa sangat mengganggu perjalananbangsa ini. Budaya malu yang sedemikian tipis, bahkan bisa dikatakan sama sekali tak ada itu,telah mendorong para elit politisi negeri ini berlaku tidak pantas: ingin menang sendiri dan tak surutsedikit pun, sekalipun langkah mereka keliru, dan bahkan mengkhianati aspirasi publik. (3) Semestinyakita merasa malu jika gagal mengemban amanah. Belajar memiliki rasa malu itu, sesungguhnyaamat penting bagi kita untuk memelihara negeri ini. Para pejabat publik, wakil rakyat, juga elit politisikita, sudah saatnya untuk memulai belajar, dan membudayakan rasa malu itu. Agar mereka terhindardari perangkap kepentingan-kepentingan pragmatis yang memalukan itu. Mereka mesti memuliakannya,untuk kemudian menjadi lentera bagi publik. Budaya malu ini wajib tumbuh dalam dunia politik,pemerintahan, dan kehidupan dalam berbangsa. Selama kita tidak menumbuhkan rasa malu, selamaitu pula kita akan gagal menciptakan keadaan yang lebih baik bagi bangsa ini. Bagi politisi dan pejabatpublik, memiliki rasa malu itu sangat penting untuk kembali menumbuhkan kepercayaan publik.Dengan menjaga rasa malu itu pulalah, kita akan menjadi bangsa yang bermartabat.Kata Kunci: Budaya Malu, Nilai-nilai Pendidikan Budaya, dan Karakter Bangsa.
PENDIDIKAN KARAKTER DI RUMAH TANGGA Badrudin Badrudin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup berkeluarga tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya suami, istri dan anak. Lebih dariitu, keluarga memiliki fungsi dan peranan yang signifikan dalam menentukan nasib suatu bangsa.Kerugian terbesar pada hari kiamat nanti adalah ketika kita kehilangan keluarga yang kita sayangi.Untuk itu, ada beberapa hal yang harus terjawab dalam pembahasan tulisan berikut ini, yaitu: (1) Bagaimana pendidikan keluarga itu, dan apa tujuan hidup berumah tangga? (2) Bagaimanaprogram-programnya ? (3) Seperti apa prosedur dalam berumah tangga itu ?, dan (4) Bagaimanabentuk evaluasinya ? pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab apabila memahami hakikat hidupberumahtangga sesuai tuntunan syari’at Allah dan Rasul-Nya.Jenis penelitian yang digunakan penelitian perpustakaan (Library Research), dimaksudkanuntuk mendapatkan informasi secara lengkap dan menentukan tindakan yang diambil dalamkegiatan ilmiah. Dalam penelitian ini data diolah dan digali dari berbagai buku, internet, dan beberapatulisan yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini.Kata kunci: Keluarga, rumah tangga, dan syari’at Allah.

Page 2 of 17 | Total Record : 170