cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
PERAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENUMBUHKAN MINAT DAN MENINGKATKAN DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Ima Maisaroh
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajardipengaruhi oleh faktor jenis, yang berasal dari karakteristik kuliah dan kemampuan dan yang laindari karakteristik siswa. Tujuan dari siswa dengan materi pelajaran yang mereka pelajari adalahfaktor penentu bagi mereka untuk memiliki prestasi akademik yang baik. Jadi, untuk membantusiswa untuk tumbuh kinerja akademis mereka baik pertama kita harus tumbuh minat merekaterhadap subyek kita kuliah. Dalam rangka untuk melakukan itu, kami mempertimbangkan untukmemilih jenis media pembelajaran yang paling cocok dengan materi pelajaran. Dengan memanfaatkanmedia pembelajaran pertandingan kita harus mengumpulkan dampak positif yang linear tumbuhdi sisi siswa sebagai seperti sebagai minat siswa dan fokus dalam belajar materi pelajaran, perilakudan sikap perubahan, dan, prestasi akademik dan kinerja.Kata kunci: Prestasi Akademik, Media Pembelajaran, Kesukaan Siswa.
EMOSI, MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN DAN KINERJA Lukman Nulhakim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar setiap siswa harus mempunyai suatu tujuan yang harus dicapaididalamnya, baik tujuan pendek maupun tujuan jangka penjang yang dapat membuat diri merekamempunyai suatu perubahan yang terjadi setelah mereka mengikuti sebuah proses pendidikanyang diberikan oleh guru. Emosi dan motivasi merupakan dua hal yang selalu beririringan dalampembelajaran. Seorang guru selayaknya memberikan sebuah dorongan yang dapat memberikanmotivasi dan menjaga emosi terhadap diri mereka untuk meningkatkan prestasi belajar. Doronganyang seharusnya diberikan oleh seorang guru tidak akan dapat merubah sikap/perilaku individu,karena semuanya akan mempunyai suatu hubungan yang dapat memberikan satu nilai tambahdalam meningkatkan prestasi belajar. Dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, seorang gurumempunyai andil didalamnya yang mana memberikan suatu arahan untuk dapat meningkatkanprestasi belajar siswa. Salah satu bentuk untuk meningkatkan prestasi belajar yaitu denganmemberikan motivasi belajar kepada siswa. Dengan adanya motivasi belajar yang diberikan kepadasiswa dapat untuk meningkatkan prestasi mereka di sekolah. Motvasi belajar ini diberikan berupainformasi yang dapat memberikan suatu nilai positif dalam meningkatkan prestasi belajar danmeningkatkan kinerja bagi siswa. Bagi siswa mempunyai suatu motivasi prestasi dalam belajarakan membangun suatu aktivitas yang positf, disini akan diberikan suatu informasi mengenaibagaimana meningkatkan motivasi dalam belajar yang akan lebih meningkatkan kinerja siswa danstrategi peningkatan kinerja.Kata kunci: Emosi, motivasi, pembelajaran dalam kinerja
PROGRESIVITAS ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, kemajuan IPTEK sudah sedemikian mutakhir, tidak sekedar hadir di hadapanmanusia melainkan manunggal dan menjadi substansi dalam berbagai kehidupan. Di sisi lain,posisi penting tersebut menyebabkan IPTEK menjadi “pedang bermata dua”. Satu mata untukmanfaat dan satu mata untuk mudarat. Kemadaratan IPTEK berkisar pada tema kemerosotanmoral(dekadensi), kerusakan pada ekologi alam semesta(dekonstruksi), dan pengingkaran terhadapkekuasaan dan kebesaran Tuhan (denialisasi). Hal inilah yang harus menjadi perhatian manusia,khususnya para ilmuwan yang senantiasa menggembosi progresivitas lPTEK. Lalu, bagaimana Al-Qur’an sebagai sumber kajian dan ide-ide ilmiah menengarai permasalah-an ini? Selanjutnyaakan dibahas permasalahan tersebut dengan sistematika uraian sebagai berikut: Pertama, Konsepsimanusia sebagai khalifah di muka bumi. Kedua, Al-Qur’an sebagai sumber ide-ide ilmiah. Ketiga,Hakikat ilmu pengetahuan dan teknologi bagi manusia, dan keempat, Pesan nilai Al-Quran terhadapprogresivitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Wacana tersebut dipandang penting diangkat kepermukaan, sebagai sebuah pencerahan (renaisans) pemahaman kepada manusia tentang lajuprogresif ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga akan diperoleh pe-mahaman, bahwaprogresivitas ilmu pengetahuan dan teknologi yang benar adalah yang tidak ber-tentangan dengannilai-nilai Al-Qur’an. Hakikat ilmu pengetahuan dan teknologi pun dipahami sebagai bukti kekuasaandan kebesaran Allah (Q.S. 65: 12); sebagai sarana kesejahteraan manusia (Q.S. 45: 13); sebagaitanda rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah (Q.S. 16: 78), dan sebagai jembatan menujukehidupan yang abadi (akhirat) (Q-S. 6: 32). Dengan demikian, progresivitas IPTEK yang dilakukanmanusia, tidak akan menimbulkan kerusakan pada alam, tidak melanggar hukum Allah, dan tidakmelenakan manusia sehingga melupakan kehidupan akhirat.Kata kunci: Progresivitas, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Al-Qur’an.
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG Hanafi Hanafi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan manfaat dongeng dalam pembentukankarakter anak dan (2) mendeskripsikan teknik penyampaian dongeng yang sesuai dengan usiaanak. Fokus penelitian ini adalah “Bagaimana pembentukan karakter anak melalui dongeng?”Selanjutnya fokus ini dirinci menjadi dua sub-subfokus, yaitu (1) Bagaimana manfaat dongengdalam pembentukan karakter anak? dan (2) Bagaimana teknik penyampaian dongeng yang sesuaidengan usia anak? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kajian pustaka dengan teknikanalisis isi. Sumber data penelitian ini adalah buku-buku yang membicarakan pendidikan karakter,psikologi kepribadian, dan karya sastra. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Dongeng mempunyaibanyak manfaat, di antaranya adalah (a) dongeng mengajarkan nilai moral yang baik, (b) dongengmengembangkan daya imajinasi anak, (c) dongeng menambah wawasan anak, (d) dongengmeningkatkan kreativitas anak, (e) dongeng mendekatkan anak dengan orang tua, dan (e) dongengmenghilangkan ketegangan (stres). (2) Ada beberapa cara (teknik) yang dapat dilakukan dalammenyampaikan dongeng yang sesuai dengan usia anak, yaitu (a) Anak-anak diminta menyebutkanciri-ciri tokoh dalam dongeng, (b) Anak-anak diminta mengaitkan dongeng dengan lagu tertentu, (c)Orang tua/guru menceritakan fakta yang terkait dengan tokoh dongeng, dan (d) Orang tua/gurumemberi kebebasan kepada anak untuk membuat akhir cerita dongeng. Oleh karena itu, orang tuadan guru sebaiknya menyisihkan waktu untuk memberikan dongeng yang mendidik anak-anakkarena dongeng mempunyai potensi konstruktif untuk mendukung perkembangan mental anak.Selain itu, orang tua dan guru sebaiknya mempunyai keterampilan dalam mendongeng. Orang tuadan guru harus menguasai cara (teknik) penyampaian dongeng yang sesuai dengan usia anaksehingga dongeng yang disampaikan menjadi sangat menarik bagi anak-anak.Kata Kunci: Pembentukan Karakter, Manfaat Dongeng, dan Teknik Penyampaian Dongeng.
KOMERSIALISASI PENDIDIKAN Mochamad Mu’izzuddin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara masalah komersialisasi pendidikan berarti berbicara tentang orientasi pendidikanyang terselubung dengan unsur dagang atau bisnis yang sarat dengan upaya bagaimanamenghasilkan materi sebanyak-banyaknya sebagai income perkapita bagi sebuah lembaga atauinstitusi terkait yang mengambil keuntungan materi sebagai perwujudan dari kebutuhan-kebutuhanmasyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan.Mutu Pendidikan sebagai dalih legalitas formal bagi suatu institusi pendidikan untuk mengambilkebijakan pendidikan terhadap wali murid/wali mahasiswa dengan gaya otoritas lembagapendidikan untuk menggalang dana pendidikan sebagai pencapaian tujuan pendidikan yangdiinginkan secara bersama melalui rapat komite sekolah.Komersialisasi pendidikan di Indonesia bisa saja dipengaruhi oleh system pengelolaanpendidikan. Di mana pengelolaan pendidikan yang dianut dewasa ini adalah pengelolaanpendidikan dengan pendekatan MBS. Pengelolaan pendidikan dengan pendekatan MBS inicenderung mengurangi peran tanggung jawab pemerintah sebagai pengemban amanah utamadalam UUD 1945 untuk mewujudkan kecerdasan kehidupan bangsa. Pada gilirannya, perantanggung jawab pendidikan diarahkan kepada Stakeholder pendidikan, seperti orang tua,masyarakat, pemerintah, dan dunia industri. Hal ini mendorong kepada tingginya biaya pendidikanyang hendak dibebankan kepada orang tua atau masyarakat yang menimbulkan kesankomersialisasi pendidikan.Timbulnya komersialisasi pendidikan disebabkan menurunnya kemampuan pemerintah untukmembiayai penyelenggaraan pendidikan bermutu yang harganya terjangkau. Penurunankemampuan pemerintah ini disebabkan banyaknya alokasi anggaran yang dipakai untuk bayarhutang pemerintah maupun bayar hutangnya para konglomerat. Hal ini menimbulkan implikasiterhadap pembiayaan pendidikan dengan ditandai adanya pengalihan finansial pada lembagapendidikan yang dituangkan dalam bentuk otonomi penyelenggaraan pendidikan.. yang sangatkentara terlihat sebagai contoh pada status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi Badan HukumMilik Negara (BHMN). Keadaan seperti ini sebenarnya mencerminkan karakter pemerintahan kitahari ini yang selalu membuka peluang atas terjadinya liberalisasi dan privatisasi disemua sektorvital yang sangat dibutuhkan oleh rakyat! Penyelenggara negara selalu memposisikan dirinya sebagairegulator atas kepentingan modal imperialisme, sehingga banyak melahirkan kebijakan dalambentuk UU yang hari ini sangat menindas rakyat.Kata kunci: Komersialiasi, Pendidikan, PTN.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI REVITALISASI KADER POSYANDU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT Restu Wigati; Abdurohim Abdurohim
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan hak asasi setiap manusia, sumber daya manusia yang sehat sertaberkualitas merupakan modal utama. Upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatanmasyarakat yang terjangkau melalui pemberdayaan masyarakat dalam bentuk UKBM (Upaya KesehatanBersumber daya Masyarakat) adalah melalui posyandu yang pengelolaannya adalah dari,oleh, untuk dan bersama masyarakat. Upaya peningkatan peran dan fungsi posyandu bukan sematamatatanggung jawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di masyarakat, termasukkader sebagai penggerak masyarakat. Minimnya fungsi posyandu maka diupayakan suatu bentukRevitalisasi Posyandu dalam mengurangi status gizi serta kesehatan ibu dan balita. Dasar pemikirandalam penelitian bahwa dalam meningkatkan fungsi serta kinerja posyandu sebagai bentuk revitlisasidi antaranya melalui kinerja kader posyandu berdasarkan beberapa variabel, di antaranya berdasarkankeaktifan kader posyandu, pengetahuan kader, latar belakang pendidikan, usia kader sertamotivasi kader. Metodologi yang digunakan adalah metode deskritif kuantitatif dengan instrumenpenelitian terdiri dari beberapa daftar pertanyaan (kuesioner). Pengolahan data menggunakananalisis statistik parametris melalui pengujian t-test terhadap 20 (duapuluh) responden yaitu kaderposyandu di Kelurahan Lebakgede Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon. Hasil penelitian menunjukan55% kader posyandu berlatar belakang pendidikan menengah dengan usia produktif 25sampai 29 tahun. Uji statistik menggunakan t-test dengan nilai t hit 1.684 dan 0.560 berturut turutmenyatakan bahwa kader posyandu aktif dan memiliki motivasi yang baik sebagai kader posyandu.Pengetahuan kader terkategori cukup perlu upayakan tindak lanjut dalam bentuk pelatihan, pendampinganteknis oleh tenaga professional sebagai bentuk penyempurnan kader posyandu yanglebih baik.Kata kunci: Kader Posyandu, Kesehatan Masyarakat, Revitalisasi Berbasis Karakter
KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Abdurohim Abdurohim; Enden Mina; Restu Wigati
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Karakter seharusnya sudah dimulai sejak sedini mungkin, baik ketika masih dalamkandungan ibu, dalam keluarga, kelompok bermain ataupun Pendidikan anak usia dini. Pendidikanpada usia dini pada dasarnya adalah pendidikan yang dilakukan oleh keluarga sebagai pusatpendidikan yang sangat berperan dalam proses perkembangan anak pada usia dini. Hal yangperlu disadari oleh orang tua adalah bahwa dengan mendapatkan pelayanan PAUD, perkembanganaspek psikologis dan psikis anak akan meningkat dan berkembang dengan lebih optimaldibandingkan anak yang tidak melalui PAUD. Faktor yang menyebabkan lambatnya pertumbuhananak usia dini adalah animo masyarakat atau kesadaran orang tua tentang pentingnya PAUD yangmasih rendah. Dasar pemikiran dalam penelitian yang akan dianalisa adalah bahwa dalammeningkatkan fungsi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini lebih efektif perlu diketahuibeberapa faktor yang menyebabkan lemahnya tingkat pengetahuan masyarakat terutama kaumibu sebagai orang terdekat mengingat usia dini merupakan periode emas (goldenage) bagiperkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Metodologi yang digunakan dalampenelitian adalah metode deskritif kuantitatif dengan instrumen penelitian terdiri dari beberapadaftar pertanyaan (kuesioner). Pengolahan data menggunakan analisis statistik parametris melaluipengujian t-test terhadap responden yaitu ibu-ibu yang memiliki anak usia 4 sampai 6 tahun diKelurahan LebakgedeKecamatan Pulomerak Kota Cilegon.Kata kunci: PAUD, Pengetahuan Ibu, anak usia 4 – 6 tahun.
PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi di SMPN 2 Mancak Kabupaten Serang) Firda Yuliarda; Anis Fauzi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya Kreativitas siswa dalam proses pembelajaran dapat mengakibatkan prosesmengajar menjadi kurang optimal, sehingga materi yang diajarkan atau disajikan menjadi tidaktuntas dan hasil belajar akan menurun. Faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalahprofesionalisme guru dan kreativitas belajar siswa. Guru yang profesional mampu menumbuhkanmental siswa dalam belajar. Sehingga seorang guru yang profesional mampu menunjukan kebutuhandasar (tujuan) dari belajar yang pada akhirnya dapat menumbuhkan atau mendorong siswadalammencapai keinginan Atau tujuan dean cita-cita. Permasalah pokok dalam penelitian ini adalahbagaimana pengaruh profesionalisme guru dan kreativitas Belajar siswa terhadap hasil belajarpada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas IX SMPN 2 Mancak? Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru dan kreativitas Belajar siswa terhadap hasil belajarpelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Mancak. Metode penelitian yang digunakanadalah metode kuantitatif, dengan profesionalisme guru dan kreativitas belajar siswa sebagaivariabel independen serta hasil belajar sebagai variabel dependen. Teknik pengumplan datanyaberbentuk angket, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Dari hasil uji hipotesis menunjukanbahwa ada pengaruh profesinalisme guru dan kreativitas belajar terhadap hasil belajar PAI sebesar0,753 yang termasuk dalam katagori tinggi. Sedangkan kontribusi pengaruh profesionalisme gurudan kreativitas belajar terhadap hasil belajar sebesar 56,7%.Kata Kunci: Profesionalisme Guru, Kreativitas Belajar Sswa, dan Hasil Belajar PAI
BERAKHLAKLAH KAMU DENGAN AKHLAK ALLAH Jakaria Jakaria
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan manfaat dongeng dalam pembentukankarrakter anak dan (2) mendeskripsikan teknik penyampaian dongeng yang sesuai dengan usiaanak. Fokus penelitian ini adalah “Bagaimana pembentukan karakter anak?” selanjutnya focuspenelitian ini dirinci menjadi dua subfokus, yaitu (1) Bagaimana manfaat dongeng dalampembentukan karakter anak? Dan (2) Bagaimana teknik penyampaian dongeng yang sesuai denganusia anak? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kajian pustaka dengan teknik analisisdata isi. Sumber data penelitian ini adalah buku-buku yang membicarakan pendidikan karakter,psikologi kepribadian, dan karya sastra. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Dongeng mempunyaibanyak manfaat, di antaranya adalah (a) dongeng mengajarkan nilai moral yang baik, (b) dongengmengembangkan daya imajinasi anak, (c) dongeng menambah wawasan anak, (d) dongengmeningkatkan kreativitas anak, (e) dongeng mendekatkan anak dengan orang tua, dan (f) dongengmenghilangkan ketegangan (stress). (2) Ada beberapa cara (teknik) yang dapat dilakukan dalammenyampaikan dongeng yang sesui dengan usia ana, yaitu (a) anak-anak diminta menyebutkanciri-ciri tokoh dalam dongeng, (b) anak-anak diminta mengaitkan dongeng dengan lagu tertentu,(c) orang tua/guru menceritakan fakta yang terkait dengan tokoh dongeng, dan (d) orang tua/gurumemberi kebebasan kepada anak untuk membuat akhir cerita dongeng. Oleh karena itu, orang tuadan guru sebaiknya menyisihkan waktu untuk memberikan dongeng yang mendidik anak-anakkarena dongeng mempunyai potensi konstruksi untuk mendukung perkembangan mental anak.Selain itu, orang tua dan guru sebaiknya mempunyai keterampilan dalam mendongeng. Orang tuadan guru harus menguasai cara (teknik) penyampaian dongeng yang sesuai dengan usia anaksehingga dongeng yang disampaikan menjadi sangat menarik bagi anak-anak.Kata kunci: Pembentukan karakter, manfaat dongeng, dan teknik penyampaian Dongeng.
MODEL IMPLEMENTASI SISTEM PENDIDIKAN KARAKTER (Studi di SDIT AL-IZZAH Serang) Siti Muhibah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal 1 UndangundangSisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa diantara tujuan pendidikan nasional adalahmengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat juga pernah dikatakanDr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character.. that is the goal of true education (kecerdasanyang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang senbenarnya). Pendidikan karakter adalahpendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan(feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikankarakter tidak akan efektif. Pembelajaran di SDIT Al-Izzah adalah meramu beberapa kurikulumyang kemudian dituangkan dalam kurikulum SDIT Al-Izzah yang memadukan antara kurikulumDiknas, Depag, Yayasan dan JSIT. Adapun model pembelajaran yang diimplementasikan dalambentuk pembelajaran melalui dua kegiatan diantaranya kegiatan indoor dan outdoor. TerdapatSembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai yang berasal dari nilai-nilai luhur universal,yaitu: Pertama, cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab.Ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; Kelima, dermawan, sukatolong menolong dan gotong royong/kerjasama; Keenam, percaya diri/pekerja keras; Ketujuh,kepemimpinan dan keadilan; Kedelapan, baik dan rendah hati, dan Kesembilan, karakter toleransi,kedamaian, dan kesatuan.Hasis analisis diatas bahwa SDIT Al-Izzah Serang dalammengimplementasikan pendidikan berkarakter adalah melalui kurikulum terpadu dengan muatan8 mata pelajaran, 5 muatan lokal, 2 program pengembangan diri, dan 4 target pembiasaan. Adapunkarakter yang dibangun adalah : aqidah yang bersih, ibadah yang benar, pribadi yang matang,mandiri, cerdas dan berpengetahuan, sehat dan kuat, bersungguh-sungguh dan disiplin, tertib dancermat, efisien, dan bermanfaat.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Sistem Pendidikan, Dan Pendidikan Agama Islam

Page 3 of 17 | Total Record : 170