cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KORELASI DERAJAT DEGENERATIF DAN HERNIASI DISKUS INTERVERTEBRALIS DENGAN DERAJAT INFILTRASI LEMAK MUSKULUS MULTIFIDUS LUMBALIS PADA PEMERIKSAAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH Amalia, Amalia; Ilyas, Muhammad; Rauf, Rafikah; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P06

Abstract

Proses degeneratif pada tulang belakang dapat terjadi pada diskus intervertebralis. Asesmen dari degeneratif diskus lumbalis menggunakan kla sif ika si Pf irrma nn . H erniasi diskus merupakan keadaan dimana annulus dan nucleus menonjol memasuki kanalis spinalis. Degeneratif dan herniasi diskus merupakan penyebab tersering nyeri punggung bawah. Muskulus multifidus lumbalis adalah muskulus yang paling penting dalam menjaga stabilitas segmental tulang belakang. Infiltrasi lemak dapat dilihat melalui Magnetic Resonance Imaging (MRI), digrading menggunakan klasifikasi Goutallier. Penyakit degeneratif dan herniasi diskus adalah penyebab infiltrasi lemak pada muskulus multifidus lumbalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi derajat degeneratif dan herniasi diskus intervertebralis dengan derajat infiltrasi lemak muskulus multifidus lumbalis pada pemeriksaan MRI pasien nyeri punggung bawah. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP Wahidin Sudiorohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 284 sampel yang masuk kriteria inklusi. Penilaian degeneratif dan herniasi diskus didasarkan pada pemeriksaan MRI lumbosakral, kemudian menilai derajat infiltrasi lemak pada level terjadinya degeneratif dan herniasi. Selanjutnya dinilai korelasi antara degeneratif dan herniasi diskus dengan infiltrasi lemak muskulus multifidus lumbalis. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sedang antara derajat degeneratif dengan derajat infiltrasi lemak muskulus multifidus (p<0.001, r= 0.565) dan korelasi sedangantara derajat herniasi dengan derajat infiltrasi lemak muskulus multifidus (p<0.001, r= 0.462).Disimpulkan bahwa degeneratif dan herniasi diskus berkorelasi dengan infiltrasi lemak muskulus multifidus lumbalis. Kata kunci : degeneratif diskus, herniasi, infiltrasi lemak muskulus multifidus lumbalis, MRI
PERAN RASIO NEUTROFIL – LIMFOSIT PRA BEDAH SEBAGAI PREDIKTOR NYERI PADA PASIEN YANG MENJALANI OPERASI DEKOMPRESI DAN STABILISASI POSTERIOR (TINJAUAN TERHADAP INTENSITAS NYERI) Rahim, Octaviana Indri Sakti; Ratnawati, .; Ala Husain, Alamsyah Ambo; Ahmad, Muh. Ramli; Wirawan, Nur Surya; Wijaya Tan, Charles
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P14

Abstract

Background: Posterior decompression and stabilization on the vertebrae is a surgical procedure performed to treat the main cause of low back pain. NLR perioperative examination is very rarely used in determining the level of postoperative pain and can help in planning of postoperative analgesic drugs, even though this examination is certainly available as a perioperative assessment. Purpose: This study aims to assess the relationship between NLR preoperative as a predictor of pain with pain intensity and IL-6 levels postoperative in patients undergoing posterior decompression and stabilization surgery. Methods: This research is an analytical observational study with a prospective cohort design, which was carried out at Wahidin Sudirohusodo Hospital. The sample for this study was all patients who underwent elective surgical procedures for Decompression and Posterior Stabilization of the Lumbar Region at Dr. RSUP. Wahidin Sudirohusodo Makassar with 30 samples. Results: There was a strong, significant correlation between the average NRS at rest and the NLR group, as well as the average NRS with movement, p value < 0.05, r > 0.7. In IL-6 postoperative and delta-IL-6 levels, there was a statistically significant difference in IL-6 levels between the two groups with a p value <0.05. There is a significant difference in the need for the opioid Fentanyl in the two groups with a p value <0.05. Conclusion: There was an increase in the pain intensity and IL-6 levels postoperative, as well as an increase in total opioids consumptions in patients undergoing decompression and posterior stabilization of the lumbar region with NLR preoperative ? 2 compared to NLR < 2. NLR can be used as a predictor of postoperative pain which is good, therefore it can be used as a reference for appropriate postoperative pain management. Keywords: posterior decompression and stabilization, pain intensity, interleukin-6, numeric rating scale, neutrophil lymphocyte ratio
KORELASI NILAI INTRAVESICAL PROSTATIC PROTRUSION DAN POST VOID RESIDUAL URINE MENGGUNAKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI TRANSABDOMINAL DENGAN SKOR INTERNATIONAL PROSTATE SYMPTOM PADA PASIEN PEMBESARAN PROSTAT JINAK Marlina, Kiki Amelia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P05

Abstract

ABSTRAK Kiki Amelia M. Korelasi Nilai Intravesical Prostatic Protrusion dan Post Void Residual Urine Menggunakan Pemeriksaan Ultrasonografi Transabdominal dengan Skor International Prostate Symptom pada Pasien Pembesaran Prostat Jinak (Dibimbing oleh Nurlaily Idris dan Nikmatia Latief). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi nilai intravesical prostatic protrusion (IPP) dan volume post void residual (PVR) urine menggunakan pemeriksaan ultrasonografi transabdominal dengan skor international prostate symptom (IPSS) pada pasien pembesaran prostat jinak. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, mulai Maret hingga Oktober 2020. Jumlah sampel sebanyak 48 pasien. Metode yang digunakan adalah uji korelasi Spearman’s rho dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara volume prostat (p=0,0001, r=0,736) dengan skor international prostate symptom (IPSS), semakin besar volume prostat maka semakin tinggi skor IPSS. Terdapat korelasi antara derajat intravesical prostatic protrusion (IPP) (p=0,0001, r=0,675) dengan skor international prostate symptom (IPSS), semakin tinggi derajat IPP maka semakin tinggi pula skor IPSS. Tidak terdapat korelasi antara post void residu (PVR) urine (p=0,076, r=0,258) dengan skor international prostate symptom (IPSS), besarnya volume PVR tidak berkorelasi dengan skor IPSS. Tidak terdapat korelasi antara kalsifikasi prostat (p=0,493) dengan skor international prostate symptom (IPSS), dimana keberadaan kalsifikasi prostat tidak berkorelasi dengan skor IPSS. Kata kunci: Pembesaran prostat jinak, ultrasonografi transabdominal, intravesical prostatic protrusion, post void residual urine, kalsifikasi prostat, skor international prostate symptom
HUBUNGAN ANTARA HIPERURISEMIA DENGAN HIPERTENSI DI RSUD SANJIWANI GIANYAR TAHUN 2019 Sarilan, I Putu; Putra, IGB Gita Pranata; Cahyawati, Putu Nita
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P11

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan pada penelitian sebelumnya ditemukan adanya kontroversi terkait hubungan antara hiperurisemia dan hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hiperurisemia dengan kejadian hipertensi tersebut. Metode: Penelitian ini dilakukan di RSUD Sanjiwani Gianyar dengan desain penelitian observasional analitik cross-sectional. Data diambil dari rekam medis pasien pada periode Januari–Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 104. Hasil: Karakteristik sampel pada penelitian ini yaitu mayoritas berusia lebih dari 60 tahun (51%) dan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (57.7%). Kejadian hiperurisemi pada pasien hipertensi adalah 68.3%. Kejadian hiperurisemia lebih banyak terjadi pada pasien hipertensi grade 1 (68.8%) dibandingkan dengan hipertensi grade 2 (67.2%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman. menemukan bahwa nilai p>0.05, r -0.010. Kesimpulan: Hasil yang menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara hiperurisemia dan hipertensi di RSUD Sanjiwani Gianyar tahun 2019. Kata kunci : Hipertensi, Hiperurisemia, RSUD Sanjiwani Gianyar
Gambaran Fundus Okular dan Efek Midriasis dari Pemberian Tropikamid 1% setelah Kematian pada Jenazah di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Yudiskara, Ni Nyoman Elza; Alit, Ida Bagus Putu; Yulianti, Kunthi; Rustyadi, Dudut; Suryathi, Ni Made Ari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P01

Abstract

Memperkirakan interval waktu kematian sangat penting dilakukan, khususnya pada kasus kematian tidak wajar. Perubahan lanjut yang pertama terlihat untuk dapat memperkirakan interval waktu kematian, yaitu lebam mayat, baru menetap setelah 8-12 jam postmortem. Salah satu metode lain yang dapat dilakukan untuk dapat mempersempit perkiraan interval waktu kematian sebelum 8-12 jam postmortem, yaitu pemeriksaan fundus okular, yang idealnya memerlukan penggunaan midriatikum agar gambaran fundus okular dapat diamati dengan lebih jelas. Namun, efek midriasis dari pemberian midriatikum setelah kematian masih belum banyak diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data berasal dari sumber data primer berupa gambaran fundus okular dan efek midriasis dari pemberian tropikamid 1% setelah kematian. Data sekunder berupa surat keterangan kematian dari sampel. Teknik pengumpulan sampel dengan metode consecutive sampling dilakukan pada Bulan Juli hingga Oktober 2022 di Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah, dan didapatkan sejumlah 25 jenazah. Dilakukan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi gambaran fundus okular dan efek midriasis dari pemberian tropikamid 1% dengan beberapa interval waktu kematian. Dalam penelitian ini diperoleh hasil gambaran fundus okular yang bervariasi terhadap interval waktu kematian. Efek midriasis dari pemberian tropikamid 1% pada penelitian ini, sebagian besar menunjukkan reaksi positif, tetapi belum dapat menghasilkan pelebaran ukuran diameter pupil mata yang ideal untuk pemeriksaan fundus okular.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri terhadap Menstruasi dan Menstrual Hygiene di SMP Santo Yoseph Denpasar Gunawan, Regina; Suryawati, Nyoman; Indira, I Gusti Ayu Agung Elis; Darmaputra, I Gusti Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P15

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu tahapan dalam perkembangan hidup manusia yang ditandai dengan pubertas. Pubertas pada remaja putri dikenal dengan istilah menarche atau terjadinya menstruasi pertama kali. Menstruasi adalah pengeluaran darah dari mukosa uterus disertai dengan pelepasan (deskuamasi) endometrium yang terjadi secara periodik dan siklis. Minimnya informasi yang didapatkan remaja putri mengenai menstruasi dan menstrual hygiene akan mempengaruhi tingkat pengetahuannya sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti iritasi, infeksi, dan inflamasi pada area genitalia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri terhadap menstruasi dan menstrual hygiene di SMP Santo Yoseph Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan studi potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian berjumlah 150 orang remaja putri yang berada di SMP Santo Yoseph Denpasar. Data diperoleh berdasarkan data primer berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan menstruasi dan menstrual hygiene. Pengolahan dan analisis data menggunakan program SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak bertingkat pengetahuan baik terhadap menstruasi maupun menstrual hygiene dengan masing-masing berjumlah 75 orang (50%) dan 77 orang (51,3%). Usia 14 tahun menjadi usia bertingkat pengetahuan baik terbanyak yang sejalan dengan karakteristik kelasnya dimana terbanyak berada pada kelas IX. Pendidikan terakhir ayah dan ibu didominasi oleh tamatan perguruan tinggi serta paling banyak didapatkan bertingkat pendapatan sangat tinggi. Sumber informasi mayoritas berasal dari ibu.
CHARACTERISTICS OF COVID-19 CASES IN PREGNANCY AT PROF DR I GUSTI NGOERAH GDE NGOERAH HOSPITAL IN 2021-2022 Gde Ari Putra, Orion Reffa; Gede Fajar Manuaba, Ida Bagus; Sastra Winata, I Gde; Ngurah Harry Wijaya Surya, I Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P16

Abstract

COVID-19 is a respiratory virus that can cause mild to severe respiratory illnesses and complications. Pregnant women and new mothers are at high risk for infection. This study aims to understand COVID-19 cases during pregnancy. The objective of this study was to determine the characteristics of COVID-19 cases during pregnancy at RSUP Prof Dr I Gusti Ngoerah Gde Ngoerah in 2021-2022. This descriptive observational cross-sectional study analyzed events occurring in the population without intervening in the study subjects. The results indicate that pregnant women with COVID-19 at RSUP Prof Dr I Gusti Ngoerah Gde Ngoerah in 2021-2022 were mostly aged between 20-30 years (64,3%), had one pregnancy (74,4%), and were in the third trimester (79,9%). The study found that (44,7%) of participants had a BMI indicating overweight, (100%) had no COVID-19 risk, and (48,2%) did not know their COVID-19 risk. Additionally, (97,5%) had not received a COVID-19 vaccination, (49,2%) experienced mild clinical symptoms, and (41,2%) were treated with remdesivir as an antiviral medication. The majority of participants had a high leukocyte count (54,3%) and normal platelet values (77,9%), but (68,3%) did not undergo lymphocyte count examination. (47,2%) of the majority did not undergo radiological imaging. For those who did, it was done for pneumonia in (30,7%) of cases.
- HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (NLR) TERHADAP DERAJAT DEMAM BERDARAH DENGUE DI INSTALASI RAWAT INAP RS ARI CANTI PERIODE APRIL 2022 – MEI 2023 mahayanti, kadek seri; Suardamana, Ketut
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P02

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is caused by dengue virus infection which can cause death and cause an outbreak. Neutrophil lymphocyte ratio (NLR) is one of the cheap laboratory parameters and can predict plasma leakage in the critical period of dengue hemorrhagic fever. This study aims to determine the profile of dengue hemorrhagic fever patients and the relationship between the neutrophil lymphocyte ratio and the degree of dengue hemorrhagic fever in patients treated at Ari Canti Hospital for the period April 2022 – May 2023. This research is a retrospective analytical study with a cross-sectional approach using secondary data from archives at the Ari Canti Hospital Inpatient Installation for the period April 2022-May 2023. Data collection in the form of gender, age, neutrophil lymphocyte ratio and degree of dengue hemorrhagic fever was carried out using the convenient purposive sampling method. This study shows that the highest age group is the 26-35-year age group 35.7%, the highest gender is male 55.3% with cases of dengue hemorrhagic fever without shock 89.2% and a neutrophil lymphocyte ratio (NLR) of >2 as much as 64.2%. The result of Mann Whitney non-parametric test, showed that p value <0.0001. There is a significant relationship between NLR and the degree of dengue hemorrhagic fever in patients hospitalized at Ari Canti Hospital in April 2022, May 2023. Keywords : dengue virus., dengue hemorrhagic fever., hospitalization., neutrophil lymphocyte ratio
HUBUNGAN CERVICAL SAGITTAL PARAMETER DAN DERAJAT DEGENERATIVE DISC DISEASE BERDASARKAN MRI DENGAN KUALITAS HIDUP BERDASARKAN NECK DISABILITY INDEX PADA PASIEN NYERI LEHER Bato, Frieliany Ebbey
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P09

Abstract

Latar Belakang: Nyeri leher merupakan penyebab disabilitas paling umum keempat serta merupakan keluhan muskuloskeletal tersering kedua. Nyeri leher didefinisikan sebagai nyeri yang dirasakan dimana saja didaerah posterior tulang belakang leher, dari garis nuchal superior ke proscessus spinosus thoracal satu. Nyeri leher dapat menghambat aktivitas dan berpengaruh pada kualitas hidup yang diukur dengan kuisioner Neck Disability Index. Nyeri leher disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya karena perubahan degenerative pada discus, yang dinilai dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Cervical Sagittal Parameter (CSP) dan derajat Degenerative Disc Disease (DDD) berdasarkan pemeriksaan MRI dengan kualitas hidup berdasarkan Neck Disability Index (NDI) pada pasien nyeri leher. Metode: sebuah penelitian cross sectional yang dilaksanakan di Instalasi Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada bulan September-November 2022. Sampel sebanyak 40 orang. Metode yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 sampel laki-laki (45%) dan 22 sampel perempuan (55%). Usia terbanyak adalah lansia rentang 46-65 tahun (70%). Grade DDD terbanyak yaitu grade IV sebanyak 21 sampel (52.5%) dan skor NDI tertinggi 68.0. Kesimpulan: terdapat hubungan bermakna antara Degenerative Disc Disease dan Neck Disability Index score dengan nilai p 0,001 dan nilai r 0.763. Adapun untuk Cervical Sagittal Parameter dengan Neck Disability Index maupun Cervical Sagittal Parameter dengan derajat Degenerative Disc Disease tidak didapatkan adanya hubungan bermakna. Kata kunci: cervical sagittal parameter, degenerative disc disease, neck disability index
THE COMPARISON OF BURNOUT IN FIRST-YEAR AND FOURTH-YEAR MEDICAL STUDENTS AT UDAYANA UNIVERSITY Kuswari, Janice; Darmayani, I Gusti Ayu Sri; Ganesha, I Gde Haryo; Mayura, I Putu Bayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P07

Abstract

Pendidikan Kedokteran terkenal dengan beban akademiknya yang sangat besar sehingga tidak sedikit mahasiswa kedokteran mengalami burnout. Burnout pada mahasiswa kedokteran umumnya banyak terjadi pada mahasiswa baru dan juga mahasiswa tingkat akhir preklinik yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan burnout yang terjadi pada mahasiswa kedokteran tahun pertama dan tahun keempat di Universitas Udayana. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional dengan mengadopsi kuesioner dari Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) . Sebanyak 116 mahasiswa sebagai subjek penelitian diambil dengan teknik simple random sampling dan dilakukan dengan pembagian kuesioner secara online. Variabel dependen pada penelitian ini adalah tingkat burnout pada mahasiswa dan variabel independennya yaitu kelelahan emosional, depersonalisasi, dan pencapaian personal yang merupakan stressor dan tingkat kuliah. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji T dan uji ANOVA dengan nilai signifikansi ?=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran tahun pertama lebih banyak mengalami burnout daripada mahasiswa kedokteran tahun keempat di Universitas Udayana. Selain itu, pada uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0.000 yang menandakan bahwa kelelahan emosional, depersonalisasi, dan pencapaian personal secara simultan berhubungan dengan burnout seseorang. Dapat disimpulkan bahwa jumlah kejadian burnout lebih banyak ditemukan pada mahasiswa kedokteran tahun pertama, yakni sebanyak 14.6% dan 13.8% kasus burnout pada mahasiswa kedokteran tahun keempat. Kata kunci : Burnout, mahasiswa kedokteran, beban akademik

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue