cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS METODE IVA TES PADA WANITA PUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH KAMPUNG TAHUN 2023 hayu, ramah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P02

Abstract

Kanker serviks adalah kanker yang terdapat pada serviks atau leher rahim, yaitu area bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina, sekitar 85% dari kasus kanker di dunia yang berjumlah sekitar 493.000 kasus dengan jumlah 273.000 kasus menyebabkan kematian, terjadi di negara-negara berkembang. Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu negara berkembang yang mengidap kanker serviks terbesar nomor dua setelah China. Hasil studi pendahuluan pemeriksaan IVA tes pada wilayah kerja Puskesmas Tanah Kampung masih sangat rendah yaitu pada tahun 2021 sebesar 3,1 % dari target nasional sebesar 80%, Tujuan penelitian mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks metode IVA tes pada wanita PUS diwilayah kerja Puskesmas Tanah Kampung Tahun 2023. Desain penelitian ini dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah wanita PUS sebanyak 118 orang dengan sampelnya 54 orang. Teknik sampling menggunakan simpel random sampling. Uji statistik yang digunakan uji Chi Square dengan ? <0,05. Hasil Hasil uji statistik diperoleh hasil ada hubungan sikap dengan pemeriksaan IVA tes dengan nilai P-value = 0,016 (? = 0,05), ada hubungan akses informasi dengan pemeriksaan IVA tes dengan nilai P-value = 0,033 (? = 0,05), ada hubungan dukungan suami dengan pemeriksaan IVA tes dengan nilai P-value = 0,007 (? = 0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan antara sikap, akses informasi dan dukungan suami dengan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks metode IVA tes sehingga disarankan untuk meningkatkan promosi kesehatan mengenai pemeriksaan deteksi dini kanker serviks metode IVA tes.
KEPATUHAN PENGOBATAN TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Mardaningrat, Gede Ari Mahendra; Parining, Ketut; Utami, Made Aristia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P06

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu dari beberapa penyakit kronis yang banyak terjadi di dunia. Seseorang yang hidup dengan DM membutuhkan manajemen yang komprehensif, seperti perawatan medis, kontrol diet, dan modifikasi gaya hidup untuk mencapai tingkat kontrol gula darah yang baik. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi dalam waktu singkat dan yang akan datang. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara kadar gula darah pasien DM Tipe II dengan kepatuhan pengobatan di Puskesmas Seririt I. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional yang dilaksanakan sejak Juni 2023-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan design crossectional dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Sampel dipilih dengan cara total sampling. Data dikumpulkan melalui proses tanya jawab dengan pasien, data rekam medis pasien dan melakukan pemeriksaan gula darah Ketika pasien berkunjung ke puskesmas. Data penelitian dirangkum ke dalam Microsoft Excel dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Puskesmas Seririt I, pasien dengan penyakit DM terbanyak ditemukan pada kelompok perempuan (64%), kelompok usia >60 tahun (49,4%), DM berasal Patemon (25,3%), dan penderita DM yang disertai komorbid hipertensi (53,3%), pengobatan DM dengan obat-obatan metformin dan glibenclamid (44%). Hasil penelitian menyatakan pasien DM memiliki tingkat kepatuhan berobat yang baik (82,7%), dan kadar gula darah normal (77,3%). Pada penelitian ini juga dilakukan uji korelasi dan didapatkan hasil yang signifikan (p < 0,05) antara kepatuhan pengobatan terhadap kadar gula darah pasien DM tipe 2. Salah satu upaya untuk mengendalikan gula darah atau mencegah komplikasi yang ditimbulkan DM adalah dengan menerapkan perilaku kepatuhan berobat bagi penderita diabetes. Kata kunci: diabetes melitus, diet, gula darah, kepatuhan, pengobatan
Hubungan Antara Waktu Tunggu Operasi pada Fraktur Collum Femur dengan Funsgional Outcome pada Pasien Berusia di atas 65 Tahun di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar pada Tahun 2021 Tandiono, Marco; Aryana, I Gusti Ngurah Wien; Meregawa, Putu Feryawan; Maharjana, Made Agus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P13

Abstract

Fractures are common occurrence, especially in the elderly. One type of fracture with the most cases is neck fracture of the femur. The presence of a fracture can sometimes interfere with the body's functional activities, both before and after surgery. Different treatment times will result in varying outcomes, as in mortality and postoperative body function. This study aims to determine the relationship between waiting time for collum femur fracture surgery with functional outcome in patients who aged over 65 years. This study was an observational study with a retrospective analytic cross-sectional approach. The sampling technique used is total sampling, which by taking all available samples. Members of the research sample will be interviewed about their body's functional abilities using the Modified Harris Hip Score scoring system. The obtained interview results will be calculated and categorized. Furthermore, the data will be tested by Chi-Square Test to determine its significance. Interviews were conducted on 19 willing families. A total of 12 people underwent surgery with waiting time 5 days post-trauma, and 7 people underwent surgery with waiting time >5 days post-trauma. The results of the interviews showed that as many as 7 people died after surgery after 1 year. Meanwhile, the scoring results show that the most functional outcomes are in the bad category. The results of the Chi-Square Test showed that there was no significant difference in waiting time for surgery on post surgery outcome (p<0.05). Waiting time for surgery on collum femur fractures shows no significance on functional outcome in patients over 65 years of age.
Profile Penderita Kelainan Refraksi Pada Anak Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Pada Tahun 2016-2021 Karunika, Ni Luh Putu Pritha Dewi; Sutyawan, Wayan Eka; Surasmiati, Ni Made Ayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P10

Abstract

Pendahuluan: Kelainan refraksi banyak dialami anak-anak di Indonesia maupun di Bali. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi profil kelainan refraksi pada anak berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan jenis kelainan refraksinya serta menganalisis prevalensi kelainan refraksi pada anak yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar selama tahun 2016-2021. Metoda: Penelitian deskriptif ini menggunakan data sekunder yang dianalisis dengan desain cross sectional study terhadap populasi pasien usia sekolah 7-18 tahun sebanyak 655 sampe dengan melakukan pengambilan data rekam medis mulai tahun 2016-2021. Hasil: Kelainan refraksi tertinggi dijumpai pada usia 16-18 tahun 40,9%, usia 13-15 tahun 35,7%, dan usia 7-12 tahun 23,4%, dengan jenis kelamin perempuan 68,9% dan laki-laki 31,1%, jenis kelainan refraksi berupa miopia pada laki-laki 26,4% dan perempuan 57,4%, serta jarang adanya anisometropia. Prevalensi kelainan refraksi pada anak usia 16-18 tahun 40,9%, usia 13-15 tahun 35,7%, dan usia 7-12 tahun 23,4%, yang didominasi pasien perempuan (68,9%) daripada laki-laki (31,1%), dengan prevalensi miopia pada perempuan cenderung lebih tinggi (57,4%) dibandingkan pada laki-lakinya (26,4%), serta pemberian kacamata sebagai penatalaksanaan yang paling banyak dilakukan dan tidak ada pemberian kontak lens maupun tindakan pembedahan. Simpulan: Profil kelainan refraksi dari anak yang memeriksakan diri di Rumah Sakit Wangaya mulai Tahun 2016 sampai awal Januari 2021 didominasi anak SMA (usia 16-18 tahun), berjenis kelamin perempuan, dengan jenis kelainan refraksi berupa miopia, serta memberikan kacamata sebagai penatalaksanaannya. Kata kunci : Penderita, Kelainan refraksi, Mata, Usia Sekolah
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KONTAMINASI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) SAYUR KUBIS (Brassica oleracea L.) DAN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) PADA PEDAGANG LALAPAN DI DESA X, DENPASAR SELATAN Putra, I Putu Bagus Krisna Pramana; Laksemi, Dewa Ayu Agus Sri; Diarthini, Ni Luh Putu Eka; Damayanti, Putu Ayu Asri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P11

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) infection is caused by nematodes transmitted through the soil. In general, such as Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, hookworm, or Strongyloides stercoralis. A habit of consuming not hygienic vegetables or lalapan like cabbage (Brassica oleracea L.) and basil (Ocimum sanctum L.) is a risk for transmission. Lalapan merchants play important role in food preparation, as of knowledge and good food safety are required. The study aimed to describe STH knowledge, personal hygiene, water sources, lalapan merchant’s safekeeping, and STH contamination in cabbage and basil. The study is descriptive cross-sectional with STH knowledge, STH determinants questionnaire, and microscopic identification with NaCl 0,9% sedimentation method for instruments. The sample was all lalapan merchants in X Village, South Denpasar. Total there are 26 respondents. 84,62% of respondents are male, 34,6% at age 17-25 years old, and 65,4% senior high school as tertiary education. Obtained, lalapan merchant’s knowledge is not good at 57,7%. All respondents with clean fingernails and 92,3% practiced hand washing. Water sources from municipal waterworks (76,9%), clean merchant’s water containers (88,5%), and closed (92,3%). The food safekeeping was clean, separated in 92,3%, and closed for 88.5% of respondents. Contamination was found in 8,6% of 58 samples. Hookworm eggs in three basil (10,3%) and one cabbage (3,4%), one larva STH in basil (3,4%). Although knowledge is not good, personal hygiene is widely practiced. Water sources are mostly from municipal waterworks. The food safekeeping is separated, closed, and clean. It’s necessary to improve the knowledge about STH infection to realize food safety principles. Keywords : soil transmitted helminths, STH knowledge, STH contamination
RELATIONSHIP BETWEEN PULMONARY VASCULAR THICKENINGS WITH CT-SEVERITY SCORE IN COVID-19-CONFIRMED PATIENTS Danu, Alex; Asriyani, Sri; Latief, Nikmatia; Alfian, Andi; Iskandar, Harun; Rauf, Rafikah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P05

Abstract

Introduction: Previous studies have shown pulmonary vascular thickening found in COVID- 19 patients. In addition, the CT-Severity Score (CT-SS) scoring system have become a reference in assessing the severity of COVID-19. This study analyzes the relationship between pulmonary vascular thickening on CT-Scan thorax with CT-SS in patients with confirmed COVID-19.Materials and Methods: A retrospective cross-sectional study was conducted on 137 patients with confirmed COVID-19 at the Radiology Installation of Doctor Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar. Patients who were eligible and had undergone a chest CT-Scan were then measured for their pulmonary vascular thickness in the intralesional and extralesional areas of the secondary lung lobes. The CT-SS score was assessed to determine the degree of mild or severe disease based on the opacity of the involved lung segment. Independent T-test and Chi- square were used to determine the differences and relationships between the variables studied. Results: Based on CT-SS, most subjects were classified as mildly ill (CT-SS < 19.5, 78/137 people). The mean intralesional and extralesional vascular thickening was 2.65 ± 0.48 and 2.17 ± 0.36, respectively. There was a significant difference between vascular thickness between subjects with mild and severe CT-SS categories (intralesion: 2.4 ± 0.33 vs. 2.99 ± 0.47, p=0.001; extralesion: 2.04 ± 0.28 vs. 2.35 ± 0.39), Conclusion: Vascular thickening on CT-Scan chest images is related to the severity of COVID-19 as measured by CT-SS scoring. Keywords: COVID-19, Chest CT-Scan, CT-Severity Score, Pulmonary Vascular Thickening
RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS, IRON AND ZINC INTAKE AND LEARNING ACHIEVEMENT IN ADOLESCENT WOMEN IN SANTO YOSEPH JUNIOR HIGH SCHOOL Sri Widiani, Ni Komang Ayu; Mestika Mayangsari, Ayu Setyorini; Witarini, Komang Ayu; Eka Pratiwi, I Gusti Ayu Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i02.P17

Abstract

ABSTRAK Remaja adalah periode peralihan dari masa anak menjadi dewasa. Perkembangan remaja merupakan kompleks dengan pubertas, kematangan neurokognitif, transisi peran sosial, konsekuensi peningkatan kebutuhan terhadap nutrisi. Remaja putri membutuhkan zat gizi tiga kali lebih tinggi dari pria karena setiap bulan remaja putri mengalami menstruasi. Status gizi, zat besi dan seng adalah salah satu aspek penting mikronutrient yang mempengaruhi prestasi akademik remaja putri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi, tingkat konsumsi zat besi (Fe) dan seng (Zn) dengan prestasi belajar pada remaja putri di SMP Santo Yoseph Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner sosiodemografi, form food recall 1x24 jam, nilai rapor siswi kelas IX dan status gizi dinilai melalui Indeks Massa Tubuh. Hasil penelitian ini mengungkapkan sebagian besar responden (60,4%) dengan status gizi normal, sebagian besar responden (84,9%) dengan tingkat konsumsi zat besi kurang dan paling banyak responden (71,7%) memiliki tingkat konsumsi seng kurang. Prestasi belajar sebagian besar siswi memiliki prestasi belajar tinggi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia (78,3%), Matematika (73,6%), Bahasa Inggris (80,2%) dan Ilmu Pengetahuan Alam (92,5%). Tidak ditemukan hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia (p=0,241), Matematika (p=0,288), Bahasa Inggris (p=0,690), dan IPA (p=0,327). Tingkat konsumsi zat besi tidak memiliki hubungan dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia (p=0,096), Matematika (p=0,889), Bahasa Inggris (p=0,572), dan IPA (p=0,416). Tingkat konsumsi seng tidak memiliki hubungan dengan prestasi belajar Bahasa Indonesia (p=0,436), Matematika (p=0,971), Bahasa Inggris (p=0,568), dan IPA (p=0,829). Kata Kunci: Status Gizi, Zat Besi, Seng, Prestasi Belajar, Remaja Putri
GAMBARAN SEDENTARY LIFESTYLE PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA SELAMA MASA TRANSISI PANDEMI COVID-19 Santoso, Ayu Meylianawati; Dinata, I Made Krisna; Adiatmika, I Putu Gede; Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P09

Abstract

Sedentary lifestyle adalah perilaku yang terjadi pada saat kita duduk, berbaring, ataupun melakukan aktivitas yang membutuhkan energi sangat rendah. Sedentary lifestyle dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Aktivitas fisik yang rendah pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Udayana menjadi salah satu faktor risiko dari Sedentary Lifestyle. Pembelajaran yang dilakukan dengan dua metode yaitu offline dan online menimbulkan perubahan pada aktivitas fisik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sedentary lifestyle pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Udayana selama masa transisi pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Universitas Udayana dengan sampel mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2019-2021. Besaran sampel yang diambil setelah menggunakan rumus Slovin adalah 98 sampel menggunakan simple random sampling. Terdapat 10 aktivitas sedentari yang didata durasi waktunya selama satu minggu. Bermain musik merupakan aktivitas sedentari yang jarang dilakukan mahasiswa Pendidikan Dokter dengan rata-rata dalam seminggu sebanyak 15 menit. Menggunakan handphone/mengobrol merupakan aktivitas sedentari yang sering dilakukan mahasiswa Pendidikan Dokter dengan rata-rata dalam seminggu sebanyak 4 jam. Sebanyak 95% mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Udayana dalam tingkat kegiatan sedentari yang tinggi. Sedentary Lifestyle pada mahasiswa Pendidikan Dokter beragam dengan kegiatan yang paling dominan adalah menggunakan handphone/mengobrol. Penelitian lebih lanjut perlu untuk menilai hubungan antar variabel dengan jumlah yang lebih besar dan desain kuisioner yang lebih menarik. Kata kunci : Gambaran, Kegiatan Sedentari, Sedentary Lifestyle
HUBUNGAN DURASI AKTIVITAS FISIK JARAK DEKAT DENGAN ASTENOPIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS UDAYANA Arleni Putri, Ni Putu Apriliantini; Ari Suryathi, Ni Made; Kusumadjaja, Made Agus; Made Juliari, I Gusti Ayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Astenopia merupakan gejala subjektif yang timbul akibat penggunaan mata dalam aktivitas fisik jarak dekat. Upaya pembatasan penyebaran COVID-19 melalui perkuliahan daring menimbulkan peningkatan penerapan digitalisasi pada mahasiswa. Digitalisasi mempengaruhi fisiologis mata, dimana banyak di antara mahasiswa mengeluhkan kelelahan mata selama perkuliahan daring yang mewajibkan penerapan aktivitas fisik jarak dekat dalam waktu yang lama. Durasi aktivitas fisik jarak dekat yang berlebih menimbulkan ketidaknyamanan dan gerakan mata yang sering serta berisiko timbulnya astenopia. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi aktivitas fisik jarak dekat sebagai faktor risiko timbulnya astenopia Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang menerapkan desain studi observasional dengan pendekatan analitik cross-sectional yang melibatkan 653 mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2018-2020 Universitas Udayana. Pengambilan sampel sesuai pertimbangkan, yaitu purposive sampling. Bahan penelitian sesuai dengan data primer berupa kuesioner VFI (Visual Fatigue Index). Dari 653 mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2018-2020 Universitas Udayana yang terlibat sebagai responden ditemukan sebanyak 465 mahasiswa (71,2%) mengalami astenopia. Rata-rata durasi aktivitas fisik jarak dekat yang yaitu pada durasi ? 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga aktivitas fisik jarak dekat yang diteliti meliputi, membaca, penggunaan smartphone, dan laptop atau komputer menunjukkan p value <0,05 dan nilai risk estimate PR>1, serta selang kepercayaan tidak melewati 1. Dalam penelitian ini ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi aktivitas fisik jarak dekat dengan astenopia mahasiswa. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara durasi aktivitas fisik jarak dekat dengan astenopia pada mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2018-2020 Universitas Udayana. Kata kunci : Astenopia, Aktivitas Fisik Jarak Dekat, Durasi
English THE CORRELATION BETWEEN MARRIAGE AND DEMENTIA IN ELDERLY AT THE WREDA SEJAHTERA ASSOCIATION (PWS) IN DENPASAR CITY Suryananda, Amanda Raissa; Diniari, Ni Ketut Sri; Wahyuni, Anak Ayu Sri; Lesmana, Cokorda Bagus Jaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P14

Abstract

ABSTRACT Elderly individuals are considered more vulnerable to experiencing dementia due to the various changes they undergo in life, one of which is marriage. Certain marriage status may have a higher likelihood and risk of being associated with dementia. This research aims to provide a description of characteristics and identify the relationship between marriage and dementia among elderly at the Wreda Sejahtera Association (PWS) in Denpasar. This study employed a cross-sectional analytic design. Data were collected through face-to-face interviews and with MoCA-INA to evaluate characteristics and incidence of dementia among 88 elderly. Data were then analyzed using univariate and bivariate, and multivariate analysis. Of the 88 elderly, 9.1% had dementia where the majority were not with a partner (widow/widower). There was an association between dementia with marital status (p=0.000) and education (p=0.034). The risk of elderly with dementia is three times higher in widows/widowers than those who are still with their spouses. Odd ratio (OR) of elderly widow/widower was 30.608 (95%CI= 2.451-38.264). Marital status and age are risk factors contributing to the occurrence of dementia. Being unmarried or widowed/divorced can increase the likelihood of experiencing dementia, with this likelihood increasing as age advances. Preventive measures of dementia should be done as early as possible for divorced or unmarried people. Keywords : Dementia, Elderly, Marriage

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue