cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI PENGGUNAAN MASKER KETIKA BEROLAHRAGA DI LAPANGAN PUPUTAN MARGARANA RENON, KOTA DENPASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Purnamsidi, Wilbert; Dinata, I Made Krisna; Adiatmika, I Putu Gede; Sugianto, Alena Juliani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P01

Abstract

The Covid-19 pandemic requires people to wear masks as a preventive measure. In addition, exercise is also highly recommended because it can prevent metabolic and infectious diseases by boosting the immune system. During this period, the government issued several regulations regarding the obligation to wear masks which certainly affected people's sports activities, especially in public spaces such as Puputan Margarana Renon Field, Denpasar City. This study was conducted by means of visual observation to count the number of people who use masks and the types of masks used when exercising. The observations made obtained a total sample of 2023 people. A total of 737 people (36.43%) used masks while 1286 people (63.57%) did not use masks. This low prevalence of mask use can be based on several factors such as concern, discomfort, and non-compliance. The 737 mask users are divided into several types of masks used, including surgical masks (45.45%), KF94 masks (17.91%), duckbill masks (17.91%), cloth masks (8.01%), scuba masks (4.48%), and cloth mask with valves (0.81%). Each of these masks has its advantages assessed through the aspects of effectiveness, price, tightness, and various other aspects. Through this study, it can be concluded that the prevalence of using masks when exercising at Puputan Margarana Renon Field, Denpasar City is still quite low (36.43%) with the most commonly used masks being surgical masks (45.45%).
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH BIT (Beta vulgaris L) DAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS DENGAN DIET TINGGI LEMAK Radjibu, Gabriela Anastasya Viorezky; Wahyuniari, Ida Ayu Ika; Linawati, Ni Made; Arijana, I.G Kamasan Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P18

Abstract

Antioksidan betalain dan betasianin yang terkandung dalam Beta vulgaris L menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Demikian juga dengan kandungan antosianin dalam Ipomoea batatas untuk menurunkan kadar glukosa dan trigliserida dalam darah. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kombinasi antioksidan dari ekstrak Beta vulgaris dan Ipomoea batatas terhadap kadar trigliserida pada tikus wistar ( Rattus norvegicus ). Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental melalui uji laboratorium. Rancangan penelitian yang digunakan adalahTrue Experimental Post Test Only Control Group Design . Subjek penelitian menemukan 24 ekor tikus wistar ( Rattus norvegicus ), yang terbagi ke dalam 4 kelompok penelitian. Data dianalisis dengan SPSS versi 16.0. Penelitian ini merupakan penelitian awal yang mengkombinasikan 2 (dua) ekstrak umbi yaitu Beta vulgaris L dan Ipomoea batatas, yang hasilnya berbeda dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya yang hanya mengamati pengaruh satu ekstrak umbi terhadap kadar trigliserida wistar. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan di dalam kelompok maupun di antara kelompok kontrol, perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakuan 3, dengan demikian hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah H0 yaitu kombinasi ekstrak Beta vulgaris L dan Ipomoea batatas dosis 10,8 mg/200grBB tidak berpengaruh terhadap kadar trigliserida pada tikus wistar. Kata kunci : ekstrak Beta vulgaris L, ekstrak Ipomoea batatas , trigliserida
EVALUASI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes Indraningrat, Anak Agung Gede; Prihantara, Komang Gede Yudha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P17

Abstract

Faringitis atau sering dikenal sebagai radang tenggorokan merupakan penyakit yang memiliki tingkat prevalensi cukup tinggi di Indonesia. Salah satu patogen penyebab faringitis adalah bakteri Streptococcus pyogenes. Selama ini upaya pengobatan faringitis lebih difokuskan pada terapi antibiotika. Untuk mencegah timbulnya resistensi S. pyogenes terhadap antibiotika, maka salah satu upaya mengatasi faringitis adalah dengan mengembangkan obat-obatan baru yang bersumber dari alam. Pegagan merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat secara empiris untuk mengatasi penyakit infeksi karena kandungan senyawa aktifnya yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daya hambat ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) terhadap pertumbuhan S. pyogenes. Penelitian yang dilakukan adalah jenis eksperimental laboratorium dengan rancangan post-test only control group design. Pembuatan ekstrak etanol pegagan dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Sebanyak 150 gram serbuk simplisia pegagan dimaserasi dengan etanol 75% selama 24 jam dengan kecepatan 175 rpm dan didapatkan ekstrak sebanyak 22,48 gram. Skrining antibakteri menggunakan media Mueller Hinton Agar dengan metode Kirby-Bauer pada lima konsentrasi berbeda yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Sebagai kontrol positif digunakan antibiotika amphicillin. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi hambat minimal yaitu 50% dengan diameter zona hambat 6,13 ± 1,02 mm. Sedangkan, rata-rata diameter daya hambat ekstrak tertinggi terhadap S. pyogenes diperoleh pada konsentrasi 100% sebesar 11,39 ± 0,25 mm. Analisis Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang mengindikasikan daun pegagan mampu menghambat S. pyogenes. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat aktivitas antibakteri dari daun pegagan (Centella asiatica) terhadap S. pyogenes. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui komponen senyawa aktif dari ekstrak C. asiatica yang berperan sebagai antibakteri.
PENGEMBANGAN DAN UJI REABILITAS SKALA BRADEN BERBASIS ANDROID DALAM MEMPREDIKSI KEJADIAN PRESSURE INJURY PADA STROKE Nurhidayah, Irfanita; Syam, Yuliana; Yusuf, Saldy
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P06

Abstract

Pressure Injury dapat menyebabkan komplikasi bagi individu dirawat di rumah sakit, memperpanjang pengobatan dan rehabilitasi, mengurangi kualitas hidup, menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan angka kematian. Berdasarkan hal tersebut sangat penting untuk mengunakan suatu skala dalam menilai risiko Pressure Injury dan menentukan risiko kerusakan integritas kulit dan intervensi pencegahan yang sesuai. Salah satu instrument yang umum digunakan adalah Skala Braden. Salah satu alat yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya adalah skala Braden, namun di Indonesia belum diimplementaikan pada smartphone. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan skala Braden berbasis android dan melakukan uji validitas skala Braden berbasis android dalam memprediksi kejadian Pressure Injury pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cohort Prospektif. Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan cara non probability sampling jenis Consecutive Sampling. Sampel penelitian berjumlah 42 orang responden untuk uji validitas dan 6 responden untuk uji reabilitas antara obeserver dengan expert. Pada penelitian menggunakan pendekatan Test-Retest dengan uji korelasi spearman. Dari hasil penelitian didapatkan nilai p< 0.001 yang menunjukkan bahwa korelasi antara skor skala braden android pada hari perawatan ke- 2 dan skor skala braden android pada hari perawatan ke – 3 bermakna. Nilai korelasi Spearman sebesar 0.901 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang kuat. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan Intra Rater reliability dengani analisis Intraclass Correlation Coeffient (ICC) antara observer dan expert untuk skala braden paper 0.94 (95%CI; 0.895 – 0.976) dan untuk skala braden berbasis android adalah 0.94 (95% CI 0.895 – 0.976). Skala braden berbasis aplikasi android reliabel dalam memprediksi risiko pressure injury pada pasien stroke. Dari Uji Analisis Intraclass Correlation Coeffient (ICC) tersebut dapat disimpulkan tidak ada perbedaan persepsi antara observer dengan expert mengenai skala braden paper dan skala braden berbasis android.
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGIK ATEROSKLEROSIS KORONER DAN MORFOLOGI MIOKARDIUM KASUS OTOPSI DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH TAHUN 2017 – 2021 Nathaniela, Jocelin; Winarti, Ni Wayan; Sriwidyani, Ni Putu; Dewi, I Gusti Ayu Sri Mahendra; Henky, .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P02

Abstract

Aterosklerosis arteri koroner menjadi penyebab utama PJK dengan angka kejadian dan kematian tinggi yang menyerang berbagai usia dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik klinikopatologik aterosklerosis koroner dan morfologi miokardium. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik observasional potong lintang menggunakan teknik total sampling dari 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2021 mencakup variabel deskriptif berupa usia, jenis kelamin, lokasi sumbatan, level sumbatan, serta variabel analitik meliputi ketebalan miokardium dan morfologi miokardium. Data diolah menggunakan SPSS ver 26.0. Selanjutnya, dari data deskriptif dianalisis hubungan antara level sumbatan arteri koroner dengan ketebalan dan morfologi miokardium menggunakan uji chi square test dengan nilai kemaknaan ditentukan pada p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan kasus otopsi di RSUP Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah Denpasar tahun 2017-2021 berjumlah 81 kasus otopsi. Kasus otopsi terbanyak pada rentang usia 60-69 tahun (20 kasus/25%) dan didominasi laki-laki (62 kasus/76,5%). Lokasi sumbatan kebanyakan multiple baik campuran arteri koroner kiri maupun campuran arteri koroner kiri dan kanan, yaitu sebesar 9 kasus dan 12 kasus (25,9%). Level sumbatan sebagian besar di bawah critical stenosis/sumbatan <75% dengan frekuensi 48 kasus (59,3%). Miokardium paling tebal adalah miokardium ventrikel kiri dengan rerata ketebalan 16,85 mm. Kebanyakan kasus (35 kasus/43,2%) tidak menunjukkan perubahan morfologi miokardium. Miokardium ventrikel kiri menunjukkan perbedaan ketebalan signifikan (p=0,033), sedangkan perubahan morfologi tidak menunjukkan perbedaaan signifikan pada level sumbatan berbeda (p=0,245) pada uji statistik chi-square. Disimpulkan bahwa kasus otopsi di RSUP Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah Denpasar tahun 2017-2021 sebagian besar laki-laki, usia 60-69 tahun, dengan lokasi sumbatan aterosklerosis multiple pada level sumbatan <75%, dan miokardium paling tebal adalah ventrikel kiri. Terdapat hubungan bermakna antara ketebalan ventrikel kiri dengan level sumbatan arteri koroner. Tidak terdapat hubungan bermakna antara perubahan morfologi dengan level sumbatan arteri koroner. Kata kunci : Aterosklerosis Koroner, Kasus Otopsi, Karakteristik, Gambaran Histopatologi, Morfologi Miokardium
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN CAPAIAN VAKSINASI COVID-19 PADA IBU HAMIL DI KOTA PADANG TAHUN 2021 Liana, Nana; Tasya, Cerint Iralloza; Reza, Tia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i09.P03

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah pandemi kedua abad ke-21. Pasien yang terinfeksi COVID-19 di Indonesia hingga Februari tahun 2022 sebanyak 5.350.902 jiwa. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terjadi peningkatan angka kehamilan sebanyak 20,3% selama pandemi di Indonesia. Ibu hamil merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit pernafasan dan pneumonia. Ibu hamil terinfeksi COVID-19 sebanyak 50% menjalani perawatan intensif di ruang ICU, 33% membutuhkan bantuan ventilator, dan 25% mengalami kematian. Pengantisipasi dan pengurangan penyebaran virus corona di Indonesia sudah dilakukan di seluruh provinsi, diantaranya dengan memberikan vaksinasi. Hasil observasi peneliti didapatkan bahwa kota Padang memiliki angka capaian vaksinasi yang cukup rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi capaian vaksinasi tersebut adalah tingkat pendidikan. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat Pendidikan ibu hamil dengan capaian vaksinasi COVID-19 di Kota Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dengan jumlah sampel 100 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah status vaksinasi COVID-19 dan tingkat pendidikan. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi Chi-Square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan capaian vaksinasi COVID-19 ibu hamil di Kota Padang dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil dengan capaian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kota Padang.
GAMBARAN AUDIOMETRI NADA MURNI PASIEN PRESBIKUSIS DI POLI THT-KL RSUP SANGLAH DENPASAR Darma Putra, I Gusti Ngurah Agung
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P13

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Presbikusis merupakan penyakit neurodegeneratif terbanyak dan gangguan komunikasi nomor satu di dunia. Etiologi presbikusis belum diketahui namun terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya presbikusis seperti usia, jenis kelamin, hipertensi serta diabetes melitus. Presbikusis menjadi perhatian program penanggulangan gangguan pendengaran dan ketulian dengan tujuan untuk menurunkan angka kejadian presbikusis sebesar 90% pada tahun 2030. Sehingga penulis tertarik untuk meneliti gambaran audiometri nada murni pasien presbikusis di poli THT-KL RSUP Sanglah Denpasar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian desktiptif potong lintang dengan mengambil data sekunder dari rekam medis pasien yang terdiagnosa presbikusis. Sampel diambil dengan tehnik total sampling dan diperoleh sebanyak 65 sampel. Hasil: Berdasarkan kelompok usia, mayoritas berada pada usia 60-70 tahun yaitu 36 sampel (55,39%), dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 51 sampel (78.5%). Berdasarkan derajat gangguan pendengaran, didapatkan mayoritas derajat sedang pada telinga kanan yaitu 29 sampel (44,61%) dan derajat sedang pada telinga kiri yaitu 27 sampel (41,54%). Berdasarkan usia, derajat pendengaran pada usia 60-70 tahun didapatkan hasil mayoritas derajat ringan dan derajat sedang sebanyak 14 sampel (21,54%), pada usia 71-80 tahun didapatkan mayoritas derajat sedang sebanyak 14 sampel (21,54%), dan pada usia >80 tahun didapatkan mayoritas derajat sedang dan derajat berat sebanyak 1 sampel (1,54%). Berdasarkan tipe audiometri, hasil terbanyak berupa tipe strial yaitu 25 sampel (38,5%). Simpulan: Pada penelitian ini kelompok usia terbanyak adalah usia 60-70 tahun, dengan mayoritas laki-laki. Derajat pendengaran pasien terbanyak yaitu derajat sedang dengan tipe audiometri terbanyak adalah tipe strial. Kata Kunci : Presbikusis, audiometri, strial
GAMBARAN MORFOHISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN SETELAH DIINDUKSI ASPIRIN DAN EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) Matondang, Indah Dinamayanti; Febriani, Husnarika; Syukriah, Syukriah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P07

Abstract

Penggunaan aspirin dengan dosis berlebihan dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal dan disfungsi kerja organ ginjal. Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) mengandung senyawa yang berperan sebagai antiiflamsi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran morfohistologi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) jantan setelah diinduksi aspirin dan ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.). Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu KN (tanpa perlakuan aspirin + ekstrak daun kenikir), KP(Aspirin 200mg/kgBB selama 10 hari), dan kelompok perlakuan ekstrak daun kenikir dengan dosis bertingkat yaitu P1 (700 mg/kgBB), P2 (800 mg/kgBB), P3 (900 mg/kgBB) selama 14 hari. Data dianalisis dengan Uji One Way ANOVA dan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) mampu memperbaiki gambaran morfologi dan histopatologi ginjal tikus yang diinduksi aspirin. Ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) dengan dosis 900 mg/kgBB adalah dosis yang paling efektif dalam memperbaiki kondisi ginjal.
HUBUNGAN JENIS INFEKSI DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PASIEN DBD DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2021 Milaviwanda, Luh Komang Ayu; Wande, I Nyoman; Putu Sutirta Yasa, I Wayan; Lestari, Anak Agung Wiradewi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P14

Abstract

DBD merupakan penyakit dengan kasus yang tinggi setiap tahunnya, termasuk di RSUP Sanglah Denpasar. Perawatan DBD masih bersifat suportif, sehinga perencanaan perawatan yang lebih dini tentunya akan memberikan prognosis yang lebih baik serta dapat mengurangi mortalitas. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti hubungan jenis infeksi dengan derajat keparahan DBD di RSUP Sanglah agar dapat mengetahui prognosis pasien dan merencanakan perawatan lebih dini. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode deskriptif untuk mengetahui prevalensi masing-masing jenis infeksi dan masing-masing derajat keparahan, serta metode analitik untuk mengetahui hubungan variabel jenis infeksi dengan variabel derajat keparahan. Sampel penelitian adalah pasien DBD yang dirawat di RSUP Sanglah pada periode Januari-Desember 2021 yang memiliki rekam medis lengkap dengan hasil tes darah dan tes serologi, pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan imunosupresan, serta bukan merupakan pasien dengan immunocompromised. Dari 85 sampel, didapatkan prevalensi infeksi primer sebesar 18,8% dan infeksi sekunder sebesar 81,2%. Prevalensi derajat I sebesar 34,1%, derajat II sebesar 28,2%, derajat III sebesar 30,6%, dan derajat IV sebesar 7,1%. Didapatkan hubungan yang cukup bermakna antara jenis infeksi dengan derajat keparahan DBD. Infeksi sekunder ditemukan lebih banyak pada derajat ? II dengan nilai p adalah 0,001 dan 95% CI 1,6 – 4,4. Kata kunci : DBD, infeksi dengue, derajat keparahan.
Factors that Associated with Anxiety Levels of Health Workers in the COVID-19 Era at the Abiansemal III Health Center Badung Regency Dwijuliasri, Kadek Ayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P11

Abstract

ABSTRACT Background: Currently the world is struggling to face the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic. In addition to the death rate in the community, the mortality rate for health workers due to this disease is also increasing every day. This condition is of course a concern for the entire community, as well as health workers who have an obligation to continue to provide health services to patients during the COVID 19 pandemic. Purpose: This study aims to determine the factors associated with the anxiety leves of health workers during the COVID-19 era at Abiansemal III Public Health Center, Badung Regency. Method: This study is a quantitative study with a cross sectional design. The sample was 69 health workers from 106 employees at Abiansemal III Public Health Center. The variables include respondent characteristics (age and gender), knowledge, work shifts, availability of personal protective equipment and the number of patients served. Data were collected using an online questionnaire conducted in March-April 2021. Data were analyzed using fisher's exact test with a significance value of ? <0.05. Result: Most of the health workers at Abiansemal III Public Health Center are women (84.1%), aged 26-45 years (84.1%), have good knowledge (87%), have good work shifts (88.9%), felt that the availability of personal protective equipment was sufficient (66.7%) and the number of patients served tended to be small (69.6%). The majority of health workers experienced mild anxiety (78.3%). Fisher's exact test analysis showed an association between gender (p = 0.009) and the availability of personal protective equipment (p = 0.003) with the anxiety level health workers. Conclusion: Gender and availability of personal protective equipment are related to the level of anxiety among health workers.ABSTRACTBackground: Currently the world is struggling to face the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic. In addition to the death rate in the community, the mortality rate for health workers due to this disease is also increasing every day. This condition is of course a concern for the entire community, as well as health workers who have an obligation to continue to provide health services to patients during the COVID 19 pandemic. Purpose: This study aims to determine the factors associated with the anxiety leves of health workers during the COVID-19 era at Abiansemal III Public Health Center, Badung Regency. Method: This study is a quantitative study with a cross sectional design. The sample was 69 health workers from 106 employees at Abiansemal III Public Health Center. The variables include respondent characteristics (age and gender), knowledge, work shifts, availability of personal protective equipment and the number of patients served. Data were collected using an online questionnaire conducted in March-April 2021. Data were analyzed using fisher's exact test with a significance value of ? <0.05. Result: Most of the health workers at Abiansemal III Public Health Center are women (84.1%), aged 26-45 years (84.1%), have good knowledge (87%), have good work shifts (88.9%), felt that the availability of personal protective equipment was sufficient (66.7%) and the number of patients served tended to be small (69.6%). The majority of health workers experienced mild anxiety (78.3%). Fisher's exact test analysis showed an association between gender (p = 0.009) and the availability of personal protective equipment (p = 0.003) with the anxiety level health workers. Conclusion: Gender and availability of personal protective equipment are related to the level of anxiety among health workers.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue