cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
THE CORRELATION BETWEEN SMARTPHONE USAGE WITH PHYSICAL ACTIVITIES AND CARDIORESPIRATORY FITNESS IN PRECLINICAL STUDENTS FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES ATMA JAYA CATHOLIC UNIVERSITY -, Heidy -; Suryakusuma, Linda; Rika, Ignatio; Odillo, Oscar
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P08

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Salah satu indikator kesehatan jantung adalah Daya Tahan Jantung Paru (DTJP). DTJP dapat dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah aktivitas fisik dan maraknya penggunaan smartphone. Sampai saat ini, penelitian mengenai hubungan antara durasi penggunaan smartphone dengan DTJP dan aktivitas fisik masih kurang. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan metode potong lintang terhadap 121 mahasiswa di FKIKUAJ. Penelitian dilakukan pada Mei 2019 - September 2019. Data diperoleh dengan kuesioner penggunaan smartphone, IPAQ dan Queen College's Step Test. Analisis data dilakukan dengan metode korelasi Pearson. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada DTJP dan tingkat aktivitas fisik antara laki-laki dan perempuan. Dari uji korelasi terpisah menurut jenis kelamin, didapatkan korelasi yang signifikan antara durasi penggunaan smartphone dengan DTJP pada mahasiswa laki-laki (r = -0.276, p=0,031), namun tidak pada mahasiswa perempuan (p=0.064).Untuk hubungan antara durasi penggunaan smartphone dengan aktivitas fisik, tidak ditemukan korelasi signifikan baik pada laki-laki (p=0.095) dan perempuan (p=0.735). Kesimpulan: Pada mahasiswa laki-laki, penggunaan smartphone yang lebih lama akan berpengaruh pada tingkat daya tahan jantung paru, namun tidak berpengaruh pada mahasiswa perempuan.
TINGKAT PENGETAHUAN MANAJEMEN NYERI MAHASISWA TAHAP AKHIR DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Wahyuni, Ni Kadek Ayuk Ari; Dewi, Dewa Ayu Mas Shintya; Hartawan, I Gusti Agung Gede Utara
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P04

Abstract

Pengetahuan dasar yang wajib diketahui oleh seluruh mahasiswa kedokteran yaitu mengenai manajemen nyeri karena nyeri menjadi penyebab utama pasien datang untuk mendapatkan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan manajemen nyeri mahasiswa tahap akhir di Fakultas Kedokteran Universita Udayana. Metode penelitian dengan responden penelitian ini adalah mahasiswa tahap akhir semester VI program studi pendidikan dokter di fakultas kedokteran universitas udayana. Adapun jenis penelitian ini non eksperimental dengan metode penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan cross-sectional (potong lintang). Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling dan menggunakan kuesioner dari Knowledge and attitudes regarding pain (KASRP). Dari total 213 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan manajemen nyeri mahasiswa tahap akhir di fakultas kedokteran universitas udayana sebanyak 46,94% dengan nilai minumun 28,21% dan nilai maksimun 100%. Mahasiswa tahap semester VI program studi pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memiliki pengetahuan mengenai manajemen nyeri yang kurang baik. Peneliti menyarankan dilakukan pelatihan dan pembelajaran mengenai manajemen nyeri sebelum mahasiswa masuk ke tahap klinik (co-ass).
THE RELATIONSHIP BETWEEN SIMPLE SUGAR INTAKE AND THE ABDOMINAL CIRCUMFERENCE OF PSSK STUDENTS Sharma, Ansehs; SUTADARMA, I WAYAN GEDE; SURUDARMA, I WAYAN; WIRYANTHINI, IDA AYU DEWI
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i09.P06

Abstract

The abdominal circumference is dependent upon various factors, one of it is the simple sugar intake. Hence, research has been conducted in order to determine the effects of simple sugar intake on the abdominal circumference because there is an increase in people who have a large abdominal circumference in the past years, mainly due to increase in simple sugar intake. The research was conducted using a descriptive design with a cross-sectional analytical research method amongst the Medical Students of Udayana University by providing questionnaires. For the majority of the students, the simple sugar intake appears to be in the mid-range. There are 15 students, whose intake is more than the mid-range and 14 student whose intake below the mid-range. For majority of students, the abdominal circumference appears to be around the mid-range, 65.8cm to 92.8cm. There are 8 students whose abdominal circumference is more than the mid-range and another 8 students whose abdominal circumference is below the mid-range. The Pearson chi-square test value is 25.772 with an asymptotic significance 2 tailed (often referred to as “p”, short for probability) value of 0.018. Since this p-value is below 0.05, it means there is a significant or valid relationship between the two variables as expected.In conclusion, there is a significant relationship and moderate correlation between the intake of simple sugars and abdominal circumference amongst the PSSK UNUD students
CERDIK DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Dewiyulian, Dewiyuliana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P04

Abstract

Kasus hipertensi semakin meningkat setiap tahunya di dunia. Hipertensi disebabkan olah faktor keturunan, jenis kelamin, usia, gaya hidup yang tidak sehat, merokok, konsumsi garam berlebih dan stress. Hipertensi yang tidak diatasi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada sistim kardiovaskuler, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan menyebabkan terjadinya kematian. Hipertensi dapat diturunkan dan dikontrol melalui manajemen dan intervensi yang tepat serta terpadu. CERDIK merupakan salah satu program dari pemerintah dalam pencengahan dan menanggulagi tekanan darah melalui kegiatan yang dilakukan secara mandiri oleh penderita hipertensi maupun bersama-sama dengan melibatkan keluarga dan anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CERDIK dalam menurunkan tekanan darah pada penderita Hipertensi. Penelitian merupakan penelitian quasi eksperimen design dengan rancangan Two group post test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang mengalami Hipertensi dengan jumlah masing-masing sampel sebanyak 9 orang di kelompok intervensi dan 9 orang responden di kelompok kontrol, menggunakan tehnik purposive sampling. Pelaksanaan CERDIK diberikan setiap 1 minggu sekali selama satu bulan. Pengujian hipotesis menggunakan uji t test Independent dengan tingkat kemaknaan ? =0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah setelah pemberian intervensi CERDIK. Maka diharapkan kepada petugas kesehatan, masyarakat dan keluarga mengaplikasikan CERDIK dalam mengatasi dan mengontrol tekanan darah.
DESCRIPTION OF PREGNANT WOMEN WITH PREECLAMPSIA AT PROF. DR. I. G. N. G. NGOERAH HOSPITAL IN 2022 Pujawan, I Gede Agus; Wijaya Surya, I Gede Ngurah Harry; Mahendra, I Nyoman Bayu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P12

Abstract

Preeklampsia adalah kelainan khusus kehamilan yang melibatkan difungsi endotel dan vasospasme yang biasanya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu hingga dapat muncul 4-6 minggu pascapersalinan yang secara klinis ditentukan oleh hipertensi dan proteinuria onset baru. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran ibu hamil dengan preeklampsia di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G Ngoerah pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dilakukan pada tahun 2023 dengan data sekunder berupa rekam medis pasien preeklampsia sebanyak 141 sampel yang diambil secara total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data menggunakan univariat dengan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran ibu hamil dengan preeklampsia di di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G Ngoerah tahun 2022 mayoritas dengan umur ibu 26-30 tahun (33,3%), tingkat pendidikan hinggan SMA (48,9%), berprofesi sebagai ibu rumah tangga (61%), paritas 0 (31,9%), melakukan ANC (96,5%), jarak antarkehamilan < 2 tahun (27,7%), mengalami kelebihan berat badan (44%), tidak memiliki penyakit kronis (83,7%) dan tidak menggunakan kontrasepsi hormonal (69,5%). Kejadian preeklampsia mayoritas terjadi pada usia reproduksi yang sehat, maka diharapkann tenaga kesehatan dapat melakukan deteksi sedini mungkin,dapat melakukan pencegahan serta pengobatan. Kata kunci : Preeklampsia
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR Syahniar, Rike; Amelia, Rahma Nur
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i10.P14

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam pelayanan kesehatan balita adalah pemberian imunisasi dasar. Pemberian imunisasi pada anak mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Faktor yang dapat mempengaruhi kelengkapan imunisasi salah satunya adalah pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar. Imunisasi dasar seorang anak dinyatakan lengkap apabila telah mendapatkan satu kali imunisasi HB-0, satu kali imunisasi BCG, tiga kali imunisasi DPT-HB/DPT-HB-HiB, empat kali imunisasi polio atau tiga kali imunisasi IPV, dan satu kali imunisasi campak. Desain penelitian ini yaitu analitik observasional dengan rancangan potong lintang pengambilan data menggunakan kuesioner dan Kartu Menuju Sehat (KMS). Populasi seluruh ibu yang memiliki anak berusia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Putri. Sampel penelitian berjumlah 73 sampel dengan metode purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai imunisasi dasar sebesar 68,5%. Berdasarkan hasil uji Chi-square, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar di wilayah kerja puskesmas Gunung Putri nilai p =0,003
PEMBERIAN INFUSA KOMBINASI BUNGA Hibiscus rosa-sinensis L DAN DAUN Annona muricata L. PADA MENCIT YANG DIINDUKSI HIPERURISEMIA Lestari, Dian Fita; Fatimatuzzahra, .; Sianipar, Agnes Petra; Wulansari, Shahnaz Shabrina; Helmiyetti, .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P09

Abstract

Prevalensi hiperurisemia mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir yang seringkali disebabkan oleh pola makan dengan kandungan makanan tinggi purin. Purin juga terdapat dalam DNA sel tubuh yang akan juga dirombak, sehingga kadar asam urat dalam darah dapat semakin tinggi karena asupan dari makanan. Kadar asam urat dapat diturunkan dengan obat anti-hiperurisemia, salah satunya allopurinol, namun penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan efek berbahaya pada organ tubuh. Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dan daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai anti-hiperurisemia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektivitasan infusa kombinasi bunga kembang sepatu dan daun sirsak terhadap kadar asam urat mencit yang diinduksi hiperurisemia. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, K0 (kontrol negative), K1 kontrol hiperurisemia (kalium oksonat dan jus hati ayam), K2 (kontrol positif menggunakan allopurinol 10mg/kgBB), K3 (infusa 25%), K4 (infusa 35%), K5 (infusa 45%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi infusa bunga kembang sepatu-daun sirsak dapat menurunkan kadar asam urat darah mencit jantan strain DDY yang diinduksi hiperurisemia menggunakan kalium oksonat dan jus hati ayam. Kelompok K2 (kontrol positif) menggunakan allopurinol terjadi penurunan kadar asam urat sebesar 56,2%. Sedangkan menggunakan infusa dapat menurunkan kadar asam urat mencit dengan konsentrasi terbaik 25% jika dibandingkan dengan kelompok konsentrasi infusa yang lain, dengan persentase penurunan kadar asam urat darah sebesar 44,11%. Hal ini menunjukkan bahwa infusa kombinasi bunga kembang sepatu dan daun sirsak memiliki potensi sebagai anti hiperurisemia.
PROFIL EFEK SAMPING RADIOTERAPI PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUP PROF. DR. I. G. N. G. NGOERAH DENPASAR Wulandari, Putu Kintan; Budiana, I Nyoman Gede; Wijaya Surya, I Gede Ngurah Harry; Suwardewa, Tjokora Gde Agung
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P16

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada wanita di Indonesia. Kanker serviks adalah keadaan tumbuhnya tumor ganas pada sel jaringan serviks. Salah satu pengobatan yang dilakukan sebagai terapi pada kanker serviks adalah radioterapi. Penggunaan radioterapi sendiri tentu memiliki efek samping tersendiri bagi pasien kanker serviks. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui profil efek samping radioterapi pada pasien kanker serviks di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Penelitian ini menggunakan consecutive sampling sebagai metode pendekatan dengan jumlah minimal 43 sampel. Sample didapatkan berdasarkan pengambilan data dan wawancara kuesioner yang diambil di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dan data disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sampel sebesar 46 sampel dengan usia pasien berada pada rentang 31-60 tahun (89,1%) dengan persentase stadium tertinggi adalah stadium III-IIIC (58,7%). Efek samping yang dirasakan oleh pasien dengan persentase tertinggi adalah kelelahan (78,3%), diikuti dengan penurunan nafsu makan (63,0%), efek samping lainnya (52,2%), mual (43,5%), diare (43,5%), mulas (37,0%), nyeri BAB dan BAK (32,6%), muntah (8,7%), kerontokan rambut (4,3%), cemas dan perubahan kulit (2,2%). Penggunaan radioterapi sebagai terapi penyembuhan kanker serviks tentu memiliki efek samping bagi penggunanya. Efek samping yang sering dirasakan oleh pasien adalah kelelahan, penurunan nafsu makan, mual, muntah, diare, mulas, nyeri BAB, nyeri BAK, perubahan pada kulit, cemas, kerontokan rambut dan lain-lain.
KORELASI DERAJAT HERNIASI DISCUS PASIEN LBP TERHADAP DEGENERASI DISCUS BERDASARKAN KLASIFIKASI PFIRRMANN PADA MRI LUMBOSACRAL Pratiwi, Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P13

Abstract

Pendahuluan : Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan gejala paling sering yang terkait dengan kondisi muskuloskeletal spinal pada orang dewasa. Nyeri punggung bawah seringkali diakibatkan oleh herniasi dan degenerasi diskus. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan modalitas utama dalam menentukan penyebab dari nyeri punggung bawah. MRI dapat menilai derajat herniasi diskus dan patologi diskus intervertebralis yang terkait degeneratif seperti perubahan struktural diskus, penyempitan celah diskus, perubahan endplate, artropati faset, formasi osteofit, perubahan nukleus pulposus dan annulus fibrosus. Beberapa penelitian melaporkan adanya kejadian herniasi diskus yang lebih tinggi pada pasien dengan degeneratif diskus yang berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi degenerasi diskus menurut klasifikasi Pfirrmann dengan derajat herniasi diskus pada pasien dengan nyeri punggung bawah menggunakan modalitas MRI Metode: Desain penelitian cross-sectional dilakukan pada 60 pasien dengan nyeri punggung bawah yang memenuhi syarat dan menjalani MRI lumbosakral. Dilakukan penilaian degenerasi diskus berdasarkan klasifikasi Pfirrmann yang dikelompokkan menjadi 5 derajat. Dilakukan pula penilaian terhadap herniasi diskus yang dikelompokka menjadi 5 kategori yaitu normal, bulging, protrusion, ekstrusio dan sekuestrasi. Korelasi antara degenerasi diskus menurut klasifikasi Pfirrmann dengan derajat herniasi diskus dinilai dengan pengujian korelasi Spearman. Hasil : Didapatkan paling banyak pasien dengan jenis kelamin perempuan (23,3%) dan rentang usia 40-49 tahun (35%) dan 50-59 tahun (26,7%) Paling banyak pasien memiliki jumlah lokasi kelainan > 1 (86,7%) dan lokasi kelainan tersering ditemukan pada level L4-L5 (37,4%). Terdapat korelasi positif yang signifikan antara usia dengan degenerasi diskus (p = 0,019). Terdapat korelasi positif yang signifikan antara derajat degenerasi diskus menurut klasifikasi Pfirrmann dan derajat HNP (p<0,001) Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa derajat degenerasi diskus terkait dengan derajat HNP. Penilaian derajat degenerasi diskus berdasarkan Pfirrmann dapat menjadi prediktor untuk keparahan herniasi diskus lumbalis. Kata Kunci : Degenerasi diskus, herniasi diskus, Klasifikasi Pfirrmann
EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT DAN KOMPRES DINGIN TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN IBU PRIMIPARA Darma, Ika Yulia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P01

Abstract

Latar belakang : Nyeri persalinan adalah salah satu bentuk nyeri paling parah yang dialami wanita, oleh karena itu pengelolaan nyeri persalinan yang efisien adalah tujuan utama pelayanan maternitas. Perawatan nyeri nonfarmakologi direkomendasikan karena lebih murah, lebih aman, dan dapat dilakukan oleh anggota keluarga. Tujuan : untuk menilai efektivitas kompres hangat dan kompres dingin terhadap intensitas nyeri pada wanita primipara. Metode penelitian : Jenis penelitian quasy eksperimet with two group pretest-posttest design. Sebanyak 34 orang ibu primipara dipilih dengan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. sampel dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kompres hangat dan kompres dingin. Penelitian dilakukan di BPM Huraida dan BPM Harti Candra pada bulan Februari sampai Agustus 2023. Perangkat lunak SPSS digunakan untuk menganalisis data melalui uji paired t test dan uji independen sample t test. Hasil : rerata skor nyeri persalinan sebelum dilakukan intervensi kompres hangat, yaitu 6,941 ± 1,029, setelah dilakukan intervensi kompres hangat 4,647 ± 1,169 dengan nilai p value 0,000. Rerata skor nyeri persalinan sebelum dilakukan intervensi kompres dingin, yaitu 6,882 ± 1,317, setelah dilakukan intervensi kompres dingin 5,471 ± 1,374, dengan nilai p value 0,000. Uji independent sample t test menunjukan ada perbedaan signifikan antara kelompok kompres hangat dan kelompok kompres dingin dengan nilai mean diferrence 0,882, nilai p value 0,020. Kesimpulan : Kompres hangat dan kompres dingin sama-sama efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan ibu primipara kala 1 fase aktif. Terdapat perbedaan intensitas nyeri yang signifikan antara ibu yang diberikan kompres hangat dan kompres dingin. Kelompok kompres hangat memiliki rerata penurunan nyeri yang lebih besar dibandingkan koleompok kompres dingin. kata kunci : nyeri persalinan, kompres hangat, kompres

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue