cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KORELASI STATUS GIZI DAN POLA ASUH DENGAN KECERDASAN INTELEKTUAL PESERTA DIDIK SDN 04 BOJONGSARI Hanifah, Mayang Putri; Nugrohowati, Nunuk; Savitri, Pritha Maya; Kristanti, Melly
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i09.P15

Abstract

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan seseorang untuk memahami, memproses, dan menggunakan informasi secara efektif. Angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah di Bojongsari cukup rendah, yaitu 13.91 dan 10.52 pada tahun 2021 yang kurang dari target UNDP sebesar 18 dan 15. Status gizi dan pola asuh memengaruhi kecerdasan intelektual. Status gizi merupakan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi tubuh. Salah satu indeksnya ialah TB/U, di mana angka kejadian stunting di Bojongsari tahun 2022 tertinggi di Depok sebesar 6%. Pola asuh demokratis dianggap paling tepat, namun pola asuh non-demokratis yang paling banyak ditemui di Depok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi status gizi dan pola asuh dengan kecerdasan intelektual peserta didik SDN 04 Bojongsari. Desain Cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik SDN 04 Bojongsari, dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden yang diambil secara Stratified random sampling. Variabel dependen penelitian ini adalah kecerdasan intelektual, sedangkan status gizi dan pola asuh adalah variabel independen. Analisis univariat dan bivariat digunakan dalam analisis penelitian ini dengan uji spearman. Hasil univariat didapatkan IQ kategori average 54,3%, stunting 25,7%, underweight 30%, wasting 25,7%, dan pola demokratis 72,9%. Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara status gizi dengan IQ (P-value = 0.565). Sementara itu, terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh dengan IQ (P-value = 0,004; koefisien korelasi = 0,341). Ditemukan bahwa hanya pola asuh yang berkorelasi dengan kecerdasan intelektual. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan pola asuh yang tepat akan meningkatkan kecerdasan intelektual anak. Kata kunci : Kecerdasan intelektual, status gizi, stunting, pola asuh, Bojongsari
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET DENGAN TINGKAT KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA JAMBI TAHUN 2023 Suryani, Dini Dini; Sari.AZ, Winna Kurnia; Mulyati, Sri; Minas Sari, Putri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P12

Abstract

The World Health Organization (WHO) reports that 422 million people globally suffer from DM as of May 2020 and based on this data, Indonesia is ranked fourth with the highest number of DM sufferers after China, India and the United States. Based on the same report, it is estimated that in 2030 there will be 21.3 million DM sufferers in Indonesia. The incidence of DM in Jambi Province in the 2013 Riskesdas results was 1.2%, then increased to 1.4% in 2018. This study aims to determine the relationship between knowledge and dietary compliance with blood sugar levels in diabetes mellitus patients at the Royal Hospital Polyclinic. Prima Jambi City. This research is a quantitative study using cross sectional research. This research was conducted at the Royal Prima Hospital, Jambi City and was carried out in August 2023. The population of this study were outpatients at the Royal Prima Hospital, Jambi City. The sampling technique was taken using an accelerated sampling technique of 85 respondents. Data processing was carried out using univariate and bivariate analysis using the Chi Square test. The research results showed that there was no significant relationship between knowledge and dietary compliance with blood sugar levels at the Royal Prima Hospital, Jambi City. It is hoped that the Royal Prima Hospital will need to provide/create an educational program for DM patients who seek treatment at the Internal Medicine Polyclinic. Keywords: Knowledge., Diet Compliance., Blood Sugar Levels., Diabetes Mellitus.
CLINICOPATHOLOGICALCHARACTERISTICS OF NASOPHARYNGEALCARCINOMA AT CENTRAL GENERAL HOSPITAL PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR IN 2021-2022 Heriani, Ni Komang; Paskarani, Putu Erika; Winarti, Ni Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i02.P08

Abstract

ABSTRACT Nasopharyngeal carcinoma (NPC) epidemiologically occupies the fourth position as the highest number of malignancy cases in Bali, Indonesia. The most common histological type of NPC cases are non-keratinizing squamous cell carcinoma (NKSCC) undifferentiated subtype. This research aims to know the clinicopathological aspect of nasopharyngeal carcinoma at Central General Hospital Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar in 2021-2022 regarding the distribution of age range, gender, education, occupation, clinical stage, histological type, as well as the results of anamnesis. The research design is a descriptive study of 70 cases of NPC at Central General Hospital Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar from 2021 to 2022. Samples were collected retrospectively from secondary data using a total sampling technique through a cross-sectional study, samples were obtained from medical record data and hospital management system of Central General Hospital Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar. In this study, the most cases of NPC were found in the range of 51-60 years old (32.9%), male sex (65.7%), high school education status (48.6%), private employee employment (32.9%), anamnesis results of a lump in the neck (77.1%), stage IVA (40%), and with the histological type of NKSCC undifferentiated subtype (90%). Men have twice the risk of suffering from NPC compared to women, most cases have complained of a lump in the neck and other symptoms such as nasal congestion, tinnitus, headaches. The most common histological type found is the NKSCC undifferentiated subtype, which mostly occurs in advanced stages of an IVA. Keywords : Clinicopathology, NPC, Nasopharynx
PENELUSURAN FRAKSI AKTIF BIJI BUAH KALANGKALA (Litsea angulata) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIDIABETES Ilmia, Nisrien
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P17

Abstract

Biji buah kalangkala (Litsea angulata) adalah tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional Kalimantan dan telah dilaporkan mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Senyawa fenolik dan flavonoid merupakan senyawa yang berperan dalam aktivitas antioksidan dalam tanaman, selain itu fenolik diketahui mampu melindungi sel beta pankreas dan menjaga kadar insulin dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan dan antidiabetes dari fraksi n-heksan, etil asetat dan metanol ekstrak etanol biji buah kalangkala. Metode yang digunakan dalam penentuan aktivitas antioksidan adalah metode DPPH dengan pembanding vitamin C, sedangkan dalam uji aktivitas antidiabetes dilakukan secara in vitro menggunakan metode aktivitas enzim ?-glukosidase dengan pembanding akarbosa. Hasil dari penelitian ini, aktivitas antioksidan fraksi n-heksan, etil asetat dan metanol menghasilkan nilai IC50 msing-masing 52,05+1,33 ppm; 46,10+0,16 ppm; 32,84+1,51 ppm dan aktivitas ?-glukosidase n-heksan 42,67+10,53 U/L, etil asetat 59,91+4,35 U/L, dan metanol 6,84+12,86 U/L, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan fraksi metanol memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes tebaik
POLIMORFISME GEN COX-2 (rs20417) AND CHI3L1 (rs4950928) PADA PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI BALI NI NYOMAN, AYU DEWI; Ekawati, Ni Putu; Mulyawan, I Made; Putra, I Wayan Ardyan Sudharta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i12.P12

Abstract

Kondisi pro-inflamasi memiliki peran penting dalam perkembangan, invasi, dan metastasis kanker kolorektal (KKR). Beberapa penelitian mengungkapkan berbagai gen pro-inflamasi dalam karsinogenesis KKR, termasuk cyclooxygenase-2 (COX2) dan Chitinase-3-like protein 1 (CHI3L1). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme gen COX-2 dan CHI3L1 pada pasien KKR di Bali. Data berasal dari 39 sampel pasien KKR, termasuk usia, jenis kelamin, diagnosis patologi, grade, dan lokasi tumor. DNA diekstraksi dari sampel FFPE. Genotipe SNP COX-2 (rs20417) dan CHI3L1 (rs4950928) diidentifikasi menggunakan real time quantitative PCR menggunakan primer spesifik (rhAmpTM SNP Genotyping System kit, IDT Technologies). Semua data dianalisis dengan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia rata-rata adalah 59,82±11,35 tahun, lebih tinggi pada kelompok usia di atas 50 tahun sebanyak 31 sampel (79,5%). Sebagian besar sampel berjenis kelamin laki-laki sebanyak 24 sampel (61,5%) serta adenokarsinoma sebagai diagnosis patologis terbanyak sebanyak 32 sampel (82,1%). Selain itu, sebagian besar sampel menunjukkan low grade sebanyak 33 sampel (74,4%) dan lokasi tumor pada sisi kiri sebanyak 24 sampel (61,5%). Analisis hubungan SNP COX-2 (rs 20417) serta SNP CHI3L1 (rs4950928) dengan diagnosis patologi, grade dan lokasi menunjukkan nilai p>0,05. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa kasus CRC lebih tinggi pada usia di atas 50 tahun, jenis kelamin laki-laki, low grade dan tumor sisi kiri. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara genotipe COX-2 dan CHI3L1 dengan diagnosis patologi, grade, dan lokasi tumor.
The Relationship between Nutritional Status and Menstrual Cycle among Medical Students at Ahmad Dahlan University Putri Dangga, Vathana Az Zahra; Putri, Rachma Greta Perdana; Rahmatullah, Irfan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i04.P02

Abstract

Menstruation is the monthly shedding of the functional layer of the endometrium in the uterus that occurs when ovulation is not followed by fertilization. Menstrual irregularities occur due to hormonal disturbances caused by stress, excessive exercise, medication use, approaching menopause, eating disorders, and nutritional status such as underweight and obesity. Nutrition refers to the nutrients present in food that are required by the body to obtain energy for daily activities. Nutritional problems arise from an imbalance between the nutrients consumed and those needed by the body. To examine the relationship between nutritional status and menstrual cycles in students of the Faculty of Medicine, Ahmad Dahlan University, a research study was conducted using an observational analytical method with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 131 students. Statistical analysis using chi-square analysis showed a p-value of 0.001, which is smaller than ? = 0.05. From these results, it can be concluded that there is a relationship between body mass index and upper arm circumference with the menstrual cycles of students in the Faculty of Medicine, Ahmad Dahlan University, while there is no relationship between waist circumference, waist-to-hip ratio, subcutaneous fat, and menstrual cycles in students of the Faculty of Medicine, Ahmad Dahlan University.
POLA KEPEKAAN ANTIBIOTIK ORAL PADA INFEKSI SALURAN KEMIH KOMUNITAS PADA PASIEN PEDIATRIK RS X TAHUN 2022 Layanto, Nicolas; Dharmawan, Ade; Gunardi, Wani Devita; Rina, Veronica
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P12

Abstract

Some pediatric urinary tract infection show unspesific symptoms and can be treated as an outpatient. Right oral antibiotic can prevent those infection become more severe. All urin sample from pediatic patient without history of antibiotic before sample were taken were collected for one year to get antibiotic pattern from oral antibiotic such as amoxicillin, amoxicillin clavulanat, cefixime, cotrimoxazole, and fosfomycin from all pathogen. All pediatric patient were classified by age. From 0-1 year group dan 1-3 years old group, Proteus mirabilis, Eschericia coli and Enterococcus sp. are the most common bacteria found while oral antibiotic with highest sentivity are cotrimoxazole and fosfomycin. Most Multi Drug Resistant bacteria found in this study were from 0-1 year old group
LABORATORY EXAMINATION OF TYPHOID FEVER PATIENT AT PROF. NGOERAH GENERAL HOSPITAL IN 2020-2022 Erawan, Kadek Khrisna Fernanda; Putu Ayu Patria Dewi, Pande; Gde Diah Dharma Santhi, Desak; Kadek Mulyantari, Ni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P03

Abstract

Typhoid fever is systemic infection which is caused by Salmonella typhi. The gold standard of typhoid fever diagnosis is blood culture examination. Blood culture examination has a weakness, it could not be practically performed especially due to lack of laboratory facility. There are several others alternative examination including serology and hematology examination that could be used in supporting typhoid fever diagnosis. Therefore, investigation of hematology and serology examination results of typhoid fever patient is required. The type of research carried out was descriptive research with a cross-sectional design using secondary data from medical records of typhoid fever patients at Prof. Ngoerah General Hospital. A total of 52 patients with a diagnosis of typhoid fever as research subjects were taken using a total sampling technique. Following data were obtained: age, gender, serology and hematology examination result, type of antibiotics given, and complications found. Data processing was carried out using the SPSS ver. 26 with univariate analysis. This study found that typhoid fever patient at Prof. Ngoerah General Hospital tend to have normal hematological examination result including hemoglobin level, total count of leukocyte (neutrophile and lymphocyte) and thrombocyte. Widal test result of the patients showed the lowest titer value is 1/80 and the highest is 1/320 at O and H titers. Most of the patients have positive IgM anti-Salmonella typhi score of 4 and 6. 3 patients (5.8%) have negative IgM score of 2 and 11 patients (21.2%) did not have an IgM test. Most of the patients acquired antibiotic treatment with ceftriaxone become most used antibiotic. Complication is rarely occurred among the patients. Hepatomegaly is the most frequent complication occurred among the patients with complication.
Akurasi Pemeriksaan Potong Beku Dibandingkan dengan Histopatologi untuk Mendiagnosis Tumor Ovarium di RSUP Sanglah Denpasar Ida Ayu, Priandini; Dewi, I Gusti Ayu Sri Mahendra; Winarti, Ni Wayan; Sriwidyani, Ni Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P08

Abstract

Ovarian tumors are gynecological tumors that are difficult to detect because of the variety of symptoms and signs that require a precise and accurate diagnosis. Frozen section examination is a histological examination performed rapidly in intraoperative cases in the diagnosis of ovarian tumors with paraffin block examination as the gold standard. This study aims to assess the accuracy of frozen section compared to histopathological examination of paraffin blocks in diagnosing ovarian tumors in RSUP Sanglah Denpasar. This study is a diagnostic test study with a sample of 62 patients selected by consecutive sampling method. Value of sensitivity, specificity, positive predictive value, negative predictive value, and accuracy were calculated from the sample obtained. On paraffin blocks examination, 36 cases of benign ovarian tumors (benign and borderline neoplasms) and 26 cases of malignant ovarian tumors were found. This study obtained a sensitivity value of 88.5%, specificity 100%, positive predictive value 100%, negative predictive value 92.3%, and frozen section accuracy value 95.2%. Therefore, the frozen section examination is a good diagnostic test tool to be used in the diagnosis of ovarian tumors. Keywords : Paraffin Block, Frozen Section, Ovarian Tumor. Tumor ovarium merupakan tumor ginekologi yang sulit dideteksi karena gejala dan tanda yang beragam sehingga memerlukan cara diagnosis yang tepat dan akurat. Pemeriksaan potong beku merupakan pemeriksaan histologi yang dilakukan secara cepat dalam kasus intraoperatif pada diagnosis tumor ovarium dengan pemeriksaan histopatologi blok parafin yang menjadi standar baku emas. Penelitian bertujuan untuk menilai akurasi dari alat uji diagnostik potong beku dengan pemeriksaan histopatologi blok parafin untuk mendiagnosis tumor ovarium di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik dengan jumlah sampel 62 pasien yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pada sampel dihitung nilai sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, dan akurasi. Pada pemeriksaan histopatologi blok parafin ditemukan 36 kasus tumor ovarium jinak (neoplasma jinak dan borderline) dan 26 kasus tumor ovarium ganas. Penelitian ini mendapatkan nilai sensitivitas 88,5%, spesifisitas 100%, nilai prediksi positif 100%, nilai prediksi negatif 92,3%, dan nilai akurasi potong beku 95,2%. Berdasarkan hal tersebut, pemeriksaan potong beku merupakan alat uji diagnostik yang baik untuk digunakan dalam penegakan diagnosis tumor ovarium. Kata kunci : Blok Parafin, Potong Beku, Tumor Ovarium.
HUBUNGAN USIA, BODY MASS INDEX (BMI), DAN FREKUENSI GERAKAN REPETITIF DENGAN KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROM (CTS) PADA WANITA DENGAN KEBIASAAN MENCUCI PAKAIAN MENGGUNAKAN TANGAN DI DESA MUARA UNTU KABUPATEN MURUNG RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Lestari, Noor Reza Indah; Nugrahini, Sintha; Mutiasari, Dian; Balyas, Abi Bakring; Komara, Nisa Kartika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P18

Abstract

Sebagian besar wanita di Desa Muara Untu masih mencuci pakaian menggunakan tangan hampir setiap hari. Kecepatan tangan, posisi tangan yang ekstrim, gerakan berulang dengan tekanan dalam waktu yang lama dan genggaman pada saat mengucek pakaian yang menggunakan kekuatan adalah salah satu faktor resiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, Body Mass Index, dan frekuensi gerakan repetitif dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada wanita yang mencuci pakaian menggunakan tangan di Desa Muara Untu Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan studi korelasi yang menggunakan desain Cross Sectional. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner Boston-Carpal Tunnel Questionare (BCTQ) dan kuesioner pemeriksaan fisik Phalen’s test. Berdasarkan analisis bivariat ditemukan bahwa hubungan usia dengan Carpal Tunnel Syndrom menghasilkan koefisien korelasi 0,318 dengan probabilitas 0,001, hubungan Body Mass Index dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome menghasilkan koefisien korelasi 0,111 dengan probabilitas 0,210, dan hubungan frekuensi gerakan repetitif dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome menghasilkan koefisien korelasi 0,077 dengan probabilitas 0,385. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Body Mass Index dan frekuensi gerakan repetitif dengan kejadian Carpal Tunnel Syndrome.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue