cover
Contact Name
Rike Penta Sitio
Contact Email
rikepenta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rikepenta@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of Management and Business Review
ISSN : 18298176     EISSN : 25030736     DOI : -
Journal of Management and Business Review (JMBR) is a source of scientific information for academia, research institution, government agencies, and industries. We publish research paper on management and business strategy as well as related topics.
Arjuna Subject : -
Articles 217 Documents
PENGARUH BRAND IMAGE DAN ATRAKSI WISATA TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI SAUNG ANGKLUNG UDJO Sopa Martina; Fitri Sukma Dewi; Didin Syarifuddin
Journal of Management and Business Review Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v15i1.115

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand image dan atraksi wisata terhadap kepuasan pengunjung di Saung Angklung Udjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif - verifikatif. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah incidental sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan pengujian hipotesis menggunakan uji R2, uji t, dan uji F. Penelitian ini juga dibantu dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Dari hasil pengujian secara statistik, diketahui bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien regresi = 0,473, atraksi wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengunjung dengan koefisien regresi = 0,092, Brand image dan atraksi wisata berpengaruh secara simultan sebesar 25,2% terhadap kepuasan pengunjung.
PERANAN CITRA MEREK, HARGA, DAN KEMASAN DIDALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN William Devrilio Lay; Tina Melinda
Journal of Management and Business Review Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v16i2.157

Abstract

The purpose of this research is to determine the effect of brands, prices, and packaging on Nexfood consumer purchasing decisions. The population used is 108 people from consumers of Nexfood. The number of samples used for this research is 40 people from Nexfood consumers. The variables in this research are brand image (X1), Price (X2), packaging (X3), and purchase decision (Y). The sampling technique in this study used a purposive sampling method. The analysis technique used in this study is multiple linear regression analysis techniques. The results of this research shown that brand image, price, and packaging have a effect on purchases decisions at Nexfood products.
FINANCIAL DISTRESS ANALYSIS OF INDONESIA RETAIL COMPANIES Yelli Yulian; Idqan Fahmi; Tanti Novianti
Journal of Management and Business Review Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v17i2.201

Abstract

Retail industry is an industry whose business activities provide products in the form of goods and or services to individuals, themselves, families or households. In the past few years there have been many closures of retail outlets in Indonesia. In 2016 in global retail development, it was noted that Indonesia was included in the 5 most active retail countries as well as being among the 5 countries with the biggest sales in Asia. In recent years there have been many closures of retail outlets in Indonesia. The current retail condition in Indonesia faces many problems, one of which is the distortion of new income, namely retail that has no place or so-called electronic commerce (e-commerce). E-commerce involves buying and selling products (such as physical goods, digital products or services) that are transacted through computer networks.This study uses data from 23 companies to describe the condition of the retail business in Indonesia. Data collected from 2013 to 2017 and analyzed using panel data regression with three approaches Altman, Springate and Zmijewski. All companies experienced a decline in financial performance. The factors that influence the condition of financial distress are net profit margin, current ratio, size of firm and total asset turn over.
REKOMENDASI MODEL BISNIS BARU WIFI BERBASIS TEKNOLOGI WIFI ON CLOUD MANAGEMENT BAGI KEUNGGULAN BERSAING PROVIDER WIFI DI INDONESIA Ratih Ruffianti; Arif Effendi; Anis Sirwan
Journal of Management and Business Review Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v13i2.24

Abstract

Teknologi WoCM atau Wifi on Cloud Management merupakan teknologi cloud yang dimanfaatkan dalam konfigurasi wifi. Teknologi ini dimiliki oleh penyedia teknologi seperti Mojo Networks, Cloud4Wi, dan Tanaza. Provider wifi dunia seperti British Telecom dan Singtel telah menerapkan teknologi ini untuk meningkatkan value dari bisnis wifi bagi pelanggannya dari segmen enterprise. Provider wifi di Indonesia perlu menerapkan teknologi WoCM agar bisa memiliki keunggulan bersaing lewat elaborasi layanan eksisting connectivity ke tingkat yang lebih advance. Benefit dari Wifi on Cloud Management terletak pada fitur-fitur utama yaitu data analytics yang mengubah data menjadi insight, targetted advertising, captive portal yang dapat dikastemisasi, survey on line untuk mengetahui reaksi end user terhadap program promosi secara real time, dan dashboard performansi yang memberikan kontrol penuh bagi segmen enterprise dalam memonitor performansi bisnis. Keseluruhan fitur-fitur tersebut dapat meningkatkan engagement antara segmen enterprise dengan end user atau pelanggannya. Pada akhir tulisan, dipaparkan rekomendasi model bisnis baru bagi penyedia wifi di Indonesia dan rekomendasi lainnya dalam mengimplementasikan layanan wifi berbasis teknologi WoCM.
INDEKS MODAL MANUSIA PENGUSAHA DAN PERANANNYA TERHADAP KINERJA USAHA KECIL M. Farid Wajdi
Journal of Management and Business Review Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v12i1.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat pengukuran modal manusia pengusaha kecil melalui penyusunan suatu indeks modal manusia (IMM). Modal manusia merupakan konsep yang tersusun dari berbagai aspek sumberdaya manusia. Aspek-aspek yang dimasukkan dalam indeks modal manusia ini terdiri dari aspek pendidikan, latihan, pengalaman, ketrampilan, dan kewirusahaan. Indeks yang disusun merupakan pengukuran akumulasi pencapaian kualitas sumberdaya manusia pengusaha. Dalam penyusunan indeks setiap aspeknya sudah dipastikan memiliki peranan terhadap kinerja usaha. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman tentang bagaimana mengukur kemanfaatan investasi dalam peningkatan kualitas SDM sebagai suatu modal manusia yang akan bermanfaat dalam peningkatan kinerja usaha.
PERANCANGAN MODEL STRUKTURAL HUBUNGAN ATRIBUT INDIVIDU DAN KESIAPAN BERUBAH – STUDI KUALITATIF MENGGUNAKAN SENSEMAKING Eva Hotnaidah Saragih; Parulian Hutagaol; Setiadi Djohat
Journal of Management and Business Review Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v10i2.62

Abstract

Dalam lima tahun terakhir, terdapat tiga perusahaan televisi swasta nasional di Indonesia yang berhasil melakukan perubahan transformasional di tingkat korporat. Secara teori, implementasi perubahan pada organisasi semacam ini akan sulit dilakukan karena tingkat resistensi tidak sama dengan nol (Ansoff&McDonnell, 1990). Resisting Change merupakan salah satu dimensi dari kesiapan berubah yang bersifat negatif. Dua dimensi lainnya yang bersifat positif adalah Participating and Promoting Change (Hanpachern, Morgan & Griego, 1998). Holt et al (2007) mengkategorikan anteseden kesiapan berubah dalam empat perspektif: content, context, process, dan individual attributes. Dari keempat perspektif tersebut, faktor kunci kesiapan organisasi untuk berubah terletak pada faktor atribut individu yaitu karakteristik dari sumber daya manusia. Penelitian ini merupakan studi eksplorasi yang bertujuan mengetahui atribut individu apa yang dimiliki dan memampukan karyawan di tiga perusahaan tersebut siap menghadapi dan sukses mengimplementasikan perubahan. Apakah temuan sama dengan hasil penelitian sebelumnya di negeri barat yaitu efficacy dan leadership, atau ditemukan adanya atribut individu lainnya. Penelitian ini merupakan bagian pertama dari dua tahapan studi yang dilakukan secara terpisah. Pada penelitian tahap pertama yang bersifat kualitatif ini dilakukan wawancara individual secara mendalam terhadap narasumber pelaku utama perubahan pada tiga perusahaan televisi yang menjadi obyek studi. Data diolah dan dianalisis menggunakan sense-making melalui analisis baris. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 15 atribut individu yang kemudian dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu: Psychological Capital, Transformational Leadership Behavior, Way of Thinking dan Organizational Commiment. Atribut individu yang muncul dikemukakan oleh seluruh narasumber adalah Efficacy, Resiliency, Optimism, Inspiring a Shared Vision, Enabling Others to Act, Modeling The Way, Rational Thinking dan Affective Commitment. Modeling the Way dtemukan sebagai atribut individu yang paling sering dikemukakan oleh seluruh narasumber, diikuti Affective Commitment, Enabling Others to Act dan Resiliency.
PEMBIAYAAN BERBASIS MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN PADA PROYEK ABC Indri Gunantia Yadin; Obaja Kurniawan; Aries Heru Prasetyo
Journal of Management and Business Review Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v9i1.78

Abstract

PT XYZ, selaku perusahaan yang beroperasi pada bidang properti, memiliki rencana investasi perumahan sederhana yang akan launching pada bulan Januari 2012. Proyek perumahaan tersebut diberi nama ABC, yang bertempat di daerah Sawangan, Kota Depok. Di atas tanah seluas 25.754 m2 akan dibangun 182 unit rumah sederhana dengan target pasar adalah mereka yang berpengasilan antara Rp. 5.000.00,- s/d Rp. 17.000,000,- per bulannya. Adapun jumlah investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 6.954.202.000,-. Berdasarkan kebutuhan ini maka penulisan ini memiliki tiga tujuan yaitu pertama,menganalisis sumber pendanaan yang optimal antara utang dan ekuitas untuk proyek ABC; kedua, melakukan analisis studi kelayakan untuk proyek ABC, dalam kondisi pesimis dan optimis berdasarkan manajemen risiko keuangan; ketiga, menganalisis risiko kebangkrutan berdasarkan komposisi struktur modal terpilih untuk proyek ABC.Pendekatan yang digunakan dalam penentuan bauran pendanaan optimal adalah pendekatan biaya modal (cost of capital) yang paling minimum. Selain itu, akan digunakan pendekatan risiko kebangkrutan Altman Z-Score, sedangkan risiko keuangan dalam bentuk kenaikan tingkat inflasi dan suku bunga. Berdasarkan hasil analisis maka bauran pendanaan yang optimal untuk proyek ini adalah komposisi antara utang 44% (35% pinjaman ke bank dan 9% utang pemegang saham) dan ekuitas, dalam bentuk retained earnings, sebanyak 56 % dari total investasi dan dihasilkan cost of capital paling minimum yaitu 40,41%. Berdasarkan hasil komposisi tersebut, dilakukan analisa investasi terhadap proyek ABC dengan pendekatan NPV dan IRR yang menghasilkan NPV sebesar Rp. 557.498.750,- dan IRR sebesar 43.84%. Oleh karena itu, investasi pada proyek ABC dapat disebut layak dari sudut pandang keuangan. Selanjutnya dilakukan analisis studi kelayakan dalam bentuk analisis skenario dengan risk event kenaikan inflasi dan suku bunga. Dalam skenario pesimis, dihasilkan penghitungan NPV proyek menjadi minus Rp. 4.910.135.740,- Sedangkan dalam skenario optimis, dihasilkan penghitungan NPV proyek sebesar Rp. 5.312.277.990,- dan IRR sebesar 79,57%. Satu jenis risiko yang teridentifikasi adalah risiko kebangkrutan PT XYZ. Melalui analisis Altman Z-Score, PT XYZ masih jauh di atas ambang kebangkrutan dengan nilai Altman Z-Score 5,285 (> dari 2,6). Walaupun demikian, risiko kebangkrutan berpotensi terjadi khususnya di saat kondisi perekonomian makro sedang bergejolak dan mempengaruhi daya beli masyarakat, pada saat yang sama utang bank harus dibayar lunas tanpa ada lagi kebijakan perpanjangan masa pinjaman.
UJI EFEK FENG SHUI INDEX DI TAHUN MONYET API PADA PASAR SAHAM HONG KONG, TAIWAN, SINGAPURA, DAN INDONESIA Karina Raesita; Putu Anom Mahadwrtha; Arif Herlambang
Journal of Management and Business Review Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v14i2.94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji reaksi pasar terhadap informasi feng shui index di sekitar tanggal informasi tersebut dipublikasikan dan di sekitar liburan tahun baru imlek di beberapa pasar saham Asia, yaitu Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Indonesia. Dalam penelitian ini, digunakan metodologi event study untuk mengamati abnormal return saham-saham dari sektor yang direkomendasikan feng shui index satu hari sebelum hingga satu hari setelah informasi feng shui index dipublikasikan dan satu hari sebelum hingga satu hari setelah liburan tahun baru imlek. Abnormal return saham-saham dari sektor yang direkomendasikan feng shui index hanya terjadi di Taiwan dan Hong Kong. Namun, tidak ditemukan perbedaan antara abnormal return sektor yang direkomendasikan dan tidak direkomendasikan feng shui index di Hong Kong, sehingga abnormal return yang terjadi di Hong Kong tidak bisa disimpulkan sebagai pengaruh dari informasi feng shui index. Perbedaan antara abnormal return sektor yang direkomendasikan dan tidak direkomendasikan feng shui index hanya terjadi di Taiwan. Karena itu, feng shui index effect hanya terjadi di Taiwan.
PENGARUH HARGA, WORD OF MOUTH DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DALAM MEMILIH EVENT ORGANIZER (STUDI KASUS DI UN PRODUCTION) Nourma Wulanda; Zakaria Wahab; Ahmad Widad
Journal of Management and Business Review Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v16i1.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana pengaruh harga, word of mouth dan citra merek secara simultan terhadap keputusan pembelian pada Event Organizer pada UN Production, dan Bagaimana pengaruh harga, word of mouth dan citra merek secara parsial terhadap keputusan pembelian pada Event Organizer pada UN Production. Rancangan penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Untuk mengukur pengaruh antar variabel, digunakan multiple linier regression dan untuk uji hipotesis digunakan uji hipotesis F dan t. Hasil penelitian adalah: (1) Harga, Word of Mouth, dan Citra Merek secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada Even Organizer UN Production, (2) Harga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada Even Organizer UN Production, serta (3) Word of Mouth dan Citra Merek secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada Even Organizer UN Production. This study aims to determine (1) How the impact of price, word of mouth, and branch image simultaneously to purchase decisions of Event Organizer at Un Production, and (2) How the impact of price, word of mouth, and branch image partially to purchase decisions of Event Organizer at Un Production. The study design used is associative. The samples used were 100 respondens. To measure the influence between variables, used multiple linear regression and to test the hypothesis used to test the hypothesis F and t. Results of the study are: (1) Simultaneously price, word of mouth, and branch image have a significant effect to purchase decisions of Event Organizer at Un Production, (2) Price have a negative and no significant effect to purchase decisions of Event Organizer at Un Production, and (3) Partially word of mouth and branch image have a positive and significant effect to purchase decisions of Event Organizer at Un Production
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP NIAT MEMBELI MELALUI SIKAP DAN INTENTION TO ENGAGE PADA MEDIA SOSIAL Johan Prapta Wijaya; Margaretha Pink Berlianto
Journal of Management and Business Review Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v17i2.173

Abstract

This study aims to investigate the positive effect of perceived usefulness, compatibility, enjoyment, credibility, peer communication on consumer attitudes, the positive effect of consumer attitudes towards consumers' intention to engage, and the positive effect of consumers intention to engage on consumers' intentions to purchase. This study used a quantitative approach, and the samples of this study were gathered from 215 respondents in the Jabodetabek area. This study uses a non-probability sample design, which is purposive sampling with criteria: an individual who is using social media Instagram and follow at least one retail brand Instagram account. The analysis process used is Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM).  The results of this study shown that perceived usefulness, compatibility, enjoyment, credibility, peer communication have a positive effect on consumer attitudes, consumer attitudes have a positive effect on consumers' intention to engage, and consumers intention have a positive effect on consumers' intentions to purchase. The study contributes to practitioners regarding influence factors on customer's attitudes toward social media and the effect of customer's attitude on customer engagement toward media social and its impacts on purchase intention.

Page 6 of 22 | Total Record : 217