cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI TEMPE MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN Hana Raswanti; Ary Okta Aditya; Sarah R. O. Aisyah; Aldiano Alham; In-in Hanidah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.17804

Abstract

ABSTRAKTempe adalah produk olahan makanan yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai atau beberapa bahan lainnya. Fermentasi menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, dan beberapa jenis kapang Rhizopus lainnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli 2018 di Kampung Lebak Jati RW.08, Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsumsi tempe melalui diversifikasi olahan dari produk berbahan dasar tempe. penelitian ini dilakukan dengan uji organoleptik terhadap 20 (dua puluh) panelis untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma. Metode penelitian yang digunakan adalah RAL (3x20) dengan 3 perlakuan yang berbeda yaitu nugget tempe, steak tempe, dan ham tempe dalam uji organoleptik dengan 20 kali ulangan, dan dilanjut dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa diversifikasi produk olahan berbahan dasar tempe (Fhitung > Ftabel) berpengaruh sangat nyata terhadap warna, rasa, dan aroma dan hasil analisis ragam juga menunjukan bahwa penggunaan berbagai produk olahan berbahan dasar tempe (Fhitung < Ftabel) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tekstur. Produk olahan tempe yang paling disukai adalah steak tempe.Kata Kunci: Diversifikasi Tempe, Uji OrganoleptikABSTRACTTempe is a processed food product made from fermented soybeans or some other ingredients. Fermentation uses several types of Rhizopus mold, such as Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, and several other types of Rhizopus mold. This research was conducted in July 2018 in Kampung Lebak Jati RW.08, Cileles Village, Jatinangor District, Sumedang Regency. The purpose of this study is to increase the consumption of tempe through the diversification of processed products from tempe-based products. this study was conducted by organoleptic tests on 20 (twenty) panelists to determine the level of preference for color, taste, texture, and aroma. The research method used was RAL (3x20) with 3 different treatments, namely tempeh, steak tempeh, and ham tempe in organoleptic test with 20 replications, and continued with LSD test (smallest real difference). The results of the variance analysis showed that the diversification of processed products based on tempe (F count> F table) had a very significant effect on color, taste and aroma and the results of variance analysis also showed that the use of various processed products made from tempe (Fcount <Ftable) did not have a significant effect against texture. The most preferred tempe product is steak tempe.Keywords: Tempe Diversification, Organoleptic Test
STRATEGI ADOPSI TEKNOLOGI PERTANIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI DI KABUPATEN SUMEDANG Ahmad Thoriq; Rizky Mulya Sampurno; Nur Syamsiyah; Iwan Setiawan
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15076

Abstract

ABSTRAKSalah satu faktor penting dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah melalui penerapanteknologi. Percepatan adopsi teknologi akan dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi petani.Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi adopsi teknologi pertanian berdasarkan karakteristiksosial ekonomi petani di Kabupaten Sumedang. Subjek penelitian ini adalah 4784 petani yangtersebar di 76 Desa yang terletak di 18 Kecamatan di Kabupaten Sumedang. Pemilihan lokasididasarkan pada ketersediaan lahan pertanian yang mendapat program perluasan sawah.Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisoner, dan diperdalam dengan pendekatan FocusGroup Discussion (FGD), wawancara mendalam, serta observasi terhadap kondisi sosial, ekonomi,budaya, serta lingkungan lokasi studi. Hasil penelitian menunjukkan usia petani mayoritas diatas 50tahun (77,87%), 2) pendidikan rendah (SD : 89,21%) , 3) penguasaan lahan ≤ 0,25 hektar perpetani (58,28%), dan 4) tanggunan keluarga 1- 7 orang. Strategi yang dilakukan berdasarkan usia danpendidikan adalah melalui 1) Pembentukan kelompok tani dan penguatan kelembagaan, 2)Teknologi yang diterapkan sederhana, tepat guna dan telah teruji, 3) Penggunaan metodepenyuluhan yang mudah dipahami, 4) Pemberdayaan agen penyuluhan. Strategi yang dilakukanberdasarkan penguasaan lahan adalah contoh nyata penerapan konsolidasi lahan dan penerapanteknologi spesifik lokasi pada lahan berbukit, dan strategi yang dilakukan untuk mengatasiketerbatasan sumberdaya pertanian adalah melalui sistem gotong royong berbasis kelompok dancontoh nyata penerapan teknologi pertanian.Kata kunci : adopsi, teknologi, karakteristik sosial ekonomi, petani, SumedangABSTRACTApplication of technology is an important factor to increase agricultural productivity. Accelerationof technology adoption has affected by socioeconomic characteristics of farmer. This research aimsto make a formula of agricultural technology adoption strategy based on socioeconomiccharacteristic of farmer in Sumedang regency. About 4784 farmers with paddy field extensionsprogram have observed. Data collected trough questionnaire, focus group discussion (FGD),interview, as well as observation of agricultural technology based on social, economic, cultural, andenvironmental condition. The results showed that farmers in Sumedang were: 1) farmer with agemore than 50 years old (77,87%), 2) farmer with low education (89,21%), 3) land tenure less than0,25 hectare per farmer (58,28%), and 4) high dependents (1-7 persons). There were strategies toovercome the vulnerable condition. They categorized into three. Strategies based on age andeducation were: 1) farmer groups and institutional strengthening, 2) simple, appropriate, and testedtechnology, 3) easy understand method, and 4) Empowerment extension agents. Strategy based onland tenure was application of specific-based location technology in hilly land. Strategy based onagricultural resources was mutual aid group with agricultural technology application.Keywords: technology, adoption, socioeconomic characteristics, farmer, Sumedang
CUSTOMER CENTRICITY: KEPUASAN KONSUMEN MELALUI NILAI PELANGGAN BERDASARKAN VALUE-IN-USE TERHADAP KUALITAS PRODUK SAYUR ORGANIK (Studi kasus di Ujenk Mart Bandung, Jawa Barat) Hesty Nurul Utami; Anggita Chaeriyah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.18179

Abstract

ABSTRAK Produk makanan organic saat ini menjadi popular di kalangan masyrakat dengan gaya hidup sehat. Sebagian besar produk organic dipasarkan di pasar modern seperti supermarket, speciality store, dan rantai pasar modern lainnya untuk menyediakan produk segar organic dengan berbagai macam pilihan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh nilai pelanggan atas kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan sayuran organik di Ujenk Mart sebagai salah satu ‘local fresh market’ di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan alat analisis regresi linear sederhana dan customer value mapping. Jumlah sampel sebanyak 56 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai pelanggan mempengaruhi kepuasan pelanggan melalui indikator kualitas produk. Value-in-use konsumen melalui pengalaman mengkonsumsi produk menunjukkan nilai pelanggan pada posisi fair value antara manfaat produk melalui kualitas dengan total biaya yang harus dikeluarkan untuk menikmati produk sayuran segar organic. Kata Kunci: Kepuasan konsumen, sayuran organink, value in use ABSTRACT Organic food become more popular in the modern lifestyle. Most of the organic product especially organic fresh produce sold in the modern market chain such as supermarkets, specialty store, and other modern retail channel by providing fresh organic products with variety of choices and selection to fulfil consumer needs and wants toward fresh produce. This study objective was to explain the effect of customer value based on the value-in-use through product quality toward customer satisfaction of organic vegetables in Ujenk Mart as one of ‘Local Fresh Market’ in Bandung City. The research method used quantitative method with data analysis using the simple linear regression analysis and customer value mapping. Number of samples obtained were 56 respondents. Results of linear regression analysis indicates that customer value significantly influence customer satisfaction through providing product quality. Value-in-use from customer perspective on experiencing organic fresh produce quality presented a fair value between product quality benefits and overall cost. Keywords: Consumers satisfaction, organic vegetables, value in use
PENGKAJIAN PEMUPUKAN PADA USAHATANI JAGUNG DI LAHAN KERING DAN LAHAN SAWAH DI KAB. PANDEGLANG, BANTEN Resmayeti Purba
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15047

Abstract

ABSTRAKHasil jagung di lahan sawah dan di lahan kering dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk yangtepat, baik dosis maupun jenisnya. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukanterhadap hasil jagung hibrida di lahan sawah dan lahan kering di Kabupaten Pandeglang, Banten.Pengkajian dilakukan pada lahan sawah dan lahan kering milik petani di Kec. Mandalawangi padabulan Mei-Agustus 2016. Percobaan menggunakan Rancangan Acak kelompok, 3 perlakuan dan 8ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga pemupukan yaitu : P1 (pemupukan rekomendasi KATAM :Urea 325 kg/ha + 75 kg/ha SP-36 + 80 kg/ha KCl + pupuk kandang 2 ton/ha); P2 (pemupukanrekomendasi Balitsereal jagung hibrida : Urea 250 kg/ha + 300 kg NPK Phonska + pupuk kandang 2ton/ha) dan P3 (pemupukan cara petani : Urea 100 kg/ha + NPK Phonska 200 kg/ha). Hasil kajianmenunjukkan bahwa hasil biji jagung tertinggi di lahan sawah sebesar 6,25 t/ha dan lahan keringsebesar 5,78 t/ha ditemukan pada pemupukan P1 (rekomendasi Balitsereal, yaitu : Urea 250 kg/ha+ 300 kg/ha NPK Phonska. Jagung hibrida varietas Bima dapat dikembangkan di lahan kering dandi lahan sawah dengan pemberian pupuk Urea 250 kg/ha + 300 kg/ha NPK Phonska + pupukorganik 2 ton/ha.Kata kunci : pemupukan, jagung, hasilABSTRACTThe yield of maize in paddy fields and on dry land can be increased by appropriate fertilizer, bothdosage and type. This study aims to determine the effect of fertilization on the yield of hybrid corn inpaddy field and dry land in Pandeglang, Banten. The assessment was conducted on farmers' fieldsand dry land in Kec. Mandalawangi in May-August 2016. Experiments using Randomized BlockDesign, 3 treatments and 8 replications. The treatment consisted of three fertilizers: P1 (KATAMUrea 325 kg / ha + 75 kg/ha SP-36 + KCl 80 kg/ha + 2 tons / ha manure); P2 (fertilizerrecommendation of Balitsereal hybrid corn: Urea 250 kg / ha +300 kg NPK Phonska + manure 2ton / ha) and P3 (fertilizer farming method (Urea 100 kg / ha + NPK Phonska 200 kg / ha). Theresults showed that the highest yield of maize seeds in paddy fields was 6.25 t/ ha and dry land of5.78 t / ha was found in fertilization based on Balitsereal recommendation: Urea 250 kg / ha + 300kg/ha NPK Phonska. Hybrid maize varieties of Bima can be developed in dry land and in paddyfields with Urea fertilizer 250 kg / ha + 300 kg / ha NPK Phonska+ organic fertilizer 2 ton / ha.Keywords : fertilization, corn, yield
KONDISI DAN POTENSI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BANTUL SEBAGAI SENTRA BUDIDAYA TAMBAK UDANG BERKELANJUTAN DI PANTAI SELATAN INDONESIA Desti Christian Cahyaningrum; Wawan Gunawan; Mia Rosmiati
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15072

Abstract

ABSTRAKPeluang peningkatan perekonomian melalui kegiatan budidaya udang masih sangat terbuka bagiIndonesia, namun harus memperhatikan aspek keberlanjutan usaha budidaya maupun lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi dan potensi wilayah pesisir Kabupaten Bantulsebagai sentra budidaya tambak udang berkelanjutan di pantai selatan Indonesia. Metode yangdigunakan adalah studi kasus melalui observasi dan wawancara, serta analisis data secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tambak udang dilihat dari aspek lingkungan memilikikualitas air yang baik akibat tidak adanya pencemaran dari luar, karena kawasan tersebut bukanmerupakan wilayah industri. Namun, keberadaan tambak dikawatirankan dapat merusak lingkunganapabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi yang ada saat ini menunjukkan bahwa pengelolaantambak masih kurang baik karena tidak adanya sistem pengolahan limbah yang berdampak padamunculnya penyakit berak putih udang pada tahun 2016. Dilihat dari aspek ekonomi, keberlanjutanterjadi karena permintaan ekspor udang yang masih sangat tinggi dan belum bisa terpenuhi. Aspeksosial menunjukkan bahwa lokasi tambak udang di wilayah penelitian menimbulkan konflik sosialdengan adanya permasalahan status kepemilikan lahan, perijinan usaha, serta benturan dengankebijakan pemerintah setempat.Kata kunci: potensi, tambak udang, pesisir Bantul, konflik, berkelanjutanABSTRACTOpportunities to increase the economy sector by shrimp ponds farming activities are still very openfor Indonesia, but must consider the aspect of the sustainability of the cultivation and theenvironment. This study aims to examine the condition and potency of thr coastal areas of BantulRegency as a center for sustainable shrimp ponds farming in the southern coast of Indonesia. Themethod used is case study through observation and interview. then data were analysed descriptively.The results showed that the condition of shrimp ponds in terms of environment has good air qualitydue to the absence of pollution from the outside, because there is not an industrial area. However,the existence of the ponds are considered to damage the environtment if not properly managed. Inaddition, the condition of pond management is still not good because there is no sewage treatmentsystem, and cause the disease berak putih in 2016. From the economic aspect, the sustainability iscaused by the great number of demand that can not to be fulfill yet. Social aspects show that locationof shrimp ponds emerge conflict by the problems of land-planting status, business licensing, andcollision with the government.Keywords: potency, shrimp farm, Bantul’s coastal, conflict, sustainability
AGROINDUSTRIALISASI KOPI ARABIKA JAVA PREANGER DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Endah Djuwendah; Tuti Karyani; Agriani H Sadeli; Kuswarini Kusno
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.17860

Abstract

ABSTRAKKopi merupakan salah satu komoditas perkebunan   unggulan yang sudah lama dibudidayakan. Selain berperan dalam penyerapan tenga kerja, Kopi menjadi komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Kopi terbaik dari Jawa Barat dikenal dunia internasional sebagai Java Preanger kopi. Kecamatan Pangalengan Kabupaten bandung merupakan salah satu sentra produksi kopi Java preanger yang potensial karena selain terdapat perkebunan kopi di wilayah ini juga berkembang    industri pengolahannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perkembangan agroindustri Java Preager Coffee di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif dan teknis penelitin studi kasus. Pegumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses agroindustri Java preager coffee yang terdapat di Kecamatan Pangalengan Bandung sudah berjalan dengan baik. Ini terbukti dari adanya perubahan yang terjadi dalam : (1) pertumbuhan dari pelaku usahtani, pengolahan hasil pertanian, distribusi dan input pertanian, (2) perubahan kelembagaan dan keorganisasian dalam hubungannya dengan  perusahaan melalui peningkatan koordinasi vertikal dan perubahan dalam komposisi produk, teknologi, perwilayahan dan struktur pasar serta (4) peningkatan nilai tambah.Kata kunci :  Agroindustrialisasi,  kopi arabica, Java preangerABSTRACTCoffee is one of the leading plantation commodities that has long been cultivated. In addition to playing a role in the absorption of work, coffee is a high-value export commodity. The best coffee from West Java is known internationally as Java Preanger coffee. Pangalengan District, Bandung regency is one of the potential Java preanger coffee production centers because in addition to coffee plantations in the region, the processing industry is also developing. The purpose of this study was to determine the dynamics of the development of Java Preager Coffee agroindustry in Margamulya Village, Pangalengan District, Bandung Regency. This research was conducted using descriptive qualitative design and technical research case studies. Collect data using the method of observation, interviews and literature studies. The results showed that the Java preager coffee agroindustry process in Pangalengan District of Bandung had gone well. This is evident from the changes that occur in: (1) growth of business actors, agricultural product processing, agricultural distribution and input, (2) institutional and organizational changes in their relationship with companies through increased vertical coordination and changes in product composition, technology, territories and market structure and (4) increase in added value.Keywords: Agroindustrialization, arabica coffee, Java preanger
DINAMIKA SOSIAL KAJI TINDAK PEMBANGUNAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN, TERINTEGRASI DAN MANIDIRI ENERGI (STUDI KASUS DI DESA PAMALAYAN, KECAMATAN BAYONGBONG, KABUPATEN GARUT) Adi Nugraha; Demi Soetraprawata; Mahra Arari Heryanto
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 2 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i2.15617

Abstract

ABSTRAK Pertanian berkelanjutan dalam tiga dekade terakhir telah menjadi paradigma baru yang memengaruhi arah pembangunan pertanian. Walaupun demikian, praktik-praktik pertanian berkelanjutan memiliki karakter knowledge-intensive dan dinamis sehingga memiliki kecenderungan kegagalan penerapan yang cukup tinggi. Pola program penyuluhan dan diseminasi teknologi pertanian biasanya berdasarkan asumsi linear yang menempatkan petani hanya sebagai ‘pengguna pasif’ teknologi yang dihasilkan oleh para ahli ilmu pertanian. Penelitian ini difokuskan pada analisa interaksi-interaksi antar aktor di dalam program pengembangan pertanian berkelanjutan, terintegrasi dan mandiri energi di Desa Pamalayan, Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menekankan pada kedalaman informasi yang digali. Data primer didapatkan dari proses wawancara mendalam, FGD, dan observasi partisipatif. Bentuk dan perilaku organisasi serta kondisi sosial secara mikro ketika program dijalankan dianalisis dengan menggunakan Actor Oriented Approach. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, salah satu kunci penentu keberhasilan adalah perencanaan dan pelaksanaan program yang menitikberatkan pada aspek social, yang dalam prosesnya dilakukan secara informal. Hal ini masih jarang dilakukan oleh pelaku pembangunan di Indonesia. Konsep partisipatif dalam diseminasi suatu program pada pelaksanaannya seringkali hanya bersifat sementara, dan tidak dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, metode disseminasi dengan pendekatan informal yang mengusung lokalitas dan tingginya tingkat partisipasi tineliti dapat dijadikan contoh untuk program-program pembangunan pertanian dan pedesaan. Kata kunci: dinamika sosial, kaji tindak, keberlanjutan, pertanian terintegrasi ABSTRACT Sustainable agriculture within the last decades has been a new paradigm in agriculture development. However, sustainable agriculture practices are still characterised by knowledge intensive in its dissemination, leading to countless failures. The common dissemination processes apply linear way of thinking in its assumptions, putting farmers as ‘object for development’. This study analyses the interaction among the actors involved in the sustainable, integrated and resilient farming system development in Pamalayan, Garut. The study employs descriptive qualitative approach, focusing on the depth of gained information. Primary data were collected through in-depth interview, FGD, and participant observation. The social condition and form of interaction among related actors were analysed by using Actor Oriented Approach. The results show that the early stage of the dissemination process is one of the key factor in successing the program. This stage was focused in the social aspect of the beneficiaries, which was done through informal approaches. This style of dissemination is seldom to be seen in Indonesia. Participatory concepts are often superficial, neglecting the social sustainability of the programs. Thus, this case shows that paying attention to social aspects and informal dissemination procces play important roles in rural/agricultural development programs. Keywords: social dynamics, action research, sustainability, integrated farming
ANALISA DAYA SAING DAN PELUANG EKSPOR WORTEL DI KELOMPOK TANI KATATA, PANGALENGAN, JAWA BARAT Arief Budiman; Lucyana Trimo; Eti Suminartika; Sri Fatimah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15077

Abstract

ABSTRAKKomoditas wortel telah lama menjadi andalan produksi salahsatu kelompok tani Katata yang beradadi Pangalengan, Jawa Barat. Produksinya memiliki kualitas dan kuantitas yang tidak hanya baikdalam pemenuhan lokal saja, namun juga terhadap pemenuhan Ekspor. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mendapatkan pengatahuan daya saing dan peluang ekspor dari dampak kebijakanpemerintah pada usahatani wortel di Kelompok Tani Katata. Penelitian dilakukan di Kelompok TaniKatata, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Data dianalisis dengan Policy Analysis Matrix (PAM),untuk menghitung keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif dan dampak kebijakan pemerintahdengan menggunakan harga aktual dan harga bayangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwapengusahaan wortel di Kelompok Tani Katata memiliki keunggulan kompetitif karena nilai PCRsebesar 0,062 atau PCR kurang dari satu (PCR < 1). Hal yang sama menunjukkan bahwa wortelmemiliki keunggulan komparatif dengan nilai DRC 0,060 atau DRC kurang dari satu (DRC < 1).Kebijakan pemerintah dinilai menghambat ekspor output dan adanya proteksi terhadap input lokaldibuktikan dengan nilai NPCO dan NPCI yang kurang dari satu. Secara keseluruhan kebijakanpemerintah yang berlaku saat ini masih belum mendukung dalam hal pengembangan danpeningkatan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif pengusahaan komoditas wortel diKelompok Tani Katata.Kata kunci: daya saing, wortel, ekspor, Policy Analysis Matrix (PAM)ABSTRACTCarrot commodity has been each mainstay production belong to Katata’s farmer group inPangalengan, West Java since long time ago. Their production have good quality and quantitywhich have potential for locally and export. The main of this research is to know the competitivenessand impact of government policy of the commodities carrots (case study Katata, subdistrictPangalengan, county level Bandung).Policy Analysis Matrix (PAM) is the method to analyze data ofthis research to measure the comparative advantage, competitive advantage, and impact ofgovernment policy using actual price and estimation price.The result indicate that carrost in Katatahave a competitive advantage because PCR value of 0.062 or PCR of less than one (PCR < 1).Itsalso indicate that carrot has a comparative advantage with the value of the DRC 0.060 or DRC lessthan a (DRC < 1).The government policy is rated to inhibit the outpur export and protection againtslocale input by the value of an NPCO and NPCI is less than one.Overall the policy is still notsupporting development and improvement comparative advantage and competitive advantage forcarrot business in Katata.Keywords: competitiveness, carrots, export, Policy Analysis Matrix (PAM)
PARTISIPASI PETANI DALAM PEMULIAN STEVIA (Kasus di Kelompok tani Mulyasari Ciwidey Kabupaten Bandung) Yayat Sukayat; Hepi Hapsari; Pandi Pardian; Dika Supyandi
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.18193

Abstract

ABSTRAKKebutuhan gula pasir yang bersumber dari tanaman tebu (Sacharum oficinarum L) untuk konsumsi rumah tangga dan industri pada tingkat nasional menempati posisi kedua setelah beras. Ketidakmampuan produksi nasional memaksa pemerintah membuka kran impor gula pasir untuk memenuhi kekurangan. Namun tetap saja kurang, sehingga ada indikasi industri makanan/minuman menggunakan gula sintetis. Oleh karenanya, tumbuh keinginan masyarakat untuk mencari alternatif pemanis alami berkalori rendah. Salah satu sumber pemanis tersebut adalah tanaman stevia (Stevia rebudiana). Namun hingga saat ini, pengembangan stevia nasional terkendala oleh ketersediaan benih. Peneliti dan pemulia Unpad melakukan rekayasa genetika stevia melalui induksi mutasi sinar gama dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut. Agar komoditas ini adaptif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, pemulia melibatkan masyarakat dalam pengembangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterlibatan/partisipasi pengguna dalam pengembangan benih stevia hasil rekayasa tim Unpad, mengkaji faktor-faktor yang ada hubungannya dengan partisipasi petani dalam pengembangan stevia, dan menelaah faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam penggunaan benih stevia Unpad. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi petani dalam pengembangan benih stevia adalah dalam bentuk ide/gagasan, kontribusi fisik dan kontribusi finansial. Partisipasi tidak terlepas faktor dukungan koperasi yang berfungsi sebagai penampung hasil, kelompok sebagai tempat belajar, dan petani anggota sebagai pelaku yang menjaga kuantitas dan kualitas produksi. Penggunaan benih stevia Unpad dipertimbangkan jika secara teknis stevia yang dikembangkan berumur pendek, memiliki rendemen gula yang tinggi, adaptif terhadap lingkungan, serta memiliki cabang yang cukup banyak. Kata kunci: pemuliaan stevia, partisipasi petaniABSTRACTThe need for sugar sourced from sugar cane (Sacharum oficinarum L) for household and industrial consumption at the national level occupies the second position after rice. The inability of national production forced the government to import sugar in order to meet the shortage. Import has not solved the problem, even there is an indication that food/beverage industries used synthetic sugar. Hence, desire of the community to find alternative natural low-calorie sweeteners has been growing. One of the sources of sweetener is stevia (Stevia rebudiana). Unpad researchers and breeders genetically modified stevia through induction of gamma rays in order to answer these needs. In order for this commodity to be adaptive and in accordance with the needs of users, breeders involved the community in its development. The purposre of this study was to describe the involvement/participation of users in the development of stevia seeds engineered by Unpad team, to examine factors that have to do with farmer participation in the development of stevia, and to study the factors that are considered in the use of Unpad stevia seeds. This research is descriptive qualitative research with case study techniques. The results showed that farmers' participation in the development of stevia seeds was in the form of ideas, physical contributions and financial contributions. Participation cannot be separated from several factors, namely the cooperative support, which functions as a place of results, the farmer group as a place of learning, and member farmers as actors who maintain the quantity and quality of production. The use of Unpad stevia seeds is considered if technically, developed stevia is short-lived, has a high sugar yield, is adaptive to the environment, and has quite a lot of branches.Keywords: stevia breeding, farmer participation
POSISI DAYA SAING DAN TINGKAT PERSAINGAN MINYAK ATSIRI INDONESIA DI PASAR GLOBAL Nia Rosiana; Feryanto Feryanto; Vela Rostwentivaivi Sinaga
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15044

Abstract

ABSTRAKPermintaan minyak atsiri Indonesia dalam satu dekade terakhir, menunjukkan tren yang positifdalam memenuhi pasar global. Namun demikian, upaya untuk meningkatkan daya saing produkminyak atsiri mengalami fluktuatif. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untukmenganalisis posisi daya saing dan tingkat persaingan minyak atsiri Indonesia di pasar global.Metode analisis yang digunakan adalah dengan pendekatan RCA Dinamis dan analisis korelasi rankspearman, analisis menggunakan data time series (2001-2015). Sepanjang periode 2001-2015Indonesia memiliki daya saing, cenderung memiliki tren positif bila dibandingkan dengan sembilannegara eksportir utama lainnya. Hasil RCA Dinamis menunjukkan bahwa produk minyak AtsiriIndonesia periode 2001-2005 masuk kategori leading retreat, sedangkan periode 2005-2010 dan2011-2015 masuk kategori rising star, yakni produk yang memiliki potensi untuk dikembangkanmenjadi komoditas unggulan ekspor Indonesia. Namun demikian korelasi rank spearmanmenunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara daya saing minyak atsiri Indonesiadengan sembilan negara eksportir utama lainnya.Kata kunci: daya saing, minyak atsiri, pasar globalABSTRACTIndonesian essential oil demand in the last decade, showed a positive trend in global markets.However, efforts to improve product competitiveness experienced volatile essential oil. This studyaimed to analyze the competitive position and the level of competition Indonesian essential oil in theglobal market. The analytical method used is the Dynamic RCA approach and Spearman rankcorrelation analysis, analysis of data using time series (2001-2015). Throughout the 2001-2015periods Indonesia has a competitive advantage, tend to have a positive trend when compared withnine other major exporting countries. Dynamic RCA results showed that the essential oils productsIndonesia 2001-2005 period were leading retreat categories, while the period of 2005-2010 and2011-2015 in the category of Rising Star, which is a product that has the potential to be developedinto the leading commodity exports of Indonesia. However, Spearman rank correlation showed thatno significant relationship between the competitiveness of Indonesian essential oil with nine othermajor exporting countries.Keywords: competitiveness, essential oil, global market

Page 8 of 24 | Total Record : 234